Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH MALAKOLOGI

Nautilus sp.

DISUSUN OLEH HASNIAR (H411 09 991)

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak.Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Ciri tubuh Mollusca meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh. Tubuh Mollusca mempunyai ciri-ciri bertubuh lunak, nonmetemeris, pada dasarnya bersifat simetris bilateral, dan terbungkus dalam rumah berkapur yang berasal dari sekretnya sendiri (Adhi, 2008). Mollusca terseber luas dalam habitat laut, air tawar dan darat, tetapi lebih banyak terdapat dalam lautan. Umumnya mollusca berselubung sebuah mantel yang merupakan batas ruang mantel itu sendiri. Secara internal, mantel itu bertaut dengan tubuh. Semua mollusca umumnya mempunyai masa muskular, disebut kaki yang bentuk dan fungsinya berfariasi menurut kelasnya masing-masing (Jasin, 1992). Mollusca mempunyai sistem digesti, respirasi, ekskresi dan reproduksi yang kompleks. Beberapa jenis mollusca mempunyai stadium larva jantung yang beruang-ruang. Sistem pembuluh darah tertutup, menyangkut sistem kapiler spesial dalam organ-organ ekskresi dan respirasi. Sistem sirkulasi pada mollusca merupakan sistem yang paling majemuk dari sistem-sirkulasi pada invertebrata lainya. Pada beberapa mollusca, sistem saraf dan sistem peraba sangat sukar. Khususnya tentang matanya, ternyata mata molluaca serupa dengan mata vertebrata. Jadi, mollusca merupakan hewan nonmetameris yang tingkat perkembanganya paling tinggi. Akhir-akhir ini ditemukan adanya mollusca bersegmen dan ini menunjukan bahwa mollusca mempunyai nenek-moyang annelida (Jasin, 1992). Berdasarkan simetris, kaki, cangkang, mantel, insang, dan sistem sarafnya mollusca terbagi atas 5 kelas yaitu (Jasin, 1992) :

1. Kelas Amphineura, mempunyai tubuh yang simetris bilateral, cangkok terdiri atas 8 kepingan kapur yang mempunyai banyak serabut-serabut insang yang berlapis-lapis. 2. Kelas Gastropoda, tubuhnya terdiri atas kepala, leher kaki dan punuk, viceral. Pada kepala terdapat sepasang tentakel. 3. Kelas Scacopoda, memiliki cangkok seperti kerucut atau tanduk. Ujung cangkok berlubang dan bermantel. 4. Kelas Chepalopoda, tubuh bilateral, kakinya berubah menjadi lengan yang beralat penghisap. Sistem syaraf berkembang di pusat. 5. Kelas Pelycopoda, Tubuhnya bilateral simetris, cangkok terdiri atas dua bagian yang dihubungkan oleh mantel.

I.2 Tujuan pembahasan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui Sistematika, Morfologi dan Anatomi dari (Nutilus sp.).

BAB II PEMBAHASAN

Cephalopoda (dalam bahasa latin, chepalo = kepala, podos = kaki) merupakan Mollusca yang memiliki kaki di kepala.Anggota Cephalopoda misalnya sotong (Sepia officinalis), cumi-cumi (loligo sp.), dan gurita (Octopus sp.). Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut. Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya. Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang. Kebanyakan Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta. Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya. Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya. Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya. Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak.Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus). Pembuahan berlangsung secra internal dan menghasilkan telur (Adhi, 2008). Ciri khas hewan ini memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). Ilmu yang mempelajari Cephalopoda disebut sebagai teutologi (theutology, ilmu mengenai cumi-cumi), dan merupakan cabang dari malakologi (Kastawi, 2003). Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dan secara umum lebih aktif dari mollusca lain, pergerakannya dilakukan dengan merayap atau berenang di dasar laut secara cepat dengan menekan dinding tubuh untuk menghasilkan gerakan meluncur dan menyemprotkan air melalui sifon, sedangkan tentakel dan tangan digunakan untuk mencari makan. Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya. Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang. Umumnya Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta, kecuali Nautilus. Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya. Tinta ini akan di

keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya. Untuk melindungi dirinya dari serangan musuh, Cephalopoda dapat mengubah warna tubuh sesuai warna lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena pada kulit terdapat pembawa warna atau kromatofora (Oemarjati, 1984). Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak. Chalopoda bernapas dengan insang dan memiliki organ indera serta sistem saraf yang berkembang baik. Di dalam mulutnya terdapat radula. Ukuran tubuhnya bervariasi, dari beberapa centimeter hingga puluhan meter. Kecuali Nautilus, semua anggota tubuh Cephalopoda tidak terlindungi oleh cangkang. Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus). Pembuahan berlangsung secara internal dan menghasilkan telur (Mia, 2008). Pada dasarnya kelas Cephalopoda dapat dibedakan menjadi dua ordo yaitu tetrabranchia dan dibranchia. Salah satu contoh spesies dari kelas chepalopoda pada ordo tetrabranchia adalah Nautilus sp. (Jasin, 1992). Nautilus sp. Nautilus (dari bahasa Yunani , 'pelaut') adalah nama umum dari makhluk laut Cephalopoda. Suku dari

chepalopoda yaitu Nautilidae yang satusatunya masih hidup. Dan genusnya yaitu Nautilus . Ini terdiri dari enam spesies yang hidup di dua genera, dengan jenis yang masih merupakan genus Nautilus . Meskipun lebih khusus mengacu pada spesies Nautilus pompilius. nama suku Nautilus juga digunakan untuk setiap spesies dari Nautilidae (Roger, 2009). Nautilidae, baik yang masih ada dan punah, yang ditandai dengan sukar atau sedikit kulit yang umumnya halus, dengan garis yang melingkari tubuhnya Nautilus adalah predator untuk ikan, udang kecil dan udang-udangan dan menangkap mereka menggunakan tentakel mereka. Karena mereka berenang begitu pasif, mereka hanya membutuhkan makanan sebulan sekali. Umur rata-rata

untuk Nautiluses adalah biasanya tinggi dibandingkan dengan cephalopoda lain yaitu sekitar 20 tahun (Roger, 2009). Sistematika (Nautilus sp.) Kingdom Filum Class Ordo Family Genus Spesies : Animalia : Molusca : Chepalopoda : Tetrabranchia : Nautilidae : Nautilus : Nautilus sp. Sumber : Taksonomi Avertebrata Boen.S.Oemarjati. Nautilus tergolong dalam phylum Mollusca karena binatang ini lunak, berdaging tidak bertulang, simetri bilateral, tidak bersegmen, dan bercangkang. Masuk dalam kelas Cephalopoda karena memiliki alat gerak pada bagian kepala dan bercangkang tunggal. Nautilus digolongakan dalam ordo tetrabranchia karena memiliki 4 insang. Morfologi
Body chamber (mulut cangkang) mata cangkang septum

tentakel Intra septum(Ruang antar sekat)

Berikut ini deskripsi mengenai nautilus (Kastawi, 2003): cangkang yang melingkar pada suatu bidang datar (planospiral), bulat pipih berbentuk spiral tertutup dan terbuat dari bahan kapur bagian dalam cangkang memiliki rongga dan terbagi menjadi beberapa septum warna permukaan cangkang umumnya putih dengan dengan garis melingkar berwarna coklat garis tengah cangkang mencapai 25 cm tubuh menempati rongga kosong pada mulut cangkang (body chamber) memiliki septum yaitu sekat yang terdapat pada cangkang yang merupakan pemisah antar rung dan memiliki septa neck atau sekat leher memiliki tentakel. Kaki (tentakel) ini berfungsi sebagai tangan untuk mencari, merasa dan menangkap makanan. Tidak memiliki kromatofor Tidak mempunyai kantung tinta Memiliki mata yang sederhana Spesies ini ditemukan dalam air cukup dangkal (1-50 meter), biasanya di platform terumbu karang atau pinakel laguna, serta di pasir, di bawah batu atau rumput laut. Anatomi Nautilus

Adapun secara anatomi, organ respirasi cumi terdiri atas empat insang berbentuk bulu yang terdapat di rongga mantel. Prosesnya, air keluar masuk melalui tepi lingkaran ujung badan. Kontraksi dan relaksasi mantel menyebabkan sirkulasi air dalam rongga mantel sehingga terjadi pertukaran gas. Filamen insang disuplai oleh kapiler-kapiler darah. Darah mengandung pigmen respirasi yaitu hemocyanin. Sistem pembuluh darah berkembang baik dan sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung sistematik, aorta, dan arteri bersifat ganda dan tertutup, jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah. Alat ekskresinya berupa dua ginjal atau nefridia berbentuk segitiga berwarna putih yang berfungsi menapis cairan dari ruang perikardium dan membuangnya ke dalam rongga mantel melalui lubang yang terletak di sisi usus (Mia, 2008). Organ pencernaan terdiri atas mulut yang mengandung radula dan dua rahang yang terbuat dari kitin dan berbentuk seperti paruh burung betet. Gerak kedua rahang tersebut dikarenakan kontraksi otot. Selanjutnya makanan di bawa ke esofagus, lambung, usus, rektum dan anus yang bermuara dalam rongga mantel. Pencernaan dilengkapi dengan dua kelenjar ludah (di masa bukal) dan di dekat ujung anterior hati, digunakan untuk mensekresikan racun di daerah rahang. Selain itu juga memiliki kelenjar pencernaan yaitu kelenjar hati pada anterior dan pankreas di posterior. Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya (Mia, 2008). Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. Ganglion serebral, pedal, viseral, suprabukal, infrabukal dan optik terletak di kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata, dua statosis pada masingmasing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ pembau.Sistem reproduksi nautilus dilakukan secara kawin. Hewan ini umumnya memijah satu kali dan biasanya mati setelah melakukan reproduksi. Alat kelaminnya terpisah (diosius), masing-masing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel dengan saluran yang terbuka ke arah corong sifon. Pada saat kopulasi spermatofor jantan dimasukkan ke dalam rongga mantel betina dengan pertolongan hektokotikulus (modifikasi ujung tangan kiri ke-5 jantan) yang berbentuk seperti sisir (Mia, 2008).

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah Nauitilus sp tergolong dalam phylum Mollusca karena binatag ini lunak, berdaging tidak bertulang, simetri bilateral, tidak bersegmen, dan bercangkang. Masuk dalam kelas Chepalopoda karena berkaki dikepala. Body chamber (mulut cangkang) yang besar. Tergolong kedalam ordo tetrabranchia karena memiliki 4 insang. karnivora karena memakan ikan-ikan kecil dan cacing laut. Memiliki tentakel sebagai alat untuk menangkap mangsa. Memiliki cangkang yang terdiri dari beberapa sekat dan umumya berwarna putih yang ditandai dengan garis melingkari cangkangnya yang berwarna coklat.. Bereproduksi secara seksual melalui peleburan sel sperma dan ovum. Spesies ini ditemukan dalam air cukup dangkal (1-50 meter), biasanya di platform terumbu karang atau pinakel laguna, serta di pasir, di bawah batu atau rumput laut. III.2 Saran Jagalah kelestarian laut karena merupakan kekayaan alam yang akan bermanfaat untuk masa depan negaramu.

DAFTAR PUSTAKA

Adhi,

Ketutu Diana, 2008. Phylum Mollusca. http://gurungeblog.files.wordpress.com/. Diakses tanggal 11 September 2011.

Kastawi, Yusuf.dkk, 2003. Zoologi Avertebrata. Jica,Malang. Oemarjati, Boen S, 1992. Taksonom Avertebrata. Erlangga, Jakarta. Hall, Roger, 2009. Family nautilidae http://3.bp.blogspot.com/. Diakses tanggal 11 September 2011. Mia, 2008. Chepalopoda. http://Mia.blogspot.com/. Diakses tanggal 11 September 2011.