Anda di halaman 1dari 9

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

Soal 1. Jelaskan mengenai Demand Factor (DF), Capacitive Factor (CF), dan Rasio Elektrifikasi (RE)! 2. Jelaskan mengenai PLT Thermal paling tidak 5 macam dan uraikan prinsip kerjanya! 3. Jelaskan mengenai PLT Hydro paling tidak 5 macam dan uraikan prinsip kerjanya! 4. Jelaskan mengenai Demand Side Management (DSM) dan Supply Side Management (SSM)! 5. Jelaskan mengenai kurva bebanharian dari system tenaga listrik dan kemudian jelaskan macam pembangkit untuk mengatasi Base Load (BL), Average Load (AL), dan Peak Load (PL)! Jawaban 1. Demand Factor atau faktor permintaan adalah perbandingan beban rata-rata dengan beban maksimum yang dihubungkan.

Capacitive Factor atau faktor kapasitas adalah perbandingan antara jumlah energi yang diproduksi setahun dengan beban yang dilayani dalam satu tahun (8760 jam) dan didefinisikan sebagai berikut

Rasio Elektrifikasi adalah tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah atau negara. Rasio elektrifikasi ini sangat berhubungan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Selain itu, secara tidak langsung menjelaskan sejauh mana tingkat perekonomian wilayah tersebut. 2. PLT-PL atau OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) Pembangkit listrik yang memanfaatkan perbedaan suhu di laut yang dalam dan di laut yang dangkal yang digunakan untuk menggerakan mesin (generator). Dan generator pada OTEC memiliki prinsip semakin besar perbedaan suhu di antara laut yang dalam dengan laut yang dangkal maka energi listrik yang dihasilkan akan semakin besar pula. Perbedaan suhu anatara laut dangkan

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

dengan laut dalam, masing masing memiliki reservoir ( reservoir laut dangkal dan reservoir laut dalam). Perbedaan suhu dari kedua reservoir ini akan menyebabkan aliran kalor yang dapat melakukan usaha.Hal ini memiliki prinsip yang sama seperti turbin uap dan mesin pembakaran,juga lemari es yang melawan aliran kalor alami dengan menghabiskan energi. Sama seperti energi kalor dari pembakaran bahan bakar, OTEC menggunakan perbedaan suhu oleh penyinaran matahari pada permukaan laut sebagai bahan bakarnya.

Geothermal Energy (PLT-Panas Bumi) Pembangkit tipe ini adalah yang pertama kali ada. Pada tipe ini uap panas (steam) lang-sung diarahkan ke turbin dan mengaktifkan generator untuk bekerja menghasilkan listrik. Sisa panas yang datang dari production well dialirkan kembali ke dalam reservoir melalui injection well. Pembangkit tipe tertua ini per-tama kali digunakan di Lardarello, Italia, pada 1904 dimana saat ini masih berfungsi dengan baik. Di Amerika Serikat pun dry steam power masih digunakan seperti yang ada di Geysers, California Utara.

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

Pembangkit Listrik Tenaga Gas-Uap (PLTGU) PLTGU merupakan suatu instalasi peralatan yang berfungsi untuk mengubah energi panas (hasil pembakaran bahan bakar dan udara) menjadi energi listrik yang bermanfaat. Pada dasarnya, sistem PLTGU ini merupakan penggabungan antara PLTG dan PLTU. PLTU memanfaatkan energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di PLTG untuk memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Genarator), sehingga menjadi uap jenuh kering. Uap jenuh kering inilah yang akan digunakan untuk memutar sudu (baling-baling). Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) akan menggerakkan turbin dan kemudian generator, yang akan mengubahnya menjadi energi listrik. Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTG bisa berwujud cair (BBM) maupun gas (gas alam). Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya.

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) - Boiling Water Reactors (BWR) Boiling Water Reactors serupa dengan pressure cooker. Radioaktif uranium ditrap berada dalam air. Reaksi pembelahan inti dari radiokatif uranium menghasilkan panas, panas ini mengakibatkan air menjadi panas dan menguap. Selanjutnya aliran uap air yang panas ini digunakan untuk menggerakkan turbin generator, selanjutnya turbin generator akan menghasilkan listrik. Uap air didinginkan dan dikondensasikan kembali menjadi air, kemudian air ini akan teralir kembali ke dalam tank yang berisi uranium tadi.

PLTU Batubara Pada PLTU, batubara dibakar di boiler menghasilkan panas yang digunakan untuk mengubah air dalam pipa yang dilewatkan di boiler tersebut menjadi uap, yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin dan memutar generator. Kinerja pembangkitan listrik pada PLTU sangat ditentukan oleh

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

efisiensi panas pada proses pembakaran batubara tersebut, karena selain berpengaruh pada efisiensi pembangkitan, juga dapat menurunkan biaya pembangkitan. Pada dasarnya metode pembakaran pada PLTU terbagi 3, yaitu pembakaran lapisan tetap (fixed bed combustion), pembakaran batubara serbuk (pulverized coal combustion /PCC), dan pembakaran lapisan mengambang (fluidized bed combustion / FBC).

3. Pembangkit Listrik tenaga Gelombang Laut (PLTGL) Gelombang laut merupakan salah satu bentuk energi yang bisa dimanfaatkan dengan mengetahui tinggi gelombang, panjang gelombang, dan periode waktunya. Ada 3 cara untuk menangkap energi gelombang, yaitu : A. Pelampung: listrik dibangkitkan dari gerakan vertikal dan rotasional pelambung. B. Kolom air yang berosilasi (Oscillating Water Column): listrik dibangkitkan dari naik turunnya air akibat gelombang dalam sebuah pipa silindris yang berlubang. Naik turunnya kolom air ini akan mengakibatkan keluar masuknya udara di lubang bagian atas pipa dan menggerakkan turbin. C. Wave Surge. Peralatan ini biasa juga disebut sebagai tapered channel atau kanal meruncing atau sistem tapchan, dipasang pada sebuah struktur kanal yang dibangun di pantai untuk mengkonsentrasikan gelombang, membawanya ke dalam kolam penampung yang ditinggikan. Air yang

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

mengalir keluar dari kolam penampung ini yang digunakan untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan teknologi standar hydropower.

PLT Pasang Surut Pada prinsipnya peristiwa pasang surut dapat dikonversikan menjadi energi listrik atas dasar perbedaan tinggi permukaan air laut saat pasang dan surut. Jadi dengan memanfaatkan pasang surutnya air laut maka akan ada aliran air laut yang mengalir dari pantai ke laut maupundari laut ke pantai. Dengan prinsip yang sama dengan PLTA maka aliran pasang surut ini memutar turbin dengan bentuk desain seperti gambar diatas.

PLTA

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

PLTA merupakan pembangkit tenaga listrik yeng memanfaatkan energi yang disebabkan gaya jatuh air untuk menghasilkan listrik. Prinsip kerja PLTA ini sangat sederhana, air dibendung agar dapat dialirkan dari ketinggian tertentu dengan pipa . Tujuannya adalah untuk meningkatkan energi potensialnya. Semakin tinggi suatu benda dari permukaan bumi, maka energi potensialnya semakin besar. Dengan energi potensial yang tinggi maka laju aliran air di ujung pipa akan tinggi pula. gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar. Turbin air kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin. Selanjutnya turbin merubah energi kenetik yang disebabkan gaya jatuh air menjadi energi mekanik. Selanjutnya dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga ketika baling-baling turbin berputar maka generator juga ikut berputar. Generator selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin menjadi energi elektrik. Generator di PLTA bekerja seperti halnya generator pembangkit listrik lainnya

PLT Micro Hidro Prinsip dasar mikrohidro adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

listrik. Sebuah skema mikrohidro memerlukan dua hal yaitu, debit air dan ketinggian jatuh (head) untuk menghasilkan tenaga yang dapat dimanfaatkan. Hal ini adalah sebuah sistem konversi energi dari bentuk ketinggian dan aliran (energi potensial) ke dalam bentuk energi mekanik dan energi listrik. Daya yang masuk (Pgross) merupakan penjumlahan dari daya yang dihasilkan (Pnet) ditambah dengan faktor kehilangan energi (loss) dalam bentuk suara atau panas. Daya yang dihasilkan merupakan perkalian dari daya yang masuk dikalikan dengan efisiensi konversi (Eo)

PLT Pico Hidro Prinsip kerjanya sama dengan PLT Air, maupun Micro Hidro, menggunakan energy jatuh air untuk menggerakkan turbin, pembangkit listrik ini hanya dapat menghasilkan listrik sekitar 5 kWatt ke bawah. 4. Demand Side Management merupakan kegiatan mengelola pemakaian energi listrik di sisi pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien sehingga dapat memberikan manfaat bagi pelanggan dan PLN. Supply Side Management merupakan teknik pengelolaan dan penyaluran energi listrik secara efisien kepada pelanggan agar seluruh pelanggan bisa merasakan manfaat listrik.

5.

Benny Prastikha Hadhi 2209100144 Pembangkit Listrik dan Manajemen EL

untuk beban dasar (base load) -> pembangkit yang digunakan adalah pembangkit yang biaya bahan bakarnya murah dan standby operasinya lama (waktu penyalaan pembangkit sampai dapat memproduksi listrik). Karenanya, pembangkit yang digunakan untuk jenis beban ini adalah PLTU dengan bahan bakar batu bara atau bahkan dapat juga PLTGU. untuk beban menengah (average load) -> pembangkit yang digunakan adalah pembangkit yang biaya operasinya sedikit lebih murah dibandingkan dengan pembangkit di beban dasar. Pembangkit di beban menengah ini sendiri dioperasikan setelah pembangkit di beban dasar sudah beroperasi maksimal namun kebutuhan listrik masih kurang. Jenis pembangkitnya sendiri dapat berupa PLTGU juga. Untuk beban puncak (peak load)-> pembangkit yang digunakan adalah pembangkit yang standby operasinya cepat. Maksudnya, saat dibutuhkan tambahan pasokan daya, pembangkit dapat langsung menyuplai tambahan daya tersebut. Jenis pembangkit yang sesuai untuk beban ini misalnya PLTD dan PLTG.