Anda di halaman 1dari 15

TRANSMISI DATA VIA BLUETOOTH

Lab. Saluran Transmisi WL

Kelompok Nama

: IV (Empat) : Avif Nugraha (3309130313) Fenny Rizza R (3309130375) Nizar Zain (3309130267)

Tanggal Praktikum

: 04 Juni 2009

Tanggal Dikumpulkan : 18 Juni 2009

Program Studi Telekomunikasi

Politeknik Negeri Jakarta

2009
PERCOBAAN IX

TRANSMISI DATA VIA BLUETOOTH


I. TUJUAN
Percobaan kali ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui bit rate maksimum yang dikirimkan. 2. Untuk mengetahui pengaruh besarnya kapasitas data terhadap waktu pengirimnya. 3. Mengetahui jarak minimum, optimum dan maksimum transmisi data dengan menggunaka Bluetooth. 4. Mengetahui dan membandingkan pentransmisian data secara LOS (Line of Sight) maupun terdapat obstacle.

II. DASAR TEORI


Koneksi Bluetooth termasuk dalam golongan Personal Area Network (PAN). Bluetooth memberikan cara koneksi dan pertukaran informasi antara dua perangkat, seperti PDA, telepon seluler, laptop, PC, printer dan kamera digital melalui koneksi yang aman, hemat biaya, dengan menggunakan frekuensi radio. Perangkat Bluetooth dapat berkomunikasidengan perangkat lain dalam suatu area yang cukup luas, walaupun tidak dalam cakupan yang sama. Jangkauan Bluetooth terdiri dari beberapa kelas : a. Class 3 (1 mW) dengan transmisi jarak hingga 10 meter. b. Class 2 (2,4 mW) dengan transmisi jarak hingga 20 meter. c. Class 1 (100 mW) dengan transmisi jarak hingga 100 meter. Bluetooth adalah system data nirkabel (wireless) yang mampu membawa data dalam kecepatan 721 kbps. Lebih lanjut Bluetooth dapat menyediakan koneksi antara 2

jaringan ad hoc nirkabel dan jaringan dengan kabel (on wire). Bluetooth menggunakan lisensi bebas Ism (Industrial, Scientific and Medical), frekuansi band yang digunakan sekitar 2,4 GHz. Bluetooth dikenal juga sebagai IEEE 802.15.1. Bluetooth menggunakan microchip transceiver di setiap perangkatnya. Bluetooth berperan sebagai master yang dapat berkomunikasi dengan tujuh perangkat lain yang bertindak sebagai slave. Data dapat ditransfer secara simultan dan jenis komunikasi ini disebut sebagai piconets.

1. Sistem RF Berjalan pada band 2,4 GHz, Bluetooth menempatkan frekuensi hopping dengan membawa modulasi, menggunakan GFSK (Gaussian Frequency Shift Keying). Transmisi Bluetooth berjalan pada frekuensi dengan waktu singkat. Jika ada gangguan sinyal dalam penyediaan data, maka data akan dikembalikan, dan sinyalnya akan menghilang. Hal ini dapat dilakukan karena protocol Bluetooth membagi band-nya kedalam 79 channel (dengan lebar masing-masing channel 1 MhZ) dan mampu mengubah channelnya sampai 1600 kali perdetik. Bluetooth pada versi 1.1 dan 1.2 dapat mencapai 723,1 kbit/detik. Pada versi 2, Enhanced Data Rate (EDR) mencapai 2,1 Mbit/detik. Tetapi versi 2.0 ini membutuhkan konsumsi energy yan glebih besar. Bluetooth menggunakan psudo-random sequence, sehingga frekuensinya terjadi pada 2400 + n MHz. Dimana nilai dari n bervariasi dari 1 sampai 79. Bluetooth data menghasilkan frekuensi dari 2402, 2404 sampai 2480 MHz. Dibeberapa negara, alokasi ISM band tidak memakai seluruh range frekuensi. Sebagai contoh, Perancis, Jepang dan Spanyol, rate sequence diperkecil kecil hanya pada 23 frekunsi.

2. Modulasi

Pentransferan data dengan modulasi pada perangkat Bluetooth dilakukan dengan GFSK (Gaussian Frequency Shift Keying). Di GFSK, frekuensi dari pembawa diubah ke modulasi bawaan. Binary tersebut dihadirkan dalam deviasi frequency positif, sementara sebuah binary nol dihadirkan dalam deviasi frequency negatif. Dari sini, kemudian difilter dengan kurva respon Gaussian untuk memastikan side band-nya tidak terlalu melebar dari bawaan asalnya. Agar sesuai, level Bluetooth diatur pada 0,5 dan indeks modulasi harus antara 0,28 dan 0,35.

3. Level transmitter Kekuatan transmitter untuk Bluetooth cukup rendah, meskipun ada tiga kelas yang berbeda untuk outputnya. Kekuatan output tergantung antisipasi dalam penggunaan jarak. Kekuatan kelas pertama adalah komunikasi jarak jauh, dengan daya output sampai 20 dBm. Bluetooth kelas dua digunakan untuk perangkat biasa dalam jarak berkisar 10 meter, dengan maksimum daya output 4 dBm. Akhirnya kelas terakhir, yaitu kelas tiga untuk perangkat range pendek, yang komunikasinya hanya berjarak 10 centimeter, dengan maksimum daya output 0 dBm.

4. Data transfer Data transfer terbagi dalam dua cara. Pertama dengan menggunakan ACL (Asynchronus Connectionless-communication Link), yang berguna untuk mentransfer berkas dan data. Cara kedua menggunakan SCL (Synchronus Connecction-oriented communication Link), untuk aplikasi audio digital sebagai contohnya.

III. GAMBAR RANGKAIAN


Jarak Antara 2 HP

HP 1

Obstacle

HP 2

IV. ALAT-ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN


NO 1. 2. 3. Alat dan Komponen HP dengan perangkat Bluetooth, baik dengan atau tanpa OS. Meteran 50 meter Stopwatch Jumlah 2 buah 1 buah 1 buah

V. LANGKAH KERJA
1. Pertama baterai pada handphone harus terisi minimal dari maksimumnya 2. Dalam Menu, pilih sub menu Connectivity, pilih Bluetooth, dan aktifkan perangkat Bluetooth. Handphone yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Selanjutnya pilih sub menu Paired Device untuk mencari perangkat Bluetooth yang aktif saat itu. Setelah itu keluar dari sub menu Connectivity.

3. Mencari jarak pancar dari perangkat Bluetooth. Pilih data file yang akan dicoba untuk dikirim. Datanya bisa video, suara atau gambar. Jarak yang diukur adalah jarak minimum (gunakan alat ukur). 4. Pilih bentuk data dan nama file yang akan dikirimkan. Pada menu Options, pilih sub menu Send, dan pilih via Bluetooth. Jika berhasil, maka handphone lawan akan menerima data yang dikirimkan. 5. Ulangi langkah 3 dan 4 untuk mencari jarak maksimum, kemudian cari jarak optimum (=jarak maksimum/2). 6. Pengiriman data dengan perangkat Bluetooth tanpa halangan (LOS). Setelah diketahui jarak minimum, optimum dan maksimum. Lakukan pengiriman untuk bentuk data video, gambar dan suara, degnan masing-masing tiga buah file yang berbeda ukurannya (dari ukuran kecil sampai besar). Catat waktu kirimnya. Hitung kecepatan transmisinya. Jarak yang dipilih adalah jarak minimum. 7. Ulangi langkah 6 untuk jarak optimum dan maksimum. 8. Ulangi langkah 6 dan 7 untuk pengiriman data dengan perangkat Bluetooth dengan halangan alumunium.

VI. DATA PERCOBAAN


A. Mencari jarak minimum, optimum dan maksimum dalam pengiriman data melalui Bluetooth. Nama File IMG 00307.jpg Cidaha Instrumen.Mp3 Video 0068.3gp Bentuk Data Gambar Suara Video Ukuran File (Kbyte) 143,4 3.310 137,4 Jarak (meter) Minimum 0,01 m 0,01 m 0,01 m Maksimum 27 m 27 m 27 m Optimum 13,5 m 13,5 m 13,5 m

B.1. Pengiriman data via Bluetooth tanpa adanya penghalang (Line Of Sight) dengan jarak minimum = 0,01 meter.

Bentuk Data : Video Nama File Video 0068.3gp 1003201102.Mp3 10032011003.Mp3 Ukuran file (kbyte) 137,4 3.000 4.100 Waktu Kirim (detik) 2,93 42,37 59,27 Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Gambar Nama File IMG 00307.Jpg IMG 0461A.Jpg IMG 0205A.Jpg Ukuran file (kbyte) 143,4 94,5 82,5 Bentuk Data : Suara/Musik/Lagu Nama File Cidaha Instrumen.Mp3 Smash.I Heart You.Mp3 Totalitas Perjuangan .Mp3 Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

B. 2. Pengiriman data via Bluetooth tanpa adanya penghalang (Line Of Sight) dengan jarak maksimum = 27 meter. Bentuk Data : Video Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Gambar Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Suara/Musik/Lagu Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

B. 3. Pengiriman data via Bluetooth tanpa adanya penghalang (Line Of Sight) dengan jarak optimum = 13,5 meter. Bentuk Data : Video Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Gambar Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Suara/Musik/Lagu Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

C. 1. Pengiriman data via Bluetooth dengan penghalang Alumunium dengan jarak minimum = 0,01 meter. Bentuk Data : Video Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Gambar Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Suara/Musik/Lagu Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

C. 2. Pengiriman data via Bluetooth dengan penghalang Alumunium dengan jarak maksimum = 27 meter. Bentuk Data : Video Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Gambar Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Suara/Musik/Lagu Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

C. 3. Pengiriman data via Bluetooth dengan penghalang Alumunium dengan jarak optimum = 13,5 meter. Bentuk Data : Video Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Gambar Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

Bentuk Data : Suara/Musik/Lagu Nama File Ukuran file (kbyte) Waktu Kirim (detik) Kecepatan transmisi (kbps)

10

VII. PENGOLAHAN DATA Grafik Data :


Grafik Kecepatan Transmisi Bluetooth Tanpa Penghalang berupa Data Video
25 Kecepatan (kbps) 20 15 10 5 0 Minimum (0 m) Optimum (4 m) Maksimum (8 m) 19,5519,55 15,59 19,09 19,58 17,09 13,22 16,67 12,16

Grafik Kecepatan Transmisi Bluetooth Tanpa Penghalang berupa Data Gambar


25 Kecepatan (kbps) 20 15 10 5 0 Minimum (0 m) Optimum (4 m) Maksimum (8 m) 20,13 16,61 16 16,88 17,07 22,48 19,19 17,52 13,52

11

Grafik Kecepatan Transmisi Bluetooth Tanpa Penghalang berupa Data Suara


35 Kecepatan (kbps) 30 25 20 15 10 5 0 Minimum (0 m) Optimum (4 m) Maksimum (8 m) 16,92 17,55 10,64 16,83 15,83 8,47 18,53 8,97 28,84

Grafik Kecepatan Transmisi Bluetooth Dengan Penghalang Alumunium berupa Data Video
25 Kecepatan (kbps) 20 15 10 5 0 Minimum (0 m) Optimum (4 m) Maksimum (8 m) 19,9 17,39 13,25 19,2 17,07 21,92 16,59 15,32 10,48

12

Grafik Kecepatan Transmisi Bluetooth Dengan Penghalang Alumunium berupa Data Gambar
30 Kecepatan (kbps) 25 20 15 10 5 0 Minimum (0 m) Optimum (4 m) Maksimum (8 m) 19,17 16,13 10 14,72 15,23 10 14,72 15 23,86

Grafik Kecepatan Transmisi Bluetooth Dengan Penghalang Alumunium berupa Data Suara
20 Kecepatan (kbps) 15 10 5 0 Minimum (0 m) Optimum (4 m) Maksimum (8 m) 9,53 8 8 18,25 18,67 16,69 16,36 18,67 16,36

VIII. ANALISA
Setelah dilakuan percobaan dapat dianalisa bahwa, percobaan ini dilakukan untuk mencari bit rate maksimum yang dapat di transmisikan oleh Handphone via Bluetooth. Bit rate ini dipengaruhi oleh besar kapasitas data yang akan berpengaruh terhadap waktu pengirimannya serta jarak antara 2 handphone tersebut. Pada percobaan ini dilakukan dengan mengirimkan data secara LOS (Line of Sight) dan dengan menggunakan penghalang. Untuk percobaan yang menggunakan penghalang digunakan penghalang berupa alumunium. Pengukuran dilakukan dengan jarak minimum (0 m), optimum(8 m) dan maksimum (10 m).

13

Percobaan pertama adalah pengiriman data via Bluetooth tanpa penghalang dengan jarak minimum (0 m). Data yang dikirim berupa video, gambar dan suara. Berdasarkan data yang didapatkan, data yang berupa gambar adalah data yang memiliki rata-rata bit rate tertinggi. Untuk jenis data yang memiliki rata-rata bit rate terendah adalah jenis data berupa suara. Dalam jarak 4 dan 8 meter, sama seperti pada jarak 0 meter. Data jenis gambar adalah jenis data yang memiliki rata-rata bit rate yang tertinggi yang ditransmisikan via Bluetooth dan data jenis suara adalah jenis data yang memiliki rata-rata bit rate terendah yang di transmiskan via Bluetooth. Hal ini dapat dilihat juga pada gambari grafik. Percobaan kedua adalah pengiriman data via Bluetooth dengan penghalang alumunium, pada jarak (0 m), jenis data yang memiliki rata-rata bit rate tertinggi adalah jenis data video. Sedangkan jenis data yang memiliki bit rate terendah adalah suara. Untuk jarak pengiriman optimum dan maximum jenis data yang memiliki nilai bit rate tertinggi adalah jenis data video dan jenis data yang memiliki bit rate terendah adalah jenis data suara. Setelah membandingkan hasil pengukuran secara LOS dan dengan menggunakan penghalang, dapat diketahui bahwa rata-rata bit rate akan turun jika antara 2 hp yang terkoneksi diberikan penghalang obstacle. Jarak yang jauh juga akan mempengaruhi kecepatan transmisi. Untuk kecepatan transmisi maksimal sebaiknya dilakukan dengan tanpa penghalang (ditempel). Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara pengiriman data via Bluetooth dengan via Infrared. Untuk pengiriman data via infrared sama sekali penghalang yang tidak tembus cahaya, karena bila ada penghalang yang tidak tembus cahaya pengiriman data akan gagal. Sedangkan untuk pengiriman data via Bluetooth pengiriman data akan tetap berjalan tetapi waktu pengiriman data akan lebih lama. Satu hal lagi perbedaan antara pengiriman data via Bluetooh dengan pengiriman data via infrared, yaitu dalam hubungan jarak dengan bit rate. Pada infrared jarak tidak akan mempengaruhi bit rate, jadi bit rate akan stabil walau jaraknya dirubah-rubah selama masih LOS. Tetapi pada Bluetooth jarak adalah faktor yang sangat mempengaruhi bit rate. Semakin jauh maka bit rate semakin kecil yang mengakibatkan waktu pengiriman data lebih lama.

14

XI. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan mengenai pentransmisian data via Bluetooth, dapat disimpulkan bahwa : 1. Bluetooth adalah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks atau PAN) tanpa kabel. Bluetooth menghubungkan dan dapat dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara peralatanperalatan. 2. Dari ketiga jenis data yang dikirimkan, data dalam bentuk video yang mempunyai kecepatan transmisi yang tinggi. Dan suara memiliki kecepatan transmisi terendah. 3. 4. Semakin besar kapasitas yang dikirimkan maka semakin lama waktu Faktor yang mempengaruhi kecepatan transmisi dalam Bluetooth yang diperlukan untuk mentransfer, tetapi bit rate akan semakin tinggi. adalah jarak dan penghalang yang berada diantara 2 hp.

15