Anda di halaman 1dari 25

Bab II-2: Konstruksi

Bagian C Upaya keselamatan menghadapi kebakaran untuk kapal barang


(Peraturan 54 Bagian C juga diterapkan pada kapal-kapal penumpang sesuai dengan yang disyaratkan)

Peraturan 42 Konstruksi
1 Berdasarkan ketentuan paragraf 4, lambung, bangunan atas, konstruksi sekat, geladak dan rumah geladak harus dibangun dari baja atau bahan lain yang sepadan. 2 Penentuan lapisan isolasi dari komponen paduan aluminium dari divisi-divisi kelas AA@ atau AB@, kecuali konstruksi yang menurut pendapat Badan Pemerintah bukan bantalan beban, harus sedemikian rupa sehingga temperatur stanklir inti tidak meningkat lebih dari 200oC diatas temperatur sekitar setiap saat selama penerapan papan sesuau standar pengujian kebakaran. 3 Perhatian khusus harus diberikan pada pelapisan isolasi komponen paduan aluminium pada tiang, tiang penyangga dan bagian-bagian struktur lain yang diperlukan untuk menyangga sekoci dan tempat penyimpanan rakit penolong, daerah peluncuran dan embarkasi, dan divisi-divisi kelas AA@ dan AB@, untuk menjamin : .1 bahwa bagian-bagian tersebut menyangga daerah sekoci dan rakit penolong dan divisi kelas "A@, batas kenaikan temperatur yang ditentukan dalam paragrap 2 harus berlaku setelah 1 jam; dan .2 bahwa bagian-bagian tersebut diperlukan untuk menyangga divisi-divisi kelas AB@, batas kenaikan temperatur yang ditentukan dalam paragrap 2 harus berlaku setelah setengah jam. 4 Bagian puncak dan selubung ruang mesin ketegori A harus konstruksi baja diisolasi secara memadai dan bukaan-bukaan di 22

Bab II-2: Konstruksi dalamnya, jika ada, harus ditata dengan sesuai dan dilindungi untuk mencegah penyebaran api. 5 Salah satu metode-metode perlindungan berikut harus dipakai dalam daerah akomodasi dan layanan : .1 Metode IC - Konstruksi dari semua penyekatan divisi bagian dalam dari divisi-divisi kelas AB@ atau AC@ yang tidak dapat terbakar umumnya tanpa pemasangan sistem pemercik otomatis, sistem deteksi dan alaram kebakaran dalam ruang-ruang akomodasi dan layanan, kecuali yang disyaratkan oleh Peraturan 52.1; atau .2 Metode IIC - Pemasangan sistem pemercik otomatis, sistem deteksi dan alarm kebakaran sesuai dengan yang disyaratkan oleh Peraturan 52.2 untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran di dalam semua ruang-ruang tempat api diduga berasal, umumnya tanpa pembatasan pada tipe sekat divisi bagian dalam; atau .3 Metode IIIC - pemasangan sistem deteksi dan alaram kebakaran tetap sesuai dengan yang disyaratkan oleh Peraturan 52.3, di dalam semua ruangan tempat api diduga berasal, umumnya tanpa pembatasan pada tipe sekat divisi bagian dalam, kecuali apabila akomodasi atau ruang yang dibatasi oleh divisi-divisi kelas AA@ atau AB@ tidak lebih dari 50 m2. Pertimbangan dapat diberikan oleh Badan Pemerintah untuk meningkatkan luas ini untuk ruangan-ruangan umum. 6 Persyaratan untuk penggunaan bahan-bahan yang tidak mudah terbakar pada konstruksi dan isolasi batas sekat-sekat ruang mesin, stasiun kontrol, ruang-ruang layanan, dll, perlindungan pelindung tangga tapak dan lorong-lorong harus sama dengan ketiga metode yang dijelaskan dalam paragraf 5.

Peraturan 43 Sekat-sekat dalam ruang akomodasi dan layanan


1 Semua sekat-sekat yang disyaratkan harus divisi kelas AB@ harus dibentangkan dari geladak ke geladak dan sampai ke kulit atau batas-batas lain, kecuali jika langit-langit atau lapisan-lapisan menerus kelas AB@ dipasang di kedua sisi sekat yang dalam hal ini sekat tersebut boleh berakhir di langit-langit atau lapisan menerus. 2 Metode IC - Semua sekat-sekat yang tidak disyaratkan oleh Peraturan ini atau yang lain dalam Bagian ini harus dari divisi kelas 23

Bagian C

Peraturan 42, 43 konstruksi

AA@ atau AB@, sekurang-kurangnya harus dengan kelas AC@.

3 Metode IIC - Konstruksi dari sekat-sekat yang tidak disyaratkan oleh Peraturan ini atau yang lain dari Bagian ini harus dari divisi kelas AA@ atau AB@ kecuali dalam kasus tertentu dimana sekat kelas AC@ disyaratkan sesuai dengan tabel 44.1. 4 Metode IIIC - harus tidak boleh ada pembatasan konstruksi sekat sekat yang menurut menurut bagian ini harus dari divisi kelas AA@ atau AB@ kecuali apabila luas ruang akomodasi atau ruangruang yang dibatasi oleh divisi kelas AA@ atau AB@ tidak lebih dari 50m2 kecuali dalam kasus tertentu apabila sekat sekat kelas AC@ disyaratkan sesuai dengan tabel 44.1. Pertimbangan dapat diberikan oleh Badan Pemerintah untuk meningkatkan luas ini untuk ruangan umum.

Peraturan 44 Integritas kebakaran dari sekat dan geladak.


(Paragrap 2.2(5) dan 2.2(9) Peraturan ini berlaku untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992) 1 Disamping memenuhi ketentuan-ketentuan khusus tentang integritas kebakaran sekat dan geladak yang disebutkan di tempat lain dalam bagian ini, integritas kebakaran minimum dari sekat-sekat dan geladak-geladak harus sesuai seperti yang ditentukan dalam tabel 44.1 dan 44.2. 2 Persyaratan berikut akan mengarahkan penerapan tabel tersebut: .1 Tabel-tabel 44.1 dan 44.2 harus diterapkan pada sekat dan geladak yang memisahkan ruang-ruang yang berdekatan. .2 Untuk menentukan standar integritas kebakaran yang memadai untuk diterapkan pada divisi-divisi antara ruangan-ruangan yang berdekatan, ruang-ruang tersebut harus digolongkan sesuai dengan resiko kebakaran ruangan seperti dipaparkan dalam kategori (1) hingga (11) dibawah ini. Judul dari masing-masing kategori dimaksudkan untuk menunjukkan kekhususan daripada pembatasan. Nomor di dalam tanda kurung di depan masing-masing kategori mengacu pada lajur yang digunakan atau nomor urut di dalam tabel.

24

Bab II-2: Konstruksi (1) Stasiun kontrol Ruang-ruang yang berisi sumber tenaga dan penerangan darurat Anjungan navigasi dan kamar peta Ruang yang berisi perlengkapan radio kapal Ruang pemadam kebakaran, ruang kontrol kebakaran dan stasiun pencatat kebakaran Ruang kontrol untuk mesin propulsi yang ditempatkan diluar ruang mesin propulsi Ruangan yang berisi perlengkapan alarm kebakaran terpusat. (2) Lorong-lorong Lorong-lorong dan lobi-lobi (3) Ruang akomodasi Ruang-ruang seperti yang ditetapkan dalam Peraturan 3.10, tidak termasuk lorong-lorong (4) Tangga-tangga tapak Tangga tapak di bagian dalam, lift dan tangga jalan (selain dari yang seluruhnya terdapat di dalam ruang permesinan) dan ruangan yang dibatasi untuk tujuan itu. Dalam hubungan ini, tangga tapak yang hanya tertutup pada satu tingkat saja harus dianggap sebagai bagian dari ruangan yang tidak terpisahkan oleh pintu kebakaran. (5) Ruang layanan (dengan resiko kebakaran rendah) Lemari dan gudang yang tidak disyaratkan untuk menyimpan cairan-cairan yang mudah terbakar dan mempunyai luas kurang dari 4 m2 dan kamar pengeringan dan pencucian. (6) Ruang permesinan kategori A Ruang-ruang seperti ditetapkan dalam Peraturan 3.19. (7) Ruang permesinan lainya Ruang-ruang mesin seperti yang ditetapkan dalam Peraturan 3.20 tidak termasuk ruang permesinan 25

Bagian C kategori A

Peraturan 42, 43

Tabel 44.1 Integritas kebakaran sekat-sekat yang memisahkan ruang-ruang yang berdekatan
Spaces Control stations Corridors Accommodation spaces Stairways Service Spaces (low risk) Machinery spaces of category A Other machinery spaces Cargo spaces Service spaces (high risk) Open decks Ro-ro cargo spaces (1) (1) A-0c (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) __ A-0 A-0d A-0e A-0 A-60 A-0 A-0 A-0d __ A-60f A-0 A-0 A-30 A-0
h

(2) A-0 C

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11) A-60 A-30 A-30 A-30 A-30

A-60 A-0 B-0 B-0 A-0c B-0 Ca. b A-0c B-0 A-0c

A-15 A-60 A-15 A-60 A-60 B-0 B-0 B-0 A-0c C A-60 A-0 A-60 A-0 A-60 A-0 A-60 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0

Catatan : Harus diterapkan pada tabel-tabel 44.1 dan 44.2, sesuai dengan yang disyaratkan. a Tidak ada persyaratan khusus dibebankan pada sekat-sekat perlindungan kebakaran metode IIC dan IIIC. b Seandainya metode IIIC sekat-sekat kelas AB@ dari tingkat AB-0@ harus dipasang antara ruang-ruang atau kelompok ruangan dengan luas 50 m2 atau lebih. c Untuk klarifikasi tentang yang diterapkan, lihat Peraturan 43 dan 46. d Jika ruang-ruang adalah dari angka kategori yang sama dan huruf d muncul, tingkat sekat atau geladak yang ditunjukkan dalam tabel-tabel hanya dibutuhkan bilamana ruang-ruang yang berdekatan untuk tujuan yang berbeda, misalnya dalam kategori (9). Dapur disebelah dapur tidak memerlukan sekat tetapi dapur disebelah kamar cat memerlukan sekat AA-0@. e Sekat yang memisahkan rumah kemudi, kamar peta dan kamar radio dari masing-masing ruang itu boleh dari kelas AB-0@. f Kelas AA-0@ dapat digunakan jika tidak ada barang-barang berbahaya yang bermaksud untuk diangkut atau jika barang-barang tersebut disimpan dengan jarak membujur tidak kurang dari 3 meter dari sekat-sekat tersebut. g Untuk ruang-ruang muatan dimana barang-barang berbahaya akan diangkut, Peraturan 54.2.8 berlaku. h Sekat-sekat dan geladak-geladak yang memisahkan ruang muatan ro-ro harus dapat ditutup dan kedap gas dan divisi-divisi tersebut harus mempunyai integritas kelas AA@ sepanjang layak dan dapat diterapkan menurut pendapat Badan Pemerintah. i Isolasi kebakaran tidak perlu dipasang jika ruang mesin dalam kategori (7), menurut pendapat Badan Pemerintah, mempunyai resiko kebakaran kecil atau tidak mempunyai resiko kebakaran. jika tanda bintang muncul di dalam tabel, divisi harus dari baja atau bahan lain yang sepadan tetapi tidak diwajibkan dari standar kelas AA@.

(8)

Ruang-ruang muatan Semua ruang yang digunakan untuk muatan (termasuk tangki-tangki muatan minyak) dan lubang-lubang tabung serta lubang-lubang palka ke 26

Bab II-2: Konstruksi ruang-ruang tersebut.

Tabel 44.2 Integritas kebakaran geladak-geladak yang memisahkan ruang-ruang yang berdekatan
Spaces below Spaces above

(1)

(2) A-0 A-0 A-0 A-0

(3) A-0 A-0 A-0

(4) A-0 A-0 A-0 A-0

(5) A-0 A-0

(6) A-60 A-0 A-60 A-0 A-60 A-0 A-60 A-0 A-60 A-0

(7)

(8) A-0 A-0 A-0 A-0 A-0

(9) A-0 A-0 A-0 A-0 A-0

(10)

(11) A-60 A-30 A-30 A-30 A-0 A-60 A-0 A-0 A-30
h

Control stations Corridors Accommodation spaces Stairways Service Spaces (low risk) Machinery spaces of category A Other machinery spaces Cargo spaces Service spaces (high risk) Open decks Ro-ro cargo spaces

(1) A-0 (2) A-0 (3) A-60 (4) A-0 (5) A-15 (6) (7)

A-60 A-60 A-60 A-60 A-60 A-15 (8) A-60 (9) A-60 (10) (11) A-60 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0

A-60i A-0

A-30 A-60 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0 A-0d __

A-60 A-0 A-60 A-0

A-30 A-30 A-30 A-0

A-30

(9)

Ruang layanan (dengan resiko kebakaran tinggi) Dapur, dapur yang berisi peralatan memasak, kamar cat dan lampu, lemari dan kamar penyimpanan yang mempunyai luas 4 m2 atau lebih, ruang-ruang untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar, dan bengkel-bengkel yang bukan bagian dari ruang mesin.

(10) Geladak terbuka Ruang-ruang geladak terbuka dan tempat untuk berjalan-jalan yang dipagari yang tidak mempunyai resiko kebakaran. Ruang-ruang udara (ruang diluar bangunan atas dan rumah geladak)

27

Bagian C (11) Ruang-ruang muatan ro-ro

Peraturan 42, 43

Ruang-ruang seperti yang ditetapkan dalam Peraturan 3.14.Ruang-ruang muatan yang digunakan untuk mengangkut kendaraan bermotor dengan bahan bakar di dalam tangkinya untuk alat penggeraknya sendiri. 3 Langit-langit atau lapisan kelas AB@ yang menerus, dalam hubungannya dengan geladak atau sekat yang sesuai, dapat diterima sebagai yang bekerja sama secara menyeluruh atau sebagian untuk pelapisan isolasi dan integritas suatu pemisah yang disyaratkan. 4 Batas-batas luar yang disyaratkan dalam Peraturan 42.1 harus dari baja atau bahan lain yang sepadan boleh ditembus untuk memasang jendela dan tingkap sisi asalkan tidak ada persyaratan untuk batas-batas tersebut untuk mempunyai integritas kelas AA@ ditempat lain dalam bagian ini. Demikian pula, dalam batas-batas tersebut yang tidak disyaratkan untuk mempunyai integritas kelas AA@, pintu-pintu boleh dari bahan yang disetujui oleh Badan Pemerintah.

Peraturan 45 Sarana untuk penyelamatan diri


1 Dari semua ruangan akomodasi dan ruangan tempat awak kapal biasanya melakukan tugas, selain dalam ruang mesin, tangga tapak dan tangga panjat harus ditata untuk menghasilkan sarana yang dalam keadaan siap pakai guna menyelamatkan diri ke geladak terbuka dan selanjutnya ke sekoci penolong dan rakit penolong secara. Khusus, ketentuan umum berikut harus dipenuhi: .1 Pada semua tingkat akomodasi harus disediakan sekurangnya dua sarana untuk menyelamatkan diri yang terpisah jauh dari masing-masing ruangan terbatas atau kelompok ruangan yang serupa. .2.1 Dibawah geladak terbuka terendah sarana untuk menyelamatkan diri utama harus sebuah tangga tapak dan sarana penyelamatan kedua boleh sebuah tabung atau sebuah tangga tapak. .2.2 Diatas geladak terbuka terbawah sarana untuk menyelamatkan diri harus tangga tapak dan pintu yang menuju ke geladak terbuka atau gabungan dari keduanya. 28

Bab II-2: Konstruksi .3 Sebagai perkecualian Badan Pemerintah dapat membebaskan alah satu dari sarana untuk menyelamatkan diri dengan memperhatikan benar-benar sifat dan letak ruangan-ruangan dan jumlah orang yang biasanya boleh ditempatkan atau diperkerjakan di tempat itu. .4 Lorong-lorong buntu yang panjangnya lebih dari 7 meter tidak boleh disetujui. Lorong buntu adalah lorong atau bagian dari lorong dimana hanya ada satu lintasan untuk menyelamatkan diri. .5 Lebar dan kesinambungan sarana untuk menyelamatkan diri harus disetujui oleh Badan Pemerintah. .6 Jika stasiun telegrafradio tidak mempunyai jalan langsung menuju ke geladak terbuka, dua sarana jalan menuju keluar dari stasiun tersebut harus disediakan, salah satunya dapat berupa lubang pembebasan atau jendela dengan ukuran yang cukup atau sarana lain yang disetujui oleh Badan Pemerintah, untuk memberikan sarana darurat untuk menyelamatkan diri. 2 Pada semua ruang muatan ro-ro dimana awak biasa bekerja jumlah dan lokasi lintasan untuk menyelamatkan diri ke geladak terbuka harus disetujui oleh Badan Pemerintah, tetapi tidak boleh kurang dari dua dan harus terpisah jauh. 3 Selain seperti yang ditetapkan dalam paragraf 4, dua sarana untuk menyelamatkan diri harus diadakan dari masing-masing ruang mesin kategori A. Khususnya, salah satu ketentuan-ketentuan berikut harus dipenuhi: .1 dua pasang tangga panjat baja yang terpisah sejauh mungkin menuju ke pintu-pintu di bagian atas dari ruang terpisah yang serupa dan dari jalan masuk yang disediakan ke geladak terbuka. Umumnya, salah satu dari tangga panjat ini harus memberikan perlindungan kebakaran secara bersinambung dari bagian bawah ruangan sampai kedudukan yang aman di luar ruangan itu. Akan tetapi, Badan Pemerintah mungkin tidak memerlukan perlindungan itu drsebabkan oleh penataan khusus atau ukuran dari ruang mesin, lintasan penyelamatan diri yang aman dari bagian bawah ruangan ini diberikan. Perlindungan itu harus dari baja, diisolasi, jika perlu, dengan persetujuan Badan Pemerintah dan dilengkapi dengan pintu baja yang dapat menutup sendiri pada bagian bawah; atau .2 satu tangga panjat baja menuju ke pintu di bagian atas ruangan Yang tersedia jalan masuk 29

Bagian C

Peraturan 42, 43 ke geladak terbuka sebagai tambahan, di bagian bawah ruangan dan pada posisi yang terpisah dengan baik dari tangga panjat yang digunakan untuk itu, sebuah pintu yang dapat dilayani dari kedua belah sisi dan yang memberikan lintasan penyelamatan diri yang aman ke geladak terbuka.

4 Pada kapal dengan tonase kotor kurang dari 1000, Badan Pemerintah dapat membebaskan dari salah satu sarana untuk menyelamatkan diri yang disyaratkan menurut paragrap 3, dengan memperhatikan ukuran dan letak bagian atas dari ruangan. 5 Dari ruang permesinan selain dari ruang permesinan kategori A, lintasan penyelamatan diri harus diberikan dengan persetujuan Badan Pemerintah dengan memperhatikan sifat dan letak ruangan dan apakah orang-orang biasanya diperkerjakan di dalam ruangan tersebut. 6 Lift tidak boleh dianggap sebagai membentuk salah satu dari sarana untuk menyelamatkan diri sebagaimana yang disyaratkan dalam Peraturan ini.

Peraturan 46 Perlindungan tangga tapak dan tabung lift dalam ruang akomodasi, ruang layanan dan stasiun kontrol
1 Tangga tapak yang hanya menembus satu geladak harus dilindungi sekurang-sekurangnya pada satu tingkat sekurang kurangnya dengan divisi kelas AB-0@ dan pintu-pintu yang dapat menutup sendiri. Lift yang hanya menembus satu geladak harus dikelilingi dengan divisi kelas AA-0@ dengan pintu-pintu baja pada kedua tingkat. Tangga tapak dan tabung lift yang menembus lebih dari satu geladak harus dikelilingi oleh sekurang-kurangnya divisi kelas AA-0@ dan dilindungi dengan pintu-pintu yang dapat menutup sendiri pada semua tingkat. 2 Pada kapal yang mempunyai akomodasi untuk 12 orang atau kurang, apabila tangga tapak menembus lebih dari satu geladak dan dimana harus ada sekurang-kurangnya dua lintasan penyelamatan yang langsung menuju ke geladak terbuka pada setiap akomodasi, pertimbangan dapat diberikan oleh Badan Pemerintah untuk mengurangi persyaratan AA-0@ dari paragraf 1 menjadi AB-0@. 3 Semua tangga tapak harus dari konstruksi rangka baja kecuali jika Badan Pemerintah menyetujui penggunaan bahan lain yang 30

Bab II-2: Konstruksi sepadan.

Peraturan 47 Pintu-pintu dalam divisi-divisi tahan api


1 Daya tahan terhadap kebakaran dari pintu-pintu harus, sejauh yang dapat dilaksanakan, sepadan dengan daya tahan kebakaran dari divisi dimana pintu-pintu itu dipasang. Pintu-pintu dan kerangka pintu dalam divisi kelas AA@ harus dibuat dari baja. Pintu-pintu dalam divisi kelas AB@ harus dari bahan yang tidak mudah terbakar. Pintu-pintu yang dipasang pada sekat-sekat batas dari ruang mesin kategori A harus kedap gas dan dapat menutup sendiri. Pada kapal yang dibangun menurut metode IC, Badan Pemerintah dapat mengizinkan penggunaan bahan-bahan yang boleh terbakar pada pintu-pintu yang memisahkan kabin dari fasilitas saniter bagian dalam seperti kamar mandi pancuran air. 2 Pintu-pintu yang disyaratkan harus menutup sendiri tidak boleh dipasang dengan kait penahan balik. Sekalipun demikian, tata susunan balik yang dilengkapi dengan instalasi pelepas jarak jauh dari jenis yang tidak mungkin rusak boleh digunakan. 3 Pada sekat lorong lubang-lubang ventilasi boleh diizinkan dipasang hanya di dalam dan di bawah pintu-pintu kabin dan ruangruang umum. Lubang-lubang itu harus dipasang di bagian bawah pintu. Jika lubang tersebut berada di dalam atau di bawah pintu, luas total dari lubang atau bukaan-bukaan tersebut tidak boleh lebih dari 0,05 m2. Jika bukaan tersebut terdapat di pintu maka bukaan tersebut harus dilengkapi dengan kisi-kisi yang terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar. 4 Pintu-pintu kedap air tidak perlu diisolasi.

Peraturan 48 Sistem ventilasi


Sistem ventilasi pada kapal barang harus memenuhi ketentuanketentuan Peraturan 16, kecuali paragraf 8.

Peraturan 49 Pembatasan penggunaan bahan-bahan yang mudah terbakar


31

Bagian C

Peraturan 42, 43

1 Semua permukaan terbuka dalam lorong-lorong dan pelindung tangga tapak dan permukaan di dalam ruangan tersembunyi atau tidak terjangkau dalam ruang-ruang akomodasi dan layanan serta stasiun kontrol harus mempunyai karakteristik* *penyebaran nyala yang rendah. Permukaan terbuka dari langit-langit dalam ruang akomodasi dan layanan serta stasiun pengawas harus mempunyai karakteristik penyebaran nyala yang rendah. 2 Cat, pernis dan cat penutup lain yang digunakan dipermukaan-permukaan di dalam yang terbuka tidak boleh mempunyai sifat yang mengakibatkan terjadinya resiko bahaya kebakaran yang berlebihan sesuai dengan penilaian Badan Pemerintah dan tidak boleh menghasilkan asap dalam jumlah yang berlebihan.*** 3 Lapisan-lapisan utama geladak, jika dipasang dalam ruang akomodasi dan layanan serta stasiun kontrol , harus dari bahan yang disetujui yang tidak mudah terbakar, atau menghasilkan racun atau *** bahaya peledakan pada temperatur tinggi.

Peraturan 50 Perincian-perincian konstruksi


(Paragraf 3.2 dan 3.3 Peraturan ini berlaku untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992) 1 Metode IC B Dalam ruang akomodasi dan layanan serta stasiun kontrol semua lapisan, langit-langit, penghenti aliran udara dan langit-langit beserta bagian dasarnya harus dari bahan yang tidak terbakar. 2 Metode IIC dan IIIC B Dalam lorong-lorong dan ruang pelindung tangga tapak yang melayani ruang akomodasi dan layanan serta stasiun pengawas, langit-langit, lapisan-lapisan, penghenti

Mengacu pada Petunjuk tentang pemeriksaan sifat-sifat bahaya kebakaran bahan yang disahkan Organisasi dengan resolusi A.166(ES.IV) dan Rekomendasi tentang prosedur pengujian perbaikan kebakaran untuk kemampuan terbakar permukaan sekat, langit-langit dan bahan penutup geladak yang disahkan oleh Organisasi dengan resolusi A.653(16).

* Mengacu

pada standar sementara tentang pengukuran asap dan zat beracun hasil proses pembakaran yang disahkan Organisasi dengan resolusi MSC.41(64).

* Mengacu pada Rekomendasi mengenai prosedur pengujian kebakaran untuk kemampuan


nyala lapisan geladak utama yang disahkan Organisasi dengan resolusi A.687(17).

32

Bab II-2: Konstruksi tarikan dan bagian dasarnya harus dari bahan yang tidak terbakar. 3 Metode-metode IC, IIC, IIIC

3.1 Kecuali dalam ruang muatan atau kompartemen ruang layanan yang didinginkan, bahan isolasi harus bahan yang mudah terbakar. Penghalang uap dan perekat yang digunakan bersama-sama dengan isolasi, demikian pula isolasi sambungan pipa, untuk sistem pendingin, tidak perlu dari bahan yang mudah terbakar, namun harus diusahakan sedapat mungkin dalam jumlah dan permukaan terbukanya seminimal mungkin yang harus memiliki kualitas ketahanan terhadap penyebaran api yang dapat disetujui Badan Pemerintah. 3.2 Jika sekat-sekat, lapisan-lapisan dan langit-langit yang tidak terbakar dipasang dalam ruang-ruang akomodasi dan layanan sekatsekat, lapisan-lapisan dan langit-langit boleh memiliki pernis yang dapat terbakar dengan nilai kalorifik ** tidak lebih dari 45 MJ/m 2 luas ruangan itu untuk ketebalan yang digunakan. 3.3 Jumlah volume keseluruhan dari pelapis, bingkai, hiasan dan pernis yang dapat terbakar di dalam ruang akomodasi dan layanan yang dibatasi oleh sekat-sekat, lapisan-lapisan dan langit-langit yang tidak terbakar tidak boleh lebih dari volume yang sama dengan 2,5 mm finer pada daerah gabungan antara dinding-dinding dan langitlangit. 3.4 Ruang udara tertutup dibelakang langit-langit, panel, atau lapisan harus dibagi oleh penghenti aliran udarayang dipasang tertutup yang terpisah dengan jarak tidak lebih dari 14 meter. Pada arah vertikal, ruang udara tersebut, termasuk ruang-ruang dibelakang lapisan tangga tapak, tabung-tabung, dan lain sebagainya, harus ditutup pada setiap geladak.

Peraturan 51 Tata susunan untuk bahan bakar gas untuk tujuan-tujuan domestik
Jika bahan bakar gas digunakan untuk tujuan-tujuan domestik tata susunan untuk penyimpanan, pembagian dan penggunaan bahan bakar harus sedemikian rupa sehingga memperhatikan bahaya kebakaran dan peledakan yang mungkin timbul saat menggunakan bahan bakar tersebut, menjamin keselamatan kapal dan orang-orang harus dilindungi.
* * Nilai kalorifik kotor diukur harus sesuai dengan ISO 1716.

33

Bagian C

Peraturan 42, 43

Peraturan 52 Sistem deteksi dan alaram kebakaran tetap Sistem pemercik otomatis,deteksi dan alaram kebakaran
1 Pada kapal-kapal yang menggunakan metode IC, sistem deteksi dan alaram kebakaran tetap dari jenis yang disetujui yang memenuhi persyaratan Peraturan 13 harus dipasang dan ditata sedemikian rupa sehingga dapat mendeteksi asap dan tempat panggil yang dioperasikan secara manual disemua lorong, pelindung tangga tapak dan rute penyelamatan diri dalam ruang akomodasi. 2 Pada kapal-kapal yang menggunakan metode IIC, sistem pemercik otomatis, sistem deteksi dan alaram kebakaran dari jenis yang disetujui yang memenuhi persyaratan Peraturan 12 harus dipasang dan ditata sedemikian rupa sehingga dapat melindungi ruang akomodasi, dapur dan ruang layanan lainnya, kecuali ruangruang yang tidak menimbulkan resiko kebakaran secara nyata seperti ruang-ruang kosong, ruang saniter dan lain sebagainya. Selain itu, sistem deteksi dan alaram kebakaran yang dipasang tetap dari jenis yang disetujui yang memenuhi persyaratan Peraturan 13 harus dipasang dan ditata sedemikian rupa sehingga dapat mendeteksi asap dan tempat panggil yang dioperasikan secara manual di dalam semua lorong, tangga-tangga tapak, dan lintasan untuk menyelamatkan diri dalam ruang akomodasi. 3 Pada kapal-kapal yang menggunakan metode IIIC, sistem deteksi dan sistem alaram kebakaran yang dipasang tetap dari jenis yang disetujui yang memenuhi persyaratan Peraturan 13 harus dipasang dan ditata sedemikian rupa sehingga dapat mendeteksi adanya api di dalam ruang akomodasi dan ruang layanan, kecuali ruang-ruang yang tidak menimbulkan resiko kebakaran secara nyata seperti ruang-ruang kosong, ruang saniter dan lain sebagainya.

Peraturan 53 Tata susunan perlindungan kebakaran dalam ruangruang muatan


(Paragraf 2.1 dan 3 Peraturan ini berlaku untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992) 1 1.1 Umum Kecuali untuk ruang muatan yang tercakup dalam paragraf 2 34

Bab II-2: Konstruksi dan 3, ruang-ruang muatan pada kapal dengan tonase kotor 2000 keatas harus dilindungi dengan sistem pemadam kebakaran jenis gas yang dipasang tetap yang memenuhi ketentuan-ketentuan Peraturan 5 atau dengan sistem pemadam kebakaran yang memberikan perlindungan yang sepadan. 1.2 Badan Pemerintah dapat membebaskan ruang muatan setiap kapal dari persyaratan paragraf 1.1 jika dibangun dan hanya digunakan untuk mengangkut bijih besi, batu bara, biji-bijian kayu basah, muatan-muatan yang tidak mudah terbakar atau muatanmuatan yang, menurut pendapat Badan Pemerintah, merupakan muatan dengan resiko kebakaran yang rendah. Pembebasan tersebut dapat diberikan hanya jika kapal dilengkapi dengan penutup lubang-lubang palka dari baja dan sarana penutupan yang efektif pada semua ventilasi dan bukaan-bukaan lain yang menuju ke ruang muatan itu.*** 1.3 Dengan tidak mengesampingkan ketentuan paragraf 1.1, setiap kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang berbahaya harus dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran jenis gas yang dipasang tetap yang memenuhi ketentuan-ketentuan Peraturan 5 atau dengan sistem pemadam kebakaran yang menurut pendapat Badan Pemerintah memberikan perlindungan yang sepadan pada muatan yang diangkut. 2 2.1 Ruang-ruang muatan ro-ro Deteksi kebakaran

Ruang muatan ro-ro harus dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dan sistem alaram kebakaran yang memenuhi persyaratan Peraturan 13. Sistem deteksi kebakaran yang dipasang tetap harus mampu mendeteksi dengan cepat permulaan kebakaran. Jenis detektor, jarak dan letaknya harus disetujui Badan Pemerintah dengan memperhitungkan pengaruh ventilasi dan faktor-faktor lain yang berhubungan. Setelah dipasang, sistem tersebut harus diuji sesuai dengan kondisi ventilasi normal dan harus memberikan waktu reaksi keseluruhan yang disetujui Badan Pemerintah. 2.2 Tata susunan pemadam kebakaran

2.2.1 Ruang-ruang muatan ro-ro yang dapat ditutup rapat harus dipasang dengan sistem pemadam kebakaran jenis gas yang

* * Mengacu kepada Kode tentang Keselamatan

yang Praktis untuk Muatan Padat dalam Bentuk Curah Darurat B14, berlaku untuk batubara - dan kepada MSC/Circ.671, Daftar muatan-muatan padat curah yang tidak mudah terbakar atau merupakan muatan dengan resiko kebakaran rendah atau apabila sistem pemadam kebakaran dengan gas yang dipasang tetap menjadi tidak efektif.

35

Bagian C

Peraturan 42, 43

dipasang tetap yang harus memenuhi ketentuan Peraturan 5, kecuali : .1 jika sistem karbondioksida dipasang, jumlah gas yang tersedia harus sekurangnya cukup untuk memberi sedikit-dikitnya volume minimal udara bebas sama dengan 45% volume kotor dari ruang muatan terbesar yang dapat ditutup rapat, dan tata susunannya harus sedemikian rupa sehingga dapat menjamin bahwa dalam waktu 10 menit sekurangnya 2/3 gas yang dibutuhkan oleh ruang tersebut harus masuk ke dalam ruang itu. sistem hidrokarbon berhalogen boleh digunakan pada ruang-ruang yang hanya digunakan untuk kendaraan yang tidak mengangkut suatu muatan. setiap sistem pemadam kebakaran jenis gas yang lain atau sistem pemadam kebakaran busa ekspansi tinggi yang dipasang tetap boleh dipasang asalkan Badan Pemerintah yakin bahwa perlindungan yang sepadan dapat dicapai. sebagai alternatif, sistem yang memenuhi persyaratan Peraturan 37.1.3 boleh dipasang. Namun, tata susunan pengeringan dan pemompaan harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terbentuknya permukaan bebas. Jika hal ini tidak mungkin pengaruh yang merugikan stabilitas akibat berat yang ditambahkan dan permukaan bebas air harus diperhitungkan hingga tingkat yang dianggap memadai dalam proses persetujuan informasi stabilitas oleh Badan Pemerintah. Informasi tersebut harus termasuk dalam informasi stabilitas yang diberikan kepada Nahkoda seperti yang disyaratkan dalam Peraturan II1/22

.2 .3

.4

2.2.2 Ruang muatan ro-ro yang tidak dapat ditutup rapat harus dipasang dengan sistem yang memenuhi persyaratan Peraturan 37.1.3. Tetapi, tata susunan pengeringan dan pemompaan harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terbentuknya permukaan bebas. Jika tidak mungkin pengaruh yang merugikan stabilitas akibat berat yang ditambahkan dan permukaan bebas air harus turut diperhitungkan hingga tingkat yang dianggap memadai oleh Badan Pemerintah dalam menyetujui informasi stabilitas.**** Informasi tersebut harus termasuk dalam informasi stabilitas yang diberikan kepada Nahkoda seperti yang disyaratkan oleh Peraturan
* * Mengacu kepada Rekomendasi mengenai sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap untuk ruang-ruang kategori khusus yang disahkan oleh Organisasi dengan resolusi A.123(V).

36

Bab II-2: Konstruksi II-1/22. 2.2.3 Dalam setiap ruang muatan ro-ro harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran jinjing dalam jumlah yang dianggap cukup oleh Badan Pemerintah. Sekurangnya satu pemadam kebakaran harus diletakkan pada setiap jalan yang menuju ke ruang muatan tersebut. 2.2.4 Setiap ruang muatan ro-ro yang digunakan untuk mengangkut kendaraan bermotor dengan bahan bakar dalam tangkinya untuk alat penggeraknyasendiri harus dilengkapi dengan: .1 sekurangnya tiga aplikator kabut air; .2 satu aplikator busa jinjing yang memenuhi ketentuan Peraturan 6.4 dengan catatan bahwa sekurangnya dua unit aplikator serupa tersedia di kapal untuk digunakan dalam ruang muatan ro-ro tersebut. 2.3 Sistem ventilasi

2.3.1 Ruang muatan ro-ro tertutup harus dilengkapi dengan sistem ventilasi dengan tenaga listrik yang efektif cukup untuk memberikan sekurangnya 6 kali pertukaran udara setiap jam pada ruangan yang kosong. Kipas-kipas ventilasi harus senantiasa dijalankan secara terus menerus ketika kendaraan berada di atas kapal. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, kipas-kipas itu harus dioperasikan selama periode tertentu setiap hari jika cuaca mengizinkan dan selama periode tertentu sebelum pembongkaran muatan, setelah periode tersebut ruang muatan ro-ro harus dibuktikan bebas dari gas. Untuk keperluan tersebut harus disediakan minimal satu instrumen jinjing deteksi gas yang dapat terbakar. Sistem tersebut harus benar-benar terpisah dari sistem ventilasi lain. Saluran ventilasi yang melayani ruang muatan ro-ro yang dapat ditutup rapat dengan efektif harus terpisah untuk tiap ruang muatan. Badan Pemerintah boleh meminta untuk menambah jumlah pertukaran udara bilamana kendaraan sedang dinaikkan atau diturunkan. Sistem tersebut harus mampu dikontrol dari posisi diluar ruangan tersebut. 2.3.2 Ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya lapisan udara dan terbentuknya kantongkantong udara. 2.3.3 Anjungan navigasi harus dilengkapi dengan sarana-sarana untuk menunjukkan hilang atau berkurangnya kapasitas ventilasi yang disyaratkan. 2.3.4 Tata susunan harus memungkinkan sistem ventilasi dapat ditutup dengan cepat dan efektif jika terjadi kebakaran, dengan memperhitungkan kondisi cuaca dan laut. 37

Bagian C

Peraturan 42, 43

2.3.5 Saluran ventilasi, termasuk peredam kebakaran, harus terbuat dari baja dan tata susunannya harus disetujui oleh Badan Pemerintah. 2.4 Tindakan pencegahan terhadap penyalaan uap yang mudah terbakar Ruang muatan ro-ro tertutup yang mengangkut kendaraan bermotor dengan bahan bakar di dalam tangkinya untuk alat penggeraknya sendiri harus memenuhi ketentuan-ketentuan tambahan berikut : Selain sebagaimana ditetapkan di dalam paragraf 2.4.2, perlengkapan dan kabel listrik harus dari jenis yang sesuai untuk digunakan di dalam campuran antara bensin dan udara yang dapat meledak. .2 Diatas ketinggian 450 mm dari geladak dan dari tiap platform untuk kendaraan, jika dipasang, kecuali platform dengan bukaan-bukaan dengan ukuran yang cukup yang memungkinkan penetrasi gas-gas bensin ke arah bawah, perlengkapan listrik dari jenis tertentu yang ditutupi dan dilindungi sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terlepasnya percikan api listrik harus diizinkan sebagai alternatif pada kondisi dimana sistem ventilasi didesain dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan ventilasi yang terus menerus pada ruang muatan pada kecepatan sekurang-kurangnya 10 kali pertukaran udara setiap jam ketika kendaraan berada di atas kapal. .3 Perlengkapan lain yang mungkin merupakan sumber penyalaan dari uap yang mudah terbakar tidak boleh diizinkan. .4 Perlengkapan dan kabel listrik dalam saluran ventilasi buang harus dari jenis yang disetujui untuk digunakan di dalam campuran antara bensin dan udara yang dapat meledak dan lubang-lubang buang dari setiap saluran buang manapun harus ditempatkan di suatu kedudukan, dengan memperhatikan sumber-sumber penyalaan lain yang mungkin ada. .5 Lubang pembuangan tidak boleh menuju ke ruang mesin dan ruang lain dimana mungkin terdapat sumber-sumber penyalaan. 3 Ruang muatan, selain ruang muatan ro-ro, yang digunakan untuk mengangkut kendaraan bermotor dengan bahan bakar di dalam tangkinya untuk alat penggeraknya sendiri. 38 .1

Bab II-2: Konstruksi Ruang-ruang muatan, selain ruang muatan ro-ro, yang digunakan untuk mengangkut kendaraan bermotor dengan bahan bakar di dalam tangkinya untuk alat penggeraknya sendiri, harus memenuhi persyaratan paragraf 2 kecuali sebagai pengganti persyaratan paragraf 2.1 sistem deteksi contoh hisapan asap yang memenuhi persyaratan Peraturan 13-1 dapat diizinkan dan paragraf 2.2.4 tidak perlu dipenuhi.

Peraturan 54 Persyaratan khusus untuk kapal-kapal yang mengangkut bahan berbahaya*****


(paragraf 2.3 Peraturan ini berlaku untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992) 1 Umum 1.1 Disamping memenuhi persyaratan Peraturan 53 untuk kapal barang dan memenuhi persyaratan Peraturan 37,****** 38 dan 39 untuk kapal-kapal penumpang sesuai dengan yang disyaratkan, jenis kapal dan ruang muatan, Mengacu pada paragraf 1.2, yang digunakan untuk mengangkut barang-barang berbahaya harus memenuhi persyaratan Peraturan ini, sesuai dengan yang disyaratkan, kecuali 6 ketika mengangkut bahan-bahan berbahaya dalam jumlah terbatas kecuali kalau persyaratan tersebut telah dipenuhi dengan memenuhi persyaratan di bagian lain dalam Bab ini. Jenis kapal dan cara-cara mengangkut bahan berbahaya Mengacu pada paragraf 1.2 dan tabel 54.1, yakni angka-angka yang muncul dalam paragraf 1.2 Mengacu pada baris atas. Kapal-kapal barang dengan tonase kotor kurang dari 500 yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992 harus memenuhi Peraturan ini, namun Badan Pemerintah dapat mengurangi persyaratan dan pengurangan tersebut dicatat dalam dokumen penyesuaian yang Mengacu pada paragraf 3. 1.2 Jenis kapal dan ruang muatan berikut akan mengarahkan penerapan dari tabel 54.1 dan 54.2: .1 Kapal dan ruang muatan yang tidak didesain secara khusus untuk
Mengacu kepada MSC/Circ.608/Rev.1, Petunjuk sementara mengenai kapal-kapal peti kemas dengan bagian atas terbuka. * Mengacu kepada seksi 17 pengenalan Umum Kode Maritim Internasional tentang Bahan -Bahan Berbahaya (IMDG Code) untuk tindakan operasional yang berhubungan dengan syarat-syarat Peraturan ini

6 Acuan

dibuat sesuai dengan seksi 18 Introduksi Umum Tentang Kode Barang-Barang Berbahaya Kelautan Internasional (IMDG Code) tentang definisi dari pernyataan jumlah terbatas.

39

Bagian C

Peraturan 42, 43 mengangkut peti kemas muatan tetapi digunakan untuk mengangkut bahan berbahaya dalam kemasan termasuk barang-barang dalam peti kemas muatan dan tangki-tangki lepas. Kapal peti kemas dan ruang muatan yang dibangun digunakan untuk mengangkut barang-barang berbahaya dalam peti kemas muatan dan tangki-tangki lepas. Kapal ro-ro dan ruang muatan ro-ro yang digunakan untuk mengangkut bahan-bahan berbahaya. Kapal dan ruang muatan yang digunakan untuk mengangkut bahan-bahan padat berbahaya dalam bentuk curah. Kapal dan ruang muatan yang digunakan untuk mengangkut bahan-bahan berbahaya selain cair dan gas-gas dalam bentuk curah dalam tongkang

.2 khusus yang .3

.4 .5

Persyaratan khusus

Kecuali jika ditentukan lain persyaratan berikut harus mengatur penerapan dari tabel-tabel 54.1, 54.2 dan 54.3 pada kedua tempat penyimpanan barang-barang berbahaya Adiatas geladak@ dan Adibawah geladak@ apabila angka-angka dari paragraf berikut ditunjukkan dalam kolom pertama. Tabel 54.1 - Penerapan persyaratan untuk mengangkut bahan-bahan berbahaya dengan cara yang berbeda-beda dalam kapal dan ruang muatan.
Dimanapun X muncul dalam tabel 54.1 itu berarti bahwa persyaratan ini dapat diterapkan pada semua kelas barang-barang berbahaya seperti yang diberikan dalam baris yang sesuai pada tabel 54.3, kecuali yang diberi oleh catatan.

.1 Regulation 54.1.2
Not speci ficall y desi gned

.2
Cont ainer carg o spac es Clos ed ro-ro carg o spac

.3
Ope n roro carg o spac Wea ther deck s

.4
Solid dang erou s good s in

.5
Ship born e barg es

Regulation 54.2 .1.1

40

Bab II-2: Konstruksi .1.2 .1.3 .1.4 .2 .3 .4.1 .4.2 .5 .6.1 .6.2 .7 .8 .9
For S appli catio S n of requi S reme S nts of S regul ation S 54 to S differ ent class es of dang erou s good s, S see S
d d d d


a a

S
c

S
b

S S S S S S

Catatan a Untuk kelas 4 dan 5.1 tidak dapat diterapkan pada peti kemas muatan tertutup. Untuk kelas 2, 3, 6.1 dan 8 ketika diangkut dalam peti kemas muatan tertutup kecepatan ventilasi dapat dikurangi hingga tidak kurang dari dua pertukaran udara. Dalam persyaratan ini maksud dari tangki jinjing adalah peti kemas tertutup. b Hanya dapat diterapkan pada geladak c Diterapkan hanya pada ruang muatan ro-ro tertutup, yang tidak dapat ditutup rapat. d Dalam kasus khusus dimana tongkang dapat mengangkut uap-uap yang dapat terbakar atau jika tongkang dapat mengeluarkan uap-uap yang dapat terbakar ke ruang yang aman diluar kompartemen tongkang dengan sarana-sarana saluran ventilasi yang dihubungkan ke tongkang, persyaratan ini dapat dikurangi atau dibebaskan dengan persetujuan Badan Pemerintah

2.1 Pasokan air 2.1.1 Tata susunan harus dibuat untuk menjamin ketersediaan pasok air dengan segera dari pipa saluran utama pada tekanan yang disyaratkan baik dengan tekanan udara permanen maupun dengan tata susunan jarak jauh pompa kebakaran yang diletakkan pada tempat yang sesuai. Tabel 54.2 Penerapan persyaratan untuk jenis barang-barang berbahaya yang berbeda untuk kapal dan ruang muatan yang mengangkut barang-barang padat berbahaya dalam bentuk curah. Class-Chapter VII 4.1 4.2 4.3f 5.1 6.1 8 9

Regulation 54.2

41

Bagian C

Peraturan 42, 43

.1.1 .1.2 .2 .4.1b .4.2h .5 .8


Catatan-catatan e f
c


g g g

S S


g g g


g g g

S S S S
g

S S S S
g

Persyaratan ini diterapkan bila karakteristik bahan memerlukan jumlah air yang banyak untuk memadamkan api. Bahaya dari bahan-bahan dalam kelas ini yang dapat diangkut dalam bentuk curah adalah sedemikian rupa sehingga Badan Pemerintah harus memberikan pertimbangan khusus pada konstruksi dan perlengkapan kapal yang terlibat disamping memenuhi semua persyaratan dalam tabel ini. Mengacu pada Kode Barang-Barang Berbahaya Kelautan Internasional (resolusi A.81(IV) sebagaimana diubah dan ditambah) atau Kode Latihan Keselamatan untuk Muatan-Muatan Padat Dalam Bentuk Curah (resolusi A.343(XI) sebagaimana diubah dan ditambah), sesuai dengan yang disyaratkan. Sekurangnya ventilasi biasa diperlukan dalam ruang muatan tertutup yang digunakan untuk mengangkut barang-barang padat berbahaya dalam bentuk curah. Jika ventilasi tenaga disyaratkan dalam Kode Keselamatan Praktis untuk MuatanMuatan Padat Dalam Bentuk Curah (resolusi A.434(XI) sesuai dengan perubahan), penggunaan unit ventilasi jinjing (perlengkapan) yang disetujui oleh Badan Pemerintah dapat mencukupi.

2.1.2 Jumlah air yang dialirkan harus mampu memasok empat nosel dengan ukuran tertentu dan pada tekanan seperti ditentukan dalam Peraturan 4, dapat dicoba pada setiap bagian ruang muatan ketika kosong. Air ini dapat dipasok dari sarana-sarana lain yang sepadan dengan persetujuan Badan Pemerintah. 2.1.3 Harus ada sarana-sarana yang secara efektif mendinginkan ruang muatan dibawah geladak yang ditandai dengan jumlah air dalam jumlah yang melimpah, baik oleh tata susunan nosel semprot yang dipasang tetap atau membanjiri ruang muatan itu dengan air. Untuk ruang muatan kecil dapat digunakan selang sedangkan untuk daerah kecil dalam dari ruang muatan yang lebih besar berdasarkan pertimbangan Badan Pemerintah. Pada setiap kejadian tata susunan pemompaan dan pengeringan harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terbentuknya permukaan bebas. Jika ini tidak mungkin diterapkan, pengaruh yang merugikan stabilitas akibat berat 42

Bab II-2: Konstruksi yang ditambahkan dan permukaan bebas air harus ikut diperhitungkan hingga tingkat yang dianggap memadai untuk persetujuan informasi stabilitas oleh Badan Pemerintah.*6 2.1.4 Ketentuan untuk membanjiri ruang muatan dibawah geladak yang ditandai dengan media tertentu yang sesuai dapat menggantikan persyaratan dalam paragraf 2.1.3. 2.2 Sumber-sumber penyalaan Perlengkapan dan jaringan listrik tidak boleh dipasang dalam ruang muatan tertutup, ruang geladak kendaraan tertutup, atau ruang geladak kendaraan terbuka kecuali jika menurut pertimbangan Badan Pemerintah diperlukan untuk tujuan-tujuan operasional. Akan tetapi, jika peralatan listrik dipasang dalam ruang tersebu tperlengkapan listrik itu harus dari jenis7yang aman bersertifikat untuk digunakan dalam lingkungan yang berbahaya kecuali jika dimungkinkan untuk mengisolasi seluruh sistem listrik (dengan melepaskan semua jaringan dalam sistem itu, selain zekering). Penembusan kabel pada geladak dan sekat harus ditutup rapat terhadap jalan lintas gas atau uap. Jalur lintasan kabel dan kabel-kabel dalam ruang muatan harus dilindungi terhadap kerusakan akibat benturan. Setiap peralatan lain yang mungkin merupakan sumber penyalaan dari uap yang mudah terbakar tidak boleh diizinkan.

Tabel 54.3 - Penerapan persyaratan pada kelas-kelas berbeda barang-barang berbahaya kecuali barang-barang padat berbahaya dalam bentuk curah. Class-Chapter VII 1 2 3 4 5.1 5.2 6.1 8

Regulation 54.2
.1.1 .1.2 .1.3
i

S S

6*

Acuan dibuat berdasar Rekomendasi tentang sistem-sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap untuk ruang-ruang kategori khusus yang disahkan oleh Organisasi dengan resolusi A.123(V).

7Mengacu ke Rekomendasi yang dipublikasi oleh Komisi Teknik Elektro Internasional dan,
khususnya, Publikasi 92 - Instalasi Listrik dalam Kapal

43

Bagian C
.1.4 .2 .3 .4.1 .4.2 .5 .6 .7 .8 .9
k

Peraturan 42, 43
S
l

S S
p

S
p

S S S
p


m,p

S
m,p
m,p m,p m


k,o


j l


m,p

m m

S S
p

S S
p

m,p n


p p m

p p m

S S

Catatan-catatan i Persyaratan ini diterapkan bila karakteristik bahan memerlukan jumlah air yang banyak untuk memadamkan api. j Berlaku untuk gas-gas beracun atau yang dapat terbakar k Kecuali barang-barang dari kelas 1 dalam divisi 1.4, kesesuaian grup S l Semua gas-gas yang dapat terbakar m Semua zat-zat cair yang mempunyai titik nyala dibawah 23oC (uji tertutup) n Hanya zat-zat cair o Barang-barang dari kelas 1 harus disimpan berjarak 3 meter dari batas-batas ruang mesin dalam semua kasus. p Mengacu ke Kode Kelautan Internasional Barang-Barang Berbahaya (resolusi A.81(IV) sesuai dengan perubahan) atau Kode Keselamatan Praktis untuk MuatanMuatan Padat Dalam Bentuk Curah (resolusi A.434(XI) sesuai dengan perubahan), sesuai dengan disyaratkan.

2.3Sistem deteksi Ruang muatan ro-ro harus dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dan alaram kebakaran yang dipasang tetap yang memenuhi persyaratan Peraturan 13. Semua ruang muatan jenis lain harus dipasang dengan sistem deteksi kebakaran dan alaram kebakaran yang dipasang tetap yang memenuhi persyaratan Peraturan 13 atau sistem deteksi hisapan contoh asap yang memenuhi persyaratan Peraturan 13-1. Jika sistem deteksi hisapan contoh asap dipasang, perhatian khusus harus diberikan berdasarkan Peraturan 13-1.1.11 untuk mencegah kebocoran asap beracun masuk ke dalam daerah-daerah yang terisi. 2.4Ventilasi 2.4.1Ventilasi dengan tenaga listrik yang cukup harus disediakan di dalam ruang-ruang muatan tertutup. Tata susunan harus sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan sekurangnya 6 kali pertukaran 44

Bab II-2: Konstruksi udara setiap jam dalam ruang muatan berdasarkan ruang muatan kosong dan untuk menghilangkan uap-uap dari bagian atas dan bawah ruang muatan itu, sesuai dengan yang disyaratkan. 2.4.2Kipas-kipas harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat menghindari kemungkinan penyalaan campuran udara gas yang mudah terbakar. Kisi-kisi yang sesuai harus dipasang diatas saluran masuk dan keluar bukaan-bukaan ventilasi. 2.5Pemompaan bilga Jika kapal digunakan untuk mengangkut cairan yang mudah terbakar atau beracun di dalam ruang muatan tertutup, sistem pemompaan bilga harus didesain sedemikian rupa untuk memastikan tidak terjadi pemompaan yang kurang hati-hati dari cairan tersebut saat melewati pipa ruang mesin atau pompa. Jika jumlah cairan yang diangkut besar, pertimbangan harus diberikan terhadap ketentuan penambahan sarana dari pengeringan ruang muatan itu. Saranasarana ini harus disetujui oleh Badan Pemerintah. 2.6Perlindungan personil 2.6.1Empat pasang pakaian pelindung lengkap yang tahan terhadap serangan zat kimia harus disediakan disamping perlengkapan petugas pemadam yang disyaratkan oleh Peraturan 17. Pakaian pelindung harus menutup semua kulit, sehingga tidak ada bagian dari tubuh yang tidak terlindungi. 2.6.2Sekurangnya dua alat pernafasan yang dapat mengisi sendiri harus disediakan sebagai tambahan untuk alat-alat yang disyaratkan oleh Peraturan 17. 2.7Pemadam kebakaran jinjing Pemadam kebakaran jinjing dengan kapasitas total sekurangnya 12 kg serbuk kering atau sepadannya harus disediakan untuk ruang muatan. Pemadam ini harus merupakan tambahan pemadampemadam kebakaran jinjing yang disyaratkan dibagian lain dalam Bab ini. 2.8Pemberian isolasi batas ruang mesin Sekat-sekat yang membentuk batas-batas antara ruang-ruang muatan dan ruang-ruang mesin kategori A harus diisolasi sesuai dengan standar AA-60@, kecuali jika bahan-bahan berbahaya disimpan sekurangnya dengan jarak horisontal 3 meter dari sekatsekat tersebut. Batas-batas lain antara ruang-ruang tersebut harus diisolasi sesuai dengan standar AA-60@. 45

Bagian C 2.9 Sistem air pancar

Peraturan 42, 43

Setiap ruang muat ro-ro terbuka yang mempunyai geladak diatasnya dan setiap ruang yang dianggap sebagai ruang muat ro-ro tertutup yang tidak mampu ditutup rapat harus dipasang dengan sistem air pancar bertekanan yang dipasang tetap yang disetujui yang dioperasikan secara manual yang harus melindungi semua bagian geladak manapun dan platform lantai kendaraan di dalam ruangan tersebut,, disamping itu Badan Pemerintah boleh mengizinkan penggunaan sistem pemadam kebakaran lain yang sama efektifnya yang dipasang tetap yang telah dibuktikan oleh uji skala penuh. Pada setiap kejadian tata susunan pengeringan dan pemompaan harus sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terbentuknya permukaan bebas. Jika ini tidak mungkin pengaruh yang merugikan atas stabilitas dari berat yang ditambahkan dan permukaan bebas air harus diperhitungkan hingga tingkat yang dianggap memadai untuk proses persetujuan informasi stabilitas oleh Badan Pemerintah.*1 3 Dokumen Pemenuhan 2

Badan Pemerintah harus melengkapi kapal dengan dokumen yang sesuai sebagai bukti pemenuhan persyaratan konstruksi dan perlengkapan dari Peraturan ini.

1* Mengacu ke Rekomendasi mengenai sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap untuk ruang-ruang muat kategori khusus yang disahkan oleh Organisasi dengan resolusi A.123(V).

2Mengacu ke MSC/Circ.642, Mengangkut barang-barang berbahaya - Dokumen penyesuaian

dengan persyaratan khusus untuk kapal-kapal yang mengangkut barang-barang berbahaya menurut ketentuan-ketentuan Peraturan II-2/54 SOLAS, sebagaimana dirubah dan ditambahkan.

46