Anda di halaman 1dari 8

PEMANTAPAN MUTU LABORATORIUM DI INSTALASI LABORATORIUM RSUD KLUNGKUNG

OLEH PUTU CINTYA MARJAYANTI P07134009029

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR JURUSAN ANALIS KESEHATAN TAHUN 2011

BAB I PENDAHULUAN Dalam proses pengendalian mutu laboratorium dikenal ada tiga tahapan penting, yaitu tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik. Pada umumnya yang sering sering diawasi dalam pengendalian mutu hanya tahap analitik dan pasca analitik yang lebih cenderung kepada urusan administrasi, sedangkan proses pra analitik kurang mendapat perhatian. Proses pra-analitik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : pra-analitik ekstra laboratorium dan pra-analitik intra laboratorium. Proses-proses tersebut meliputi persiapan pasien, pengambilan spesimen, pengiriman spesimen ke laboratorium, penanganan spesimen, dan penyimpanan spesimen. Pemantapan mutu (quality assurance) laboratorium adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Kegiatan ini terdiri atas empat komponen penting, yaitu : pemantapan mutu internal (PMI), pemantapan mutu eksternal (PME), verifikasi, validasi, audit, dan pendidikan dan pelatihan. Pemantapan mutu internal adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara terus-menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan proses, yaitu pra-analitik, analitik dan paska analitik. Beberapa kegiatan pemantapan mutu internal antara lain : persiapan penderita, pengambilan dan penanganan spesimen, kalibrasi peralatan, uji kualitas air, uji kualitas reagen, uji kualitas media, uji kualitas antigen-antisera, pemeliharaan strain kuman, uji ketelitian dan ketepatan, pencatatan dan pelaporan hasil. PME adalah kegiatan pemantapan mutu yang diselenggaralan secara periodik oleh pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan menilai penampilan suatu laboratorium di bidang pemeriksaan tertentu. PME harus dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh petugas yang biasa melakukan pemeriksaan dengan reagen/peralatan/metode yang biasa digunakan sehingga benar-benar dapat mencerminkan penampilan laboratorium tersebut yang sebenarnya. Setiap nilai yang

diperoleh dari penyelenggara harus dicatat dan dievaluasi untuk mempertahankan mutu pemeriksaan atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk peningkatan mutu pemeriksaan.

TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulisan paper ini adalah agar pembaca dan penulis mengetahui tentang pemantapan mutu internal laboratorium.

BAB II ISI PENGERTIAN PEMANTAPAN MUTU LABORATORIUM Pemantapan mutu laboratorium mempunyai arti keseluruhan proses atau semua tindakan yang dilakukan untuk menjamin ketepatan dan ketelitian hasil pemeriksaan. Agar diperoleh sistem manajemen yang baik yang di latar belakangi oleh sumber daya manusia yang professional dan bertanggung jawab. Kegiatan mutu meliputi kegiatan pemantapan mutu internal dan kegiatan pemantapan mutu eksternal. Pemantapan mutu laboratorium adalah segala usaha yang dituangkan dalam suatu prosedur yang dirancang untuk memantau penampilan suatu laboratorium. Adanya banyak faktor yang perlu diamati atau diawasi karena kemungkinan terjadi penyimpangan, menuntut digunakannya bermacam-macam teknik pengontrolan supaya didapat suatu sistem yang efektif.Suatu sistem pengontrolan tidak mungkin sepenuhnya sesuai untuk seluruh laboratorium. Oleh karena itu masing-masing laboratorium harus memilih dan menetapkan sistem pengontrolan yang sesuai untuk masing-masing laboratoriumnya 1.1 PENGERTIAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL Pemantapan mutu internal adalah suatu sistem dalam arti luas yang mencakup tanggung jawab dalam memantapkan semua kegiatan yang berkaitan dengan pemeriksaan untuk mencegah dan mendeteksi adanya suatu kesalahan serta memperbaikinya. Pengertian pemeriksaan laboratorium mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai sebelum proses pemeriksaan itu sendiri dilaksanakan yaitu dimulai dari tahap pra analitik yang mencakup persiapan pasien, pemberian identitas spesimen, pengambilan dan penampungan spesimen, pengolahan dan penyimpanan spesimen serta transport spesimen, hingga kegiatan pada tahap analitik dan kegiatan pada tahap pasca analitik.

Manajemen pengendalian mutu internal meliputi 3 tahap, yaitu:

1. Tahap pra-analitik Pengendalian mutu pra-analitik mencakup semua tahapan sebelum pemeriksaan laboratorium dilakukan, yaitu: persiapan pasien dan pengambilan atau penanganan specimen (bahan pemeriksaan) a. Persiapan pasien. Formulir telah terisi identitas lengkap dan jenis pemeriksaan yang ada. Setiap pasien memiliki nomor registrasi,dan pelaksanaan tersebut telah terlaksana. Pasien disiapkan dengan mengikuti prosedur sebelum pemeriksaan. b. Pengambilan dan penerimaan spesimen. Pengambilan dan penerimaan sampel mengikuti prosedur,dimana harus mendapat nomor registrasi dari loket yang telah berisi jenis pemeriksaan yang diminta. c. Penanganan spesimen 1) Pengolahan spesimen dilakukan pemeriksaan 2). Penanganan spesimen sudah benar untuk pemeriksaan khusus. Misalnnya untuk sampel serum diambil dari hasil sentrifugasi sampel darah vena,dan tidak dalam keadaan lisis,lipemik. sesuai persyaratan dan prosedur jenis

2. Tahap Analitik a.Persiapan reagen/media. 1) Reagen/media memenuhi syarat, dimana reagen dan media dalam keadaan baik,diletakkan di suhu tertentu,tidak kadaluwarsa, dan volume dan konsentrasi reagen yang digunakan telah menikuti prosedur penggunaan alat dan jenis pemeriksaan. 2) Masa kedaluwarsa tidak terlampaui. 3) Cara pelarutan / pencampuran sudah benar.

b.Pipetasi reagen dan sampel. 1). Semua peralatan sudah bersih dan diletakkan di tempat yang bersih dan rapi.

2).Seluruh alat otomatis baik pemeriksaan kimia klinik,hematologi,urine lengkap, dan elektrolit dilakukan kalibrasi secara berkala dan disesuaikan dengan alat dan reagen yang biasa digunakan. Khusus untuk alat pemeriksaan kimia klinik dilakukan kontrol setiap hari,hal ini dilakukan agar didapatkan nilai rentang normal dan sesuai dengan reagen yang digunakan. 3). Pipetasi dilakukan dengan benar. 4). Urutan prosedur dilakukan dengan benar.

c. Pemeriksaan. Alat/instrumen berfungsi dengan baik, hasil pemeriksaan fungsi dan hasil. Kecuali jika terjadi kesalahan dalam pipetasi reagen,penentuan konsentrasi reagen,hal ini dapat diatasi dengan melakukan kalibrasi ulang.

3. Tahap pasca analitik a.Pemeriksaan hasil. Penghitungan, pengukuran, identifikasi dan penilaian sudah benar. Dan telah disesuaikan dengan prosedur laboratorium secara umum. NIlai normal disesuaikan dengan reagen dan hasil kalibrasi alat. b.Pelaporan hasil. 1). Form hasil bersih. 2).Hasil tidak salah transkrip. 3). Tulisan sudah jelas. 4). Terdapat kecendrungan hasil pemeriksaan.

BAB 3 PENUTUP

KESIMPULAN Pemantapan mutu (quality assurance) laboratorium adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Kegiatan ini terdiri atas empat komponen penting, yaitu : pemantapan mutu internal (PMI), pemantapan mutu eksternal (PME), verifikasi, validasi, audit, dan pendidikan dan pelatihan. Pemantapan mutu internal adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara terus-menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Dalam proses pengendalian mutu laboratorium dikenal ada tiga tahapan penting, yaitu tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik. Pelaksanaan pemantapan mutu internal di instalasi laboratorium RSUD Klungkung telah terlaksana dengan baik,baik dimulai dari tahap pra-analitik, analitik, dan pasca analitik. Hanya terjadi beberapa kesalahan acak,karena kurangnya kehati-hatian dan ketelitian saat pemipetan reagen dan penentuan konsentrasi,namun hal tersebut dapat diatasi dengan kalibrasi ulang. Diperlukan sikap ketelitian,kehati-hatian, dan ketepatan dalam melaksanakan tahap-tahap pra-analitik, analitik, dan pasca analitik untuk dapat mencapai pemantapan mutu laboratorium yang baik.