Anda di halaman 1dari 21

Laporan kasus

1. Data Umum Nama Pasien Umur Pekerjaan Alamat : Julianti : 24 tahun : Ibu Rumah Tangga : Blangkire

2. Riwayat kehamilan sekarang (status obstetri) Seorang ibu, umur 24 tahun hamil anak ke- 3, berdasarkan hasil anamnesis dan perhitungan usia kehamilan berdasarkan HPHT yaitu 15 Mei 2011 diperkirakan usia kehamilan 20 minggu, dengan taksiran tanggal persalinan (TTP) pada tanggal 22 Februari 2012. Gerakan bayi sering dirasakan saat beristirahat dan pada malam hari. Gerakan bayi pertama kali sudah dirasakan sejak usia kehamilan sekitar 16 minggu (4 bulan). Nafsu makan tidak ada keluhan. Pada saat miksi terkadang terasa nyeri pada perut bagian bawah, dan juga ada keputihan (jarang) namun tidak berbau. Gangguan visus, gangguan kesadaran, kejang, perdarahan, dan sesak tidak ada.

3. Riwayat persalinan yang dulu G3P2Ab0, Pasien melahirkan anak pertama dengan persalinan normal, jenis kelamin perempuan, berat 3100 gram dengan usia kehamilan normal (9 bulan) pada tahun 2005. Kemudian melahirkan anak kedua juga normal, jenis kelamin laki-laki, berat normal dengan usia kehamilan 9 bulan pada tahun 2007.

4. Penyakit-penyakit yang pernah di alami Pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit - penyakit seperti

hipertensi, diabetes melitus, maupun penyakit lainnya. Begitu juga dengan keluarga yang tidak mempunyai riwayat penyakit-penyakit tersebut.

5. Riwayat Imunisasi Pasien menjelaskan sudah menerima imunisasi TT dua kali. Satu kali pada kehamilan pertama dan satu kali pada kehamilan kedua.

6. Riwayat ANC pasien Selama kehamilan yang ketiga ini, pasien mengaku ini adalah kali pertama mengontrol kehamilannya pada bidan di puskesmas.

7. Hasil pemeriksaan fisik o Keadaan umum o Vital sign o Tinggi Badan o Berat Badan o LiLA o Kepala o Leher o Dada o Abdomen Lingkar perut : 99 cm Leopold Leopold I : Tinggi Fundus Uteri 16 cm Leopold II : Bagian terbesar janin (punggung janin) belum dapat ditentukan karena usia kehamilan ibu masih 20 minggu. Leopold III : Bagian terbawah janin belum bisa di : Baik : TD 114/65 mmHg, HR 78x/menit, RR 18x/menit, dan T 370C : 160 cm : 67 Kg : 29 cm : Konjungtiva pucat (-), edema palpebra (-) : TVJ (-) : Jantung (tidak dilakukan), paru (tidak dilakukan)

tentukan.,karena minggu

usia kandungan ibu masih 20

Leopold IV : Masuknya bagian terbawah janin ke PAP juga belum bisa di tentukan, karena usia kandungan ibu masih 20 minggu

TBJ` DJJ o Ekstremitas

: 465 gram : (+) menggunakan stetoskop Leanege : edama (-), pucat (-)

8. Masalah-masalah kehamilan yang dialami pasien Pasien datang dengan keluhan gatal di selangkangan. Hal ini dirasakannya sejak 15 hari yang lalu. Gatal dirasakan jika daerah selangkangan berkeringat atau basah.

9. Keterkaitan hasil observasi dengan masalah pasien Keluhan keluhan yang dialami pasien berkaitan dengan perubahan anatomik dan fisiologik selama kehamilan, seperti gatal bisa disebabkan oleh perubahan hormon hormon selama kehamilan (hipersensitif terhadap

antigen placenta), dan miksi yang sering yang menyebabkan daerah selangkangan sering lembab.

Tinjauan Kepustakaaan

A. I.

Fisiologi Kehamilan Proses Terjadinya Kehamilan Seorang wanita memiliki 2 ovarium dimana masing masing menyimpan sekitar 200.000 hingga 400.000 telur yang belim matang / folikel.Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar di dalam otak ( hipofisis anterior) melepaskan hormon FSH ke dalam aliran darah sehingga membuat sel sel telur tersebut tumbuh di dalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh menjadi lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominan, hingga kemudian mulai memproduksi hormon estrogen yang dialirkan ke dalam aliran darah.Hormon estrogen bekerjasama dengan hormon FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi sinyal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormon estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim. Ketika sel telur telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari hipofisis anterior yaitu hormon LH. Hormon ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari ovarium menuju tuba fallopi ( ovulasi ). Jika pada saat ini sperma yang sehat masuk kedalam tuba fallopi tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi. Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan dari tuba fallopi menuju rahim, dan akhirnya menanamkan diri di dalam rahim. Kemudian sel telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotrophin ( HCG ), dimana hormon tersebut membantu pertumbuhan embrio di dalam rahim. ( Hanifa Wiknjosastro, 2009 dan Sarwono Prawirohardjo, 2010 )

a.

Sel Telur ( ovum ) Urutan pertumbuhan ovum ( oogenesis ) : Oogonia

Oosit Primer ( Primary oocyte ) Primary ovarian Follicle Liquar Folliculi

( Rustam Mochtar, 1998 : 17 18 )

b. Spermatozoa Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti ( nucleus ) leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. Panjang ekor kira kira sepuluh kali bagian kepala. Secara embrional, spermatogonium berasal dari sel sel primitif tubulus testis. Setelah bayi laki laki lahir, jumlah spermatogonium yang ada tidak mengalami perubahan sampai masa akil balig. Pada masa pubertas dibawah pengaruh sel sel interstisial leydig. Sel sel spermatogonium ini mulai aktif mengadakan mitosis dan terjadilah spermatogenesis. Urutan pertumbuhan spermatogenesis : Spermatogonium ( membelah dua ) Spermatosit Pertama ( membelah dua ) Spermatosit kedua ( membelah ) Spermatid Spermatozoa ( Sperma ) ( Rustam Mochtar, 1998 : 18 )

c. Pembuahan ( Konsepsi = Fertilisasi ) Pembuahan adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel sperma dan sel ovum di tuba fallopi. Umunya terjadi di ampula tuba, pada hari ke sebelas sampai empat belas dalam siklus menstruasi. Wanita ,engalami ovulasi ( peristiwa matangnya sel ovum ) sehingga siap untuk dibuahi, bila saat ini dilakukan coitus, sperma yang mengandung kurang lebih 110 juta 120 juta sel sperma dipancarkan ke bagian atas dinding vagina terus naik ke serviks dan melintas uterus menuju tuba fallopi, disinilah ovum dibuahi.

Hanya satu sperma yang telah mengalai proses kapitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu, zona pelisuda mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma lain. Proses ini diikuti oleh penyatuan kedua pronuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas acuan genetik dari wanita dan pria. Pembuahan mungkin akan menghasilkan XX zigot menurunkan bayi perempuan dan XY zigot menurunkan bayi laki laki. Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zigot selama 3 hari sampai stadium morula. Hasil konsepsi ini tetap digerakkan kearah rongga rahim oleh arus dan getaran rambut getar ( silia ) serta kontraksi tuba. Hasil konsepsi tuba dalam kavum uteri pada tingkat blastula. ( Rustam Mochtar, 1998 : 18 19 )

d. Nidasi Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula diselubungi oleh suatu simpai disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak banyak mengandung sel sel desidua yaitu sel sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas. Blastula dengan bagian yang beriri massa sel dalam ( inner cell mass ) akan mudah masuk kedalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi. Itulah sebabnya kadang kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua ( tanda hartman ). Umumnya nidasi terjadi pada depan atau belakang rahim ( korpus ) dekat fundus uteri. Bila nidasi telah terjadi, dimulailah differensiasi sel sel blastula. Sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk endoterm dan yolk sac sedangkan sel- sel yang tumbuh lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional ( embrional plate ) diantara amnio dan yolk sac.

Sel sel trofoblas mesodermal yang tumbuh disekitar embrio akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat korionik ( chorionic membrane ) yang kelak menjadi korion. Sel sel trofoblas tumbuh menjadi dua lapisan yaitu sitotrofoblas ( sebelah dalam ) dan sinsitiotrofoblas ( sebelah luar ) Vili koriales yang berhubun gan dengan desidua basalis tumbuh bercabang cabang dan disebut korion kondrosum sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsularis kurang mendapat makanan sehuingga akhirnya menghilang disebut chorion leave. Dalam peringkat nidasi trofoblas dihasilkan hormon hormon Chorionic Gonadotropin (HCG ). ( Rustam Mochtar, 1998 : 19 21 )

e. Plasentasi Pertumbuhan dan perkembangan desidua sejak terjadi konsepsi karena pengaruh hormon terus tumbuh sehingga makin lama menjadi tebal. Desidua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terbagi atas : Desidua Basalis Terletak diantara hasil konsepsi dan dinding rahim, disini plasenta terbentuk. Desidua kapsularis Meliputi hasil konsepsi ke arah rongga rahim yang lama kelamaan bersatu dengan desidua vera kosena obliterasi. Desidua vera ( parietalis ) Meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya ( Rustam Mochtar, 1998 : 21 )

II.

Diagnosa Kehamilan a. Kehamilan dibagi atas triwulan ( trimester ) : Kehamilan trimester I antara 0 12 minggu Kehamilan trimester II antara 12 28 minggu Kehamilan trimester III antara 28 40 minggu ( Pusdinakes, 2003 )

b. Tanda dan Gejala Hamil : Tanda Presumptif ( dugaan ) Amenore Mual dan Muntah Mengidam Tidak tahan bau bauan

Pingsan Tidak ada selera makan Lelah Payudara membesar,tegang dan sedikit nyeri Sering miksi Konstipasi / Obstipasi Pigmentasi Kulit Varises ( Pusdinakes, 2003 )

Tanda tanda kemungkinan hamil Perut membesar Uterus membesar, terjadi perubahan bentuk, besar, konsistensi dari uterus Tanda Hegar Tanda Chadwick Tanda Piscaseck Kontraksi kontraksi kecik uterus bila dirangsang : braxton hiks Teraba ballotement Reaksi kehamilan Positif ( Pusdinakes, 2003 )

Tanda Pasti Kehamilan Ada gerakan janin Denyut jantung janin Terlihat tulang janin saat di USG ( Pusdinakes, 2003 )

III.

Perubahan Anatomi Fisiologi wanita hamil a. Uterus

Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterine, estrogen menyebabkan hiperpliasi jaringan, progesteron berperan untuk elastisitas atau kelenturan uterus. Ukuran Untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim. Seabut serabut kolagennya menjadi higroskopik endometrium menjadi desidua ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapitasi lebih dari 4000 cc. Berat Berat uterus naiksecara luar biasa dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan. Konsistensi Pada minggu pertama, isthmjus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang sehingga bila diraba terasa lebih lunak ( soft ) disebut tanda hegar. Pada kehamilan lima bulan, rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis, karena itu bagian bagian janin dapat dirab melalui dinding perut dan dinding rahim. Posisi Rahim Pada permulaan kehamilan,dalam letak anteflexi atau retroflexi. Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis. Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam

pembesarannya dapat mencapai batas hati Rahim yang hamil biasanya mobilitasnya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri. ( Rustam Mochtar, 1998 : 36 )

Vaskularisasi Aa. Uterin dan Aa. Ovarika bertambah panjang dan bertambah banyak percabangannya. Pembuluh darah balik ( vena ) mengmbang dan bertambah. (Rustam Mochtar, 1998 : 36 )

b. Serviks Uteri Serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak ( soft ) disebut tanda goodell. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus, karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livide disebut tanda Chadwick. ( Rustam Mochtar, 1998 : 35 )

c. Ovarium Ovulasi terhenti, Masih terdapat korpus Lutheum Graviditas sampai terbentuknya plasenta yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesterone ( kira kira pada kehamilan 16 minggu dan korpus luteum graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm ). Kadar relaxin di sirkulasi maternal dapat ditentukan dan meningkat dalam trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh menenangkan hingga pertumbuhan janin menjadi baik hingga aterm. (Rustam Mochtar, 1998 : 35 )

d. Vagina dan Vulva Vagina dan vulva terjadi perubahan karena pengaruh estrogen. Akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livide pada vagina atau portio serviks disebut tanda chadwick ( Rustam Mochtar, 1998 : 35 )

e. Dinding Perut Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya seabut elastik di bawah kulit sehingga timbul striae gravidarum. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra. ( Rustam Mochtar, 1998 : 36 )

f. Mammae Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, berat. Dapat teraba noduli noduli, akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara. ( Rustam Mochtar, 1998 : 40 ) Perkembangan payudara ini karena pengaruh hormon saat kehamilan yaitu estrogen, progesterone, dan somatomamotropin. Estrogen berfungsi menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara, menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin besar, tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara. progesterone berfungsi untuk mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi dan menambah sel asinus. sel Sedangkan untuk somatomamotropin membuat kasein, berfungsi laktalbumin, untuk dan

mempengaruhi

asinnus

laktoglobulin,serta untuk penimbunan lemak sekitar payudara. ( Hanifa Wiknjosastro, 2009)

g. Sirkulasi Darah Volume Darah

Volume,darah total, dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak kira kira 25 % dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung ( Cardiac Output ) yang meningkat sebanyak 30 %. Akibat hemodilusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung dapat jatuh dalama keadaan dekompensasio kordis. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40 % saat mendekati cukup bulan. ( Rustam Mochtar, 1998 : 37 )

Nadi dan Tekanan darah Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester kedua dan naik lagi seperti pada prahamil. Tekanan vena dalam batas batas normal. Pada ekstremitas atas dan bawah cenderung naik setelah akhir trimester pertama. Nadi biasanya naik, nilai rata ratanya 84 x/ menit ( Rustam Mochtar, 1998 : 38 )

Jantung Pompa jantung mulai naik kira kira 30 % setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu minggu terakhir kehamilan. ( Rustam Mochtar, 1998 : 38 )

h. Sistem Respirasi Wanita hamil sering mengeluh sesak dan pendek nafas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas vital paru meningkat sedikit selama hamil. Seorang wanita hamil selalu bernafas dada ( thoracic breathing ). ( Rustam Mochtar, 1998 : 38 )

i. Saluran Pencernaan Pada bulan bulan pertama kehamilan terdapat perasaan nausea. Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas sekuruh traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan

lebih lama berada dalam usus usus. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pola obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Tidak jarang dijumpai pada buklan bulan pertama kehamilan gejala muntah ( emesis ). Biasanya terjadi pada pagi hari, dikenal sebagai morning sickness. Emesis, bila terlampau sering dan terlalu banyak dikeluarkan disebut hiperemesis gravidarum, keadaan ini patologik. Salivasi ini adalah pengeluaran air liur berlebihan daripada biasa. Bila terlampau banyak, inipun menjadi patologik. ( Hanifa Wiknjosastro, 2009 )

j. Traktus Urinarius Pada bulan bulan pertama kehamilan vesica urinaria tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering miksi. Keadaan ini hilang dengan makin tua nya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun kebawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena vesica urinaria mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar daripada ureter kiri karena mengalami banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini disebabkan oleh karena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Disamping sering kencing, terdapat pula keluhan berupa poliuri yang disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69 %. Reabsorpsi di tubulus tidak berubah sehingga lebih banyak dapat dikeluarkan urea, asam folik dalam kehamilan. ( hanifa Wiknjosastro, 2009 )

k. Kulit Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone ( MSH ) yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan

oleh lobus anterior hipofisis. Kadang kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, dan hidung dikenal sebagai cloasma gravidarum. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama juga di aerola mamae. Linea Alba pada kehamilan menjadi hitam dikenal sebagai linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah olah retak retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru biruan disebut striae livide. Setelah partus striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albikantes. Pada seorang multigravida sering tampak striae livide bersama striae albikantes. ( Hanifa Wiknjosastro, 2009 )

l. Sistem Endokrin Beberapa kelenjar endokrin terjadi perubahan seperti : Kelenjar tiroid : dapat membesar sedikit Kelenjar hipofise : dapat membesar terutama lobus anterior Kelenjar Adrenal : tidak begitu terpengaruh . ( Hanifa Wiknjosastro, 2009 )

m. Metabolisme Umumnya kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat. ( Rustam Mochtar, 1998: 39 40 )

n. Sistem Muskuloskeletal Pengaruh dari peningkatan estrogen, progesterone dan elastin dalam kehamilan menyebabkan kelemahan jaringan ikat dan ketidakseimbangan persendian. ( Pusdinakes, 2003 )

IV.

Pemeriksaan Kehamilan Pemeriksaan kehamilan terbagi dalam : Anamnesa

*)

Pemeriksaan*) Diagnosa Prognosis Terapi ( Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad, 1983 )

Pemeriksaan Leopold Leopold I Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uteri dan menentukan bagian janin yang berada pada fundus uteri ( kepala / bokong ). ( Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad, 1983 ) Leopold II Pemeriksaan Leopold II untuk menentukan letak punggung janin yang nantinya perlu untuk mendengarkan denyut jantung janin( Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad, 1983 ) Leopold III Pemeriksaan Leopold III untuk menentukan bagian terbawah janin( Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad, 1983 ) Leopold IV Pemeriksaan Leopold IV untuk mengetahui apakah janin sudah memasuki Pintu Atas Panggul ( PAP ) atau belum. ( Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad, 1983 )

B. Perkembangan janin 1. Ovum Kehamilan 5 minggu Kantong lengkap dengan diameter 1 cm yang terbungkus oleh vili korialis, ciri ciri khas manusia belum ditemukan.

2. Embrio Kehamilan 6 minggu Kantong berdiameter 2, 3 cm, berat 1 gram. Kepala membesar, terbentuk tonjolan lengan dan tungkai, jantung primitif mulai berfungsi, denyut jantung terdengar lewat alat elektronil, sirkulasi dalam bentuk yang primitif, terbentuk hubungan antar pembuluh darah dalam korion dan antar pembuluh yang sudah tumbuh dengan body stalk. Kehamilan 10 minggu Panjang embrio 4 cm, genitalia eksterna terlihat. Membran anus pecah, tangan dan kaki sudah bisa dikenali, terlihat bentuk manusia.

3. Janin Kehamilan 12 minggu Panjang janin 8 cm, berat 15 gram, jari tangan serta jari kaki, mata dan telinga, sirkulasi dan ginjal sudah terbentuk, septum nasi dan palatum telah menyatu, kelenjar endokrin dan sistem saraf mulai berfungsi. Kehamilan 16 minggu Panjang janin 16 cm, berat 110 gram, jenis kelamin mudah dikenali, kuku jari tangan dapat terlihat, denyut jantung terdengra jelas, gerakan janin teraba. Kehamilan 20 minggu Panjang janin 22 cm, berat 300 gram, verniks pada kulit, lanugo pada badan, alis mata, janin kini secara hukum sudah dianggap viable

Kehamilan 24 minggu Panjang janin 30 cm, berat 600 gram, kulit keriput, lemak terkumpul, perkembangan otak berlanjut.

Kehamilan 28 minggu Panjang janin 35 cm, berat 1000 gram, jikia lahir bayi ini akan bergerak dengan kuat dan menangis

Kehamilan 32 minggu

Panjang janin 42 cm, berat 1700 gram, kulit berwarna merah. Kehamilan 36 minggu Panjang janin 42 cm, berat 2500 gram, kuku sudah mencapai ujung jari tangan Kehamilan 40 minggu Panjang janin 50 cm, berat 3400 gram, tubuh bayi sudah terbungkus jaringan lemak.