Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH REVIEW MATERI KOMUNIKASI MATA KULIAH KOMUNIKASI KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH :

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr Wb Puji syukur kami haturkan atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah Komunikasi Keperawatan yang mengulang kembali materi tentang komunikasi. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Ns. Eka Yuli, S. Kep selaku dosen komunikasi keperawatan yang membimbing kami dalam mata kuliah ini .Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu menyelesaikan pembuatan makalah ini. Makalah ini membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi komunikasi umum yang telah dipelajari pada semester 3 lalu. Kami, sebagai penyusun berharap, semoga makalah ini dapat mengingatkan kita pada materi tentang komunikasi dan dapat memberikan manfaat dalam proses belajar untuk kita semua. Adapun kritik dan saran yang membangun untuk makalah ini, kami gunakan sebagai pedoman penulisan makalah selanjutnya. Wassalammualaikum Wr Wb

Indralaya, Februari 2011 Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Judul .. 1 Kata Pengantar . 3 Daftar Isi ...................... 4 Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 5 Rumusan Masalah .. 5 Tujuan Umum .... 5 Bab II TINJAUAN PUSTAKA Bab III ISI/PEMBAHASAN 3.1 Ruang lingkup, definisi, dan fungsi komunikasi 3.2 Komponen komunikasi... 3.3 Proses komunikasi.. 3.4 Model-model komunikasi.. 3.5 Hambatan dalam proses komunikasi.............................................................. Bab III KESIMPULAN . 15 Daftar Pustaka 16

1.2

1.3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Mengulang dan mengingat kembali teori komunikasi yang telah dipelajari di semester sebelumnya, Manusia merupakan makhluk social yang selalu berinteraksi antar manusia lain untuk mengetahui lingkungan sekitar dan apa yang terjadi dalam dirinya. Oleh karena itu manusia perlu berkomunikasi karena manusia mempunyai hasrat untuk mengontrol lingkungan, komunikasi dapat menjadi upaya untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi. Dengan begitu kita perlu mengetahui pentingnya komunikasi secara umum,bagaimana suatu pesan dapat diterima komunikan hingga tujuan semula kita berkomunikasi tercapai. Oleh karena itu makalah ini akan membahas mengenai Komunikasi secara umum untuk dapat dipelajari dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. B. Masalah a. Apa ruang lingkup, defenisi, dan fungsi komunikasi? b. Apa saja elemen-elemen komunikasi? c. Apa saja jenis dan klasifikasi komunikasi ? d. Bagaimana dimensi dan perspektif komunikasi? e. Apa saja yang menjadi hambatan dalam berkomunikasi ? C. Tujuan a. Mengetahui ruang lingkup, defenisi, dan fungsi komunikasi. b. Mengetahui elemen-elemen komunikasi c. Mengetahui jenis dan klasifikasi komunikasi d. Mengetahui dimensi dan perspektif komunikasi e. Mengetahui hambatan dalam komunikasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13).

Telah lama para ahli berupaya memberikan penjelasan mengenai pengertian 'komunikasi' melalui berbagai teori yang mereka kemukakan. Beberpa diantaranya sebagai berikut: James A.F.Stoner menyebutkan bahwa komunikasi adalah proses di mana seseorang
berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.

John R.Schemerhorn menyatakan bahwa komunikasi itu dapat diartikan sebagai proses
antar pribadi dalam mengirim dan menerima symbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.

Onong Cahyana Efendi :Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang
kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)

Raymond Ross :Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbolsimbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

New Comb : Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima media apa, kepada siapa, dan apa efeknya. Menurut Harold Lasswell Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?).

Harold Laswell :Komunikasi adalah gambaran mengenai siapa, mengatakan apa, melalui

Roucek dan Warren, komunikasi itu adalah suatu proses pemindahan atau pengoperan fakta-fakta, keyakinan-keyakinan sikap, reaksi-reaksi emosional, serta berbagai bentuk kesadaran manusia.

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama ((make to common). Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).

Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran.Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

BAB 3 PEMBAHASAN
3.1 Ruang Lingkup, defenisi dan fungsi komunikasi. Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung / tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effek kepada komunikan sesuai dengan yang diinginkan komunikator. Yang memenuhi 5 who, says what, in which channel, to whom, with what effect. Fungsi dan tujuan komunikasi Fungsi komunikasi adalah : a. Kendali b. Motivasi c. Pengungkapan emosional d. Informasi *(Robbins, 2002: 310-311) Bentuk- bentuk komunikasi dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Komunikasi vertical Komunkasi vertical adalah komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau komunikasi dari bawahan ke pimpinan secara timbal balik. b. Komunikasi horizontal Komunikasi horizontal adalah komunikasi secara mendatar, misalnya komunikasi antara karyawan dengan karyawan dan komunikasi ini sering kali berlangsung tidak formal yang berlainan dengan komunikasi vertical yang terjadi secara formal. c. Komunikasi diagonal Komunikasi diagonal yang sering juga dinamakan komunikasi silang yaitu seseorang dengan orang lain yang satu dengan yang lainnya berbeda dalam kedudukan dan bagian ( Effendy,2000:17) Prinsip komunikasi Kesamaan dalam berkomunikasi dapat diibaratkan dua buah lingkaran yang bertindih satu sama lain. Daerah yang bertindihan itu disebut kerangka pengalaman yang menunjukan adanya persamaan antara A dan B dalam hal tertentu, misalnya bahasa atau simbol.

3.2 Komponen Komunikasi


Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain. Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol").

Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:[6] B. Elemen proses komunikasi meliputi : Referen Komunikator Pesan Media Komunikan Respon 1. REFEREN

Referen atau stimulus memotivasi seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Referen dapat berupa objek, pengalaman, emosi, idea atau tindakan. Individu yang secara sadar memperhitungkan referen dalam interaksi interpersonal dapat dengan hati-hati mengembangkan dan mengatur pesan. 2. KOMUNIKATOR Pengirim (encoder) adalah orang yang memprakarsai pesan atau komunikasi interpersonal. Pengirim menempatkan referen pada suatu bentuk yang dapat ditransmisikan dan melaksanakan tanggung jawab untuk ketepatan isi dan nada emosional pesan tersebut. 3. MENGENAL DIRI SENDIRI

Pengirim (encoder) adalah orang yang memprakarsai pesan atau komunikasi interpersonal. Pengirim menempatkan referen pada suatu bentuk yang dapat ditransmisikan dan melaksanakan tanggung jawab untuk ketepatan isi dan nada emosional pesan tersebut. Untuk memahami diri sendiri, Joseph Luft dan Harrington Ingham memperkenalkan konsep Johari Window : wilayah terbuka (open area), wilayah buta (blind area), wilayah tersembunyi (hidden area) wilayah tak dikenal (unknown area). a) Pada wilayah terbuka kita mengenal diri kita dalam hal kepribadian, kelebihan dan kekurangan. Menurut konsep ini, kepribadian, kelebihan dan kekurangan yang kita miliki selain diketahi oleh diri sendiri juga diketahui oleh orang lain. b) Pada wilayah buta orang tidak mengetahui kekurangan yang dimilikinya, tetapi sebaliknya kekurangan itu justru diketahui oleh orang lain. Oleh karena itu, kalau wilayah buta makin lebar dan mendesak wilayah lain, maka akan terjadi kesulitan komunikasi. c) Pada wilayah tersembunyi, kemampuan yang kita miliki tersembunyi sehingga tidak diketahui orang lain. Ada dua konsep yang erat hubungannya dengan wilayah tersembunyi, yakni over disclose dan under disclose. d) Wilayah tak dikenal adalah wilayah yang paling kritis dalam komunikasi. Sebab selain kita sendiri yang tidak mengenal diri, juga orang lain tidak mengetahui siapa kita. Selain konsep Johari Window, ada juga konsep diri yang diperkenalkan oleh Weaver (1978), yaitu : self awareness self acceptance self actualization self disclose. Untuk mencapai komunikasi yang mengena, seorang komunikator selain mengenal dirinya, ia juga harus memiliki kepercayaan (credibility) daya tarik (attractive) kekuatan (power). James McCroskey (1996) lebih jauh menjelaskan bahwa kredibilitas seorang komunikator dapat bersumber dari : kompetensi (competence) sikap (character) tujuan (intention) kepribadian (personality) dinamika (dynamism). Menurut bentuknya kredibilitas dapat dibedakan atas tiga macam, yakni : Initial Credibility Derived Credibility Terminal Credibility

4. PESAN (KODE VERBAL DAN NON VERBAL) Membicarakan pesan (message) dalam proses komunikasi, kita tidak bisa melepaskan diri dari apa yang disebut symbol dan kode, karena pesan yang dikirim komunikator kepada penerima terdiri atas rangkaian symbol dan kode. 5. SIMBOL DAN KODE Sebagai makhluk social dan juga sebagai mahkluk komunikasi, manusia dalam hidupnya diliputi oleh berbagai macam symbol, baik yang diciptakan oleh manusia itu sendiri maupun yang bersifat alami. Kode pada dasarnya dapat dibedakan atas dua macam, yakni kode verbal dan kode nonverbal : Kode Verbal Kode verbal dalam pemakaiannya menggunakan bahasa. Bahasa memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah : Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia Kode Non verbal Manusia dalam berkomunikasi selain memakai kode verbal (bahasa) juga memakai kode nonverbal. Kode nonverbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language). Mark Knapp (1978) menyebutkan bahwa penggunaan kode nonverbal dalam berkomunikasi memiliki fungsi untuk : Meyakinkan apa yang diucapkannya (repetition) Menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution) Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity) Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna Dari berbagai studi yang pernah dilakukan sebelumnya, kode nonverbal dapat dikelompokkan dalam beberapa bentuk, antara lain : Kinesic Emblems Illustrator Affect displays Regulators Adaptor Gerakan mata Empat fungsi utama gerakan mata : Memperolah umpan balik dari seorang lawan bicara (bagaimana pendapat anda tentang hal itu?) Menyatakan terbukanya saluran komunikasi dengan tibanya waktu untuk bicara Sebagai sinyal yang menyalurkan hubungan

Pengganti jarak fisik

Sentuhan Menurut bentuknya sentuhan badan dibagi atas tiga macam, yaitu : Kinesthetic Sociofugal Thermal Paralanguage Diam Postur tubuh Kedekatan dan ruang Artifak dan visualisasi Warna Waktu Bunyi Bau

3.2.1 Komunikator Sebagai pelaku utama dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting, terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk itu, seorang komunikator harus terampil berkomunikasi dan juga kaya ide serta kreativitas. Komunikator adalah pengambil inisiatif terjadinya suatu proses komunikasi yang harus mengetahui lebih awal tentang kesiapan dirinya, pesan yang ingin disampaikan, media yang akan digunakan, hambatan yang mungkin akan ditemui, serta khalayak yang akan menerima pesannya.

3.2.2 Pesan (simbol dan kode)


Kode Verbal

Adalah pesan yang menggunakan bahasa.


Kode Nonverbal

Adalah pesan yang menggunakan bahasa isyarat atau bahasa diam, antara lain:
a. Kinesik ( ditunjukkan oleh gerakan badan) Emblems : isyarat yang punya arti langsung pada simbol yang dibuat oleh gerakan badan. Illustrator : isyarat yang dibuat oleh gerakan badan untuk menjelaskan sesuatu. Affect displays : isyarat yang terjadi karena dorongan emosional sehingga berpengaruh pada ekspresi. Regulators : gerakan tubuh yang terjadi pada daerah kepala. Adaptor : gerakan badan yang dilakukan sebagai tanda kejengkelan.

b. Gerakan mata c. Sentuhan Kinesthetik : isyarat yang ditunjukkan dengan bergandengan tangan sebagai simbol keakraban. Sociofugal : isyarat yang ditunjukkan dengan berjabat tangan atau saling merangkul. Thermal : isyarat yang ditunjukkan dengan sentuhan badan yang terlalu emosional.

d. e. f. g. h. i. j. k. l.

Paralanguage ( isyarat yang ditimbulkan karena tekanan) Diam Postur tubuh Kedekatan dan ruang Artifak dan visualisasi Warna Waktu Bunyi bau

3.2.3 Media Komunikasi Media yang digunakan dalam berkomunikasi dapat digolongkan menjadi 4 macam, yakni:
1. Media antar pribadi

Untuk hubungan perorangan, media yang tepat digunakan adalah utusan, surat, dan telepon.

2. Media kelompok

Dalam proses komunikasi yang melibatkan khalayak lebih dari 15 orang, maka medianya:
Rapat : biasanya digunakan untuk membicarakan hal-hal yang dihadapi oleh suatu organisasi. Seminar : biasanya dihadiri oleh khalayak tidak lebih dari 150 orang. Tujuannya adalah membicarakan suatu masalah dengan menampilkan pembicara, kemudian meminta pendapat atau tanggapan dari peserta seminar yang biasanya dari kalangan pakar sebagai narasumberdan pemerhati dalam bidang itu. Konferensi tertentu. : biasanya dihadiri oleh anggota dan pengurus dari organisasi

3. Media publik

Jika khalayak sudah lebih dari 200 orang, maka media komnikasi yang digunakan biasanya disebut media publik, misalnya rapat akbar, rapat raksasa. Dalam rapat akbar, peserta berasal dari berbagai macam bentuk, tetapi masih mempunyai homogenitas, misalnya kesamaan partai.
4. Media Massa

Jika khalayak tersebar tanpa diketahui di mana mereka berada, maka biasanya digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis, seperti surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Karakteristik media massa :
Bersifat melembaga Bersifat satu arah Meluas dan serempak Memakai peralatan teknis atau mekanis Bersifat terbuka

Tabel kelebihan dan kekurangan masing-masing media


karakteristik Diterima oleh Umpan balik Intrapersonal pikiran Memutar dalam diri Media Interpersonal Publik Semua indra Semua indra Langsung Bisa langsung Massa Mata dan telinga Tidak langsung

kode Arus pesan liputan efek

Simbol dan persepsi memusat Pada diri Sikap dan perilaku Cepat pada diri sendiri sendiri

Tertulis, lisan, dan isyarat Dua arah terbatas Tinggi pada sikap, rendah pada kognitif Cepat dan terbatas Individu dan kelompok Terbatas setiap tempat

Lisan dan isyarat Bisa satu dan dua arah Banyak dan terbatas Tinggi pada prilaku,rendah pada kognitif Cepat tapi terbatas Kelompok, massa dan terbatas Terbatas mimbar, alunalun, rapat akbar

Tertulis, lisan Satu arah Banyak dan terbatas Rendah pada sikap, tinggi pada kognitif Cepat dan meluas Massa tak terbatas Banyak, televisi, radio, surat kabar.

kecepatan khalayak

Muatan pesan media

Terbatas diri sendiri

3.2.4 Komunikan Ada 3 aspek yang harus diketahui oleh seorang komunikator mengenai komunikan:
1. Sosiodemografi meliputi jenis kelamin, usia, populasi, lokasi, tingkat pendidikan, bahasa, agama, pekerjaan, ideologi, dan pemilikan media. 2. Profil psikologik meliputi emosi, bagaimana pendapat komunikan, adakah keinginan yang perlu dipenuhi, dan adakah perasaan kecewa, dendam frustasi. 3. Karakteristik perilaku meliputi hobi, nilai dan norma, mobilitas sosial, dan perilaku komunikasi.

3.2.5 Feedback Ada 4 jenis umpan balik (feedback) dalam proses komunikasi:
1. Zero feedback (Tanpa dampak)

Komunikator tidak mengerti apa yang disampaikan oleh komunikan, tidak mengerti sikap komunikan setuju atau tidak.
2. Feedback positif

Ada persetujuan, keterbukaan, dan pemahaman yang sama antara komunikator dan komunikan.
3. Feedback netral

Tanggapan yang disampaikan oleh komunikan tidak ada relevansi dengan pesan yang yang disampaikan oleh komunikator.

4. Feedback negatif

Feedback disampaikan oleh komunikan kepada komunikator tetapi tidak mendukung maksud komunikator.

3.3 Proses komunikasi Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut. 1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. 2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya. media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan. 1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. 2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

3.4 Jenis- Jenis Komunikasi Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa sosial, namun berada pada situasi tertentu. Indikator yang paling umum untuk mengklasifikasikan komunikasi adalah berdasarkan jumlah peserta yang terlibat dalam komunikasi itu sendiri. Berdasarkan klasifikasi ini, maka jenis komunikasi antara lain:
1.Komunikasi Intrapersonal

Adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu (dengan diri sendiri). Komunikasi ini terjadi karena adanya pemberian makna pada suatu objek. Objek yang diamati mendapatkan rangsangan panca indra, kemudian mengalami proses perkembangan dalam pikiran manusia.
2.Komunikasi Kelompok

Adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam suatu kelompok. Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang bersama, mengenal satu sama lainnya dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Misalnya, keluarga, kelompok ronda, kelompok diskusi.
3.Komunikasi Interpersonal

Adalah proses komunikasi yang berlangsung antara 2 oarang atau lebih secara tatap muka. (R. Wayne Pace, 979). Komunikasi ini sangat potensial untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain. Komunikasi ini mempunyai bentuk khusus, yakni:
a. Komunikasi diadik

Yaitu proses komunikasi yang berlangsug antara 2 orang dalam situasi tatap muka, pihak- pihak yang berkomunikasi berada pada jarak yang dekatserta mengirim dan menerima pesan secara spontan dan simultan. Komunikasi ini dibagi lagi menjadi 3:
Percakapan informal. : proses komunikasi yang berlangsung dalam suasana bersahabat dan

Dialog : proses komunikasi yang berlangsung dalam suasana yang lebih intim, lebih dalam dan lebih personal. Wawancara : proses komunikasi yang berlangsung lebih serius dan terdapat pihak yang dominan pada posisi bertanya dan yang lain pada posisi menjawab.

b. Komunikasi Kelompok Kecil

Yaitu proses komunikasi yang berlangsung antara 3 orang atau lebih secara tatap muka, di mana anggota- anggotanya saling berinteraksi satu sama lain.
c. Komunikasi Publik

Yaitu proses komunikasi di mana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar dan tidak dikenali satu persatu. Komunikasi ini disebut juga komunikasi kelompok besar, komunikasi pidato, komunikasi retorika, serta komunikasi khalayak.
d. Komunikasi Organisasi

Yaitu proses komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan komunikasi yang lebih besar dari pada komunikasi kelompok. Bersifat formal adalah menurut struktur organisasi yaitu komunikasi ke bawah dan ke atas serta komunikasi horizontal. Sedangkan bersifat informal apabila tidak bergantung pada struktur organisasi, seperti komunikasi dengan sejawat.
4.Komunikasi Massa

Adalah proses komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen. Pesan yang disampaikan bersifat umum, disampaikan secara cepat, serentak dan selintas. 3.5 Model - Model Komunikasi

Fungsi dan Manfaat Model

Gordon Wiseman dan Larry Barker, mengemukakan bahwa model kamunikasi mempunyai tiga fungsi : 1. Melukiskan proses komunikasi, 2. Menunjukkan hubungan visual, 3.Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi. Deutsch menyebutkan bahwa model itu mempunyai empat fungsi :

1. Mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan) yang tadinya tidak teramati, 2. Heuristik (menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui), 3. Prediktif, memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau tidak hingga kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan seberapa banyak, 4. Pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi,

Model-model komunikasi

1. Lasswells Model (Model Lasswell) Teori komunikasi yang dianggap paling awal (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : Who says in which channel to whom with what effect (Siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan efek apa). Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik : Lasswell itu merupakan unsur-unsur proses komunikasi yaitu Communicator (komunikator), Message (pesan), Media (media), Receiver (komunikan/penerima), dan Effeck (efek). Adapun fungsi komunikasi menurut Lasswell adalah sebagai berikut :
The surveillance of the environment (pengamatan lingkungan) The correlation of the parts of society in responding to the environment (korelasi kelompokkelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan). The transmission of the social heritage from one generation to the next (transmisi warisan sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain).

2. S-O-R Theory (Teori S-O-R) Teori S-O-R singkatan dari Stimulus-Organism-Response ini semua berasal dari psikologi. Objek material dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen : sikap, opini, perilaku, kognisi afeksi dan konasi.

Menurut stimulus response ini efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Jadi unsur-unsur dalam model ini adalah ;
Pesan (stimulus, S) Komunikan (organism, O) Efek (Response, R)

Dalam proses perubahan sikap tampak bahwa sikap dapat berubah, hanya jika stimulus yang menerpa benar-benar melebihi semula. Mengutip pendapat Hovland, Janis dan Kelley yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru ada tiga variabel penting yaitu : (a) perhatian, (b) pengertian, dan (c) penerimaan. Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.

3. S-M-C-R model (Model S-M-C-R) Rumus S-M-C-R adalah singkatan dari istilah-istilah :
S singkatan dari Source yang berarti sumber atau komunikator ; M singkatan dari Message yang berarti pesan ; C singkatan dari Channel yang berarti saluran atau media, R singkatan dari Receiver yang berarti penerima atau komunikan.

Khusus mengenai istilah Channel yang disingkat C pada rumus S-M-C-R itu yang berarti saluran atau media, komponen tersebut menurut Edward Sappir mengandung dua pengertian, yakni primer dan sekunder. Media sebagai saluran primer adalah lambang, misalnya bahasa, kial (gesture), gambar atau warna, yaitu lambang-lambang yang dipergunakan khusus dalam komunikasi tatap muka face-to-face communication), sedangkan media sekunder adalah media yang berwujud, baik media massa, misalnya surat kabar, televisi atau radio, maupun media nir-massa, misalnya, surat, telepon atau poster. Jadi, komunikator pada komunikasi tatap muka hanya menggunakan satu media saja, misalnya bahasa, sedangkan pada komunikasi bemedia seorang komunikator, misalnya wartawan, penyiar atau reporter menggunakan dua media, yakni media primer dan media sekunder, yakni bahasa dan sarana yang ia operasikan.

4. The Mathematical Theory of Communication (Teori Matematika Komuikasi) Teori matematikal ini acapkali disebut model Shannon dan Weaver, oleh karena teori komunikasi manusia yang muncul pada tahun 1949, merupakan perpaduan dari gagasan Claude E. Shannon dan Warren Eaver. Shannon pada tahun 1948 mengetengahkan teori matematik dalam komunikasi permesinan (engineering communication), yang kemudian bersama Warren pada tahun 1949 diterapkan pada proses komunikasi manusia (human communication). Sumber informasi (information source) memproduksi sebuah (message) untuk dikomunikasikan. Pesan tersebut dapat terdiri dari kata-kata lisan atau tulisan, musik, gambar, dan lain-lain. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi isyarat (signal) yang sesuai bagi saluran yang akan dipergunakan. Saluran (channel) adalah media yang menyalurkan isyarat dari pemancara kepada penerima (receiver). Dalam percakapan sumber informasi adalah benak (brain) pemancar adalah mekanisme suara yang menghasilkan isyarat, saluran (channel) adalah udara. Selain itu yang paling penting adalah model ini mejelaskan adanya gangguan (noise) yang terjadi dalam proses komunikasi, gangguan kemudian dibagi menjadi dua bagian yaitu gangguan psikologis dan gangguan fisik. Gangguan psikologis meliputi gangguan yang berkaitan dengan pemikiran dan perasaan. Kelemahan dari model ini lagi- lagi adalah, komunikasi masih dianggap sebagi sesuatu yang statis dan satu arah. 5. The Osgood and Schramm Circular Model (Model sirkular Osgood dan Schramm) Schramm telah memaparkan tiga model. Model pertama mirip dengan model yang dikemukakan oleh Shanonnon dan Wea ver.Jika model Shannon dan Weaver merupakan proses linier, model Osggod dan Schramm dinilai sebagai sirkular dalam derajat yang tinggi. Perbedaan lainnya adalah apabila Shannon dan Weaver menitikberatkan perhatiannya langsung kepada saluran yang menghubungkan pengirim (sender) dan penerima (receiver) atau dengan perkataan lain komunikator dan komunikan. Schramm dan Osgood menitikberatkan pembahasannya pad perilaku pelaku-pelaku utama dalam proses komunikasi. Shannon dan Weaver membedakan source dengan transmitter dan antara receiver dengan distination. Dengan kata lain, dua fungsi dipenuhi pada sisi pengiriman (transmiting) dan pada sisi pemnerimaan (receiving ) dari proses. Pada Schramm dan Osgood ditunjukkan fungsinya yang hampir sama. Digambarkannya dua pihak berperilaku sama, yaitu encoding atau menajdi, decoding atau menjadi balik, dan interpreting atau menafsirkan.
Pada model kedua beliau memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman sumber dan sasaranlah yang sebenarnya dikomunikasikan karena bagian dari sinyal

itulah yang dianut sama oleh kedua belah pihak. Kemudian model ketiga yang diperkenalkan oleh Schramm yaitu anggapan bahwa komunikasi adalah interaksi dengan kedua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyandi balik, mentransmisikan, dan menerima sinyal.

Terjadi hubungan antara model kedua dan ketiga dimana suatu umpan balik dapat terjadi bila antara sumber dan sasaran terdapat kesamaan pengalaman mengenai hal yang sedang dikomunikasikan, semakin luas ruang lingkup pengetahuan yang sama maka semakin mudah pula komunikasi akan terjalin. Contoh sederhananya adalah masalah bahasa, seorang yang berbahasa afrika akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan seseorang berbahasa cina karena terjadi perbedaan pemahaman mengenai bahasa diantara keduanya yang sangat signifikan 6. DanceHelical Model (Model Helical Dance) Model komunkasi helical ini dapat dikaji sebagai pengembangan dari model sirkular dari Osggod dan Schramm. Ketika membandingkan model komunikasi linier dan sirkular, Dance mengatakan bahwa dewasa ini kebanyakan orang menganggap bahwa pendekatan sirkular adalah paling tepat dalam menjelaskan proses komunikasi. Heliks (helix), yakni suatu bentuk melingkar yang semakin membesar menunjukkan perhatian kepada suatu fakta bahwa proses komunikasi bergerak maju dan apa yang dikomunikasikan kini akan mempengaruhi struktur dan isi komunikasi yang datang menyusul. Dance menggarisbawahi sifat dinamik dari komunikasi. Proses komunikasi, seperti halnya semua proses sosial, terdiri dari unsur-unsur, hubungan-hubungan dan lingkungan-lingkungan yang terus menerus berubah. Heliks menggambarkan bagaimana aspek-aspek dri proses berubah dari waktu ke waktu. Dalam percakapan ,misalnya bidang kognitif secara tetap membesar pada mereka yang terlibat. Para aktor komunikasi secara sinambung memperoleh informasi mengenai topik termasa tentang pandangan orang lain, pengetahuan dan sebagainya. 7. NewcombABX Model (Model ABX Newcomb)
Model ini memeiliki pendekatan pada psikologi sosial mengenai interaksi antar manusia. Interaksi manusia sederhana yang melibatkan dua orang yang membicarakan satu topik, maka diantara ketiga unsur tersebut akan membentuk suatu korelasi dan menbentuk empat orientasi (sikap) yaitu: 1. orientasi A terhadap X 2. orientasi A terhadap B 3. orientasi B terhadap X 4. orientasi B terhadap A Orientasi yang terjadi bisa berupa ketertarikan positif atau negatif dan tentang sikap senang atau tidak senang. Newcomb menambahkan bahwa semua sistem memiliki keseimbangan daya dan

setiap adanya perubahan orientasi terhadap suatu bagian akan menimbulkan ketidakseimbangan dalm suatu sistem. Bisa digambarkan bila A dan B memiliki ketertarikan satu sama lain, dan begitu pula yang terjadi terhadap X maka sistem tersebut akan seimbang (simetri). Sebaliknya, bila A dan B saling menyukai namun mereka membenci X atau mereka saling membenci tapi memiliki pendapat yang sama mengenai X maka hal ini disebut asimetri. Berikut adalah gambaran sederhana mengenai model ini :

Model Simetri

Model Asimetri

8. The Theory of Cognitive Dissonance (Teori Disonansi Kognitif) Istilah disonansi kognitif dari teori yang ditampilkan Festinger ini berarti ketidaksesuain antara kognisi sebagai aspek sikap dengan perilaku yang terjadi pada diri seseorang. Orang yang mengalami disonansi akan beruapaya mencari dalih untuk mengurangi disonansinya. Pada umunya orang berperilaku ajeg atau konsisten dengan apa yang diketahuinya. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa sering pula seseorang berperilaku tidak konsisten seperti itu. Jika seseorang mempunyai informasi atau opini yang tidak menuju ke arah menjadi perilaku, maka informasi atau opini itu akan menimbulkan disonansi dengan perilaku.

9. Innoculation Theory (Teori Inokulasi) Teori inokulasi atau teori suntikan yang pada mulanya ditampilkan oleh Mcguire ini mengambil analogi dari peristiwa medis. Orang yang terserang penyakit cacar, polio disuntik. Diberi vaksin untuk merangsang mekanisme daya tahan tubuhnya. Demikian pula halnya dengan orang yang tidak memiliki informasi mengenai suatu hal atau tidak menyadari posisi mengenai hal tersebut, maka ia akan lebih mudah untuk dipersuasi atau dibujuk. Suatu cara untuk membuatnya agar tidak mudah kena pengaruh adalah menyuntiknya dengan argumentasi balasan (counterarguments).

10. The Bullet Theory of Communication (Teori Peluru)

Teori peluru ini merupakan konsep awal sebagai efek komunikasi massa yang oleh para teoritis komunikasi tahun 1970-an dinamakan pula hypodermic needle theory yang dapat diterjemahkan sebagai teori jarum suntik. 11 Model S-R
Model ini merupakan model yang paling sederhana dari model-model komunikasi lainnya. Hakikatnya terdapat pada proses aksi- reaksi, maksudnya apabila seseorang memberikan aksi maka orang yang merupakan sasaran komunikasi akan memberikan reaksi berupa respon tertentu, dalam hal ini aksi yang dilakukan dapat berbentuk verbal (kata-kata), isyarat, perbuatan atau hanya sekedar gambar.

Secara luas, model ini juga menjelaskan bahwa suatu reaksi yang dilakukan dapat berhubungan dengan kegiatan komunikasi yang akan terjadi setelahnya. Dapat di asumsikan bahwa perilaku komunikasi manusia dapat diramalkan. Manusia pada model ini adalah makhluk yang statis, yang melakukan segala sesutunya akibat adanya rangsangan dari luar (stimulus) bukan berdasarkan inisiatif dan kehendak masing- masing individu.

12 Model Aristoteles atau Model Retoris


Pada saat Yunani sangat mengagungkan kemampuan berpidato, aristoteles muncul dengan teori retorisnya. Teori ini memaparkan bahwa komunikasi terjadi apabila seseorang mulai menyampaikan pembicaraannya pada khalayak pendengar. Maka dapat dikatakan Aristoteles menganggap ada setidaknya 3 unsur terpenting dalam komunikasi yaitu pembicara (speaker), pesan atau isi pembicaraan (messages) , pendengar (listener ). Fokus model ini adalah pada kemampuan bicara atau pidato yang biasanya berpusat pada kekmampuan persuasi seorang pembicara yang dapat dilihat dari isi pidato, susunan pidato dan cara penyampainya, dengan tercapainya tiga hal diatas maka seseorang dapat diukur kemampuan persuasinya. Kekurangan model ini terdapat pada asumsi bahwa komunikasi adalah sutu kegiatran terstruktur yang selalu disengaja, jadi pembicara menyampaikan dan pendengar hanya mendengarkan tanpa dibahas mengenai gangguan yang mungkin terjadi dalam proses penyampaian, efek yang akan terjadi dan sebagainya. Kemudian, model ini tidak mebahas mengenai aspek nonverbal dalam persuasi yang mungkin saja terjadi dalam suatu komunikasi.
.

13 Model Westley dan Maclean


Westley dan Maclean merumuskan suatu model yang mengaitkan komunikasi antarpribadi, komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik dalam proses komunikasi. Menurut kedua pakar ini

umpan balik merupakan pembeda yang mendasar antara komunikasi antar pribadi dan komunikasi massa.

Dalam komunikasi antarpribadi seorang sumber dapat mengetahui umpan balik dengan segera karena efek atau pesan yang akan dismpaikan langung akan terlihat sesaat setelah pesan tersebut sampai ke sasaran. Akan tetapi berbeda dengan komunikasi massa, umpan balik dalam komunikasi model seperti ini bersifat tertunda, karena efek yang terjadi atau sampai tidaknya pesan kepada sasaran tidak dapat secara langsung diketahui, umpan balik yang terjadi mungkin berupa respon yang akan terlihat beberapa saat kemudian. Dalam model ini terdapat lima unsur objek orientasi, pesan, sumber, penerima, dan umpan balik. Sumber A menyampaikan suatu objek sorotan (X) kepada B dan pada saat tertentu B akan mengumpan balik suatu pesan kepada A sebagai respon dari pesan yang disampaikan. Kemudian dalam perkembangannya kedua teoretisi ini menambahkan unsur C sebagaigate keeper atau opinion leader (pemimpin pendapat) yang menerima pesan dari A atau ikut menyoroti objek sorotan dan kemudian menyampaikan tafsirannya sendiri mengenai objek sorotan kepada B, dalam kasus ini terjadi penyaringan karena B sebagai sasaran tidak menerima informasi secara langsung dari A, melainkan dari seorang yang telah memilihkan informasi dari sumber yang mungkin saja lebih dari satu.

Model ini mencakup beberapa konsep yaitu umpan balik, perbedaan dan kemiripan komunikasi antar pribadi dengan komunikasi media serta peranan opinion leader sebagai unsur tambahan dalam komunikasi massa. Model ini juga menjelaskan mngenai dua bentuk pesan yaitu pesan yang bertujuan (purposif) dan pesan yang tidak bertujuan (unpurposif). Bertujuan disini maksudnya apakah pesan tersebut bertujuan mengubah citra penerima mengenai sesuatu yang disampaikan oleh sumber ataukah tidak. 14 Model Interaksional
Berbeda dengan model S-R yang lebih bersifat linier, model yang dikemukakan oleh George Herbert Mead lebih menganggap manusia merupakan makhluk yang lebih aktif reflektif, kreatif, menafsirkan, menampilkan perilaku yang lebih rumit, dan sulit diramalkan. Bukan hanya sekedar makhluk pasif yang melakukan sesutu berdasarkan stimulus dari luar tubuhnya. Ada tiga premis yang menjadi dasar model ini.

Pertama, manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan individu terhadap lingkungannya. Kedua, makna itu berhubungan langsung dengan interaksi sosial yang dilakukan individu terhadap lingkungan sosial nya. Ketiga, makna yang diciptakan oleh sutu proses yang dilakukan individu dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.

Jadi interaksi yang dapat mengakibatkan terbentuknya struktur masyarakat , karena interaksi dianggap sebagai faktor penting dalam penentuan perilaku manusia, hal ini berkaitan dengan

anggapan bahwa interaksi sosial merupakan wadah untuk mengembangkan potensi manusiawi para manusia.

15 Model Tubbs
Model ini menggambarkan komunikasi yang paling mendasar, yaitu komunikasi antar dua orang. Komunikasi pada model ini diasumsikan sebagai transaksi antara kedua pelaku komunikasi sebagai sumber merangkup sebagai sasaran dari sebuah pesan, kedua proses ini bersifat timbal balik. Tanpa kita sadari bila kita melakukan sebuah aktifitas komunikasi maka sebenarnya dalam proses mengamati lawan bicara dan memberikan respon tertentu terhadap apa yang dilakukan oleh lawan bicara. Tubbs menerangkan bahwa komunikasi merupakan transaksi yang berkesinambungan, komunikasi bisa saja dimulai dari satu orang yang bisa sementara di sebut sebagai sumber akan tetapi pada kenyataannya diantara kedua pelaku komunikasi akan terjadi pengiriman dan penerimaan pesan secara terus menerus. Bisa disimpulkan bahwa komunikasi yang terjadi di kehidupan nyaris tidak memiliki struktur utuh karena setiap komunikasi yang terjadi merupakan sambungan dari komunikasi yang terjadi sebelumnya, dan sesutu yang dianggap akhir dari komunikasi merupakan awal dari terjalinnya komunikasi selanjutnya. Selain itu Tubss juga menambahkan adanya dua macam gangguan yang bisa saja terjadi dalam proses komunikasi baik verbal maupun nonverbal, yang pertama adalah gangguan teknis dan yang kedua adalah gangguan sematik. Gangguan teknis dalam proses ini berupa gangguan yang menyebabkan sumber merasakan ada suatu perubahan dalam informasi atau rangsangan yang tiba, misalnya kesulitan mengucapkan atau kesalahan dalam mengucapkan suatu kata. Sedangkan gangguan sematik adalah kekeliruan dalam memaknai pesan yang diberikan, bisa dikatakan gangguan sematik berupa salah persepsi.

16 Model GerbnerModel verbal Gerbner adalah :


Seseorang ( sumber, komunikator ) Mempersepsi suatu kejadian Dan bereaksi Dalam suatu situasi Melalui suatu alat Untuk menyediakan materi Dalam suatu bentuk Dan konteks Yang mengandung isi Yang mempunyai suatu konsekuensi

17. Model Berlo Menurut model Berlo, sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh faktor :

Keterampilan komunikas Sikap Pengetahuan Sistem social Budaya

Salah satu kelebihan model ini adalah model ini tidak terbatas pada komunikasi publik atau komunikasi massa, namun juga komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. Model ini bersifat heuristik (merangsang penelitian).

18 Model DeFleur Source dan Transmitter adalah dua fase yang berbeda yang dilakukan seseorang, fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi baliknya mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan. Menurut DeFleur komunikasi adalah terjadi lewat suatu operasi perangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme diantara respons internal terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima.

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROSES KOMUNIKASI Meskipun proses komunikasi sudah dirancang secara matang, belum tentu tujuan komunikasi tercapai secara efektif. Berikut ini dikemukakan identifikasi factorfaktor penghambat proses komunikasi: A. Hambatan Sosiologis Perbedaan dalam status social, agama, ideology, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan, dapat menjadi hambatan bagi kelancaran komunikasi. Contoh: seorang letnan yang terlibat komunikasi dengan sesama letnan tidak akan kaku karena situasi komunikasi bersifat horizontal. Demikian pula tatkala berhadapan dengan kopral. Tapi akan lain halnya jika letnan tadi memberikan laporan pada seorang colonel. B. Hambatan psikologis Yakni hambatan berkomunikasi yang disebabkan oleh situasi psikologis yang tidak mendukung. Misalnya komunikasi dengan orang yang sedang marah, bingung, sedih, cemas, kecewa atau sedang prasangka terhadap komunikator, tentu akan menghambat tercapainya tujuan komunikasi. C. Hambatan Semantis Factor semantic menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasinya seorang komunikator harus benar-benar

memperhatikan gangguan semantis, sebab salah ucap atau salah tulis dapat menimbulkan salah pengertian atau salah tafsir yang pada akhirnya dapat menimbulkan salah komunikasi. D. Hambatan mekanis Hambatan mekanis dijumpai pada media atau saluran komunikasi yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi E. Hambatan ekologis Hal ini disebabkan oleh gangguan yang terjadi di lingkungan. Ketika proses komunikasi sedang berlangsung. Orang cenderung dapat berkomunikasi dengan baik dalam lingkungan yang nyaman, ruangan yang hangat, bebas dari kebisingan dan gangguan. F. Hambatan dari proses komunikasi. Hambatan dari pengirim pesan Hambatan dalam penyampaian pesan Hambatan media Hambatan dalam bahasa sandi Hambatan dari penerima pesan Hambatan dalam memberikan umpan balik G. Faktor situasional Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Situasi percakapan antara perawat dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar peraturan lalu lintas.

BAB III KESIMPULAN


Individu adalah kesatuan utuh antara jasmani dan rohani. Setiap individu mempunyai ciri khas dan kebutuhan yang tersendiri. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut,setipa individu membutuhkan individu lain. Karen aitulah individu selelu hidup berkelompok membentuk masyarakat. Masyarakat adalah sejumlah orang yang hidup dala suatu daerah saling berhubungan dan terikat satu sama lain sehingga mmiliki rasa solidaritas dan menghasilkan kebudayaan. Setiap individu dalam masyarakat mempunyai peran dan kedudukan yang berbeda. Setiap individu diharapkan dapat berperan sesuai dengan kedudukannya sehingga tercipta ketertiban,kenyamanan,kestabilan hidup bermasyarakat,yang akhirnya tujuan bersama dapat tercapai. Dalam setiap masyarakat selau adla nilai,moral dan norma yang dianut dan dipatuhi. Bagi Bangsa Indonesia,Pancasila adalah sumber niali,sumber moral dan merupakan seperangkat norma yang harus menjadi pedoman bagi setiap individu dalam bersikap,berperilaku dalam bermasyarakat dan bernegara. Pancasila mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebenaran, kebaikan dan keindahan hidup bermasyarakat. Pancasila menuntut dan mengarahkan hidup setiap penduduk Indonesia untuk memiliki keseimbangan, keserasian, keharmonisan hubungan antar individu dengan Tuhan YME sebagi pencipta, individu dengan individu dan individu dengan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
1. Sumaatmadja,Nursid,dkk(2007).Konsep Dasar IPS. Jakarta : Penebit Universitas

Terbuka.