Anda di halaman 1dari 17

LOGIKALOGIKA

RatnaRatna WWardaniardani

BahasanBahasan

Operasi Operasi Penyederhanaan Penyederhanaan

Falsifikasi Falsifikasi

PenyederhanaanPenyederhanaan

Penyederhanaan Penyederhanaan dilakukan dilakukan menggunakan menggunakan

hukum-hukum hukum-hukum logika logika

Proses Proses penyederhanaan penyederhanaan akan akan berhenti berhenti

pada pada bentuk bentuk ekspresi ekspresi logika logika yang yang paling paling

sederhana sederhana dan dan tidak tidak mungkin mungkin

disederhanakan disederhanakan lagi lagi

Perangkai Perangkai dan dan dapat dapat diganti diganti

dengan dengan perangkai perangkai dasar dasar , , dan dan ¬ ¬

ExampleExample #1#1

(

A

)

∧¬ B

(

A

B C

)

(

A

)

∧¬ B

(

A

(

B C

))

Asosiatif

(

(

A ∧¬ ∨ ∧

B

B C

))

Distributif

((

)

(

A ∧ ¬ ∨ ∧¬ ∨

B B

B C

))

Distributif

(

1

(

A ∧ ∧¬ ∨

B C

))

 

Tautologi

(

A ∧¬ B C

)

Identitas

SoalSoal

SederhanakanSederhanakan ekspresiekspresi logikalogika berikutberikut ::

1.

A

(

∧¬ A

A

)

2.

(

(

A

B

¬¬ ∧ ∨¬

B

))

 

3.

(

A

A

¬ →¬ →¬

B

)

4.

5.

(

A

)

B

→ →

((

A

)

B

→¬ →¬

( A (B

))

C

A B

→ ∨¬ ∧¬ ∧

A

)

FalsifikasiFalsifikasi

dengan menggunakan aturan if-then maka antecedent (not p) or (not q) dan consequent {not(p and q)} masing- masing haruslah bernilai true dan false yaitu :

Selanjutnya dari benarnya (not p) or (not q) kita tak dapat menyimpulkan tentang (not p) maupun (not q) sehingga kita beralih ke salahnya not(p and q) ; karena not ( p and q)= false maka (p and q), dengan aturan not, bernilai true , seterusnya p and q berarti, dengan aturan and p dan q harus bernilai true, didapat :

FalsifikasiFalsifikasi

Dari label terlihat bahwa p pada antecedent bernilai true, jadi (not p) bernilai false; begitu pula untuk (not q) akan bernilai false. Kesimpulan dari ini semua adalah antecedent, dengan aturan or, bernilai false. Tetapi disepan dikatakan bahwa antecedent bernilai true, sehingga terjadi kontradiksi ( t f ) yang berarti

true, sehingga terjadi kontradiksi ( t f ) yang berarti pengandaian bahwa kalimat salah adalah tidak

pengandaian bahwa kalimat salah adalah tidak benar, ini dapat disimpulkan bahwa kalimat E bernilai true yaitu kalimat valid .

ExampleExample

E : if {(not p) or (not q)} then {not(p and q)}

f

E : if {(not p) or (not q)} then {not(p and q)} f

f

t

E : if {(not p) or (not q)} then {not( p and q)}

t

f t

t

f

t

t

( E : if {(not p) or (not q)} then {not( p and q)} )

t

f

f

t

t f

f

f

t

t

ExampleExample

(

E :

if {(not p) or (not q)} then {not( p and q)} )

Jadi dari pengandaian ketidak-benarnya kalimat E, mengakibatkan terjadi t f , yaitu true sekaligus

E, mengakibatkan terjadi t f , yaitu true sekaligus false yg berarti ada kontradiksi sehingga pengandaian

false yg berarti ada kontradiksi sehingga pengandaian diatas (bahwa kalimat E false) dicabut, yang berarti kalimat E true

f

f

t

t f

f

t

f

t

t

SoalSoal

1.

Apakah kalimat dibawah ini valid atau tak valid :

 

G : if

{if(not p) then q}

then {if (not q) then p } and (p or q)

2.

Apakah kalimat/formula dibawah ini tautologi :

(

a )

(p q) p ;

(b)

(p q) q

(

c )

(p ( p q)) q ;

(d)

(p) p

(

e ) (pq)((pq)(qp) ; (f) (p (p) (q (q))

3. Buktikan bahwa : p (q r) (pq) r ; dengan tidak menggunakan tabelkebenaran

4. Seperti diatas untuk : (p (q r)) (qr)(pr)r

SoalSoal

Tunjukan bahwa nilai kebenaran rumusan pernyata an berikut ini tak tergantung pada komponen-kom ponennya :

a.

(p (p

b. (p q) (pq)

c.

((p q) (q r)) (p r)

2. Buktikan ekuivalensi berikut ini tanpa menggunakan tabel kebenaran . a) p(qr) (pq) (pr) ;

b) (p q)

(p q) (p ∨ ∼q)

c)

(p q) (p (q)) (p q)

Buktikan soal nomor 2 diatas dng tabel kebenaran.

Tunjukan rumusan ini merupakan tautologi :

a)

(p q) (p q);

b)

p

(q p)

;

PohonPohon SemantikSemantik -1-1

1. Andaikan ingin membuktikan validitas kalimat :

G :

if

( If p then q)

then (if (not p) then (not q)) p memp. dua kemungkinan nilai yaitu true dan false :

1 3
1
3
2
2

p=true

p = false

PohonPohon SemantikSemantik -2-2

kalimat G : if (if p then q) then ( if (not p) then (not q))

t

f

t

subkalimat G : ( if (not p) then (not q)) t

f

kalimat G : if (if p then q) then ( if (not p) then (not q)) f

t

t

t

t

1
1
2
2
3
3

p=false

p=true

t (true)

PohonPohon SemantikSemantik -3-3

Kalimat P: if (if p then q) then (if (not p) then(not q)) f

f

Kalimat G : if (if p then q) then ( if (not p) then (not q))

t f

t

f

1
1
2
2
p=false 3
p=false
3

p=true

t (true)

q=true

q=false

4G : if (if p then q) then ( if (not p) then (not q)) t

5
5

PohonPohon SemantikSemantik -4-4

Perhatikan pada Node 4

1 p=true p=false 2 3 t (true) q=true q=false 4 5 f (false) t (true)
1
p=true
p=false
2
3
t (true)
q=true
q=false
4
5
f (false)
t (true)

PohonPohon SemantikSemantik -5-5

1
1
2
2
3
3

q=true

q = false

kalimat H

:

if

q

then

( if

p

then

q ).

 

t

?

t

kalimat H

:

if

q

then

( if

p

then

q ).

 

t

t

t

?

t

PohonPohon SemantikSemantik -6-6

1
1
2
2
3
3

q=true

q=false

t (true) kalimat H : if q then ( if p then q ). t
t (true)
kalimat H
:
if
q
then
( if
p
then
q ).
t f
?
?
f
1
1
2
2
3
3

q=true

q=false

t (true)

t (true)