P. 1
Pemberian Bantuan Bangunan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakartarbaikan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakarta

Pemberian Bantuan Bangunan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakartarbaikan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakarta

|Views: 743|Likes:
Dipublikasikan oleh Edi Junaedi

More info:

Published by: Edi Junaedi on Oct 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

PEMBERIAN BANTUAN PEMBANGUNAN / PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI BAGI MASYARAKAT MISKIN KOTA SURAKARTA

Sumber: Dokumentasi Best Practice Kota-kota, Jilid 4, 2008

Situasi Sebelum Inisiatif Seperti kebanyakan kota-kota di Indonesia, masalah permukiman kumuh juga dialami oleh Kota Surakarta. Dari hasil pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kota Surakarta pada tahun 2006 dari + 4.404 ha luas kota terdapat sebanyak 6.612 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menempati kawasan kumuh seluas + 41,607 ha. Kawasan kumuh ini dihuni sebanyak 3.421 KK atau 15.850 jiwa. Dari data tersebut juga dapat diketahui persentase kondisi perumahan kumuh di Kota Surakarta. Rumah kumuh yang permanent sebesar 39,45%, rumah kumuh semi permanent sebesar 31,6% dan rumah kumuh tidak permanen sebesar 28,9%. Inisiatif Para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kota Surakarta mempunyai keterbatasan dalam berbagai aspek. Keterbatasan tersebut terutama dalam usaha warga miskin untuk dapat menempati rumah sehat dan layak huni. Untuk itu diperlukan dorongan dan fasilitasi dari pihak lain seperti lembaga sosial atau pemerintah kota. Berdasarkan hal tersebut, Dinas Kesejahteraan Rakyat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKRPPKB) Kota Surakarta melakukan inisiatif untuk membantu warga miskin Kota Surakarta. Inisiatif yang didukung penuh oleh Walikota Surakarta tersebut berupa Pemberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan RTLH di Kota Surakarta. Strategi yang Diterapkan 1. Kebijakan Untuk mengusung insiatif tersebut, Walikota Surakarta membuat kebijakan sebagai landasan program yang diharapkan dapat memayungi inisiatif tersebut secara hukum. Kebijakan tersebut adalah : a. Peraturan Walikota Surakarta Nomor 13 Tahun 2007 yang direvisi dengan Peraturan Walikota Nomor 15 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan Rumah Tidak layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakarta Tahun 2007. b. Keputusan Walikota Surakarta Nomor 648/94-A/I/2007 tentang Penunjukkan Lokasi Proyek Percontohan / Pilot Project Pelaksanaan Pemberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakarta Tahun 2007. 2. Pelaksanaan

1   

Disamping untuk membangun atau memperbaiki bangunan. Tahun 2006 Pada tahun 2006 Pemerintah Kota Surakarta bersama dengan DKRPPKB dalam membantu warga miskin di Kota Surakarta melakukan beberapa strategi antara lain: a. Agar program pemberian bantuan pembangunan atau perbaikan RTLH tersebut dapat berjalan dengan baik.Rentang waktu penggarapan program Permberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kota Surakarta adalah tahun 2006-2009. Petugas Sosial Masyarakat (PSM) dan Kader KB Kesos tingkat RT se-Kota Surakarta. bersih. b. bantuan ini juga dimaksudkan untuk menata pemukiman kumuh agar menjadi suatu kawasan pemukiman yang layak huni. Melakukan verifikasi pengajuan proposal permohonan bantuan pembangunan / perbaikan rumah tidak layak huni. Adapun tugas dari panitia tersebut meliputi: a. 1. b. c. Untuk mendukung kebijakan walikota tersebut Kepala DKRPPKB juga menerbitkan keputusan tentang Panitia Pembangunan / Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2007.5 juta dari APBD Kota Surakarta Tahun Anggaran 2006. sehat dan aman. Melaksanakan sosialisasi. Mengadakan Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial / PMKS dengan lebih serius dan intensif mengenai RTLH. 2 juta dari APBD Kota Surakarta untuk Tahun anggaran 2007. c. Menetapkan criteria RTLH yang terbagi dalam tiga kondisi yaitu kondisi umum. Mengajukan anggaran ke DPRD Kota untuk program Pemberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan RTLH Kota Surakarta DPRD Kota Surakarta menetapkan sebanyak 225 unit RTLH diberi bantuan stimulasi sebesar Rp. Dana yang digunakan untuk melaksanakan program tersebut diperoleh dari APBD Kota Surakarta. disusunlah petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan yang dituangkan dalam Peraturan Walikota Surakarta Nomor 15 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakarta Tahun 2007. 2    . Tahun 2007 Berdasarkan kesuksesan program Pemberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan RTLH di Kota Surakarta tahun sebelumnya. Mengkoordinir pelaksanaan rencana pemberian bantuan rumah tidak layak huni bagi masyarakat miskin. DPRD Kota Surakarta menyetujui untuk memberikan bantuan bagi 1000 unit RTLH yang masing-masing diberi bantuan stimulasi sebesar Rp. Bantuan ini langsung diberikan pada masyarakat berupa barang/bahan bangunan yang dibutuhkan untuk memugar RTLH agar layak huni. Bantuan kepada 225 unit RTLH tersebut diprioritaskan untuk RTLH yang membentuk suatu kawasan pemukiman kumuh. monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan / perbaikan rumah tidak layak huni. kondisi lingkungan dan kondisi sosial ekonomi. dengan melibatkan Petugas Lapangan KB Kesos Kelurahan.

b. Melaporkan pelaksanaan kegiatan bantuan pembangunan / perbaikan rumah tidak layak huni kepada walikota Surakarta lewat Kepala DKRPPKB Kota Surakarta. dan 07 RW I. Kecamatan Serengan. Kelurahan Kratonan. Kota Surakarta sebanyak 19 unit. 2 juta ini diberikan kepada pokja dan murni digunakan untuk rehab bangunan. Lokasi pilot project pelaksanaan pemberian bantuan pembangunan / perbaikan RTLH bagi masyarakat miskin Kota Surakarta tahun 2007 adalah: a. Kampung Totogan RT 03 RW VI. warga miskin yang mendapat bantuan tersebut juga diberikan pelatihan usaha 3    . c. 2 juta. Kelurahan Ketelan. Disamping itu. Kampung Kratonan RT 02. Inisiatif dari warga ini kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) atas hasil musyawarah dan mufakat. Kota Surakarta sebanyak 50 unit. Artinya. 04. Kecamatan Banjarsari. Kota Surakarta sebanyak 44 unit. Yang dimungkinkan adanya sharing antar penerima dalam 1 pokja. Sasaran Tahun 2007 2006 Tahun 2006 Pilot Project Rencana 819 16 128 530 14 50 32 2115 85 322 1447 56 221 1701 54 63 184 6. Kecamatan Keluarga Dengan Rumah Tidak Layak Huni Data Tahun Pelaks.612 225 113 887 1000 1 2 3 4 5 Laweyan Serengan Pasar Kliwon Jebres Banjarsari Jumlah RTLH Sumber : Dinas Kesejahteraan Rakyat. Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKRPPKB) Kota Surakarta Penentuan lokasi Pilot Project ini selain karena kondisi lingkungannya yang memang memerlukan penanganan secara serius juga berdasarkan adanya keinginan dari masyarakat atau calon penerima bantuan untuk secara sukarela dan gotong royong untuk membongkar bangunan miliknya tanpa menuntut ganti rugi atau kompensasi. Kampung Bibis Wetan RT 02 dan RT 04 RW XXI Kelurahan Gilingan. 06. Bantuan Rp. apabila salah satu RTLH membutuhkan dana kurang dari Rp. Model inilah yang dilaksanakan oleh Kampung Totogan. 03. Rencana Lokasi Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2007 No. Kecamatan Banjarsari.d. Dari hasil pelaksanaan tugas panitia pembangunan / perbaikan RTLH tersebut. Tabel 1. Kampung Bibis Wetan dan Kampung Kratonan. kelebihannya dapat digunakan oleh RTLH yang lain dalam 1 pokja. Hal itu sepenuhnya dibahas oleh pokja masing-masing. walikota Surakarta mengeluarkan keputusaan tentang Penunjukkan Lokasi Proyek Percontohan / Pilot Project Pelaksanaan Pemberian Bantuan Pembangunan / Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin Kota Surakarta Tahun 2007.

Untuk bangunan-bangunan liar ini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut memang dibutuhkan kerjasama antar dinas atau lintas sektor. Tamanisasi oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan. pencemaran lingkungan lebih terkendali dan lain-lain. maka dibentuk sebuah Yayasan Lembaga Pembiayaan Pemukiman Perkotaan (YLP3). RTLH yuang memang merupakan bangunan liar setelah dipugar juga mendapat sertifikasi sebagai hak milik dari pemerintah Kota Surakarta. karena kebetulan menjadi salah satu lokasi program prona (Kerjasama Program RTLH dengan program Prona BPN). rapi dan teratur telah terjadi peningkatan taraf hidup.225 unit RTLH yang telah mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Surakarta menjadi lebih tertata. Letter of Intent ini berisi tentang komitmen dari EMG SUF PT untuk mendukung Pemko Surakarta dalam perbaikan dan pembangunan RTLH melalui pemanfaatan pembiayaan komersial sebagai tambahan bagi hibah bantuan yang telah diberikan Pemko Surakarta. rapid an bersih dan lebih sehat. Untuk bangunan-bangunan liar yang telah diperbaiki telah diberi sertifikat hak milik sehingga status kepemilikannya menjadi jelas. Hal ini dilakukan agar tercipta keamanan dan kebersihan di lingkungan tersebut. LSM. dalam rangka penataan lingkungan dan sekaligus memenuhi peraturan pertanahan dalam program prona dari BPN. Anggota yayasan terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang ditunjuk oleh walikota meliputi tokoh masyarakat. Pavingisasi dari Dinas Tata Kota. Keberhasilan lainnya adalah menurunnya angka kesakitan. Yayasan ini bersifat independent dibentuk dengan akte notaries dimana DKRPPKB Kota Surakarta selaku pendiri karena bantuan tersebut tidak boleh diterima / dikelola langsung oleh pemerintah. Dengan kondisi rumah yang menjadi lebih sehat. diwajibkan memundurkan bangunannyua sekurang-kurangnya 3 meter dari pinggir sungai. Hasil yang Dicapai Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun 2006 dan tahun 2007. beberapa bantuan lain yang diberikan antara lain : tempat MCK Komunal / bersama sebanyak 2 unit. LPMK. Untuk mengelola hal bersebut. 4    . Pada tanggal 1 Oktober 2007 telah terjadi letter of intent antara Pemerintah Kota Surakarta dengan UN – HABITAT yang diwakili oleh Emerging Market Group Slum Upgrading Facility Pilot Team (EMG SUF PT). PKK. Disamping itu. terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam menangani permasalahan sosial dan akses masyarakat miskin dalam segala aspek pembangunan Kota Surakarta. Bangunan-bangunan kumuh yang berada di pinggir / bantaran kali merupakan bangunan yang tidak memiliki ijin penempatan (bangunan liar) dengan kondisi yang sangat kumuh dan tidak mempunyai sarana prasarana sanitasi maupun lingkungan yang memenuhi kesehatan. Sedangkan sistem penggajian dialokasikan dari sebagian hasil bunga dari modal utama yang berada di rekening Bank BUKOPIN selaku penjamin (Trustee Bank). Hal ini menyebabkan beban pemerintah untuk mengatasi masalah pencemaran dan kebersihan lebih ringan. saat ini sebanyak 1.ekonomi produktif dari Dinas Tenaga Kerja dan pemberian bantuan alat-alat produksi dari DKRPPKB. Disamping itu. Sebagai hasil koordinasi lintas sektor.

500 1 2 3 4 5 Laweyan Serengan Pasar Kliwon Jebres Banjarsari Jumlah RTLH Sumber: Dinas Kesejahteraan Rakyat. YLP3 ini tidak akan langsung mendukung perorangan. Untuk tahun 2008.612 225 1. Keberlanjutan Seperti kita ketahui bahwa untuk mengakses dunia perbankan secara umum.000 1. masyarakat miskin kesulitan untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Sehingga diharapkan pada tahun 2010. namun melalui kelompok komunitas dan lembaga swadaya masyarakat. Permerintah Kota Surakarta bekerjasama dengan SUF-UN Habitat akan membangun pasar yang diatasnya dapat digunakan sebagai rumah tinggal. Pihak Pemerintah Kota: 5    . Jadi bagi warga miskin yang telah mendapat bantuan dana untuk pemugaran rumahnya dari Pemerintah Kota Surakarta. Tabel 2. diharapkan akan lebih menghargai kepemilikannya. Rencana Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2008 No. Bagi yang menempati hunian liar akan lebih diarahkan untuk menempati rumah susun. Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKRPPKB) Kota Surakarta.612 RTLH dapat tertangani dengan baik. Dimana rumah tinggal ini dapat dibeli secara mengangsur dengan harga yang sangat murah. seperti bukti penghasilan. 3 juta kepada 1500 unit RTLH.Penerima manfaat utama dari adanya YLP3 ini adalah masyarakat yang tinggal di daerah permukiman sektor informal dan kumuh. sehingga mau membayar pajak dengan baik. Pemerintah Kota Surakarta telah merencanakan untuk memberi bantuan masing-masing sebesar Rp. Bagi yang hanya mampu sewa / kontrak. Kecamatan Keluarga Dengan Rumah Tidak Layak Huni Data 2006 Rehab 2006 Rehab 2007 Rencana 2008 819 16 128 188 530 14 82 121 2115 85 322 476 1447 56 221 325 1701 54 247 390 6. apabila dirasa kurang disarankan membentuk sebuah kelompok agar dapat meminjam sejumlah dana kepada YLP3. semua RTLH yang berjumlah 6. Apabila ada warga miskin yuang memanfaatkan pinjaman lunak yang dikelola YLP3. direncanakan pengembalian dari peminjam akan dikelola sebagai dana bergulir bagi para penerima tahap berikutnya. Bagi warga yang status kepemilikan bangunannya telah bersertifikat hak milik. Untuk mengatasi hal tersebut saat ini sedang dijajaki dan dirumuskan bentuk skema pembiayaan kredit perbaikan RTLH yang tepat oleh YLP3 sebagai tindak lanjut LoI dengan SUFUN Habitat. Perwujudan kerjasama yang baik antara Pemko Surakarta dengan stakeholder kota tercermin dalam pembagian kegiatan sebagai berikut: 1. track record perbankan yang hanya bisa diakses jika memiliki rekening.

Kemampuan tular Komitmen yang kuat dari pemerintah kota untuk mengatasi permasalahan sosial dalam bidang penataan lingkungan dan perumahan / permukiman sebagai bagian dari program penanggulangan kemiskinan sangat diperlukan. LSM lokal maupun internasional dan swasta. Pihak masyarakat berupa swadaya rehabilitasi rumah tidak layak huni 3. pembentukan koperasi masyarakat dan lain-lain 2. Pelajaran yang Dapat Diambil Dengan adanya program ini. Komitmen tersebut berupa kebijakan dan realisasi kebijakan itu sendiri. sosialisasi sampai pelaksanaan rehabilitasi RTLH 4. 6    . Disamping itu juga pendekatan sosial yang melibatkan masyarakarat sebagai bagian dari arahadan pelaksanaan program dapat ditiru oleh daerah lain. Dalam pelaksanaan program memang dibutuhkan kerjasama antarlintas sektoral. Pihak LSM Lokal berupa pendampingan sejak perencanaan program. Disamping untuk menata pemukiman juga sekaligus menata lingkungan agar menjadi lebih bersih. Pemberian bantuan perbaikan / perbaikan RTLH diprioritaskan bagi pemukiman kumuh yang menempati lingkungan untuk publik. antara lain: tokoh masyarakat. sosialisasi yang berkelanjutan memegang peranan dalam kesuksesan program ini. Hal ini lebih meringankan tugas pemerintah kota dalam mengendalikan pencemaran dan kebersihan kota. saluran drainase Proses kepermilikan tanah beruap persertifikatan hak milik Pembinaan dan peningkatan kapasitas SDM Masyarakat berupa pelatihan catering. sehat dan tertata. Yang tidak kalah pentingnya. Disamping itu juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. jalan lingkungan. Yayasan Lembaga Pembiayaan Pemukiman Perkotaan (YLP3) berupa penjaminan untuk peningkatan kualitas RTLH.Fasilitas Lingkungan berupa taman. telah terjadi keharmonisan kerjasama antara pemerintah kota dengan warganya. MCK.

Sukendar Tri Cahyo. H. 2 : 0271-636426. Kasie Perencanaan 0812 276 5578 dkrppkb_ska@yahoo.MM : Kepala Dinas Kesejahteraan Rakyat. teguh_ardhiw@yahoo. Nama Jabatan HP 3. M. Agus Hastanto. Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana : Jl. Jend.com No. Telp Fax HP Email 7    . R. Nama Jabatan Alamat No. Sudirman No. Widdi Srihartono.com : Drs. Rasuna Said – Kuningan Jakarta 12960 : 021-8370 4703. Telp Fax Hp 2.id .KONTAK PENGHUBUNG PEMKO SURAKARTA 1. Nama Jabatan HP Email APEKSI Nama Jabatan Alamat : Teguh Ardhiwiratno : Staf Komunikasi dan Informasi : Rasuna Office Park III WO. 642020 : 0271-636426 : 0812 265 4379 : Drs.Si. MM : Kasubdin Bina Program : 0813 9333 2012 : : : : Drs. 9393 890 : 021-8370 4733 : 0818 131 433 : teguh@apeksi. 06-09 Komplek Rasuna Epicentrum Jl.or.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->