P. 1
Laporan penelitian tindakan kelas

Laporan penelitian tindakan kelas

|Views: 2,719|Likes:
Dipublikasikan oleh 170p3x
Pembelajaran pada awal semester genap tahun 2009/2010 di kelas VII F
SMPN 2 Arut Selatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas, kurang bervariasi,
dan kurang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Materi
pelajaran disampaikan secara teoritik dan tidak berhubungan dengan kehidupan
nyata. Proses pembelajaran tersebut menimbulkan kecenderungan siswa bersikap
pasif. Dinamika dan interaksi dalam kelas juga belum optimal. Akibatnya,
penguasaan kompetensi masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada hasil ulangan
harian KD 6.1, ketuntasan klasikal hanya 68,57%.
Oleh sebab itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas sebagai upaya
memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas sehingga
penguasaan kompetensi siswa meningkat.
Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas
tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengambilan data, dan refleksi. Observer
mengambil data aktivitas siswa pada tiap siklus, sedangkan data hasil belajar
diperoleh dari tes tertulis di akhir siklus.
Keaktifan siswa mengalami kenaikan yaitu pada siklus 1 prosentase
siswa aktif sebesar 64,86% sedangkan siklus 2 sebesar 91,89%. Berdasarkan hasil
refleksi diadakan perbaikan pada bentuk kegiatan dan sumber belajar. Hasil
belajar juga mengalami kenaikan pada ketuntasan klasikal dan rata nilai. Siklus 1
ketuntasan belajar sebesar 70,27% dengan rata-rata nilai 69,73. Siklus 2
ketuntasan belajar 91,89% dengan rata-rata nilai 88,92.
Berdasarkan hasil tersebut, kualitas pembelajaran biologi di kelas VII-F
SMPN 2 Arut Selatan mengalami peningkatan setelah diterapkan pendekatan
kontekstual pada materi “Pengelolaan Lingkungan”. Aktivitas siswa dan
penguasaan kompetensi siswa meningkat. Pendekatan kontekstual perlu
diterapkan pada materi lain sesuai dengan karakteristik materi tersebut
Pembelajaran pada awal semester genap tahun 2009/2010 di kelas VII F
SMPN 2 Arut Selatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas, kurang bervariasi,
dan kurang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Materi
pelajaran disampaikan secara teoritik dan tidak berhubungan dengan kehidupan
nyata. Proses pembelajaran tersebut menimbulkan kecenderungan siswa bersikap
pasif. Dinamika dan interaksi dalam kelas juga belum optimal. Akibatnya,
penguasaan kompetensi masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada hasil ulangan
harian KD 6.1, ketuntasan klasikal hanya 68,57%.
Oleh sebab itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas sebagai upaya
memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas sehingga
penguasaan kompetensi siswa meningkat.
Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas
tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengambilan data, dan refleksi. Observer
mengambil data aktivitas siswa pada tiap siklus, sedangkan data hasil belajar
diperoleh dari tes tertulis di akhir siklus.
Keaktifan siswa mengalami kenaikan yaitu pada siklus 1 prosentase
siswa aktif sebesar 64,86% sedangkan siklus 2 sebesar 91,89%. Berdasarkan hasil
refleksi diadakan perbaikan pada bentuk kegiatan dan sumber belajar. Hasil
belajar juga mengalami kenaikan pada ketuntasan klasikal dan rata nilai. Siklus 1
ketuntasan belajar sebesar 70,27% dengan rata-rata nilai 69,73. Siklus 2
ketuntasan belajar 91,89% dengan rata-rata nilai 88,92.
Berdasarkan hasil tersebut, kualitas pembelajaran biologi di kelas VII-F
SMPN 2 Arut Selatan mengalami peningkatan setelah diterapkan pendekatan
kontekstual pada materi “Pengelolaan Lingkungan”. Aktivitas siswa dan
penguasaan kompetensi siswa meningkat. Pendekatan kontekstual perlu
diterapkan pada materi lain sesuai dengan karakteristik materi tersebut

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: 170p3x on Oct 07, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) membawa konsekuensi

logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran IPA yang disesuaikan

dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. Proses belajar yang

diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-

buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa,

melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada

siswa untuk memahami gejala yang terjadi sehingga dalam pelaksanaannya

dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat.

Pembelajaran pada awal semester genap tahun 2009/2010 di kelas VII F

SMPN 2 Arut Selatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas, kurang bervariasi,

dan kurang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Materi

pelajaran disampaikan secara teoritik dan tidak berhubungan dengan kehidupan

nyata. Proses pembelajaran tersebut menimbulkan kecenderungan siswa bersikap

pasif. Dinamika dan interaksi dalam kelas juga belum optimal. Akibatnya,

penguasaan kompetensi masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada hasil ulangan

harian KD 6.1, ketuntasan klasikal hanya 68,57%.

Oleh sebab itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas sebagai upaya

memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas sehingga

penguasaan kompetensi siswa meningkat.

Sari Nur Cahyanti, S.Pd

WWW.KLIKEDUKASI.COM

2

*Hasil penelitian ini pertama dipubilkasikan secara online di klikedukasi.com

Materi ”Pengelolaan Lingkungan” membahas konsep pencemaran dan

kerusakan lingkungan kaitannya dengan aktifitas manusia. Mencermati

karakteristik materi ini, maka strategi pembelajaran lebih tepat menggunakan

kegiatan eksplorasi lingkungan karena akan lebih faktual dan nyata. Proses

pembelajaran tersebut sejalan dengan pembelajaran berpendekatan kontekstual,

yaitu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan

bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima, akan tetapi sesuatu

yang harus dikonstruksi melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang dengan

tepat. Penerapan pendekatan kontekstual tersebut diharapkan menghasilkan

pembelajaran berkualitas yaitu adanya aktivitas siswa yang optimal dan

penguasaan kompetensi yang meningkat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->