Anda di halaman 1dari 16

PERENCANAAN LOKASI

Perencanaan lokasi merupakan suatu kegiatan strategis yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan sehingga perusahaan atau pabrik dapat beroperasi dengan lancar, dengan biaya yang rendah, dan memungkinkan perluasan di masa datang. Dalam menentuhn lokasi perusahaan, manajer perlu mempertirnbangkan berbagai faktor seperti kedekatan terhadap pasar, kemudian mendapatkan bahan baku, rendahnya biaya tenaga kerja, rendahnya biaya transportasl, dan lain-lain.

Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam:

-Melayani konsumen dengan memuaskan -Mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup dan kontinyu dangan harga yang layak dan memuaskan -Mendapatkan tenaga keria yarrg cukup -Memungkinkan perluasan perusahaan di kemudian hari

Lokasi menupakan salah satu taktor penting bagl perusahaan karena dapat mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan hidup perusahaan. Terdapat dua hal penting yang mendasari pemilihan lokasi, yaitu merupakan komitmen jangka panjang dan berpengaruh terhadap biaya operasi dan pendapatan. Perusahaan pada umumnya berada di suatu lokasi pada masa yang cukup lama. Apabila lokasi sudah ditentukan, bangunan sudah didirikan dsan mesln-mesin sudah dipasang, perusahaan tidak akan begitu mudah untuk memindahkan lokasi kegiatannya, jika kemudian disadari bahwa lokasi yang dipilih tidak tepat. Kesalahan seperti ini akan sulit untuk diperbaiki tanpa adanya resiko kerugian investasi yang besar. Kesalahan dalam pemilihan lokasli juga dapat mengakibatkan tingginya biaya transportasi, kekurangan tenaga kerja, kehliangan kesempatan dalam bersaing, tidak cukupnya bahan baku yang tersedia, atau hal-hal serupa yang mengganggu kelancaran operasi perusahaan, yang pada akhirya dapat mengakiabatkan rendahnya pendapatan operasi.

Perencanaan atau evaluasi lokasi tidak saja dilakukan bagi perusahaan yang baru berdiri tetapi juga dilakukan bagi perusahaan yang sudah beroperasi faktor berikut , yang disebabkan oleh

Berpindahnya pusat kegiatan bisnis Berubahnya adat kebiasaan masyarakat Berpinahnya konsentrasi pemukiman Adanya jaringan komunikasi dan pengangkutan yang lebih baik Meningkatnya kapasitas produksi perusahaan.

Apabila lokasi yang sekarang sudah tidak memadai lagli yang disebabkan oleh salah satu dari faktor di atas perlu dilakukan relokasi. yaitu memindahkan lokasi perusahaan/pabrik keternpat yang ban . Dalam melakukan relokasi tentunya banyak faktor yang harus diperhatikan, seperti mesin-mesin yang akan dibawa dan yang akan ditinggal. tenaga kerja yang akan diikutsertakan dalam lokasi yang baru, pananganan tarhadap tenaga kerja yang ditinggal, pelayanan terhadap konsumen d lokasi yang lama semenlara memasuki pasar di lokasi yang baru.

FAKTOR-FAKT0R YANG PERLU DIPERHATIKAN

Dalam mendapatkan lokasi suatu perusahaan/pabrik yang tepat, perlu untuk memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dangan kegiatan usaha perusahaan, Faktor-faktor itu antara lain sabagai berikut. Letak pasar Letak sumber bahan baku Ketersediaan tenaga kerja Ketersediaan tenaga listrik Ketersediaan air Fasilitas pengangkutan Fasilitas perumahan, pendidikan, perbelanjaan, dan telekomunikasi

Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencagahan kebakaran Peraturan pemeriantah setempat Sikap masyarakat Biaya dari tanah dan bangunan Luas tempat parklr Saluran pembuangan Kemungklnan perluasan Lebar jalan.

Untuk jenis perusahaan atau keadaan tertentu dapat ditambahkan faktor-faktor lain, misalnya peraturan lingkungan, karakteristik tanah, pajak, dan faktor politik. Beberapa faktor diatas diuraikan labih lanjut berikut ini.

Letak Pasar

Banyak perusahaan/pabrik didirikan dekat dengan pasar untuk produknya dengan tujuan agar dapat memperoleh konsumen yang lebih besar, melayani konsumen dengan cepat. barang dapat segera sampai di pasar. atau untuk memperoleh biaya pengiriman barang yang rendah. Faktor kedakatan terhadap pasar inl juga mempertimbangkan aspek keamanan barang dan kemungkinan kerusakan selama dalam transportasi. Bagi perusahaan jasa seperti restoran, bank, dan kantor pos faktor kedekatan dengan pasar merupakan hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam memilih Letak Sumber Bahan Baku

Perusahaan/pabrik memerlukan bahan mantah untuk diolah menjadi barang jadi. Bahan mentah ini perlu diangkut dari tempat asal menuju lokasi pabrik yang bersangkutan. Perusahaan berkepentingan untuk selalu dapat memperoleh sejumlah bahan mentah yang dibutuhkan dengan mudah, murah, cepat, dan dengan biaya pengangkutan yang rendah, serta aman dalam perjalanan. Ada dua pertimbangan yang mendasari perusahaan untuk memillki lokasi di tempat sumber bahan baku atau sekitamya, yaitu:

Tingkat kebutuhan (necessity) Bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalarn bidang pertambangan, perkebunan, pertanian, dan perikanan, faktor kedekatan pabrik dengan bahan baku sangat penting. Beroperasi langsung dl tempat bahan baku berada akan lebih mudah daripada mengangkut bahan baku itu ke lokasl laln untuk diolah. Hal ini juga berlaku bagi industry yang pengangkutan bahan bakunya lebih sulit dibandingkan pengangkutan barang jadinya, misalnya karena bentuk bahan bakunya yang besar (seperti pabrik bubur kayu dan kertas) atau bahan bakunya yang berat (seperti industrl marmer).

Tingkat ketahanan rusak (perishability) Banyak bahan mentah yang tidak tahan lama atau nusak dalarn jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, penusahaan berusaha mendekati lokasi bahan baku dengan tujuan mencegah kerusakan bahan baku selama pengangkutan menuju lokasi pengolahan. Misalnya, perusahaan pengalengan atau pembekuan ikan (cold storage), pengalengan buah-buahan fruit caning), atau perusahaan pengolahan susu sapi (dairy product).

Ketersediaan Tenaga Kerja

Sebagai salah satu unsur utama dalam kegiatan perusahaan, ketersediaan tenaga kerja merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi. Hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam hal tenaga kerja mencakup tingkat kecakapan yang diperlukan, kuantitas yang mencukupi, serta tinggi rendahnya upah. Biaya tenaga kerja menjadi sangat penting bagi perusahaan yang padat karya (labor intensive), seperti industri tekstil, rokok, dan sepatu.

Tenaga kerja dapat digolongkan dalarn dua kelompok, yaitu tenaga kerja dengan kamampuan/kecakapan yang tinggi (skilled worker) dan tenaga kerja yang

barkemampuan rendah (low skilled worker). Tenaga kerja yang berkemampuan, yang

biasanya diperlukan untuk tingkatan penyelia (supervisor) ke atas, pada umumnya tidak menjadi masalah karena jumlah yang diperlukan relatif sedikit dan umumnya mereka tidak keberatan untuk bekerja di luar tempat asalnya. Tergantung dari jenis tenaga kerja pada penusahaan yang bersangkutan, pertimbangan terhadap faktor ketersediaan tenaga kerja biasanya lebih difokuskan pada ketersediaan tenaga kerja yang berkemampuan rendah.

Ketersediaan Tenaga Listrik

Sebuah pabrik biasanya memerlukan tenaga listrik untuk keperluan menjalankan masin-mesin, tenaga pemanas atau pendingin, ataupun penerangan. Pabrik yang membutuhkan tenaga listrik yang besar akan memilih lokasinya di daerah yang mempunyai sumber listrik yang besar. Apabila tidak tersedia sumber listrik yang mencukupi dan pabrik harus membangun instalasi sendiri, hal ini akan memerlukan Investasi yang besar yang dapat menambah biaya modal. Dalam hal tenaga listrik, yang pertu mendapat perhatian tidak saja jumlah daya yang tersedia, tetapi juga mutu/kestabilan dari arus listrik, dan tarif.

Ketersediaan Air Banyak penusahaan/pabrik yang rnembutuhkan air dalam jumlah yang banyak sebagai bagian dari proses produksinya, misalnya kegiatan penyempurnaan dalam industri tekstil, pendinginan dalam reaktor nuklir, atau pencucian pada industri kulit. Dalam hal ini, perusahaan akan berusaha mencari lokasi yang memiliki sumber air tanah yang besar, berada di dekat sungai atau danau, atau yang disediakan oleh perusahaan air minum setempat.

Seperti halnya tenaga listrik, dalam mempertimbangkan faktror air juga harus memperhatikan jumlah dan mutu air yang ada agar terhindar dari penambahan biaya investasi untuk pengolahan tambahan.

Fasilitas Pengangkutan

Pengangkutan (transportasi) merupakan suatu faktor yang paling diperhatikan. karena kegiatan pengangkutan baik untuk bahan mentah maupun produk jadi dapat memakan waktu dan biaya yang sangat besar.

Ada empat jenis fasilitas pengangkutan yang sering digunakan, yaitu:

Kereta api. Angkutan jalan raya Angkutan air Angkutan udara.

Peranan pengangkutan dengan kereta api cukup penting mengingat biaya pengangkutan dengan kereta api biasanya paling murah dibandingkan jenis pengangkutan lain. Oleh karena itu, letak jaringan jalan kereta api secara historis masih mempunyai peranan yang menentukan dalam penentuan lokasi suatu pabrik. Pada umumnya, kereta api digunakan untuk mengangkut barang-barang dagangan dalam wagon, atau mengangkut barang-barang material, seperti biji besi, batubara, atau pasir dalam gerbong bak terbuka (flatcar).

Peranan pengangkutan jalan darat juga cukup besar, terutama disebabkan oleh fleksibilitasnya. Jenis yang banyak digunakan truk kontainer, truk ringan, van dan mobil bak terbuka (pick-up). Jumlah angkutan ini setiap tahun semakin bertambah melebihi kapasitas jenis pengangkutan yang lain. Berbagai komoditi, dari bahan baku sampai barang jadi diangkut menggunakan fasilitas pengangkutan jenis ini.

Pengangkutan air biasanya lebih murah tetapi waktunya lebih lambat dibandingkan jenis pengangkutan yang lain. Jenis ini sering digunakan untuk mengangkut barang-barang dengan volume yang besar seperti barang-barang kimia, produk kehutanan, semen, pupuk, dan minyak. Di Indonesia, pengangkutan air sungai

masih cukup penting mengingat keadaan geografi Indonesia terutama di luar Jawayang di beberapa daerah masih belum banyak terdapat jalan beraspal.

Pengangkutan udara merupakan jenis pengangkutan yang tercepat, terutama untuk jarak jauh. Oleh karena itu, sering digunakan untuk mengangkut barang-barang yang harus segera sampai di tujuan, seperti buah-buahan, surat kabar/majalah, dan ikan hias. Di Indonesia, volume pengangkutan melalui udara masih belum tinggi karena biaya angkutnya yang cukup tinggi serta prasarana pengangkutan yang relatif masih kurang.

METODE PENILAIAN LOKASI

Terdapat beberapa metode yang sering digunakan dalam pemilihan suatu lokasi perusahaan, yaitu:

Pemeringkatan faktor Analisis nilai ideal Analisis ekonomi Anallsis volumebiaya Pendekatan pusatgraviti Metode transportasl.

Pemeringkatan faktor

Pemeringkatan faktor (factor rating) adalah suatu pendekatan umum yang berguna untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif lokasi. Pemeringkatan faktor memberikan suatu landasan rasional dalam menganalisa dengan cara memberikan bobot terhadap faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pernilihan lokasi. Selain faktorfaktor yang bersifat kuantitatif (seperti kapasitas, biaya, dan jarak) dapat pula dianalisa faktor-taktor yang bersifat kualitatif (seperti tersedianya fasilitas jasa umum, sikap masyarakat, atau sarana sosial). Faktor kualitatif ini dikuantifikasi untuk memudahkan

penilaian. Dengan menggunakan pendekatan total nilai tertimbang (weighted score) dapat diketahui lokasi yang paling memenuhi keinginan.

Prosedur,penyusunan pemeringkatan faktor sebagai berikut.

1) Tentukan faktor-faktoryang relevan (seperti lokasi pasar, bahan baku, dan sumber air). Semua taktor yang relevan harus diikutsertakan dalam analisis meskipun kemungkinan memiliki nilai yang sama untuk berbagai alternatif yang sedang dibandingkan.

2) Berikan bobot kepada setiap faktor yang menujukkan tingkat kepentingannya terhadap faktor-faktor lain. Jumlah bobot untuk semua faktor adalah 1 atau 100%.

3) Tentukan skala penilaian terhadap semua faktor. misalnya 1 sampai 10 atau 1 sampai 100.

4) Berikan nilai pada setiap alternatif lokasi. Lokasi yang terbaik harus diberi nilai maksimal, sedangkan alternatif lokasi lainnya mendapat nilai yang proporsional dibandingkan alternatif terbaik tadi.

5) Kalikan bobot dengan nilai untuk setiap faktor, dan jumlahkan untuk setlap alternatif lokasi.

6) Pilih lokasi dengan total nilai tertimbang yang terbesar.

Untuk menghindari terjadinya pemberian nilai yang bias karena masuknya faktorfaktor subyektif dalam penilaian, analis dituntut untuk melakukannya seobyektif mungkin dengan menggunakan data-data kuantitatif. Selain itu, penilaian sebaiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang dan hasilnya dirata-ratakan .

Tabel 4.1. menunjukkan contoh dari suatu hasil penilaian terhadap dua lokasi dengan menggunakan metode pemeringkatan faktor.

Tabel 4.1. Pemilihan Lokasi Berdasarkan Pemeringkatan faktor Faktor Bobot (%) Lokasi A nilai Pasar Bahan baku Tenaga kerja Tenaga listrik Air Prasarana umum perluasan
jumlah

Lokasi B BxN 25 18 20 15 6 4 5
93

nilai 80 100 90 80 100 100 100

bxn 20 20 18 12 10 5 5
90

25 20 20 25 20 5 5
100

100 90 100 100 60 80 100

Keterangan: B x N = bobot x nilai

Dari tabel itu terlihat bahwa lokasi A mempunyai total nilai tertimbang yang lebih besar dibandingkan dengan lokasi B. Oleh karena itu, lokasi A merupakan lokasi yang terpilih karena lebih memenuhi persyaratan yang dikehendaki

Motode Analisis Nilai Ideal

Metode ini serupa dengan metode factor rating, bedanya hanya bobot pada factor rating merupakan nilai ideal pada metode ini. Penilaian dilakukan dengan skala antara O sampai dengan nilai ideal. Dengan demikian, nilai maksimum dari setiap faktor sama dengan nilai idealnya Contoh berikut menunjukkan cara penilaian dengan menggunakan metode ini.

Tabel 4.2. Pemilihan Lokasi Berdasarkan Metode Analisis Nilai

faktor Pasar Bahan baku Tenaga kerja Tenaga listrik Air Prasarana umum Perluasan jumlah

Nilai ideal 25 20 20 15 10 5 5 100

Lokasi a 25 18 20 15 6 4 5 93

Lokasi b 20 20 18 12 10 5 5 90

Terlihat bahwa cara ini memberikan hasil yang tidak berbeda dengan metode factor rating dan lebih simpel. Namun, dalam memberikan nilai agak lebih sulit karena orang lebih terbiasa/mudah membandingkan sesuatu dalam proporsi O sampai 10 atau 0 sampai 100 dibandingkan dengan 0 - 15.

Analisis Ekonomis

Metode ini menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif secara bersama-sama untuk mendapatkan penilaian yang lebih lengkap. Pendekatan kuantitatif dilakukan

dengan cara membandingkan biaya total operasi dari masing-masing alternatif lokasi. Penilaian kualitatif dilakukan untuk membandingkan faktor-faktor lain yang tidak dapat diukur dengan biaya, seperti ketersediaan tenaga kerja, jenis tenaga kerja, aktivitas serikat buruh, sikap masyarakat, dan fasilitas pendidikan. Contoh analisis ini dapat ditunjukkan dalam tabel berikut.

Table 4.3. pemilihan Lokasi Berdasarkan Analisis Ekonomis Faktor Biaya A Biaya tenaga kerja Biaya transportasi Biaya umum dan administrasi Biaya bahan bakar dan utility Jumlah biaya 380 98 37 17 532 lokasi B 397 90 27 12 526 C 422 88 33 11 554

Keterangan: biaya dalam jutaan rupiah Faktor non-biaya A Sikap masyarakat Keaktifan serikat buruh Fasilitas transportasi Fasilitas perumahan Fasilitas kesehatan Fasilitas pendidikan Keamanan lingkungan Sarana social Peraturan daerah Sumber air tawar BS B BS B B K BS C BS BS Lokasi B BS C B B BS BS B BS B B C B BS B KS B B BS B BS BS

Keterangan : BS = baik sekali B = baik C = cukup K = Kurang KS = kurang sekali

Untuk memudahkan analisis, nilai-nilai untuk faktor non-biaya dikonversikan menjadi angka, selain itu juga dapat diberi bobot yang berbeda untuk setiap faktor seperti halnya dalam metode factor rating. Nilai total faktor non-biaya bersama-sama dengan nilai biaya total operasi (dalam rupiah) dipakai sebagai bahan untuk pengambilan keputusan.

Dalam contoh pada Tabel 4.3, dengan menggunakan niiai konversi BS = 5, B = 4, C = 3, K = 2, dan KS = 1, dan dengan asumsi bobot untuk setiap faktor non-biaya dianggap sama, nilai faktor non-biaya untuk masing-masing lokasi A sampal C berturuttuunn 42, 43, dan 41. Dengan demikian, pilihan akan jatuh pada lokasi B karena mempunyai biaya total operasi yang terendah (Rp526 juta) dan nilai faktor non-biaya yang tertinggi (43).

Misalnya terjadi konflik, lokasi B memiliki biaya terendah Rp526 juta den~an nila faktor non-biaya 43, sementara lokasi A memiliki biaya sebesar Rp532 juta dengan nilai faktor non-biaya tertinggi, misalnya sebesar 45. Dalam hal ini, periu diperhatikan apakah selisih 2 angka faktor non-biaya (45 dikurangi 43) berarti atau tidak dibandingkan selisih biaya sebesar Rp6 juta. Jika faktor non biaya yang membedakan tidak terlalu penting, maka Rp6 juta menjadi lebih berarti. Namun, jika faktor yang membedakan itu sangat kritikal, misalnya sikap masyarakat yang tidak mendukung atau keamanan lingkungan yang rawan, maka nilai Rp6 juta menjad tidak berarti dibandingkan biaya sosial yang dapat terjadi di kemudian hari jika dipilih lokasi B.

Analisis Volume-biaya

Metode analisis volume-biaya (cost-volume analysis) menekankan kepada faktor biaya dalam memilih suatu lokasi yaitu dengan membandlngkan biaya total produksi dari berbagai altematif lokasi. Lokasi dengan biaya total produksi terendah untuk suatu volume produksi tertentu menupakan lokasi yang dipilih. Analisis dapat dilakukan secara numerikal ataupun grafik, dimana pendekatan grafik biasannya akan memberikan gambaran yang lebih jelas.

Metode ini menggunakan asumsi sebagai berikut: biaya tetap dianggap konstan untuk suatu jarak tingkat volume tertentu, biaya variabel dianggap linear, tingkal produksi yang dikehendaki diketahui, dan hanya berlaku untuk satu jenis produk saja.

Prosedur analisis volume-biaya secara umum sebagai berikut 1) Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap alternatif. 2) Plot garis biaya total untuk setiap altematif pada grafik yang sama. 3) Pilih alternatif lokasi yang mempunyai biaya total terendah untuk tingkat volume produksi yang dikehendaki.

Contoh penilaian altematif lokasi dengan menggunakan metode analisis volume biaya diberikan dalam tabel dan gambar berlkut.

Tabel 4.4. Pemilihan Lokasi berdasarkan analisis Volume-biaya Lokasi A B C Keterangan : Biaya dalam ribuan rupiah Tingkat produksi diasumsikan sebesar 10.000 unit Biaya tetap 320.000 250.000 200.000 Biaya variabel 15 (10.000) 20 (10.000) 30 (10.000) Biaya total 470.000 450.000 500.000

Pendekatan Pusat Graviti Pemilihan lokasi berdasarkan pendekatan pusat gravai (center of gravity approach) seringkali digunakan untuk memilih sebuah lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Misalnya, digunakan oleh perusahaan yang akan memilih sebuah lokasi untuk gudang atau pusat distribusl sabagai tempat untuk memasok barang kepada beberapa agen di suatu area ter~entu.

Pendekatan ini dimulai dengan membuat suatu peta berskala dari tempat-tempat yang akan dituju dengan memilih suatu titik sembarang sebagai titik pusat koordinat. Jarak dari satu tempat ke tempat lain diasumsikan berupa garis lurus, dan biaya distribusi per unit barang per kilometer diangggap sama, seingga lokasi yang terbaik dapat diperoleh dengan menggunakan rumus berikut: X = XiVi Vi dan Y = YiVi Vi

Dimana : Vi Xi Yi = volume barang yang didistrisbusikan ke lokasi i = jarak horizontal dari titik pusat ke lokasi i = jarak vertical dari titik pusat ke lokasi i

X, Y = koordinat dari lokasi yang terpilih Misalnya permintaan dari agen A,B,C dan D berturut-turut adalah 20,30,15 dan 10 unit, dan posisi koordinat dari masing-masing agen seperti terlihat pada gambar 4.3.

Koordinat dari lokasi gudang atau pusat distribusl yang akan dipillh dapat dicari sebagai berikut:

X* = XiVi Vi

10(20) + 18430) + 30(15) + 22(101 20 + 30 + 15 + 10

= 18,8

Y* = YiVi Vi

12(20) + B(30) + 18(15) + 24(10) 12,4 20+30+15+10

= 12,4

Pendekatan seperti ini membefikan pllihan lokasi yang tersentral, ternama dari segi transportasi. Kelemahan metode ini intinya pada perhitungan jarak yang dianggap sebagai garis lunus dan keadaan jalan yang dianggap sama kondisinya, serta lokasi yang dipilih belum tentu secara geologis bisa dipenuhi, misalnya berada di tengah laut, di daerah militer, atau di suatu lokasi tidak fisibel yang lain. Meskipun demikian, metode ini memberikan suatu informasi tentang letak yang dianggap terbaik dari suatu kasus alternatif lokasi. Penyesuaian mungkin perlu dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor, seperti kondisi jalan, biaya pengangkutan, upah minimum regional, potongan kuantitas, dan faktor lain yang relevan.

Metode Transportasi

Metode transportasi merupakan salah satu metode dalam riset operasi yang dapat digunakan dalam memilih suatu lokasi perusahaan. Pada prinsipnya, metode ini mencari nilai optimal yang dapat diperoleh dengan memperhitungkan pemenuhan permintaan dan penawaran dengan biaya transportasi yang terendah. Teori tentang metode transportasi selengkapnya dapat dilihat pada Suplemen 2.