Anda di halaman 1dari 21

DISUSUN OLEH: NAMA :KHAIRUNNISA KELAS :XII IPA1

DINAS PENDEIDIKAN DAN OLAHRAGA SMA NEGERI 1 WOJA

KATA PENGANTAR Dengan rahmat allah yang maha kuasa, ahirnya tugas ini selesai saya kerjakan. Tugas ini dikerjakan berdasarkan apa yang di perintahkan oleh Bapak guru/guru pembimbing. Dan tugas ini dibuat berdasarkan apa yang ada pada buku-buku panduan (paket) BIOLOGI. Tugas ini dapat memberikan pengetahuan kepada kita tentang apa manfaat dan kegunaan dari bioteknologi, agar kita dapat memperoleh konsep-konsep dan menumbuhkan nilai dan sikap. Dengan membahas contoh-contoh dari kegunaan dan manfaat bioteknologi di lingkungan sekitar, dan diharapkan kita dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Harapan saya semoga tugas ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita tentang bioteknologi, maka kritik dan saran untuk menyempurnakan tugas yang saya buat ini. Akhir kata saya ucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini. Dompu,Maret 2011

Penyusun

PENDAHULUAN Bioteknologi merupan ilmu yang berkembang dengan pesat. Berbagai produk telah dihasilkan dan dimanfaatkan dalam memperbaiki mutu atau kualitas pangan. Maka dari itu pengertian bioteknologi secara umum adalah upaya pemanfaatan makhluk hidup dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah untuk menghasilkan produk atau jasa yang berguna bagi manusia. Bioteknologi dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,namun mungkin kita tidak menyadarinya. Berbagai produk makanan seperti tempe, keju, dan roti, termasuk produk bioteknologi. Obat-obatan seperti antibiotic dan vaksin, juga termasuk produk bioteknologi. Masih banyak lagi produk bioteknologi yang sering kita manfaatkan. Apakah bioteknologi itu ?, sulit untuk mencari difinisi yang baku tentang bioteknologi. Setiap Negara memiliki difinisi bioteknologi masingmasing. Sebenarnya bioteknologi bukan suatu disiplin ilmu. Bioteknologi merupakan penerapan ilmu, yaitu suatu teknik dalam biologi yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Apa sajakah produk bioteknologi ? bagaimana prinsip dasar dan penerapannya? Apa sajakah manfaat dan dampaknya bagi kehidupan manusia ?

A. Penggunaan Makhluk Hidup Dalam Bioteknologi

pinsip ilmiah masukan proses keluaran

Skema. Pengertian bioteknologi Jadi didalam bioteknologi itu terdapat: 1. Bahan yang diproses sebagai bahan masukan (input) 2. Makhluk hidup yang menyelenggarakn proses. 3. Prinsip-prinsi ilmu yang mendasari semua proses. 4. Hasil berupa produk atau jasa sebagai keluaran (output) Dengan demikin dapat dikatakan bahwa bioteknologi adalah upaya pemanfaatan makhluk hidup dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah untuk menghasillkan produk atau jasa yang berguna bagi manusia.

(a) (b) Gambar (a) bakteri dan (b) ragi merupakan organisme yang mampu membelah dengan cepat. Keduanya sering digunakan untuk menghasilkan produk bioteknologi. Bioteknologi digunakan untuk memenuhi kebutuhan makana,kesehatan, energy, dan berbagai bahan industry. Oleh karena itu ada pakar yang berpendapat bahwa abad 19 dan 20 merupakan abad fisika dan kimia, sedangkan abad 21 merupakan abad biologi. Listrik, nuklir, barang-barang sintetis elektronik, computer dan sebagainya merupakan produk abad fisika dan kimia yang sangat besar pengaruhnya terhadap kebudayaan umat manusia. Dimasa mendatang umat manusia menghadapi maslah bagaimana mengendalikan pencemaran, memenuhi kebutuhan makanan dengan cepat, memproduksi bahan bakar yang ramah lingkungan, memberantas penyakit dengan aman, dan memperoleh energy tanpa pencemaran. Sebagai masalah tersebut saat ini sedang diusahakan pemecahannya melalui bioteknologi.

Bioteknologi menggunakan makhluk hidup sebagai bahan yang diproses untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Sebagai contoh didalam bioteknologi tradisional orang menggunakan ketela pohon (sebagai bahan masukan) untuk diproses manjadi tapai. Didalam proses pengubahan ketela pohon menjadi tapai digunakan sel-sel ragi (khamir saccharomyces). Ragi menghasilkan enzim yang dapat mengubah tepung produk (sebagai keluaran) berupa gula dan alcohol pada tapai. Alas an makhluk hidup digunakan pada bioteknologi adalah: 1. Makhluk hidup senantiasa berkembang biak atau dapat di kembangbiakan, atau merupakan sumber daya alam yang selalu dapat dipulihkan. 2. Makhluk hidup mudah diperoleh. 3. Makhluk hidup yang dikembangbiakan secara aseksual (diklona) jika dipelihara terus-menerus senantiasa memiliki sifat yang tetap dan tidak berubah. 4. Sifat makhluk hidup dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan manusia, missal melalui persilangan, penyambungan gen, dan mutasi. 5. Dapat menghasilkan berbagai macam produk yang dibutuhkan manusia. Contoh kegunaan makhluk hidup untuk manghasilkan berbagai produk bioteknologi dapat dilihat di tebel berikut: Table. Contoh penggunaan makhluk hidup dalam bioteknologi
NO 1 2 Produk keju yoghurt penerapan makhluk hidup jamur atau bakteri membuat dadih masak dan tahan lama, dan memberi cita rasa khas pada keju fermentasi oleh bakteri yang tumbuh didalam susu yang telah diambil kepala susunya (skim milk), memberikan susunan dan cita rasa yang khas ragi(khamir/yeast) memfermentasikan gula menjadi alkohol, menghasilkan minuman beralkohol misal(anggur, brem bali); bakteri menghasilkan sari buah-buahan menjadi asam asetat jamur memfermentasikan kacang kedelai mikroba menghasilkan protein sel tunggal,vitamin, asam-asam amino dan peningkat cita rasa makanan mikroba menghasilkan anti biotika yang melawan infeksi dan agen atau perentara kemoterapi yang kanker;zat kimia yang berasal dari jamur (siklosporin) menekan penolakan organ di cangkokan; tumbuhan menyediakan bahan dasar untuk berbagai obat-obatan dibuat dari pigmen yang diekstrak dari tumbuhan bakteri yang tidak membahayakan mengubah limbah cair menjadi aman dengan cara menggantikan atau membunuh patogen dengan limbah bakteri menghasilkan serabut selulosa jika ditumbuhkan dalam media kultur

3 4 5

minuman fermentasi kecap suplemen makanan

obatobatan

7 8

bahan celup pengolah limbah cair kapas nonper tanian

Telah diketahui bahwa rahasia kehidupan terletak pada DNA/gen. Juga telah diketahui bahwa makhluk hidup mampu menghasilkan berbagai produk tang dibutuhkan manusian. Oleh karena itu para pakar berupaya mengubah rangkayan DNA agar makhluk hidup tersebut memproduksi zat tertentu yang bermanfaat bagi manusia. Kebutuhan akan bahan makanan, kesehatan, energy, dan berbagai bahan industry dapat dikembangkan melalui bioteknologi. Alas an digunakan makhluk hidup daalam bioteknologi: 1. Makhluk hidup dapat berkembangbiak sehingga jumlahnya makin banyak 2. Dapat diklona sehingga dapat tetap konstan 3. Dapat diubah sifat sesuai keinginan manusia 4. Dapat menghasilkan berbagai produk atau jasa

Gambar. Dogna sentral biologi:infomasi urutan pasngan basa disalin dalam bentuk kodon pada RNA-d dan terjemahkan dalam bentuk urutan asam amino pada protein.

B. Sejarah Perkembangan Bioteknologi


Penemuan dibidang bioteknologiyang dianggap merupakan penemuan dibidang bioteknologi dapat dilihat pada table berikut.

Table. Penemuan dibidang bioteknologi


tahun tahun sebelum masehi 1500 1928 1953 1962 1972 1976 2000 Penemuan pemanfaatan ragi untuk mrmbuat minuman dan makanan beralkohol, seperti anggur, tapai, sake penggunaan mikroba untuk menghasilkan asetol butanol penggunaan antibiotik oleh Aleksander Fleming penemuan struktur DNA oleh Watson dan Crick penemuan enzim restriksi (pemotong DNA) sehingga dapat dilakukan pemindahan informasi genetic penemuan plasmid sebagai vector pemetaan gen manusia penemuan rekombinasi DNA dilaboratorium

Bioteknologi dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu bioteknologi tradisional (konvensional) dan bioteknologi modern (inkonvensional). Bioteknologi trdisional diterapkan hanya berdasarkan pengalaman mengunakan peralatan sederhana, dan dalam skala kecil.dan sebaliknya, biteknologi modern digunakan berdasarkan prinsipprinsipilmiah, menggunakan peralatan yang lebih modern,dan dalam skala besar. Biotaknologi tradisional yang telah diterapkan oleh nenek moyang kita sejak jaman dahulu misalnya, dalam pembuatan tape, sebenarnya mengandung prinsip ilmiah yaitu prinsip respirasi anaerobic oleh ragi. Namun hal itu tidak disadari. Didalam bioteknologi modern, para ilmuan meneliti jenis sel-sel ragi, memilih ragi yang paling memenuhipersaratan, dan menyediakan lingkungan hidup bagi sel-sel ragi tersebut agar dapat hidup dengan baik., misalnya mengatur ph pada suhu agar dapat menghasilkan alcohol dalam jumlah yang besar. Metode pembuatan alcohol pada dasarnya mirip dengan metode pembuatan tapai, karena tapai yang dihasi;lkan mengandung alcohol. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan para pakar mengembangkan bioteknologi modern dengan memenfaatkan prinsip-prinsip ilmiah berbagai penelitian,. Misalnya,telah dikembangan teknik pembuatan temped an antibiotic secara modern, dengan menggunakan prinsip-prinsip genetika dan biologi molokuler.

C. Penggunaan Mikroorganisme dalam Bioteknologi Bioteknologi menggunakan makhluk hidup sebagai bahan yang diproses untuk menghasilkan produk atau jasa, misalkan mikroorganisme digunakan untuk menghasilkan produk makanan dan minuman, protein dan zat organic, energy, obatobatan, sebagai pencerna limbah serta pemisah logam dari bijinya.

1.Mikrooranisne Sebagai Penghasil Makanan dan Minuman Makana dan minuman produk bioteknologi pada umumnyadihasilkan melalui proses fermentasi. Fermentasi adalah penguraian senyawa organic tanpa oksigen,atau respirasi anaeorob,yang dilakukan mikroorganisme terutama ragi (khamir/yeast).proses fermentasi atau peragaian dituliskan dengan rumus:
(karbohidrat)

CHO

(etanol/alcohol)(karbon dioksida)

CHOH

CO

+ Energi

Beberapa jamur juga dapat digunakan untuk menghasilkan zat warna. Misalnyawarna merah dan oranye dapat dihasilkan dari jamur Neurospora sitoplasma, jenis jamur yang banyak digunakan untuk membuat oncom. Contoh produk fermentasi dapart dilihat pada table berikut: Table priduk makanan hasil fermentasi oleh mikroorganisme

No

makanan produk produk susu Yoghurt

bahan mentah

mikroorganisme streptococcus thermo philius loktobacilus bulgaricus streptococcus sp

lokasi produk

susu, susu kental dadih susu

seluruh dunia seluruh dunia

keju(masak) produk daging dan ikan

1 2

sosis kering saus ikan priduk tanaman bukan tanaman

daging sapi ikan kecil

pediococcus ceresiviae bacillus dp

Eropa, Amerika serikat Asia tenggara

1 2 1 2

biji coklat Tauco Roti kue-kue dsb. Idli

buah coklat Kedelai tepung gandum tepun beras,tepng kacang

candida krusei geotrikum sp aspergilius orizae saccharomyces careviciae leuconostos

Afrika, amerika serikat Asia seluruh dunia india selatan

2. Mikroorganisme sebagai penghasil protein sel tunggal Produksi tinggal adalah protein yang dihasilkan oleh mikroorganisme baik itu alga, jamur maupun bakteri. Protein tersebut berada pada sel yang yang dapat mencapai 80%dari berat sel total. Bandingkan dengan kedelai yang mencapai 45%dan ragi yang mencapai 50%. Jadi, protein itu bukan merupan bahan yang disekresikan oleh sel melainkan berad didalam sel. PTS memiliki harapan yang menjajnikan untuk digunakan sebagai sumber protein.PTS yang dihasilkan berbentuk seperti jeli. Namun hal itu kurang di senangi oleh karena itu, kini PTS yang dibuat dalam bentuk serat agar mirip dengan daging. Aroma dagingpun dapat dibuatatau dilakukan rekayasa genetika untuk menghasilkannya. Kelemahan PTS yang lain adalah sel-sel itu memiliki dinding sel yang terdiri selulosa terutama pada alga. Selulosa merupakan bahan yang sulit dicrena manusia akan tetapi, dengan pemberian enzim selulase, selulosa dapat dihancurkan. Kelemahan PST yang paling menyolok adalah kandungan asam nukletnya yang cukup tinggi. Asam nukleat (DNA, RNA) dapat menyebabkan penyakit rematik(encok).lagi pula asam nukleat tidak tercena oleh manusia karena manusia tidak memiliki enzim pencernanya. Akan tetapi hewan mempunyai enzim pencerna asam nuklet. Oleh karena itu PST banyak digunakan untuk hewan te4rnak, misalnya PST dari sel ragi dan bakteri Methylophyllus methylotrphus. 3. Mikroorganisme Sebagai Penghasil Zat Organisme Berbagai mikroorganisme dapat dipelihara dalam kondisi tertentu meskipun todak dalam keadaan steril, dan dapat menghasilkan zat-zat organic, seperti etanol, asam cuka, asam sitrat, aseton dan gliserol. Saat ini sedang diupayakan produksi etanol sebagai bahan bakar miobil yang bebas polusi dan dihasilkan dari bahan baku yang dapat diperbahrui.untuk memproduksi etanol, harus diperlukan sel-sel ragi dengan bahan baku yang berupa karbohidrat untuk berlangsungnya proses fermentasi. Gambar. Etanol sebagai bahan bakar mobil

4.Mikroorganisme Sebagai Pebghasil Energi Energy yang dikeembamgkan saat ini misalnya produksi biogas oleh mikroorganisme. Biogas adalah gas metana yang diproduksi oleh mikroorganisme didalam media kotoran ternak pada suatu tangki pencerna. Dan dapat dialihkan kerumah-rumah sebagai penghasil energy (seperti elpiji), sedangkan limbahnya dapat dijadikan sebagi pupuk.

Gambar. Pembuatan gas metana 5.Mikroorganisme sebagai Penghasil Obat Setelah dilakukan percobaan terhadap jamur penicillium oleh Alexsander Fleming itu menghasilkan zat antubiotik yang mematikan mikroorganisme lain. Zat antibiotic tersebut disebut penisilin. Penemuan antibiotic, penisilin sangat bagi umat manusia karena penisilin dapat mengobati berbagai penyakit infeksi. Jamur Cephalosporium selanjutnya diketahui menghasilkan zat antibiotic sefalosporin yang dapat membunuh bakteri yang kebal terhadap pensilin. Akan tetapi ada beberapa mikroorganisme yang menjadi kebal terhadap sefalosporin. Kemudian ditemukan antibiotic streptomisin yang dihasilkan oleh bakteri Sterptomices griseus, guna melawan bakteri yang kebal tehadap peniselin dan sefalosporin. Penderita TBC seringkali mendapatkan antibiotic streptomisin ini. Gabungan antara penisilin dan streptonisin sering disebut sebagai penstrep. Contoh bakteri lain yang menghasilkan antibiotic adalah Bacilus Polimixa menghasilkan polimiksin, B. Substilis menghasilkan basitrasin.

D. Kultur Jaringan Kultur jaringan atau kultur sel pada prinsipnya termasuk suatu teknik pengklonaan (cloning). Pengklonaan adalah suatu cara untuk menghasilkan keturunan yang identik satu sama lain melaluai reproduksi aseksual.

1. Media kultur Formula yang diguanakanuntuk menumbuhkan jaringan tumbuhan mula-mula dipelajari oleh Murashige dan Skoog yang mengandung: NHNO KNO CaCl 4HO MgSO 7HO KHPO KI 2. Kultur jaringan tumbuhan Untuk melakukan kultur jaringan tumbuhan hanya diperlukan beberap milimeter pucuk tumbuhan yang mengandung jaringan mudah atau jaringan lain yang bersifat meristematik. Bagian yang akan dikultur ini disebut eksplan. Eksplan mula-mula di cuci dengan alcohol 70% agar steril kemudian dimasukkan kedalam media dan dihindarkan dari konta minasi mikroorganiusme. Eksplan tadi sel-selnya akan berbentuk gumpalan sel yang belum berdiferenseasi yang disebut kalus. Dengan demikian, dari satu sel eksplan dapat terbentuk miliaran sel hasil pengklonaan. Beberapa gumpalan sel kalus dapat diambil kemudian dibentuk sehingga akar,batang,dan daun. Lebih jelasnya lihat gambar disamping:

Gambar. Kutur jaringan wortel 3. Kultur jaringan hewan Kultur jaringan hewan tidak dapat menghasi;lkan organ atau tubuh individu. Kultur jaringan hewan hanya menghasilkan selapis sel yang dapat diklona terusmenerus.

Untuk menghasilkan individu, hewan yang dikultur harus masih dalam tahap embrio, terutama tahap morula atau blastula. Kultur embrio didalam tabung dikenal sebagai kultur in vitro. Embrio dapat diklona menjadi beberapa embrio identik. Untuk menumbuhkan embrio menjadi individu, embrio harus ditanam didalam uterus hewan betina. Kultur embrio didalam tubuh hewan ini dikenal sebagai kultur in vivo. Misalnya, semula ada satu embrio tikus yang dikultur secara in vitro, embrio tikus ini lalu di klonakan menjadi ratusan embrio. Selanjutnya embrio-embrio ini dimasukkan didalam uterus tikus-tikus betina lain. Didalam uterus embrio ini akan menjadi anak tikus. Dengan demikian, akan dilahirkan tikus-tikus identik yang jumlahnya ratusan.

E. Rekayasa Genetika Rekayasa genetika atau manipulasi genetika adalah suatu upaya manipulasi sifat makhluk hidup untuk menghasilkan makhluk hidup dengan sifat yang diinginkan. Manipulasi sifat genetika ini dilakukan dengan menambah atau mengurangi DNA. Menggabungkan dua DNA dari sumber yang berbeda dikenal sebagai rekombinasi DNA. DNA hasil rekombinasi dikenal sebagai DNA rekombinan. 1. Transplantasi inti Transplantasi inti atau transplantasi nucleus adalah memindahkan inti dari sel yang satu ke sel yang lain agar diperoleh individu baru yang memiliki sifat baru sesuai dengan inti yang diterimanya.

Gbr: transportasi inti dan penglonaan pada katak gbr:transportasi inti pd mencit 2. Teknologi plasmi. Plasmid adalah molekul DNA berbentuk sikuler yang terdapat didalam sel bakteri atau ragi. Plasmid merupakan DNA nonkromosom, karena sel tersebut

memiliki kromossom sendiri. Jadi selai kromosom didalam sel bakteri tersebut terdapat pula plasmid. Plasmid memiliki sifat-sifat antara lain: a. Merupakan molekul DNA yang mengandung gen tertentu; ukurannya kira-kira 1/1000 kali kromosom bakteri. b. Dapat memperbanyak diri melalui proses replikasi dengan demikian terjadi pengklonaan DNA yang menghasil plamid dalam jumlah banyak satu sel dapat berisi banyak plasmid. c. Palmid dapat dipndahkan ke sel bakteri lain. Perpindahan bakteri dapat dipercepat dengan member ion CsCl (sesium klorida). Dengan demikian plasmid dapat dikeluarkan atau dimasukkan didalam sel bakteri atau ragi. d. Sifat plasmid pada keturunan bakteri sama dengan induknya, karena plasmid tidak terikat dengan kromosom inti. Karena sifat-sifat iulah, plasmid digunakan sebagai vfektor yaitu alat untuk memesukkan gen kedalam sel target. 3. Fusi sel Fusi sel adalah peleburan dua sel dari spesies yang sama atau berbeda agar terbentuk sel bastar yang disebut dengan hidropolima. Hidropolima memiliki sifat baru yang berasal sifat kedua sel asal. Disebut hidropolima karena pada mulanya sel yang difusikan adalah sel tertentu dengan sel kanker. Ada beberapa fusi sel antara lain: a. Proses fusi sel, terdiri dari tiga macam: 1. Sel wadah 2. Se lsumber gen 3. Fusigen

Gambar.sel manusia dan sel myeloma tikus difusikan unk memprleh hibridoma

b. Manfaat fusi sel. Ada tiga macam: 1. Pemetaan kromosom 2. Pembuatan antibody monoclonal 3. Pembuatan spesies baru

Gambar pembuatan antibody monoclonal

4.Rekombinasi DNA Secara alami rekombinasi DNA biasa terjadi. Misalnya terjadi proses pindah silang pada meiosis, akan terjadi tukar menukar kromatid pada kromosom yang homolog sehingga DNA terputus dan tersanbungkan secara silang. Contoh lainnya adalah pada proses transduksi. Transduksi adalah bersambungnya DNA bakteri yang satu yang lain dengan perantara virus. Virus memesukan DNA dari bakteri satu ke yang lain. Contoh lainnya adalah transformasi. Taransformasi terjadi jika ada bakteri A yang memindahkan materi genetiknyA ke bakteri B yang sejenis didekatnya. Bakteri B tersebut mendapatkan gen baru dari bakteri A. Mengenai transduksi dan transformasi. Alas an dilakukannya rekombinasi adalah: a. Semua DNA memiliki struktur yang sama, yakni tersusun atas gula,asam fosfat, dan basa-basa nitrogen, yang teruntai membentuk polinukleotida. b. Karena struturnya sama, maka DNA dari sumber manapun dan dari spesies apapun dapat disambung-sambungkan. c. Para pakar telah berhasil mengisolasi atau menyintesis enzim. d. Gen dapat mengekspresikan diri atau mengotrol sintesis polipeptida dimanapun berada, asalkan dalam kondisi yang sesuai; misalnya gen manusia dapat mengekspresikan diri meskipun berada didalam sel bakteri.

a. Komponen yang diperlukan dalam rekombinasi DNA 1. Metode pendapatan gen Gen adalah sepenggal DNA yang mengontrol pembuatan polopeptida tertentu. Mendapatkan gen denga cara memotong gen dari DNA secara keseluruhan dikenal dengan metode tembak langsung. Selain itu, gen juga dapat diperoleh dengan metode transkripsi balik, yakni RNA dari suatu kelenjar ditranskripsi balik menjadi DNA dengan pertolongan enzim tertentu. Cara yang lain untuk mendapatkan DNA adalah dengan metode sintesis gen. 2. Enzim pemotong dan penyambung Enzim pemotong dikenal sebagai enzim restriksi atau enzim penggunting. Nama umumnya enzim restriksi endonuklease. Fungsi enzuim ini memotog-motong benang DNA yang panjang memjadi pendek agar dapat disambung-sambungkan kembali. Selain enzim pemotong restriksi endonuklease, terdapat pula enzim penyambung yang berfungsi menyambung-nyambungkan DNA , yaitu enzim ligase. Gambar pemotongan SNA oleh enzim pemotong 3. Pembawa gen atau vector. Karena ukuran gen yang sangat kecil, maka memasukan gen kedalam sel target harus menggunakan pembawa gen atau vector. 4. Sel target . Sel target yang biasa digunakan rekombinasi DNA dalah sel bakteri eschericia coli. Alas an digunakan E. Coli adalah : a. E. Coli mudah diperoleh dan mudah dipelihara.

b. Tidak mengandung gen yang membahayakan. c. Dapat membelah diri setiap 20 menit sekali sehingga dapat diperoleh keturunan dalam jumlah besaar. b. Proses rekombinasi DNA c. Masa depan rekombinasi DNA

F. Bioteknologi Pertanian 1. Tanama tahan hama Teknik untuk mendapatkan tanaman yang berkualitas melalui rekayasa genetika adalah dengan rekominasi gen dan kultur jaringan. Contoh tanaman yang dapat dikultur dengan cepat dari satun sel somatic antara lain asparagus, jeruk, tomat, kentang, tembakau, dan wortel. Sebagai contoh, untuk mendapatkan tanaman kentang yang kebal terhadap penyakit, dibutuhkan gen yang mengespresikan sifat kebal terhadap penyakit, kemudian gen ini di sisipkan pada sel tanaman kentang. Sel tanaman kentang yang sudah disisipi dengan gen tahan penyakit kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yangkebal penyakit. Selanjutnya tanamn baru ini dapat di perbanyak dan disebar luaskan. Untukmenyisipkan gen kedalam sel tanaman dibutuhkan vektor atau pembawa. Vektor penyisip gen yang sudah diketahui adalah plasmid dari bakteri Arobacterium temefaciens. Secara alami, bakteri A. Tumefaciens dapat menginfeksi tanaman dan menyebabkan tumor. 2. Tanaman penambat nitrogen Unsur N diperlukan oleh tumbuhan untuk menysun protein dan senyawasenyawa turunan protein, seperti enzim, klorofil, nucleoprotein dan lipoprotein. Organisme penambat nitrogen dapat mengubah gas nitrogen diudara menjadi gas nitrogen di tanah. Selai organisme, penambatan halilintar juga melakukan perubahan N udara menjadi HNO dan selanjutnya hujan membawa HNO ke dalam tanah. Berdasarkan cara hidupnya, organisme penambatan nitrogen dapat menjadi dua macam, yaitu: a. Organisme penambatan nitrogen yang hidup bebas, misalnya bakteri Azotobakteri, Azospirilium, dan Clostridium pasteuranium, serta alga biru misalnya Anabaena dabn Nostoc . b. Organisme penambat nitrogen yang bersimbosis dengan akar tumbuhan, Misalnya bakteri Rizobium yang bersimbosis dengan akar tumbuhan kacangkacang dan Anabaena azollae yang bersimbosis dengan tumbuhan air Azolla pinnata. Kedua upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi pengguna pupuk nitrogen di area pertanian. Pembatas pengguna pupuk nitrogen perlu dilakukan karena pengguna pupuk ini telah berdampak negative, yaitu:

a. Terbentuknya senyawa nitrat di perairan yang dapat menyebabkan eutrofikasi atau penyuburan air sehingga dapat menyuburkan air sehingga dapat mematikan ikan-ikan dan hewan air lainnya. b. Pemberian pupuk yang berlebihan mengakibatkan pengurasan unsur mikro c. Pemberian pupuk yang berlebihan meningkatkan tekanan osmosis air tanah sehingga justru mengakibatkan tanaman kering dan mati. d. Pemberian pupuk mengakibatkan air tahan menjadi asam, sehingga tanaman tidak dapat mengambil unsure Ca, K, dan Mg, akibatnya tanaman akan mengalami defisiensi unsure-unsur tersebut.

G. Bioteknologi Kedokteran 1. Pembuatan obat-obatan 2. Pembuatan antibody monoklat 3. Terapi gen manusia; Terapi cara pertama adalah sebagai berikut: a. Menyapkan retrovirus (virus DNA) dan menyisipkan alel ADA normal kedalam asam nukleat retrovirus. Dari tahap ini terbentuklah retrovirus rekombinan yaitu retrovirus yang telah disisip dengan gen ADA normal. b. Limfosil T yang telah diambil dari pasien di kultur secara in vitro (diluar tubuh) bersama dengan vector retrovirus rekpmbinan. c. Retrovirus rekombinan rekobinan menginfesis sel limfisit T dan menyisipkan genomnya pada genom sel limfosit T, menghasilkan sel limfosit T normal. d. Sel limfosit T noral, yang telah mengandung alel ADA normal, dimasukkan kembali kedalam tubuh pasien dengan cara disuntikkan. Terpi cara kedua adalah dengan memasukkan retrovirus rekombinan kedalam sel-sel sum-sum tulang pinggul, sehingga genon retrovirus akan menyisip kedalam sum-sum tulang pinggul memproduksi sel-sel limfosit T. Dengan demikian, sel-sel limfosit T yang dihasilkan menjadi normal. Tingkat keberhasilan terapi gen ini memang belum 100% sempurna, namun teknik ini telah memberikan hasil yang menggembirakn. Sehingga para ahli terus berupaya menyempurnakan metode terapi gen ini. 4. Pembuatan vaksin Penyakit yang diakibatkan oleh virus tidak dapat diobati sehingga dilakukan pecenggahan dengan m nggunakan vaksin untuk melawan penyakit. Vaksi tradisional untuk penyakit yang disebabkan oleh virus ada dua tipe: Pertama, vaksin yang berasal dari partikel virus yang virulen yang dikurangi keganasannya secara kimiawi maupun fisik; keduanya, vaksin yang berasal dari virusaktif tetapi tidak patogen. Keduanya tipe vaksin ini merangsang tubuh menghasilkan antibody untuk melawan penyakit. Kini, melalui bioteknologi telah berhasil dikembangkan teknik untuk memodifikasi vaksin atau menyediakan vaksin baru. Pertama, DNA rekombinan

dapat menggerakkan pembuatan suatu protein khusus dalam jumlah besar dari selubung protein virus, bakteri atau mikroba lainnya. Protein ini dapat menjadi pemicu terbentuknya respons kekebalan untuk melawan penyakit. Oleh karena protein ini dapat digunakan sebagai vaksin. Kedua, rekayasa genetika dapat menggunakan untuk memodifikasi genompatogen sehingga menjadi lemah. Vaksinasi dengan makhluk hidup yang lemah lebih efektif dari pada protein vaksin karena hanya dengan memasukkan sedikit saja akan menghasilkan respons kekebalan yang besar. Pathogen yang dilemahkan dengan teknik gen spelicing (penyisipan gen) lebih aman dari pada mutan alami yang du=igunakan secara tradisional.

H. Bioteknologi Perternakan Bioteknologi melalui teknik rembinasi DNA dapat digunakan untuk mengembangkan produk-produk perternakan produk tersebut misalnya vaksi dan antibody untuk mencegah penyakit hewan serta hormone yang merangsang pertumbuhan hewan ternak sebagai contoh adalah penyuntikan hormon pertumbuhan yang merangsang pertumbuhan sapi (BGH=bovine growth hormone) pada sapi perah. Hormone ini dibuat dengan menyisipkan gen somatotropin dari sel sapi kedalam plasmid bakteri Escherichia coli. Lihat gambar disamping. Penyuntikan BGH pada sapi perah ternyata dapat meningkatkan produkusi susu selain meningkatkan produksi daging. Rekombinasi DNA yang mengarah pada pembentukan organisme transgenic dapat dikembangkandalam bidang pertenakan. Organisme transgenik adalah organisme hasil rekayasa genetika yang mengandung gen dari spesies lain. Untuk menghasilkan organisme transgenic, dilakukan penyntikkan DNA padasel-sel telur adapun pada sel-sel embrio awal.

I. Bioteknologi Lingkungan Bioteknologi dimanfaatkan pula untuk perbaikan lingkungan, misalnya sebagai berikut ini.

1. Biogas Biogas merupakan gas metana menghasilkan energy yang bebas pencemaran. Biogas dibuat dengan memanfaatkan kotoran ternak, karena itu dapat mengurangi pencemaran oleh kotoran ternak, dan sisa-sisa biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk. 2. Cacing tanah Memelihara cacing tanah dapat mengurangi pencemaran oleh sampah organic karena cacing tanah mencerna sisa-sisa bahan organic yang ada didalam tanah, sepertiu sisa dedaunan, ranting, dan sampah organic lainnya. 3. Mikroorganisme pengolah limbah Di alam terdapat berbagai mikroorganisme yang dapat mecerna karbohitrat,lemak, protein, selulosa,minyak, dan plastic.berbagai spesies mikrooganisme liar tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan tertentu. Para ilmuwan meneliti dan menangkap mikooganisme liar tersebut untuk dikultur di laboraturium.Beberapa bakteri pencerna solulosa dan pencernaminyak telah berhasil didapatkan. Selama itu, juga pernah diteliti campuran mikroorganisme yang dapat mencerna sampah secara lebih efektif. Penelitian- penelitia seperti ini juga telah dilakukan di Indonesia. Misalnya, industry yang limbahnya mengandung lemak dapat dimanfaatkan mikroorganisme pencerna lemak sebelum membuang limbah ke sungai.

J. Manfaat dan Bahaya Bioteknologi Bioteknologi mendatangkan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa bioteknologi juga dapat menimbulkan berbagai permasalah yg dapat membahaya kehidupan manusia apabila tidak manfaatkan di jalur yg benar. 1. Maanfaat bioteknologi Manfaat bioteknologi, baik dalam hal penyediaan bahan makanan,energy bidan pertanian,peternakan,kedokteran dan pengembangan ilmu pengetahuan 2. Bahaya bioteknologi Bioteknologi dapat bermanfaat atau berbahaya, tergantung pada manusia yang menggunakannya. Bioteknologi akan bermanfaat apabila digunakan untuk kesehatan umat manusia. Sebaliknya bioteknologi akan berbahaya di manfaatkan untuk tujuan-tujuan jahat

3. Tindakan pencegahan bahaya bioteknologi Pencegahan timbulnya bahaya bioteknologi dilukukan dgn cara antara lain. a. Sejak Stanley cohen melakukan recombinasi DNA pada tahun 1972. b. Pemerintah USA melakukan pengkolonaan manusia dgn alasan apapun. Akan tetapi, tidak semua Negara mempunyai peraturan seperti USA. Singapura. Misalnya tidak melarangnya. c. Di tetap kan UU yang melarang pembuatan senjata biologi yg berlaku untuk Negara di dunia. d. Selain UU dan peraturan prosedur da laboraturium telah membatasi kemungkinan dampak negative.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................... Daftar Isi........................................................................................................................... Pendahuluan .................................................................................................................. Penggunaan makhluk hidup dalam bioteknologi............................................ Sejarah perkembangan bioteknologi.................................................................... Penggunaan mikroorganisme dalam bioteknologi......................................... 1. Mikroorganisme sebagai penghasil makana dan minuman......... 2. Mikroorganisme sebagai penghasil protein sel tunggal................ 3. Mikroorganisme sebagai penghasil zat organisme.......................... 4. Mikroorganisme sebagai penghasil energy......................................... 5. Mikroorganisme sebagai penghasil obat.............................................. Kultur jaringan............................................................................................................... 1. Media kultur.................................................................................................... 2. Kultur jaringan tumbuhan........................................................................ 3. Kultur jaringa hewan ................................................................................. Rekayasa genetika...................................................................................................... Bioteknologi pertanian............................................................................................. Bioteknologi kedokteran........................................................................................... Bioteknologi perternakan........................................................................................ Bioteknologi lingkungan............................................................................................ Manfaat dan bahaya bioteknologi...........................................................................

Anda mungkin juga menyukai