PROMOSI KESEHATAN

Kiat hidup sehat, Inspirasi hidup sahat
    

Home About Posts RSS Contact Us Log In

Jumat, 29 Januari 2010
PHBS di Institusi Kesehatan Gambaran Umum institusi Kesehatan

Institusi Kesehatan adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat seperti rumah sakit, Puskesmas dan klinik swasta. Lalu lalang berkumpulnya orang sakit dan sehat di institusi kesehatan dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas kesehatan maupun pengunjung. Terjadinya infeksi oleh bakteri atau virus yang ada di institusi kesehatan, penularan penyakit dari penderita yang dirawat di institusi kesehatan kepada penderita lain atau petugas di institusi kesehatan ini disebut dengan Infeksi Nosokomial. Infeksi Nosokomial dapat terjadi karena kurangnya kebersihan institusi kesehatan atau kurang higienis, tenaga kesehatan yang melakukan prosedur medis tertentu kurang terampil. Penularan penyakit juga dapat terjadi karena tidak memadainya fasitftas institusi kesehatan seperti ketersediaan air bersih, jamban, pengelolaan

Data survei PHBS di Institusi Kesehatan per provinsi tahun 2004 (Profil Promosi Kesehatan) menunjukkan masih di bawah 50 % dari institusi kesehatan di provinsi yang sudah baik pelaksanaan PHBS-nya.8 % merupakan Infeksi Nosokomial pada penyakit saluran pencernaan. Dapat dilihat pada tabel berikut: Peningkatan jumlah institusi kesehatan tersebut diharapkan pula akan meningkatkan penerapan PHBS di Institusi kesehatan. Antara 1.6-80. Berdasarkan data tahun 2004 dan. ternyata infeksi Nosokomial merupakan salah satu penyumbang penyakit tertinggi. petugas kesehatan dan pengunjung seperti membuang sampah dan meludah sembarangan. Persentase tingkat risiko terjangkitnya Infeksi Nosokomial pada Rumah Sakit Umum mencapai 93. Padahal institusi kesehatan seharusnya dapat menjadi contoh penerapan PHBS bagi masyarakat pengunjung dan institusi non kesehatan. Dengan tidak diterapkannya Perilaku Hidup Bersih dari Sehat (PHBS) di institusi Kesehatan dapat membuat orang sakit bertambah sakit dan yang sehat menjadi sakit.6%. Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2005 terdapat peningkatan jumlah institusi kesehatan dari tahun-tahun sebelumnya.4% sedangkan Rumah Sakit Khusus hanya 6. Juga perilaku dari pasien. . Departemen Kesehatan.sampah dan limbah .

masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu. • Keluarga Pasien. • Mempercepat proses penyembuhan penyakit dan • peningkatan kesehatan pasien. • Meningkatkan citra institusi kesehatan yang baik sebagai tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat. menjaga dan mendukung terwujudnya Institusi kesehatan Sehat. • Pengunjung. Bagi Institusi Kesehatan : • Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan.Perlunya pembinaan PHBS di Institusi Kesehatan Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Institusi Kesehatan sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit dan mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat. Manfaat PHBS di Institusi Kesehatan Bagi Pasien/Keluarga Pasien/Pengunjung : • Memperoleh pelayanan kesehatan di institusi • kesehatan yang sehat. Oleh karena itu. • Mencegah terjadinya penularan penyakit di insti¬tusi kesehatan. Tujuan PHBS di institusi Kesehatan • Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di institusi kesehatan. sudah seharusnya semua pihak ikut rnemelihara. mau dan mampu untuk mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat. • Menciptakan Institusi kesehatan yang sehat. • Petugas Kesehatan di institusi kesehatan. . Sasaran PHBS di Institusi Kesehatan • Pasien. • Terhindar dari penularan penyakit. • Karyawan di institusi kesehatan. PHBS di Institusi Kesehatan PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien.

Tidak merokok di institusi kesehatan.Bagi Pemerintah Daerah : • peningkatan persentase Institusi Kesehatan Sehat menunjukkan kinerja dan citra Pemerintah Kabupaten/Kota yang baik. 3. bila pasien. 1. Membuang sampan patla tempatnya. • Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di Institusi Kesehatan. Namun demikian. Indikator PHBS di Institusi Kesehatan Semua PHBS diharapkan dilakukan di Institusi Kesehatan. Tidak meludah sembarangan. institusi kesehatan teiah masuk kategori Institusi Kesehatan Sehat. Menggunakan jamban. Dukungan untuk PHBS di Institusi Kesehatan PHBS di Institusi Kesehatan dapat terwu-jud apabila ada keinginan dan kemampuan dari para pengambil keputusan di lingkungan pemerintah daerah. Menggunakan air bersih. 6. 4. 5. masyarakat pengunjungdan petugasdi institusi kesehatan . institusi kesehatan dan lintas sektor terkait . Memberantas Jentik nyamuk. 2.

• Sosialisasi tugas dan. • Penerapan PHBS di Institusi Kesehatan. • Instrumen Pengawasan • Materi sosialisasi penerapan PHBS di Institusi Kesehatan. pasien. 3. • Rencana kebijakan tentang penerapan PHBS di Institusi Kesehatan. keluarga pasien dan pengunjung. Pihak Pimpinan Institusi Kesehatan mengajak bicara/berdialog petugas dan karyawan di Institusi Kesehatan tentang : • Maksud. 6. 5. 4. tujuan dan cara melaksanakannya. 2. keluarga pasien dan pengunjung terhadap kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan. Sosialisasi Penerapan PHBS di Institusi Kesehatan • Sosialisasi penerapan PHBS di Institusi Kesehatan di lingkungan internal.Langkah-langkah Pembinaan PHBS di Institusi Kesehatan1. Kajian ini untuk memperoleh data sebagai dasar membuat kebijakan. • Penetapan penanggung jawab PHBS di Institusi Kesehatan dan mekanisme pengawasannya. kar¬yawan. Pembentukan Keiompok Kerja Penyusunan Kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan. • Cara sosialisasi yang efektif bagi petugas. Anatisis Situasi Penentu kebijakan/pimpinan di institusi kesehatan melakukan pengkajian ulang tentang ada tidaknya kebijakan tentang PHBS di Institusi Kesehatan serta bagaimana sikap dan perilaku petugas kesehatan. • Mekanisme dan saluran pesan PHBS di Institusi Kesehatan. tujuan dan manfaat penerapan PHBS di Institusi Kesehatan. Penerapan PHBS Di Institusi Kesehatan . Penyiapan Infrastruktur • Membuat surat keputusan tentang penanggung jawab dan pengawas PHBS di Institusi Kesehatan. pasien. • Pembuatan dan penempatan pesan-pesan PHBS di tempat-tempat yang strategis di institusi kesehatan. • Pelatihan bagi pengelola PHBS di Institusi Kesehatan. antisi-pasi kendala dan sekaligus alternatif solusi.penanggung jawab PHBS di Institusi Kesehatan. Pembuatan Kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan Kelompok Kerja membuat kebijakan yang jelas. • Kemudian Pimpinan Institusi Kesehatan mem-bentuk Keiompok Kerja Penyusunan Kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan.

dinkes perlu memantau terus menerus pelaksanaan PHBS di masyarakat terutama tatanan rumah tangga karena sumber teladan PHBS untuk anak anak selanjutnya. penyebarluasan informasi melalui media poster. papan pengumuman. http://www. Diposkan oleh doktersahabatkita di 13:35 1 komentar: Bidan Sisilia Prima mengatakan. kunjungan rumah dsb. tempat sampah.com 1 Juni 2011 13:54 Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Blog Archive  ▼ 2010 (36) .blogspot.. jamban sehat.wartabidan. Pengawasan dan Penerapan sanksi Pengawas PHBS di Institusi Kesehatan mencatat pelanggaran dan menerapkan sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah setempat seperti larangan merokok di sarana kesehatan dan membuang sampah sembarangan. 7. • Putuskan apakah perlu penyesuaian terhadap kebijakan. • Pelaksanaan pengawasan PHBS di Institusi Kesehatan.com email : sisiliaprima@gmai. Pemantauan dan Evaluasi • Lakukan pemantauan dan evaluasi secara periodik tentang kebijakan yang dilaksanakan. tempat cuci tangan dsb.• Penyampaian pesan PHBS di Institusi Kesehatan kepada pasien dan pengunjung seperti melalui penyuluhan. • Penyediaan sarana dan prasarana PHBS di Institusi Kesehatan seperti air bersih. • Minta pendapat Pokja PHBS di Institusi Kesehatan dan lakukan kajian terhadap masalah yang ditemukan. stiker. 8..

.....  ALAM KEHIDUPAN MANUSIA  PENGERTIAN HIDUP MENURUT ISLAM  ALAM KEHIDUPAN MANUSIA  MENERIMA KELAHIRAN BAYI  KELAHIRAN BAYI DITINJAU DARI SUDUT KEDOKTERAN  KELAHIRAN BAYI DILIHAT DARI SUDUT ISLAM  HAL YANG DIANJURKAN OLEH ISLAM DALAM MENERIMA KELA........ ...HATI-HATI TBC PARU...  NASAB SEORANG ANAK  RELEVANSI NASAB DENGAN PERBUATANPERBUATAN HUKUM D..  DIABETES MELITUS (KENCING MANIS)  Kebijakan  KIAT MENGENDALIKAN PENYAKIT ASMA PADA ANAK  SERING NYERI DADA SEBELAH KIRI ? HATI-HATI!!! MU...HATI-HATI AND..  NASAB DI LIHAT DARI SUDUT ISLAM  KEDUDUKAN ANAK ( NASAB )DALAM ISLAM  KETENTUAN NASAB DALAM WATIK SYUBHAT  PERAWATAN ORANG SAKIT  PERAWATAN ORANG SAKIT DI LIHAT DARI SUDUT KEDOKTER..  BATUK LEBIH DARI 2 MINGGU..o o ► Oktober (1)  Kulit Sehat dan Indah ▼ Januari (35)  PHBS di Institusi Kesehatan  PHBS di Tempat Umum  PHBS di Tempat Kerja  PHBS di Rumah Tangga  PHBS di Sekolah  PROMOSI KESEHATAN  GERAKAN DOKTER UNTUK BANGSA  Bangsa Kita Sedang Sakit?  Kiat Utama Tatalaksana Asma Anak  RIMBA DUNIA KEDOKTERAN  Hak dan Kewajiban antara Pasien. Dokter dan Rumah .  BILA PANAS SERING TIMBUL SORE HARI.

     PANDANGAN ISLAM TENTANG BEROBAT DAN PERAWATAN HAL-HAL YANG DIANJURKAN PADA PERAWATAN ORANG SAKIT. ADAB MENZIARAHI ORANG SAKIT Mengunjungi orang sakit di lihat dari sudut kedokt. Blogger Templates created by Deluxe Templates | Reviewed by Blogger Templates | Credit Card Offers. Wordpress designed by New WordPress Themes (c) Copyright PROMOSI KESEHATAN.. Powered by Blogger . ► 2009 (1) o ► November (1)  <!--[if gte mso 9]> Normal 0 . Some Rights Reserved......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful