Anda di halaman 1dari 8

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 119 / KEP / 2007 TENTANG PEMBENTUKAN

KOMITE DAERAH PENGKAJIAN DAN PENANGGULANGAN KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI TAHUN 2007 PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA,

Menimbang :

a.

bahwa dalam rangka peningkatan mutu program imunisasi maka diperlukan upaya peningkatan pengawasan dan penanggulangan terhadap semua kejadian ikutan Pasca Imunisasi; bahwa agar pelaksanaan sebagaimana dimaksud huruf a, dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal maka perlu dibentuk Komite Daerah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Pembentukan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Tahun 2007 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; Undang-undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 sebagaimana telah diubah dan ditambah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 1959; Undang - undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan; Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang; Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pembentukan dan Organisasi Dinas Daerah Di Lingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;

b.

c.

Mengingat

1.

2. 3.

4.

MEMUTUSKAN : Menetapkan : KESATU : Membentuk Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Tahun 2007 Provinsi Daerah Istimewa Yogykarta dengan Susunan dan Personalia sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Tugas Komite Daerah sebagaimana dimaksud Diktum KESATU adalah : 1. Melakukan investigasi kasus kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang dilaporkan oleh Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota se Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 2. Melakukan Analisis atas kejadian Ikutan Pasca Imunisasi . 3. Melakukan audit terhadap kasus kejadian ikutan pasca imunisasi . 4. Mengkoordinasikan hasil audit dengan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. KETIGA KEEMPAT : : Dalam melaksanakan tugas Komite sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dapat berhubungan dengan pihak-pihak lain yang dipandang perlu. Komite sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dalam melaksanakan tugasnya secara rutin melaporkan kegiatannya dan bertanggungjawab kepada Gubernur melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan dilaksanakan untuk Tahun Anggaran 2007. Ditetapkan di Yogyakarta pada tanggal 24 JULI 2007 GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA,
TTD

KEDUA

KELIMA

KEENAM

KETUJUH

HAMENGKU BUWONO X Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. : 1. Menteri Dalam Negeri di Jakarta. 2. Menteri Kesehatan di Jakarta. 3. Bupati/Walikota se Provinsi DIY. 4. Kepala Badan Pengawas Provinsi DIY. 5. Kepala Bapeda Provinsi DIY. 6. Kepala BPKD Provinsi DIY. 7. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY. 8. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Provinsi DIY. Untuk diketahui dan atau dipergunakan sebagaimana mestinya.

LAMPIRAN KEPUTUSAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 119 / KEP/ 2007 TANGGAL 24 JULI 2007 SUSUNAN DAN PERSONALIA

No 1 2

NAMA Dr. Bondan Agus Suryanto, SE,MA Dr. Soeroyo Mahfudz, MPH,Sp.A(K) Dr. Sarminto, M.Kes Dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A Drg Puspito Ekowati, M.Kes Drs. Martan Kiswoto Sukiman Drg Maya Sintowati P, M.M Dr. Yuwono, M.Kes Drg. Martha Handoko, M.Kes Arif Wiyono, SE Dr. Ida Safitri L, Sp.A Dr. Kiswardjanu, Sp. A Dr. Anik Dwiani, Sp. A Dr. Lies Indriyati, Sp. A Dr. Novia Primulyani, Sp. A Dr. Fauziah, Sp. A A. Rivai, SH

JABATAN DALAM KOMITE Penasehat Ketua

UNIT KERJA Ka. Dinkes Prop. DIY IDAI

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Sekretaris I Sekretaris II Ketua Pokja KIE Anggota Pokja KIE Anggota Pokja KIE Anggota Pokja KIE Anggota Pokja KIE Anggota Pokja KIE Anggota Pokja KIE Ketua Pokja Medik Anggota Pokja Medik Anggota Pokja Medik Anggota Pokja Medik Anggota Pokja Medik Anggota Pokja Medik Anggota Pokja Medik

Dinkes Prop. DIY IDAI Dinkes Prop. DIY BID Provinsi DIY Dinkes Kota Yk Dinkes Kab. Bantul Dinkes Kab. K.Progo Dinkes Kab. G.Kidul Dinkes Kab. Sleman IDAI IDAI RSUD Kota Yk IDAI RSUD Bantul IDAI RSUD K.Progo IDAI RSUD G.Kidul IDAI RSUD Sleman Biro Hukum Prop. DIY

19 20

Dr. Putut Bayupurnama, Sp. PD Darmawanti Setyaningsih, S.SIT,SPd Dr. Hj. Siti Aisyah, SU Catur Budi Susilo, S.Kp, M.Kes Drg. Jaka Supriyadi, MSi Sri Mukti Suhardini, SKM,M.Kes Dr. Wikan Indarto, Sp.A Dra. Rahayu Lasmitosasi, M.Kes, Apt Dr. Lipur Riyantiningtyas Dr. G. Anung Trihadi Riastuti Rahayu, SKM Imam Sudiyono Sidiq Rohadi, SE Drg Wahyuni Indriastuti, M.Kes Mashudi Mahmudah Arfiati, SKM Suyani Hartono, SKM Drs. Winarno Saliyah

Anggota Pokja Medik Anggota Pokja Medik

PAPDI IBI

21 22 23 24 25 26

Anggota Pokja Medik Anggota Pokja Medik Ketua Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi

IDI PPNI Yk Dinkes Prop. DIY Dinkes Prop. DIY IDAI BALAI POM DIY

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Anggota Pokja Investigasi Administrasi Administrasi Administrasi

RS. Sardjito Yk Dinkes Prop. DIY Dinkes Prop. DIY Dinkes Kota Yk Dinkes Kab. Bantul Dinkes Kab. K.Progo Dinkes Kab. G.Kidul Dinkes Kab. Sleman Dinkes Prop. DIY BAPEDA Prop. DIY Dinkes Prop. DIY

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, TTD

HAMENGKU BUWONO X

TUGAS MASING-MASING POKJA DALAM KOMDA KIPI (KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI)

A. POKJA KIE

1. Sosialisasi KIPI

menyebarluaskan informasi kepada masyarakat termasuk di institusi pendidikan dasar (SD/MI/SLB) tentang definisi KIPI melalui leaf leat, poster menyebarluaskan informasi kepada masyarakat termasuk di institusi pendidikan dasar (SD/MI/SLB) tentang faktor-faktor yang menyebabkan KIPI melalui leaf leat, poster

2. Sosialisasi pedoman dan tatalaksana KIPI menyebarluaskan informasi kepada petugas kesehatan di lapangan termasuk petugas rumah sakit tentang pedoman dan penatalaksanaan kasus KIPI melalui buku pedoman, pertemuan/pelatihan

3. Public Relation menyebarluaskan informasi baik kepada masyarakat maupun petugas kesehatan di lapangan tentang pentingnya melaporkan kejadian KIPI menyebarluaskan informasi baik kepada masyarakat maupun petugas kesehatan di lapangan tentang jalur pelaporan KIPI memberikan penjelasan kepada masyarakat, terutama bagi keluarga dan sekitarnya tentang KIPI sehingga keluarga dan masyarakat sekitarnya tidak resah (menentramkan lingkungan)

B. POKJA MEDIK

1. Penegakan diagnosa KIPI Mendiagnosa kejadian/tersangka KIPI, apakah kejadian ikutan setelah diimunisasi termasuk dalam katagori KIPI atau bukan Memberikan solusi/alternatif tindakan pada penderita karena KIPI

2. Penanggulangan rujukan mengidentifikasi kejadian KIPI, apakah termasuk KIPI ringan, sedang atau berat sehingga bisa memberikan solusi apakah harus dirujuk ke rumah sakit atau cukup dirawat di rumah/ puskesmas memberikan rujukan kejadian KIPI ke rumah sakit yang ditunjuk

3. Penentuan kausalitas

memastikan hubungan, apakah kejadian / kasus KIPI yang terjadi disebabkan karena akibat pemberian imunisasi atau bukan

C. POKJA INVESTIGASI

1. Penentuan klasifikasi KIPI di lapangan Mengklasifikasi kejadian KIPI di lapangan sehingga bisa diketahui penyebab KIPI dari KIPI, apakah dikarenakan kesalahan program, reaksi suntikan, induksi vaksin, faktor kebetulan (koinsiden) atau penyebab lain yang belum diketahui

2. Otopsi verbal Melaksanakan otopsi verbal pada kejadian KIPI yang sampai meninggal dunia jika diperlukan

3. Kelengkapan data/laporan menilai kelengkapan data kejadian KIPI sesuai dengan format laporan KIPI yang telah disediakan mengevaluasi laporan KIPI, apakah termasuk laporan yang sudah kadaluwarsa atau belum.

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, TTD

HAMENGKU BUWONO X