Anda di halaman 1dari 52

Bab II-1: Konstruksi

BAGIAN B-1 Subdivisi dan stabilitas kapal bocor pada kapal barang*%
(Bagian ini berlaku untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992)

Peraturan 25-1 Penerapan


1 Persyaratan-persyaratan dalam bagian ini harus diterapkan pada kapal barang dengan panjang lebih dari 100 meter tetapi tidak diterapkan pada kapal-kapal yang terbukti memenuhi peraturanperaturan subdivisi dan stabilitas kapal bocor yang terdapat dalam 2 instrumen-instrumen lain yang dibuat oleh Organisasi. 2 Setiap acuan yang muncul sesudah ini dalam peraturan ini mengacu pada kumpulan peraturan yang terdapat dalam bagian ini.
%* Komite Keselamatan maritim , dalam menyetujui peraturan yang terdapat dalam Bagian B-1, mengundang Badan Pemerintah untuk memberitahukan bahwa peraturanperaturan itu harus diterapkan bersama dengan catatan-catatan penjelasan pada peraturan-peraturan SOLAS mengenai subdivisi dan stabilitas kerusakan dari kapalkapal barang dengan panjang 100 meter keatas, yang disetujui oleh Organisasi dengan resolusi A.684(17), untuk menjamin agar penerapannya seragam.

2 Penerapan

bagian B-1 tidak termasuk untuk kapal-kapal yang terbukti memenuhi peraturan-peraturan berikut : .1 Annex I MARPOL 73/78 .2 Kode Internasional Zat-Zat Kimia Dalam Bentuk Curah; .3 Kode Internasional Kapal Pengangkut Gas; .4 Petunjuk-petunjuk mengenai rekabentuk dan konstruksi kapal-kapal penyuplai lepas pantai (resolusi A.469(XII)); .5 Kode Keselamatan untuk Kapal-Kapal Tujuan Khusus (resolusi A.534(13)), sebagaimana dirubah dan ditambahkan); .6 Persyaratan-persyaratan stabilitas kerusakan dari peraturan 27 Konvensi Garis Muat 1966 yang diberlakukan sesuai dengan resolusi A.320(IX) dan A.514(13), dengan catatan kapal-kapal yang menerapkan peraturan 27(9), sekat-sekat kedap air melintang utama, yang dipertimbangkan efektif, terpisah menurut paragrap (12)(t) dari peraturan A.320(IX).

106

Bab II-1: Konstruksi 3 Badan Pemerintah dapat menyetujui tata susunan alternatif untuk kapal khusus atau kelompok kapal-kapal, jika diyakini bahwa sekurang-kurangnya tingkat keselamatan yang sama seperti yang dijelaskan oleh peraturan ini dapat dicapai. Setiap Badan Pemerintah yang mengizinkan tata susunan alternatif tersebut harus memberitahu kepada Organisasi khusus mengenai tata susunan tersebut.

Peraturan 25-2 Definisi-definisi


Untuk memenuhi maksud peraturan-peraturan ini, kecuali jika dengan tegas ditentukan lain : 1.1 Garis muat subdivisi adalah garis air yang digunakan untuk menentukan subdivisi kapal. 1.2 Garis muat subdivisi terdalam adalah garis muat subdivisi yang berhubungan dengan sarat muat musim panas yang ditetapkan pada kapal. 1.3 Garis muat bagian adalah sarat muat kapal kosong ditambah 60% perbedaan antara sarat muat kapal kosong dan garis muat subdivisi terdalam. 2.1 Panjang subdivisi kapal (Ls) adalah panjang terbesar dari proyeksi gading dari bagian itu di kapal pada atau di bawah geladak atau geladak-geladak yang membatasi luas vertikal genangan dengan kapal pada garis muat subdivisi terdalam. 2.2 Panjang pertengahan adalah titik tengah dari panjang subdivisi kapal. 2.3 Terminal subdivisi. belakang adalah batas belakang dari panjang

2.4 Terminal depan adalah batas depan dari panjang subdivisi kapal. 3 Lebar (B) adalah lebar terbesar dari gading terluar ke gading terluar pada atau di bawah garis muat subdivisi terdalam. 4 Sarat muat (d) adalah jarak tegak lurus yang diukur dari garis dasar tengah kapal ke garis muat subdivisi yang dimaksud. 107

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

5 Permeabilitas () ruangan adalah bagian yang terbenam dari volume ruangan yang dapat terisi oleh air.

Peraturan 25-3 Indeks subdivisi R yang disyaratkan


1 Peraturan-peraturan ini ditujukan untuk melengkapi kapal-kapal dengan standar subdivisi minimum. 2 Derajat subdivisi yang disediakan dapat ditentukan oleh indeks subdivisi R yang disyaratkan, sebagai berikut: dimana Ls dalam meter.

Peraturan 25-4 Indeks subdivisi A yang diperoleh


1 Indeks subdivisi A yang diperoleh, dihitung menurut peraturan ini, tidak boleh kurang dari indeks subdivisi R yang disyaratkan, yang dihitung sesuai dengan paragraf 2 peraturan 25-3. 2 Indeks subdivisi A yang diperoleh harus dihitung untuk kapal dengan rumus berikut :

A = i si p
dimana : i pi si mewakili tiap kompartemen atau kelompok kompartemen yang diperhitungkan, jumlah kemungkinan dari kompartemen atau kelompok kompartemen yang diperhitungkan tergenang, dengan mengabaikan setiap subdivisi horisontal, jumlah kemungkinan yang bertahan setelah tergenang tiap kompartemen atau kelompok kompartemen yang diperhitungkan, termasuk pengaruh dari setiap subdivisi horisontal.

3 Dalam menghitung A, ketinggian trim harus digunakan. 4 Penjumlahan ini hanya mencakup kasus-kasus penggenangan yang memberikan kontribusi pada nilai indeks subdivisi A yang 108

Bab II-1: Konstruksi diperoleh. 5 Penjumlahan yang ditunjukkan oleh rumus diatas harus memperhitungkan panjang kapal untuk semua kasus penggenangan dimana satu kompartemen atau dua atau lebih kompartemen yang berdekatan terlibat. 6 Dimanapun kompartemen-kompartemen samping dipasang, kontribusi pada penjumlahan yang ditunjukkan oleh rumus itu harus diambil untuk semua kasus penggenangan dimana kompartemen samping terlibat; dan selain itu, untuk semua kasus penggenangan serentak dari satu kompartemen samping atau sejumlah kompartemen dan kompartemen dalam kapal yang berdekatan atau kompartemen-kompartemen, dengan asumsi penembusan persegi panjang yang membentang ke garis tengah kapal, tetapi tidak termasuk kerusakan pada setiap sekat garis tengah. 7 Luas kerusakan vertikal yang diasumsikan adalah membentang dari garis dasar keatas hingga ke setiap subdivisi membujur kedap air diatas garis air atau lebih tinggi. Tetapi, jika luas yang lebih kecil akan memberikan hasil yang lebih keras, luas tersebut yang harus digunakan sebagai asumsi. 8 Jika pipa-pipa, saluran-saluran dan terowongan-terowongan diletakkan di dalam kompartemen genangan yang diasumsikan, tata susunan harus dibuat untuk memastikan bahwa penggenangan secara progresif tidak dapat meluas hingga ke kompartemenkompartemen lain selain kompartemen yang telah diasumsikan untuk digenangi. Tetapi, Badan Pemerintah dapat mengizinkan penggenangan progresif kecil jika telah dibuktikan bahwa pengaruhnya dapat dengan mudah dikontrol dan keselamatan kapal tidak dirusak. 9 Dalam perhitungan penggenangan yang dilakukan menurut peraturan itu, hanya satu patahan pada lambung yang perlu di asumsikan.

Peraturan 25-5 Perhitungan faktor pi


1 Faktor pi harus dihitung menurut paragraf 1.1 sesuai dengan yang disyaratkan, menggunakan notasi berikut: x1 = jarak dari terminal belakang Ls ke bagian paling depan dari ujung belakang kompartemen yang 109

Bagian B-1 1 diperhitungkan; x2 =

Peraturan 25-

jarak dari terminal belakang Ls ke bagian paling depan ujung depan kompartemen yang diperhitungkan;

E1

x1 Ls x2 Ls
E1 + E 2 B 1 E2 B E1 J B E, jika E > 0 J + E, jika E < 0

E2 = E J = =

J= = J= =

Panjang kerusakan nondimensional maksimum

48
Jmax
=

L s , tetapi tidak kurang dari 0,24.

Distribusi berat jenis dari lokasi kerusakan yang membentang sepanjang kapal yang diasumsikan adalah a = 1,2 + 0,8E, tetapi tidak lebih dari 1,2.

Asumsi distribusi fungsi dari lokasi kerusakan yang membentang sepanjang kapal adalah F = 0,4 + 0,25E (1,2 + a)

J
= p q = =

J maks
F1Jmaks 0,4 F2 (Jmaks)2 110

Bab II-1: Konstruksi

F1 F1

= =

2 -

3
jika < 1, sebaliknya;

3 , 1 3

3 4
F2 =

12 , +

jika < 1,

2
F2 =

1 12

sebaliknya

1.1 Faktor pi ditentukan untuk tiap satu kompartemen : 1.1.1Jika kompartemen diperhitungkan memanjang hingga keseluruh panjang kapal Ls : pi = 1

1.1.2Jika batas belakang dari kompartemen diperhitungkan bersama dengan terminal belakang : pi = F + 0,5ap + q

1.1.3Jika batas depan dari kompartemen diperhitungkan bersama dengan terminal depan : pi = 1 B F + 0,5ap

1.1.4Bila kedua ujung kompartemen yang diperhitungkan berada di dalam terminal belakang dan depan dari panjang kapal Ls : pi = ap

1.1.5Dalam menerapkan rumus dari paragraf 1.1.2, 1.1.3 dan 1.1.4, jika kompartemen diperhitungkan memanjang hingga Apertengahan panjang@, nilai rumus ini harus dikurangi dengan jumlah yang ditentukan menurut rumus q, dimana F2 dihitung dengan

111

Bagian B-1 1 menggunakan sebagai J=/Jmaks.

Peraturan 25-

2 setiap dipasang kompartemen samping, nilai pi untuk kompartemen samping diperoleh dengan mengalikan nilai, sebagaimana ditentukan dalam paragraf 3, dengan faktor pengurang r sesuai paragraf 2.2, yang menggambarkan kemungkinan bahwa ruang di dalam kapal tidak akan tergenang. 2.1 Nilai pi untuk penggenangan secara serentak dari kompartemen samping dan berdekatan di dalam kapal harus diperoleh dengan menggunakan rumus paragraf 3, dikalikan dengan faktor (1-r). 2.2 Pengurangan faktor r harus ditentukan dengan rumus berikut:

b Untuk J > 0,2 B : b 0,08 r = 2,3 + + 0,1 B J + 0,02 ,

b jika B 0,2

b 0,016 b r = + + 0,36 B J + 0,02 , jika B > 0,2


b Untuk J < 0,2 B pengurangan faktor r harus ditentukan dengan
interpolasi linear antara : r dan r = dimana : b = = 1, untuk J = 0

b sama seperti jika J > 0,2 B ,

b untuk J = 0,2 B

jarak rata-rata melintang sebenarnya dalam meter diukur pada keadaan tegak ke garis tengah pada garis muat subdivisi terdalam antara kulit dan bidang yang melalui bagian terluar dan sejajar pada bagian itu dari sekat membujur yang membentang antara batas-batas membujur yang digunakan dalam menghitung faktor pi.

112

Bab II-1: Konstruksi 3 Untuk mengevaluasi pi untuk kompartemen-kompartemen yang diperhitungkan sendiri rumus dalam paragraf 1 dan 2 harus diterapkan secara langsung. 3.1 Untuk mengevaluasi nilai-nilai pi yang menghubungkan pada kelompok kompartemen berikut ini berlaku: untuk kompartemen dianggap sebagai sepasang: pi pi = = p12 - p1 B p2 p23 B p2 B p3, dan seterusnya.

Untuk kompartemen diambil terdiri atas tiga kelompok : pi pi = = p123 B p12 B p23 + p2 p234 B p23 B p34 + p3, dan seterusnya

Untuk kompartemen diambil terdiri atas empat kelompok : pi pi dimana : p12, p23, p34, dan seterusnya, p123, p234, p345, dan seterusnya, dan p1234, p2345, p3456, dan seterusnya. Harus dihitung menurut rumus paragraf 1 dan 2 untuk satu kompartemen yang panjang non dimensionalnya J berhubungan pada kelompok yang terdiri dari kompartemen-kompartemen yang ditunjukkan oleh indeks yang ditetapkan untuk p. 3.2 Faktor pi untuk kelompok dari 3 atau lebih kompartemen yang berdekatan sama dengan nol jika panjang nondimensional dari kelompok tersebut dikurangi panjang nondimensional dari kompartemen paling belakang dan paling depan dalam kelompok itu = = p1234 B p123 B p234 + p23 p2345 B p234 B p345 + p34, dan seterusnya.

113

Bagian B-1 1 lebih besar dari Jmaks.

Peraturan 25-

Peraturan 25-6 Perhitungan faktor si


1 Faktor si harus ditentukan untuk tiap kompartemen atau kelompok kompartemen sebagai berikut ini : 1.1 Umumnya untuk setiap kondisi penggenangan dari setiap kondisi awal pemuatan nilai s harus : s dengan : C C = = 1, 0, jika e < 25o, jika e > 30o, =

C =
Gzmaks

30 e 5
=

sebaliknya; lengan momen positif maksimum (meter) dalam jangkauan sebagaimana diberikan dibawah tetapi tidak lebih dari 0,1 meter; jangkauan dari lengan momen positif maksimum dibawah sudut keseimbangan namun tidak melebihi 20o; tetapi, jangkauan harus berakhir pada sudut dimana bukaanbukaan tidak dapat ditutup kedap cuaca terbenam;

Rentang =

e =

sudut keseimbangan akhir kemiringan (derajat).

1.2 s = 0 jika garis air akhir yang diperhitungkan tenggelam, kemiringan dan trim, menenggelamkan sisi bawah bukaan dimana

114

Bab II-1: Konstruksi penggenangan secara progresif dapat terjadi. Bukaan tersebut harus termasuk pipa udara, ventilasi dan bukaan-bukaan yang ditutup oleh sarana-sarana penutup lubang kedap air atau lubang palka dan mungkin meniadakan buka tutup oleh sarana penutup lubang orang kedap air dan tingkap-tingkap lurus, penutup lubang palka kedap air kecil yang mempertahankan integritas geladak tetap tinggi, pintu geser kedap air yang dioperasikan dari jarak jauh, pintu-pintu masuk dan penutup jalan lubang palka, dari kekedapan air yang utuh, biasanya tertutup di laut dan tingkap-tingkap sisi dari jenis yang tidak dapat dibuka. Tetapi, jika kompartemen yang digenangi itu ikut disertakan dalam perhitungan persyaratan-persyaratan pada peraturan ini harus diberlakukan. 1.3 untuk tiap kompartemen atau kelompok kompartemen si harus merupakan berat menurut pertimbangan sarat sebagai berikut : si dimana: si adalah faktor s pada garis muat subdivisi terdalam sp adalah faktor s pada garis muat bagian. 2 Untuk semua kompartemen didepan sekat tubrukan, nilai s, dihitung dengan mengasumsikan kapal berada garis muat subdivisi terdalam dan dengan mengasumsikan tingkat kerusakan vertikal tidak terbatas, harus sama dengan 1. 3 Dimanapun subdivisi mendatar dipasang diatas garis air yang dimaksud berikut ini berlaku. 3.1 Nilai s untuk kompartemen atau kelompok kompartemen yang lebih rendah harus diperoleh dengan mengalikan nilai itu sebagaimana ditentukan dalam paragraf 1.1 dengan faktor pengurangan v menurut paragraf 3.3, yang mewakili kemungkinan bahwa ruangan diatas subdivisi horisontal tidak akan digenangi. 3.2 Dalam hal kontribusi pada indeks A positif akibat penggenangan secara serentak ruangan-ruangan diatas subdivisi horisontal, nilai s yang dihasilkan untuk satu kompartemen atau kelompok kompartemen tersebut harus diperoleh dengan menjumlahkan nilai = 0,5sl + 0,5sp

115

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

sebagaimana ditentukan dalam paragraf 3.1 dengan nilai s untuk penggenangan secara serentak menurut paragraf 1.1 yang dikalikan dengan faktor (1-v) 3.3 Faktor probabilitas vi harus dihitung menurut :

vi =

H d H maks d

untuk

penggenangan

yang

diasumsikan hingga subdivisi horisontal diatas garis muat subdivisi, dimana H harus dibatasi hingga ketinggian Hmaks., vi dimana: H = 1, jika subdivisi horisontal teratas berada pada daerah kerusakan yang diasumsikan dibawah Hmaks,

adalah ketingggian subdivisi horisontal diatas garis dasar (meter) yang diasumsikan hingga batas tingkat kerusakan vertikal. adalah kemungkinan tingkat kerusakan maksimum diatas garis dasar (meter), atau vertikal

Hmaks

Hmaks Hmaks

= =

d + 0,056 L s 1 L s 500 ,jika Ls < 250 meter


d + 7, meter jika Ls > 250

diambil yang lebih kecil.

Peraturan 25-7 Permeabilitas*3


Untuk memenuhi maksud perhitungan subdivisi dan stabilitas kapal bocor dari peraturan, permeabilitas tiap ruangan atau bagian dari ruangan harus sebagai berikut :

3* Mengacu kepada MSC/Circ.651, Interpretasi peraturan bagian B-1 bab II-1 SOLAS

Yang menghasilkan persyaratan yang lebih keras..

116

Bab II-1: Konstruksi

Ruangan-ruangan Digunakan untuk ruang penyimpanan Diisi oleh akomodasi Diisi oleh mesin Ruang-ruang kosong Ruang-ruang muatan kering Digunakan untuk zat cair

Permeabilitas 0,60 0,95 0,85 0,95 0,70 0 atau 0,95

Peraturan 25-8 Informasi stabilitas


1 Nahkoda kapal harus dilengkapi dengan informasi yang terpercaya yang diperlukan agar dia mampu dengan cepat dan cara yang sederhana memperoleh petunjuk yang akurat mengenai stabilitas kapal didalam berbagai kondisi pelayaran. Informasi itu harus termasuk: .1 kurva tinggi minimum metasentrum operasi terhadap sarat muat yang menjamin memenuhi persyaratanpersyaratan stabilitas utuh yang sesuai dan persyaratan-persyaratan peraturan 25-1 hingga 25-6, sebagai tambahan kurva titik pusat gravitasi tegak lurus minimum yang diizinkan terhadap sarat muat, atau dengan kurva yang serupa dengan kedua kurva tersebut; instruksi-instruksi mengenai pengeoperasian tata susunan luas penggenangan; dan semua data lain dan bantuan yang mungkin diperlukan untuk mempertahankan stabilitas setelah kebocoran.

.2 .3

2 Untuk petunjuk bagi perwira yang bertugas di kapal, harus dipampangkan secara tetap denah-denah yang memperlihatkan secara jelas tiap-tiap geladak dan batas-batas palka dari kompartemen-kompartemen kedap air, lubang-lubang ditempat itu dengan sarana penutupan dan letak setiap alat pengawasannya yang manapun, serta tata-tata pengaturan untuk memperbaiki sembarang kemiringan karena penggenangan. Di samping itu, buku-buku petunjuk yang berisikan informasi yang disebutkan sebelumnya harus dibuat untuk dapat dipakai oleh para perwira kapal. 3 Untuk membuat informasi yang mengacu pada paragraf 1.1, pembatasan nilai-nilai GM (atau KG) harus digunakan, jika nilai tersebut telah ditentukan melalui pertimbangan yang berhubungan dengan indeks subdivisi, pembatasan GM harus bervariasi secara 117

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

linear antara garis muat subdivisi terdalam dan garis muat bagian.*1 Dalam hal demikian, untuk sarat air di bawah garis muat bagian jika persyaratan GM minimum pada sarat air dihasilkan dari perhitungan indeks subdivisi, selanjutnya nilai GM ini harus diasumsikan lebih kecil dari sarat air, kecuali persyaratan-persyaratan stabilitas utuh diberlakukan.

Peraturan 25-9 Bukaan-bukaan pada sekat-sekat kedap air dan geladakgeladak bagian dalam pada kapal barang
1 Jumlah bukaan-bukaan di subdivisi kedap air harus dikurangi sampai minimum sesuai dengan desain dan peruntukan kapal secara layak. Jika penembusan pada sekat-sekat kedap air dan geladakgeladak bagian dalam diperlukan untuk perlintasan, pipa, ventilasi, kabel listrik, dan sebagainya, tata susunan harus dibuat untuk mempertahankan kekedapan air yang utuh. Badan Pemerintah dapat mengizinkan kelonggaran pada kekedapan air dari bukaan-bukaan diatas geladak utama, asalkan telah dibuktikan bahwa penggenangan secara progresif dapat dengan mudah dikontrol dan bahwa keselamatan kapal tidak terganggu. 2 Pintu-pintu yang diadakan untuk menjamin kekedapan air yang utuh dari bukaan-bukaan bagian dalam yang digunakan pada saat di laut harus dari pintu kedap air geser yang dapat ditutup dengan pengendali jarak jauh dari anjungan dan juga dapat dioperasikan secara lokal dari kedua sisi sekat. Indikator-indikator harus dipasang pada posisi pengawasan yang memperlihatkan apakah pintu-pintu itu terbuka atau tertutup, dan alarm bunyi harus dipasang pada penutup pintu. Tenaga untuk kontrol dan indikator harus dapat beroperasi saat kegagalan sumber tenaga utama.. Setiap pintu kedap air geser yang dijalankan dengan tenaga harus dilengkapi dengan mekanisme pengoperasikan dengan tangan. Harus dimungkinkan untuk membuka dan menutup pintu dengan tangan pada pintu itu sendiri dari kedua sisi. 3 Pintu-pintu jalan masuk dan penutup jalan lubang palka biasanya tertutup pada saat di laut, dimaksudkan untuk menjamin kekedapan air yang utuh dari bukaan-bukaan bagian dalam, harus dilengkapi dengan sarana-sarana indikasi di tempat dan di anjungan yang menunjukkan apakah pintu-pintu ini atau penutup lubang palka terbuka atau tertutup. Suatu catatan harus ditempatkan di depan tiap

1* Mengacu kepada MSC/Circ.651, Interpretasi peraturan bagian B-1 bab II-1 SOLAS.
118

Bab II-1: Konstruksi pintu tersebut dan penutup palka yang menyatakan bahwa pintu itu tidak boleh dibiarkan terbuka. Penggunaan pintu-pintu dan penutup palka tersebut harus seizin perwira jaga. 4 Pintu-pintu kedap air atau rampa dengan konstruksi yang memenuhi syarat dapat dipasang untuk membagi ruang-ruang muat yang besar, asalkan Badan Pemerintah meyakini bahwa pintu-pintu atau rampa tersebut benar-benar diperlukan. Pintu-pintu atau rampa ini boleh pintu-pintu berengsel, gulung atau geser, atau rampa, tetapi tidak boleh dikendalikan dari jauh.*1 Pintu-pintu atau rampa tersebut harus ditutup sebelum pelayaran dimulai dan harus tetap tertutup selama dalam pelayaran; saat pintu-pintu atau rampa tersebut di buka di pelabuhan dan pintu-pintu itu di tutup sebelum kapal meninggalkan pelabuhan harus dicatat di dalam buku harian. Apabila pintu-pintu atau rampa dapat dijangkau selama dalam pelayaran, pintu-pintu itu harus dipasangi dengan perangkat yang dapat mencegah pintu-pintu terbuka tanpa dikehendaki. 5 Peralatan penutup lain yang tetap tertutup secara permanen selama di laut untuk menjamin kekedapan air yang utuh dari bukaanbukaan bagian dalam harus dilengkapi dengan pemberitahuan yang harus ditempatkan di depan tiap peralatan penutup tersebut yang menyatakan bahwa peralatan penutup itu harus tetap tertutup. Lubang orang yang dipasang dengan penutup yang dibaut dengan rapat tidak perlu diberi tanda seperti itu.

Peraturan 25-10 Bukaan-bukaan bagian luar kapal-kapal barang


1 Semua bukaan-bukaan bagian luar yang menuju ke kompartemen-kompartemen yang diasumsikan utuh dalam analisa kerusakan, yang berada dibawah garis air kerusakan, disyaratkan harus kedap air. 2 Bukaan-bukaan bagian luar yang disyaratkan harus kedap air sesuait paragraf 1 harus cukup kekuatannya dan, kecuali untuk penutup lubang palka muatan, harus dipasang dengan indikator di anjungan. 3 Bukaan-bukaan di pelat kulit dibawah geladak yang membatasi tingkat kerusakan vertikal harus tetap tertutup secara permanen selama di laut. Apabila bukaan-bukaan ini dapat dijangkau selama

1* Mengacu kepada MSC/Circ.651, Interpretasi peraturan bagian B-1 bab II-1


SOLAS.

119

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

dalam pelayaran, bukaan-bukaan itu harus dipasangi dengan perangkat yang dapat mencegah pintu-pintu dibuka tanpa dikehendaki. 4 Dengan tidak mengesampingkan persyaratan-persyaratan paragraf 3, Badan Pemerintah boleh mengizinkan bahwa pintu-pintu tertentu dapat dibuka dengan kebijakan Nahkoda, jika diperlukan untuk pengoperasian kapal dan asalkan keselamatan kapal tidak diganggu. 5 Peralatan penutup lain yang tetap tertutup secara permanen selama di laut untuk menjamin kekedapan air yang utuh dari bukaanbukaan bagian luar harus dilengkapi dengan pemberitahuan yang ditempatkan di depan tiap peralatan yang menyatakan bahwa bukaan itu harus tetap tertutup. Lubang orang yang dipasang dengan penutup yang dibaut dengan rapat tidak perlu di beri tanda seperti itu.

Bagian C Instalasi mesin


(kecuali dengan tegas dinyatakan lain bagian C berlaku untuk kapal-kapal penumpang dan kapal-kapal barang)

Peraturan 26 Umum
1 Permesinan, ketel dan bejana tekanan lain, termasuk sistemsistem perpipaannya serta sambungan-sambungan harus dari desain 120

Bab II-1: Konstruksi dan konstruksi yang cukup untuk pelayanan sesuai dengan kegunaan dan harus dipasang dan dilindungi sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi sampai minimum setiap bahaya terhadap orang-orang yang berada diatas kapal, dengan memperhatikan bagian-bagian bergerak,bahaya permukaan panas dan bahaya-bahaya lain. Desainnya harus memperhatikan bahan-bahan yang digunakan dalam konstruksi, kegunaan dari masing-masing perlengkapan, kondisi kerja yang berpengaruh dan kondisi lingkungan diatas kapal. 2 Badan Pemerintah harus memberikan pertimbangan khusus terhadap kemampuan yang teruji dari masing-masing komponen penggerak yang penting dan dapat mensyaratkan sumber tenaga penggerak terpisah yang cukup untuk memberi kecepatan pelayaran, khususnya dalam tata susunan yang tidak konvensional. 3 Sarana-sarana harus dilengkapi untuk pengoperasian mesin penggerak secara normal yang dapat didukung atau dipulihkan meskipun salah satu mesin bantu yang penting tidak beroperasi. Pertimbangan khusus harus diberikan terhadap kegagalan dari .1 alat pembangkit yang dipakai sebagai sumber tenaga listrik utama; .2 sumber-sumber pemasok uap; .3 sistem pengisi air ketel; .4 sistem-sistem pemasok bahan bakar minyak untuk ketel atau mesin;*1 .5 sumber tekanan minyak pelumas .6 sumber tekanan air .7 pompa pengembunan dan tata susunan untuk mempertahankan kekosongan pada saat pemadatan; .8 pemasok udara mekanik untuk ketel; .9 kompresor udara dan bejana untuk tujuan penjalan atau kontrol .10 sarana-sarana hidraulik, pneumatik atau listrik untuk mengendalikan mesin penggerak utama baling-baling dengan pitch yang terkontrol. Bagaimanapun, Badan Pemerintah, dengan memperhatikan pertimbangan keselamatan secara keseluruhan, dan mungkin dapat mengizinkan pengurangan sebagian kemampuan penggerak dari pengoperasian normal. 4 Harus dilengkapi sarana untuk menjamin bahwa mesin dapat dioperasikan dari kondisi kapal mati (dead ship) tanpa bantuan dari luar.
1* Mengacu kepada MSC/Circ.647, Petunjuk untuk meminimalkan kebocoran dari sistem zat cair yang dapat menyala.

121

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

5 Semua ketel, semua bagian permesinan, semua uap,sistem hidraulik, pneumatik dan sistem lain serta sambungannya yang bertekanan dalam harus dikenakan pengujian yang sesuai termasuk pengujian tekanan sebelum dioperasikan untuk pertama kali. 6 Mesin penggerak utama dan semua mesin bantu yang penting untuk pergerakan dan keselamatan kapal harus, dipasang di kapal, dirancang untuk beroperasi ketika kapal dalam keadaan miring dan ketika diuji miring pada setiap sudut yang terdapat dalam daftar hingga dan termasuk 15o pada kondisi statis dan 22,5o pada kondisi dinamis (miring) dan secara serentak diuji miring secara dinamis (trim)7,50 haluan atau buritan. Badan Pemerintah dapat mengizinkan penyimpangan dari sudut-sudut ini, dengan mempertimbangkan jenis, ukuran dan kondisi pelayanan dari kapal. 7 Ketentuan harus dibuat untuk memudahkan pembersihan, pemeriksaan dan perawatan dari mesin penggerak utama dan bantu termasuk ketel dan tangki bejanai tekan. 8 Pertimbangan khusus harus diberikan terhadap desain, konstruksi dan pemasangan sistem mesin penggerak sehingga setiap mode getarannya tidak akan menyebabkan tegangan yang berlebihan terhadap permesinan pada pengoperasian normal.

Peraturan 27 Mesin
1 Jika terjadi resiko akibat kecepatan berlebih pada mesin, sarana maka harus dilengkapi peralatan untuk menjamin bahwa batas kecepatan yang aman tidak dilewati. 2 Jika mesin induk dan mesin bantu termasuk bejana tekan atau setiap bagian dari mesin tersebut yang bertekanan dan mungkin dikenakan pada tekanan berlebih yang berbahaya, sarana-sarana harus diadakan jika dapat diterapkan untuk melindungi terhadap tekanan berlebih tersebut. 3 Semua roda gigi dan setiap poros dan kopling yang digunakan untuk memindahkan tenaga ke mesin yang penting untuk pergerakan dan keselamatan kapal atau untuk keselamatan orang-orang yang berada diatas kapal harus dirancang dan dibangun sedemikian rupa sehingga mampu menahan tegangan kerja maksimum dalam berbagai kondisi pelayanan, dan pertimbangan harus diberikan terhadap tipe mesin-mesin yang digerakkan oleh roda gigi, poros 122

Bab II-1: Konstruksi dan kopling yang merupakan bagian dari mesin tersebut 4 Mesin pembakaran dalam dengan diameter silinder 200 mm atau dengan volume rumah mesin 0,6 m3 keatas harus dilengkapi dengan katup-katup pembebasan ledakan kaiter dari jenis yang sesuai dengan luas pelepasan yang memadai. Katup-katup pembebasan harus ditata atau dilengkapi dengan sarana-sarana untuk menjamin bahwa pengeluaran dari katup-katup diarahkan sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan kemungkinan melukai personil. 5 Mesin penggerak turbin utama dan, jika dapat diterapkan, mesin penggerak pembakaran dalam utama dan mesin bantu harus dilengkapi dengan tata susunan penghenti otomatis jika terjadi kegagalan seperti kegagalan pasokan minyak pelumas yang dapat membawa dengan cepat kearah kerusakan, kerusakan serius atau ledakan. Badan Pemerintah boleh mengizinkan ketentuan-ketentuan pengendalian peralatan pemutus.

Peraturan 28 Sarana-sarana untuk mundur*1


1 Tenaga yang cukup untuk mundur harus diperlengkapkan untuk menjamin pengendalian yang layak dari kapal di dalam semua keadaaan normal. 2 Kemampuan mesin untuk membalik arah gaya dorong balingbaling dalam waktu yang cukup, dan kemudian membawa kapal ke pemulihan dalam jarak yang sesuai dari kecepatan dinas maju maksimum, harus dibuktikan dan dicatat. 3 Waktu berhenti, arah kapal dan jarak henti dicatat pada saat percobaan berlayar, bersama-sama dengan hasil-hasil percobaan untuk menentukan kemampuan kapal yang mempunyai banyak baling-baling untuk berlayar dan olah gerak dengan satu atau lebih baling-baling tidak beroperasi, harus terdapat di atas kapal untuk digunakan oleh Nahkoda atau perwira yang ditunjuk. 4 Jika kapal dilengkapi dengan sarana bantu tambahan untuk olah gerak atau berhenti, keefektifan sarana-sarana tersebut harus dibuktikan dan dicatat dengan mengacu pada paragraf 2 dan 3.

1* Mengacu kepada Rekomendasi mengenai ketentuan dan tampilan dari informasi olah gerak diatas kapal (resolusi A.601(15)), standar sementara untuk kemampuan olah gerak kapal (resolusi A.751(18)), dan catatan-catatan penjelasan pada standar sementara mengenai kemampuanolah gerak kapal (MSC/Circ.644).

123

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

Peraturan 29 Perangkat kemudi*1


1 Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, setiap kapal harus dilengkapi dengan perangkat kemudi utama dan perangkat kemudi bantu yang disetujui oleh Badan Pemerintah. Perangkat kemudi utama dan perangkat kemudi bantu harus ditata sedemikian rupa sehingga kegagalan dari salah satu kemudi itu tidak akan membuat satu kemudi yang lain menjadi tidak dapat beroperasi. 2.1 Semua komponen-komponen perangkat kemudi dan tongkat kemudi harus dari konstruksi yang baik dan dapat dihandalkan yang disetujui oleh Badan Pemerintah. Pertimbangan khusus harus diberikan terhadap kecocokan dari setiap komponen penting yang bukan duplikasi. Setiap komponen penting tersebut harus, jika disyaratkan, menggunakan bantalan anti gesekan seperti bantalan bola, bantalan gulung atau bantalan luncur yang harus dilumasi secara permanen atau dilengkapi dengan perlengkapan pelumasan. 2.2 Tekanan desain perhitungan untuk menentukan ukuran pipa dan komponen perangkat kemudi harus dikenai tekanan hidrolik sekurang-kurangnya 1,25 kali tekanan kerja maksimum yang diperkirakan pada kondisi operasi yang ditentukan dalam paragraf 3.2, dengan memperhitungkan setiap tekanan yang mungkin ada dalam sisi tekanan rendah dari sistem. Dengan kebijakan Badan Pemerintah, kriteria lelah harus diberlakukan untuk desain pipa dan komponen-komponen yang memperhitungkan getaran tekanantekanan akibat beban dinamis. 2.3 Katup pembebasan harus dipasang disetiap bagian sistem hidrolik yang dapat diisolasi dan dengan tekanan dihasilkan dari sumber energi atau dari tekanan-tekanan luar. Penyetelan katup pembebasan tidak boleh melebihi tekanan desain. Katup-katup itu harus dari ukuran yang cukup dan ditata sedemikian sehingga dapat menghindari peningkatan tekanan berlebihan diatas tekanan desain. 3 Perangkat kemudi utama dan tongkat kemudi harus : .1 mempunyai kekuatan yang cukup dan dapat mengemudikan kapal dengan kecepatan dinas maju maksimum yang ditunjukkan dalam uji coba .2 mampu memindahkan kemudi dari posisi 35o di satu sisi ke posisi 35o di sisi yang lain dengan kapal berada pada

1* Mengacu kepada peraturan A.415(XI) mengenai standar perbaikan perangkat kemudi untuk kapal penumpang dan barang dan resolusi A.416(XI) mengenai pemeriksaan perangkat kemudi pada kapal-kapal tangki lama.

124

Bab II-1: Konstruksi sarat muat terdalamnya dan bergerak maju pada kecepatan dinas maksimum dan,pada kondisi yang sama, dari posisi 35o di satu sisi ke posisi 30o di sisi yang lain dalam waktu tidak lebih dari 28 detik; dioperasikan dengan tenaga jika diperlukan untuk memenuhi persyaratan paragraf 3.2 dan bagaimanapun juga jika Badan Pemerintah mensyaratkan tongkat kemudi dengan diameter diatas 120 mm, tidak termasuk penguatan untuk berlayar di es; dan di desain sedemikian rupa sehingga tidak akan rusak pada kecepatan mundur maksimum; tetapi, persyaratan-persyaratan tidak perlu dibuktikan melalui percobaan pada kecepatan mundur maksimum dan sudut kemudi maksimum.

.3

.4

Perangkat kemudi bantu harus : .1 mempunyai kekuatan yang cukup dan dapat mengemudikan kapal pada kecepatan layak layar dan dengan cepat beroperasi dalam kondisi darurat; .2 mampu memindahkan kemudi dari posisi 15o di satu sisi ke posisi 15o di sisi yang lain dalam waktu tidak lebih dari 60 detik sarat kapal berada pada sarat air terdalam dan bergerak maju dengan 2 kecepatan dinas maksimum atau 7 knot, mana yang lebih besar; dan .3 dioperasikan dengan daya jika diperlukan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan paragraf 4.2 dan dalam berbagai hal jika Badan Pemerintah mensyaratkan tongkat kemudi dengan diameter diatas 230 mm, tidak termasuk pe nguat untuk berlayar di es. Daya perangkat kemudi utama dan bantu harus : .1 ditata untuk dapat menyala kembali secara otomatis ketika daya dipulihkan setelah terjadi kegagalan daya; dan .2 mampu dioperasikan dari suatu kedudukan di anjungan navigasi. Alarm yang dapat terdengar dan terlihat harus diberikan di anjungan navigasi, jika terjadi kegagalan daya pada salah satu unit sumber tenaga perangkat kemudi

6.1 Jika perangkat kemudi utama terdiri dari 2 atau lebih unit-unit tenaga yang sama, perangkat kemudi bantu tidak perlu dipasang, dengan catatan : .1 dalam kapal penumpang, perangkat kemudi utama dapat mengoperasikan kemudi seperti yang disyaratkan oleh paragraf 3.2 pada saat salah satu unit tenaga tidak 125

Bagian B-1 1 .2

Peraturan 25beroperasi; dalam kapal barang, perangkat kemudi utama dapat mengoperasikan kemudi seperti yang disyaratkan oleh paragraf 3.2 pada saat beroperasi dengan semua unitunit tenaga; perangkat kemudi utama ditata sedemikian sehingga setelah terjadi satu kerusakan dalam sistim pipanya atau dalam salah satu unit tenaga cacat itu dapat diisolasi sehingga kemampuan kemudi dapat dipertahankan atau dengan cepat dapat diperoleh kembali.

.3

6.2 Sampai 1 september 1986 Badan Pemerintah boleh menyetujui pemasangan perangkat kemudi yang mempunyai catatan kehandalan yang terjamin tetapi tidak memenuhi persyaratan-persyaratan paragraf 6.1.3 untuk sistem hidroliknya. 6.3 Perangkat-perangkat kemudi, selain tipe hidrolik, harus mencapai standar-standar yang sama dengan persyaratan paragraf ini untuk disetujui oleh Badan Pemerintah. 7 Kontroli perangkat kemudi harus disediakan : .1 untuk perangkat kemudi utama, baik yang ada diatas anjungan navigasi maupun dalam kompartemen perangkat kemudi; .2 jika perangkat kemudi utama ditata sesuai dengan paragraf 6, dengan dua sistem pengendali yang berdiri sendiri, yang keduanya dapat dioperasikan dari anjungan navigasi. Sistim ini tidak memerlukan roda kemudi atau tuas kemudi ganda. Jika sistem pengendali terdiri dari telemotor hidrolik, sistem yang kedua tidak perlu dipasang, kecuali pada kapal tangki, kapal tangki kimia atau kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 10.000 ton keatas. .3 untuk perangkat kemudi bantu, dalam kompartemen kemudi dan jika dioperasikan dengan daya, harus dapat dioperasikan dari anjungan navigasi dan harus terpisah dari sistem pengendali untuk perangkat kemudi utama.

8 Setiap sistem kontrol kemudi utama bantu yang dapat dioperasikan dari anjungan navigasi harus memenuhi hal berikut : .1 Untuk listrik, harus dilayani oleh sumber jaringannya masing-masing yang terpisah dari saluran tenaga kemudi dari satu titik dalam kompartemen kemudi, atau langsung dari rel papan penghubung yang memasok 126

Bab II-1: Konstruksi saluran tenaga kemudi itu pada suatu titik di papan penghubung yang berdekatan dengan jaringan tenaga perangkat kemudi; sarana-sarana harus disediakan di dalam kompartemen kemudi untuk memutuskan hubungan setiap sistem kontrol yang dioperasikan dari anjungan navigasi dari kemudi yang dilayani oleh sistem pengendali itu; sistem harus dapat dioperasikan dari suatu kedudukan di anjungan navigasi; jika terjadi kerusakan pada pasokan sumber tenaga listrik ke sistem kontroli, alarm yang dapat terdengar dan terlihat harus disediakan dianjungan navigasi; dan perlindungan terhadap hubungan singkat harus disediakan hanya untuk sumber saluran pengendali kemudi.

.2

.3 .4 .5

9 Jaringan tenaga listrik dan sistem kontrol perangkat kemudi dengan komponen-komponennya, kabel-kabel dan pipa-pipa yang disyaratkan oleh peraturan ini dan peraturan 30 harus dipisahkan sejauh dapat dilaksanakan pada keseluruhan panjangnya. 10 Sarana-sarana komunikasi harus disediakan antara anjungan navigasi dan kompartemen perangkat kemudi. 11 Posisi sudut kemudi harus : .1 jika perangkat kemudi utama dioperasikan dengan tenaga, ditunjukkan di anjungan navigasi. Indikator sudut kemudi harus terpisah dari sistem kontrol kemudi; .2 dapat dkenali di dalam kompartemen perangkat kemudi.

12 Perangkat kemudi yang dioperasikan dengan tenaga hidrolik harus dilengkapi sebagai berikut : .1 tata susunan untuk mempertahankan kebersihan dari cairan hidrolik dengan mempertimbangkan jenis dan desain dari sistem hidrolik; .2 alarm ketinggian bawah untuk tiap-tiap penampung cairan hidrolik untuk memberi indikasi kebocoran cairan hidrolik dengan cepat. Alarm yang dapat terdengar dan terlihat harus diberikan di anjungan navigasi dan di dalam ruang mesin dimana alarm itu dapat dengan cepat teramati; dan .3 tangki penyimpanan yang dipasang tetap yang mempunyai kapasitas cukup untuk mengisi ulang sekurangnya satu sistem pembangkit tenaga termasuk penampung, jika perangkat kemudi utama disyaratkan harus dioperasikan dengan tenaga. Tangki 127

Bagian B-1 1

Peraturan 25penyimpanan harus secara tetap dihubungkan dengan pipa dengan suatu cara sehingga sistem hidrolik dapat dengan cepat diisi ulang dari suatu kedudukan di dalam kompartemen kemudi dan harus dilengkapi dengan alat pengukur.

13

Kompartemen kemudi harus : .1 dapat dijangkau dengan cepat, sejauh dapat dilaksanakan, terpisah dari ruang-ruang mesin; dan .2 dilengkapi dengan tata susunan yang sesuai untuk menjamin akses kerja ke mesin dan pengendali perangkat kemudi. Tata susunan ini harus termasuk susuran tangga dan kisi-kisi atau permukaanpermukaan yang tidak licin lainnya untuk menjamin kondisi kerja yang sesuai jika terjadi kebocoran cairan hidrolik.

14 Jika tongkat kemudi disyaratkan harus dengan diameter pada tiler diatas 230 mm, tidak termasuk penguat untuk berlayar di es, sumber tenaga alternatif, cukup sekurangnya untuk memasok tenaga pengangkut kemudi yang memenuhi persyaratan sesuai paragraf 4.2 dan juga sistem kontrol yang berhubungan dengannya serta indikator sudut kemudi, harus disediakan secara otomatis, dalam waktu 45 detik, baik dari sumber tenaga listrik darurat atau dari sumber tenaga yang berdiri sendiri yang terletak di dalam kompartemen kemudi. Sumber tenaga yang berdiri sendiri ini harus digunakan hanya untuk tujuan ini. Dalam setiap kapal dengan tonase kotor 10.000 ton keatas, sumber tenaga alternatif harus mempunyai kapasitas untuk sekurangnya pengoperasian secara terus menerus selama 30 menit dan di kapal lain selama 10 menit. 15 Di dalam setiap kapal tangki, kapal tangki kimia atau kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 10.000 keatas dan dalam setiap kapal lain dengan tonase kotor 70.000 keatas, perangkat kemudi utama harus terdiri dari 2 atau lebih unit tenaga yang sama yang memenuhi ketentuan-ketentuan paragraf 6. 16 Setiap kapal tangki, kapal tangki kimia atau kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 10.000 keatas , berdasarkan paragraf 17 harus, memenuhi berikut : .1 perangkat kemudi utama harus ditata sedemikian rupa sehingga jika terjadi kehilangan kemampuan mengemudi akibat kerusakan tunggal pada setiap bagian dari salah satu sistem pembangkit tenaga dari perangkat kemudi utama, tidak termasuk pasak kemudi, 128

Bab II-1: Konstruksi kwadran atau komponen dengan fungsnya sama, atau pengganti damat dari pembangkit tenaga kemudi, kemampuan mengemudi harus diperoleh kembali dalam waktu tidak lebih dari 45 detik setelah kehilangan pada salah satu sistem pembangkit tenaga; perangkat kemudi utama juga harus terdiri dari : Dua sistem pembangkit yang berdiri sendiri dan terpisah, masing-masing dapat memenuhi persyaratanpersyaratan paragraf 3.2; atau sekurangnya dua sistem pembangkit tenaga yang sama, yang bero perasi secara serentak dalam kondisi pengoperasian normal, harus dapat memenuhi persyaratan-persyaratan paragraf 3.2. Jika diperlukan untuk memenuhi persyaratan ini, sambungan dari sistem pembangkit tenaga hidrolik harus disediakan. Kehilangan cairan hidrolik dari satu sistem harus dapat dideteksi dan sistem yang cacat secara otomatis diisolasi sehingga sistem pembangkit yang lain atau sistem-sistem harus tetap beroperasi secara penuh. perangkat kemudi selain dari tipe hidraulik harus mencapai standar-standar yang setara.

.2 .2.1 .2.2

.3

17 Untuk kapal tangki, kapal tangki kimia atau kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 10.000 ton keatas, tetapi dengan bobot mati tidak kurang dari 100.000 ton, cara-cara penyelesaian selain yang dikemukakan dalam paragraf 16, yang tidak perlu menerapkan kriteria kerusakan tunggal pada pembangkit tenaga kemudi atau pembangkit-pembangkit tenaga, dapat diizinkan asalkan standar keselamatan yang setara dicapai dan bahwa: .1 kehilangan kemampuan mengemudi akibat kerusakan pada setiap dari sistem pipa atau salah satu unit tenaga, kemampuan mengemudi harus diperoleh kembali dalam waktu 45 detik; dan .2 jika perangkat kemudi menyertakan hanya satu pembangkit tenaga kemudi, pertimbangan khusus diberikan untuk menganalisa tegangan untuk desain termasuk analisa kelelahan dan analisa mekanisme perpatahan, sesuai dengan yang disyaratkan, terhadap bahan yang digunakan, terhadap pemasangan tata susunan penyegelan dan terhadap pengujian dan pemeriksaan serta terhadap perlengkapan perawatan yang efektif. Dengan pertimbangan terlebih dahulu, Badan Pemerintah harus menetapkan peraturanperaturan yang menyertakan ketentuan-ketentuan dari Petunjuk mengenai penyetujuan pembangkit tenaga kemudi yang tidak digandakan untuk kapal-kapal tangki, 129

Bagian B-1 1

Peraturan 25kapal tangki kimia dan kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 10.000 keatas tetapi dengan bobot mati kurang dari 100.000 ton, yang dikutip oleh Organisasi.*1

18 Untuk kapal tangki, kapal tangki kimia atau kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 10.000 keatas tetapi dengan bobot mati kurang dari 70.000 ton. Sampai 1 September 1986,badan pemerintah dapat menyetujui sistem kemudi dengan catatan kehandalanya terjamin yang tidak memenuhi kriteria kerusakan tunggal yang disyaratkan untuk sistem hidraulik dalam paragraf 16. 19 Setiap kapal tangki, kapal tangki kimia atau kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 10.000 ton keatas, yang dibangun sebelum 1 September 1984, harus memenuhi, tidak melewati dari 1 September 1986,atas hal berikut : .1 persyaratan paragraf 7.1, 8.2, 8.4, 10, 11, 12.2, 12.3 dan 13.2; .2 2 sistem kontrol kemudi yang berdiri sendiri harus disediakan yang masing-masing dapat dioperasikan dari anjungan navigasi. Sistem ini tidak memerlukan penggandaan jantera kemudi atau tuas kemudi; .3 jika sistem kontrol kemudi rusak saat beroperasi, sistem kedua harus dapat beroperasi dengan segera dari anjungan navigasi; dan .4 Setiap sistem kontrol kemudi, jika listrik, harus dilayani oleh sumber jaringannya masing-masing yang terpisah dari saluran tenaga kemudi dari satu titik dalam kompartemen kemudi, atau langsung dari rel papan penghubung yang memasok saluran tenaga kemudi itu pada suatu titik di papan penghubung yang berdekatan dengan pasokan jaringan tenaga kemudi. 20 Disamping persyaratan-persyaratan paragraf 19, dalam setiap kapal tangki, kapal tangki kimia atau kapal pengangkut gas dengan tonase kotor 40.000 keatas, yang dibangun sebelum 1 September 1984, perangkat kemudi harus, melewati dari 1 September 1988, ditata sedemikian sehingga, jika terjadi kerusakan pada pipa atau salah satu unit tenaga, kemampuan mengemudi dapat dipertahankan atau gerakan kemudi dapat dibatas sehingga kemampuan mengemudi dapat diperoleh kembali dengan cepat. Ini harus dicapai dengan : .1 sarana-sarana untuk menahan kemudi yang berdiri sendir; atau .2 katup yang cepat beroperasi yang dapat dioperasikan
1* Disetujui oleh Organisasi dengan resolusi A.467(XII).

130

Bab II-1: Konstruksi secara manual untuk mengisolasi pembangkit tenaga atau pembangkit-pembangkit tenaga dari pipa hidrolik luar bersama dengan sarana-sarana yang secara langsung mengisi ulang pembangkit tenaga dengan sistem pipa dan pompa yang dioperasikan dengan tenaga yang berdiri sendiri yang dipasang tetap; atau tata susunan sedemikian rupa sehingga, jika sistim tenaga hidraulik terputus, kehilangan cairan hidraulik dari satu sistim dapat ditemukan dan sistim yang rusak itu diisolasi baik secara otomatis maupun dari anjungan navigasi sehingga sistim yang lain tetap beroperasi sepenuhnya.

.3

Peraturan 30 Persyaratan-persyaratan tambahan kemudi listrik dan elektrohidrolik

untuk

perangkat

1 Sarana-sarana untuk menunjukkan jalannya motor-motor perangkat kemudi listrik dan elektrohidrolik harus dipasang di anjungan navigasi dan pada posisi yang tepat di ruang pengawas mesin utama. 2 Setiap perangkat kemudi listrik dan elektrohidrolik terdiri dari satu atau lebih unit tenaga harus dilayani untuk sekurang-kurangnya dua jaringan listrik langsung dari papan penghubung utama; tetapi, salah satu dari jaringan boleh melalui papan penghubung darurat. Perangkat kemudi listrik dan elektrohidrolik bantu yang dihubungkan dengan perangkat kemudi listrik atau elektrohidraulik utama boleh disambungkan ke salah satu jaringan yang memasok perangkat kemudi utama. Tiap-tiap jalan arus harus mempunyai kapasitas yang cukup untuk menyalurkan arus ke semua motor yang dihubungkan dengannya dan yang dapat bekerja secara serentak. 3 Pengamanan terhadap hubungan singkat dan alarm kelebihan beban harus dipasang untuk jaringan dan motor-motor tersebut. Pengamanan terhadap arus berlebih termasuk arus penjalan, jika ada, tidak boleh kurang dari dua kali arus beban penuh dari motor atau jalan arus yang dilindungi, dan harus diatur untuk memberikan lintasan bagi arus penjalan yang sesuai. Jika digunakan sumber arus tiga fase suatu alarm bahaya harus dipasang sehingga dapat menunjukkan setiap kegagalan dari salah satu fase. Alarm yang disyaratkan dalam paragraf ini harus keduanya dapat terdengar dan terlihat serta harus diletakkan di tempat yang mudah dilihat dalam ruang mesin utama atau kamar kontrol mesin utama dan seperti yang boleh disyaratkan dalam peraturan 51. 131

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

4 Bilamana dalam kapal dengan tonase kotornya kurang dari 1600 perangkat kemudi bantu yang disyaratkan sesuai peraturan 29.4.3 harus dioperasikan untuk sumber tenaga yang bukan digerakkan tenaga listrik atau yang digerakkan oleh motor listrik yang biasanya dignakan untuk pelayanan-pelayanan lain, perangkat kemudi utama boleh dilayanai oleh satu jaringan dari papan penghubng utama. Jika motor listrik tersebut yang biasa digunakan untuk pelayanan-pelayanan lain ditata untuk menggerakkan perangkat kemudi bantu tersebut, syarat-syarat paragraf 3 boleh dapat dibebaskan oleh Badan Pemerintah jika dilengkapi denga tata susunan perlindungan bersama dengan syarat-syarat peraturan 29.51 dan .2 serta 29.7.3 yang diterapkan pada perangkat kemudi bantu.

Peraturan 31 Pengawasan permesinan


1 Mesin utama dan bantu yang penting bagi penggerak dan keselamatan kapal harus dilengkapai dengan sarana-sarana yang efektif untuk pengoperasian dan pengawasannya. 2 Jika anjungan navigasi dilengkapi dengan pengawas mesin penggerak yang dikendalikan dari jarak jauh dan ruang mesin itu dimaksudkan untuk diawaki, berikut ini harus diterapkan : .1 kecepatan, arah daya dorong dan, jika diperlukan, kisaran baling-baling harus dapat dikendalikan sepenuhnya dari anjungan navigasi dalam semua kondisi pelayaran, termasuk olah gerak; .2 Kendali jarak jauh harus dilaksanakan, untuk setiap baling-baling bebas, oleh peralatan pengendali yang dirancang dan dibangun sedemikian rupa sehingga pengoperasiannya tidak memerlukan perhatian khusus pada pengoperasian permesinan yang rinci. Jika balingbaling ganda dirancang untuk dioperasikan secara serentak, baling-baling tersebut dapat dikendalikan oleh satu alat kontrol; .3 mesin induk harus dilengkapi dengan alat penghenti darurat di anjungan navigasi yang harus terpisah dari sistem kontrol navigasi di anjungan. .4 perintah-perintah mesin propulsi dari anjungan navigasi harus ditunjukkan dalam kontrol kamar mesin atau pada plataran olah gerak sesuai dengan yang disyaratkan; .5 kendali jarak jauh mesin propulsi harus hanya mungkin 132

Bab II-1: Konstruksi dari satu lokasi pada suatu waktu; di lokasi tersebut posisi-posisi kontrol interkoneksi diizinkan. Pada setiap lokasi harus ada indikator untuk menunjukkan lokasi mana yang mengontrol mesin penggerak. Pemindahan kontrol antara anjungan navigasi dan ruang mesin harus hanya mungkin dalam ruang mesin utama atau kamar pengawas mesin utama. Sistim ini harus termasuk sarana-sarana untuk mencegah daya dorong balingbaling berubah secara nyata ketika memindahkan kontrol dari satu lokasi ke lokasi lainnya; .6 harus dimungkinkan untuk mengontrol mesin propulsi secara lokal, jika seandainya terjadi kegagalan pada bagian dari sistim kontrol jarak jauh; .7 rangcangan dari sistim kendali jarak jauh harus sedemikian sehingga jika terjadi kerusakan pada sistim itu tanda bahaya akan menyala. Kecuali Badan Pemerintah mempertimbangkan hal itu tidak dapat diterapkan kecepatan dan arah daya dorong baling-baling dari sistim kendali jarak jauh harus dipertahankan hingga kontrol lokal beroperasi; .8 indikator harus dipasang di anjungan navigasi untuk menunjukkan: .8.1 kecepatan baling-baling dan arah putaran dari baling baling kisaran tetap .8.2 kecepatan baling-baling dan posisi kisaran dari controllable pitch propellers; .9 suatu tanda bahaya harus dipasang pada anjungan navigasi dan dalam ruang mesin untuk menunjukkan tekanan udara penjalan rendah yang harus .disetel pada tingkat yang memungkinkan menjalankan mesin induk selanjutnya Jika sistim pengendali jarak jauh pada mesin penggerak dirancang untuk penjalan otomatis, jumlah usaha menjalankan secara otomatis yang gagal menghasilkan penyalaan harus dibatasi untuk menjaga kecukupan tekanan udara penyalaan ketika dinyalakan ditempat. 3 Jika mesin propulsi utama dan mesin bantu, termasuk sumber energi listrik utama, disediakan dengan berbagai macam tingkatan otomatis atau pengendali jarak jauh dan di bawah pengawasan manual terus menerus dari ruang kontrol tata susunan dan kontrolkontrol harus dirancang, diperlengkapi dan dipasang sedemikian rupa sehingga pengoperasian mesin akan aman dan efektif sebagaimana pengawasan langsung; untuk maksud ini peraturan 46 sampai 50 harus diberlakukan secara tepat. Pertimbangan khusus harus diberikan untuk melindungi ruang-ruang tersebut terhadap kebakaran 133

Bagian B-1 1 dan kebocoran.

Peraturan 25-

4 Secara umum penjalan otomatis, sistem operasi dan kontrol harus mencakup pengendalian secara manual atau kontrol otomatis kegagalan setiap bagian dari sistem tidak akan menghalangi pengoperasian secara manual

Peraturan 32 Ketel-ketel uap dan sistem pengisian air


1 Setiap ketel uap dan setiap generator uap yang tidak dibakar harus dikerjakan dengan tidak kurang dari dua katup pengaman dengan kapasitas yang cukup. Tetapi, dengan memperhatikan keluaran atau setiap ciri-ciri lain dari tiap ketel uap atau generator uap yang tidak dibakar, Badan Pemerintah dapat mengizinkan hanya satu katup pengaman yang harus dipasang jika diyakini bahwa perlindungan yang cukup terhadap tekanan berlebih telah dilengkapi. 2 Tiap ketel minyak bakar yang ditunjukkan untuk dioperasikan tanpa pengawasan manual harus mempunyai tata susunan keselamatan untuk menutup saluran bahan bakar dan meberikan tanda alarm jika tinggi permukaan air berkurang penyaluran udara gagal atau kegagalan pembakaran. 3 Ketel pipa air yang melayani turbin mesin penggerak harus dipasang dengan tanda bahaya untuk tinggi permukaan air. 4 Setiap sistim pembangkit uap yang memberikan pelayananpelayanan penting untuk keselamatan kapal, atau yang dapat menimbulkan bahaya akibat kegagalan dari pemasokan air, harus dilengkapai dengan tidak kurang dari dua sistim pengaman air yang terpisah dan termasuk pompa-pompa pengisi, dengan catatan bahwa satu penembusan pada tabung uap dapat disetujui. Kecuali jika tekanan berlebih dapat dicegah dengan karakteristik pompa, saranasarana harus diadakan yang akan mencegah kelebihan tekanan pada setiap bagian sistim. 5 Ketel-ketel harus dilengkapi dengan sarana-sarana untuk mengawasi dan mengontrol kualitas air pengisi . Tata susunan yang cocok harus diadakan untuk menghindarkan (sejauh mungkin dapat dilakukan) masuknya minyak atau pencemar-pencemar lain yang dapat memberikan pengaruh yang merugikan pada ketel. 6 Setiap ketel yang penting untuk keselamatan kapal dan dirancang untuk berisi air pada ketinggian tertentu harus dilengkapi 134

Bab II-1: Konstruksi denan sekurang-kurangnya dua sarana untuk menunjukkan ketinggian air, sekurangnya satu diantaranya dapat langsung dibaca pada gelas pengukur.

Peraturan 33 Sistem pipa uap


1 Semua pipa uap dan setiap sambungan yang menghubungkan sistim pipa tersebut dimana uap mengalir melewati sistim-sistim itu harus dirancang, dibangun dan dipasang sedemikian rupa sehingga dapat menahan tegangan kerja maksimum yang akan terjadi pada sistim tersebut. 2 Harus tersedia sarana-sarana untuk mengeringkan setiap pipa uap yang mungkin terjadi akibat pukulan - pukulan air yang membahayakan. 3. Jika pipa uap atau perlengkapan yang mungkin mendapat uap dari setiap sumber yang tekanan tinggi oleh karena itu suatu rancangan dari katup pengurangan tekanan katup pelepas tekanan dan alat pengukur tekanan yang tepat harus dipasang.

Peraturan 34 Sistem tekanan udara


1 Pada setiap kapal harus tersedia sarana untuk menghindari tekanan lebih dalam setiap bagian sistim penekanan udara dan dimanapun penampung air atau penutup kompressor udara dan pendingin mengalami tekanan berlebihan yang membahayakan akibat kebocoran dari perlengkapan yang bertekanan suatu susunan untuk pelepasan tekanan yang memadai dari sistem tersebut harus tersedia 2 Tata susunan udara penjalan utama untuk mesin pembakaran dalam harus mampu melindungi terhadap pengaruh penjalan balik dan ledakan dalam pada pipa-pipa udara pengasut. 3 Semua pipa penyalur dari kompresor-kompresor udara penyalan dapat mengarahkan secara langsung untuk bejana udara penjalan, dan semua pipa penjalan dari bejana udara pada mesin induk atau mesin bantu harus benar - benar terpisah terhadap saluran pipa dari kompressor. 4 Ketentuan harus dibuat untuk mengurangi seminimal mungkin 135

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

masuknya minyak ke dalam sistem udara bertekanan dan untuk mengeringkan sistem - sistem tersebut.

Peraturan 35 Sistim ventilasi dalam ruang mesin*


Ruang-ruang mesin dengan kategori A harus diberikan ventilasi yang cukup agar menjamin saat mesin atau ketel-ketel yang dioperasikan pada tenaga penuh dalam semua kondisi cuaca termasuk dalam cuaca yang buruk, suatu pasokan udara yang cukup harus tetap terjaga ke ruangan - ruangan untuk keselamatan dan kenyamanan dari personil dan pengoperasian permesinan . Setiap ruangan permesinan lainnya harus dilengkapiventilasi yang cukup sesuai dengan tujuan dari ruang mesin.tersebut

Peraturan 36 Perlindungan terhadap kebisingan*


Upaya - upaya harus diambil untuk mengurangi kebisingan mesin dalam ruang mesin pada batas-batas yang dapat diterima ditentukan oleh Badan Pemerintah. Jika kebisingan ini tidak dapat dikurangi secara memadai sumber kebisingan yang berlebihan harus diberi lapisan pelindung diisolasi secukupnya atau disolasi atau tempat perlindungan dari kebisingan harus tersedia pada ruang yang dipakai untuk pengoperasian. Pelindung telinga harus tersedia untuk pekerja yang diharuskan untuk memasuki ruang mesin, jika diperlukan.

Peraturan 37 Komunikasi antara anjungan navigasi dengan ruang permesinan


1 Sedikitnya dua sarana yang terpisah harus disediakan untuk pesan-pesan komunikasi dari anjungan navigasi ke tempat-tempat di ruang mesin atau di ruang kontrol dari mesin-mesin yang dikendalikan secara normal; salah satunya sebuah telegrap kamar mesin dimana tersedia indikasi yang terlihat pada pesan dan tanggapan-tanggapan keduanya dalam ruang mesin dan di anjungan navigasi. Sarana komunikasi yang tepat harus disediakan untuk setiap tempat-tempat lainnya dari tempat mesin-mesin dioperasikan.
* Mengacu pada peraturan dari tingkat kebisingan di atas kapal yang disadur oleh organisasi dengan resolusi A.468 (XII).

136

Bab II-1: Konstruksi 2 Untuk kapal-kapal yang dibuat pada atau sesudah 1 Oktober 1994 peraturan-peraturan berikut digunakan dalam menggantikan ketentuan dari paragraf 1 : Sedikitnya dua sarana yang terpisah harus tersedia untuk melakukan komunikasi dari anjungan navigasi ke suatu tempat diruang mesin atau tempat dimana kecepatan dan penunjuk daya dorong balingbaling yang umumnya diawasi salah satunya adalah sebuah telegraph kamar mesin yang memberi indikasi yang dapat terlihat di dua tempat di kamar mesin dan anjungan navigasi . Sarana-sarana komunikasi yang tepat harus tersedia dari anjungan navigasi dan ruang mesin ke setiap posisi yang lain sehap variasi dimana kecepatan dan penunjuk daya dorong dari baling-baling dapat dikontrol.

Peraturan 38 Alarm masinis


Suatu tanda bahaya masinis harus tersedia untuk dioperasikan dari ruang mengacu pada peraturan tingkat kebisingan di atas kapal yang diambil dari resalop MO A 468 (XII) kontrol mesin atau pada tempat olah gerak yang tepat, dan harus jelas terdengar dalam ruang akomodasi masinis.

Peraturan 39 Lokasi instalasi darurat pada kapal penumpang


Sumber daya listrik darurat, pompa kebakaran, pompa bilga kecuali yang secara khusus diperuntukkan untuk melayani ruangan di depan sekat tubrukan, setiap sistim pemadam kebakaran yang dipasang tetap seperti yang dipersyaratkan dalam bab II-2 dan instalasi darurat lain yang penting untuk keselamatan kapal kecuali windlass jangkar tidak boleh dipasang di depan sekat tubrukan

137

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

Bagian D Instalasi listrik


( Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, Bagian D berlaku untuk kapal penumpang dan kapal barang)

Peraturan 40 Umum
1 Instalasi listrik harus sedemikian rupa, sehingga : .1 semua pelayanan - pelayanan listrik mesin bantu yang penting bagi pemeliharaan operasi kapal dan kondisi sekitarnya harus dijamin tanpa bantuan dari sumber tenaga listrik darurat; .2 listrik untuk pelayanan-pelayanan penting bagi keselamatan dapat dijamin dalam berbagai keadaan darurat; dan .3 keselamatan para penumpang, awak kapal dan kapal terhadap bahaya listrik dapat dijamin.

2 Badan Pemerintah dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menjamin keseragaman dalam pelaksanaan dan penerapan dari persyaratan dan bagian ini i yang berhubungan dengan instalasi listrik.**

Peraturan 41 Sumber tenaga listrik utama dan sistem penerangan


1.1 Sumber tenaga listrik utama yang mempunyai kapasitas yang cukup untuk memasok ke semua pelayanan-pelayanan yang disebutkan pada Peraturan 40.1.1 harus dilengkapi sumber tenaga induk utama ini harus terdiri dengan sekurang-kurangnya dua pesawat pembangkit utama. 1.2 Kapasitas dari masing-masing pembangkit harus sedemikian rupa sehingga bilamana satu dari pembangkit-pembangkit ini dihentikan harus tetap dapat memberikan daya untuk pemakaian layanan - layanan penting pada kondisi operasi normal untuk tenaga propulsi dan keselamatan. Kondisi minimum layanan harus dijamin
* Mengacu sesuai rekomendasi dan keterangan yang diteribitkan International Electrotechnical Commission 92 tentang Instalasi Listrik Kapal

138

Bab II-1: Konstruksi kecukupanya paling tidak untukmemasak, pemanasan, pendinginan lokal, mesin-mesin ventilasi dan air tawar. 1.3 tata susunan sumber tenaga listrik utama untuk pelayanan harus sedemikian sehingga layanan sesuai peraturan 40.1.1 dapat dipertahankan tanpa memandang kecepatan dan arah putaranmesin propulsi dan poros . 1.4 Sebagai tambahan pembangkit listrik harus menjamin bahwa setiap satu pembangkit atau sumber tenaga utama tak bisa dioperasikan, pembangkit sisanya harus mampu memberikan layanan tenaga listrik yang diperlukan untuk menjalankan mesin propulsi utama pada kondisi A kapal mati. Sumber tenaga listrik darurat mungkin digunakan juga sebagai penjalan saat kapal mati@ cukup untuk menyediakan pada saat yang sama layanan - layanan yang diperlukan untuk dipasok dengan peraturan 42.2.1 sampai 42.2.3 atau 43.2.1 sampai 43.2.4. 1.5 bila tersedia transformator yang merupakan bagian yang penting dari sistim pasokan daya listrik yang diperlukan dalam paragraf ini, sistim tersebut harus disusununtuk menjamin untuk kelancaran yang sama atas pasokan seperti yang dinyatakan dalam paragraf ini. 2.1 Sistim penerangan listrik utama harus menyediakan penerangan ke seluruh bagian di kapal yang biasanya dimasuki dan digunakan untuk penumpang dan awak kapal yang harus dipasok dari sumber tenaga listrik utama. 2.2 Tata susunan dari sistim penerangan listrik utama harus sedemikian rupa sehingga kebakaran atau kecelakaan lain yang terjadi di dalam ruangan yang terdapat sumber tenaga listrik utama beserta perlengkapan transmisinya jika ada, papan penghubung utama tidak akan membatalkan penerangan darurat yang diatur dalam peraturan peraturan 42.2.1 dan 42.2.2 atau 43.2.1, 43.2.2 dan 43.2.3 menjadi tidak berlaku. 2.3 Tata susunan dari sistim penerangan listrik darurat harus sedemikian rupa sehingga suatu kebakaran atau kecelakaan lain yang terjadi di dalam ruangan yang berisi sumber tenaga listrik darurat bersama dengan perlengkapan papan hubung penerangan dimuat tidak akan membatalkan penerangan listrik utama yang ditentukan menurut peraturan ini menjadi tidak berlaku 3 Papan hubung utama harus ditempatkansedekat mungkin dengan satu pembangkit listrik utama, sepanjang dapat dipraktekan, kerusakan dari pasokan tenaga listrik normal hanya dapat 139

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

dipengaruhi oleh kebakaran atau kecelakaan lainnya dalam suatu ruangan.Penutup perlindungan untuk papan penghubung utama, seperti tersebut boleh dipasang untuk ruang kontrol permesinan yang terletak diantara batas utama ruangan yang tidak dianggap sebagai pemisahan papan hubung dari pembangkit listrik. 4 apabila jumlah tenaga listrik dan pembangkit utama melebihi 5 mw rel utama harus dibagi menjadi sedikitnya menjadi 2 bagian yang biasanya duhubungkan dengan rantai yang dapat dipindahkan atau sama yang disetujui sepraktis mungkin, hubungan generator dan perlengkapan harus dibagi merata .tanda sama yang setara boleh diizinkan sesuai persetujuan badan pemerintah

Peraturan 42 Sumber tenaga listrik darurat pada kapal penumpang


(Paragraf 2.6.1 dan 4.2 pada peraturan ini digunakan untuk kapal yang dibuat pada atau sesudah 1 Februari 1992) 1.1 Sumber tenaga listrik darurat yang dapat mengisi sendiri harus tersedia.

1.2 Sumber tenaga listrik darurat,bersama dengan perlengkapan transformatornya, jika ada, sumber tenaga darurat transisi, papan penghubung darurat, dan papan penghubung penerangan darurat harus ditempatkan di atas geladak menerus teratas dan harus mudah dicapai dari geladak terbuka. Tidak boleh ditempatkan di depan sekat tubrukan. 1.3 Penempatan dari sumber tenaga listrik darurat dan bersama dengan perlengkapan transformator, jika ada, sumber tenaga darurat transisi, papan penghubung darurat dan papan penghubung penerangan listrik utama yang dihubungkan dengan sumber listrik utama, bersama dengan perlengkapan transformatornya, jika ada dan papan penghubung utama harus sedemikian sehingga menjamin keyakinan Badan Pemerintah bahwa kebakaran atau kecelakaan lain di dalam ruangan yang berisi sumber tenaga listrik utama, serta perlengkapan transformatornya, jika ada dan papan penghubung utama atau di setiap ruangan mesin dalam kategori A tidak tercampur dengan penyediaan daya, pengawasan dan distribusi dari sumber tenaga listrik darurat. Sejauh dapat dipraktekan, ruangan yang berisi sumber tenaga listrik darurat, beserta perlengkapan transformatornya, jika ada, sumber tenaga listrik darurat,transmisi dan papan penghubung darurat tidak boleh berdampingan dengan 140

Bab II-1: Konstruksi batas dari ruang-ruang permesinan kategori A atau ruang yang berisi sumber tenaga listrik utama,beserta perlengkapan transformatornya, jika ada atau papan penghubung utama. 1.4 Dengan mempertimbangkan upaya - upaya yang diambil untuk perlindungan pengoperasian darurat yangterpisah pada dalam semua keadaan, pembangkit listrikdarurat mungkin digunakan sekali sekali, dan untuk waktu yang singkat dapat memasok jaringan yang bukan darurat. 2 Tenaga listrik yang tersedia harus cukup untuk memasok semua layanan yang penting untuk keselamatandi dalam keadaan darurat, perhatian harus dicurahkan kepada layanan-layanan tersebut yang mungkin harus dilakukan secara serentak. Tenaga dari sumbersumber listrik darurat harus mampu untuk menghasilkan. Memasok arus asuk dan beban transmisi yang umumnya dipakai apabila peralatan tersebut tergantung pada sumber batere untuk pengoperasianya 2.1 Penerangan darurat, untuk jangka waktu 36 jam : .1 pada setiap tempat berkumpul dan tiap-tiap stasiun embarkasih di geladak dan sisi luar yang dimaksud dari peraturan III/11.4 dan III/15.7; .2 di semua lorong, tangga dan pintu-pintu keluar untuk jalan masuk ke tempat berkumpul dan tiap-tiap stasiun embarkasih di geladak yang dimaksud dalam peraturan III/11.5; .3 di semua layanan dan lorong-lorong akomodasi, tangga dan dalam haluan dan kendaraan angkat personilpintupintu keluar, ruang pengoperasian alat angkat mobil dan peti-peti; .4 di ruangan permesin dan stasiun pembangkit listrik utama termasuk tempat kontrolnya; .5 di semua tempat pengawasan ruang kontrol mesin dan di setiap papan penghubung utama dan darurat; .6 di semua tempat penyimpanan untuk perlengkapan petugas pemadam kebakaran; .7 di perangkat kemudi dan .8 di pompa pemadam, pompa pemercik dan pompa bilga darurat yang ditunjukkan pada paragraf 2.4 dan di posisi penyalaan dari motor-motor. Untuk jangka waktu 36 jam : .1 penerangan-penerangan navigasi dan penerangan lainnya yang disyaratkan oleh Peraturan Internasional tentang PencegahanTubrukan di Laut harus yang 141

2.2

Bagian B-1 1 .2

Peraturan 25berlaku; dan pada kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1995, instalasi radio VHF dipersyaratkan oleh peraturan IV/7.1.1 dan IV/7.1.2; jika dapat dipakai : .2.1 instalasi radio MF yang disyaratkan oleh peraturan IV/9.1.1, IV/9.1.2, IV/10.1.2. dan IV/10.1.3; .2.2 tempat pembumian kapal yang diharuskan oleh peraturan IV/10.1.1; dan .2.3 instalasi radio MF/HF yang diharuskan oleh peraturan IV/10.2.1, IV/10.2.2 dan IV/11/1/

2.3

Untuk jangka waktu 36 jam : .1 semua peralatan komunikasi dalam yang diharuskan dalam keadaan darurat; .2 peralatan navigasi yang diharuskan oleh peraturan V/12; dimana hal tersebut tidak layak atau tidak dapat dilaksanakan Badan Pemerintah mungkin dapat membolehkan ketentuan ini untuk kapal-kapal kurang dari 5000 GT; .3 penemuan kebakaran dan sistim tanda bahaya kebakaran dan pintu penahan kebakaran dan sistim pelepasan; dan .4 untuk pengoperasian yang sebentar-sebentar dari lampu isyarat siang hari, peluit kapal, pengoperasian komunikasi manual dan isyarat internal yang diwajibkan dalam keadaan darurat.

kecuali pelayanan-pelayanan yang mempunyai penyediaan tersendiri untuk jangka waktu 36 jam dari suatu batere akumulator yang ditempatkan untuk digunakan dalam suatu keadaan darurat. 2.4 Untuk jangka waktu 36 jam : .1 satu dari pompa-pompa kebakaran yang diwajibkan oleh peraturan II-2/4.3.1 dan 4.3.3; .2 pompa percik otomatis, jika ada; dan .3 pompa bilga darurat dan semua peralatan penting untuk pengoperasian pengendali jarak jauh katup-katup bilga yang digerakkan oleh tenaga listrik.

2.5 Untuk jangka waktu tertentu yang diwajibkan oleh peraturan 29.14 peralatan kemudi jika diwajibkan untuk diberikan oleh peraturan itu. 2.6 Untuk jangka waktu setengah jam : .1 setiap pintu-pintu kedap air yang diwajibkan oleh peraturan 15 dengan pengoperasian tenaga secara 142

Bab II-1: Konstruksi bersamaan untuk menjalankan indikator-indikator dari tanda peringatan; persiapan-persiapan darurat untuk mengantarkan alat angkat menuju tingkatan geladak untuk menyelamatkan diri. Alat angkat (lift) penumpang mungkin mengantarkan ke tingkatan geladak secara berurutan dalam keadaan darurat.

.2

2.7 Pada kapal yang digunakan secara teratur di dalam pelayaran dengan waktu pelayaran pendek, Badan Pemerintah menerima penyediaan yang lebih sedikit dari 36 jam jika yakin bahwa patokan keselamatan yang seksama akan diperoleh sesuai dengan paragraf 2.1 sampai 2.5 asalkan tidak kurang dari 12 jam. 3 Sumber tenaga listrik darurat boleh dapat berupa generator atau batere akumulator sebagaimana di bawah ini :pem 3.1 Jika sumber tenaga listrik darurat itu suatu,generator maka : .1 dijalankan oleh suatu penggerak yang layak dengan penyaluran bahan bakar yang berdiri sendiri yang mempunyai titik nyala tidak kurang dari 43oC. .2 penjalan otomatis jika penyediaan listrik dari sumber tenaga listrik utama mengalami kegagalan secara otomatis dihubungkan dengan papan penghubung darurat layanan-layanan itu seperti yang dinyatakan pada paragraf 4 secara otomatis dipindahkan ke generator darurat. Sistim penjalan otomatis dan karakteristik penggerak utama sebagaimana diizinkan generator darurat untuk mengangkat beban penuh rata-rata dengan cepat secara aman, maksimum selama 45 detik; kecuali kedua peralatan yang berdiri sendiri dari penjalan generator darurat dilengkapai satu dari penyimpanan sumber tenaga harus dilindungi untuk menghindari pengosongan yang menyeluruh dari sistim penyalaan otomatis; dan .3 dilengkapi dengan sumber tenaga listrik peralihan darurat menurut paragraf 4. 3.2 Jika sumber tenaga listrik daruratadalah sebuah baterei akumulator, harus mampu untuk : .1 mengangkat beban listrik darurat tanpa mengisi lagi saat mempertahankan tegangan baterei seluruhnya dengan jangka waktu pelepasan 12 % di atas atau di bawah tegangan nominal; .2 papan penghubung darurat akan mulai bekerja secara otomatis bilamana sumber tenaga listrik utama mengalami kegagalan; dan 143

Bagian B-1 1 .3

Peraturan 25menyediakan dengan segera sekurang-kurangnya untuk layanan khusus sesuai paragraf 4.

3.3 Perlengkapan-perlengkapan yang terdapat dalam paragraf 3.1.2 tidak dipakai untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Oktober 1994. kecual ijika kedua peralatan yang berdiri sendiri dari penyalaan pembangkit darurat dilengkapi satu dari sumber penyimpanan tenaga harus dilindungi untuk menghindari pengosongan yang menyeluruh dari sistim otomatis. 4 Sumber tenaga listrik darurat peralihan yang diwajibkan pada paragraf 3.1.3 harus terdiri dari baterei akumulator yang penempatannya baik untuk digunakan dalam keadaan darurat dimana dalam pengoperasiannya tanpa mengisi kembali saat mempertahankan tegangan baterei seluruhnya dengan jangka waktu pelepasannya 12 % di atas atau di bawah tegangan nominal dan mempunyai kapasitas yang cukup dan disusun sedemikian rupa untuk menyediakan secara otomatis jika mengalami pemutusan dari salah satu sumber tenaga listrik utama atau darurat sekurangkurangnya dalam melaksanakan layanan-layanan, hal tersebut tergantng dari suatu sumber listrik untuk mengoperasikan selama : 4.1 Untuk jangka waktu setengah jam : .1 penerangan yang diwajibkan dari paragraf 2.1 dan 2.1; .2 semua layanan-layanan yang diwajibkan dalam paragraf 2.3.1, 2.3.3 dan 2.3.4 kecuali layanan-layanan yang mempunyai penyediaan yang beridir sendiri untuk jangka waktu tertentu dari suatu batere akumulator yang ditempatkan sedemikian rupa untuk digunakan dalam keadaan darurat.

4.2 Tenaga untuk mengoperasikan pintu-pintu kedap air yang diwajibkan oleh peraturan 15.7.3.3, tetapi tidak perlu semua secara bersamaan, kecuali jika dilengkapi suatu sumber penyimpanan tenaga yang berdiri sendiri sementara. Tenaga untuk mengawasi, indikasi dan jaringan alarm yang diwajibkan oleh peraturan 15.7.2 untuk penggunaan selama setengah jam. 5.1 Papan penghubung darurat harus dipasang ditempat yang letaknya sedekat mungkin dengan sumber tenaga listrik darurat. 5.2 Jika sumber tenaga darurat itu sebuah pembangkit listrik, maka papan penghubung darurat itu harus ditempatkan di dalam 144

Bab II-1: Konstruksi ruangan yang sama dengan sumber tenaga darurat kecuali apabila kerja papan penghubung darurat itu akan terganggunya karenanya. 5.3 Tidak diperkenankan memasang suatu baterei akumulator sesuai peraturan ini yang dipasang di ruangan yang sama dengan papan penghubung darurat. Suatu indikator harus dipasang pada tempat yang sesuai di papan penghubung utama atau di ruangan pengawasan mesin untuk mengindikasi baterei-baterei yang merupakan salah satu dari sumber darurat atau tenaga listrik atau smber tenaga listrik peralihan darurat yang ditunjukkan dalam paragraf 3.1.3 atau 3.1.4 yang merupakan pelepasan. 5.4 Papan hubung darurat harus dipasok selama operasi normal dari papan hubung utama oleh pengisi inter koreksi yang mampu melindungi pada saat papan penghubung utama mendapat beban lebih dan hubungan singkat dan yang diputuskan secara otomatis pada papan penghubung darurat pada saat sumber tenaga listrik utama yang sedang mengalami kegagalan. Jika sistim disusun untuk pengoperasian umpan balik,pengisi inter korelasi juga dilindungi pada papan penghubung darurat sekurang-kurangnya untuk menghindari hubungan singkat. 5.5 Supaya terjaminnya persediaan dari sumber tenaga listrik darurat, tata susunan harus dibuat sehingga apabila diperlukan untuk pemutusan otomatis jaringan yang bukan darurat dari papan penghubung darurat untuk menjamin tersedianya tenaga ke jaringan darurat. 6 Generator darurat dan penggerak utamanya dan semua baterei akumulator darurat harus didisain dan disusun sedemikian rupa untuk menjamin akan fungsinya pada tenaga penuhsaat kapal tegak dan bilamana kapal miring 22,5 o atau bilamana trim kapal itu 10 o atau pada setiap gabungan sudut-sudut dalam batas-batas tersebut. 7 Ketentuan-ketentuanharus dibuat untuk pengujian berkala terhadap sistim darurat yang menyeluruh dan harus meliputi pengujian terhadap-tata susunan penjalan otomatis.

Peraturan 42-1 Penerangan darurat tambahan untuk kapal penumpang ro-ro


(Peraturan ini berlaku untuk semua kapal penumpang dengan ruangan-ruangan muatan ro-ro atau ruangan dengan kategori khusus 145

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

yang didefinisikan dalam peraturan II-2/3, kecuali untuk kapal-kapal yang dibangun sebelum 22 Oktober 1989, peraturan inimulai berlaku sejak 22 Oktober 1990) 1 Sebagai tambahan pada penerangan darurat yang diwajibkan oleh peraturan 42.2 untuk setiap kapal penumpang dengan ruangruang muatan ro-ro atau ruang-ruang dengan kategori khusus seperti yang didefinisikan dalam peraturan II-2/3; .1 semua ruang-ruang penumpang umum dan lorong-lorong harus dilengkapi dengan penerangan listrik yang dapat dioperasikan untuk sekurang-kurangnya 3 jam saat sumber tenaga listrik lain mengalami kerusakan pada kondisi sewaktu kapal miring. Penerangan yang dilengkapi harus dekat dengan sarana untuk menyelamatan dan dapat dilihat dengan jelas. Sumber tenaga untuk penerangan tambahan terdiri dari bateribaterei akumulator yang ditempatkan dengan unit-unit penerangan dan diisi secara terus menerus saat dioperasikan dari papan penghubung darurat. Sebagai pengganti, setiap penerangan lain yang efektif boleh diterima oleh Badan Pemerintah. Tambahan penerangan harus sedemikian sehingga segera kelihatan setiap batere akumulator yang tersedia harus diganti pada akhir umur kelayakan pperasi sehingga mampu memberi pelayanan, dan. .2 baterei akumulator jinjing yang dapat diisi lagi untuk mengoperasikan lampu harus tersedia dalam setiap ruang awak, lorong-lorong, ruang rekreasi dan setiap ruang kerja umumnya dipakai jika tidak diberi tambahan lampu penerangan sebagaimana sub paragraph 1, maka harus dilengkapi

Peraturan 43 Sumber tenaga listrik darurat pada kapal barang


1.1 Harus tersedia sumber tenaga listrik darurat yang dapat mengisi sendiri.

1.2 Sumber tenaga listrik darurat, beserta dengan peralatan transformator, jika ada, sumber tenaga transisi darurat, papan penghubung darurat dan papan penghubung penerangan darurat harus ditempatkan di atas geladak menerus yang teratas dan harus mudah dicapai dari geladak terbuka. Tidak boleh ditempatkan di depan sekat tubrukan, kecuali dengan persetujuan Badan 146

Bab II-1: Konstruksi Pemerintah dalam keadaan luar biasa. 1.3 Penempatan sumber tenaga listrik darurat, bersama dengan peralatan transformator, jika ada, sumber tenaga transisi darurat, papan hubung darurat dan papan hubung penerangan darurat dalam hubungannya dengan sumber tenaga listrik utama, beserta dengan peralatan transformator, jika ada, dan papan hubung utama harus terjamin untuk menyakinkan Badan Pemerintah terhadap kebakaran atau kecelakaan lainnya dalam ruangan yang terdapat sumber tenaga listrik utama, beserta dengan peralatan transformator, jika ada, dan papan penghubung utama atau dalam setiap ruang mesin dalam kategori A tidak akan mengganggu pemberian daya, pengawasan dan distribusi dari tenaga listrik darurat. Sepanjang dapat dipraktekkan ruangan yang berisi sumber tenaga listrik darurat, beserta dengan peralatan transformator, jika ada, sumber tenaga listrik transisi darurat dan papan hubung darurat tidak berdekatan dengan batas ruang mesin kategori A atau ruangan-ruangan yang berisi sumber tenaga listrik utama, beserta dengan peralatan transformator, jika ada dan papan hubung utama. 1.4 Apabila upaya upaya yang tepat dilakukan untuk operasi darurat di pada semua keadaan, Pembangkit listrik darurat boleh digunakan hanya untuk keadaan yang luar biasa, dan untuk jangka waktu yang singkat serta untuk memasok jaringan yang bukan darurat. 2 Tenaga listrik yang tersedia itu harus cukup untuk memberi arus kepada semua layanan penting untuk keselamatan dalam keadaan darurat; dengan benar-benar memperhatikan layananlayanan tersebut sehingga dapat dijalankan secara serentak. Sumber tenaga listrik darurat harus mampu untuk menghasilkan arus pengasut sementara pada pembebanan-pembebanan tertentu, pemberian daya secara serentak sekurang-kurangnya pada layanan berikut untuk periode-periode yang akan ditentukan, dibawah ini jika hal tersebut bergantung pada sumber listrik pada pengoperasiannya. 2.1 Untuk jangka waktu 3 jam, penerangan daruat di setiap stasiun embarkasi dan disisi luar yang diwajibkan oleh peraturan III/11.4 dan III/15.7. 2.2 Lampu penerangan darurat untuk jangka waktu 18 jam : .1 disemua layanan dan lorong-lorong akomodasi, tanggatangga dan pintu keluar, kendaraan angkat mobil dan peti; .2 di ruang-ruang mesin dan stasiun pembangkit listrik utama termasuk tempat pengawasannya; 147

Bagian B-1 1 .3 .4 .5 .6

Peraturan 25disemua stasiun-stasiun pengawas, ruang-ruang kontrol mesin dan disetiap papan hubung utama dan darurat; disemua tempat penyimpan untuk perlengkapan baju pemadam kebakaran; di perangkat kemudi; dan di pompa kebakaran yang ditunjukkan dalam paragraf 2.5, pada pompa pemercik, (jika ada) dan pada pompa bilga darurat, (jika ada), dan pada posisi pengasutan dari motor-motor.

2.3

Untuk jangka waktu 18 jam : .1 Lampu navigasi dan lampu lainnya yang disyaratkan oleh Peraturan Internasional untuk pencegahan tubrukan di laut yang berlaku ; .2 pada kapal-kapal yang dibangun pada 1 Februari 1995 atau sesudahnya, instalasi radio VHF yang disyaratkan dalam peraturan IV/7.1.1 dan IV/7.1.2 dan jika diterapkan; .2.1 Instalasi radio MF yang disyaratkan oleh peraturan IV/9.1.1, IV/9.1.2, IV/10.1.2 dan IV/10.1.3; .2.2 Tempat pembumian kapal yang disyaratkan sesuai peraturan IV/10.1.1; dan .2.3 Instalasi radio MF/HF yang disyaratkan sesuai peraturan IV/10.2.1, IV/10.2.2 dan IV/11.1. Untuk jangka waktu 18 jam : .1 semua perlengkapan komunikasi internal yang diharuskan dalam suatu keadaan darurat; .2 peralatan navigasi yang dipakai di kapal seperti yang disyaratkan oleh peraturan V/12; apabila ketentuanketentuan tersebut tidak beralasan atau tidak dapat dilaksanakan Badan Pemerintah dapat membebaskan ketentuan-ketentuan ini untuk kapal-kapal dengan tonase kotor kurang dari 5000. .3 alat deteksi kebakaran dan sistim alarm kebakaran; dan .4 pengoperasian yang sesaat- sesaat dari lampu isyarat siang hari, suling kapal, pengoperasian secara manual dari alat panggil dan semua isyarat-isyarat internal yang disyaratkan dalam suatu keadaan darurat.

2.4

Selain layanan- layanan yang mempunyai suatu pasokan yang terpisah untuk jangka waktu 18 jam dari suatu baterei akumulator ditempatkan di tempat yang sesuai agar dapat digunakan dalam keadaan darurat. 2.5 Untuk jangka waktu 18 jam salah satu dari pompa kebakaran 148

Bab II-1: Konstruksi yang disyaratkan oleh peraturan II-2/4.3.1 dan 4.3.3 jika bergantung pada pembangkit listrik darurat sebagai sumber tenaga. 2.6.1 Untuk jangka waktu tertentu yang disyaratkan sesuai peraturan 29.14 perangkat kemudi yang perlu untuk dipasok sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut. 2.6.2 Bagi kapal-kapal yang digunakan secara teratur dalam pelayaran dengan waktu pelayaran pendek, Badan Pemerintah dapat menerima penyediaan yang lebih sedikit jika yakin bahwa standar keselamatan yang memadai tetap diperoleh sehingga 18 jam dari waktu yang diterntukan dalam paragraf 2.2 sampai dengan 2.5 tetapi tidak kurang dari 12 jam. 3 Sumber tenaga listrik darurat dapat berupa generator atau suatu batere akumulator, yang harus memenuhi kriteria berikut : 3.1 Jika sumber tenaga listrik darurat itu suatu generator, maka : .1 digerakkan oleh suatu penggerak yang layak dengan pasokan bahan bakar yang berdiri sendiri, bahan bakar yang digunakan harus mempunayi titik nyala tidak kurang dari 43oC; .2 diasut secara otomatis setelah kegagalan pasokan tenaga dari sumber listrik utama, kecuali jika suatu sumber listrik darurat sementara menurut paragraf 3.1.3 tersedia, jika generator darurat diasut secara otomatis, maka ia harus dihubungkan secara otomatis ke papan penghubung darurat; layanan seperti yang ditunjukkan oleh paragraf 4 maka harus dihubungkan secara otomatis ke generator darurat; dan selain sarana pengasutan kedua yang berdiri sendiri yang tersedia satu sumber penyimpanan tenaga turnggal harus dilindungi untuk menghindari pengosongan yang menyeluruh oleh sistim pengasut otomatis; dan .3 dilengkapi dengan sumber tenaga listrik darurat sementara seperti yang ditetapkan dalam paragraf 4 selain generator darurat yang tersedia mampu untuk memasok dua layanan seperti yang disebutkan dalam paragraf itu dan juga dapat diasut otomatis dan memasok dengan cepat dan secara aman dan prakteknya dengan waktu yang diperlukan maksimum 45 detik.

3.2 Jika sumber tenaga listrik darurat suatu bateri akumulator alat tersebut harus punya kemampuan : .1 membawa beban listrik darurat tanpa mengisi kembali 149

Bagian B-1 1

Peraturan 25saat mempertahankan tegangan seluruh baterei selama waktu pengeluaran yaitu 12 % di atas atau di bawah tegangan nominal; secara otomatis menghubungkan ke papan hubung utama bila terjadi kegagalan pada sumber tenaga listrik utama; dan dengan segera memasok sekurang-kurangnya layananlayanan yang ditetapkan dalam paragraf 4.

.2 .3 3.3

Ketentuan berikut dalam paragraf 3.1.2 boleh tidak diterapkan untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau sesudah 1 Oktober 1994;

kecuali jika tersedia perlengkapan pengasutan generator darurat kedua yang berdiri sendiri, sumber penyimpanan tenaga harus dilindungi untuk menghindari pengosongan yang menyeluruh oleh sistem pengasutan otomatis. 4 Sumber tenaga listrik darurat sementara sebagai mana ditetapkan dalam paragraf 3.1.3 dapat terdiri dari suatu batere akumulator yang ditempatkan de tempat yang sesuai digunakan dalam keadaan darurat yang harus dapat beroperasi tanpa untuk diisi kembali saat mempertahankan tegangan baterei selama jangka waktu pengeluaran yang besarnya 12 % di atas atau di bawah teganan nominal dan mempunyai kapasitas yang cukup dan harus dapat ditata sebagai pemasok tenaga otomatis saat terjadi kerusakan dari sumber tenaga listrik utama atau darurat untuk waktu setengah jam sekurang-kurangnya untuk layanan- layanan jika bergantung pada sumbert listrik dalam pengoperasiannya: .1 penerangan yang ditentukan dalam paragraf-paragraf 2.1,2.2 dan 2.3.1 untuk waktu sementara, penerangan darurat yang diperlukan yang berhubungan dengan ruang mesin dan akomodasi serta ruang pelayanan yang mungkin dilengkapai secara permanen, individual, pengisian secara otomatis, pengoperasian relay pada lampu-lampu akumulator; dan semua pelayanan yang ditentukan dalam paragraf 2.4.1, 2.4.3 dan 2.4.4 selain seperti layanan- layanan yang mempunyai suatu pemasok yang berdiri sendiri untuk maktu tertentu dan batere akumilator yang disediakan untuk pemakaian dalam keadaan darurat.

.2

5.1 Papan hubung darurat harus dipasang ditempat yang letaknya sedekat mungkin dengan sumber tenaga listrik darurat. 150

Bab II-1: Konstruksi 5.2 Jika sumber tenaga listrik darurat itu adalah sebuah pembangkit listrik maka papan hubung darurat itu harus ditempatkan didalam ruangan yang sama dengan sumber tenaga darurat kecuali apabila kerja papan hubung darurat itu akan terganggu karenanya. 5.3 Sesuai peraturan ini diperkenankan memasang suatu batere akumulator dalam ruang yang sama dengan papan penghubung darurat. Suatu indikator harus dipasang dalam tempat yang tepat pada papan hubung utama atau dalam ruang kontrol mesin untuk menunjukkan Apakah baterei-baterei merupakan salah satu dari hal berikut sumber tenaga listrik darurat atau sumber tenaga listrik sebagaimana yang dimaksudkan dalam paragraf 3.2 atau 4 sebagai pengeluaran. 5.4 Papan hubung darurat harus diisi selama operasi normal dari papan hubung utama melebur pengisi yang dilindungi secara memakai pada papan hubung utama terhadap beban lebih dan hubungan singkat dan yang dapat diputuskan secara otomatis pada papan penghubung darurat pada saat kerusakan terjadi pada sumber tenaga listrik utama. Jika sistim yang mengatur untuk operasi umpan balik, bak pengisi sambungan antara juga dilindungi pada papan hubung darurat sekurang-kurangnya terhadap hubungan singkat. 5.5 Untuk menjamin kesiapan tersedianya sumber tenaga listrik darurat, ketentuan-ketentuan harus dibuat sehingga bila dibutuhkan untuk pemutusan otomatis jarungan bukan darurat dari papan hubung darurat untuk menjamin bahwa tenaga listrik harus secara otomatis tersedia untukjaringan darurat. 6 Pembangkit listrik darurat dan penggerak utama dan setiap batere akumulator darurat harus dirancang dan disusun untuk menjamin bahwa peralatan tersebut akan berfungsi pada tenaga penuh bilamana kapal miring 22,5 o atau bilamana trim kapal itu sampai 10 o baik kedepan ataupun belakang, atau kombinasi dari sudut-sudut dengan batasan-batasan tersebut. 7 Ketentuan- ketentuan harus dibuat untuk pengujian berkala terhadap sistim darurat yang lengkap dan harus meliputi pengujian terhadap susunan pengasutan otomatis.

Peraturan 44 Tata susunan alat asut untuk pembangkit listrik darurat


1 Pembangkit listrik darurat harus mampu siap diasut dalam 151

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

keadaan dingin pada temperatur 0 oC. Jika ini tidak dapat dilaksanakan , atau jika temperatur-temperatur lebih rendah mungkin terjadi, ketentuan yang dapat diterima oleh Badan Pemerintah yang harus dibuat untuk perawatan pemanasan untuk menjamin kesiapan pengasutan dari pembangkit listrik. 2 Setiap pembangkit listrik darurat harus diatur untuk dapat diasut secara otomatis harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan pengasutan yang disetujui oleh Badan Pemerintah dengan kemampuan penyimpanan tenaga sekurang-kurangnya 3 (tiga) pengasutan yang berurutan, sumber tenaga kedua harus dapat dilengkapi tambahan untuk penyalaan tiga kali 3 sistim pengasutan dalam waktu 30 menit kecuali jika tersedia pengasutan manual yang efektif. 2.1 Kapal-kapal yang dibuat pada atau sesudah 1 Oktober 1994, sebagai pengganti dari ketentuan dari kedua kalimat pada paragraf 2, dapat menuruti dari syarat-syarat berikut ini : Penyedia sumber tenaga listrik harus dilindungi untuk menghindari pengosongan yang kritis dari sistim pengasutan otomatis, kecuali jika dilengkapi dengan sarana kedua dari pengasutan yang berdiri sendiri. Sebagai tambahan, kedua sumber listrik harus disediakan sebagai suatu tambahan 3 pengasutan dalam waktu 30 menit kecuali penyalaan secara manual dapat dilakukan secara efektif. 3 Sumber tenaga yang harus dipertahankan setiap saat sebagai berikut : .1 .2 sistem pengasutan listrik dan hidrolik harus dipertahankan dari papan penghubung darurat; sistem- sistem pengasutan dengan tekanan udara mungkin dilakukan oleh botol angin utama atau bantu yang dilengkapi dengan katup searah atau dengan suatu kompresor udara darurat yang mana, jika digerakkan dengan listrik dipasok dari papan hubung darurat; semua peralatan pengasutan, pengisian dan penyimpanan energi dipasok listrik harus ditempatkan dalam ruang pembangkit listrik darurat; peraltan ini tidak digunakan untuk maksud selain pengoperasian dari pembangkit darurat. Hal-hal tersebut tidak menghalangi pasokan ke bejana udara pembangkit darurat dari sistim tekanan udara utama atau bantu melalui katup anti balik yang dipasang dalam ruang pembangkit listrik darurat.

.3

152

Bab II-1: Konstruksi 4.1 Jika pengasutan otomatis tidak diperlukan, pengasutan manual dapat diijinkan seperti diengkol dengan tangan, pengasutan inertia, pengisian manual dari akumulator hidrolik, atau kotak penyusun serbuk yang terbukti dapat dioperasikan secara efektif. 4.2 Apabila pengasutan manual tidak dapat dioperasikan, ketentuan-ketentuan dari paragraf 2 dan 3 harus diikuti dengan pengecualian pengasutan itu mungkin dikerjakan dengan manual.

Peraturan 45 Tindakan pencegahan terhadap sengatan listrik, kebakaran dan bahaya-bahaya lain yang berasal dari listrik
1.1 Semua bagian logam yang terbuka dari mesin-mesin listrik atau perlengkapan yang sedang tidak jalan namun bila terjadi kesalahan dapat dialiri arus listrik harus dibumikan selain mesinmesin atau perlengkapan-perlengkapan yang : .1 dipasok pada tegangan tidak lebih dari 55 V pada arus searah atau 55 V tegangan efektif antar konduktor (V RMS), transformator otomatis tidak dapat digunakan untuk maksud untuk mencapai teganan ini; atau dipasok pada tegangan tidak melebihi 250 V dengan keamanan isolasi transfomator yang hanya untuk memberikan layanan hanya pada satu peralatan atau alat. diuat sesuai dengan prinsip isolasi ganda.

.2

.3

1.2 Badan pemerintah dapat meminta tambahan tindakan-tindakan pencegahan untuk peralatan listrik jinjing untuk digunakan dalam secara terbatas penggunaan dalam ruangan lembab yang beresiko atas terjadinya benturan arus listrik. 1.3 Semua peralatan listrik harus dibuat dan dipasang sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan kecelakaan saat dipasang atau disentuh dalam benda normal. 2 Papan hubung utama dan darurat harus ditata sedemikian rupa sehingga mudah didekati sebagaimana kebutuhan peralatan dan perlengkapan tersebut, tanpa membahayakan para personil. Sisi-sisi samping dan belakang serta jika dianggap perlu; Bagian depan apapan hubung harus dilindungi secara memadai. Bagian jaringan yang terbuka yang memiliki tegangan pembumian melebihi dari yang ditentukan oleh Badan Pemerintah tidak boleh dipasang di 153

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

depan papan hubung tersebut. Jika diperlukan, bagian depan dan bagian belakang dari papan penghubung harus dilengkapi dengan tikar-tikar atau kisi-kisi yang bukan penghantar arus. 3.1 Sistim penghantar balik badan kapal tidak boleh digunakan untuk setiap kepekaan pada kapal-kapal tangki atau sebagai tenaga, pemanasan atau penerangan pada kapal-kapal lainnya yang tonase kotornya 1600 atau lebih. 3.2 Ketentuan pada paragraf 3.1 tidak dapat menghalangi dibawah kondisi-kondisi yang disetujui Badan Pemerintah dalam penggunaan : .1 .2 .3 sistem- sistem perlindungan terhadap pengaruh arus katoda; sistem-sistem pembumian terbatas dan setempat; atau peralatan-peralatan pengawas tingkat isolasi pada arus sirkulasi tidak lebih dari 30 mA dibawah kondisi-kondisi yang paling tidak menguntungkan.

3.2-1 Untuk kapal yang dibangun pada atau sesudah 1 Oktober 1994, ketentuan dari paragraf 3.1 tidak menghalangi penggunaan sistim pembumian terbatas dan setempat, asalkan setiap kemungkinan yang diakibatkan oleh arus tidak mengalir langsung melewati setiap ruang-ruang berbahaya. 3.3 Jika badan kapal digunakan sebagai bahan penghantar balik dari suatu sistim; semua ujung jaringan, seperti semua jaringan yang dipasang setelah peralatan perlindungan harus akhir terdiri dari 2 kawat dan tindakan pencegahan khusus harus disetujui oleh Badan Pemerintah. 4.1 Sistim distribusi pembumian tidak dapat digunakan pada kapal tangki Badan Pemerintah dapat memberikan perkecualian pada kapal tangki dengan pembumian netral dari jaringan arus bolak balik 3000 V (line to line) dan lebih, dengan catatan setiap kemungkinanyang diakbiatkan oleh arus tidak mengalir langsung melewati ruang-ruang berbahaya. 4.2 Apabila suatu sistem distribusi; apakah itu utama atau kedua, untuk tenaga pemanasan atau penerangan yang tidak dihubungkan terhadap pembumian digunakan, suatu alat yang mampu untuk mengawasi secara terus menerus pada batas isolasi ke pembumian dan memberikan indikasi yang terdengar atau terlihat pada nilai-nilai isolasi yang tidak wajar harus dilengkapi.

154

Bab II-1: Konstruksi 4.3 Kapal yang dibangun pada atau sesudah 1 Oktober 1994, sebagai pengganti ketentuan-ketentuan pada paragraf 4.1, harus memenuhi dalam ketentuan-ketentuan berikut : .1 .2 kecuali yang diizinkan oleh paragraf 4.3.2, sistim distribusi pembumian tidak dapat digunakan pada kapal tangki; ketentuan pada paragraf 4.3.1 tidak menghalangi digunakan jaringan pembumian dengan alasan keamanan dan sebagai tambahan, sesuai persyaratan yang disetujui Badan Pemerintah penggunaan sistim pembumian adalah sebagai berikut :

.2.1 Kontrol jaringan pasokan tenaga dan jaringan instrumentasi apabila dikarenakan teknis atau keamanan menghalangi penggunaan sistim yang tidak menghubung ke pembumian, arus yang diizinkan pada badan kapal dibatasi tidak lebih dari 5 A pada keduanya kondisi normal maupun kondisi rusak; atau .2.2 sistim pembumian terbatas dan lokal dengan catatan bahwa setiap arus yang ditimbulkan tidak mengalir secara langsung melalui ruang-ruangan yang berbahaya; atau .2.3 jaringan arus bolak balik yang mempunyai tegangan akar pangkat dua dari 1000 V (dari pipa ke pipa) atau lebih dengan catatan bahwa setiap arus yang mungkin timbul tidak mengalir secara langsung melalui ruang-ruang yang berbahaya. 5.1 Apabila diizinkan oleh Badan Pemerintah perkecualian dari kebiasaan, semua lapisan logam dan pelindung kabel harus terus menerus dialiri arus listrik dan harus dibumikan. 5.2 Semua kabel listrik dan lilitan kawat bagian luar dari peralatan harus sekurangnya dari jenis yang tertahan nyala api dan harus dipasang sedemikian rupa agar tidak merusak sifat asli penghambat nyala api dari kabel. Jika diperlukan untuk pemakaian khusus Badan Pemerintah dapat mengizinkan penggunaan kabel dari jenis khusus seperti kabel frekwensi radio yang tidak mengikuti ketentuan yang terdahulu. 5.3 Kabel-kabel dan jaringan kabel listrik untuk layanan penting atau tenaga darurat, penerangan, komunikasi di dalam kapal atau tanda bahaya sejauh dapat dipraktekkan tidak melewati dapur-dapur, ruang binatu, ruang mesin dengan kategori A serta penutupannya dan daerah lain yang mempunyai risiko kebakaran yang tinggi. Pada kapal penumpang ro-ro, jaringan kabel alarm darurat dan sistim pengeras suara yang dipasang pada atau sesudah 1 Juli 1998 harus 155

Bagian B-1 1

Peraturan 25-

disetujui oleh Badan Pemerintah dengan membuktikan rekomendasi ynag dikembangkan oleh Organisasi.** Kabel-kabel penghubung pompa pemadam kebakaran dengan papan hubung darurat harus dari jenis yang tahan api bila kabel tersebut melewati daerah yang mempunyai resiko kebakaran yang tinggi.apabila dapat diterapkan seluruh jaringan kabel harus digelar sedemikian rupa untuk menghindari terganggunya fungsi pelayanannya akibat pemanasan sekat yang diakibatkan oleh kebakaran di ruangan yang bersebelahan. 5.4 Jika kabel-kabel yang dipasang pada daerah-daerah berbahaya termasuk resiko kebakaran dan ledakan akibat suatu kejadian kegagalan listrik disuatu tempat, tindakan pencegahan khusus terhadap resiko-resiko tersebut harus diambil susuai persetujuan Badan Pemerintah. 5.5 Kabel-kabel dan jaringan listrik harus dipasang dan ditopang dengan cara sedemikian rupa sehingga terhindar dari pengelupasan atau kerusakan lain. 5.6 Penghentian-penghentian dan sambungan-sambungan pada semua konduktor harus dibuat untuk mempertahankan sifat kelistrikan, sifat mekanik, ketahanannya terhadap nyala api dan, jika perlu unsur- unsur yang mempengaruhi terhadap kemampuan menahan api darai kabel. 6.1 Setiap jaringan terpisah harus dilindungi terhadap hubungan singkat dan terhadap beban lebih, kecuali seperti yang diizinkan dalam peraturan 29 dan 30 atau jika Badan Pemerintah memberikan izin pengecualian. 6.2 Tingkatan atau penyetelan yang tepat dari peralatan pelindung beban lebih untuk setiap jaringan harus secara tetap ditunjukan pada lokasi peralatan pelindung. 7 Perlengkapan-perlengkapan penerangan harus ditata sedemikian rupa untuk mencegah kenaikan suhu yang akan merusak jaringan listrik dan untuk mencegah bahan disekitarnya menjadi panas secara berlebihan. 8 Semua penerangan dan jaringan tenaga yang berakhir dalam suatu tempat penampungan bahan bakar atau ruang muat harus dilengkapi dengan kutub-kutub ganda dibagian luar ruangan untuk

* Mengacu pada rekomendasi tentang jaringan alarm darurat dan sistem pengeras
suara untuk penumpang yang dikembangkan oleh organisasi

156

Bab II-1: Konstruksi pemutusan ke jaringan tesebut. 9.1 Baterei akumulator harus ditempatkan secara benar dan kompartemen-kompartemen yang digunakan terutama untuk tempat tinggal harus dibangun dengan benar dan diberi peranginan yang efisien. 9.2 Alat listik atau perlengkapan lainnya yang mungkin merupakan sebuah sumber penyalaan dari bagian-bagian yang mudah terbakar tidak dapat diizinkan di dalam ruangan-ruangan tersebut kecuali yang diizinkan sesuai paragraf 10. 9.3 Baterei akumulator tidak boleh dipasang kamar tidur kecuali apabila kerapatan dari segel disetujui oleh Badan Pemerintah. 10 Tidak boleh ada perlengkapan listrik yang dipasang di suatu ruangan-ruangan yang mudah terkumpul campuran gas yang mudah menyala termasuk pada kapal tangki atau dalam ruangan batere akumulator, dalam lemari cat, gudang acetylene atau ruang-ruangan yang serupa, kecuali jika Badan Pemerintah menyetujui perlengkapan itu : .1 penting untuk tujuan pengoperasian; .2 dari jenis yang tidak dapat menyala pada campuran tersebut; .3 cocok untuk kepentingan ruangan; dan .4 Jenis yang disetujui dan mendapat sertifikat untuk pemakaian yang aman dari debu-debu, uap atau gas-gas yang mungkin ditemui. 11 Pada kapal penumpang, sistem distribusi harus ditata sedemikian rupa sehingga kebakaran di dalam zona kebakaran utama vertikal yang didefinisikan pada peraturan II-2/3.9 tidak akan mengganggu layanan- layanan penting untuk keselamatan pada zona yang lain seperti itu. Syarat-syarat ini akan dipertemukan jika saluransaluran pengisian utama dan darurat yang melewati setiap zona tersebut dipisahkan baik secara vertikal maupun secara horizontal selebar mungkin.

157