Sistem pemerintahan thailand Sistem pemerintahan (sistem kabinet) Thailand adalah Sistem Parlementer...

Bentuk pemerintahannya adalah Monarki Konstitusional... Sang raja mempunyai sedikit kekuasaan langsung di bawah konstitusi namun merupakan pelindung Buddhisme Thailand dan lambang jati diri dan persatuan bangsa. Raja yang memerintah saat ini dihormati dengan besar dan dianggap sebagai pemimpin dari segi moral, suatu hal yang telah dimanfaatkan pada beberapa kesempatan untuk menyelesaikan krisis politik. kepala pemerintahan adalah Perdana Menteri, yang dilantik sang raja dari anggota-anggota parlemen dan biasanya adalah pemimpin partai mayoritas. Parlemen Thailand yang menggunakan sistem dua kamar dinamakan Majelis Nasional atau Rathasapha , yang terdiri dari Dewan Perwakilan (Sapha Phuthaen Ratsadon ) yang beranggotakan 480 orang dan Senat (Wuthisapha ) yang beranggotakan 150 orang. Anggota Dewan Perwakilan menjalani masa bakti selama empat tahun, sementara para senator menjalani masa bakti selama enam tahun. Badan kehakiman tertinggi adalah Mahkamah Agung (Sandika ), yang jaksanya dilantik oleh raja. Thailand juga adalah anggota aktif dalam ASEAN.

seperti perubahan UU Sistem Pemilu yang memungkinkan partai oposisi terwakili dalam parlemen. Parti de l’Unité Populaire (PUP) 3. Partai pemerintah yang berkuasa adalah Rassemblement Constituonnel Democratique (RCD). Movement des Democrates Socialistes (MDS) 2. Presiden berhak menunjuk perdana menteri. dibandigkan 182 kursi pada tahun 1999. baru didirikan pada tanggal 3 Maret 2006 Selama masa pemerintahan presiden Ben Ali telah dilaksanakan tiga kali pemilihan umum. sedangkan lembaga yudikatif adalah Dewan Tertinggi Magistrasi. kepala kepolisian. Keberhasilan Ben Ali dalam merebut hati rakyat tidak terlepas dari usaha-usahanya dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat. sedangkan kabinet pelaksana pemerintahan dipimpin oleh seorang perdana menteri. Parti des Verts pour Progress (PVP). dari RCD mengumpulkan 94. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden. perubahan UU Pemilu tersebut mendapat tanggapan positif dari sebagian besar kelompok oposisi. Mouvement atau Harakat Ettajdid (HE) 5. Pemilu Legislatif 2004 memperebutkan 189 kursi di parlemen. Parti Social pour le Progres (PSP) 7. Union Democratique Unioniste (UDU) 4. serta hakim agung. panglima angkatan bersenjata. gubernur. . mengalahkan ketiga calon presiden dari PUP. Forum Democratique pour les Libertes et le Travail (FDLT) 8. yaitu pada tahun 1994. Pemerintah juga terus berupaya menciptakan kehidupan demokrasi yang sehat.48% suara. Terdapat sembilan partai politik di Tunisia. Parti Social Liberal (PSL) 6. Pada Pemilu Presiden yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2004. Delapan partai lainnya adalah partai oposisi: 1. meskipun jumlah pemilihnya sangat kecil. anggota kabinet. Rincian hasil Pemilu Legislatif tahun 2004 adalah: RCD: 152 kursi (148 kursi tahun 1999) Ettajdid: 3 kursi (5 kursi tahun 1999) MDS: 14 kursi (13 kursi trahun 1999) PUP: 11 kursi (7 kursi trahun 1999) PSL: 2 kursi (2 kursi trahun 1999) UDU: 7 kursi (7 kursi trahun 1999) Ketua parlemen (Chambre des Députés) dipilih dari partai terbesar. Karenanya.Sistem Pemerintahan Tunisia Tunisia berbentuk republik dengan sistem pemerintahan presidensial. Proses pemilihannya dilakukan setahun sekali. Lembaga legislatif dijalankan oleh Dewan Perwakilan (Chambre des Deputés) yang terdiri dari 182 anggota parlemen. 1999 dan 2004. Ettajdid dan PSL. yaitu setiap pembukaan sidang parlemen pada bulan Oktober. Zine El-Abidine Ben Ali.

 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful