Anda di halaman 1dari 4

UJIAN REMIDI KD IV BIOLOGI SEL Nama : Nunung Ria N.

NIM : M0409045

1. Fungsi dan peran lisosom Jawab : Lisosom merupakan suatu organela berbentuk kantung kecil (vesikuli), dengan selaput tunggal. Enzim fosfatase asam paling mendominasi oraganela ini. Adapun Fungsi dan peran lisosom, yaitu : a. Pencernaan

Gambar 1. Skema proses pencernaan lisosom

Proses pencernaan heterofagi Terjadi dengan jalan endositas. Artinya bahan yang berasal dari luar akan masuk ke dalam sel dengan jalan endositasis membentuk endosom. Endosom akan melebur dengan lisosom primer sehingga enzim lisosom akan berkontak langsung dengan bahan yang akan dicerna Proses pencernaan berlangsung. Terbentuk lisosom sekunder. Kemudian sisa pencernaan akan dikeluarkan dari sel secara eksotisasis. Proses pencernaan autofagi Bahan yang menjadi substrat berasal dari komponen itu sendiri. Mekanisme dimulai dengan kegiatan sebuah sisterna RE yang akan melengkung dan mengelilingi sebagian sitoplasma yang padanya terdapat berbagai macam organela dan inklusi. Setelah terbentuk vesikuli maka enzim akan segera dicurahkan sehingga terjadi autolisosoma yang akan menghasilkan badan-badan residu yang akan dikeluarkan sel.

b. Sekresi Sekresi hormon tiroksin triiodotironin di dalam kelenjar tiroid. Sekresi enzim hidrolase pada jamur. Enzim ini digunakan untuk merombak media tempat tumbuh. c. Pertumbuhan dan dinamika sel Berperan dalam metamorfosis, antara lain menghilangnya ekor berudu. Juga pada fertilisasi, involusi dan germinasi biji.

2. Pembelahan sel Jawab :

Gambar 2.1. Siklus Sel

Daur hidup (siklus) sel mecakup dua fase yaitu : Pembelahan Sel (Mitosis) dan Interfase. - Pembelahan sel meliputi dua tahap, yaitu : (a) Karyokinesis atau Mitosis dan (b) Sitokinesis - Interfase meliputi tiga tahap, yaitu : (a) Gap 1 (G1) ; (b) Sintesis (S) ; (c) Gap 2 (G2)
Penjelasan

Tahap-tahap pembelahan sel atau mitosis adalah sebagai berikut. a. Profase Merupakan tahap yang paling panjang dan membutuhkan banyak energi. Pada profase terjadi berbagai perubahan, di antaranya yaitu menghilangnya membran ini dan nukleolus; kromosom mulai tampak karena pilinan DNA kromatin makin rapat, pendek, dan menebal; kromosom membelah memanjang membentuk dua kromatid (terlihat dua sister kromatid) yang dihubungkan oleh sentromer. Pada sel hewan, sentromer membelah menjadi dua sentriol dan menuju kutub yang berlawanan dari setiap sentromer. Mikrotubulus membentuk serat gelendong (spindle fiber) yang menyerupai pancaran bintang (aster),

b.

c.

d.

e.

kemudian serat gelendong akan memegang tiap kromosom tepat pada bagian sentromer. Prometafase Terjadi fosforilasi protein selubung yang kemudian menghilang. Kromosom tersusun acak Metafase Ciri pentingnya ialah kromosom yang berkumpul di bidang ekuator. Serat gelendong trelihat jelas, bentuknya teratur seperti kumparan. Masing-masing kromosom terletak berbaris pada bidang ekuator. Sentromer melekat pada serat gelendong. Sentromer membelah dan masing-masing kromatid menjadi kromosom tunggal. Anafase Kedua buah kromatid memisahkan diri dan ditarik benang gelendong yang dibentuk ditiap kutub sel yang berlawanan. Tiap kromatid itu mamiliki sifat keturunan yang sama. Mulai saat ini kromatid-kromatid berlaku sebagai kromosom baru. Telofase Di setiap kutub sel terbentuk sel kromosom yang serupa. Benang-benang gelendong lenyap dan membran inti terbentuk lagi. Kemudian plasma sel terbagi menjadi dua bagian. Proses ini dinamakan sitokinesis. Pada sel hewan sitokinesis ditandai dengan melekuknya sel kedalam, sedang pada tumbuhan karena selnya berdinding, maka sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah-tengah sel

Gambar 2.2. Tahap Pembelahan Sel (Mitosis)

3. Komunikasi dengan isyarat kimia Jawab : Berlandaskan pada jarak antara sel pemberi isyarat dengan sel sasaran dibuat suatu klasifikasi pemeberian isyarat ekstrasel, yaitu : a. Pemberian isyarat endokrin Sel kelenjar endokrin menghasilkan hormon yang berperan sebagai isyarat. Sel sasaran terletak jauh di luar organ atau jaringan endokrin tersebut. Contoh : Kelenjar hipofisis menghasilkan FSH memiliki organ sasaran ovarium atau testis; Sel -pankreas dengan insulinnya memiliki organ sasaran hepatosit. Untuk mencapai sasaran hormon tersebut disekresikan ke darah dan diangkut ke organ sasaran. b. Pemberian isyarat parakrin Komunikasi ini terjadi antara sel-sel berdekatan tetapi tidak bersentuhan di dalam satu jaringan. Contoh : Penerusan rangsang elektrik dari sel saraf yang satu ke yang lain atau dari sel saraf ke sel otot. Isyarat berupa zat kimia pada neurotransmitter dan neurohormone. c. Pemberian isyarat autokrin Sasaran merupakan sel penghasil isyarat. Komunikasi dengan isyarat zat kimia ekstrasel umumnya mencakup enam langkah yaitu : 1) Sintesis di sel pemberi 2) Sekresi hasil sintesis 3) Pengangkutan ke sel sasaran 4) Penemuan adanya isyarat oleh sel sasaran 5) Pengubahan isyarat oleh reseptor pada sel sasaran 6) Tanggapan sel sasaran

*** Daftar Pustaka : Issoegianti, S.M.R. 1993. Biologi Sel. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press Marsetyawan H.N. 1983. Ekandaru dan Aryatmo Tjokronegoro. Aspek Imunobiologik Fagositosis dan Penyakit. Berkala Ilmu Kedokteran Jil. XV No. 2 Juni 1983. Sumadi, Aditya Marianti. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta : Penerbit Graha Ilmu