Anda di halaman 1dari 4

BAB VIII Kapal-kapal Nuklir

halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Penerapan Penerapan dari bab lain Pembebasan Persetujuan dari Instalasi reaktor Kelayakan Instalasi reaktor untuk pelayanan di kapal Keamanan terhadap radiasi Penilaian Keselamatan Petunjuk kerja Suevey Sertifikat Pengawasan khusus Bencana-bencana

Peraturan 1,2,3,4,5,6

Peraturan 1 Penerapan
Bab ini berlaku untuk semua kapal-kapal nuklir kecuali kapal perang

Peraturan 2 Penerapan dari bab lain


Peraturan-peraturan yang termaktub dalam bab lain dari konvensi ini berlaku bagi kapal nuklir sebagaimana telah diubah oleh bab ini. *

Peraturan 3 Pembebesan
Suatu kapal nuklir, dalam tiap keadaan apapun, tidak boleh dibebaskan terhadap pemenuhan dengan tiap peraturan dari konvensi ini.

Peraturan 4 Persetujuan dari reaktor Instalasi


Desain, konstruksi dan standar pemeriksaan dan pemasangan reaktor instalasi harus mendapat persetujuan dan penetapan dari Badan Pemerintah dan harus memperhatikan pembatasan yang ditentukan pada pemeriksaan-pemeriksaan oleh adanya radiasi.

Peraturan 5 Kelayakan instalasi reaktor untuk pelayaran di kapal.


Reaktor harus didesain dengan memperhatikan kondisi khusus pelayaran di kapal baik dalam keadaan normal maupun dalam navigasi khusus.

Peraturan 6 Keamanan terhadap radiasi


Badan Pemerintah harus melakukan suatu pengukuran untuk memperoleh kepastian bahwa tidak ada radiasi yang tidak wajar atau bahaya nuklir lainnya di laut atau di pelabuhan, kepada awak kapal, penumpang, atau masyarakat atau bagi alur pelayaran atau makanan atau sumber-sumber air.

Peraturan 7 Penilaian Keselamatan

* Mengacu pada kode tentang Keselamatan Kapal Niaga Nuklir resolusi A.491(XII) yang
melengkapi persyaratan bab ini.

(a) Suatu penilaian keselamatan harus dipersiapkan untuk memungkinkan mengadakan penilaian tentang instalasi tenaga nuklir dan keamanan kapal untuk memastikan bahwa tidak ada radisasi yang tidak wajar atau bahaya lain, di laut, atau pelabuhan bagi awak kapal, penumpang atau masyarakat atau bagi alur-alur pelayaran atau makanan atau sumber air. Badan Pemerintah apabila yakin, harus menyetujui penilaian keselamatan tersebut yang harus selalu dijaga pemutakhirannya . (b) Penilaian Keselamatan harus dilakukan jauh-jauh sebelumnya untuk dapat digunakan oleh negara-negara penandatangan dari negaranegara yang akan dikunjungi kapal nuklir tersebut sehingga negara itu dapat mengadakan penilaian atas keamanan kapal itu.

Peraturan 8 Petunjuk kerja


Suatu petunjuk kerja yang sangat rinci harus dipersiapkan demi kepentingan para pelaksana dalam menunaikanm tugas mereka tentang semua hal yang ada kaitannya dengan operasi instalasi tenaga nuklir dan yang mempunyai kaitan yang penting terhadap keamanan. Badan Pemerintah, jika yakin harus menyetujui petunjuk kerja tersebut dan sebuah salinannya harus disimpan di kapal. Petunjuk kerja tersebut harus selalu dimutakhirkan.

Peraturan 9 Survey
Survey dari kapal-kapal Nuklir termasuk persyaratan-persyaratan yang dapat diterapkan dari peraturan 7 dari Bab I, atau dari peraturan 8,9 dan 10 dari Bab I, kecuali apabila ada radiasi pemeriksaan akan dibatasi. Disamping itu, survey harus meliputi setiap syarat khusus dari penilaian keselamatan. Dalam segala hal disamping peraturan 8 dan 10 dari Bab I, dilaksanakan secara teratur tidak kurang dari setahun.

Peraturan 10 Serfipikat
(a) Ketetapan dari paragraf (a) dari peraturan 12 dari Bab I dan dari peraturan 14 dari Bab I tidak berlaku pada kapal Nuklir (b) Suatu sertifikat, disebut Serfipikat Keselamatan Kapal Penumpang Nuklir harus diterbitkan setelah inspeksi dan survey pada kapal penumpang hasilnya memenuhi persyaratan Bab II-1, II-2, III, IV dan VIII dan persyaratan lain dari peraturan yang berlaku. (c) Suatu sertifikat, disebut Sertifikat Keselamatan Kapal Barang Nuklir yang harus diterbitkan setelah inspeksi dan survey pada suatu

Peraturan 1,2,3,4,5,6 kapal barang nuklir yang hasilnya memenuhi persyaratan yang berlaku pada kapal barang pada survey yang mengikuti peraturan 10 dari Bab I, dan memenuhi dengan persyaratan Bab II-1, II-2, III, IV, dan VIII dan persyaratan penting lain dari peraturan yang berlaku. (d) Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang Nuklir dan Sertifikat Keselamatan Kapal Barang Nuklir harus menyatakan bahwa kapal, menjadi suatu kapal nuklir, dipenuhi dengan semua persyaratan Bab VIII dari konvensi dan memenuhi penilaian keselamatan yang disetujui untuk kapal tersebut. (e) Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang Nuklir dan Sertipikat Keselamatan Kapal Barang Nuklir harus berlaku untuk suatu periode tidak lebih dari 12 bulan. (f) Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang Nuklir dan Sertipikatsertipikat Keselamatan Kapal Barang Nuklir harus diterbitkan masingmasing oleh Badan Pemerintah atau oleh perseorangan atau Organisasi yang diakui. Dalam tiap hal, Badan Pemerintah tersebut harus bertanggung jawab penuh atas sertifikat tersebut.

Peraturan 11 Pengawasan Khusus ***


Disamping pengawasan yang ditetapkan oleh peraturan 19 Bab I, kapal-kapal nuklir harus dikenkan pengawasan khusus sebelum memasuki pelabuhan dan pelabuhan-pelabuhan dari pemerintahpemerintah penandatangan dengan maksud untuk mengetahui apakah di kapal ada sertifikat keselamatan kapal nuklir yang berlaku dan apakah tidak ada radiasi yang tidak wajar atau bahaya-bahaya lain di laut atau di pelabuhan, bagi awak kapal, penumpang atau masyarakat atau bagi alur pelayaran atau makanan atau sumber air.

Peraturan 12 Korban Kecelakaan


Apabila kecelakaan yang mengarah pada bahaya keselamatan lingkungan. Nakhoda dari suatu kapal nuklir harus dengan segera memberitahukan kepada Badan Pemerintah. Nakhoda juga harus memberitahukan pada pejabat pemerintah dari negara yang perannnya mungkin ditempati kapakl itu atau perannnya sedang disetujui kapal yang dalam keadaan masuk.

* Sesuai IMO/IAEA Rekomendasi tentang Keselamatan pada pemakaian Pelabuhan oleh kapal-kapal niaga nuklir.