Anda di halaman 1dari 27

Kelompok 10 Fakultas Kedokteran Trisakti

Dari hasil anamnesis:


Umur 26 tahun Kehamilan pertama Datang atas rujukan bidan Keluar air-air sejak 4 jam sebelum masuk RS Gerakan janin masih terasa dan masih mulas Riwayat haid teratur HPHT: 14 Januari 2011 Demam disangkal Riwayat keputihan makin berat

Status Obsetric Awal


Fundus uteri 27 cm Kontraksi ireguler DJJ 150 dpm Inspeksi vulva uretra tenang Inspekulo tampak fluor albus Tampak cairan merembes dari ostium Tes lakmus (+)

Hasil USG
Air ketuban berkurang -> Indeks cairan amnion 7,2 cm Lab masih dalam batas normal

Masalah
Datang atas rujukan bidan -> sos.ek rendah? Higienitas? Keluar air-air sejak 4 jam sebelum masuk RS -> Ketuban pecah HPHT: 14 Januari 2011 dan tinggi FU 27 cm -> Umur kehamilan 34 minggu, tapi tinggi fundus rendah (N:32 cm), kenapa? Riwayat keputihan makin berat

Hipotesis
Ketuban pecah dini Adalah pecahnya selaput ketuban saat kehamilan belum sampai berusia 37 minggu

Hal-hal yang mendukung hipotesis:


Keluar air-air 4 jam sebelum masuk RS Keputihan yang memungkinkan adanya infeksi Tinggi fundus uteri yg rendah dapat dikarenakan air ketuban yg keluar Tes lakmus (+) = Berubah biru = Air ketuban Indeks cairan amnion 7,2 cm (Normalnya 14 cm)

Anamnesis tambahan: - Warna air (Jika hijau indikasi Meconium, jika bening air ketuban) - Bau air-air yang keluar - Penyakit sistemik maternal (DM, Hipertensi, dll) - Gaya hidup (merokok, alkohol, dll) - Riwayat trauma

Ketuban Pecah Dini


Penyebab: 1.Uterus yang berkontraksi. 2.Infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput ketuban maupun ascenden dari vagina atau infeksi pada cairan ketuban. 3.Tekanan intra uterin yang meningkat secara berlebihan (overdistensi uterus) misalnya adanya tumor, hidramnion, dan gemelli. 4.Trauma, hal ini bisa didapat dari hubungan seksual, pemeriksaan ataupun amniosintesis, hal ini biasanya disertai infeksi.

5. Kelainan letak misalnya lintang, sehingga tidak ada bagian terendah yang menutupi pintu atas panggul (PAP) yang dapat menghalangi tekanan terhadap membran bagian bawah. 6. Defisiensi asam askorbat sehingga menyebabkan berubahnya kolagen.

Pada kasus ini kemungkinan terbesar penyebab pecahnya ketuban yaitu karena adanya infeksi akibat keputihan (flour albus).

Patofisiologi: Terdapat ketidakseimbangan antara sintesis dan degradasi ekstraseluler matriks. Perubahan struktur, jumlah sel, dan katabolisme kolagen menyebabkan aktivitas kolagen berubah dan menyebabkan selaput ketuban pecah. Degradasi kolagen dimediasi oleh sistem aktivitas dan inhibisi interleukin (IL-1) dan prostaglandin. Jika ada infeksi dan inflamasi terjadi peningkatan aktifita IL-1 dan prostaglandin, kemudian menghasilkan kolagenase jaringan, sehingga terjadi depolimerisasi kolagen pada selaput korion / amnion, menyebabkan selaput ketuban

Tatalaksana KPD pada kehamilan preterm


1. Rawat inap (Kalau tidak bagaimana?) 2. Selama dirawat diberikan terapi: -> Karena ditakutkan bayi akan Kortikosteroid
lahir prematur dan paru-paru belum matang Antibiotik -> Untuk prevensi karena sangat mungkin ada infeksi jika ketuban pecah, untuk fluor albus? Kultur dan resistensi tes cairan amnion dengan amniosentesis

1. Setelah pemantauan, apakah kehamilan masih dapat dipertahankan?

Tatalaksana KPD pada kehamilan preterm


1. Rawat inap (Kalau tidak bagaimana?) 2. Selama dirawat diberikan terapi: Dapat memicu penghasilan -> Karena ditakutkan bayi akan Kortikosteroid
-

1. Setelah pemantauan, apakah kehamilan masih dapat 1. Meningkatkan kandungan dipertahankan? protein surfaktan A, B, C, D

surfaktan yang lebih lahir prematur dan paru-paru belum matang awal Yang karena sangat mungkin Antibiotik -> Untukprevensibiasa digunakan ada infeksi jika ketuban pecah, untuk fluor albus? dexamethasone/betamethaso Kultur dan resistensi tes cairan amnion dengan ne amniosentesis Cara kerja: 2. merangsang aktifitas Semua enzim penting untuk biosintesis fosfolipid

Selama 4 hari perawatan


Timbul demam Gerakan janin berkurang Keluhan air-air masih ada Status generalis: Suhu 38,9oC Status obsetric: Palpasi uterus nyeri, DJJ 162 dpm, masih tampak cairan ketuban

Fungsi Surfaktan

Diagnosis
Hal ini menandakan telah terjadi komplikasi yaitu

infeksi intrauterin

tidak dapat dipertahankan


Dan kehamilan

Gejala
Ibu demam suhu diatas 38,9oC (karena ada infeksi) Takikardia pada ibu atau pada janin Nyeri pada uterus Cairan amnion yang purulen atau berbau tidak sedap Leukosit darah lebih dari 15.000 mm2 Adanya nyeri tekan uterus

Pemeriksaan Tambahan
Pemeriksaan Lab USG -> Untuk mengetahui posisi bayi dan jumlah cairan amnion

Tatalaksana Lanjutan
4. Karena adanya infeksi intrauterin, maka HARUS SEGERA DILAKSANAKAN PERSALINAN

Kehamilan Preterm
Definisi Persalinan yang terjadi antara usia kehamilan 20-37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir

Yang harus diperhatikan pada bayi preterm: 1. Perawatan bayi dalam inkubator 2. Pemberian oksigen 3. Makanan bayi premature 4. Pencegahan infeksi

Bayi PJT Usia kehamilan cukup tapi pertumbuhannya terhambat Wasted

Bayi Preterm Usia kehamilan kurang dari 37 minggu, Kecil tetapi montok Kepala tampak lebih besar daripada perut tetapi tulang kepala masih tipis Merah atau sangat merah muda Panjang <50 cm Lingkar kepala <35 cm Rambut lanugo Kulit transparan, berkilat, tipis Telinga, jaringan payudara, genitalia; semua belum matur Tonus otot kurang

Putih atau merah muda pucat Panjang lebih dari 50 cm Lingkar kepala >35 cm Rambut hitam dan lebat Kulit kering, longgar, dan tebal Telinga, jaringan payudara, genital; semua matur Tonus otot baik

Perbandingan bayi PJT dan bayi normal

Penyebab PJT

Prognosis
Dubia ad bonam

Kesimpulan
Ketuban pecah dini yang diakibatkan oleh infeksi pada kasus ini, dapat meningkatkan risiko pertumbuhan janin terhambat pada janinnya. Dan karena sudah terjadi infeksi, maka harus segera dilaksanan persalinan.

Daftar Pustaka
Prawiharjo S.Ketuban pecah dini.In: Saifudin BA,editor.Ilmu kebidanan.4th ed. Jakarta : Bina Pusaka Sarwono Prawiharjo; 2008: 679-81. Hay WW,2001; Dudley DJ et al,2003; Cunningham FG et al, 2001 Dudley DJ et al,2003; Cunningham FG et al, 2001 Mayo Clinic. [Internet] Available at: http://www.mayoclinic.com/health/symptoms-ofpregnancy/pr00102. Accessed on 2010 April 19. Sadler.TW. 2000. Embriologi Kedokteran Langman. Jakarta: EGC Prawiharjo S.Ketuban pecah dini.In: Saifudin BA,editor.Ilmu kebidanan.4th ed. Jakarta : Bina Pusaka Sarwono Prawiharjo; 2008: 115-29, 213,488-90 Benson,RC. 2000. Handbook of Obstetrics & Ginecology. Canada: Lange Medical Publications; 265-9