Anda di halaman 1dari 26

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM

SISTEM KOMUNIKASI

LABORATORIUM ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

LEMBAR PERSETUJUAN
Telah Diperiksa Dan Disetujui Isi Laporan Ini

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM KOMUNIKASI
FAKULTAS TEKNIK LABORATORIUM ELEKTRONIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Disusun Oleh : Nama NIM Kelompok Tgl Praktikum : : : :

Malang, Mengetahui, Kepala Laboratorium Elektronika Menyetujui, Koordinator Asisten Praktikum

Ir.NurAlif M., MT

FAKULTAS TEKNIK LABORATORIUM ELEKTRONIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG LEMBAR ASISTENSI

SISTEM KOMUNIKASI
Judul Percobaan :

Nama Praktikan NIM Tanggal Pelaksanaan Asisten Pembimbing Tanda Tangan

: : : : : Tanggal :

Instruktur Tanda Tangan

: : Tanggal :

Disetujui Koord. Prak. Tanda Tangan

: : Tanggal :

PERCOBAAN I TEKNIK MODULASI AMPLITUDO (AM)

1.1 Modualsi Amplitudo dengan Multiplier Multiplier dipakai dalam telekomunikasi antara lain seperti phase comparator dan demodulator. Kadang dihubungkan pada mixer aktif. Dalam eksperimen berikut, multiplier akan dipakai sebagai modulator untuk Modulasi Amplitudo Konvensional.

1.2 Faktor Modulasi Perubahan dalam amplitudo pembawa sebanding dengan perubahan yang terjadi amplitude sinyal modulasi. Perbandingan perubahan ini terhadap amplitudo pembawa tak termodulasi disebut factor modolasi. Faktor modulasi dinyatakan dalam bentuk persen.
uT UT

m=

m uT uT

= faktor modulasi = perubahan dalam amplitudo modulasi = amplitudo pembawa tanpa modulasi

Gambar 1.1

Dalam praktisnya, pengukuran dengan menggunakan osiloskop bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :

m=

U PP max U PP Min U PP max +U PP Min

Gambar 1.2

Tentukan faktor modulasi dari modulator AM pada diagram di bawah ini dan gambarkan bentuk gelombangnya :

Gambar 1.3

Setting nilai : UT UInf UDC f = 20 KHZ f = 2 KHZ = 2.5 V = 1.0 V U = 2.0 V

Gambar 1.4

PERCOBAAN II TEKNIK MODULASI SUDUT

2.1 Sinyal Modulasi Frekuensi (FM) Osilasi frekuensi modulasi dapat di hasilkan dengan suatu oscillator terkendali tegangan (VCO) . Frekuensi output pada VCO dapat diubah dari tegangan inputnya, karena itu dikenal juga sebagai converter tegangan ke frekuensi . VCO terintegrasi dalan banyak IC untuk demodulasi frekuensi termodulasi atau sinyal terkunci (keyed signal ), sebagai salah satu elemen paling penting pada PLL (Phase Locked Loop) . Konstanta VCO dibentuk oleh persamaan :
K VCO = f Uin

Tentukan karakteristik VCO seperti modul board dengan tegangan DC, gambarlah karakteristik dan hitunglah konstanta VCO berikut ini :

Gambar 2.1

Tabel 2.1 Uin (Volt) FVCO (KHZ) -1.5 -1.0 -0.5 0 +0.5 +1.0 +1.5 +2.0 +2.5

Gambar 2.2

2.2 Pengukuran Deviasi Frekuensi

Deviasi frekuensi carrier tak termodulasi dari frekuensi tertinggi atau terendah ditunjukan ke dalam deviasi frekuensi. Frekuensi Deviasi :

f =

1 ( f max f min ) 2

Gambar 2.3

Tentukan frekuensi fmin dan fmax dari oscillogram, pada tegangan modulasi dengan amplitudo berbeda dan hitunglah frekuensi deviasinya.

Gambar 2.4 Setting nilai :

Uin..f = 500 HZ,

= 0.5 V = 1.0 V

f = 1 KHZ,

= 0.5 V = 1.0 V

f = 2 KHZ,

= 0.5 V = 1.0 V

2.2 Menentukan Indeks Modulasi

Dalam amplitudo modulasi, faktor modulasi diukur dari intensitas modulasi. Dalam frekuensi modulasi, ratio dari deviasi frekuensi ke frekuensi diukur dari intensitas frekuensi modulasi. Rasio ini di kenal sebagai indeks modulasi. Indeks modulasi tidak dapat langsung dibaca dengan osiloskop seperti halnya faktor modulasi pada AM. Sehingga dihitung dengan persamaan :

f f inf

= indeks modulasi

f = deviasi frekuensi finf = frekuensi informasi, frekuensi moulasi

Tentukan indeks modulasi dari fungsi waktu osilasi modulasi frekuensi, dengan frekuensi dan amplitudo berbeda seperti gambar dibawah ini :

Gambar 2.5 Setting harga Uinfu = 0.1V ; 0.25V ; 0.5V Hubungkan pada frekuensi 500Hz , 1kHz dan 2kHz Hitunglah deviasi frekuensi dan indeks modulasi seperti dalam tabel berikut :

Tabel 2.2

f pada uinf = 0.1V finf = 500 Hz finf = 1 kHz finf = 2 kHz Tabel 2.3 pada uinf = 0.1V finf = 500 Hz finf = 1 kHz finf = 2 kHz

f pada uinf = 0.25V

f pada uinf = 0.25V

pada uinf = 0.25V

pada uinf = 0.25V

Gambar 2.6

Gambar 2.7

2.3 Pengukuran Modulator untuk sinyal pulsa termodulasi frekuensi Rakitlah modulator untuk sinyal modulasi frekuensi pulsa seperti gambar rangkaian di bawah ini. Ukurlah tegangan pada masing masing titik dan isilah tabel dan gambarlah bentuk gelombang pada diagram berikut :

Gambar 2.8 Tabel 2.4 Uinf (f= 1kHZ) 0.25 V 0.5 V UFM UI UPFM

Gambar 2.9

PERCOBAAN III TEKNIK MODULASI DIGITAL 1. Modulasi digital dari pembawa sinusoida oleh shift keying (sinyal informasi digital, sinyal pembawa sinusoida) 2. Amplitude Shift Keying (ASK) Frequency Shift Keying (FSK) Phase Shift Keying (PSK)

Modulasi Pulsa Pulse Amplitude Modulation (PAM) Pulse Phase Modulation (PPM) Pulse Duration Modulation (PDM) Atau Pulse Width Modulation (PWM)

3. Modulasi dalam Base Band Pulse Code Modulation (PCM) Delta Modulation(DM)

3.1 Amplitudoe shift keying (ASK) Pada ASK, amplitudo pembawa dipengaruhi oleh sinyal modulasi, ini memungkinkan dioperasikan dengan switch mekanik. Prinsip kerja dari rangkaian modulator ASK :

Gambar 3.1 Dalam dua kondisi ASK, carrier di switch ON, sebagai contoh, dengan biner 1 dan switch OFF dengan biner 0. Metode ini disebut ON-OFF Keying (OOK). Carrrier terkunci ini dapat di tambahkan dengan memodulasikan sinyal sinusoida. Ini di kenal dengan penguncian nada (tone keying).

Gambar 3.2

Dalam nada terkunci, receiver mendapat frekuensi nada terkunci, seperti nutuk mendengarkan kode morse. Rakitlah ASK modulator seperti di tunjukan pada gambar 3.3 di bawah. Tentukan besarnya tegangan input dan output dan gambarlah pada diagram berikut:

Gambar 3.3

Settting nilai : UT Uinf f = 2 kHZ f = 250 kHZ u=1V TTL level

Gambar 3.4

3.2 Pembentukan sinyal FSK (Frekuency Shift Keying) Pada FSK, osilasi ferkuensi pembawa berubah-ubah diantara nilai yamg telah di etntukan, dimana nilai ini diberikan oleh logika 1 dan 0. Nilai rata-rata dari dua frekuensi yang di berikan didefinisikan sebagai virtual carrier Frequency.

fT =

f 0 + f1 2

fT f0 f1

= Virtual Carrier Frequency = frekuensi untuk kondisi 0 = frekuensi untuk kondisi 1

Mirip pada modulasi frekuensi, ada beberapa variabel yang didefinisikan sebagai berikut:

f =

f 0 f1 2

f = frekuensi deviasi

= 2

f 2 fs

= indeks modulasi fs = frekuensi step

Buatlah sinyal frekuensi terkunci, gambar serta lengkapi besar teganganya pada diagram. Setting nilai U0 U1 f = 1 kHz f = 2 kHz =1V =1V

Gambar 3.5

Gambar 3.6

PERCOBAAN IV TEKNIK MODULASI PULSA Modulasi pulsa didasarkan atas pemakaian/penggunaan bentuk pulsa sebagai sinyal carrier (pembawa) yang termodulasi sinyal informasi analog . Pengubahan pulsa carrier akan didapatkan beberapa modulasi antara lain : PFM (Pulse Frequency Modulation) PPM (Pulse Phase Modulation) PDM (Pulse Duration Modulation) PAM (Pulse Amplitudo Modulation)

Metode modulasi frekuensi pulsa dan sudut pulsa menyebabkan beberapa jenis tipe berkembang. Metode durasi pulsa atau modulasi lebar pulsa (PWM) tidak penting sebagai metode penstransmisian pesan. Maka dari itu, PWM memungkinkan digunakan

dalam elektronika daya untuk control daya. Efisiensi tinggi di capai sejak transistor dan tabung digunakan sebagai switch dalam control power. Misal pada transmitter radio AM (high power). Modulasi amplitudo pulsa tidak di gunakan pada jala jala transmisi karena dapat menyebabkan interferensi dan band width transmisi menjadi lebar. Maka dari itu, lebih baik digunakan teknik modulasi yang sesuai, yaitu PDM, PPM, dan PCM.

4.1 Pulse Amplitudo Modulasi Gambar di bawah ini menerangkan tahapan pulsa pada PAM :

Gambar 4.1

Gambar 4.2

Buatlah sinyal pulsa termodulasi amplitud ,gambar bentuk gelombang dan tegangan sinyal informasi, ,contoh sinyal dan sinyal keluaran dari rangkaian PAM berikut :

Gambar 4.3

Setting untuk nilai

Uinf Us

f = 1 kHz, = 1.5V f = 8 kHz

Sinyal switching 8kHz tersedia dengan durasi pulsa kira kira 15 s pada input switch yang melalui modulator PAM mendekati level TTL.