Anda di halaman 1dari 27

Regeneration of vascularized bone

Regeneration of bone vascularization Click to edit Master subtitle style Regeneration of bone structure

4/21/12

Pendekatan tradisional untuk memulai regenerasi tulang

Menggunakan bone graft atau bahan sintetis

Untuk mengisi defek tulang Hanya menyediakan struktur pendukung (scaffold) selama masa regenerasi tulang (guided tissue regeneration)

4/21/12

4/21/12

Bone grafts

Bone grafting : suatu pembedahan untuk menempatkan tulang baru atau bahan pengganti tulang pada daerah sekitar tulang yang rusak (defek)

4/21/12

Bone grafts

Autograft --- didapatkan dari tubuh pasien sendiri baik intraoral maupun extraoral

Merupakan gold standard Karena rendahnya kemungkinan respon imun yang merugikan

4/21/12

4/21/12

Bone grafts

Allograft

--- tulang didapatkan dari cadaver dan kemudian mengalami proses sebelum siap digunakan

Tipe allograft :

Freeze-dried bone allograft (FDBA)

Osteoconductive scaffold

Demineralized 4/21/12

freeze-dried bone

Bone grafts

Xenograft

--- tulang pengganti berasal dari spesies selain manusia (bovine atau porcine)

Terdapat resiko transmisi penyakit


4/21/12

Bone grafts

Alloplastic/synthetic graft material --- merupakan graft sintetis

Dapat berupa hydroxyapatite, Ca-fosfat, bioactive glasses, collagen atau biodegradable polymer Osteoconductive dalam mendukung proses pembentukan tulang secara alami

4/21/12

Renenerasi tulang mulai scaffold hingga tulang yang mature

4/21/12

Perbandingan trabekula tulang alami (gambar Dan scaffold sintetis (dalam gambar porous hydroxyapatite) kiri)

4/21/12

Pendekatan alternatif untuk regenerasi tulang


Kombinasi scaffold polimer, sel dan faktor-faktor induktif yang secara aktif menstimulasi regenerasi jaringan

4/21/12

Pembentukan dan regenerasi tulang

Tulang merupakan jaringan dengan vaskularisasi tinggi yang bergantung pada pembuluh darah untuk transport nutrisi dan oksigen serta distribusi stem cell dan faktor osteogenic Tulang terbentuk dari sel multipoten (mesenchymal stem cell) yang akan 4/21/12 menyusun rangka, elemen limfatik

Pembentukan dan regenerasi tulang

4/21/12

Pembentukan dan regenerasi tulang

Mekanisme pembentukan
1.

Endochondral ossification : melalui jaringan perantara tulang rawan mesenchymal stem cell chondrocyts mineralisasi dan vaskularisasi osteoblast menggantikan tempat chondrocyt mature bone

Intramembran ossification : tanpa melalui jaringan perantara tulang 4/21/12

2.

Scaffolds

4/21/12

Scaffolds

Merupakan media migrasi sel Merupakan template 3 dimensi untuk regenerasi jaringan Menyediakan ruangan untuk pembentukan tulang baru Osteoconductive atau osteoinductive atau keduanya
4/21/12

Dapat di resorbsi dan digantikan sel

Cells

Regenerasi dengan mengandalkan material (GTR) memiliki keterbatasan Pendekatan ini (gtr saja) kemungkinan tidak cukup untuk defek tulang yang besar Sel-sel osteoprogenitor telah di kultur dalam beberapa jenis scaffold untuk meningkatkan regenerasi tulang Secara umum hasil teknik ini 4/21/12 (scaffold + kultur sel) lebih baik dari

4/21/12

Berupa hormon, sitokin dan morfogen yang mengendalikan perkembangan tulang

Osteoinductive growth factors (signaling molecules)

Beberapa yang penting meliputi

Turunan fibroblast growth factor (FGF) Turunan transforming groth factor (TGF) Turunan insulin-like growth factor (IGF) bone morphogenic protein

Turunan 4/21/12

4/21/12

Kebanyakan memiliki waktu paruh(half-life) yang pendek

Osteoinductive growth factors (signaling molecules)

Sehingga injeksi langsung pada defek akan membutuhkan dosis yang sangat besar Lokalisasi Osteoinductive growth factors pada scaffold memungkinkan pelepasan secara berkala dan meningkatkan efektifitas regenerasi 4/21/12 tulang

Bone neovasculariztion

Tulang merupakan jaringan dengan vaskularisasi tinggi yang bergantung pada pembuluh darah untuk transport nutrisi dan oksigen serta distribusi stem cell dan faktor osteogenic

4/21/12

Bone neovasculariztion

Mekanisme vaskularisasi baru :

Vasculogenesis : dimana endotel progenitor, dipengaruhi vascular endhotelial growth factor (VEGF) berproliferasi dan migrasi membentuk pembuluh darah baru

Angiogenesis : stabilisasi dan maturasi pembuluh darah baru (dari vasculogenesis) karena adanya 4/21/12 penarikan sel otot polos dan pericyt

4/21/12

Angiogenic factors

Kebanyakan memiliki waktu paruh(half-life) yang pendek

Namun injeksi berlebihan langsung pada defek menimbulkan kemungkinan efek samping berbahaya seperti kebocoran pembuluh darah dan perdarahan
4/21/12

Angiogenic factors

Pelepasan angiogenic factor secara berkala dari scaffold mengurangi reaksi merugikan dan dapat meningkatkan angiogenesis

Penambahan sel endotel dimungkinkan apabila pasien tidak responsif pada pemberian angiogenic 4/21/12 factor saja