Anda di halaman 1dari 6

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hiperkolesterolemia merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar kolesterol total mencapai lebih dari 240 mg/ dl (Caric, 2003). Hiperkolesterolemia dianggap sebagai salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien penyakit arteri koroner disamping diabetes mellitus dan hipertensi. Saat ini diperkirakan jumlah orang di seluruh dunia dengan IMT 30 kg/ m2 melebihi 250 juta orang, yaitu sekitar 7% dari populasi orang dewasa di dunia dan sekitar 3-10% orang meninggal akibat kadar kolesterol tinggi yang bervariasi pada masing-masing negara. Angka kolesterol tertinggi di dunia berada di kepulauan pasifik pada populasi Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia yaitu 75% perempuan dan 60% laki-laki. Adapun di negara berkembang seperti Indonesia, prevalensi kolesterol tinggi yaitu 19% pada lakilaki dan 10,8% pada perempuan (Chen et al., 2006). Kacang kedelai merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki efek menurunkan kadar kolesterol. Penelitian mengenai efek dari kedelai terhadap kolesterol darah telah dilakukan sejak tahun 1940-an hingga kini dan menunjukkan hasil yang bervariasi. Salah satu produk hasil olahan kedelai adalah susu kedelai. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa susu kedelai dapat
membantu menurunkan kadar kolesterol darah tikus yang dikondisikan

hiperlipidemia sebesar 1,8-4,5% dan dapat dijadikan salah satu pilihan asupan nutrisi untuk menjaga kadar kolesterol darah (Chen et al., 2006).

Masyarakat Indonesia telah mengenal kacang kedelai dan berbagai produk olahannnya seperti tahu, tempe, kecap, tauco, oncom dan bentuk lain, seperti bahan makanan campuran untuk balita, kembang tahu, dan susu kedelai (Gardner, et al., 2007). Susu kedelai merupakan cairan hasil ekstraksi protein biji kedelai dengan menggunakan air panas. Susu kedelai berwarna putih seperti susu dan bergizi tinggi (Pitojo, 2003). Susu kedelai dapat berfungsi sebagai alternatif pengganti susu sapi karena mempunyai kandungan gizi yang hampir sama, yaitu dalam 100 gram susu kedelai mengandung kalori 44%, protein 3,6%, lemak 2%, besi 1,2 mg. Isoflavon dan lesitin kedelai dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah (Fox et al., 2008). Sedangkan dalam 100 gram susu sapi mengandung kalori 59%, protein 2,9%, lemak 3,3% dan besi 0,1 mg (Bazzoli, et al., 2002). Ajaran agama Islam pun diajarkan untuk selalu mengonsumsi makanan dan asupan gizi yang baik. Makanan yang baik menurut Al-Quran adalah makanan yang dapat memelihara kesehatan tubuh (Aydid, 2000). Selain itu di dalam ajaran agama Islam, kita juga diajarkan untuk mengonsumsi makanan yang halal dan thoyib. Hal ini berarti bahwa makanan yang kita makan harus halal dan memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Islam juga menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dihadapan Allah SWT. Makanan yang sehat juga

dianjurkan adalah makanan tersebut yang tidak merusak kesehatan (Hassan, 2000). Susu kedelai merupakan nutrisi yang berasal dari alam. Sampai saat ini, banyak penelitian yang mengatakan bahwa susu kedelai sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini merupakan suatu bukti bahwa Allah SWT menganjurkan umatnya untuk makan dari hasil bumi (alam) yang telah diciptakan Nya dan menjaga hasil bumi ini dengan sebaik-baiknya. Alasan penulis membahas skripsi ini agar dapat mengetahui zat-zat yang terkandung dalam susu kedelai, bagaimana mekanisme kerja susu kedelai sebagai penurun kolesterol darah, serta bagaimanakah pandangan Kedokteran dan Islam terhadap susu kedelai sebagai penurun kolesterol darah. I.2 Permasalahan 1. Zat gizi apakah yang terkandung dalam susu kedelai yang dapat menurunkan kolesterol darah? 2. Bagaimanakah mekanisme kerja zat gizi dalam susu kedelai untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah? 3. Bagaimanakah pandangan Kedokteran dan Islam terhadap susu kedelai sebagai penurun kolesterol darah?

I.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Menjelaskan dan membantu masyarakat untuk mengenal dan memahami tentang susu kedelai sebagai penurun kolesterol darah ditinjau dari Kedokteran dan Islam. 1.3.2 Tujuan Khusus 1. Mendapatkan informasi mengenai zat-zat yang terkandung dalam susu kedelai sehingga dapat menurunkan kolesterol darah. 2. Mendapatkan informasi mengenai mekanisme kerja susu kedelai dalam tubuh. 1.4 Manfaat 1. Bagi penulis Dengan penulisan skripsi ini penulis diharapkan memenuhi syaratsyarat mencapai gelar Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan dapat lebih mengetahui cara penulisan skripsi serta memahami susu kedelai sebagai penurun kolesterol darah. 2. Bagi Universitas Yarsi Diharapkan skripsi ini dapat menjadi bahan masukan dan menambah pengetahuan bagi segenap Civitas Akademika.

3. Bagi masyarakat Diharapkan dari skripsi ini masyarakat dapat mengetahui lebih luas lagi tentangsusu kedelai sebagai penurun kolesterol darah ditinjau dari Kedokteran dan Islam.