Anda di halaman 1dari 5

Standar Pendidikan Internasional IFAC Standar Pendidikan Internasional IFAC International Federation of Accountants (IFAC) pada bulan Oktober

2003 yang lalu telah mengeluarkan 7 (tujuh) standar pendidikan internasional (International Education Standards/IES) yang seharusnya berlaku efektif mulai 1 Januari 2005. Standar yang dikeluarkan IFAC ini merupakan panduan global untuk membentuk akuntan yang profesional. Namun pemahaman mengenai isi dan rencana implementasi standar ini di Indonesia belum begitu luas. Diskusi dan sosialisasi masih terbatas di kalangan profesi dan dunia perguruan tinggi. Apa saja standar yang diatur oleh IFAC tersebut? Berikut overview masing-masing standar untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai standar pendidikan internasional ini. IES 1, Entry Requirement to a Program of Professional Accounting Education Secara fundamental, kualitas suatu profesi tidak dapat dijaga dan dikembangkan apabila seseorang yang akan memasuki profesi tersebut adalah orang yang tidak siap untuk memenuhi standar yang diwajibkan. Itu sebabnya profesi harus menentukan kualitas terbaik bagi seseorang yang akan memasuki pendidikan akuntansi. Dalam IES 1, diuraikan persyaratan awal untuk memasuki pendidikan profesional akuntansi sebaiknya paling tidak setara dengan persyaratan untuk memasuki program tingkat universitas atau ekuivalennya. Starting point program professional akuntansi ini dapat bermacam-macam. Beberapa program dimulai pada post graduate level, program yang lain dimulai pada immediate post-secondary level, atau sebagian lagi pada higher education level dibawah undergraduate degree. Apapun rute yang dipilih, persyaratan awal yang diadopsi harus sesuai dan konsisten dengan keseluruhan program pendidikan profesional akuntansi yang ditetapkan oleh profesi.Lamanya tingkatan program ini dapat bervariasi. Sebagai contoh 29 negara Eropa pada tahun 1999 menandatangani deklarasi Bologna yang mendukung penerapan 2 tipe utama tingkatan, yaiitu undergraduete dan graduete,dimana undergraduete degree diperkirakan paling tidak selama 3 tahun. IES 2, Content Of Professional Accounting Education Programs Tujuan IES 2 ini adalah untuk meyakinkan bahwa calon akuntan profesional memiliki pengetahuan profesional akuntansi yang cukup untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai Akuntan yang kompeten dalam menghadapi lingkungan yang kompleks dan berubah. Standar ini menentukan muatan pengetahuan yang dipersyaratkan, yang terdiri dari 3 bidang pengetahuan utama, yaitu: 1. accounting, finance and related knowledge; 2. organizational and business knowledge; dan 3. information technology knowledge and competences. Studi profesional akuntansi sebaiknya merupakan bagian dari program pre kualifikasi Akuntan profesional. Studi ini sebaiknya cukup panjang dan cukup intensif sehingga calon Akuntan mendapatkan pengetahuan profesional yang dipersyaratkan untuk memenuhi kompetensinya.Komponen pengetahuan profesional akuntansi pada program pre kualifikasi ini sebaiknya terdiri dari paling tidak 2 tahun full-time study.Komponen akuntansi, keuangan dan pengetahuan terkait, sebaiknya meliputi materi berikut: 1. financial accounting and reporting; 2. management accounting and control;

3. taxation; 4. business and commercial law; 5. audit and assurance; 6. finance and financial management; dan 7. professional values and ethics. Komponen organisasi dan bisnis meliputi materi berikut: 1. economics; 2. business environment; 3. corporate governance; 4. business ethics; 5. financial markets; 6. quantitative methods; 7. organizational behavior; 8. management and strategic decision making; 9. marketing; dan 10. international business and globalization. Komponen tekhnologi informasi seharusnya meliputi materi dan kompetensi berikut: 1. 2. 3. 4. 5. general knowledge of IT; IT control knowledge; IT control competences; IT user competences; dan salah satu atau gabungan dari kompetensi dan tanggung jawab manajer, evaluator atau designer sistem informasi.

IES 3, Professional Skills Contents. IES 3 mengatur tentang keahlian profesional serta pendidikan umum bagi Akuntan profesional. Seseorang yang berminat untuk menjadi Akuntan yang profesional sebaiknya memperoleh keahlian sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. intellectual skills; technical and functional skills; personal skills; interpersonal and communication skills; dan organizational and business management skills.Selain keahlian profesional, program pendidikan profesional sebaiknya juga meliputi pendidikan umum.

IES 4, Professional Values, Ethics and Attitudes. IES 4 menentukan nilai profesional, etika dan sikap akuntan profesional yang seharusnya diperoleh selama pendidikan supaya memenuhi kualifikasi sebagai akuntan profesional. Program pendidikan akuntansi sebaiknya memberikan kerangka nilai, etika, dan sikap profesional untuk melatih judgment profesional calon Akuntan sehingga dapat bertindak secara etis ditengah kepentingan profesi dan masyarakat.Nilai, etika dan sikap Akuntan profesional yang diwajibkan

termasuk komitmen untuk memenuhi kode etik lokal yang relevan yang seharusnya sesuai dengan kode etik IFAC.Cakupan nilai dan sikap yang diajarkan sebaiknya meliputi komitmen bagi kepentingan publik dan sensitivitas atas tanggung jawab sosial, pengembangan berkelanjutan dan belajar seumur hidup, kepercayaan, tanggungjawab, ketepatan waktu, respek dan kehormatan serta hukum dan regulasi.Semua program minimal meliputi antara lain: sifat dasar etika; ketaatan terhadap prinsip fundamental etika yaitu integritas, objektivitas, komitmen kepada kompetensi profesional, dan kerahasiaan; ketaatan kepada standar tekhnis; etika dalam hubungannya dengan bisnis dan good governance. IES 5, Practical Experience Requirements. IES 5 mempersyaratkan suatu periode pengalaman praktis dalam melaksanakan pekerjaan sebagai bagian dari program pre kualifikasi Akuntan profesional. Periode ini sebaiknya cukup panjang dan intensif sehingga calon Akuntan dapat menunjukkan bahwa mereka telah mendapat pengetahuan, keahlian, nilai, etika dan sikap profesional yang dipersyaratkan dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai seorang Akuntan yang kompeten. Sebaiknya pengalaman praktis ini diperoleh minimal 3 tahun. Suatu periode tertentu yang didapat melalui pendidikan yang sesuai dengan muatan aplikasi akuntansi praktis yang kuat, dapat diakui maksimal 12 bulan sebagai bagian dari pengalaman praktis. Pengawasan dan monitoring pengalaman praktis dilakukan oleh profesi dan/atau regulator untuk memastikan bahwa pengalaman praktis yang didapat calon Akuntan dapat diterima. Kepastian pengalaman sebagai akuntan profesional sebaiknya diselenggarakan dibawah pengawasan langsung seorang mentor yang berpengalaman yang merupakan anggota profesi. Suatu catatan pelaksanaan program pengalaman praktis ini sebaiknya direview secara periodik oleh mentor. IES 6, Assessment of Professional Capabilities and Competence. IES 6 menjelaskan persyaratan penilaian akhir kapabilitas dan kompetensi calon Akuntan sebelum dinyatakan sebagai Akuntan yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan.Kapabilitas dan kompetensi calon Akuntan seharusnya secara formal dinilai oleh asosiasi profesi atau regulator (dengan masukan dari profesi).. Secara signifikan, penilaian ini harus tercatat, dan mengujikan pemahaman dasar pengetahuan teori serta praktekIES 6 secara spesifik menjelaskan bahwa calon Akuntan diharapkan dapat menunjukkan bahwa mereka: 1. memiliki pengetahuan teknis memadai secara khusus sesuai dengan kurikulum pendidikan 2. dapat mengaplikasikan pengetahuan teknis secara analitis dan praktis. 3. dapat menggabungkan berbagai pengetahuan yang diwajibkan untuk memecahkan permasalahan yang kompleks 4. dapat memecahkan masalah khusus melalui pembedaan informasi yang relevan dan irelevant berdasarkan data yang diberikan 5. dalam sutuasi multi masalah, dapat mengidentifikasi permasalahan dan mengurutkannya sehingga dapat menentukan prioritas penyelesaian 6. dapat mengintegrasikan keragaman bidang pengetahuan dan keahlian 7. dapat berkomunikasi secara efektif dengan user dan memberikan rekomendasi yang tepat. 8. dapat mengidentifikasi dilema etika

IES 7, Continuing Professional Development: A Program of Lifelong Learning and Continuing Development of Professional Competence IES 7 dipublikasi pada bulan Mei 2004. Standar ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2006. Dalam IES 7, profesi diharuskan untuk mempromosikan pentingnya pengembangan berkelanjutan kompetensi akuntan dan komitmen untuk belajar seumur hidup bagi seluruh akuntan profesional. Seluruh akuntan profesional, yang bekerja disektor apapun, diwajibkan untuk mengembangkan dan menjaga kompetensi profesional mereka sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawab profesionalnya. Dalam hal ini profesi seharusnya memfasilitasi akuntan untuk mendapatkan kesempatan pengembangan profesional berkelanjutan agar dapat memenuhi kewajibannya. Pengembangan profesional berkelanjutan ini harus relevan untuk pengembangan aspek keprofesiannya, dapat dinilai dari unsur jumlah waktu yang diikutinya dan diverifikasi oleh profesi untuk menilai ketaatan akuntan. Profesi juga harus membangun proses yang sistemastis untuk memantau hal ini, termasuk menentukan sanksi apabila ada pelanggaran dalam hal pelaporan maupun pelaksanaannya. Pelaksanaan pengembangan profesional berkelanjutan ini dapat dilakukan melalui 3 jenis pendekatan, yaitu: 1. Input based approach, dengan menentukan jumlah tertentu aktivitas pembelajaran yang dipertimbangkan secara tepat untuk dapat mengembangkan dan menjaga kompetensi Akuntan. Akuntan diwajibkan untuk: a. memenuhi paling tidak 120 jam atau unit pembelajaran yang setara dari aktivitas pengembangan profesional yang relevan setiap periode 3 tahunan, dimana 60 jam harus dapat diverifikasi, b. memenuhi paling tidak 20 jam unit pembelajaran yang setara setiap tahun 2. Output based approach, dengan mewajibkan Akuntan untuk menunjukkan bahwa mereka telah mengembangkan dan menjaga kompetensinya. Dalam hal ini secara periodik Akuntan menunjukkan bukti secara objektif bahwa telah diverifikasi oleh sumber yang kompeten dengan menggunakan metode penilaian kompetensi. 3. Combination approach. Merupakan kombinasi dua pendekatan di atas. IES 8, Competence Requirements for Audit Professionals Pada bulan April 2005, IFAC telah mengeluarkan Exposure Draft IES 8 khusus ditujukan bagi audit professional. Adapun jabatan audit professionals yang diatur dalam draft standar ini meliputi: (a) Audit Seniors, (b) Audit Supervisors, (c) Audit Managers (biasanya terbagi atas Assistant Manager, Manager dan Senior Manager), (d) Audit Partners, Directors and Principals, dan (e) Engagement Partners. Standar spesifik dibutuhkan tidak hanya karena pengetahuan dan keahlian khusus yang dipersyaratkan untuk memenuhi kompetensi pada area audit, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik dan pihak ketiga lainnya terhadap audit laporan keuangan. Namun tentu saja audit professional tersebut harus memenuhi IES 1-7 yang telah dijabarkan diatas.Standar ini akan mengatur pengetahuan khusus bagi audit professional sebagai tambahan IES 2 yang dipersyaratkan bagi Akuntan secara keseluruhan. Tambahan pengetahuan tersebut meliputi 3 bidang, yaitu: 1. financial statement audit; 2. financial accounting and reporting; dan 3. information technology.

Standar ini juga direncanakan akan mengatur aplikasi dan pengembangan keahlian professional khusus dalam audit laporan keuangan sebagaimana pada IES 3 bagi keseluruhan Akuntan. Begitupun pengalaman praktis, akan dipersyaratkan secara khusus sebelum terlibat dalam penugasan audit laporan keuangan