Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

PENGARUH KELEMBAPAN TERHADAP PERTUMBUHAN dan PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Di susun oleh kelompok 5:


Chintya Nur Rahmawati Maimunah Rahma M. Luthfi Nurramdhani Nisrina Putri Rahayu

KELAS XII IA 7

SMAN 1 KOTA BEKASI 2010-2011


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, yang selalu memberikan rahmat kepada kita,dan atas ridhonya pula akhirnya kami dapat menyelesaikan laporan praktikum biologi Pengaruh Kelembapan Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan" sebagai hasil tugas dalam mata pelajaran Biologi. Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu, kami sebagai penulis mohon maaf apabila dalam laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Bekasi, 3 Agustus 2010

Penulis

1. Tujuan
Mengetahui kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan Mengetahui pengaruh kelembaban pada pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

2. Waktu pelaksanaan
28 Juli 3 Agustus 2010

3. Teori Dasar
Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang.Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zigot menjadi embrio kemudian menjadi satu individu yang mempunyai akar, batang, dan daun.Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses petambahan ukuran (volume, berat) serta jumlah sel yang bersifat irreversibel.Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif karena tumbuhan mempunyai besaran untuk diukur.Perkembangan adalah suatu proses menuju keadaan yang lebih dewasa, mengalami perubahan bentuk (morfogenesis).Perkembangan tidak dapat diukur secara kuantitatif, jadi perkembangan bersifat kualitatif. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor dalam (internal) dan faktor luar(internal).Faktor dalam adalah faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, antara lain sifat genetik yang ada di dalam gen, dan hormon yang merangsang pertumbuhan tanaman (fitohormon).Faktor luar adalah faktor lingkungan.Faktor lingkungan misalnya nutrien, air, cahaya, suhu, kelembapan, dan oksigen.Potensi genetik hanya akan berkembang jika ditunjang oleh lingkungan yang cocok.Dengan demikian, karakteristik yang ditampilkan oleh tumbuhan ditentukan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan secara bersama-sama.

Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan, sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi respons sangat jelas terlihat.Satu bagian tumbuhan dapat mengirim sinyal ke bagian yang lain.Sebagai contoh, kuncup terminal pada ujung (apiks) suatu tunas mampu menekan pertumbuhan tunas-tunas aksiler.Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya dan menaggapi stimulus-stimulus ini.Kita mungkin tertarik untuk menjelaskan respons ini dari sudut pandang kualitas manusia.Pada umumnya, tumbuhan merespons stimulus lingkungannya dengan cara yang berbeda.Suatu tumbuhan umumnya merespons terhadap petunjuk lingkungan dengan cara menyemaikan pola pertumbuhan dan perkembangannya.

4. Alat dan Bahan


pot kecil, diameter 10 cm label putih untuk pot label putih kecil, tusuk gigi (dibuat bendera) kacang hijau direndam 2 jam penggaris milimeter blok (untuk grafik) foto (untuk laporan) tanah & pupuk (kemasan) plastik ukuran 1 kg & karet gelang dus kecil untuk pot daun kering air 25 ml

5. Langkah Kerja
Siapkan alat dan bahan Siapkan 2 buah pot yang sudah dialasi daun kering di bagian dalam pot, tujuannya dialasi daun kering agar air tidak mudah keluar dari pot.Dan beri label pada masing-masing pot. Masukkan tanah yang sudah dicampur pupuk dengan perbandingan 1:1 ke dalam pot Tanam kacang hijau kedalam pot masing-masing 5 butir, beri tanda pada masingmasing kacang dengan bendera yang sudah diberi nomor, tujuannya agar mudah melakukan pengamatan Siram biji dengan air sebanyak 25 ml secara konstan (setiap hari selama masa percobaan) Tutup pot 1 menggunakan plastik 1 kg dan dipasang karet agar tidak ada udara yang masuk, dan pot 2 di luar plastik.

Ukur tinggi kecambah yang tumbuh menggunakan penggaris (setiap hari selama masa percobaan) dan catat hasilnya dalam laporan

6. Data Hasil Pengamatan


a. gambar

Sebelum

Sesudah

b. tabel
Pot No.
Kacang Hijau

Pengamatan Hari Ke- (dalam cm)

1 0,5 0,2 0,7 1 1,2 0,5 0,2 0 0 0,3

2 1,5 1 1 2,5 2 1 0,3 0,1 0,1 0,8

3 2,8 1,5 5 6 4,5 2,5 0,5 0,3 1 3

4 10 4,5 7,5 12 12,5 8 1,5 1 1,3 8,5

5 17 14,5 11,5 19,5 19 13,5 2,5 1,3 4,5 15

6 19 21 13 21,5 24 18 5,5 6 9 21

7 19 22,7 14 21,5 25,6 20,7 11,1 12 14,5 21,2

Rata-Rata Kecepatan Tumbuh

Keterangan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

9,97 9,34 7,53 12 12,69 9,17 3,09 2,96 4,34 9,97

Kecepatan rata-rata tumbuh pot 1 = (9.97 + 9.34 + 1.53 + 12 + 12.69) : 5 = 10.31 ~ 10 cm/hari Kecepatan rata-rata tumbuh pot 2 = (9.17 + 3.09 + 2.96 + 4.34 + 9.97) : 5 = 5.91 ~ 6 cm/hari c. grafik

Grafik Pertumbuhan Pot 1


30 panjang (cm) 25 20 15 10 5 0 hari hari hari hari hari hari hari ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 ke-6 ke-7 hari pengamatan KC1 KC2 KC3 KC4 KC5

Grafik Pertumbuhan Pot 1


25 panjang (cm) 20 15 10 5 0 hari hari hari hari hari hari hari ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 ke-6 ke-7 hari pengamatan KC1 KC2 KC3 KC4 KC5

7. Analisa Hasil Pengamatan


Dalam percobaan ini, khususnya pada percobaan pot 1 yang ditutup plastik pertumbuhan kecambah lebih cepat dan lebih tinggi dibandingkan pot 2.Hal ini disebabkan udara dalam pot 1 memiliki kelembapan yang relatif tinggi. Umumnya lebih dari 90% air yang diserap tumbuhan hilang melalui transpirasi.Namun pada kasus pot 1 tidak demikian, uap air hasil dari transpirasi yang terhalang oleh plastik terakumulasi di dalam pot sehingga udara menjadi lembab, cadangan air pun berlebih. Air yang dipertahankan tumbuhan ternyata berfungsi sebagai pelarut, pada pot 1 memungkinkan terjadinya pemanjangan sel lebih cepat, dan bertugas mempertahankan bentuk jaringan yang lunak dengan cara menjaga agar sel-sel tetap turgid.Penyerapan air pada tumbuhan menyebabkan meningkatnya ukuran sel-sel yang tumbuh dengan pesat. Pada pot 2, kelembapan normal (boleh dikatakan rendah), transpirasi yang tinggi membantu memindahkan mineral dan bahan-bahan lain dari akar ke tunas daun.Transpirasi juga menghasilkan pendinginan evaporatif, yang dapat menurunkan suhu daun 10-15 C lebih rendah dari pada udara sekitarnya.Ini mencegah daun mencapai temperaturtemperatur yang dapat menghambat enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi fotosintetik, juga enzim lainnya yang terlibat dalam proses metabolisme daun.Selama daun masih dapat menarik air dari tanah dengan cukup cepat untuk menggantikan air yang hilang, maka transpirasi tidak akan menyebabkan masalah.Sehingga pada pot 2 pertumbuhan berjalan normal. Cahaya mempengaruhi perkembangan benih.Pada pot 1 biji kacang tidak terkena sinar matahari secara langsung, cahaya yang kurang akan memperpanjang hipokotil yang berlebihan, karena dibantu juga dengan hormon auksin yang bekerja maksimal pada kondisi tersebut.Sedangkan pada pot 2 pertumbuhan hipokotil belangsung normal.

Pada pot 1 ukuran batang lebih kecil dan lebih lunak daripada pot2.Hal ini disebabkan pot 1 terlalu banyak menyimpan air sehingga kandungan mineral yang dibutuhkan untuk memperkuat sel-sel batang banyak terlarut bahkan bisa hanyut terbawa air dan akar sulit menyerap mineral yang dibutuhkan tersebut.Akibatnya terjadi defisiensi mineral.Pada pot 2 sel-sel batang lebih besar dan lebih turgid daripada pot 1 karena porositasnya baik kandungan mineral tidak ikut hanyut terbawa air dan akar lebih mudah menyerap mineral.

8. Kesimpulan
Kelembapan udara dan tanah berpengaruh dalam proses pertumbuhan.Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerapan nutrien.Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan meningkat sehingga penyerapan nutrien pun semakin banyak.Keadaan ini akan memacu pertumbuhan yang lebih baik secara kualitatif pada tanaman. Kandungan zat organik di dalam tanah juga dipengaruhi oleh kelembapan tanah.Semakin tinggi kandungan bahan organik dalam tanah, semakin banyak pula air yang dapat diikat tanah.Keadaan ini dapat mengurangi kepadatan struktur tanah sehingga porositas dan sirkulasi menjadi lebih baik.Tanaman menjadi lebih subur.

9. Saran
Untuk menghasilkan tanaman yang baik perlu memperhatikan faktor-faktor lingkungan yang sesuai dengan jenis tumbuhan tersebut, terutama kelembapan.Kelembapan yang tinggi memang baik untuk proses perkecambahan yang cepat, namun untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas secara kualitatif, kelembapan yang tinggi tidak dapat menjadi acuan.

10.Daftar Pustaka Syamsuri, Istamar. 2007. Biologi 3A.Jakarta.Penerbit:Erlangga Campbell, N.A., J.B. Reece, & L.G. Mitchell.2005 .Biologi. Edisi ke5.Terj.dari: Biology.5th ed.oleh Manalu, W. Jakarta .Penerbit: Erlangga. Priadi, Arif. 2009. Biology 3. Jakarta. Penerbit: Yudhistira.