Anda di halaman 1dari 6

FILSAFAT

Apakah filsafat itu? Filsafat adalah suatu proses berfikir tentang sesuatu, mengapa sesuatu itu ada. Apakah sesuatu yang ada itu? Sesuatu yang ada adalah apa yang dapat dilihat. Dilihat melalui apa? 1. Dengan panca indera. a. MATA => BENDA (FORM) => EMPIRIS b. TELINGA => SUARA (TONE) => EMPIRIS c. CIUM => BAU (SMELT) => EMPIRIS d. RABA => GETAR MUKA (PITCH) => EMPIRIS e. CICIP => RASA (TAST) => EMPIRIS Empiris adalah apa saja yang dapat diindera, artinya dapat dibuktikan dengan jangkauan panca indera. 2. Dengan akal pikiran. a. IMAGINASI => CITRA (IMAGE) = apa yang dapat dibayangkan di otak = TERBAYANG. b. LOGIKA => SIMPULAN (REASONING) = apa yang dihasilkan melalui penalaran => LOGIS atau RASIONAL. Apa saja yang dapat dibayangkan dan logis/rasional disebut masuk akal/reasonable. 3. Dengan rasa hatinurani. a. PEMBEBASAN => PIKIRAN. b. PENIMBANGAN => LARAS (BALANCE) = Rasa SESUATU.Apa Pencipta Ilahi. c. PENENANGAN => TENANG DAMAI Yakni menemukan titik pusat tumpuan dan menguatkan kedamaian dalam diri (hati) dengan menguatkan ingatan kebaikan pencipta segala sesuatu hingga terlupakan segala ingatan duniawi menimpa). (yang menarik/butuh atau menekan/ yang dipandang PER-SAMA-AN atas RASA-nya seimbang.Maksudnya BEBAS (FREE) = RASA melepas/menghindar dari TEKANAN atau BENTURAN baik bersumber PERISTIWA atau BAYANGAN

mempersamakan bobot atau berat atau nilai dengan merasukkan sifat kesucian

d. PENIKMATAN => NIKMAT SEJAHTAERA Yakni merasakan dengan mengingat, menemukan, memikirkan kemurahan, kebaikan dan keadilan sang Maha Pencipta dalam penciptaan segala sesuatu sehingga dirasakan terimakasih/syukur yang semakin terasa mendalam menembus pusat, puncak dan kesempurnaan nikmat bahagia dan sejahtera. e. PENGENALAN => KENAL SAMBUNG Yakni bertanya, melihat, berfikir dalam hati tentang tanda-tanda kebesaran Tuhan Maha Pencipta yang dirasakan dalam dialog sepanjang pengabdian atas dasar dan dorongan kecintaan hingga dikenali dan dimanfaatkan sifat-sifat=Nya yang dipancarkan melalui rasa pikirnya, sikap, ucapan dan perbuatan seorang hamba sebagai KHALIFAH dimuka bumi. Apa saja yang ditemukan oleh rasahati adalah hakekat dari setiap sesuatu (beiing) sebagai hasil dari pengabdian, pemberian, pengorbanan, kerinduan, dan kecintaan terhadap sumber kenikmatan dan kekuatan sejati yang disebut IKHSAN=HIDUP BERKAH. Hubungan antara IMAN-ISLAM-IKHSAN adalah sebagai berikut: 1. Kekuatan nilai iman meleburkan nilai dunia empiris menuju nilai akhirat, kegaiban rahmat dan syukur. 2. Kekuatan nilai amal perbuatan meleburkan harapan upah dari makhluq dalam mengabdikan diri kepada siapapun, apapun, dan kapanpun dengan menguatkan harapan upah hanya dari Allah SWT dalam bentuk apapun yang diberikan-Nya. 3. Nilai tertinggi KEBERHASILAN = NIKMAT SYUKUR (nikmat yang didapat dari amal perbuatan sebagai ungkapan terima kasih kepada pencipta dirinya). Karya besar AKAL HATI antara lain: 1. Puncak keutamaan Pem-BICARA-an = menyeru ke jalan Allah Pencipta Semesta dan kemaslahatan dari-Nya. 2. Puncak nilai amal perbuatan = manfaatnya dirasakan orang / makhluk lain sebagai kesenangan / kenikmatan / kebaikan baginya. 3. Puncak nilai harta tertinggi yang dapat diraih ujungnya = KESABARAN.

Apakah Keberadaan Itu? Keberadaan di dalam kehidupan sehari-hari berarti hal yang nyata, benar-benar ada. Tingkatan Keberadaan adalah sebagai berikut: 1. Keberadaan Empiris. 2. Keberadaan Emaginatif-rasional. 3. Keberadaan kebenaran Rasahati (Kebebasan, kemerdekaan (otonomi), ke-tenangdamai-an, dan ke-nikmat-sejahtera-an serta akhirnya ke-dekat-ikat- sama-an (atas dasar rindu-cinta) dengan Tuhannya. Apakah Pengertian Filsafat? Pengertian Filsafat berdasarkan Etimologi (asal-usul kata) antara lain: BERSAL DARI KATA LATIN: PHILO DAN SOPHIA. PHILO: PENGETAHUAN, KEBENARAN, KEBIJAKAN, KEADILAN. SOPHIA: KECINTAAN, PENGABDIAN, KERINDUAN. PHILOSOPHY: KEBIJAKAN. Pengertian Filsafat secara Terminologi: Plato ( 428 -348 SM ): Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada. Aristoteles (384 322 SM): Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali.Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu. Cicero (106 43 SM ): filsafat adalah sebagai ibu dari semua seni ( the mother of all the arts ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan). Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ): filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu.Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan.Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan. Paul Nartorp (1854 1924 ): filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya . Imanuel Kant ( 1724 1804 ): Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan: 1. Apakah yang dapat kita kerjakan? (jawabannya metafisika ). 2. Apakah yang seharusnya kita kerjakan? (jawabannya Etika ). 3. Sampai dimanakah harapan kita? (jawabannya Agama ). MENCINTA I PENGETAHUAN, KEBENARAN DAN

4. Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya Antropologi ). Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat. Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebabsebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai mengapa yang penghabisan . Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal. Harold H. Titus (1979 ): 1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; 2. Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; 3. Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); 4. Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat. Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu. Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan. Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati. Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains.Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.

Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas, dapat ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut. Kapan Munculnya Filsafat? Filsafat, terutama Filsafat barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada [agama] lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas. Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki.Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles.Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato.Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah Komentar-komentar karya Plato belaka.Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.Buku karangan plato yg terkenal adalah berjudul "etika, republik, apologi, phaedo, dan krito. Apa Saja Pembidangan dalam Filsafat? 1. Metafisika, mengkaji hakikat segala yang ada.Dalam bidang ini, hakikat yang

ada dan keberadaan (eksistensi) secara umum dikaji secara khusus dalam Ontologi.Adapun hakikat manusia dan alam semesta dibahas dalam Kosmologi. 2. Epistemologi, mengkaji tentang hakikat dan wilayah pengetahuan (episteme secara harafiah berarti pengetahuan).Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan. 3. Aksiologi, membahas masalah nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan manusia.Dari aksiologi lahirlah dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup manusia: etika dan estetika.

4.

Etika, atau filsafat moral, membahas tentang bagaimana seharusnya manusia

bertindak dan mempertanyakan bagaimana kebenaran dari dasar tindakan itu dapat diketahui.Beberapa topik yang dibahas di sini adalah soal kebaikan, kebenaran, tanggung jawab, suara hati, dan sebagainya. 5. Estetika, membahas mengenai keindahan dan implikasinya pada kehidupan.Dari estetika lahirlah berbagai macam teori mengenai kesenian atau aspek seni dari berbagai macam hasil budaya. Apa Saja Karakteristik Filsafat? 1. KRITIS (CRITICAL), sendiri dipertanyakan. 2. SISTEMATIK DAN RASIONAL (SYSTEMATIC AND RATIONAL), Pertanyaan disusun secara berjenjang, runtut, dan tersambung-susun secara logis. 3. MENDALAM (IN DEPT), Pertanyaan terus diajukan terhadap setiap jawaban hingga tuntas sampai ke akarnya.Rangkaian jawaban dianggap tuntas jika tidak dapat dimunculkan lagi pertanyaan. 4. RADIKAL (RADICAL), Pertanyaan yang diajukan sering bersifat antitesa (pertanyaan menggugurkan) 5. FUNDAMENTAL (FUNDAMENTAL), Pertanyaan diajukan sampai ke tingkat yang sangat esensial atau hakiki. 6. SPEKULATIF (CRITICAL), Cara yang ditempuh untuk memperoleh kebenaran dilakukan secara spontan dengan segala resiko.Atau cara yang ditempuh dalam penelusuran tanpa dapat diverifikasi, yang penting kebenaran diperoleh. 7. ANTI STATUSQUO (CANGEABLE ORIENTASTION), Karena pangkal filsafat adalah pertanyaan, setiap jawaban yang diperoleh selalu dipertanyakan untuk mendapatkan alternatif jawaban yang lebih baik. Konsekuensinya filsafat mendorong perubahan berkelanjutan. Segala sesuatu dipertanyakan.Bahkan pertanyaan itu