Anda di halaman 1dari 1

Efek Samping Penggunaan antihistamin tidak menyebabkan efek samping yang serius jika diberikan dalam dosis terapeutis

tetapi yang paling sering terjadi adalah: 1. Depresi atau stimulasi susunan syaraf pusat Depresi yang ditimbulkan pada sususnan syaraf pusat ini berupa sedasi

bahkan sampai sering mengganggu aktifitas sehari-hari, tetapi pada pemakaian golongan amino alkil ether dan phenothiazine, toleran terhadap efek sedasi dapat terjadi setelah beberapa hari pemakaian. Daya sedasi ini tidak dimiliki oleh antihistamin generasi ke dua. Efek terhadap susunan syaraf pusat yang lain berupa dizzinus, tinnitus, gangguan koordinasi, konsentrasi berkurang dan gangguan penglihatan atau diplopia. Stimulasi susunan syaraf pusat berupa nervous, irritable, insomnia, dan tremor dapat terjadi pada pemakaian golongan alkylamine. 2. Efek antikolinergik berupa: retensi urine, disuria, impotensi dan mulut atau mukosa kering dapat terjadi pada pemakaian golongan amino ethyl ether, phenothrazine dan piperazine. 3. Hipotensi dapat terjadi pemberian antihistamin intravena yang terlalu cepat. 4. Dermatis, erupsi obat menetap, fotosensitisasi, urtikaria, dan petechiae di kulit terutama setelah pemakaian secara topical. 5. Keracunan akut terutama pada anak-anak seperti keracunan atropine berupa halusinasi, ataksia, gangguan koordinasi, konvulasi dan efek entikolinergik (flushing, pupil lebar, febris).