Anda di halaman 1dari 3

Penetapan Waktu Pengambilan Cuplikan, Pemilihan Dosis Dan Asumsi Model Kompartemen Posted on 8 Juli 2011 by swithya_chan

Obat berada dalam suatu keadaan dinamik dalam tubuh. Dalam suatu sistem biologik peristiwa peristiwa yang dialami obat seringterjadi secara serentak. Dalam menggambarkan sistem biologik yang komplekstersebut, dibuat penyederhanaan anggapan mengenai pergerakan obat itu.

Suatu hipotesis atau model disusun dengan menggunakn istilah matematik, yang memberi arti singkat dari pernyataan hubungan kuantitatif. Berbagai model matematik dapat dirancang untuk meniru proses laju absorpsi, distribusi dan eliminasi obat. Model matematik ini memungkinkan pengembangan persamaan untuk menggambarkan konsentrasi obat dalam tubuh sebagai fungsi waktu. Model farmakokinetik berguna untuk :

a)

Memperkirakan kadar obat dalam plasma, jaringan dan urine pada berbagai pengaturan dosis

b)

Menghitung pengaturan dosis optimum untuk tiap penderita secara individual

c) Memperkirakan kemungkinan akumulasi obat dngan aktivitas farmakologi atau metabolit metabolit

d) Menghibungakan kemungkinan konsentrasi obat dengan aktivitas farmakologik atau toksikologik

e)

Menilai perubahan laju atau tingkat availabilitas antar formulasi

f) Menggambarkan perubahan faal atau penyakit yang mempengaruhi absorbsi, distribusi dan eliminasi

g)

Menjelaskan interaksi obat

(Shargel dan Yu, 1988)

Model kompartemen, yakni :

1.

Model Mammillary

Model terdiri atas satu atau lebih kompartemen perifer yang dihubungkan ke suatu kompartemen sentral. Kompartemen sentral mewakili plasma dan jaringan-jaringan yang perfusinya tinggi dan secara cepat berkesetimbangan dengan obat. Model mamillary dapat dianggap sebagai suatu sistem yang berhubungan secara erat, karena jumlah obat dalam setiap kompartemen dalam setiap sistem tersebut dapat diperkirakan setelah obat dimasukkan ke dalam suatu kompartemen tertentu. Menurut Mammillary model kompartemen dibagi menjadi :

a)

Kompartemen satu terbuka iv

Perfusi terjadi sangat cepat seperti tanpa proses distribusi sebab distribusi tidak diamati karena terlalu cepatnya. (Hanya ada satu fase yaitu eliminasi).

b)

Kompartemen satu terbuka ev

Sebelum memasuki kompartemen sentral, obat harus mengalami absorbsi. (Terdiri dari 2 fase yaitu absorbsi dan eliminasi).

c)

Kompartemen 2 terbuka iv

Kompartemen dianggap hanya satu dan ada proses distribusi dari sentral ke perifer atau sebaliknya. Tidak ada proses absorbsi tetapi ada proses eliminasi.

d)

Kompartemen 2 terbuka ev

Obat mengalami proses absorpsi, distribusi dan eliminasi.

2.

Model Caternary

Dalam farmakokinetika model mammilary harus dibedakan dengan macam model kompartemen yang lain yang disebut model caternary. Model caternary terdiri atas kompartemen-kompartemen yang bergabung satu dengan yang lain menjadi satu deretan kompartemen. Sebaliknya, model mammilary terdiri atas satu atau lebih kompartemen yang mengelilingi suatu kompartemen sentral.

3.

Model Fisiologik (Model Aliran)

Model fisiologik juga dikenal sebagai model aliran darah atau model perfusi, merupakan model farmakokinetik yang didasarkan atas data anatomik dan fisiologik yang diketahui. Makna yang nyata dari model fisiologik adalah dapat digunakannya model ini dalam memprakirakan farmakokinetika pada manusia dari data hewan. Jadi, parameter-parameter fisiologik dan anatomik dapat digunakan untuk memprakirakan efek obat pada manusia berdasar efek obat pada hewan.

(Shargel dan Yu, 1988)

Pustaka

* Gibson, G. Gordon, Paul Skett, 1991, Pengantar Metabolisme Obat, Penerbit UI Press, Jakarta * Shargel, Leon, Andrew B. C. Yu, 1988, Biofarmasetika Dan Farmakokinetika Terapan Penerbit Airlangga University Press, Surabaya