Anda di halaman 1dari 29

Bab II-2 : Konstruksi

BAGIAN D Tindakan pencegahan kebakaran pada kapal tangki


( Persyaratan bagian ini merupakan tambahan untuk persyaratan bagian C kecuali Peraturan 53 dan 54 yang tidak berlaku untuk kapal tangki dan kecuali apabila dinyatakan lain dalam Peraturan 57 dan 58 )

Peraturan 55 Penerapan
1 Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, bagian ini harus diterapkan pada kapal tangki yang mengangkut minyak mentah dan hasil olahan minyak mentah yang mempunyai titik nyala tidak lebih dari 60 oC (uji tertutup), seperti ditentukan oleh alat titik nyala yang disetujui, dan tekanan uap (Reid) yang lebih rendah dari tekanan atmosfir dan hasil olahan cair lainnya yang mengamdung bahaya kebakaran yang sama. 2 Jika muatan-muatan cair selain muatan cair yang mengacu pada paragraf 1 atau gas-gas cair yang menimbulkan bahaya kebakaran tambahan akan diangkat, tindakan-tindakan keselamatan tambahan harus disetujui oleh Badan Pemerintah, dengan memperhatikan ketentuanketentuan Kode Internasional tentang pengankutan bahan kimia berahaya dalam bentuk curah, Kode pengnakutan bahan kimia berbahaya dalam bentuk curah, Kode Internasional tentang kapal pengangkut gas dalam bentuk curah dan kode tentang kapal pengangkut gas dalam bentuk curah yang berlaku. 3 Paragraf ini berlaku untuk semua kapal yang merupakan kapal pengangkut gabungan. Kapal-kapal tersebut tidak boleh mengangkut muatan padat -muatan padat kecuali jika semua tangki muatan dalam keadaan kosong atau apabila tata susunan yang ada dalam semua hal disetujui oleh Badan Pemerintah dan sesuai dengan persyaratan operasional yang terdapat dalam Petunjuk tentang Sistem Gas lamban (Inert).1 4 Kapal-kapal tangki yang mengangkut hasil olahan minyak mentah yang mempunyai titik nyala lebih dari 60oC (uji tertutup) seperti ditentukan dengan alat-alat titik nyala yang disetujui harus memenuhi ketentuanketentuan bagian C, disamping itu sebagai pengganti sistem pemadam kebakaran yang dipasang tetap yang disyaratkan dalam Peraturan 53, kapal-kapal tangki harus dilengkapi dengan sistem busa tetap di geladak yang harus memenuhi ketentuan Peraturan 61.

1Merujuk ke Petunjuk yang telah direvisi tentang sistem gaslamban yang disahkan oleh
Komite Keselamatan maritim pada sidang ke-48 bulan Juni 1983 (MSC/Circ.353).

38

Bab II-2 : Konstruksi 5 Persyaratan-persyaratan Peraturan 60 mengenai sistem gas lamban .1 kapal-kapal tangki kimia yang dibangun sebelum, pada atau setelah 1 Juli 1986 ketika mengangkut muatan yang dipaparkan dalam paragrap 1, dengan cataan kapal tersebut memenuhi persyaratanpersyaratan mengenai sistem gas lamban pada kapal tangki kimia yang dibuat oleh Organisasi;2atau kapal tangki kimia yang dibangun sebelum 1 Juli 1986,apabila mengangkut minyak mentah atau hasil olahan minyak mentah, asalkan kapal tersebut memenuhi persyaratan mengenai sistem gas lamban pada kapal tangki kimia yang mengangkut hasil olahan minyak mentah yang dibuat oleh Organisasi;3atau kapal pengangkut gas yang dibangun sebelum, pada atau setelah 1 Juli 1986 apabila mengangkut muatan-muatan yang dipaparkan dalam paragraf 1, asalkan kapal tersebut dilengkapi dengan tangki muat dengan tata susunan gas lamban sepadan dengan tangki muat yang ditentukan dalam paragraf 5.1 atau 5.2; atau kapal tangki kimia dan kapal pengangkut gas ketika mengangkut muatan-muatan yang mudah terbakar selain minyak mentah atau hasil olahan minyak mentah seperti muatan-muatan yang terdaftar dalam Bab VI dan VII tentang Kode Konstruksi dan Perlengkapan Kapal yang Mengangkut bahan Kimia Berbahaya Dalam Bentuk Curah atau Bab 17 dan 18 tentang Kode Internasional Konstruksi dan Perlengkapan Kapal-Kapal yang Mengangkut bahan Kimia Berbahaya Dalam Bentuk Curah;

tidak perlu diberlakukan pada :

.2

.3

.4

.4.1 jika dibangun sebelum 1 Juli 1986; atau .4.2 jika dibangun pada atau setelah 1 Juli 1986, asalkan kapasitas tangki yang digunakan untuk mengangkut tidak lebih dari 3000 m3 dan kapasitas nosel mesin pencuci tangki tidak lebih dari 17,5 m3/jam dan jumlah gabungan total yang keluar dari sejumlah mesin yang digunakan dalam tangki muat pada setiap

2 Merujuk ke Peraturan tentang sistem-sistem gas lamban pada kapal tangki kimia yang
disahkan oleh Organisasi dengan resolusi A.567(14).

3 Merujuk ke Peraturan sementara mengenai sistem-sistem gas lamban pada kapal-kapal


tangki kimia yang mengangkut produk-produk bensin yang disahkan oleh Organisasi dengan resolusi A.473(XII).

39

saat tidak lebih dari 110 m3/jam. 6 Kapal tangki kimia dan kapal pengangkut gas harus memenuhi persyaratan-persyaratan bagian ini, kecuali jika tata susunan alternatif dan tambahan yang diberikan disetujui oleh Badan Pemerintah, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan Kode Internasional pengangkut bahan kimia berbaya Dalam Bentuk Curah, Kode pengangkutan bahan kimia berbahaya dalam bentuk curah, kode internasional kapal pengangkut gas dalam bentuk curah, dan kode kapal pengangkut gas dalam bentuk curah.

Peraturan 56 Lokasi dan pemisahan ruangan


( Peraturan ini berlaku untuk kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992) 1 Ruang permesinan harus ditempatkan dibelakang tangki muat dan -tangki slop; tangki tersebut harus diletakkan dibelakang kamar pompa muat dan koferdam, tetapi tidak perlu setelah tangki penimbun bahan bakar minyak. Setiap ruang mesin harus diisolasi dari tangki muat dan tangki slop oleh koferdam, kamar pompa muat, tangki bahan bakar minyak atau tangki tolak bara. Kamar pompa yang berisi pompa dan pelengkapnya untuk mengisi tangki tolak bara ruang yang berdekatan dengan tangkitangki muat dan tangki slop dan pompa-pompa untuk memindahkan bahan bakar harus dipertimbangkan sebagai kamar pompa yang sama dengan kamar pompa muatan dalam kaitan dengan dengan peraturan ini. asalkan kamar pompa tersebut mempunyai standar keselamatan yang sama seperti yang disyaratkan untuk kamar pompa muat. Akan tetapi, bagian bawah kamar pompa dapat dicerukkan ke dalam ruang-ruang mesin kategori A untuk memuat pompa asalkan bagian atas dari cerukan itu tidak lebih dari 1/3 tinggi kapal diukur dari atas lunas, kecuali jika bobot mati kapal tidak lebih dari 25.000 ton, apabila dapat ditunjukkan bahwa karena alasan dari jalan dan tata susunan pipa yang layak hal ini tidak dapat diterapkan, Badan Pemerintah dapat mengijinkan cerukan melebihi ketinggian tersebut, tetapi tidak lebih dari 2 tinggi kapal diukur dari atas lunas 2 Ruang akomodasi, stasiun kontrol muatan utama, stasiun-stasiun kontrol dan ruang-ruang layanan (tidak termasuk gudang alat bongkar muat yang diisolasi) harus ditempatkan dibelakang semua tangki muat, tangki slop, dan ruang yang mengisolasi muatan atau tangki slop dari ruang mesin tetapi tidak perlu dibelakang tangki penimbun bahan bakar minyak dan tangki tolak bara, tetapi harus diatur dengan suatu cara sehingga satu kerusakan geladak atau sekat tidak akan memungkinkan masuknya gas atau uap dari tangki-tangki muatan ke dalam ruang akomodasi, stasiun kontrol muatan utama, stasiun kontrol atau ruang-ruang layanan. Sebuah cerukan yang dibuat sesuai dengan beralasan atau tidak praktis sarana itu dapat langsung diletakkan d alam kamar pompa setelah pipa menembus sekat

40

Bab II-2 : Konstruksi tersebut. Tata susunan pompa dan pipa terpisah yang dihubungkan dengan pipa pembagi harus paragrap 1 tidak perlu diperhitungkan apabila posisi ruang-ruang ini telah ditentukan. 3 Akan tetapi, jika dianggap perlu, Badan Pemerintah dapat mengizinkan ruang akomodasi, stasiun kontrol utama, stasiun kontrol, dan ruang pelayanan didepan tangki muatan, tangki slop dan ruang yang mengisolasi muatan atau tangki slop dari ruang mesin tetapi tidak perlu didepan tangki bahan bakar minyak atau tangki-tangki tolak bara. Ruangruang permesinan selain ruang permesinan kategori A, dapat diizinkan di depan tangki muatan dan tangki slop asalkan diisolasi dari tangki muatan dan tangki slop oleh koferdam, kamar pompa muat, tangki penimbun bahan bakar minyak dan tangki balas. Semua ruang diatas harus diberlakukan standar keselamatan yang sama dan dilengkapi dengan tata susunan pemadam kebakaran yang sesuai dengan persetujuan Badan Pemerintah. Ruang akomodasi, ruang kontrol muatan utama, stasiun kontrol dan ruang layanan harus ditata dengan suatu cara sehingga satu kerusakan pada geladak atau sekat tidak akan memungkinkan masuknya gas atau uap dari tangki-tangki muatan ke dalam ruang-ruang tersebut. Selain itu, jika dianggap perlu untuk keselamatan dan pelayaran, Badan Pemerintah dapat mengizinkan ruang-ruang mesin yang berisi mesin pembakaran dalam yang bukan mesin propulsi utama yang mempunyai tenaga lebih besar dari 375kW diletakkan di depan daerah muatan asalkan tata susunannya sesuai dengan ketentuan dalam paragrap ini. 4 Hanya pada kapal pengangkut gabungan : .1 Tangki-tangki slop harus dikelilingi oleh koferdam kecuali jika batas-batas tangki slop apabila slop yang diangkut pada pelayaran muatan kering adalah lambung, geladak muat utama, sekat kamar pompa muat atau tangki penimbun bahan bakar minyak. Koferdam ini tidak boleh terbuka ke dasar ganda, terowongan pipa, kamar pompa atau ruang tertutup lain. Sarana-sarana harus disediakan untuk mengisi koferdam dengan air dan untuk mengeringkannya. Jika batas tangki slop adalah sekat kamar pompa muat, kamar pompa tidak boleh terbuka ke dasar ganda, terowongan pipa atau ruang tertutup lain; tetapi, bukaan-bukaan yang dilengkapi dengan penutup kedap gas yang berbaut dapat diizinkan. Sarana-sarana harus disediakan untuk mengisolasi pipa yang menghubungkan kamar pompa dengan tangki slop merujuk pada paragraf 4.1. Sarana-sarana pengisolasi harus terdiri dari katup diikuti oleh flensa kaca mata atau spool piece dengan flensa tertutup yang sesuai. Tata susunan ini harus diletakkan berdekatan dengan tangki slop, apabila hal ini tidak dapat disediakan untuk mengeluarkan isi tangki slop langsung ke geladak terbuka untuk dibuang ke fasilitas penerimaan di darat ketika kapal dalam mengangkut muatan kering.

.2

41

.3

.4

Lubang palka dan lubang-lubang pembersihan menuju ke tangki slop hanya boleh diizinkan pada geladak terbuka dan harus dipasang dengan susunan penutup. Kecuali jika lubang palka dan lubang pembersihan terdiri dari pelat-pelat berbaut dengan baut pada ruang kedap air, susunan penutup ini harus dilengkapi dengan susunan pengunci yang harus dibawah pengawasan petugas kapal yang bertanggung jawab. Jika tangki-tangki muat samping dilengkapi dengan, jaringan pipa muatan minyak dibawah geladak harus dipasang di dalam tangki ini. Akan tetapi, Badan Pemerintah dapat mengizinkan jaringan pipa muatan minyak ditempatkan di dalam saluran khusus yang harus mampu dibersihkan dan diberi ventilasi dengan baik yang disetujui oleh Badan Pemerintah. Jika tangki muatan samping tidak dilengkapi, jaringan pipa muatan minyak dibawah geladak maka harus ditempatkan di dalam saluran khusus.

5 Jika diperlukan pemasangan posisi navigasi diatas daerah muatan, pemasangan itu hanya boleh digunakan untuk tujuan navigasi saja dan harus dipisahkan dari geladak tangki muat dengan menggunakan ruangan terbuka dengan tinggi sekurang-kurangnya 2 meter. Perlingungan kebakaran terhadap posisi navigasi tersebut harus ditambahkan seperti yang disyaratkan untuk ruang kontrol dalam Peraturan 58.1 dan 58.2 dan ketentuan-ketentuan lain, yang berlaku, dari bagian ini. 6 Harus tersedia sarana untuk menghindari luapan geladak masuk ke daerah akomodasi dan layanan. Ini dapat dipenuhi dengan cara memasang ambang menerus yang dipasang tetap dengan tinggi yang memadai yang terbentang dari sisi ke sisi. Pertimbagan khusus harus diberikan pada tata susunan yang ada kaitannya dengan muatan di buritan. 7 Batas-batas luar dari bangunan atas dan rumah-rumah geladak yang mengelilingi ruang akomodasi dan termasuk setiap geladak gantung yang menyangga akomodasi tersebut, harus diisolasi sesuai dengan standar AA60@ untuk seluruh bagian yang menghadap ke daerah muatan dan sisi-sisi sebelah luar dengan jarak 3 meter dari ujung batas yang menghadap ke daerah muatan. Dalam kaitan dengan sisi-sisi bangunan atas dan rumahrumah geladak itu, isolasi harus dipasang setinggi yang dianggap cukup oleh Badan Pemerintah. 8.1 Kecuali sebagaimana yang diizinkan dalam paragraf 8.2 dibawah ini, pintu-pintu masuk, saluran-saluran masuk udara dan bukaan-bukaan menuju ke ruang akomodasi, ruang layanan, stasiun kontrol dan ruang mesin tidak boleh menghadap ke daerah muatan. Bukaan-bukaan tersebut harus diletakkan pada sekat melintang yang tidak menghadap ke daerah muatan atau pada sisi luar bangunan atas atau rumah geladak pada jarak sekurangnya dari 4% panjang kapal tetapi tidak kurang dari 3 meter dari

42

Bab II-2 : Konstruksi ujung bangunan atas atau rumah geladak yang menghadap kedaerah muatan. Jarak ini tidak perlu lebih dari 5 meter. 8.2 Badan Pemerintah dapat mengizinkan pintu-pintu masuk pada sekatsekat batas menghadap ke daerah muatan atau dalam batas 5 meter seperti ditentukan dalam paragrap 8.1, menuju ke stasiun kontrol muatan utama dan ke ruang-ruang layanan seperti kamar perbekalan, kamar penyimpanan dan lemari-lemari, asalkan pintu-pintu tersebut tidak memberi jalan langsung atau tidak langsung ke setiap ruang lain yang berisi atau ruang yang digunakan untuk akomodasi, stasiun kontrol atau ruang layanan seperti dapur, dapur yang terdapat peralatan memasak atau bengkel, atau ruang-ruang serupa yang berisi sumber-sumber penyalaan uap. Batas dari salah satu ruangan tersebut harus diisolasi sesuai dengan standar AA-60@, dengan pengecualian untuk batas yang menghadap daerah muatan. Pelat yang dibaut untuk mengeluarkan mesin dapat dipasang pada batas-batas yang ditentukan dalam paragraf 8.1. Pintu-pintu rumah kemudi dan jendela-jendela rumah kemudi dapat diletakkan dalam batas-batas yangditentukan dalam paragraf 8.1 sepanjang pintu dan jendela itu didesain untuk memastikan bahwa pintu atau jendela rumah kemudi dapat dengan cepat dan efisien dibuat menjadi kedap gas dan uap. 8.3 Jendela-jendela dan tingkap-tingkap sisi yang menghadap ke daerah muatan dan yang berada pada sisi-sisi bangunan atas dan rumah kemudi pada batas-batas yang ditentukan dalam paragrap 8.1 harus dari tipe yang dipasang tetap (tipe yang tidak dapat dibuka). Jendela-jendela dan tingkaptingkap sisi yang berada di deretan pertama di geladak utama harus dipasang dengan penutup bagian dalam yang terbuat dari baja atau bahan lain yang sepadan.

Peraturan 57 Struktur, sekat-sekat dalam ruang akomodasi dan layanan dan rincian konstruksinya
1 Untuk penerapan persyaratan-persyaratan Peraturan 42, 43 dan 50 pada kapal-kapal tangki, hanya metode IC sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan 42.5.1 yang harus digunakan. 2 Jendela-jendela langit pada kamar pompa muat harus dari baja, tidak boleh mengandung kaca dan harus dapat ditutup dari luar kamar pompa.

Peraturan 58 Integritas kebakaran dari sekat dan geladak


(Paragraf 2.2(5) dan 2.2(9) Peraturan ini berlaku untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992)

43

1 Sebagai pengganti Peraturan 44 dan disamping memenuhi ketentuan khusus mengenai integritas kebakaran sekat-sekat dan geladak-geladak yang disebut ditempat lain dalam bagian ini, integritas kebakaran minimum sekat-sekat dan geladak-geladak harus seperti yang dipaparkan dalam tabel-tabel 58.1 dan 58.2. 2 Persyaratan-persyaratan berikut akan mengatur penggunaan tabel : .1 Tabel-tabel 58.1 dan 58.2 harus diterapkan pada sekat dan geladak yang memisahkan ruang-ruang yang berdekatan. .2 Untuk menentukan standar integritas kebakaran yang layak yang akan diterapkan pada divisi antara ruang-ruang yang berdekatan, ruang-ruang tersebut digolongkan sesuai dengan resiko kebakaran seperti dipaparkan dalam kategori (1) hingga (10) dibawah ini. Judul dari masing-masing kategori dimaksudkan untuk menunjukkan kekhususan daripada pembatasan. Nomor di dalam tanda kurung di depan masingmasing kategori mengacu pada lajur yang digunakan atau nomor urut di dalam tabel. (1) Stasiun kontrol Ruang-ruang yang berisi sumber energi dan penerangan darurat. Rumah kemudi dan kamar peta. Ruang-ruang yang berisi perlengkapan radio kapal. Kamar-kamar pemadam kebakaran, kamar-kamar. Kontol kebakaran dan stasiun pencatat kebakaran. Kamar kontrol untuk mesin penggerak yang ditempatkan diluar ruang mesin penggerak. Ruangan-ruangan yang berisi perlengkapan alarm kebakaran terpusat.

Tabel 58.1 - Integritas sekat-sekat kebakaran yang memisahkan ruangruang yang berdekatan

Ruang

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10

)
Ruang Kendali (1) Koridor (2)
c

A-0

A-0

A-60

A-0

A-15

A-60

A-15

A-60

A-60

B-0

B-0 A-0a B-0 A-0a B-0

B-0

A-60

A-0

A-60

A-0

Ruang akomodasi Tangga

(3) (4)

B-0

A-60

A-0

A-60

A-0

B-0

A-60

A-0

A-60

A-0

44

Bab II-2 : Konstruksi


A-0a Ruang layanan ( resiko rendah) (5) Ruang permesinan kategori A (6) Ruang permesinan yang lain (7) Ruang pompa muatan (8) Ruang layanan (resiko tinggi) (9) Geladak terbuka A-0a C A-60 A-0 A-60 A-0

A-0

A-0d

A-60

A-0b

A-0

A-0

A-60

A-60 b

(10)

Catatan : harus diterapkan pada tabel-tabel 58.1 dan 58.2, sesuai yang disyaratkan. a untuk klarifikasi mengenai yang akan diterapkan, lihat Peraturan 43 dan 46 bab ini. b jika ruang-ruang dari kategori yang sama dan huruf b muncul, sekat dan geladak dar kelas yang ditunjukkan dalam tabel hanya diwajibkan bila ruang-ruang yang berdekatan digunakan untuk tujuan yang berbeda, misal dalam kategori (9). Dapur disebelah dapur tidak memerlukan sekat tetapi dapur di sebelah kamar cat memerlukan sekat "A-0". c sekat yang memisahkan rumah kemudi, kamar peta dan kamar radio dari masing-masing ruang itu boleh dari kelas "B-0" d sekat dan geladak antara kamar pompa muatan dan ruang mesin kategori A dapat ditembus oleh poros penekan kamar pompa dan penetrasi penekan serupa, asalkan segel kedap gas dengan pelumasan yang efisien atau sarana lain yang menjamin kekuatan segel gas dipasang di sekat atau geladak itu. e isolasi kebakaran tidak perlu dipasang jika ruang mesin dalam kategori (7), yang menurut pendapat Badan Pemerintah, tidak mempunyai atau hanya mempunyai sedikit resiko kebakaran jika tanda bintang muncul dalam tabel, divisi diwajibkan harus dari baja atau bahan lain yang sepadan tetapi tidak perlu harus dari standar kelas "A".

(2) Lorong-lorong Lorong-lorong dan lobi-lobi (3) Ruang akomodasi Ruang-ruang seperti yang ditetapkan dalam Peraturan 3.10, tidak termasuk lorong-lorong

Tabel 58.2 - Integritas kebakaran geladak-geladak yang memisahkan ruang-ruang yang berdekatan

45

Ruang Ruang di bawah atas

(1) di

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

Ruang kendali (1)

A-0

A-0

A-0

A-0

A-0

A60 A60 A60

A-0

A-0

Koridor (2) Ruang akomodasi (3) Tangga (4) Ruang layanan (resiko rendah) (5) Ruang permesinan kategori A (6) Ruang permesinan yang lain (7) Ruang pompa muatan (8) Ruang layanan (resiko tinggi) (9) Geladak terbuka (10)

A-0

A-0

A-0

A-0

A60

A-0

A-0

A-0

A-0

A-0

A-0

A-0

A-0

A60 A60

A-0

A-0

A15

A-0

A-0

A-0

A-0

A-0

A60

A60

A60

A60

A60

A60c

A0

A60

A15

A-0

A-0

A-0

A-0

A-0

A0

A-0

A-0d

A-0

A60

A-0

A-0

A-0

A-0

A60

A-0

A-0b

Lihat catatan pada tabel 58.1

(4) Tangga-tangga tapak Tangga-tangga tapak di dalam, lift dan tangga berjalan (selain dari yang keseluruhanya

46

Bab II-2 : Konstruksi terdapat di dalam ruang mesin) dan ruangan-ruangan dibatasi untuk tujuan itu. Dalam hubungan ini, tangga tapak yang tertutup hanya pada satu tingkat saja harus dianggap sebagai bagian dari ruangan yang tidak terpisahkan oleh pintu kebakaran. (5) Ruang layanan (dengan resiko kebakaran rendah) Lemari-lemari dan kamar penyimpanan yang tidak mempunyai ketentuan untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar dan mempunyai luas kurang dari 4 m2 dan ruang pengeringan dan pencucian. (6) Ruang mesin kategori A Ruang- ruang seperti ditetapkan dalam Peraturan 3.19. (7) Ruang-ruang mesin lainnya Ruang mesin seperti yang ditetapkan dalam Peraturan 3.20 tidak termasuk ruang mesin kategori A (8) Kamar pompa muatan Ruang-ruang yang berisi pompa-pompa muatan dan jalan masuk serta tabung-tabung menuju ke ruang-ruang tersebut. (9) Ruang layanan (dengan resiko kebakaran tinggi) Dapur-dapur, dapur yang berisi peralatan memasak, kamar cat dan lampu, lemari-lemari dan gudang penyimpanan yang mempunyai luas 4 m2 atau lebih, ruang-ruang untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar, dan bengkelbengkel selain yang merupakan bagian dari ruang mesin. (10) Geladak terbuka Ruang geladak terbuka dan tempat-tempat untuk berjalanjalan yang tertutup yang tidak mempunyai resiko kebakaran. Ruang angin- angin (ruang diluar bangunan atas dan rumah-rumah geladak) (11) Ruang muatan ro-ro Ruang-ruang seperti yang ditetapkan dalam Peraturan 3.14. Ruang muatan yang dimaksudkan untuk mengangkut kendaraan bermotor dengan bahan bakar di dalam tangkinya untuk alat penggeraknya sendiri.

47

3 Langit-langit atau lapisan-lapisan kelas AB@ menerus, yang berhubungan dengan geladak-geladak atau sekat-sekat yang sesuai, dapat diterima sebagai pemberi konstribusi secara menyeluruh atau sebagian untuk pengisolasian dan integritas suatu pemisah yang disyaratkan. 4 Batas-batas luar yang disyaratkan dalam Peraturan 57.1 harus dari baja atau bahan lain yang sepadan boleh ditembus untuk memasang jendela dan tingkap-tingkap sisi asalkan tidak ada persyaratan ditempat lain dalam bagian ini yang mengharuskan batas-batas tersebut harus dari integritas kelas AA@. Sama halnya pada batas-batas tersebut yang tidak diharuskan mempunyai integritas kelas AA@, pintu-pintu boleh dari bahan yang disetujui oleh Badan Pemerintah. 5 Penutup permanen lampu kedap gas yang disetujui untuk menerangi kamar pompa muatan dapat diizinkan dalam sekat-sekat dan geladakgeladak yang memisahkan kamar pompa muatan dan ruang-ruang lain asalkan kekuatan penutup itu cukup dan integritas serta kekedapan gas dari sekat atau geladak dipertahankan.

Peraturan 59 Peranginan , purging, pembebasan gas dan ventilasi


(paragrap 2 Peraturan ini berlaku untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah 1 Februari 1992) 1 Peranginan tangki muatan

1.1 Sistem peranginan tangki muat pada kompartemen lain di kapal seluruhnya harus berbeda dari pipa-pipa udara. Tata susunan dan posisi bukaan-bukaan dalam geladak tangki muat dimana emisi uap yang mudah terbakar dapat terjadi harus sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan kemungkinan uap yang mudah terbakar masuk ke dalam ruang-ruang tertutup yang berisi sumber penyalaan, atau mengumpul di sekitar geladak mesin dan perlengkapan yang mungkin merupakan bahaya penyalaan. Sesuai dengan prinsip umum ini kriteria dalam paragraf 1.2 sampai 1.10 harus diterapkan. 1.2 Tata susunan peranginan harus didesain dan dioperasikan sedemikian sehingga dapat menjamin bahwa baik tekanan maupun hampa udara dalam tangki muatan tidak boleh lebih dari parameter desain dan harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat memberikan : .1 aliran campuran uap, udara atau gas lembam dengan volume kecil, yang disebabkan perbedaan panas dalam tangki muatan dalam semua hal melewati katup-katup

48

Bab II-2 : Konstruksi tekan/hampa; dan .2 lintasan campuran uap, udara atau gas lembam dengan volume besar pada waktu menaikkan muatan dan mengisi tangki balas, atau saat pembongkaran.

1.3.1 Tata susunan peranginan dalam setiap tangki muatan dapat berdiri sendiri atau digabung dengan tangki-tangki muatan lain dan dapat dihubungkan ke dalam pipa gas lembam. 1.3.2 Jika tata susunan digabungkan dengan -tangki muatan lain, baik katup penghenti atau sarana lain yang disetujui harus disediakan untuk mengisolasi setiap tangki muatan. Jika katup-katup penghenti tersebut dipasang, katup harus dilengkapi dengan tata susunan penguncian yang harus dibawah pengawasan petugas kapal yang bertanggung jawab. Setiap penyekatan harus menerus untuk memungkinkan aliran yang disebabkan oleh perbedaan panas dalam tangki muatan sesuai dengan paragraf 1.2.1. 1.4 Tata susunan lubang angin harus dihubungkan ke puncak setiap tangki muatan dan dalam keadaan kapal normal, trim dan miring harus dapat mengering sendiri masuk ke dalam tangki muatan. Jika tidak mungkin untuk menyediakan saluran yang dapat mengering sendiri, tata susunan permanen harus diadakan untuk mengeringkan saluran lubang angin ke tangki muatan. 1.5 Sistem lubang angin harus dilengkapi dengan peralatan untuk mencegah lintasan api masuk ke dalam tangki-tangki muatan. Desain, pengujian dan lokasi peralatan ini harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Pemerintah yang harus sekurang- sekurangnya sesuai dengan standar yang disahkan oleh Organisasi.4 1.6 Ketentuan harus dibuat untuk menjaga terhadap kemungkinan peningkatan cairan di dalam sistem lubang angin tersebut hingga mencapai suatu ketinggian yang dapat melebihi tinggi desain tangki muatan. Sistem tersebut harus dilengkapi dengan alarm peringatan tingkat ketinggian cairan atau sistem kontrol limpahan atau sarana-sarana yang sepadan lain, bersama dengan alat-alat ukur dan prosedur pengisian tangki muatan. 1.7 Bukaan-bukaan untuk melepaskan tekanan yang disyaratkan oleh paragraf 1.2.1 harus : .1 mempunyai ketinggian sebesar mungkin diatas geladak tangki muatan untuk memperoleh pengusiran

4 Merujuk

kepada MSC/Circ.677 pada standar yang telah direvisi mengenai rancangan, pengujian dan lokasi peralatan untuk mencegah lintasan api masuk ke dalam tangki muatan dalam kapal tangki dan kepada MSC/Circ.450/rev.1 pada faktor-faktor yang telah direvisi harus dipertimbangkan ketika merancang lubang tangki muatan dan pengaturan pembebasan gas.

49

maksimum dari uap-uap yang mudah terbakar tetapi sama sekali tidak kurang dari 2 meter diatas geladak tangki muatan. .2 kurang ditata pada jarak terjauh yang dapat dilakukan tetapi tidak dari 5 meter dari saluran masuk udara terdekat dan bukaanbukaan menuju ke ruang tertutup yang berisi sumber penyalaan dan dari permesinan dan perlengkapan geladak yang mungkin merupakan bahaya penyalaan.

1.8 Katup-katup tekan/hampa udara yang disyaratkan oleh paragraf 1.2.1 boleh dilengkapi dengan tata susunan jalan pintas bila katup itu diletakkan dalam pipa saluran lubang angin utama atau lubang peranginan yang tinggi. Jika tata susunan tersebut diadakan harus ada indikator yang sesuai untuk menunjukkan apakah jalan pintas itu terbuka atau tertutup. 1.9 Saluran keluar lubang angin untuk menaikkan muatan, pengeluaran dan pengisian tangki tolak bara yang disyaratakan oleh paragrap 1.2.2 harus : .1.1 mengizinkan aliran bebas dari campuran-campuran uap; atau .1.2 membiarkan katup penutup saluran pengeluaran dari campuran uap untuk mencapai kecepatan tidak kurang 30 m/dtk; tegak .2 ditata sedemikian rupa sehingga campuran uap dikeluarkan lurus ke arah atas. .3 jika metodenya adalah aliran bebas campuran uap, harus sedemikian sehingga saluran keluar tidak boleh kurang dari 6 meter diatas geladak tangki muatan atau di depan dan belakang tangga naik kapal (gang way) jika diletakkan dalam jarak 4 meter dari tangga naik kapal (gang way) dan diletakkan tidak kurang dari 10 meter diukur secara horisontal dari saluran masuk udara terdekat dan bukaan-bukaan menuju ke ruang tertutup yang dapat membakar penyalaan dan dari geladak mesin dan perlengkapan yang mungkin merupakan bahaya penyalaan. jika metode itu adalah pengeluaran kecepatan tinggi, harus diletakkan pada ketinggian tidak kurang dari 2 meter diatas geladak tangki muatan dan tidak kurang dari 10 meter diukur secara horisontal dari saluran masuk udara terdekat dan bukaan-bukaan menuju ke ruang tertutup yang berisi sumber penyalaan dan dari geladak permesinan dan perlengkapan yang mungkin akan

.4

50

Bab II-2 : Konstruksi menimbulkan bahaya penyalaan. Saluran keluar ini harus dilengkapi dengan peralatan kecepatan tinggi dari tipe yang disetujui. .5 harus didesain berdasarkan kecepatan pemuatan yang didesain maksimum dikalikan oleh faktor sekurangnya 1,25 untuk memperhitungkan evolusi gas, untuk mencegah tekanan di dalam setiap tangki muatan melebihi tekanan desain. Nahkoda harus diberi informasi mengenai kecepatan pemuatan maksimum yang diizinkan untuk masing-masing tangki muatan dan jika sistem lubang anginnya gabungan, untuk masingmasing kelompok tangki muatan.

1.10 Pada kapal yang mengangkut muatan kombinasi, tata susunan untuk mengisolasi tangki slop yang berisi minyak atau sisa minyak dari tangki muatan lain harus terdiri dari flensa buta yang tetap berada di posisinya setiap saat apabila muatan- muatan selain muatan cair sesuai peraturan 55.1 yang diangkut. 2 Purging dan/atau pembebasan gas5 tangki muatan

Tata susunan untuk mempurging dan/atau membebaskan gas harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan bahaya akibat pengeluaran uap-uap yang mudah terbakar di atmosfir dan campuran yang mudah terbakar dalam tangki muatan. Maka : .1 Bila kapal dilengkapi dengan sistem gas lembam, tangki-tangki muatan pertama-tama harus dipurging sesuai dengan ketentuan Peraturan 62.13 hingga konsentrasi uap hidrokarbon dalam tangki muatan telah berkurang sampai volumenya kurang dari 2%. Setelah itu, pembebasan gas dapat dilaksanakan pada geladak tingkat tangki muatan.

.2 Bila kapal tidak dilengkapi dengan sistem gas lembam, pengoperasiannya harus ditata sedemikian rupa sehingga uap yang mudah terbakar dikeluarkan lebih dahulu. .2.1 .2.2 melalui saluran-saluran keluar lubang angin seperti ditentukan dalam paragraf 1.9; atau melalui saluran-saluran keluar sekurangnya 2 meter diatas geladak tangki muatan dengan kecepatan aliran tegak lurus dipertahankan pada sekurangnya 30 m/dtk selama waktu

5 Merujuk ke MSC/Circ.677 tentang standar yang telah direvisi mengenai desain, pengujian
dan lokasi peralatan untuk mencegah lintasan api masuk ke dalam tangki-tangki muatan dan kepada MSC/Circ.450/Rev.1 pada faktor-faktor revisi yang harus dipertimbangkan ketika merancang lubang tangki muatan dan pengaturan pembebasan gas.

51

operasi pembebasan gas; atau .2.3 melalui saluran-saluran keluar sekurang-sekurangnya 2 meter diatas ketinggian geladak tangki muatan dengan kecepatan aliran tegak lurus sekurang-sekurangnya 20 m/s yang dilindungi oleh peralatan yang sesuai untuk mencegah lintasan api.

Apabila konsentrasi uap yang dapat terbakar pada saluran keluar telah dikurangi hingga 30% dari batas nyala terendah, setelah itu pembebasan gas dapat dilanjutkan pada tingkat geladak tangki muatan. 3 Ventilasi

3.1 Kamar-kamar pompa muat harus diberi ventilasi mekanik dan buangan dari kipas harus disalurkan ke suatu tempat yang aman di atas geladak terbuka. Ventilasi kamar-kamar ini harus mempunyai kapasitas yang cukup untuk mengurangi hingga serendah-rendahnya kemungkinan berkumpulnya uap-uap yang mudah terbakar. Jumlah pergantian udara harus sekurang-kurangnya 20 kali setiap jam, berdasarkan volume kotor ruangan. Saluran udara harus ditata sedemikian rupa sehingga semua ruangan memperoleh ventilasi secara efektif. Ventilasi harus dari tipe hisap dengan menggunakan kipas dari tipe yang tidak menimbulkan bunga api. 3.2 Tata susunan lubang masuk dan lubang buang ventilasi dan bukaanbukaan pada ruang batas rumah geladak dan batas bangunan atas yang lain harus ditata sedemikian rupa untuk melengkapi ketentuan-ketentuan paragraf (a) peraturan ini. Ventilasi tersebut, khususnya untuk ruang-ruang permesinan harus ditempatkan dibelakang sejauh hal ini dapat dilakukan. Dalam hal ini pertimbangan harus diberikan bilamana kapal diperlengkapi sarana untuk memuat atau membongkar di buritan. Sumber-sumber penyalaan seperti perlengkapan listrik harus ditata sedemikian rupa untuk menghindari bahaya ledakan. 3.3 Pada kapal pengangkut gabungan semua ruang muatan dan setiap ruang-ruang tertutup yang berdekatan dengan ruang-ruang muatan harus dapat diventilasi secara mekanik. Ventilasi mekanik dapat dilakukan dengan kipas-kipas jinjing. Sistem peringatan gas yang disetujui yang dipasang tetap yang mampu memantau uap yang mudah terbakar harus disediakan dalam kamar-kamar pompa muat dan saluran pipa serta koferdam merujuk ke Peraturan 56.4 berdekatan dengan tangki slop. Tata susunan yang sesuai harus dibuat untuk memudahkan pengukuran uap yang mudah terbakar dalam semua ruang lain yang berada didalam daerah muatan. Pengukuran tersebut harus dapat dilakukan dari geladak terbuka atau posisi yang mudah terjangkau. 4 Melembamkan, ventilasi dan pengukuran gas

52

Bab II-2 : Konstruksi 4.1 Paragraf ini harus diterapkan pada kapal tangki minyak yang dibangun pada atau setelah 1 Oktober 1994.

4.2 Ruang lambung ganda dan dasar ganda harus dipasang dengan sambungan yang sesuai untuk pasokan udara. 4.3 Diatas kapal tangki yang disyaratkan untuk dipasang dengan sistem gas lembam : .1 .2 ruang-ruang lambung ganda harus dipasang dengan sambungan yang sesuai untuk memasok gas lembam; jika ruang lambung ganda dihubungkan pada sistem pembagi gas lembam yang dipasang tetap, harus tersedia sarana untuk mencegah gas hidrokarbon dari tangki-tangki muatan memasuki ruang-ruang lambung ganda melalui sistem itu.; jika ruang-ruang tersebut tidak dihubungkan secara tetap pada sistem pembagi gas lembam, harus tersedia sarana untuk mengizinkan sambungan pada saluran pipa gas lembam.

.3

4.4.1 Instrumen-instrumen jinjing yang sesuai untuk mengukur konsentrasi oksigen dan uap yang mudah terbakar harus disediakan. Dalam memilih instrumen ini, perhatian khusus harus diberikan pada penggunaan instrumen yang dikombinasikan dengan sistem pengambilan contoh gas merujuk pada paragraf 4.4.2. 4.4.2 Jika atmosfer di dalam ruang lambung ganda tidak dapat diukur dengan menggunakan selang elastis pengambil contoh gas, ruang-ruang tersebut harus dipasang dengan pipa permanen pengambil contoh gas. Konfigurasi dari sistem pipa tersebut harus disesuaikan dengan rancangan dari ruang tersebut. 4.4.3 Bahan-bahan konstruksi dan ukuran dari pipa pengambil contoh gas harus sedemikian rupa sehingga menghindari adanya pembatasan. Jika bahan-bahan plastikdigunakan, bahan-bahan tersebut harus dapat menghantarkan listrik.

Peraturan 60 Perlindungan tangki muat


1 Untuk kapal-kapal tangki dengan bobot mati 20.000 ton keatas perlindungan daerah geladak tangki muat dan tangki muat harus dapat dijangkau oleh sistem busa geladak yang dipasang tetap dan sistem gas lembam yang dipasang tetap sesuai dengan syarat-syarat sesuai peraturan 61 dan 62, kecualiapabila, sebagai pengganti instalasi diatas, Badan

53

Pemerintah, setelah mempertimbangkan tata susunan dan perlengkapan kapal dapat menyetujui kombinasi-kombinasi lain dari instalasi yang dipasang tetap jika instalasi itu memberikan perlindungan yang sepadan dengan yang diatas itu, sesuai dengan Peraturan I/5. 2 Dengan pertimbangan yang sama, sistem yang diajukan sebagai pengganti sistem busa geladak harus: .1 .2 mampu memadamkan api yang terjatuh dan juga menghalangi penyalaan minyak yang tertumpah yang belum terbakar; dan Mampu melawan api di dalam tangki-tangki yang pecah.

3 Yang dianggap setara, sistem yang diajukan sebagai pengganti sistem gas lambam yang di pasang tetap, harus: .1 Mampu mencegah akumulasi yang membahayakan dari campuran yang mudah meledak di dalam tangki-tangki muatan utuh selama operasi normal sepanjang pelayaran dengan menggunakan dengan tolak bara dan diperlukan dalam pengoperasian tangki; dan didesain sedemikian hingga dapat mengurangi resiko percikan dari pembangkit listrik statis oleh sistem itu sendiri.

.2

4 Kapal-kapal tangki dengan tonase kotor 20.000 atau lebih yang dibangun sebelum tanggal 1 Sepetember 1984 yang digunakan dalam pelayaran mengangkut minyak mentah harus dilengkapi sistem gas lembam, yang memenuhi persyaratan paragraf 1, tidak melewati: .1 untuk tangki dengan tonase kotor 70.000 atau lebih, pada tanggal 1 September 1984 atau tanggal penyerahan kapal, mana yang lebih akhir; dan untuk kapal tangki dengan tonase kotor kurang dari 70.000 , pada tanggal 1 Mei 1985 atau tanggal penyerahan kapal, mana yang terjadi lebih akhir, kecuali untuk kapal tangki dengan tonase kotor kurang dari 40.000 yang tidak di lengkapi dengan mesin pencuci tangki yang mempunyai aliran sendiri yang lebih besar dari 60 m3/h, Badan Pemerintah dapat membebaskan kapal tangki tersebut dari persyaratan-persyaratan paragraf ini, jika tidak ada alasan dan tidak praktis untuk memberlakukan Peraturan ini, dengan memperhitungkan karakteristik desain kapal.

.2

5 Kapal-kapal tangki dengan tonase kotor 40.000 lebih yang dibangun sebelum tanggal 1 September 1984 yang digunakan dalam pelayaran mengangkut minyak selain minyak mentah dan setiap kapal tangki dengan tonase kotor 20.000 atau lebih yang digunakan dalam pelayaran

54

Bab II-2 : Konstruksi mengangkut minyak selain minyak mentah yang di pasang dengan mesinmesin pencuci tangki yang mempunyai aliran sendiri lebih besar dari pada 60 m3/h harus dilengkapi dengan sistem gas lembam, yang memenuhi persyaratn dalam paragraf 1, tidak melewati: .1 untuk kapal tangki dengan tonase kotor 70.000 atau lebih pada tanggal 1 September 1984 atau tanggal penyerahan kapal,dipilih mana yang lebih akhir; dan untuk kapal tangki dengan tonase kotor kurang dari 70.000 pada tanggal 1 Mei 1985 atau tanggal penyerahan kapal, dipilih yang terjadi akhir.

.2

6 Semua kapal tangki yang menggunakan prosedur pembersihan tangki muatan dengan memakai pencuci minyak mentah harus dilengkapi dengan sistem gas lembam yang memenuhi persyaratan Peraturan 62 dan dengan mesin-mesin pencuci tangki yang dipasang tetap. 7 Semua kapal tangki yang dipasang dengan sistem gas lembam harus dilengkapi dengan sistem ullage tertutup. 8 Kapal-kapal tangki dengan tonase kotor kurang dari 20.000 harus dilengkapi dengan sistem busa geladak yang memenuhi persyaratan Peraturan 61.

Peraturan 61 Sistem busa di geladak yang dipasang tetap


1 Tata susunan untuk menyediakan busa harus mampu mengalirkan busa ke seluruh daerah geladak tangki muat demikian juga ke dalam setiap tangki muatan yang geladaknya telah rusak. 2 Sistem busa harus mampu di operasikan dengan mudah dan cepat. Stasiun kontrol utama untuk sistem itu harus di letakkan ditempat yang sesuai diluar daerah muatan, berdekatan dengan ruang akomodasi dan dapat di jangkau dengan segera dan dapat dioperasikan jika terjadi kebakaran dalam daerah yang dilindungi. 3 Kecepatan pasok larutan busa tidak boleh kurang dari yang terbesar berikut ini: .1 0.6 l/menit permeter persegi dari luas geladak tangki muatan, dimana luas geladak tangki muatan adalah lebar maksimum kapal dikalikan dengan panjang total dari tangki-tangki muatan; 6 l/menit per meter persegi dari luas bidang mendatar dari suatu tangki yang mempunyai luas terbesar; atau

.2

55

.3

3 l/menit per meter persegi dari luas yang dilindungi oleh monitor terbesar, daerah tersebut seluruhnya berada di depan monitor itu, tetapi tidak kurang dari 1,250 liter/menit.

4 Busa dengan konsentrasi yang cukup harus di pasok untuk menjamin sekurang-kurangnya 20 menit pembentukan busa dalam kapal tangki yang dilengkapi dengan instalasi gas lembam atau 30 menit dari pembentukan busa dalam kapal tangki yang tidak dilengkapi dengan instalasi gas lembam saat menggunakan kecepatan larutan yang ditentukan dalam paragraf 3.1, 3.2 atau 3.3, diambil yang terbesar. Perbandingan ekspansi busa (yaitu, perbandingan antara volume busa yang diproduksi terhadap campuran antara air dan konsentrasi pembuat busa yang dipasok) yang umumnya tidak boleh melebihi 12 berbanding 1. Jika sistem yang biasanya menghasilkan busa ekspansi yang rendah tetapi perbandingan ekspansi sedikit melebihi 12 berbanding 1, jumlah larutan busa yang tersedia harus dihitung dengan perbandingan ekspansi 12 banding 1. Bilamana digunakan perbandingan ekspansi busa menengah (perbandingan ekspansi antara 50:1 dan 150:1), pemakaian kecepatan busa dan kapasitas dari instalasi monitor itu harus disetujui oleh Badan Pemerintah. 5 Busa yang berasal dari sistem busa yang di pasang harus disuplai oleh peralatan monitor dan aplikator busa. Sekurang-kurangnya tetap 50% dari pasokan cairan busa yang disyaratkan dalam paragraf 3.1 dan 3.2 harus dialirkan dari tiap monitor. Pada kapal tangki dengan tonase kotor kurang dari 4.000, Badan Pemerintah boleh tidak mensyaratkan pemasangan instalasi monitor tetapi hanya aplikator. Akan tetapi, pada setiap kasus kapasitas tiap aplikator harus sekurang-kurangnya 25% dari kecepatan pasokan larutan busa yang disyaratkan dalam paragraf 3.1 atau 2.2. 6.1 Jumlah dan letak monitor harus sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi paragraf 1. Kapasitas setiap monitor harus sekurang-kurangnya 3 l/menit larutan busa per meter persegi luas geladak yang dilindungi oleh monitor itu, daerah tersebut seluruhnya berada di depan monitor, kapasitas monitor itu tidak boleh kurang dari 1,250 l/menit. 6.2 Jarak terjauh dari monitor menuju daerah yang dilindungi dengan kebutuhan yang besar, berada di depan monitor itu tidak boleh lebih dari 75% dari keluaran monitor pada kondisi udara tenang. 7 Monitor dan sambungan selang untuk aplikator busa harus kedua sisi kiri dan kanan di depan kimbul dan ruang akomodasi yang menghadap ke geladak tangki muat.

56

Bab II-2 : Konstruksi 8 Aplikator harus dilengkapi sarana untuk menjamin tindakan yang luwes pada saat operasi pemadaman kebakaran dan untuk melindungi daerah yang di tercakup oleh monitor. Kapasitas dari aplikator tidak boleh kurang dari 400l/menit dan daya dorong aplikator pada kondisi udara tenang tidak boleh kurang dari 15 meter. Jumlah aplikator busa yang disediakan tidak boleh kurang dari empat. Jumlah dan kedudukan pipa saluran keluaran busa harus sedemikian hingga busa yang paling sedikit dari dua aplikator dapat diarahkan menuju ke beberapa bagian luasan geladak tangki muat. 9 Katup harus disediakan di dalam saluran pipa busa, dan didalam pipa saluran kebakaran bilamana bagian ini adalah bagian keseluruhan perlengkapan dari sistem busa geladak, dengan segera bagian depan dari beberapa posisi monitor yang melindungi bagian yang dirusak dari peralatan utama tersebut. 10 Pengoperasian sistem busa di geladak dan hasil keluaran yang disyaratkan tersebut harus memungkinkan penggunaan secara serentak sejumlah minimum pancaran air yang disyaratkan pada tekanan yang di syaratkan dari saluran pipa kebakaran.

Peraturan 626 Sistem Gas lembam


(Paragraf 19.1 dan 19.2 dari Peraturan ini di terapkan untuk kapal-kapal yang dibangun pada atau setelah tanggal 1 Februari 1992) 1 Sistem gas lembam yang merujuk pada Peraturan 60 harus di desain, dibangun dan diuji untuk disetujui Badan Pemerintah. Sistem ini harus di desain* dan dioperasikan untuk membuat dan mempertahankan udara dari tangki-tangki muatan tidak dapat terbakar setiap saat 7 kecuali bila , tangki-tangki tersebut disyaratkan harus bebas dari gas. Jika sistem gas lembam tidak dapat memenuhi persyaratan operasional yang ditentukan diatas dan telah diteliti bahwa hal tersebut tidak mungkin dilaksanakan akibat suatu perbaikan, kemudian pembongkaran muatan, pengeluaran toalk bara dan pembersihan tangki yang diperlukan hanya dapat dilanjutkan apabila Akondisi darurat@ sebagaimana tercantum dalam Apetunjuk tentang sistem gas lembam@ dipenuhi. 2 Sistem harus mampu:

6 Merujuk pada MSC/Circ.677 tentang standar yang diperbaharui untuk desain, pengujian

dan penempatan lintasan yang dilalui api dalam tangki muatan, MSC/Circ.485 tentang klarifikasi persyaratan sistem gas lembam berdasarkan SOLAS 1974, yang telah ditambah dan diubah, dan MSC/Circ.387 tentang pedoman untuk sistem gas lembam yangtelah direvisi.

7Dalam Peraturan ini, istilah tangki muatan juga termasuk tangki penyimpanan. 57

.1

melembamkan tangki-tangki muat kosong dengan mengurangi kandungan oksigen di dalam udara yang terdapat di dalam tiap tangki hingga ke tingkat dimana pembakaran tidak dapat didukung; mempertahankan atmosfir dalam setiap bagian dari setiap tangki muatan dengan kandungan oksigen tidak melebihi 8% volume dan pada suatu tekanan positif setiap saat di pelabuhan dan di laut kecuali bilaman tangki tersebut harus bebas dari gas; memungkinkan kebutuhan udara untuk masuk ke sebuah tangki pada operasi normal kecuali bilamana tangki tersebut harus bebas dari gas; membersihkan tangki muatan kosong dari gas hidrokarbon, sehingga pelaksanaan pembebasan gas berikutnya tidak akan menyebabkan terbentuknya udara yang mudah terbakar dalam tangki.

.2

.3

.4

3.1 Sistem harus mampu mengalirkan gas lembam ke tangki-tangki muatan pada debit sekurang-kurangnya 125% dari debit pengeluaran maksimum dari kapal yang dinyatakan sebagai volume. 3.2 Sistem harus mampu mengalirkan gas lembam dengan kandungan O2 tidak lebih dari 5% volume gas di dalam saluran pipa yang memasok lembam ke tangki-tangki muatan pada setiap kecepatan alir yang disyaratkan. 4 Pasokan gas lembam boleh diperlakukan seperti gas flue dari ketelketel utama atau ketel-ketel bantu. Badan Pemerintah dapat menyetujui sistem yang menggunakan gas flue dari satu atau lebih generator gas terpisah atau sumber-sumber lain atau kombinasi dari sumber-sumber itu, dengan catatan standar keselamatan yang setara dicapai. Sistem tersebut hendaknya sejauh memungkinkan memenuhi persyaratan-persyaratn Peraturan ini. Sistem yang menggunakan karbondioksida yang disimpan tidak boleh diizinkan kecuali apabila Badan Pemerintah meyakini bahwa resiko penyalaan dari pembangkit listrik statis oleh sistem itu sendiri dapat di minimalkan. 5 Katup-katup pengisolasi gas flue tercampur harus dipasang dalam saluran pipa pemasok gas lembam antara keluaran ketel dan scrubber gas flue. Katup-katup ini harus dilengkapi dengan indikator untuk menunjukkan apakah katup-katup itu terbuka atau tertutup, dan tindakan pencegahan harus diambil untuk mempertahankan kekedapan katup udara dan menjaga dudukan bebas dari kerak sisa pembakaran. Tata susunan harus dibuat untuk menjamin bahwa penghembus jelaga tidak dapat dioperasikan bila katup ketel penghasil gas flue tersebut terbuka.

58

Bab II-2 : Konstruksi 6.1 Scrubber gas flue harus dipasang yang akan mendinginkan secara effektif sejumlah gas yang ditentukan dalam paragraf 3 dan menghilangkan hasil pembakaran yang mengandung sulfur dan padatanpadatan. Tata susunan air pendingin harus sedemikian hingga pasok air yang memadai harus selalu tersedia tanpa mengganggu beberapa pelayanan penting di atas kapal. Perlengkapan juga harus disediakan untuk pasokan air pendingin alternatif. 6.2 Filter atau peralatan-peralatan sepadan harus dipasang untuk mengurangi jumlah air yang terbawa ke dalam blower gas lembam. 6.3 Skrubber harus berada di belakang semua tangki muatan, kamarkamar pompa dan koferdam yang memisahkan ruang-ruang ini dari ruang permesinan katagori A. 7.1 Sekurang-kurangnya 2 blower harus dipasang yang secara bersamaan harus mampu mengalir ke tangki muatan,sejumlah minimum gas seperti yang disyaratkan dalam paragraf 3. Dalam sistem dengan menggunakan generator gas, Badan Pemerintah hanya boleh mengizinkan satu blower jika sistem tersebut mampu mengalirkan seluruh volume gas yang disyaratkan dalam paragraf 3 ke ruangan yang dilindungi, dengan catatan bahwa suku cadang yang memadai untuk blower beserta penggeraknya dibawa ke atas kapal untuk memungkinkan setiap kegagalan blower beserta penggeraknya diperbaiki oleh awak kapal. 7.2 Dua pompa bahan bakar harus dipasang pada generator gas lembam. Badan Pemerintah hanya boleh mengizinkan satu pompa bahan bakar pada kondisi dengan suku cadang pompa bahan bakar beserta penggeraknya dibawa ke atas kapal agar awak kapal mampu memperbaiki setiap kerusakan dari pompa bahan bakar dan penggeraknya. 7.3 Sistem gas lembam harus didesain sedemikian rupa sehingga tekanan maksimum yang dapat digunakan pada setiap tangki muatan tidak akan melebihi tekanan pengujian dari tangki muatan. Tata susunan katup yang sesuai untuk mematikan harus disediakan pada sambungan di hisapan dan keluaran dari blower. Tata susunanya harus dilengkapi dengan sarana untuk memungkinkan berfungsinya instalasi gas lembam sebelum pengeluaran muatan dimulai. Jika blower di gunakan untuk membebaskan gas, saluran masuk ke dalamnya harus dilengkapi dengan tata susunan penutupan. 7.4 Blower harus diletakkan di belakang semua tangki muatan, kamar pompa muatan dan koferdam yang memisahkan ruang-ruang ini dari ruang mesin kategori A. 8.1 Pertimbangan khusus harus diberikan pada desain dan lokasi skrubber

59

dan blower bersama dengan pipa dan perlengkapannya untuk mencegah kebocoran gas flue masuk ke dalam ruang-ruang tertutup. 8.2 Untuk memungkinkan perawatan yang aman, segel air tambahan atau peralatan efektif lain untuk mencegah kebocoran gas flue harus di pasang di antara katup pengisolasi gas tercampur dan skrubber atau penghubung gas masuk ke skrubber. 9.1 Katup pengatur gas harus di pasang dalam pipa saluran pemasok gas lembam. Katup ini harus dikendalikan secara otomatis untuk menutup seperti yang disyaratkan dalam paragraf 19.3 dan 19.4. Katup juga harus mampu mengatur aliran gas lembam ke tangki muatan secara otomatis kecuali jika tersedia peralatan lain untuk mengontrol secara otomatis kecepatan blower gas lembam seperti disyaratkan dalam paragraf 7. 9.2 Katup yang sesuai dengan ketentuan dalam paragraf 9.1 harus diletakkan di depan sekat terdepan dari yang aman 8 dari gas dimana ruang tersebut di lewati pipa gas lembam. 10.1 Sekurang-kurangnya 2 peralatan tolak balik, salah satunya harus berfungsi menjadi penyegel air, harus dipasang dalam pipa saluran gas lembam untuk mencegah kembalinya uap hidrokarbon ke bagian atas ruang mesin atau ke setiap ruang-ruang yang aman dari gas pada kondisi seperti biasanya dalam keadaan kapal trim, miring dan kapal gerak. Peralatan harus diletakkan antara katup otomatis yang disyaratkan oleh paragraf 9.1 dan sambungan di ujung paling belakang dari tiap tangki muatan atau seluruh pipa muatan. 10.2 Peralatan-peralatan yang sesuai dengan ketentuan dalam paragraf 10.1 harus diletakkan pada daerah muatan di atas geladak. 10.3 Penyegel air yang sesuai dengan ketentuan dalam paragraf 10.1 harus mampu di pasok oleh dua pompa yang terpisah, yang masing-masing pompa itu harus mampu mempertahankan pasokan dalam jumlah yang memadai setiap saat. 10.4 Tata susunan penyegel dan sambungannya harus sedemikian sehingga dapat mencegah aliran balik dari uap hidrokarbon dan akan menjamin kelayakan fungsi dari segel selama dalam pengoperasian. 10.5 Perlengkapan harus disiapkan untuk menjamin penyegel air dilindungi terhadap pembekuan, dengan cara sedemikian hingga keutuhan segel tidak terganggu karena pemanasan berlebihan. 10.6 Tata susunan lingkaran air atau peralatan lain yang di setujui harus dipasang pada setiap pasokan air yang bersangkutan dan pipa pengering dan setiap peranginan atau pipa pengamat yang menuju ke ruang-ruang

8 Ruangan

yang aman gas adalah ruangan dimana masuknya gas-gas hidrokarbon akan menimbulkan bahaya kebakaran atau keracunan.

60

Bab II-2 : Konstruksi yang aman dari gas. Harus tersedia sarana untuk mencegah lingkaran tersebut menjadi kosong dengan cara dihampakan. 10.7 Penyegel air yang ada di geladak dan tata susunan lingkaran harus mampu mencegah kembalinya uap hidrokarbon pada tekanan yang sama dengan tekanan pengujian tangki muatan. 10.8 Peralatan kedua harus berupa katup tolak balik atau yang memiliki kemampuan sepadan untuk mencegah kembalinya uap atau cairan dan di pasang penyegel air seperti yang di syaratkan dalam paragraf 10.1. Katup harus dilengkapi dengan peralatan penutup positif sebagai alternatif terhadap peralatan penutup positif semacam itu, katup tambahan yang mempunyai peralatan penutup seperti diatas boleh disediakan di depan katup tolak balik untuk mengisolasi penyegel air geladak dari pipa saluran gas lembam ke tangki muatan. 10.9 Sebagai usaha perlindungan tambahan terhadap kemungkinan kebocoran cairan atau uap hidrokarbon kembali dari pipa saluran geladak, peralatan harus disediakan untuk memungkinkan bagian dari saluran antara katup memiliki peralatan penutup yang positif yang sesuai dengan ketentuan dalam paragraf 10.8 dan katup yang sesuai dengan ketentuan dalam paragaraf 9 harus diberi lubang angin dengan cara yang aman ketika katup ini pertama kali ditutup. 11.1 Pipa saluran gas lembam dapat dibagi menjadi dua atau lebih cabang di depan peralatan tolak balik yang disyaratkan dalam paragraf 10. 11.2.1 Saluran gas lembam harus dilengkapi dengan pipa bercabang menuju ke masing-masing tangki muatan. Pipa cabang gas lembam harus dipasang dengan katup penghenti atau peralatan pengendali yang sepadan untuk mengisolasi masing-masing tangki. Jika katup penghenti dipasang, katup tersebut harus dilengkapi dengan tata susunan pengunci, dimana peralatan tersebut harus berada dalam pengawasan perwira yang bertanggung jawab. 11.2.2 Dalam kapal pengangkut kombinasi, tata susunan untuk mengisolasi tangki slop yang berisi minyak atau sisa-sisa minyak dari tangki-tangki lain harus terdiri dari flense buta yang akan tetap dalam posisi setiap saat bila muatan yang diangkut selain minyak kecuali seperti yang disediakan untuk bagian yang bersangkutan dari Petunjuk tentang Sistem Gas Lembam. 11.3 Harus disediakan sarana untuk melindungi tangki muatan terhadap pengaruh tekanan berlebihan atau hampa yang disebabkan oleh perbedaan panas bila tangki muatan diisolasi dari pipa saluran gas lembam. 11.4 Sistem pipa harus di desain sedemikian sehingga dapat mencegah

61

pengumpulan muatan atau air dalam jaringan pipa pada semua kondisi normal. 11.5 Tata susunan yang sesuai harus disediakan untuk memungkinkan saluran pipa gas lembam dapat dihubungkan ke pasokan luar dari gas lembam. 12 Tata susunan peranginan untuk semua uap yang dipindahkan dari tangki muatan pada saat mengisi muatan dan pengisian untuk penolak bara harus memenuhi Peraturan 59.1 dan harus terdiri dari salah satu atau lebih peranginan tinggi atau sejumlah sejumlah peranginan dengan kecepatan tinggi. Pipa saluran pasok gas lembam boleh di gunakan untuk peranginan tersebut. 13 Tata susunan untuk melembamkan, mempurging atau membebaskan gas dari tangki-tangki kosong seperti disyaratkan dalam paragraf 2 harus disetujui Badan Pemerintah dan harus ditata sedemikian hingga pengumpulan dari uap-uap hidrokarbon dalam kantong-kantong oleh bagian struktural internal dalam sebuah tangki diminimalkan dan bahwa: .1 pada masing-masing tangki muat pipa saluran keluaran gas, jika di pasang, harus di tempatkan sejauh mungkin dari saluran masuk udara atau gas lembam dan sesuai dengan Peraturan 59.1. Saluran masuk dari pipa keluaran tersebut dapat ditempatkan pada ketinggian geladak atau pada tempat yang tidak lebih dari 1 meter di atas dasar tangki; luas penampang pipa keluaran gas, yang sesuai dengan paragraf 13.1 harus sedemikian hingga kecepatan keluar sekurangkurangnya 20 m/detik dapat dipertahankan bila tiga tangki secara serempak dipasok oleh gas lembam.Keluarannya harus menjulang tidak kurang dari 2 m di atas ketinggian geladak. setiap keluaran gas yang sesuai dengan paragraf 13.2 harus dipasang dengan tata susunan penutupan yang sesuai.

.2

.3

.4.1 Jika sambungan dipasang antara pipa saluran pemasok gas lembam dan sistem pipa muatan, tata susunanya harus dibuat untuk menjamin pengisolasian yang efektif dengan memperhatikan perbedaan tekanan yang besar yang mungkin ada di antara sistem tersebut. Sambungan itu harus terdiri dari 2 katup penghenti dengan pengaturan peranginan ruangan antara katup-katup dengan cara yang aman atau pengaturan spool piece beserta dengan penutupnya. .4.2 katup yang memisahkan pipa saluran pasok gas lembam dari pipa saluran muatan dan yang ada disisi pipa saluran muatan harus katup tolak balik dengan peralatan penutup positif.

62

Bab II-2 : Konstruksi 14.1 Satu atau lebih peralatan-peralatan pemecah tekanan atau vacuum harus di sediakan untuk mencegah tangki-tangki muatan dari : .1 tekanan positif yang melebihi tekanan uji tangki muatan jika tangki harus dimuati pada kapasitas kecepatan maksimal dan semua saluran keluar tetap tertutup; dan tekanan negatif yang lebih dari 700 mm kolom air jika muatan dibongkar pada kecepatan maksimum pompa muatan dan blower gas lembam menjadi rusak.

.2

Peralatan-peralatan tersebut harus di pasang pada pipa-pipa saluran gas lembam kecuali jika peralatan yang dipasang pada sistem peranginan yang disyaratkan dalam Peraturan 59.1.1 atau pada setiap tangki muatan. 15 Harus disediakan sarana untuk secara terus-menerus menunjukkan temperatur dan tekanan gas lembam pada sisi keluaran dari blower gas, setiap saat blower gas dioperasikan. 16.1 Instrumentasi harus di pasang untuk menunjukkan secara terusmenerus dan secara permanen mencatat, pada saat gas lembam dipasok. .1 .2 tekanan dari pipa saluran pasokan gas lembam di depan peralatan tolak balik yang di syaratkan oleh paragraf 10.1; dan kandungan oksigen dari gas lembam dalam pipa saluran gas lembam pada sisi keluaran dari blower gas.

16.2 Peralatan yang sesuai dengan paragraf 16.1 harus ditempatkan dalam ruang kontrol muatan ( jika disediakan ). Tetapi jika tidak ada ruang kontrol muatan, peralatan harus ditempatkan pada posisi yang mudah di jangkau oleh perwira yang berwenang untuk mengoperasikan muatan. 16.3 Selain itu, alat pengukur harus dipasang : .1 dalam anjungan navigasi untuk menunjukkan tekanan yang sesuai dengan paragraf 16.1.1 setiap saat dan tekanan dalam tangki slop pada kapal pengangkut kombinasi, sewaktu tangki tersebut diisolasi terhadap pipa saluran gas lembam; dan dalam kamar kontrol mesin atau dalam ruang mesin untuk menunjukkan kandungan oksigen yang mengacu pada paragraf 16.1.2.

.2

17 Instrumen jinjing harus disediakan untuk mengukur konsentrasi oksigen dan uap yang mudah terbakar. Selain itu, tata susunan yang sesuai

63

harus dibuat pada tiap tangki muatan sehingga kondisi atmosfir tangki dapat ditentukan dengan menggunakan instrumen jinjing tersebut. 18 Sarana-sarana yang memadai harus disediakan untuk mengkalibrasi rentang dan titik nol dari kedua alat ukur yang dipasang tetap dan instrumen jinjing pengukur konsentrasi gas, yang merujuk pada paragraf 16 dan 17. 19.1 Untuk sistem gas lembam dari keduanya jenis gas flue dan gas alarm yang dapat terdengar dan terlihat harus disediakan untuk menunjukkan : .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 .8 tekanan air rendah dan kecepatan alir air rendah pada skrubber gas flue sebagaimana merujuk pada paragraf 6.1; tingkat ketinggian air dalam skrubber gas flue sebagaimana merujuk pada paragraf 6.1; temperatur ketinggian gas sebagaimana merujuk pada paragraf 15; kerusakan blower gas lembam merujuk pada paragraf 7; kandungan onsigen lebih dari 8% dari volume sebagaimana yang merujuk pada paragraf 16.1.2; kerusakan sumber energi ke sistem pengendali otomatis untuk katup pengatur gas dan untuk menunjukkan peralatan-peralatan sebagaimana merujuk pada paragraf 9 dan 16.1; tingkat ketinggian air rendah dalam penyegel air sebagaimana merujuk pada paragraf 10.1; tekanan gas yang kurang dari 100 m kolom air sebagaimana merujuk pada paragraf 16.1.1. Tata susunan alarm harus sedemikian hingga menjamin tekanan dalam tangki slop pada kapal pengangkut kombinasi di pantau setiap saat; dan tekanan gas tinggi sebagaimana merujuk pada paragraf 16.1.1.

.9

19.2 Untuk sistem gas lembam dari generator gas inert, tambahan alarm yang dapat terdengar dan terlihat harus disediakan untuk menunjukkan: .1 .2 .3 ketidak cukupan pasokan bahan bakar kegagalan dari sumber tenaga ke generator gas lembam. kegagalan dari sumber tenaga listrik ke sistem otomatis untuk generator. pengendali

64

Bab II-2 : Konstruksi 19.3 Penghenti otomatis blower gas lembam dan katup pengatur gas harus diatur pada batas-batas yang ditetapkan sebelumnya yang harus dicapai sesuai dengan paragraf 19.1.1, 19.1.2 dan 19.1.3. 19.4 Penghenti otomatis dari katup pengatur gas harus diatur berkenaan dengan paragraf 19.1.4. 19.5 Berkenaan dengan paragraf 19.1.5, bila kandungan oksigen dari gas lembam melebihi 8% dari volume gas, harus segera diambil tindakan untuk memperbaiki kualitas gas. Kecuali jika kualitas perbaikan-perbaikan gas, semua pengoperasian tangki muatan harus dihentikan sehingga dapat menghindari udara masuk ke dalam tangki-tangki tersebut dan katup pengisolasi yang merujuk pada paragraf 10.8 harus ditutup. 19.6 Alarm-alarm yang disyaratkan sesuai paragraf 19.1.5, 19.1.6 dan 19.1.8 harus dipasang dalam ruang mesin dan kamar kontrol muatan,(jika dipasang), tetapi dalam setiap hal, pada posisi tersebut alarm itu diterima dengan segera oleh awak kapal yang bertanggung jawab. 19.7 Berkenaan dengan paragraf 19.1.7, Badan Pemerintah harus menjamin bahwa ketersediaan cadangan air yang cukup setiap saat dan keutuhan dari tata susunan yang memungkinkan pembentukan segel air otomatis bila aliran gas terhenti. Alarm yang terdengar dan terlihat bila ketinggian air yang rendah dalam segel air harus beroperasi bila gas lembam tidak dipasok. 19.8 Sistem alarm yang terdengar yang terpisah dari alarm yang disyaratkan dalam paragraf 19.1.8 atau penghenti otomatis pompa muatan harus disediakan untuk beroperasi bila batas-batas tekanan rendah yang ditetapkan sebelumnya dicapai dalam pipa saluran gas lembam. 20 Kapal tangki yang dibangun sebelum tanggal 1 September 1984 yang diwajibkan mempunyai sistem gas lembam harus setidak-tidaknya memenuhi persyaratan Peraturan 62 bab II-2 Konvensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di laut, 1974. 9 Selain itu kapal tangki tersebut harus memenuhi persyaratan Peraturan ini, kecuali untuk: .1 sistem-sistem gas lembam yang dipasang diatas kapal tangki tersebut sebelum tanggal 1 Juni 1981 tidak perlu memenuhi paragraf berikut: 3.2, 6.2,7.4, 8, 9.2, 10.2, 10.7, 10.9, 11.3, 11.4, 12, 13.1, 13.4.2, 14.2 dan 19.8; sistem gas lembam yang dipasang diatas kapal tangki tersebut pada atau setelah tanggal 1 Juni 1981 tidak perlu memenuhi paragraf berikut 3.2, 6.3, 7.4, 12, 13.1, 13.2, dan 14.2.

.2

9 Teks yang ditetapkan dalam Konferensi Internasional tentang Keselamatan Jiwa di


Laut, 1974.

65

21 Buku petunjuk rincian instruksi harus disediakan diatas kapal yang meliputi pengoperasian,keselamatan dan persyaratan perawatan, ancaman terhadap kesehatan yang berkaitan dengan sistem gas lembam dan penerapannya pada sistem tangki muat. 10 Buku petunjuk itu harus mencakup petunjuk mengenai prosedur yang harus diikuti jika terjadi kesalahan atau kerusakan pada sistem gas lembam.

Peraturan 63 Kamar pompa muatan


1 Setiap kamar pompa muatan harus dilengkapi dengan salah satu sistem pemadam kebakaran yang dipasang secara permanen yang dioperasikan dari posisi yang mudah dijangkau di luar kamar pompa. Kamar pompa muatan harus dilengkapi dengan sistem yang sesuai untuk ruang mesin katagori A. 1.1 Baik sistem karbodioksida ataupun sistem hidrokarbon berhalogeran yang memenuhi ketentuan dalam Peraturan 5 dan dengan peralatan berikut: .1 alarm yang merujuk pada Peraturan 5.1.6 harus aman untuk digunakan dalam campuran udara atau uap muatan yang mudah terbakar; pemberitahuan harus ditampilkan pada tempat pengendali yang menyatakan bahwa karena bahaya penyalaan listrik statis, sistem hanya boleh digunakan untuk memadamkan kebakaran dan tidak untuk tujuan melembamkan.

.2

1.2 Suatu sistem busa ekspansi tinggi yang memenuhi ketentuan paragraf 9, dengan catatan konsentrasi busa yang dipasok untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan muatan-muatan yang dibawa. 1.3 Sistem pancaran air bertekanan yang dipasang tetap yang memenuhi ketentuan Peraturan 10. 2 Jika media pemadaman yang digunakan dalam sistem kamar pompa muatan juga digunakan dalam sistem yang melayani ruangan lain, jumlah media yang disediakan atau kecepatan pengalirannya tidak perlu lebih dari kecepatan maksimum yang disyaratkan untuk kompartemen paling luas.

10 Merujuk

pada pedoman yang diperbaharui untuk sistem gas lembam oleh Komite Keselamatan Maritim pada Sidang ke 48 pada bulan Juni 1983 (MSC/Circ.353).

66