Anda di halaman 1dari 3

http://obtrando.wordpress.com/cara-membuat-jahe-instant/ http://rahma-el-syifa.blogspot.com/2011/04/jamu-instan-jahe-merah.

html Bahan dan alat


Blender/juicer Kompor Wajan Seperangkat cobek Pengaduk dari kayu Sendok Ayakan/saringan Gelas blimbing Baskom

Bahan: Daun sambiloto 75 gram ( kadar ekstrak sambiloto untuk disentri 18% (4.5g ) 2. Air 50 ml 3. Gula putih 250 gram Cara membuat: 1. 75 gram sambiloto dicuci bersih, dijuicer/blender, kemudian disaring. 2. Tuang sari sambiloto, air dan gula putih ke dalam wajan. 3. Panaskan di atas kompor, aduk sampai konsistensi kental dan timbul kristal, angkat dan sambil terus diaduk tanpa pemanasan sampai didapatkan bentuk kristal. Aturan pakai: 25 gram instan sambiloto 200 ml air.
1.

Standar Kualitas Simplisia dan Ekstrak Siplisia tanaman ini adalah Herba sambiloto (Andrographidis Herba) yang merupakan bagian di atas tanah tanaman Andrographis paniculata Burm. f. Ness.

Kadar abu : tidak lebih dari 12 % Kadar abu yang tidak larut dalam asam : tidak lebih dari 2,2 % Kadar sari yang larut dalam air : tidak kurang dari 18 % Kadar sari yang larut dalam etanol : tidak kurang dari 9,7 % Bahan organik asing : tidak lebih dari 2 % Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik Isi simplisia : asam kersik, damar logam alkali Penggunaan simplisia : diuretik, antipiretik

Komponen utama sambiloto adalah andrographolide yang berguna sebagai bahan obat. Daun mengandung jumlah tertinggi andrografolida (2,39%) Ia memiliki rasa pahit yang sangat, adalah kristal tak berwarna dalam penampilan, dan disebut sebagai diterpen lakton. Disamping itu, daun sambiloto mengandung saponin, falvonoid, alkaloid dan tanin. Kandungan kimia lain yang terdapat pada daun dan batang adalah laktone, panikulin, kalmegin dan hablur kuning yang memiliki rasa pahit (Yusron dkk., 2005). Manfaat sambiloto sebagai obat disentri. Untuk pengobatan disentri yang digunakan adalah daun sambiloto sendiri SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Herba ini rasanya pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar dan usus kecil. Efek farmakologis yaitu sebagai antiradang, penurun panas, meredakan ra! sa sakit, penawar racun, menghilangkan bengkak, dan lain-lain. KANDUNGAN KIMIA : Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Juga terdapat flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Flavotioid diisolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografin, panikulin, mono-0- metilwithin, dan apigenin-7,4- dimetileter. Zat aktif andrografolid terbukti berkhasiat sebagai hepatoprotektbr (melindungi sel hati dari zat toksik). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Herba ini berkhasiat bakteriostatik pada Staphylococcus aurcus, Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgaris, Shigella dysenteriae, dan Escherichia coli. 2. Herba ini sangat efektif untuk pengobatan infeksi. In vitro, air rebusannya merangsang daya fagositosis sel darah putih. 3. Andrografolid menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci. 4. Andrografolid dapat mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta. 5. Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskeniik, efek pada respirasi sel, sifat kholeretik, antiinflamasi, dan antibakteri. 6. Komponen aktifnya seperti ncoandrografolid, andrografolid, deoksiandrografolid dan 14deoksi-11, 12-didehidroandrografolid berkhasiat antiradang dan antipiretik.

7. Pemberian rebusan daun sambiloto 40% bly sebanyak 20 milkg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (W. Sugiyarto, Fak. Farmasi UGM, 1978). 8. Infus daun sarnbiloto 5%, 10% dan 15%, semuanya dapat menurunkan suhu tubuh marmut yarrg dibuat demam (Hasir, jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS, 1988). 9. Infus herba sambiloto mempunyai daya antijamur terhadap Microsporum canis, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, Candida albicans, dan Epidermophyton floccosum (Jan Susilo*, Endang Hanani **, A. Soemiati** dan Lily Hamzah**, Bagian Parasitologi FK UI* dan Jurusan Farmasi FMIPAUI**, Warta Perhipba No.Flll, Jan-Maret 1995).

10. Fraksi etanol herba sambiloto mempunyai efek antihistaminergik. Peningkatan konsentrasi akan meningkatkan hambatan kontraksi ileum marmot terisolasi yang diinduksi dengan histamin dihidroksiklorida (Yufri Aidi, N.C. Sugiarso, Andreanus, AA.S., Anna Setiadi Ranti, Jurusan Farmasi FMIPA, ITB, Warta Tumbuhan Obat Indonesia vol. 3 No. 1, 1996). http://www.herbaltama.com/?Tanaman_Obat:Sambiloto