BA B

2
GAMBARAN UMUM KABUPATEN GUNUNGKIDUL
2.1Kondisi Geografis

abupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibu Kota Wonosari yang terletak 39 km sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Secara yuridis, status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan UU no 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1950 pada saat Gunungkidul dipimpin oleh KRT Labaningrat. Secara geografis Kabupaten Gunungkidul berada pada 7°46′ LS8°09′ LS dan 110°21′ BT-110°50′ BT, dengan luas wilayah 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Batas wilayah Kabupaten Gunungkidul dapat dirinci sebagai berikut: a. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. b. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah. c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. d. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Berdasarkan kondisi topografi Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 3 (tiga) zona pengembangan, yaitu : Zona Utara disebut wilayah Batur Agung dengan ketinggian 200m - 700m di atas permukaan laut. Keadaannya berbukit-bukit terdapat sumber-sumber air tanah kedalaman 6m – 12m dari permukaan tanah. Jenis tanah didominasi latosol dengan batuan induk vulkanik dan sedimen taufan. Wilayah ini meliputi Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong bagian utara. 2. Zona Tengah disebut wilayah pengembangan Ledok Wonosari, dengan ketinggian 150m – 200m di atas permukaan laut. Jenis tanah didominasi oleh asosiasi mediteran merah dan grumosol hitam dengan bahan induk batu kapur. Sehingga meskipun musim kemarau panjang, partikel-partikel air masih mampu bertahan. Terdapat sungai di atas tanah, tetapi di musim kemarau kering. Kedalaman air tanah berkisar antara 60m – 120m di bawah 1.

10

permukaan tanah. Wilayah ini meliputi Kecamatan Playen, Wonosari, Karangmojo, Ponjong bagian tengah, dan Semanu bagian utara. 3. Zona Selatan disebut wilayah pengembangan Gunung Seribu (Duizon gebergton atau Zuider gebergton), dengan ketinggian 0m – 300m di atas permukaan laut. Batuan dasar pembentuknya adalah batu kapur dengan ciri khas bukit-bukit kerucut (Conical limestone) dan merupakan kawasan karst. Pada wilayah ini banyak dijumpai sungai bawah tanah. Zone Selatan ini meliputi kecamatan Saptosari, Paliyan, Girisubo, Tanjungsari, Tepus, Rongkop, Purwosari, Panggang, Ponjong bagian selatan, dan Semanu bagian selatan. Gambaran wilayah secara gambar sebagai berikut: administratif dapat dilihat pada

Gambar 2.1 Peta Administratif Kabupaten Gunungkidul

2.2. Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Lingkungan Hidup di Kabupaten Gunungkidul dibedakan menjadi 4 kategori satuan ekosistem yaitu: 1. Satuan Ekosistem Perbukitan Baturagung 2. Satuan Ekosistem Dataran Wonosari 3. Satuan Ekosistem Perbukitan Karst Gunungsewu 4. Satuan Ekosistem Wilayah Kepesisiran.

11

Gambaran singkat untuk satuan ekosistem Baturagung, Dataran Wonosari dan Perbukitan Karst Gunungsewu sebagaimana diuraikan dalam pembagian tiga daerah pengembangan. Untuk wilayah pesisir di Kabupaten Gunungkidul, secara umum dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) tipologi pesisir primer, yaitu:
a. Pesisir erosi lahan-lahan daratan (land erosion coast) terbentuk

akibat bekerjanya proses erosi dan solusional yang intensif pada topogafi karst akibat air hujan dan aliran permukaan, yang menyebabkan sebagian permukaan lahan terkikis membentuk aluralur atau lembah-lembah sempit dan igir-igir sisa yang menjorok atau membentuk pola menjari ke arah laut. Tipologi ini hampir dijumpai pada seluruh wilayah pesisir di Kabupaten Gunungkidul, yang secara khusus tampak di wilayah pesisir Ngerenean, Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, dan Sundak. b. Pesisir akibat aktivitas gunungapi purba (volcanic coast), yang ditandai oleh adanya bantukan-bentukan morfologi sisa (residual) yang tersusun atas batuan beku volkan tua berumur Oligosen, yang berada pada tebing dan pelataran pantainya. Tipologi ini dijumpai di pesisir Siung dan Wediombo. c. Pesisir akibat struktural (structurally shape coast), merupakan pesisir yang ditandai oleh adanya tebing-tebing cliff yang curam, pola garis pantai lurus, dengan gua-gua abrasi (sea cave) yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Tipologi ini meliputi pesisir Ngobaran, Ngungap, dan Sadeng. Selanjutnya wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) zona akuifer dan potensi air tanahnya, yaitu: akuifer produksi sedang dengan persebaran lokal, akuifer produksi rendah dengan persebaran lokal, dan non akuifer atau daerah langka airtanah. Potensi sumberdaya hayati yang ada di Ekosistem Wilayah Kepesisiran meliputi keanekaragaman hayati alami, potensi hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, maupun kelautan. Sementara itu, sumberdaya mineral yang umum terdapat di wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul terbatas pada Bahan Galian Golongan C, yaitu: batugamping, lempung, dan pasir marin. Mineral batugamping menempati satuan perbukitan karst yang merupakan batugamping terumbu, dan berlanjut menjadi pelataran pantai (shore platform) pada dasar pantai dekat (near shore). Kawasan pesisir di Kabupaten Gunungkidul terletak di: a. Desa Girijati, Giricahyo dan Giripurwo, Kecamatan Purwosari b. Desa Giriwungu dan Girikarto, Kecamatan Panggang c. Desa Krambilsawit, Kanigoro dan Planjan, Kecamatan Saptosari d. Desa Kemadang dan Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari e. Desa Sidoharjo, Tepus dan Purwodadi, Kecamatan Tepus f. Desa Balong, Jepitu, Tileng, Pucung dan Songbanyu, Kec. Girisubo Wilayah Kabupaten Gunungkidul terletak pada ketinggian yang bervariasi antara 0–800 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kabupaten Gunungkidul yaitu 1.341,71 km2 atau 90,33 % berada pada ketinggian 100–500 m di atas permukaan laut (dpl). Sedangkan sisanya 7,75 % terletak pada ketinggian kurang dari 100 m dpl, dan 1,92 % terletak pada ketinggian lebih dari 500-1.000 m dpl.

12

Lahan di Kabupaten Gunungkidul mempunyai tingkat kemiringan yang bervariasi 18,19 %, diantaranya merupakan daerah datar dengan tingkat kemiringan 0 %–2 %, sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan antara 15%–40 % sebesar 39,54 % dan untuk tingkat kemiringan lebih dari 40 % sebesar 15,95 %. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gunungkidul cukup beragam, dengan rincian sebagai berikut: a.Latosol, dengan batuan induk kompleks sedimen tufan dan batuan vulkanik,yang terletak pada wilayah bergunung-gunung, tersebar di wilayah Kecamatan Patuk bagian Utara dan Selatan, Gedangsari, Ngawen, Semin bagian Timur, dan Ponjong bagian Utara b. Kompleks latosol dan mediteran merah, dengan batuan induk batuangamping, bentuk wilayah bergelombang sampai berbukit, terdapat di wilayah Kecamatan Panggang, Purwosari, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Semanu bagian Selatan dan Timur, Rongkop, Girisubo, serta Ponjong bagian Selatan. c.Asosiasi mediteran merah dan renzina, dengan batuan induk batu gamping, bentuk wilayah berombak sampai bergelombang, terdapat di wilayah Kecamatan Ngawen bagian Selatan, Nglipar, Karangmojo bagian Barat dan Utara, Semanu bagian Barat, Wonosari bagian Timur, Utara dan Selatan, Playen bagian Barat dan Utara, serta Paliyan bagian Selatan. d. Grumosol hitam, dengan batuan induk batu gamping, bentuk wilayah datar sampai bergelombang, terdapat di wilayah Kecamatan Playen bagian Selatan, Wonosari bagian Barat, Paliyan bagian Utara, dan Ponjong bagian Selatan. e. Asosiasi latosol merah dan litosol, dengan bahan induk tufan dan batuan vulkanik intermediet, bentuk wilayah bergelombang sampai berbukit, terdapat di wilayah Kecamatan Semin bagian Utara, Patuk bagian Selatan, dan Playen bagian Barat. Tekstur tanah di Kabupaten Gunungkidul dibedakan atas dasar komposisi komponen pasir, debu, dan lempung, sehingga secara garis besar dipilahkan menjadi tekstur kasar, sedang, dan halus. Curah hujan rata-rata Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2004 sebesar 1382 mm dengan jumlah hari hujan rata-rata 89 hari. Bulan basah 4–5 bulan, sedangkan bulan kering berkisar antara 7–8 bulan. Musim hujan dimulai pada bulan Oktober–Nopember dan berakhir pada bulan Maret–April setiap tahunnya. Puncak curah hujan dicapai pada bulan Desember – Pebruari. Wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian Utara merupakan wilayah yang memiliki curah hujan paling tinggi dibanding wilayah tengah dan selatan, sedangkan wilayah Gunungkidul bagian selatan mempunyai awal hujan paling akhir. Suhu udara Kabupaten Gunungkidul untuk suhu rata-rata harian 27,7° C, suhu minimum 23,2°C dan suhu maksimum 32,4° C. Kelembaban nisbi di Kabupaten Gunungkidul berkisar antara 80% – 85%. Kelembaban nisbi ini bagi wilayah Kabupaten Gunungkidul tidak terlalu dipengaruhi oleh tinggi tempat, tetapi lebih dipengaruhi oleh musim. Kelembaban tertinggi terjadi pada bulan Januari–Maret, sedangkan terendah pada bulan September. Di Kabupaten Gunungkidul terdapat dua daerah aliran sungai (DAS) permukaan yaitu DAS Opak–Oyo dan DAS Dengkeng. Masingmasing DAS itu terdiri dari beberapa Sub DAS yang berfungsi untuk

13

mengairi areal pertanian, juga terdapat DAS bawah permukaan yaitu DAS Bribin. Air permukaan (sungai dan mata air) banyak dijumpai di Gunungkidul wilayah utara dan tengah. Di wilayah tengah beberapa tempat mempunyai air tanah yang cukup dangkal dan dimanfaatkan untuk sumur ladang. Wilayah selatan Gunungkidul merupakan kawasan karst yang jarang ditemukan air permukaan. Di wilayah ini dijumpai sungai bawah tanah seperti Bribin, Ngobaran, dan Seropan serta ditemukan juga telaga musiman yang multiguna bagi penduduk sekitarnya. Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1659 K/ 40/MEN/2004 Tanggal 1 Desember 2004 tentang Penetapan Kawasan Karst Gunungsewu dan Pacitan Timur, untuk Kabupaten Gunungkidul kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan karst adalah kawasan perbukitan batu gamping yang terletak di Kecamatan Wonosari, Ponjong, Panggang, Semanu, Purwosari, Paliyan, Saptosari, Rongkop, Tanjungsari, Tepus, dan Girisubo. Kawasan tersebut perlu dikelola sesuai dengan daya dukung lingkungannya dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan potensi kawasan karst yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Jumlah sungai di Kabupaten Gunungkidul ada 14 buah, sebagian besar terdapat di wilayah utara. Sungai terbesar di Kabupaten Gunungkidul adalah Sungai Oyo dengan lokasi mata air di Kabupaten Wonogiri (Propinsi Jawa Tengah) dan bermuara di Samudera Hindia. Jumlah mata air di wilayah Kabupaten Gunungkidul ada 215 buah, sedangkan jumlah telaga ada 252 buah. Di wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian tengah dan sebagian kecil wilayah selatan terdapat sumur bor (deep well) sebanyak 55 buah dengan fungsi untuk irigasi pertanian dan untuk air minum penduduk setempat. Untuk kepentingan irigasi, satu sumur bor mempunyai kemampuan oncoran antara 15–50 ha. Kemampuan masing-masing sumur tergantung pada debit airnya. Beberapa sungai bawah tanah dimanfaatkan airnya untuk memenuhi kebutuhan air baku/air bersih bagi rumah tangga antara lain, di Bribin, Ngobaran, Seropan, dan Baron. Air sungai bawah tanah juga dirintis untuk kepentingan irigasi pertanian seperti Seropan untuk wilayah Kecamatan Semanu. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), Kota Wonosari yang merupakan Ibukota Kabupaten Gunungkidul berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Sementara berdasarkan RTRW Provinsi DIY, Kota Wonosari merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dengan kategori sebagai Kota Sedang berhirarki II. Namun demikian, perkembangan wilayah di Kabupaten Gunungkidul tidak berlangsung merata, masih ada wilayah yang mengalami keterlambatan pertumbuhan yang diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain faktor alam yang didominasi oleh perbukitan kars hampir seluas 78.718,66 Ha dengan karakteristik tanah marginal. Terjadinya ketimpangan wilayah di Kabupaten Gunungkidul disebabkan oleh belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pemanfaatan peluang eksternal. Untuk itu, guna memacu perkembangan wilayah di Kabupaten Gunungkidul maka diperlukan konsep dan strategi yang tepat, salah satunya dengan memacu dan mengoptimalkan potensi

14

19 triliun pada tahun 2009.760 199.427 14.400 261.805 393.665 429.830.91 4.900 210.216 13.797 369. Tabel.72 persen (Sumber : BPS Kab.520 393.726. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya.389 4. Jutaan) Menurut Lapangan Usaha N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Galian Industri Pengolahan Listrik. perekonomian Kabupaten Gunungkidul juga mengalami pertumbuhan positif.20 PDRB Konstan Pertumbuhan PDRB per tahun ( %) Sumber : BPS Kabupaten Gunungkidul (data diolah).826 119.824 145.729 183.43 1. Gunungkidul).93 persen dibanding tahun sebelumnya.901 2.939 319.954 131.201.442 55. angka PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Gunungkidul tercatat sebesar Rp.857 141.199.080.193 14.144 341. Sedangkan tahun 2009.079 379.067 250.922 16.268 447.272 191.50 triliun atau mengalami peningkatan 12.pertumbuhan kawasan-kawasan yang mempunyai prospek untuk dikembangkan.580 206.29 3.98 triliun. Hal itu menunjukkan bahwa perekonomian di Kabupaten Gunungkidul berkembang relatif lebih lambat dibanding daerah lain di 15 . 5.141.82 3.272.825 119. 5.003 17.590 327. Persewaan.121 2 1 0 56. Salah satu indikator makro yang dipakai untuk melihat keberhasilan pembangunan adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).39 4. 2.24 1. angka PDRB tersebut mengalami peningkatan sebesar 8.58 3.941. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.860 55.288 3 8 5 3.3 Perekonomian Daerah Keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah dapat dicerminkan dari beberapa indikator makro. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. dan Jasa Perusahaan Jasa – Jasa 2005 1. Gas danAir Bersih Bangunan Perdagangan.175 235. yakni 3.371 221.866 405.779 214.1 PDRB Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 Berdasarkan Harga Konstan Tahun 2000 (Rp.136.33 2. Berdasarkan angka PDRB atas dasar harga konstan 2000. 2.070.31 2.901 467.802 2006 2007 2008 2009 1.975 55.29 1.972 414.600 337.808 55.918 332.856 384.07 triliun pada tahun 2008 dan 3. Angka PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2008 Kabupaten Gunungkidul tercatat sebesar Rp.

34 3.9 8 4.20 4.2 Pertumbuhan Ekonomi per Sektor Tahun 2004-2009 (%) N o 1 2 3 4 5 6 7 8 Pertanian Pertambangan Industri dan Pengolahan Listrik.12 6. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan Sektor 200 4 0. Namun demikian. menunjukkan bahwa penyumbang utama perekonomian Kabupaten Gunungkidul selama kurun waktu 2005 – 2009 masih didominasi oleh sektor pertanian. dan sektor industri pengolahan.9 8 6.07 persen dan 35.48 2.39 2. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul sampai dengan tahun 2009 masih di dominasi oleh kegiatan ekonomi kelompok sektor primer yaitu sektor pertanian dan penggalian. 14.90 2.62 18. Rp 4.06 5.00 4. 16. 35. sebagai penyumbang terbesar dalam perekonomian Kabupaten Gunungkidul.00 juta.82 persen.wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.43 3. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi belum mampu berkembang secara optimal kearah pengembangan sektor industri dan pengolahan.91 3.43 5.27 -0. sektor perdagangan. terlihat dari PDRB perkapita menurut harga konstan daerah ini yang selalu menunjukkan perkembangan yang semakin meningkat selama periode 2005-2009.93 10.24 6.92 200 8 5. Tabel. Sektor pertanian. ternyata selama kurun waktu 2005–2009 kontribusinya cenderung fluktuatif yakni sebesar.13 1. dengan demikian sektor pertanian masih menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat secara umum. 35.38 4. diikuti sektor jasa.35 -1.82 persen.61 5.07 4.54 persen.93 9.29 4.20 Sumber : BPS Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun 2005 – 2009 PDRB perkapita atas dasar harga konstan tercatat berturutturut sebesar Rp 4.04 7.53 0.41 -1.66 1.31 -2.21 8.8 4 9.87 persen dan 9. 35.20 200 6 5.33 2.80 9 Jasa Pertumbuhan Ekonomi 5.52 4. hotel.90 1.29 juta.43 3. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.0 5 200 5 5. 34. Gunungkidul). Rp 4. 2.11 200 7 0.58 4.64 juta (Sumber: BPS Kab.18 persen. jika ekonomi tumbuh secara wajar maka sektor industri pengolahan.91 0. Hal ini mengisyaratkan bahwa perencanaan 16 .40 persen. baru kelompok sektor sekunder.00 5.2 3.36 3.03 persen. Rp 4.71 3. disusul kelompok sektor tersier.14 juta.14 2.954 persen. Berdasarkan data di atas. data diolah. 35.37 7.14 11.82 3.33 3.56 200 9 5.67 7. Pada tahun 2009 sumbangan keempat sektor tersebut masing-masing sebesar 35.70 3. Dengan demikian secara alami andil sektor pertanian akan menurun secara gradual seiring berkembangnya dinamika perekonomian daerah. sektor perdagangan.85 1.39 persen. dan restoran serta sektor jasa akan tumbuh pesat dibandingkan dengan sektor pertanian yang merupakan resourced-based economic. ternyata laju pertumbuhan ekonomi daerah ini lebih tinggi dibanding laju pertumbuhan penduduknya.47 juta dan 4.76 5.70 5.21 10.91 3. Dilihat dari struktur ekonomi.

Diagram 2. kesiapan sumber daya manusia. Gunungkidul Dalam Angka 2009 2006 2007 2008 2009 PDRB perkapita Harga Konstan Selanjutnya.3 Indikator Pembangunan Bidang Ekonomi Kabupaten Gunungkidul Tahun 2004-2009 17 .kedepan tidak boleh mengesampingkan program-program pembangunan pertanian. di mana terjadi perubahan dengan kecenderungan positif (naik). hotel.3.1 PDRB Per Kapita Kabupaten Gunungkidul Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan Tahun 2005-2009 8000000 6000000 4000000 2000000 0 2005 Tahun PDRB perkapita Harga Berlaku Sumber: BPS Gunungkidul. sektor perdagangan. dengan demikian secara alami andil sektor pertanian akan menurun secara gradual seiring berkembangnya dinamika perekonomian. secara ringkas tentang gambaran indikator pembangunan ekonomi dapat dilihat pada tabel 2. sebagai berikut : Tabel 2. Salah satu indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran yang telah dicapai penduduk suatu daerah adalah dengan menghitung PDRB per kapita Jika data tersebut disajikan secara berkala maka akan menunjukkan adanya perubahan kemakmuran. dan persiapan jaringan pemasaran. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat kegiatan yang berbasis kepada industri. Kebijakan untuk mendorong perekonomian bergeser ke sektor industri dan pengolahan lebih ditekankan kepada kesiapan bahan baku yang berbasis produk pertanian. dan restoran serta sektor jasa akan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan dibanding jika perekonomian daerah bertumpu kepada kegiatan penyediaan bahan baku saja (resourced-based economic). Diagram 2.1 menunjukkan nilai PDRB per kapita atas dasar harga berlaku dan PDRB perkapita atas dasar harga konstan. pengolahan.

4 3.43 8.83 4. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2005 4.199.82 %.) 99 53 79 35 8 PDRB per kapita berlaku 4.4 (Rp.987.872.04 % dan tahun 2006 mengalami peningkatan lagi menjadi 28.701.1 6.91 7.04 3. serta tahun 2009 terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi 4.33 15.20 4.1 34 8.93 3.656.292.7 82 4.8 3. begitu pula di tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 25.33 %.9 4. sedangkan tahun 2006 turun dari tahun sebelumnya menjadi 3.27 %.000.141.649. Selanjutnya perkembangan PDRB Perkapita tahun 2005-2009 dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 2.82 9.06* 4.04 3.502.4 Tabel perkembangan PDRB Perkapita Tahun 2005-2009 N o 1 Tahun 2005 PDRB Perkapita 5.3 15 5.40 2006 28.2 98 5.8 4. tahun 2006 kembali naik menjadi 3.654.81 %. dan pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi kembali naik menjadi 4.854.726.86 2008 25.830.No 1 2 3 4 5 URAIAN Angka Kemiskinan (%) Tingkat Pengangguran Terbuka (%) Pertumbuhan Ekonomi (%) Inflasi (%) PDRB Konstan 2000 (Jutaan Rp) PDRB Berlaku (Jutaan Rp) 2004 25.1 7.2 08 4. namun pada tahun 2009 naik lagi menjadi 4.9 4.29 4. Penurunan kembali terjadi pada tahun 2009 yaitu menjadi 24. Angka kemiskinan pada tahun 2005 sebesar 28.29 %.04 %.070.5 (Rp.93 %. Sedangkan pada tahun 2007 kembali turun menjadi 28. asumsi jumlah penduduk sebesar 688.389.68 2007 28.83 %.19 3.4 5.39 8. pada tahun 2007 terjadi peningkatan menjadi 3.45 %.853.2 36 2.6 95 2009 24.941.81 4.*) angka proyeksi sementara Indikator pembangunan bidang ekonomi dari tahun 2005-2009 mengalami perubahan baik peningkatan maupun penurunan.) 15 68 38 08 Sumber : BPS Kabupaten Gunungkidul.1 09 21 44 23 7 PDRB per kapita konstan 3.2 2.6 4.27 3.011.470.425.20 % karena dampak ekonomi global dunia yang sedang dilanda krisis ekonomi.5 2.06 %.6 21 8.326 18 .613.39 %.91 %.90 3.982. Demikian pula Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang setiap tahunnya mengalami peningkatan atau penurunan dimana pada tahun 2005 turun sebesar 3.12 2005 28.90 % sedangkan tahun 2007 kembali naik menjadi 3.145 jiwa dengan jumlah pengangguran sebesar 33.099 jiwa.412.2 4.3 2. terjadi penurunan lagi pada tahun 2008 yaitu menjadi 3.110.16 3.2 69 89 83 83 6 3.54 4.45 3.

Ubi kayu dari 791. Pada Tahun 2009. Untuk Sorgum dari 173.33 1.695 8.275 27.155 ton atau naik 17.007.04 217.99 894.68 156.694 172.465.9 ton naik menjadi 56.85%.56 122.764.329. Produksi kedelai dari 22.65 47.669 ton atau naik 2.456.04 864.890 ton atau naik 22.01 21. Ubi jalar dari 889.802. diolah.408 8.63 178.77%.75 457.790.69 2009 87.73 1.764. Padi Gogo produksinya naik dari 167.04 22.04 2006 67.453.04 ton naik menjadi 361 ton atau naik 4.898.275 ton atau naik 15.36 ton naik menjadi 27.88%.64 ton naik menjadi 941 ton atau naik 5. Produksi tanaman padi terutama padi gogo lahan kering berhasil meningkat sehingga surplus gabah lebih dari 125 ton.2 3 4 5 2.36 45.73 ton naik menjadi 933.54%.41 165.435.03 799. Tabel 2.9 337.39 ton menjadi 172.964.11 24. produksi tanaman padi dan palawija seluruhnya mengalami kenaikan produksi dibanding tahun 2008.890 56.007.104.63%.669 220.881.964.137. Gunungkidul.31 137.21 345.630.01 ton naik menjadi 220.503.44%. Kacang tanah dari 52.12 52.95 791.034 361 933.24 1.784 7. Diagram 2.701. Secara rinci untuk produksi padi sawah dari 75.104.703.110.21 29.32%.306.5 Produksi Tanaman Pangan Padi dan Palawija Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Komoditas Padi Sawah Padi Gogo Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar Sorgum 2005 53. Kacang hijau dari 345.81 146.99 Produksi (ton) 2007 2008 66.034 ton atau naik 7.881.434.011.922.66 54.236 Sumber : BPS Kab.33 173.106.888. Gunungkidul Sektor Pertanian Meskipun Kabupaten Gunungkidul banyak memiliki lahan tadah hujan dan dikenal gersang.3.39 180.317.52%.630.88 191.560.364.2 Produksi Tanaman Pangan 19 .880. Untuk jagung dari 191.694 atau naik 15.64 198.165. Dari data di atas dapat dilihat bahwa produksi untuk komoditas tanaman padi dan palawija dari tahun 2005-2009 hampir semuanya menunjukkan kecenderungan mengalami kenaikan.251.25 167.31 ton naik menjadi 87.1.27%.83 75.155 941 294 Sumber : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. 2006 2007 2008 2009 6.69 ton naik menjadi 294 ton atau naik 69. telah berhasil mencapai swasembada pangan.23 400.97 889.

dan ekonomi masyarakat. mahoni.544. sementara hutan negara dengan tanaman campuran.Sumber : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab.13 Ha.1.748.25 Ha. sedangkan hutan tetap seluas 12.3. hutan negara yang ditanami tanaman kayu putih seluas 4.560. Selain dukungan dari pemerintah pusat hingga daerah. yang pada umumnya miskin. Kenaikan produksi berbagai tanaman pangan tersebut sebagai akibat adanya kepedulian dan kesungguhan dari semua pemangku kepentingan terhadap pentingnya ketersediaan bahan pangan yang mencukupi serta upaya pembangunan pertanian yang intensif. yaitu 13. Sektor Kehutanan dan Perkebunan 2.675.70 Ha. Kehutanan Luas wilayah hutan yang terbesar atau hampir 87% dari total wilayah hutan di Provinsi DIY terdapat di Kabupaten Gunungkidul seluas 41.221. faktor penting lain yang berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut adalah adanya semangat dan partisipasi masyarakat petani yang sangat besar dalam pembangunan pertanian.2. hutan rakyat seluas 28. akasia.599. terutama jati. dan kayu rimba seluas 8. 2.23 Ha .3.80 Ha. Lahan milik penduduk yang pada umumnya dengan luasan kecil dan kondisinya kurang subur. Hutan rakyat di Kabupaten Gunungkidul pada umumnya adalah hutan produksi dan berperan dalam peningkatan 20 . Pengelolaan hutan negara diarahkan lebih pada fungsi konservasi sehingga memiliki peran sangat strategis untuk mendukung ekonomi wilayah. diolah. Lebih dari 25 desa dari 144 desa yang ada di Kabupaten Gunungkidul. ekowisata. Gunungkidul.5 Ha. yang terdiri dari hutan pendidikan atau penelitian ”Wanagama” seluas 622. Secara rinci.25 Ha. kehidupan penduduknya bergantung pada pengelolaan hutan.2. pusat pendidikan. telah membuat lahan kawasan hutan menjadi sasaran untuk digarap sebagai penopang kebutuhan hidupnya.

750 2.676 8. 21 . bambu. sonokeling. sonokeling.585.739. 5 Bambu g 0 0 0 n. dan sebagainya.000 216.312 ton atau turun 6.3.031.961 278. Dari hutan rakyat itu pula beberapa komoditas perkebunan dapat dihasilkan seperti kelapa. dan arang.7.11 0 2. Produksi tembakau dari 166. 1.74m3.110. dengan beberapa hasil komoditas kehutanan seperti kayu jati.pendapatan masyarakat sekaligus lapangan pekerjaan bagi masyarakat pedesaan. Gunungkidul.810 2009 83.11ton.848. Di sisi yang lain. Untuk produksi Kakao dari 373. bambu naik 85.91%.947. Dari hutan rakyat ini berbagai potensi kehutanan dan perkebunan dapat dikembangkan. yang memiliki arti penting bagi perolehan pendapatan asli daerah.884.601 786. sasaran usaha rehabilitasi lahan kritis terutama ditujukan pada lahan pekarangan milik penduduk.114.063. Untuk jati naik 55.477. dan sebagainya.51%.000 2.602 ton atau naik 1. yang dikenal dengan istilah hutan rakyat.567 6 Arang ton Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.608.400 1. akasia.675 batang. Komoditas yang paling besar produksinya adalah jati.224. mahoni. Komoditas kehutanan yang dihasilkan di Kabupaten Gunungkidul antara lain jati. kakao. Selain itu.a. Pada tahun 2009 setiap komoditas mengalami peningkatan produksi yang cukup signifikan.02 3 3. Pada tahun 2009.720 84. Perkebunan Selama kurun waktu tahun 2005-2009 produksi komoditas perkebunan mengalami fluktuasi produksi yang beragam. Di satu sisi.44%. Untuk Mete produksinya mencapai 561. 2.043. akasia naik 26.497.368.578. Data selengkapnya disajikan pada Tabel 2.081.5 45 6.00 192.397.6 Produksi Komoditas Kehutanan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 No 1 2 3 4 Komodit as Jati Mahoni Akasia Sonokelin g Satu an m3 m3 m3 Produksi 2005 86.791.837 4.67 0 3.579.395. keberadaan hutan negara di Kabupaten Gunungkidul berkaitan dengan upaya pemerintah untuk menghijaukan kembali lahan kritis yang ada di wilayah ini. Tabel 2.0 00 218.2.870 ton menjadi 308. mahoni. setiap komoditas mengalami perubahan produksi yang berbeda-beda. jambu mete.a. akasia.2.125 m3 batan 54.55%.84m3.089 2008 28. diolah. dan bambu.12m3.337 1.670. mahoni naik 3.721. Secara rinci untuk produksi Kelapa dari 7. tembakau.142. bambu.4.291 ton atau turun 3.341 27. sonokeling naik 570.00 0 2007 55. hutan negara itu sejak lama merupakan hutan produksi yang menghasilkan komoditas kehutanan.323 ton menjadi 7.388 186.481.674 ton atau turun 17.633.100 ton naik menjadi 168.213.00 0 9. keberadaan hutan negara di Kabupaten Gunungkidul memiliki peranan dan kedudukan yang penting dan unik.22 3 2006 50.30m3. Selain hutan negara. Kenaikan produksi tersebut dapat dilihat pada tabel 2.291. dan arang naik 32.00 n.87 4 6.207. akasia.00 499.215 ton menjadi 541.

dengan 19 desa pesisir.28 8 30. TPI Ngandong. (Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.083 245. Pantai Ngrenehan.09 (28. Tabel 2.000 150.291 Kakao 130. Panggang. cekdam. Hasil perikanan tangkap sepanjang tahun 2005-2009 tertinggi berhasil dipanen sebanyak 1.500 (49.31 Kelapa 32 00 79 23 2 2. Tepus. sungai. Saptosari.91 1.602 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.943 79.66) 671.43 2.3.691.730. Gunungkidul).346.177 193.579. Tanjungsari. TPI Baron.68) Produksi 2007 2008 1.3.020 (12) 823.56 0 33 3. Pantai Kukup.364.345 48.0 22 (5) 640 (97) 527.119.0 00 15 3.N o 1 2 3 4 2.379.674 Tembakau 366.350 5. TPI Drini. Pantai Ngobaran.0 71 212 3. dengan panjang pantai 70 km. dan tempat pelelangan ikan (TPI dan sub TPI) sebanyak 8 unit (TPI Sadeng.56 km2.12 0 158.779.490. Pantai Krakal. Pantai Drini.75 8. dan TPI Gesing). Pantai yang telah dikembangkan menjadi objek wisata meliputi Pantai Sadeng.90 7 1. 22 .236 561. Tabel 2. Luas kolam air tawar 3.7 7.691. diolah.90 0 2006 591.910 ton pada tahun 2007.40 0 (4.870 308. diolah.156 80.7 Produksi Komoditas Perkebunan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 Produksi (ton) Komodita s 2005 2006 2007 2008 2009 8.100 168. TPI Siung.0 5.215 541. Pantai Sundak. perairan umum (telaga. laut juga memiliki potensi perikanan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.87 998. yaitu kecamatan Purwosari.471.850 502 265. Adapun pangkalan pendaratan ikan sebanyak 8 unit.59 2009 1.8 Perbandingan Produksi Perikanan 2005-2009 N o 1 Komoditas Perikanan Tangkap (Ton) Pertumbuhan (%) 2 Perikanan Budidaya (Ton) Pertumbuhan (%) Benih ikan BBI dan UPR (ekor) Pertumbuhan (%) Ikan hias (ekor) Pertumbuhan (%) Rumput laut (Ton) Pertumbuhan (%) 2005 617.290 373.750 159.3 Mete 715.500 583. Sedangkan jumlah kecamatan pesisir sebanyak 6 kecamatan. Pantai Baron.450 (10) 280. Disamping potensi wisata.40 0 (9. dan genangan air) seluas 904 ha.45 1.1 0 46 186. dan Girisubo.62 3 4 5 Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul.17) 207.101 193. Sektor Perikanan dan Kelautan Luas wilayah perairan laut (0-4 mil dari garis pantai) yang dimiliki Gunungkidul adalah 518. dan luas tambaknya 20 ha. TPI Ngrenehan.45 7. Sebagian besar pantai di Kabupaten Gunungkidul merupakan pantai karang yang curam. pelabuhan pelelangan ikan 1 unit.165 00 479. dan Pantai Wediombo.1 62 20.869. TPI Nampu.1 16 20.217.100 ha. Pantai Sepanjang.110.864 166.6 7.3 7.06) 371.399. Gunungkidul. Pantai Siung.

708 29.178 0. Sektor Peternakan Produksi di sub sektor peternakan dari tahun 2005-2009 menunjukkan perkembangan yang positif.850 Babi 33 54 72 67 156 Ayam Buras Ayam Ras Petelur Ayam Ras Pedaging 1.259 207.210 16. 2.345 26.573 6.9 Produksi Perikanan Darat (Budidaya) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 No.35 5 26.334 260.033.89 122.912 17.321 44. Tabel 2.53 8 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul.997 12.35 109.010.293 136.900 15.400 111. Berdasarkan penilaian dari berbagai pihak menyatakan bahwa bahwa Gunungkidul adalah gudang ternak dan budaya masyarakat petani untuk memelihara ternak turut memberikan andil dalam peningkatan populasi ternak.137 476.702 161.553.95 150.471.47 5 1.093 90.155 2009 14.000 10.200 28.7502 1 6 6 9 Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul.808 4. Tahun 2010.3.75%.587 27.678 708.4456 48.819 682.130 10.421 3 2 Sapi Perah 6 7 7 Kambing 137.795 433.981 22. Tabel 2.463 12.950 715.4461 79.Produksi perikanan tangkap selama kurun waktu 2005-2009 mengalami perubahan yang berfluktuasi.340 8 2 Domba 12.850 149.6 98 150.116 ton atau naik 20.866 33.177 1.358 44.093 0.595 5.604 0.90 7 2006 Produksi (Ton) 2007 2008 26.583 371.189 ton atau meningkat 48.4.529 6.884 79.985 12.747 1.205 13.146 ton naik menjadi 1.514 45.935 158.4329 80.288 30.8 31 2.447 43.575 1. Produksi tahun 2008 yang mencapai 1. Untuk perikanan darat atau budidaya selama tahun 2005-2009 terjadi kenaikan produksi setiap tahunnya.238 11.648 998.886 337.913 147.448 115.175 671. 23 .080 468.150 884.54 6 92.203 2.4 18 87.943 10. Pada tahun 2009 terjadi kenaikan produksi sebesar 327.098 4.397 11.57 128.87% pada tahun 2009.581 12.842 43. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis Ikan Udang Vannamei Mas Tawes Nila Mujair Lele Gurami Bawal Tawar Ikan Lain Jumlah Pertumbuhan (%) 2005 21.217.10 Perkembangan Populasi Ternak di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 Tahun (Ekor) Jenis Ternak 2005 2006 2007 2008 2009 Sapi Potong 111.400 12.025 6.443 5.

3 20 2.600 Sumber : Dinas Perindagkoptam Kab.409. Tahun 2010. Koperasi. dan pertambangan serta keberadaan industri ini hampir merata di semua kecamatan di Gunungkidul.175.Sedangkan data untuk pembibitan ternak dapat dilihat dari realisasi Inseminasi Buatan (IB) dan jumlah kelahiran. 24 . Sektor Perindustrian Berdasarkan data terakhir perkembangan industri kecil dan menengah di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami peningkatan. Menengah c.940 13.554 49. Korea. dan Pertambangan 2. sebagaimana pada tabel.515 18.000 6 495.379. Besar dan Tenaga Kerja a. dan Besar a. Tabel 2. 2009 (diolah) Industri kerajinan di Gunungkidul memiliki pasar ekspor dengan tujuan Perancis.5.964.12 Data Industri Kecil Menengah diKabupaten Gunungkidul 2.815.235 2 Sapi Perah 3 Kerbau 4 Kambing/Domba Jumlah 12.548 60. Nilai Investasi (Rp) Perdagangan Kecil.216. Yunani. Nilai Produksi (Rp) d.258 77 43 3.125 11. Besar Perusahaan Sedang. Singapura.242 46. kehutanan. Gunungkidul.527 99.680 104 58 3.308 42.400.11 Sektor Perindustrian. Jumlah Perusahaan Industri Sedang/Besar b.771 62.876 54. Menengah. disajikan pada tabel sebagai berikut : Perkembangan Inseminasi Buatan dan Jumlah Kelahiran Ternak di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 TAHUN No Uraian 2005 2006 2007 2008 2009 Realisasi Inseminasi Buatan (Dosis) 1 Sapi Potong 43. Perdagangan. 3.068 2 Sapi Perah 3 Kerbau 4 Kambing/Domba 38 50 58 192 276 Jumlah 43. 494 75. 6 495.261. Tabel 2.954 159.434.500 6 485. Jumlah Tenaga Kerja (Org) 2007 12.277 21.1.125 11. 506 47. 815 TAHUN 2008 19.3.684 54.791. Industri kecil dan mikro ini berbasis pada hasil pertanian.612 49.121.277 21.940 13.387 168. No 1 Jenis Industri Kecil Menengah a. Kecil b.3.918 46.344. dan Australia. 900 73.344 Jumlah Kelahiran (Ekor) 1 Sapi Potong 12. Tenaga Kerja (Orang) c.292 46.046 48 29 3. Unit Usaha b.235 Sumber: Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul.4 00 2009 19.5.270 42.515 18.

Kecenderungan lesunya perdagangan lokal maupun ekspor terutama komoditas industri kecil/menengah di gunungkidul saat ini karena adanya kebijakan pusat mengenai perubahan ekonomi global dan dengan adanya Asian Free Trade Area (AFTA) China. dan distribusi dan transportasi (3. sedangkan kita belum bisa memodifikasi bahan baku lokal menjadi bahan/hasil dengan kualitas prima/ekspor dalam merebut pasar lokal maupun mancanegara. sosial dan politik.954 25 . perkebunan. Politik dan keamanan di Kabupaten Gunungkidul relatif kondusif sehingga masalah pilitik dan kemananan bukan lagi menjadi faktor utama dalam perdagangan dan perekonomian baik lokal. pertambangan.2. Pasar Lokal c.053 59. 2. 16. Pengusaha Kecil Menengah. Sektor Aneka Industri * Jumlah PKM * Jumlah tenaga kerja b. dan lain-lain. Belum siapnya sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam menangkis produk China dengan harga murah. lainnya (10. Hipermarket Pengusaha Kecil Menengah (PKM) dan Tenaga Kerja : a.7%). Sektor Perdagangan 2007 94 46 20 TAHUN 2008 84 40 31 2009 84 40 31 - 2. Karena itu pemulihan dan peningkatan ekonomi tidak dapat dilakukan sematamata oleh kegiatan ekonomi tetapi harus ditunjung oleh bidang yang lain khususnya politik dan keamanan. maka perlu disusun suatu langkah strategis bertahap yang mampu mengembangkan IKRT agar mampu menyokong dan meningkatkan pertumbuhan PDRB dan menyerap tenaga kerja. dan Ekspor/Impor di Kabupaten Gunungkidul No 1 Jenis Sarana Perdagangan a.13 Data Sarana Perdagangan. permodalan (38.146 19.5%). Tabel 2. Pasar Swalayan e.5. IKRT Kabupaten Gunungkidul dalam kegiatan produksinya mengandalkan atau memanfaatkan potensi sumber daya lokal seperti produk-produk pertanian.3. bahan baku (3. maupun mancanegara. Melihat pentingnya IKRT bagi Kabupaten Gunungkidul dalam berbagai hal dan masih banyaknya masalah terkait IKRT di Kabupaten ini.548 60. Sektor Perdagangan Beberapa kurun waktu lalu perekonomian nasional menunjukan kondisi buruk dengan tingkat kepercayaan semua pihak yang hampirhampir hilang. Tingkat kepercayaan yang rendah itu telah menjadi ancaman yang serius di bidang ekonomi.Permasalahan utama yang dihadapi oleh Industri Kecil Rumah Tangga (IKRT) adalah masalah pemasaran (44%). nasional.954 19.1%).548 60.7%). Pasar Tradisional b. Pasar regional d.

Negara Tujuan 2007 3. Gunungkidul.24 25.4. Sektor Koperasi Koperasi pada saat ini cenderung melemah dan lesu karena greget dari pemerintah pusat terhadap koperasi kurang terasa.633 19.3. Sektor Pertambangan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1980 tentang penggolongan bahan-bahan galian membagi bahan galian menjadi 26 . Hal ini bukan berarti pemerintah saat ini tidak mengedepankan koperasi akan tetapi karena kebijakankebijakan perekonomian global seperti halnya AFTA China dan lain sebagainya. yang 30% diantaranya mengalami stagnan bahkan matisuri Adapun data jumlah koperasi yang menjalankan Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah sebagai berikut : Tabel 2.45 30. 2009 (diolah) 2. Padahal koperasi mempunyai kebijakan mengedepankan asas kekeluargaan sehingga dalam bersaing terutama diluar koperasi bahkan ke tingkat mancanegara perlu pembenahan dan peningkatan sumber daya manusia.3. Eksport 1.913 31.831 34. Sampai saat ini koperasi di Gunungkidul berjumlah 240 koperasi.636 17. tidak seperti pada masa-masa orde baru.5. Sumber : Dinas Perindagkoptam Kab. Volume 3.48 17. Gunungkidul.540 32.108 15. Komoditi 4.3.No Jenis * Jumlah PKM * Jumlah tenaga kerja Eksport/ Import a.674.500 5 10 3. Nilai 2.697.50 0 5 8 2009 5.5 00 5 10 TAHUN 2008 3.14 Data Koperasi Yang Melaksanakan RAT Tahun 2009 Persen Jenis Koperasi Koperasi RAT (%) KPRI 52 51 98 KOPABRI 2 2 100 KOPKAR 10 4 40 KUD 16 15 94 Koperasi Tanaman Pangan 44 27 61 Koperasi Peternakan 6 2 33 Koperasi Perikanan 1 Koperasi Pondok Pesantren 11 3 27 Koperasi BMT 14 13 93 Koperasi Pasar 4 1 25 Koperasi Simpan Pinjam 15 15 100 Koperasi Pendidikan 6 3 50 Koperasi Industri Kerajinan 5 5 100 Koperasi Serba Usaha 43 21 49 Koperasi Angkatan Darat 1 Koperasi Wanita 9 6 67 Koperasi Pemuda 1 Koperasi Sekunder JUMLAH 240 168 70 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Sumber : Dinas Perindagkoptam Kab. Tahun 2009 (diolah) 2.5.

193.229.24 42. 2.867.55 1.058. golongan (c) yaitu yang tidak masuk dalam golongan a dan b.00 0 9.231 1.50 0 2.223.017.881. tebing. batu gamping berlapis (kalkarenit). 30 2.231 1.49 1 3. Tabel 2.058.923 2.193.018. andesit. Wediombo. 11. 9.167 3.267.972.258.686.307. 2. Baron. itupun belum optimal dikembangkan karena belum ada investor yang menanamkan modalnya di bidang pariwisata. telusur goa.760. Batu Setengah mulia 38.290. 8.000 1. 7. Krakal.159.571.007. 2009 (diolah). 6.686. Wisata budaya terfokus pada budaya peninggalan situs-situs dan budaya adat turuntemurun seperti rasulan dan bersih desa.926. karst.167 15.018.231 1.107 308.250 Kelompok Tras Lempung Hasil Pelapukan Batu Gamping 13.864.491 3.881.95 1 3.710 1.069 2009 83. JENIS Batu Gamping Terumbu Lunak/Keprus Batu Gamping Terumbu Keras/ Bedhes Kalsilutit Kalkarenit Breksi Batu apung Batu Pasir Tufan Andesit Breksi andesit Pasir Urug Batu Pasir 2007 83.777.548. pasir kuarsa.018.000 14.250 Trass Sumber : Dinas Perindagkoptam Kabupaten Gunungkidul.284 17.877.000 38.686.55 1. 4.017.571.045.000 3.045.34 17.6.569.3.972.00 0 9.050. gunung. golongan (b) yaitu bahan galian vital. Sektor Pariwisata Pengembangan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul masih tetap mengandalkan wisata budaya dan wisata alam. sedangkan wisata alam berupa pantai. maupun hutan. kalsit.000 1. Pasir Kwarsa 3.007.15 Jumlah Produksi Bahan Galian/Tambang dengan Satuan M3 No 1. Pengusahaan sektor pertambangan di Kabupaten Gunungkidul selain diusahakan oleh sektor swasta.70 6 7. batu gamping terumbu lunak.571. kaolin.777. zeolit.000 1.107 308. 12.058.tiga golongan yaitu: golongan (a) yaitu bahan galian strategis. breksi batu apung.80 4 7.476 7.069 38. sebagian masih merupakan usaha pertambangan rakyat yang diusahakan secara berkelompok dan belum terorganisasi dengan baik. 3.050.017.9 9 2.268.229. Kawasan wisata Kabupaten Gunungkidul tidak kalah menarik dengan Pulau Bali seperti kawasan pantai yang berpasir putih.8 50 42. 5. dan batu setengah mulia (kalsedon).267.250 411.229.223. Potensi pertambangan yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul berupa bahan galian golongan C meliputi batu gamping terumbu keras.193.3 4 17.972.290.777. dan lain-lain .107 308.56 0 2.307. 10.632.914. dan Sadeng.167 411. hanya 27 . tras.007. goa.069 TAHUN 2008 83.050. Kukup.045.8 50 42.560 2. Lempung Hasil Pelapukan 411.26 8. batu pasir tufan. wisata khusus panjat tebing.000 9. Baru sebagian kecil kawasan wisata di Kabupaten Gunungkidul yang telah di kelola seperti Pantai Ngrenehan.290.421.

279 12. 1 2 3 4 5 Obyek dan Daya Tarik Wisata Pantai Goa Situs Sejarah Hutan Pegunungan Karst Jumlah Sudah Berkemba ng 5 1 6 JUMLAH Sedang Berkemba ng 3 3 3 1 10 Belum Berkemba ng 12 21 27 60 TOTAL 20 24 3 2 27 76 Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010.511 17. swasta dan masyarakat.17 Jumlah Pengunjung Objek Wisata Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005 -2009 POS WISATA BARON TEPUS PULE GUNDES NGRENEHAN WEDIOMBO 2005 213. diolah Kenaikan jumlah pengunjung pada objek wisata pantai juga diikuti oleh kenaikan pendapatan objek wisata sehingga dari tahun ke tahun pendapatan pariwisata mengalami peningkatan yang signifikan seperti pada tabel dibawah : Tabel 2. wisata petualangan.42 2 18.122 8.27 6 12.951 8.548 7.16 Kondisi ODTW di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 No.013 2008 351.049 14.64 8 8.079 15.912 14.795 28 . dunia perguruan tinggi.62 3 6.457 12.710 15.561 8. juga dapat menjadi potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata minat khusus seperti wisata alam. untuk mewujudkan kawasan wisata yang terintegrasi dan berwawasan budaya.839 NO 1 2 3 4 5 2009 430.955 12. Kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul yang merupakan kawasan karst terpanjang dan terunik di dunia.033 TAHUN 2007 245. Akses untuk menuju obyek daya tarik wisata Kabupaten Gunungkidul memang sangat perlu dipikirkan dan dikemas secara maksimal untuk meningkatkan dan mempermudah kunjungan wisata.096 18. dan wisata ilmiah.199 20.902 20.saja masih terkendala pada akses jalan.350 2006 163. lokasi yang jauh dan berkelok-kelok sehingga kedepan pemerintah daerah perlu merencanakan pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Gunungkidul. Potensi dan kondisi Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) di Kabupaten Gunungkidul dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 2.956 12. Sehingga dalam pengusahaannya diperlukan manajemen yang bersinergi antara pemerintah.

500 00 764.085 426.000 00 14.595.5 SIUNG 6.544. utara maupun selatan dan melihat potensi yang ada serta didukung oleh kekuatan hukum yaitu 29 .438.23 309. Paliyan Desa Wiladeg. GK Bangsal Sewoko Projo malam Jumat legi Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. 000 60.831. Karangmojo Desa Girisekar.935 9.586 5.603. Kegiatan Sedekah Laut Pantai Baron Sedekah Laut Pantai Kukup Sedekah Laut Pantai Sadeng Upacara Cing-cing Goling Pembukaan Cupu Panjala Nyadran Gunung Gambar Nyadran Wonosadi Bersih Desa Gubug Gede Bersih Desa Karangrejek Upacara Ngalangi Babad Dalan Sodo Upacara Bersih Desa Wiladeg Hari Jadi Kab. 0 500 18.817. 2010 Dalam rangka pengembangan pariwisata kedepan yang lebih optimal lagi perlu dikembangkan sesuai arah koridor pintu masuk ke Gunungkidul baik lewat timur.5 45 12.320.00 0 TAHUN (Rp) 2007 2008 807.710.631.614.5 13.5 00 27.66 9 2 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Desa Jurangjero Kec. Kec.500 11. 13.110.357. Ngawen Desa Beji.715. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10.00 46.547.264.877.388.713.000 00 12.266.628.5 PULE GUNDES 00 11.50 TEPUS 0 24.581. 0 500 16.298.5 JUMLAH 77 00 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata POS WISATA 2005 656.5 00 00 31. 11.293 9.843 5.370. Girisubo Desa Sodo.39 9 209. Kec.00 9.5 SADENG 0 00 4.327 8.8 604.0 WEDIOMBO 9. Pantai Kukup Pantai Sadeng Desa Gedangrejo. Desa Jepitu.393.000 0 41.726.000 15.642.540.19 Kegiatan Rutin Kebudayaan dan Pariwisata di Kabupaten Gunungkidul No.000 24.5 NGRENEHAN 00 17.00 62.500 2009 1.5 1.5 1. Panggang Desa Kampung.0 1. Kec. 12.917.694 271.155. barat.370. Karangmojo Bangsal Sewoko Projo Kab.450 3.50 0 49.383.987.674.000 68. Gunungkidul. Gunungkidul Pentas Karawitan Tempat Pantai Baron.697. Kec.658 529.500 00 6.974. Kec.029.919.047. Tahun 2010 Tabel 2. Kec. Wonosari Pantai Wediombo. 14.3 21 7.6 7 SADENG SIUNG JUMLAH 11.0 20. 00 00 500 Kabupaten Gunungkidul.000 25.50 0 15.00 21.000 7.608.000 935.589.18 Jumlah Pendapatan di Objek Wisata Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005 -2009 N O 1 2 3 4 5 6 7 2006 515. Ngawen Desa Ngalang.009 2.131. Gedangsari Desa Karangrejek. 2010 Tabel 2.917.094.0 BARON 00 21.281.

002 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Girisubo yaitu sebesar 252 jiwa/km2 (Sumber: BPS Kab.61 Perempu an 345.29 49. Gunungkidul Dalam Angka. Gunungkidul Dalam Angka 2009.22 51. Gunungkidul (proyeksi SUPAS 2005). Komposisi tersebut ditunjukkan dengan rasio jenis kelamin yang pada periode tersebut berkisar antara 95 sampai 97.703 335. Tabel 2.013 334.48 % merupakan penduduk usia produktif. jumlah penduduk perempuan dari tahun 2005 sampai 2009 selalu lebih tinggi dari pada jumlah penduduk laki-laki.20 Jumlah Penduduk Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005-2009 N o 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah Penduduk 681.78 48.554 683. 2.71 50.Peraturan Daerah di bidang kepariwisataan sehingga akan membuka peluang bagi investor untuk menanamkan modal secara legal dan jelas.411 335. sekitar 66.759 353.929 335.88 51.12 48.1.740 349.519 % 49. Berdasarkan kelompok umur penduduk. Kependudukan Jika dilihat dari komposisinya. 2009).210 686.443 685.145 Laki-Laki 335. sedangkan sisanya adalah kelompok umur muda dan umur tua yang secara teori menjadi beban kelompok usia produktif.95 48.4.772 688.799 351. Diagram 2.626 % 50.05 51.625 347.39 Sumber : BPS Kab. Gunungkidul.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan jenis kelamin (dalam %) 30 . Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2007 adalah 461 jiwa/km2 dan tahun 2008 sebesar 462 jiwa/km2 yang tersebar di 18 kecamatan dan 144 desa dengan kepadatan tertinggi dikecamatan Wonosari sebesar 1.4 Sosial dan Budaya 2.

210 2008 47.69% SMU/SMK dan hanya 0.255 44. Untuk menggambarkan kondisi pendidikan Kabupaten Gunungkidul dapat dilihat dari beberapa indikator tingkat 31 .778 49.247 683.882 38. Data diolah.946 32.145 Sumber : BPS Kabupaten Gunungkidul.475 42.2. Gunungkidul Dalam Angka 2009 Tabel 2.389 2007 41.289 50.287 44.409 44.03% lulus SLTP.550 45.554 2006 48.12 48.60 50.075 685. 2.920 38.737 38.900 119.590 54.077 47.696 45.848 36.206 59.235 45.937 48.041 53.528 52.29 49.39 51.573 39.649 42.730 32.97% tamat Sekolah Dasar. 9. Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 62. oleh karena itu pembangunan di bidang pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan.008 688.887 49.825 41.95 48.701 50.178 49.88 51.21 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2005 – 2009 Kelompok Umur 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 + JUMLAH TAHUN 2005 40.61 40 Laki-laki 20 Perempuan 0 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber : BPS Kab.4.658 43.935 46.123 39.346 43.984 46. peningkatan mutu yang relevan dengan kondisi dan dinamika yang ada.393 47.71 50.218 129.22 49.385 68.484 50.78 48. Berdasarkan tingkat pendidikan.827 44.458 58.234 135.502 49.719 50. untuk mewujudkan efisiensi manajemen pendidikan.124 51.754 52. sebesar 18.911 49.276 51.99% belum pernah mengikuti pendidikan formal (tidak pernah bersekolah).723 52. 8.772 2009 44.646 681.218 114.843 50.143 48.239 47.536 42.218 686.246 52.05 51.32% yang memiliki ijazah Diploma dan Perguruan Tinggi.143 49. Gunungkidul (proyeksi SUPAS 2005).984 139.508 40.398 44.089 40.623 49.900 32.

09 88.5 2006 2007 2008 2009 Diagram 2.67 %.69 88.5 76 75.70 %.5 2006 2007 2008 2009 Diagram 2.96 74.5 75 74.26 87 Sumber : Dinas Dikpora Kab.5 73 76.68 73.68 % pada tahun 2009.36 % pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 menjadi 48.22 Sumber : Dinas Dikpora Kab.22 % pada tahun 2007 menjadi 76. 2010 72.09 % dan tahun 2008 menjadi 88.5 88.71 36. Gunungkidul.67 32 .69 %. Angka Partisipasi Murni (APM) penduduk usia SD+MI di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2007 sebesar 87.partisipasi sekolah. 2010 86. Diagram 2. sedangkan tahun 2009 sebesar 88.5 Perkembangan APM SMP Tahun 2006-2009 77 76.4 Perkembangan APM SD/MI Tahun 2006-2009 89 88.5 74 73.65 76. Begitu pula dengan APM SLTA dari 39.71 % menjadi 42.7 87. Peningkatan APM untuk tingkat SD+MI diikuti meningkatnya APM untuk tingkat SLTP+MTS maupun SLTA. Gunungkidul.36 48.33 42.5 88 87. APM SLTP meningkat dari 74.6 Perkembangan APM SM / MA Tahun 2006-2009 60 50 40 30 20 10 0 2006 2007 2008 2009 39.65 % pada tahun 2008 dan menjadi 76.

Berikut disajikan data gedung sekolah yang rusak menurut jenjang pendidikan dengan klasifikasi rusak berat. 2007. Gunungkidul. rusak sedang dan rusak ringan. Gunungkidul. 2010 Perkembangan rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf penduduk Kabupaten Gunungkidul relatif lambat. dan pada tahun 2006. sebagaimana disajikan pada tabel 2.6 tahun. dan 2008 tidak mengalami peningkatan atau tetap sebesar 7. pada tahun 2008 sebesar 84.7 Perkembangan Angka Melek Huruf Tahun 2006-2009 160000 140000 120000 100000 80000 60000 40000 20000 2005 2006 2007 2008 142.206 44.69 tahun. 2010 189 2010 Penyelenggaraan pendidikan tidak terlepas dari kondisi sarana dan prasarana pendidikan yaitu gedung sekolah. Tabel 2.429 2009 0 Sumber : Dinas Dikpora Kab.227 47.Sumber : Dinas Dikpora Kab. Hal tersebut terjadi karena hasil pembangunan di bidang pendidikan tidak bisa dirasakan secara instan sementara sebagian besar penduduk yang buta huruf termasuk dalam usia tua. Dengan angka melek huruf yang relatif stabil dan meningkat tersebut bukan berarti proses pembangunan di bidang pendidikan tidak mengalami kemajuan.22 Data Gedung Sekolah Yang Rusak Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005 – 2010 N JENJANG O PENDIDIKAN 1 TK Rusak Berat Rusak Sedang Rusak Ringan 2 SD Rusak Berat Rusak Sedang Rusak Ringan 2005 0 0 0 0 43 0 2006 0 6 3 197 22 36 TAHUN 2007 2008 0 2 4 119 19 0 0 4 3 0 1 0 2009 0 0 8 160 0 0 JUMLAH 0 12 18 476 85 36 33 . sedangkan pada tahun 2009 sebesar 7. Begitu pula dengan angka melek huruf.50 %.22.51 %.175 11.986 39. tercatat 84. dan pada tahun 2009 sebesar 84.5% pada tahun 2006. Diagram 2. Ratarata lama sekolah pada tahun 2005 sebesar 7.6 tahun.

Kesehatan Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran. Tahun 2010.3.1 0 70.0 0 70. Pemuda dan Olahraga Kab. Gunungkidul. Tabel 2. Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul secara berkesinambungan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat.9 0 68. kemauan. Gunungkidul.44 72.9 0 200 7 70.90 110 66. Tabel 2.4. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Tahun 2010. Gunungkidul 2.9 0 200 8 70.23 Data Ruang Kelas Yang Rusak Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005 – 2009 N O 1 2 3 4 JENJANG PENDIDIKAN SD SMP SMA SMK 2005 85 14 7 5 TAHUN 2006 2007 2008 662 409 424 248 233 73 53 47 15 75 51 9 2009 475 20 11 n/a Sumber: Dinas Pendidikan. DIY 3. Nasional Angka Kematian Ibu (AKI) 1.3 SMP Rusak Rusak Rusak 4 SMA Rusak Rusak Rusak 5 SMK Rusak Rusak Rusak Berat Sedang Ringan Berat Sedang Ringan Berat Sedang Ringan 9 5 0 0 0 5 0 0 6 156 88 0 2 2 9 9 3 8 83 161 0 0 9 8 4 10 8 20 53 0 0 8 0 0 4 0 8 3 10 0 7 0 0 0 0 276 310 10 2 26 22 13 17 22 Sumber: Dinas Pendidikan.24 Indikator Derajat Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2004 – 2009 TAHUN NO.9 3 2009 70. Pemuda dan Olahraga Kab.80 200 6 70.7 9 74.15 *) 71. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.5 0 66.37 66.6 0 72.5 0 72.3 0 72.88 74. 2. Gunungkidul 2005 70.00 2 46. 1 INDIKATOR Umur Harapan Hidup (UHH) 1.7 5 74.93 104*) 34 .

4 17 27 4. Nasional 3 Angka Kematian Bayi (AKB) 1.5 tahun). *) angka proyeksi.000 Kelahiran Hidup) Nasional.62 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2009 melampaui target nasional (< 26 per 1000 kelahiran hidup) dan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 66. yang bisa dilihat dari beberapa indikator antara lain Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 10.88 pada tahun 2009 (angka nasional mencapai 70. AKI dan AKB walaupun telah melampaui target nasional. Diagram 2.62 17 26 Sumber : BPS.79 tahun dan 70.7 19 32 6. Upaya kesehatan menunjukkan kinerja yang semakin baik.93 per 100.36 17 27 201*) 10.000). Dinkes Kabupaten Gunungkidul.7 pada tahun 2005 menjadi 4.8 Perbandingan Angka Kematian Ibu (per 100. namun capaiannya masih termasuk rendah di kawasan Asia Tenggara. DIY dan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2004 – 2009 35 .000 kelahiran hidup pada tahun 2009 (telah melampaui angka nasional sebesar < 228 per 100.2. Sejalan dengan angka kematian bayi dan angka kematian ibu yang lebih rendah dari angka nasional. DIY 3. Gunungkidul 2. Nasional 267 107 247 105 228 104* ) 214* ) 6. Umur Harapan Hidup (UHH) tahun 2008 juga menunjukkan pencapaian yang lebih baik yaitu 70.6 18 28 10. Dinkes Propinsi DIY. DIY 3. dan cenderung menurun dengan stagnan.

9 2005 72. Upaya pencegahan dan pemberantasan DBD telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya melalui pengasapan (fogging) dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).71 11. dimana prevalensi status Gizi Buruk dan Gizi Kurang di Kabupaten Gunungkidul berturut-turut sebesar 0. 36 .81 12. Tabel 2. omega 3. dan lain-lain). Masalah gizi menjadi manifestasi berbagai masalah kematian ibu (anemia. Berdasar pemantauan selama lima tahun terkahir kasus DBD di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan kejadian yang fluktuatif terutama pada tahun 2007 terjadi kasus yang paling tinggi. asam folat. KEK WUS). Kasus penyakit ini selalu muncul dalam setiap tahun terutama pada musim penghujan dan puncaknya periode bulan Februari hingga April.6 2004 46. 6 dan 9.17 12. kecerdasan (Yodiol. Trend masalah gizi menurun. kematian bayi (BBLR).21 12. penyakit menular dan tidak menular.71% dan 11. kecacatan (kurang Zinc.69 200 8 0.9 2007 66.9 2006 114 110 107 307 267 247 DIY Nasional 228 214 104 201 104 105 72. walau masih terjadi di wilayah endemis dan daerah miskin. penyakit infeksi). Penyakit deman berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang secara kontinyu diwaspadai mengingat Case Fatality Rate (CFR) dan Insidensi DBD masih tinggi. 2010.95 2006 1. kematian balita (gizi buruk.9 2009 Prevalensi kekurangan gizi ternyata lebih rendah dari target angka nasional.1 8 2009 0. Penyakit menular masih merupakan ancaman potensial dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.18 13. vit A. sedangkan target nasional prevalensi nasional gizi kurang < 20% dan gizi buruk <1%.55 2007 1.25 Persentase Kasus Gizi Buruk dan Gizi Kurang Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005– 2009 TAHUN No 1 2 STATUS GIZI Gizi Buruk Gizi Kurang 2005 1.88 Sumber : Pemantauan Status Gizi. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. dan lain-lain).88% pada tahun 2009.Gunungkidul 350 300 250 200 150 100 50 0 38.93 2008 66.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Selain penyakit menular yang harus mendapat kewaspadaan agar tidak menjadikan ancaman yang lebih serius. yaitu adanya kecenderungan peningkatan kasus penyakit tidak menular terutama kelompok penyakit degeneratif. Diagram 2. ditandai dengan prevalensi CVD cenderung meningkat secara gradual sepanjang tahun. keracunan makanan. Chikungunya. flu burung. Range penyakit tidak menular juga meluas tidak hanya pada kelompok kaya dan usia tua.Selain penyakit DBD penyakit menular lainnya yang merupakan anacaman potensial adalah TBC (angka kesembuhan dan penemuan TBC masih rendah. Penyakit Cardio Vaskuler (CVD) menurut data Rumah Sakit tahun 1997 – 2009 menjadi penyebab kematian terbanyak. Data 10 besar penyakit di Puskesmas tahun 2006 hipertensi masih berada diurutan 8 namun pada tahun 2009 sudah diurutan 3. namun juga pada kelompok miskin dan usia muda. Tahun 2009 dari 375 kejadian kecelakaan lalu lintas 32 meninggal. dan HIV AIDS.9 Jumlah Kasus DBD Di Kabupaten Gunungkidul (periode bulanan) Tahun 2005– 2009 Sumber : Profil Kesehatan.26 Sepuluh Besar Penyakit di Puskesmas Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 37 . dan 360 luka ringan. Tabel 2. Disamping penyakit degeneratif yang perlu mendapatkan perhatian adalah kecelakaan lalulintas menempati urutan kedua penyebab kematian sesuai data 1994-2007 dan meningkat cukup besar. 146 luka berat.

Sampai dengan tahun 2009 jumlah Puskesmas di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 29 Puskesmas sehingga setiap 1 (satu) Puskesmas melayani 24. Namun demikian peningkatan kualitas dan kegiatan Posyandu 38 .186 orang.457 9 19 96 142 2007 2 16 13 108 29 1457 9 43 108 152 2008 3 16 13 108 29 1457 18 45 108 156 2009 3 16 13 108 29 1461 19 46 104 113 Sumber : Profil Kesehatan. sehingga perlu mendapatkan prioritas penangannya. 2010 Rumah tangga yang telah melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam tataran yang baik mencapai 22 %. Selain keberadaan Puskesmas.27 Jenis dan Jumlah Fasilitas Penunjang Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2005 – 2009 JENIS RS (Pemerintah dan Swasta) Puskesmas Rawat Jalan Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Pembantu Pos Bersalin Desa (Polindes) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Apotek Balai Pengobatan Swasta Dokter Praktek Swasta Bidan Praktek Swasta 2005 2 16 13 108 29 1.457 6 17 80 165 2006 2 16 13 108 29 1. seperti Posyandu telah merata menjangkau semua pelosok dusun dimana jumlah Posyandu pada tahun 2009 telah mencapai 1. Perilaku kesehatan mempunyai kontribusi yang besar dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat.No Nama Penyakit 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Commond Cold / Nasoparingitis akut Infeksi akut lain pada sel pernafasan bagian atas Hipertensi primer Gastristis Dermatitis kontak alergi Asma Nyeri Kepala Rheumatoid Arthitis Gangguan lain pada jaringan otot Batuk Sumber : Profil Kesehatan. Jumlah Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).461 Posyandu atau terdapat satu dusun yang mempunyai lebih dari 1 (satu) Posyandu. Akses pada pelayanan kesehatan di Kabupaten Gunungkidul ditandai dengan rasio Puskesmas per jumlah penduduk. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. 2010. untuk fasilitas penunjang layanan kesehatan di Kabupaten Gunungkidul bisa dilihat pada tabel berikut : Tabel 2.

88 Hidup (Tahun) 2 Angka Melek 84. mengingat ada kecenderungan kualitas Posyandu di berbagai wilayah desa.60 7.47 39 . Nilai reduction shorfall membandingkan nilai IPM pada tahun tertentu terhadap satu tahun sebelumnya atau beberapa tahun sebelumnya.2406.2406 masuk kategori ketimpangan rendah. IPM Kabupaten Gunungkidul masuk dalam kelompok “ menengah atas”. Meningkatnya ragam mata pencaharian penduduk pedesaan berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan sehingga kesenjangan pendapatan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan semakin menurun.70 621.31.32 76.60 Sekolah (Tahun) 4 Konsumsi Riil 615.harus diupayakan.4.67 617. tahun 2008 sebesar 70.0453 poin dari tahun 2007. Menurut kategorisasi. Rasio gini Kabupaten Gunungkidul tahun 2007 sebesar 0.2143.50 84. Tabel 2.75 70.25 76. Tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat Kabupaten Gunungkidul menurut kriteria Oshima dengan nilai 0. Nilai IPM Kabupaten Gunungkidul dari tahun 2008 tercatat 70. Meskipun hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan penduduk masih cukup rendah. Uraian 2006 2007 2008 2009 Komponen IPM 1 Angka Harapan 70.68.50 84.2596 atau lebih tinggi 0.60 7. sedangkan proyeksi untuk tahun 2009 sebesar 70.00 76.60 7.60 70.4.50 84.09 Perkapita(000R p) Indeks IPM 1 Harapan Hidup 76.67 624.51 Huruf (%) 3 Rata-rata Lama 7. Sedangkan tahun 2009 diproyeksikan gini rasio sebesar 0. Rasio gini Kabupaten Gunungkidul tahun 2008 tercatat 0.28 Indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2007 – 2009 Tahun No.00 sedikit meningkat dari nilai IPM Kabupaten Gunungkidul tahun 2006 dan 2007 yang masing-masing tercatat 69. namun tingkat ketimpangan distribusi pendapatan tahun 2008 lebih tinggi dari tahun 2007.79 70. 2.26 dan 69. yakni kelompok dengan nilai IPM berkisar antara 66 hingga 79. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai tolok ukur tingkat kesejahteraan masyarakat dari tahun 2005 sampai dengan 2007 mengalami peningkatan yang tidak begitu signifikan dan selalu menempati urutan ke-5 di Provinsi DIY. Kesejahteraan Sosial penurunan Salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan sosial antara lain melalui tingkat ketimpangan distribusi pendapatan penduduk atau rasio gini.

07 2009 73. Kemiskinan Tujuan pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.22 59. masih ada sebagian masyarakat yang kurang atau tidak bisa menikmati hasil pembangunan tersebut karena berbagai hal.No. 2.77 1.162 3.00 0.722 2008 2.286 6.55 60.55 Tahun 2007 2008 73.755 5.28 berikut ini : Tabel 2.495 7.769 5.168 6. Kemiskinan merupakan suatu kondisi dimana anggota masyarakat tidak/belum ikut serta dalam proses perubahan karena tidak mempunyai kemampuan baik dalam kepemilikan faktor produksi maupun kualitas faktor produksi yang memadai sehingga tidak mendapatkan manfaat dari hasil proses pembangunan.993 4. Angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul dengan pendekatan Rumah Tangga Sasaran menunjukkan bahwa pada tahun 2007 terdapat 95.08 69.31 1.722 rumah tangga miskin dan tahun 2008 menjadi 74. Tetapi seiring dengan kemajuan dan keberhasilan pembangunan.064 3.200 5.770 74.43 61.558 3.5.4.980 1.030 1.550 3.217 7.354 4.580 2.406 8.672 6.661 3.806 3.22 59.632 rumah tangga miskin.951 4.497 95.745 5.937 3.853 4. Angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul pada tiap-tiap kecamatan dapat dilihat pada Tabel 2.68 70.22 73.122 4.377 5. mereka adalah kelompok masyarakat miskin.202 6. 2009.2008 (Pendekatan Satuan Rumah Tangga Sasaran) No .035 5.02 Sumber: Buku Indeks Pembangunan Manusia Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul-BAPPEDA Gunungkidul.978 4.541 2.47 69.694 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kecamatan Panggang Purwosari Paliyan Saptosari Tepus Tanjungsari Rongkop Girisubo Semanu Ponjong Karangmojo Wonosari Playen Patuk Gedangsari Nglipar Ngawen Semin JUMLAH Tahun 2007 4.949 4.03 70.40 0.076 7.912 5.29 Angka Kemiskinan Tahun 2007 .632 40 . 2 3 Uraian Pendidikan Pendapatan IPM Reduction Shortfall 2006 73.

Sedangkan persentase penduduk miskin di Kabupaten Gunungkidul tahun 2006 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. hal ini disebabkan oleh dampak gempa bumi Yogyakarta pada bulan Mei Tahun 2006.250 165. Pembangunan akan disebut berhasil jika jumlah masyarakat miskin relatif sedikit dan mereka mampu mengakses kebutuhan dasar secara mudah dan murah. jaminan sosial. 2009.45 2007 158. Peningkatan akses pelayanan bidang kesehatan dapat dilakukan dengan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin.90 2008 157. Tahun 2008 persentase mulai turun sampai dengan 2.30 Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 – 2009 Garis Persentase Kemiskinan Pendudu Tahun Penduduk (Rp/Kapita/Bul k Miskin Miskin an) 2005 132.06 N o 1 2 3 4 5 Sumber : BPS Kabupaten Gunungkidul. Gunungkidul Dalam Angka 2008-2009. dan penyediaan air bersih bagi penduduk miskin. kesehatan.96 *) 2009 156.400 28. Dalam upaya penanggulangan kemiskinan melibatkan hampir semua SKPD. Selain 41 .995 194. Program dan kegiatan didesain sedemikian rupa sehingga keterlibatan masyarakat miskin semakin besar.132 191. yang pelaksanaannya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD.21 2006 147.520 25. penanganan masalah gizi buruk. *)Angka proyeksi Meskipun persentase penduduk miskin dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 mengalami penurunan. Dengan program semacam ini akan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat luas. Kebijakan yang dilakukan antara lain dengan cara peningkatan akses pelayanan pendidikan.94% dibanding tahun 2006. Peningkatan akses pelayanan pendidikan dapat dilakukan melalui kegiatan pemberian beasiswa bagi siswa miskin.152 192.071 173. misalnya melalui kegiatan padat karya diberbagai sektor.100 28. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Gunungkidul dari tahun 2005 sampai dengan 2009 dapat dilihat pada Tabel 2. namun masih diperlukan kebijakan pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan. dan air bersih bagi penduduk miskin serta perluasan lapangan kerja di berbagai sektor.567 24.29 berikut ini : Tabel 2. dan penyediaan sarana dan prasarana sekolah. penyediaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar.100 18. peningkatan pendapatan.Sumber: BPS Kabupaten Gunungkidul hasil PPLSE 2008.

4. Terbah. Hargomulyo. tsunami dan gelombang pasang. 1. Kecamatan Ngawen: Desa Jurangjero. Semoyo. Tepus. dengan tingkat resiko paling tinggi berada pada jalur sesar/patahan aktif. 3. Kalitekuk. dan Girisubo. 2. Kecamatan Nglipar: Desa Natah. Saptosari. Karangsari. Pundungsari. Kawasan rawan gerakan tanah dan longsor meliputi : 1. Ngalang.Kecamatan Nglipar : Desa Kedungkeris dan Katongan. Tegalrejo. 4. Panggang. Serut. Kemejing. f.Kecamatan Ngawen : Desa Watusigar. Saptosari. erosi dan sedimentasi. kegagalan teknologi. Sambirejo. e. Sampang. Pemerintah Daerah telah mengupayakan penanggulangan bencana baik pada saat pra bencana. 3. Rongkop. Rejosari. dan Kawasan rawan gelombang pasang dan tsunami meliputi kawasan pantai di Kecamatan Purwosari. tahun 2008 sebanyak 94 KK dan pada tahun 2009 sebanyak 110 KK. kecelakaan transportasi dan konflik sosial. Ngoro-oro. Bencana Alam Kabupaten Gunungkidul memiliki beberapa ancaman bencana yaitu: gempa bumi. Kawasan rawan angin topan di seluruh wilayah kecamatan. epidemi penyakit menular. Semanu dan sebagian Wonosari. banjir. kekeringan.Kecamatan Wonosari : Desa Gari dan Karangtengah. kejadian luar biasa. 4. Kawasan rawan gempa bumi di seluruh wilayah Kabupaten b. d. angin puting beliung.Kecamatan Karangmojo : Desa Bejiharjo 5. 2. Kedungpoh. Paliyan. Katongan. Panggang. Candirejo. Pada tahun 2007 jumlah korban bencana alam sebanyak 198 KK. Kecamatan Patuk: Desa Patuk. Tanjungsari. Pilangrejo. 2. c. Rejosari. Girisubo. tanah longsor. 42 . terjadi bencana.6. Kawasan rawan bencana alam di Kabupaten Gunungkidul meliputi: a. dan pasca bencana untuk mengurangi terjadinya risiko bencana. abrasi. Nglanggeran. Kawasan rawan kekeringan meliputi: Kecamatan Purwosari. Kecamatan Semin: Desa Pundungsari. Karangsari. Lokasi evakuasi bencana diletakkan pada ruang terbuka yang aman dan terdekat dengan kawasan yang berpotensi terjadi bencana.itu juga pendapatan dapat terdistribusi secara merata dan tidak menumpuk pada sekelompok masyarakat tertentu. Tepus. 5. Tanjungsari. Kawasan rawan banjir di Daerah Aliran Sungai Oyo meliputi: 1. Tancep.Kecamatan Semin : Desa Semin. Bulurejo. Mertelu. Nglegi. Pengkol. Patuk dan Gedangsari. Kecamatan Gedangsari: Desa Watugajah. kebakaran.

Bekerja b.98 22. bencana direncanakan berdasarkan Ketenagakerjaan Tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang cepat dan pertumbuhan lapangan kerja yang relatif lambat menyebabkan masalah pengangguran di suatu daerah. Berusaha Sendiri b.68 396.38 12. Hotel dan Restoran d.30 63.18 9. 20042009 No 1 2 Uraian Penduduk Usia Kerja (15 Th ke Atas) Angkatan Kerja a.10 10.01 12. Perdagangan.73 3.6 418.74 61.04 73.25 10.80 395. Mereka yang termasuk dalam Angkatan Kerja adalah penduduk yang bekerja atau yang sedang mencari pekerjaan.244 17.764 16.07 39.09 7.30 422.06 33.15 412.69 65.58 73.22 3 4 5 6 TPAK (%) Tingkat Pengangguran Terbuka(%) Bekerja Kurang dari 35 Jam Seminggu (%) Bekerja Menurut Lapangan Usaha (%) a.75 0.31 Indikator Ketenagakerjaan Kabupaten Gunungkidul. Berusaha Buruh Tdk Tetap c.01 12.35 6.36 3.41 10.40 578.766 15. Dalam pembahasan ini penduduk usia kerja (tenaga kerja) didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 15 tahun ke atas.15 18.89 7. Jasa-Jasa 28.75 7 2 0 71 1 6 16.60 12. Jalur evakuasi kondisi wilayah.04 37.45 23.23 534. Penduduk Usia Kerja terdiri dari Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja.37 0.74 12.46 13.84 74. Tabel 2.79 3 6 2 9 5 4 408.90 3.06 7 e. 2.54 405.52 23.98 537.88 432.75 31.88 3.93 33.63 32.84 432.55 1. Industri Pengolahan c.01 12. Pertanian b.53 1.60 415.7.42 4. Berusaha Buruh Tetap d.038 8 79.83 3.83 11. Lainnya Bekerja Menurut Status (%) a. Pengangguran Terbuka TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 534.19 565.53 2 8 6 9 8 2 426.95 1.87 3.27 3.85 76.96 5.02 74.22 43 . sedangkan Bukan Angkatan Kerja adalah mereka yang bersekolah.57 411.4.45 24.21 17.2.59 38.40 4.94 21.56 6. 6.55 4.07 7.72 6.56 14.30 10.31 36.34 581.48 26.33 7.88 78.89 62.29 30. Pengangguran di Kabupaten Gunungkidul masih menjadi menjadi masalah yang perlu diselesaikan.472 14. 48 9. mengurus rumahtangga atau melakukan kegiatan lainnya.39 6.10 1.89 45.16 3.45 64.

dan kegiatan lainnya. yang pada tahun 2009 mencapai 51.10%). buruh/karyawan/pegawai (24. Gunungkidul.76%.06 Sumber : Sakernas. Untuk mengkaji dinamika permasalahan ketenagakerjaan adalah dengan mempelajari jumlah Pencari Kerja Pendaftar Baru dan Tingkat Pendidikan yang tercatat di Dinas Sosial.23 28. Jumlah angkatan kerja pada tahun 2009 sebesar 432.47 29. hotel.24 32. Sedangkan penduduk yang berkerja pada tahun 2009 menurut status berusaha sendiri (6. Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang bekerja kurang 35 jam seminggu di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2008 sebesar 30.38%.22 %. mengurus rumah tangga. Persentase penduduk yang terlibat aktif dalam dunia kerja dan membutuhkan pekerjaan dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Penurunan angka pengangguran terbuka tahun 2008 dibanding tahun 2007 diserap oleh sektor indutri pengolahan dan sektor perdagangan.06 % dan 3.30 %.87 %.32 berikut : 44 .29%. Berdasarkan data ini menggambarkan bahwa status pekerja di Gunungkidul yang berusaha sendiri tanpa bantuan orang lain atau mandiri relatif kecil dibandingkan dengan pekerja yang berusaha dengan buruh tidak tetap dan pekerja yang tidak dibayar. BPS Kabupaten Gunungkidul.73 % mengalami penurunan pada tahun 2009.42 pada tahun 2009. sektor jasa dan sektor industri pengolahan masing-masing menyerap tenaga kerja sebanyak 10. TPAK Kabupaten Gunungkidul periode 2004 sampai dengan 2009 memperlihatkan kecenderungan yang semakin menurun.85 menurun menjadi 74.No Uraian Buruh/Karyawan/Pegawai e. dan pekerja tidak dibayar (29.48 %). Penduduk usia kerja dari tahun ke 2004-2009 selalu mengalami kenaikan. Penyerapan tenaga kerja terbesar di Kabupaten Gunungkidul sampai dengan tahun 2009 masih didominasi oleh sektor pertanian yang mencapai 61.06 %).15 %). Pekerja Tidak Dibayar TAHUN 37. data diolah. dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul.532. Untuk melihat dinamika ketenagakerjaan di Kabupaten Gunungkidul tahun 20042009 seperti pada tabel 2. pada tahun 2004 jumlah penduduk usia kerja sebanyak 534.22%).59 31.62 31. sebesar 21. Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2009 sebesar 4. 2009 dan Dinsosnakertrans Kab. berusaha dengan buruh tidak tetap (39. hotel dan restoran.794. berusaha dengan buruh tetap (1. dan restoran sebanyak 12. TPAK Kabupaten Gunungkidul tahun 2004 tercatat 79. Tenaga Kerja. Penyerapan tenaga kerja sektor perdagangan. Penurunan TPAK selama periode tersebut menunjukkan berkurangnya jumlah penduduk usia kerja yang termasuk dalam kelompok angkatan kerja karena lebih memilih melanjutkan sekolah. Selama kurun waktu tersebut sektor pertanian merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling banyak.81% naik dari tahun 2008 yang mencapai 3.232 orang dan pada tahun 2009 jumlahnya mencapai 581.

dan pengembangan sentra produksi meliputi: jalan dan jembatan. kondisi rusak 45 .321 orang. Jumlah pencari kerja yang masih relatif tinggi di Kabupaten Gunungkidul disebabkan karena keterbatasan keahlian atau keterampilan calon tenaga kerja dan keterbatasan kesempatan kerja. Berdasarkan tabel di atas pencari kerja yang terdaftar didominasi oleh lulusan SMK yang pada tahun 2009 mencapai 4.735. hanya saja tidak semua ruas jalan dalam kondisi baik.12 km.00 km. sedangkan tahun 2008 sebesar 8.1. drainase. jalan provinsi sepanjang 253.85 km atau 16. Gunungkidul.74%. Jumlah pencari kerja pada tahun 2009 sebanyak 18. Kabupaten Gunungkidul dilalui oleh Jaringan Jalan Kolektor Primer sebagai Jalan Strategis sebagai Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang direncanakan mencapai panjang 81. data diolah.206.649. irigasi dan prasarana permukiman (air bersih. sedangkan pada tahun 2008 mencapai 2. 2009 dan Dinsosnakertrans Kab. Jaringan jalan kabupaten di Kabupaten Gunungkidul sudah mampu menjangkau seluruh wilayah. dan sanitasi masyarakat). Panjang ruas jalan sekitar 686. Kondisi infrastruktur di Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut: 2.Tabel 2.126. Gunungkidul dalam Angka. Hal yang perlu dicermati pada tahun 2009 adalah semakin meningkatnya jumlah pencari kerja yang memiliki tingkat pendidikan D3-D4 serta S1/S2.5 Prasarana dan Sarana Daerah Infrastruktur yang mendukung kegiatan sosial ekonomi.5%.15 km atau 59. pembangunan jalan ini merupakan sharing anggaran antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten dengan persentase 90:10.04 km dengan perincian menurut kewenangannya adalah jalan nasional 56.33 km dan jalan kabupaten 686.5.092 km. kondisi sedang sekitar 114.798 orang.00 km. Kondisi Jalan dan Jembatan Kabupaten Jaringan jalan di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 1. dan jalan desa 4. dengan kondisi baik sekitar 408.11 km. pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.32 Jumlah Pencari Kerja Pendaftar Baru dan Tingkat Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2004-2009 TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 SLTP SD ke sederaja SMU Bawah t 132 525 3124 197 370 3244 13 185 1283 127 377 1130 47 350 1954 3 193 6104 SMK D1 – D3 2053 2424 1673 1163 2206 4649 1632 1004 404 634 1482 2499 S1/S Jumlah Lainnya 2 Total 1870 1312 676 941 2180 5086 583 260 77 422 102 264 9919 8811 4311 4794 8321 18798 Sumber: BPS Gunungkidul. 2.

30 818.00 686.5 1 147. selebihnya mengalami kerusakan baik rusak ringan.0 0 21.0 1 160.2 2 0 340.1 5 114.0 0 3 Tanah Sumber: Gunungkidul dalam Angka dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul Jumlah jembatan di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 173 buah dengan panjang keseluruhan 2. sedang. Gunungkidul 46 .81 851.6 7 0 818.4 5 77.3 4 120.35 828.6 3 818.06%.00 km atau 3.00 km atau 20.00 851. hingga berat (kondisi kritis dan runtuh).20 1.7 9 9 273.6 361.7 6 Jumlah 2006 2007 318.0 9 72.34 Data Kondisi Jalan Tahun 2005 – 2009 N o 1 2 3 4 5 Jenis Jalan Baik Sedang Rusak Rusak Berat Jumlah Satua n Km Km Km Km Km 2005 303.0 0 Sumber: Gunungkidul Dalam Angka dan Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 828.46 317.4 6 2009 408.5 0 54. Berdasarkan jenis perkerasannya dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: perkerasan aspal (AC/HRS).4 5 295.4 6 2008 359.33 Panjang Jalan Berdasarkan Jenis Permukaan Tahun 2005 – 2009 No 1 Aspal 2 Kerikil/Telford / Mack Adam Jenis Jalan Satua n Km Km Km Jumlah Km 2005 482. Tabel 2.79% diantaranya dalam kondisi baik.8 6 Jumlah 2007 2008 544.8 7 0 818.87 86.00 686.8 0 93.50 meter.4 2 4.4 6 2009 591.2 4 342.8 6 232.5 2 4. Adapun data jalan berdasarkan tingkat kondisinya sebagaimana disajikan pada tabel sebagai berikut : Tabel 2.7% dan kondisi rusak berat sekitar 21.7 6 2006 522.368.9 5 69.4 4 325.4 6 251. Sebanyak 87.ringan sekitar 142.8 5 142. perkerasan makadam/ telford/kerikil dan perkerasan tanah.5 566.

2. dengan oncoran rata-rata antara 10 sampai dengan 60 Ha.247 Ha. AKDP sebanyak 115 buah. Hal ini dapat dilihat masih terbatasnya pelayanan transportasi umum baik yang dilakukan oleh swasta maupun pemerintah (perintis). Pada musim kemarau sebagian besar telaga mengering. Sebagai upaya peningkatan pelayanan bidang transportasi maka pada tahun 2007 dimulai Pembangunan Terminal Tipe A. Khusus sungai bawah tanah Seropan disamping dimanfaatkan untuk air minum juga untuk irigasi pertanian seluas 90 Ha. dan Seropan (900 l/dt) yang semuanya sudah dieksploitasi untuk air minum. Bendung dengan Dam Suplesi SIMO dengan luas oncoran 1. demikian pula dengan pembangunan Terminal di Ponjong dan Rongkop dalam tahap studi kelayakan.3. Ngobaran (180 l/dt). Baron (950 l/dt.946 hektar. Kabupaten Gunungkidul terdapat 197 daerah irigasi. Kondisi Irigasi Sumber-sumber air di Kabupaten Gunungkidul yang dimanfaatkan untuk irigasi antara lain: 1) Sungai di atas tanah (Air permukaan) Sungai paling besar adalah Sungai Oyo dan Sungai Beton 2. 6) Sumur -sumur pompa air tanah dan pompa air permukaan. Kondisi Perhubungan dan Transportasi Kondisi perhubungan dan transportasi secara umum masih kurang. dan Pemerintah Kabupaten. Dilihat dari sisi transportasi darat jumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 166 buah.2. 2. Bendung yang dibangun dan dimanfaatkan untuk irigasi sebanyak 50 buah dengan luas oncoran rata-rata antara 25 – 150 Ha. Sebagian besar daerah irigasi tersebut sudah dikelola oleh 47 . Selain itu juga akan dibangun Terminal Tipe C di Semin dan di Panggang yang pelaksanaannya sudah dalam tahap pembebasan tanah. dan dimanfaatkan pula untuk untuk keperluan air minum dan keperluan rumah tangga lainnya. baik yang bersumber dari air tanah maupun air permukaan. Pemerintah Provinsi. 5) Bendung/dam 1. 2) Sungai bawah tanah Sungai bawah tanah antara lain Bribin (800 l/dt).5. angkudes 430 buah dan angkot sebanyak 40 buah. dengan pendanaan dari Pemerintah Pusat. 4) Mata air/tuk Jumlah mata air yang cukup besar debitnya dan telah dimanfaatkan untuk irigasi sebanyak 55 buah. 3) Telaga Jumlah telaga sebanyak 234 buah dengan luas genangan kurang lebih 4. hanya tinggal sekitar 37 buah yang masih berair. Masih banyak wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang belum terlayani angkutan umum terutama wilayah utara yaitu Kecamatan Gedangsari.5.

Khusus untuk sistem perpipaan. yang meliputi sistem perpipaan 60 % dan sistem non perpipaan yang terlindungi 40 %.24%) dalam kondisi rusak berat. 2) Cakupan pelayanan air minum pada daerah perdesaan di Kabupaten Gunungkidul baru mencapai 35 % dari seluruh penduduk perdesaan. 2 (dua) IKK yang kondisi umum air tanah dangkal dan air sedang relatif baik dan 10 (sepuluh) IKK yang kondisi umum air tanah dangkal dan air tanah sedangnya relatif tidak baik. Jumlah luas areal irigasi di Kabupaten Gunungkidul adalah 8.4. 3) Di Kabupaten Gunungkidul masih terdapat IKK rawan air minum sebanyak 12 IKK. yaitu: Wonosari. 2) Dari jumlah IKK yang ada.Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan dikoordinir oleh Gabungan P3A sebanyak 6 Gabungan P3A. sisanya sebanyak 1.323.664.24 ha (40%) daerah irigasi dalam kondisi baik. Sedangkan jaringan irigasi pompa air permukaan sebanyak 5 unit dengan rata-rata luas oncoran antara 15 sampai dengan 35 ha.5. Gambaran cakupan pelayanan air minum di Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut: 1)Cakupan pelayanan air minum pada daerah perkotaan di Kabupaten Gunungkidul mencapai 70 %. 4) Di Kabupaten Gunungkidul terdapat banyak wilayah kategori rawan air bersih. sedangkan 2. Dari 144 desa di Kabupaten 48 . pasokan air bersih belum dapat menjangkau seluruh wilayah. Kondisi pelayanan air bersih Kondisi Umum Air Tanah Dangkal. Air Tanah Sedang dan Air Tanah Dalam di Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut: 1) Terdapat 1 (satu) daerah perkotaan yang kondisi air tanah dangkal dan air tanah sedang relatif baik (kualitas dan kuantitas).32 ha (35. yang meliputi sistem perpipaan sebanyak 75 % dan sistem non perpipaan yang terlindungi sebanyak 25 %. Jaringan irigasi air tanah / sumur Pompa Air Tanah sebanyak 55 Unit dengan luas oncoran rata-rata antara 20 sampai dengan 50 ha. Sementara itu kondisi daerah irigasi di Kabupaten Gunungkidul tidak semuanya dalam kondisi baik.10 ha dengan jumlah daerah irigasi sebanyak 237 buah. ada 25 desa yang kondisi umum air tanah dangkal dan air sedang relatif baik dan 25 desa yang kondisi umum air tanah dangkal dan air tanah sedangnya relatif tidak baik. 3) Secara umum di Kabupaten Gunungkidul kondisi air tanah dalam relatif baik kecuali pada musim penghujan.62 ha (24.932.76%) dalam kondisi rusak ringan. Sekitar 3. Sumber air bersih di Kabupaten Gunungkidul berasal dari air permukaan dan air bawah tanah. Pada wilayah pelayanan perdesaan. 2.329.

3) Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Mandiri Guna peningkatan cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Gunungkidul maka dilakukan pengembangan Sistem Pengelolaan Air Mandiri. Tepus. Panggang. dan Paliyan. Guna mencukupi kebutuhan dengan beberapa hal di antaranya: air bersih dilakukan 1) Pengembangan dan peningkatan pelayanan sistem perpipaan. Kecamatan Rongkop. Bentuk pengembangan dan peningkatan sistem perpipaan ini dilakukan melalui pengembangan sistem Bribin dan Seropan serta pengembangan sistem interkoneksi Baron-Ngobaran. sementara Seropan II dalam tahap perencanaan. 2. Jepang untuk mengembangkan pengelolaan sungai bawah tanah Baron. Kecamatan Tepus. Ponjong.Gunungkidul sebanyak 74 desa (51. dan direncanakan mampu memasok kebutuhan air bersih guna mencukupi kebutuhan air bersih terutama untuk wilayah-wilayah di Kecamatan Tanjungsari. Diarahkan pada 58 kawasan perkotaan/ibukota kecamatan/perdesaan. ibukota kecamatan rawan air minum/desa rawan air minum. Selain itu. 4) Pengembangan PAH (Penampungan Air Hujan) 5) Dropping air Dropping air dilakukan dalam kondisi darurat yang biasanya meliputi wilayah-wilayah kecamatan yang rawan air seperti Kecamatan Panggang.39%) masih rawan air bersih. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga bekerjasama dengan Japan International Corporation Agency (JICA). Jerman menggunakan sistem mikrohidro pada proyek Bribin II dan Seropan II. Kecamatan Gedangsari. Dengan sistem ini diharapkan akan terpenuhi air baku untuk air bersih yang mampu mencukupi kebutuhan air lima kecamatan. Rongkop dan Girisubo.5. Kecamatan Purwosari. Kecamatan Tanjungsari. Saptosari. Kondisi Drainase 49 . Kecamatan Semanu. 2) Guna meningkatkan cukupan pelayanan air bersih sejak tahun 2004 telah dilakukan kerjasama pengembangan teknologi pengelolaan air sungai bawah tanah dengan Universitas Karlsurhe. meliputi Kecamatan Semanu. Pada tahun 2010 telah dioperasikan proyek Bribin II dengan kapasitas 80 liter/detik. Sistem ini nantinya merupakan interkoneksi Baron-Ngobaran.5. Kecamatan Paliyan. khususnya masyarakat perkotaan rawan air minum. 6) Konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. dan Kecamatan Saptosari.

84%. baik yang masih terbuka maupun tertutup. Jaringan drainase yang ada terdiri atas saluran-saluran alami dan buatan. kualitas air tercatat: kualitas baik 44.6 Pemerintahan Umum Pemerintahan daerah adalah pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan daerah yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan daerah yaitu Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sebagian besar saluran drainase yang ada. Sungai Bansari. Peningkatan pelayanan tersebut merupakan konsekwensi Penyelenggaraan desentralisasi sebagai salah satu asas mendasar dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah mensyaratkan pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah dengan pemerintahan daerah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan. Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah.64% dan kurang baik sebesar 55.15% sedangkan sumur gali dengan kualitas jelek 73. Sedangkan pemenuhan air yang berasal dari Sumur Gali yang baik 26. Kondisi Sanitasi Masyarakat Buruknya kondisi air minum dan sanitasi masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi sanitasi untuk masyarakat juga belum optimal karena tingkat/cakupan pelayanan air limbah masuk kategori rendah dan tingkat/cakupan pelayanan persampahan masuk kategori cukup. 2. baik yang belum diberi pasangan maupun yang sudah terbuat dari pasangan batu/beton.5. telah ditentukan urusan pemerintahan 50 . dan Sungai Besole. murah dan berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan klien sudah menjadi kebutuhan umum. Dalam menjalankan roda pemerintahan Pemerintah Daerah memiliki fungsi ganda yaitu sebagai penyelenggara pemerintahan sekaligus sebagai penyelenggara utama dalam pembangunan di daerah.Sistem drainase masih terpusat di Wonosari dan ibukota-ibukota kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. sedangkan sebagai penyelenggara utama dalam pembangunan daerah berperan sebagai pelaksana dan sebagai penanggungjawab utama dalam keseluruhan proses pembangunan yang dilaksanakan di daerah yaitu dalam kerangka investasi dan penyediaan barang serta pelayanan publik. Khusus untuk perkotaan Wonosari terdapat 3 (tiga) saluran terbuka berupa sungai yang cukup besar yaitu Sungai Kepek. pelayanan birokrasi yang cepat.35% dari jumlah 112 sampel. Sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah berperan utama mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat di daerah dalam kerangka regulasi. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam era persaingan global yang menuntut efisiensi dan akurasi.6. baik saluran terbuka maupun tertutup mempunyai sedimentasi berupa sampah/kotoran dan pasir / tanah yang cukup tinggi. 2.

pertahanan. perhubungan. maka Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dinyatakan tidak berlaku lagi. Penyelenggaraan urusan wajib harus berpedoman kepada standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan Pemerintah dan dilaksanakan secara bertahap. yustisi. Urusan pemerintahan daerah tersebut harus diwadahi dalam kelembagaan perangkat daerah. Ada 26 urusan pemerintahan wajib dan 8 urusan pilihan di Kabupaten Gunungkidul. Urusan pemerintahan terdiri dari urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah dan urusan pemerintahan yang dikelola secara bersama antar tingkatan dan susunan pemerintahan atau konkuren. moneter dan fiskal nasional. sehingga dalam setiap bidang urusan pemerintahan yang bersifat konkuren senantiasa terdapat bagian urusan yang menjadi kewenangan pemerintah. lingkungan hidup. Urusan pemerintahan yang dapat dikelola secara bersama antar tingkatan dan susunan pemerintahan atau konkuren adalah urusan-urusan pemerintahan selain urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah. kependudukan dan sebagainya. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya pengembangan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhususan daerah. Urusan pemerintahan wajib adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah yang terkait dengan pelayanan dasar (basic services) bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintahan Daerah. kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul harus menindaklanjuti dengan menata kembali kelembagaan perangkat daerah yang sudah terbentuk dan pada tahun 2008 telah ditetapkan beberapa Peraturan Daerah tentang Kelembagaan Perangkat Daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007. dan pemerintahan daerah kabupaten/kota. Urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah adalah urusan dalam bidang politik luar negeri. Mendasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Pemerintah Daerah. keamanan. pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota. Urusan yang menjadi kewenangan daerah terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Sejalan dengan ketentuan tersebut.mana yang menjadi kewenangan mutlak Pemerintah dan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi. Konsekuensinya. Kewenangan daerah terdiri dari 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan yang menjadi urusan pemerintahan daerah Kabupaten Gunungkidul dan dilaksanakan oleh satuan kerja perangkat daerah di Kabupaten Gunungkidul sebagai pelaksananya dapat dilihat sebagai berikut : 51 . seperti pendidikan dasar. Urusan wajib terdiri dari 26 urusan pemerintahan daerah dan urusan pilihan berjumlah 8 urusan pemerintahan daerah. dan agama.

Tenaga Kerja. Komunikasi. dan Koperasi 2000 :Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2006 : Kantor Penyuluhan Pertanian Daerah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kependudukan dan Catatan Sipil Ketenagakerjaan Sosial Ketahanan Pangan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Masy. dan Desa Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pertanahan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Sosial. Perdagangan. dan Keluarga Berencana Dinas Perhubungan. dan Olahraga 1. Koperasi. Pemuda. RSUD Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bagian Administrasi Perekonomian Setda Dinas Perindustrian. dan Pertambangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 2006 :Bagian Kerja Sama dan Investasi Setda 2000 : Dinas Perekonomian 2006 : Dinas Perindustrian. Perdagangan. dan Informatika Bagian Kerjasama dan Pengendalian Pertanahan Setda 2006 : Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Kantor Informasi dan Komunikasi Bagian Pemerintahan Umum Setda 52 . Penataan Ruang Statistik Penanaman Modal Koperasi dan UKM 2000 : Dinas Kesehatan. dan Transmigrasi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Badan Pemberdayaan Masyarakat.Tabe 2. Dinas Kesehatan 2. Perempuan. RSUD Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pendidikan 4 5 6 7 8 9 10 11 Lingkungan Hidup Pekerjaan Umum Perumahan Perencanaan Pemb.35 Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Gunungkidul Sebagai Pelaksana Urusan Pemerintahan Daerah NO URUSAN PEMERINTAHAN SKPD PELAKSANA TAHUN 2009 S/D SEKARANG SKPD PELAKSANA SEBELUM TAHUN 2009 1 2 3 Urusan Wajib (W) : Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kesehatan Dinas Pendidikan. RSUD 2006 : Dinas Kesehatan dan KB.

dan Koperasi 2005 : Dinas Perekonomian 2006 : Dinas Perindustrian. dan Pertambangan .Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura . Perdagangan.Kantor Pelayanan Terpadu .Dinas Peternakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan 2006 : Kantor Pertambangan dan Energi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 2000 : Dinas Perekonomian 2006 : Dinas Perindustrian.Inspektorat Daerah . dan Kekayaan Daerah . dan Aset Daerah .Sekretariat DPRD .Badan Kepegawaian Daerah .Badan Kepegawaian Daerah .Kecamatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat . Koperasi. dan Penanggulangan Bencana .Dinas Pendapatan. dan Pertambangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perindustrian.Kecamatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah 24 25 26 Kebudayaan Kearsipan Perpustakaan Urusan Pilihan (P): Kelautan dan Perikanan Pertanian 1 2 Dinas Kelautan dan Perikanan .Satpol Pamong Praja .Badan Pengelolaan Keuangan.NO URUSAN PEMERINTAHAN SKPD PELAKSANA TAHUN 2009 S/D SEKARANG SKPD PELAKSANA SEBELUM TAHUN 2009 22 Kesatuan Bangsa dan Politik DN 23 Otonomi daerah.Satpol Pamong Praja . kepegawaian. Perdagangan. administrasi keuangan daerah. dan persandian Badan Kesatuan Bangsa.Sekretariat Daerah .Sekretariat DPRD .Kantor Pengelolaan Pasar Dinas Sosial.Kantor Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu .Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura . pemerintahan umum. dan Koperasi Dinas Tenaga Kerja dan 3 4 5 6 Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Pariwisata Industri 7 Perdagangan 8 Ketransmigrasian . Pengelolaan Keuangan. Politik. Koperasi.Dinas Perindustrian. Perdagangan. Perdagangan. dan Pertambangan 2000 : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan . Tenaga 53 . Koperasi.Dinas Peternakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Dinas Perindustrian. Perlindungan Masyarakat.Sekretariat Daerah . perangkat daerah. Perdagangan.Badan Pengawasan Daerah .

Bagian Administrasi Pemerintahan Umum. dan Transmigrasi Transmigrasi Sumber: Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Gunungkidul. 3). 2). 3).Bagian Administrasi Pembangunan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hubungan Masyarakat. Staf Ahli Bidang Pembangunan. yang membawahi : 1). b. Susunan Organisasi. yang membawahi: 1). Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. dan Kecamatan. Perangkat Daerah dimaksud bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dan membantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Staf Ahli Bidang Pemerintahan. Lembaga Teknis Daerah. Bagian Hukum. 12 lembaga teknis daerah yaitu: 1 Inspektorat Daerah. 2). 4). dan Tugas Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 5 badan. kelembagaan perangkat daerah Kabupaten Gunungkidul sebagai pelaksana urusan pemerintahan wajib dan pilihan terdiri atas: Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Gunungkidul. Sekretariat DPRD.Bagian Organisasi. Asisten Administrasi Umum. f. Staf Ahli. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan. 2010 Dari tabel di atas terlihat bahwa mulai tahun 2009. 4 kantor. 2). Bagian Administrasi Perekonomian. 2). e. 3).NO URUSAN PEMERINTAHAN SKPD PELAKSANA TAHUN 2009 S/D SEKARANG SKPD PELAKSANA SEBELUM TAHUN 2009 Kerja. 3). Sekretariat Daerah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. dan Satuan Polisi Pamong Praja serta RSUD Wonosari. Protokol. Struktur Organisasi Sekretariat Daerah yaitu : a. yang terdiri dari : 1). Dinas Daerah. Rumah Sakit Umum Daerah. Organisasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terdiri dari Kepala Daerah beserta Perangkat Daerah yang terdiri atas Sekretariat Daerah.Bagian Kerjasama dan Pengendalian Pertanahan. Kedudukan. Bagian Administrasi Sumber Daya Alam. dan Tugas Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan 54 . Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat. 13 dinas daerah. 4). yang membawahi : 1). Kedudukan. dan Rumah Tangga. c. Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Susunan Organisasi. d. Sedangkan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan. Bagian Umum.

c. Satuan Polisi Pamong Praja. dan Pertambangan. 55 . d. dan Tugas Kecamatan. g. k. Tenaga Kerja. Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan. Kantor Pelayanan Terpadu. e. Bagian Perencanaan dan Keuangan. dan Aset Daerah. Badan Kesatuan Bangsa. Badan Kepegawaian Daerah. f. Kantor Pengelolaan Pasar. j. dan f. Pemuda. Perempuan. c. yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari dan Kecamatan. Selain Sekretariat Daerah. e. i. h. Susunan Organisasi. dan Penanggulangan Bencana. 13 (tiga belas) Dinas-dinas Daerah. Bagian Tata Usaha. d. Dinas-dinas Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan. h. l. dan k. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kelompok Jabatan Fungsional. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. masih terdapat 2 (dua) Lembaga yang dibentuk dalam peraturan daerah tersendiri. Susunan Organisasi. Kedudukan. Dinas Pekerjaan Umum. Bagian Risalah dan Perundang-undangan. Dinas Peternakan. b. Pengelolaan Keuangan. dan Keluarga Berencana. adalah sebagai berikut : a. Dinas Sosial. dan Olahraga. Politik. dan Tugas Dinas-Dinas Daerah. Koperasi. Komunikasi.Perwakilan Rakyat Daerah. yaitu : a. dan Informatika. Dinas Pendidikan. Sekretaris DPRD. j. Dinas Kelautan dan Perikanan. b. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul ada 18 Kecamatan dan diatur dalam Peraturan daerah Nomor: 13 Tahun 2008 tentang Pembentukan. dan Transmigrasi. Perlindungan Masyarakat. dan Tugas Lembaga Teknis Daerah. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Inspektorat Daerah. c. Dinas Kesehatan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 11 (sebelas) Lembaga Teknis Daerah (LTD). Lembaga Teknis Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan. d. Dinas Pendapatan. Dinas Perindustrian. Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Susunan Organisasi. Perdagangan. e. Kedudukan. i. Kedudukan. Bagian Persidangan dan Protokol. g. Badan Pemberdayaan Masyarakat. b. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan. dengan struktur organisasi sebagai berikut : a. Dinas Perhubungan. f. dan m.

Syarat teknis terpenuhi bila kinerja pelayanan di bidang tugas dan fungsinya layak dikelola dan ditingkatkan pencapaiannya melalui BLUD serta kinerja keuangan SKPD sehat. Laporan keuangan pokok atau prognosa/proyeksi laporan keuangan. Syarat substantif terpenuhi bila tugas dan fungsi SKPD atau unit kerja bersifat operasional dalam menyelenggarakan pelayanan umum yang menghasilkan semi barang/jasa publik (quasi public goods). keuangan dan manfaat bagi masyarakat. bahwa BLUD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan. dan dalam melaksanakan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitasnya. Penetapan RSUD Wonosari sebagai BLUD yaitu melalui Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 115/KPTS/2010 tentang Penetapan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 56 . Syarat administratif terpenuhi jika SKPD /unit kerja membuat dan menyampaikan dokumen yang meliputi : a. sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (2) huruf a. Rencana strategis bisnis. sehingga penetapannya harus dilakukan selektif dan obyektif oleh Kepala Daerah. Kedudukan. Penetapan PPK-BLUD oleh Kepala Daerah tersebut dilakukanm setelah mendapatkan pertimbangan dari Tim penilai yang pembentukannya dengan Keputusan Kepala Daerah. Lebih lanjut dalam Pasal 6 ayat 1 disebutkan bahwa : ”Penyediaan Barang dan/atau jasa layanan umum. d. SKPD atau unit kerja yang menerapkan PPK-BLUD dapat diberikan fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangannya. c. Susunan Organisasi. teknis dan administratif. diutamakan untuk pelayanan Kesehatan”. e. saat ini pengelolaan keuangan RSUD Wonosari statusnya diubah menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum Daerah (PPKBLUD). harus memenuhi persyaratan substantif. Tujuan dari penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) ialah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas-tugas Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dalam memajukan kesejahteraan umum. Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Standar pelayanan minimal. Laporan audit terakhir atau pernyataan bersedia untuk diaudit secara independen. dan f. b. Sebagaimana disebutkan dalam Permendagri Nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Surat pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja pelayanan.RSUD Wonosari dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2008 tentang Pembentukan. dan Tugas Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari. Pola tata kelola. Penerapan PPK-BLUD pada SKPD atau unit kerja .

197 Sumber : Profil Daerah Kabupaten Gunungkidul 57 .36 Jumlah PNS Kabupaten Gunungkidul N o 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah Pegawai 10. karena sebagaimana disebutkan dalam pasal 19 Permendagri Nomor 61 tahun 2007 bahwa Tim Penilai bertugas meneliti dan menilai usulan penerapan. kebijakan . Pembentukan pemerintahan desa diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pembentukan. Adapun data jumlah PNS dari tahun 2005-2009 sebagaimana tersaji dalam tabel berikut : Tabel 2.312 10.Wonosari Kabupaten. yang tersebar pada seluruh instansi/SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Gunungkidul. secara minimal peraturan bupati yang harus disusun antara lain Perbub tentang : Rencana Strategis Bisnis. didukung dengan pegawai sebanyak 12. penurunan dan pencabutan status PPK-BLUD. tanggal 20 Juli 2010 dengan status PPK-BLUD secara bertahap dengan fleksibilitas yang diberikan meliputi : a. Untuk operasionalisasi RSUD Wonosari sebagai PPK-BLUD tersebut. peningkatan. Namun pada intinya pemberian status PPK-BLUD pada suatu SKPD atau unit kerja dengan berbagai fleksibilitasnya ialah semata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. dan d. Jumlah dana yang dapat dikelola langsung. Hasil penilaian tersebut disampaikan kepada Kepala Daerah sebagai bahan pertimbangan penetapan penerapan. Dengan demikian berdasarkan evaluasi dari tim penilai. Berdasarkan Peraturan Daerah tersebut dibentuk 18 (delapan) kecamatan. Pengelolaan barang. Perumusan standar. peningkatan. dan Tugas Kecamatan. Kecamatan yang dibentuk mempunyai tugas salah satunya adalah membina penyelenggaraan pemerintahan desa. Pengelolaan piutang. sistem dan prosedur pengelolaan keuangan. Terhadap status BLUD bertahap tersebut.197 orang PNS pada akhir Tahun 2009.815 12. Susunan dan Tata Kerja Pemerintah Desa di Kabupaten Gunungkidul. ke depan bisa akan berubah sesuai dengan perkembangan kinerja di RSUD Wonosari. Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA).271 10.268 11. Sedangkan Kecamatan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pembentukan. Pengelolaan Keuangan. maka status bertahap bisa meningkat menjadi PPK-BLUD penuh atau justru dicabut statusnya. penurunan dan pencabutan status PPK-BLUD. Untuk menyelenggarakan pemerintahan kabupaten. b. Susunan Organisasi. c. Kedudukan.

706 2 Pejabat Fungsional Tertentu 938 3 Pejabat Fungsional Umum 3. Diagram 2.818 4 Pejabat Struktural 735 Jumlah 12.Adapun jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebanyak 750 jabatan.a = 1 jabatan. Tabel 2. Jabatan Per 31 Agustus 2010 1 Guru 6. Adapun data PNS menurut tingkat pendidikan sebagaimana dapat disajikan pada tabel sebagi berikut: 58 . eselon IV = 502.197 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gunungkidul.37 Komposisi PNS Kabupaten Gunungkidul Menurut Pangkat dan Golongan Tahun 2010 No . terdiri dari eselon II.665 12. dan eselon V = 60 jabatan.197 Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gunungkidul. 2010. Sedangkan komposisi pegawai Gunungkidul berdasarkan Golongan Ruang adalah sebagai berikut : Tabel 2.38 Data PNS Menurut Jenis Jabatan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010 Jumlah (Orang) No.919 3.b = 22 jabatan.10 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenjang Eselon Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010. 1 2 3 4 Golongan/Ruang I/a – I/d II/a – II/d III/a – III/d IV/a – IV/e Jumlah Bezetting Per 31 Agustus 2010 479 3. eselon II.134 4. eselon III = 144 jabatan.

diberhentkan serta memperhatikan hasil analisis beban kerja.534 269 12.66 37.19 7 2015 9.00 28.049 3.197 2012 10.46 25. dan yang mutasi/pindah tugas dari dan ke luar daerah. Kabupaten Gunungkidul dalam penyelenggaraan pemerintahan secara administratif terbagi dalam 18 Kecamatan dan 144 desa. 1 2 3 4 5 6 SD SMP SMA Diploma Sarjana Pasca Sarjana Jumlah Jabatan Jumlah (Orang) 305 544 3.815 12. serta menggunakan basis data bezeting PNS sampai dengan bulan Juli 2010 masih terdapat selisih kekurangan PNS sebanyak 6 orang PNS dibandingkan dengan hasil analisis. Sedangkan data proyeksi jumlah PNS Kabupaten Gunungkidul sampai dengan Tahun 2015 secara minus growth. dengan mempertimbangkan jumlah PNS yang pensiun.826 12.197 Persentase (%) 2.197 2013 10.197 2014 10.21 100 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gunungkidul.39 Data PNS Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010 No.50 4. 2010.19 7 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gunungkidul.Tabel 2.989 12. pindah tugas pegawai. meninggal dunia. meninggal dunia.427 12. Data dapat disajikan sebagai berikut: Tabel.24 7 12.615 12.41 Daftar Kecamatan dan Desa di Kabupaten Gunungkidul 59 . secara lengkap sebagaiamana terlihat dalam tabel berikut : Tabel 2. Data ini dapat digunakan untuk dasar kebijakan rekrutmen PNS pada masa yang akan datang.197 2011 11. Tahun 2010 Berdasarkan hasil Analisis Beban Kerja (ABK) dengan belum memperhitungkan jumlah PNS yang pensiun. 2.40 Proyeksi Jumlah PNS Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010 -2015 No .17 2.496 4. 1 2 Proyeksi Jumlah PNS Minus Growth Zero Growth Tahun 2010 11.

Siraman 9. Sodo 2. Girisekar II NGLIPAR III PLAYEN IV PATUK V PALIYAN VI PANGGANG 60 . Semoyo 5. Kedungpoh 4. Pengkok 4. Baleharjo 8. Pulutan 10. Plembutan 3. Gari 5. Karangtengah 6. Ngoro-oro 8. Gading 12. Girikarto 2. Kepek 3. Pilangrejo 3. Pampang 3. Bleberan 4. Wunung 14. Terbah 1. Wareng 11. Nglegi 11. Karangasem 6. Karangrejek 1. Beji 3. Dengok 6. Piyaman 4. Patuk 7. Ngleri 1. Mulusan 7. Nglanggeran 9. Salam 6. Banyusoco 2. Ngunut 7. Logandeng 11. Pengkol 1. Putat 10. Grogol 4. Selang 7. Giring 1. Getas 5. Katongan 7. Banaran 13. Natah 2. Playen 8. Bunder 2. Karangduwet 5. Ngawu 9. Bandung 10.NO I KECAMATAN WONOSARI 1. Nglipar 6. Kedungkeris 5. Duwet 12. Wonosari DESA 2. Mulo 13.

Bendung 6. Karangsari 9. 8. 6. 4. Kemejing 3. 3. Sambirejo XII SEMIN XIII NGAWEN 61 . Sumberejo 5. Karangwuni 1. Semin 1. 4. Semugih 7. 4. 2. Rejosari 8. DESA Girimulyo Giriwungu Giriharjo Girisuko Giripanggung Sumberwungu Sidoharjo Tepus Purwodadi Ngeposari Semanu Pacarejo Candirejo Dadapayu Bejiharjo Wiladeg Bendungan Kelor Ngipak Karangmojo Gedangrejo Ngawis Jatiayu Umbulrejo Sawahan Tambakromo VII TEPUS VIII SEMANU IX KARANGMOJO X PONJONG XI RONGKOP 4. Pundungsari 10. 1. 9. 4. 1. Tancep 2. 1. Sidorejo 8. Bulurejo 4. 1.NO KECAMATAN 3. Melikan 8. 5. Bedoyo 11. Karangasem 10. Kalitekuk 2. 7. Gombang 1. Kenteng 5. 2. Pucanganom 6. 6. Ponjong 9. 3. 5. 2. Bohol 2. 3. 5. Botodayaan 4. Petir 5. 5. Pringombo 3. 2. Sumbergiri 6. Candirejo 7. 3. Genjahan 7.

Giripurwo 2. terbuka. Songbanyu 1. Kemadang 4. Kanigoro 6. Ngalang 1. Krambilsawit 2. Izin Prinsip 2. Watusigar 1. Giriasih 5. Izin Praktek Perorangan Dokter Spesialis 5. Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) menggunakan prinsip pelayanan yang sederhana. Sampang 5. efisien. Monggol 7. Banjarejo 5. Prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya suasana yang kondusif dikalangan masyarakat. Izin Praktek Bidan 62 . pasti. Jetis 4. Karangawen 4. Izin Praktek Perorangan Dokter Gigi 3. Adapun pelayanan perizinan dan pelayanan non Perizinan yang melalui KPT adalah: 1. Girijati 4. sehingga dapat menumbuhkan simpati masyarakat untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pembangunan Kabupaten Gunungkidul. Kampung 5. Ngloro 3. Jerukwudel 6. Mertelu 3. Watugajah 4. Giritirto Pemerintahan Umum XIV GEDANGSARI XV SAPTOSARI XVI GIRISUBO XVII TANJUNGSARI XVIII PURWOSARI Sumber: Gunungkidul. Ngestirejo 1. Serut 6. Giricahyo 3. aman. Jurangjero 4. Bagian Administrasi Setda Kabupaten Dalam usahanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jepitu 3. Kemiri 3. dan ekonomis.NO KECAMATAN DESA 3. Kepek 5. Balong 2. Tileng 7. Beji 6. adil serta tepat waktu. jelas. Planjan 1. Izin Praktek Perorangan Dokter Umum 4. Tegalrejo 7. Hargomulyo 2. Pucung 8. Nglindur 5. Hargosari 2.

18. 9.42 Pendelegasian Kewenangan Penandatanganan Perizinan Tertentu Kepada Kepala Kantor Pelayanan Terpadu NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 NAMA IZIN Izin Pendataan Dan Penelitian Izin Lokasi Izin Mendirikan Bangunan Izin Usaha Jasa Konstruksi Izin Pemasangan Reklame Izin Gangguan (HO) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Wajib Daftar Perusahaan (WDP) Izin Tanda Daftar Industri (TDI) Izin Usaha Industri (IUI) Penggantian Izin Usaha Industri Izin Perluasan Industri (IPI) Izin Usaha Pertambangan Bahan Galian Gol C Izin Trayek Izin Pendirian Rumah Sakit Tipe D Izin Pendirian Rumah Sakit Tipe C INSTANSI ASAL Bappeda dan Kantor Kesbanglinmas Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perindagkoptam Dinas Dinas Dinas Dinas Dinas Perindagkoptam Perindagkoptam Perindagkoptam Perindagkoptam Perindagkoptam Dinas Perindagkoptam Dinas Perhubungan. 24. 11. 13. 12. 23. dan Dokter Spesialis Izin Praktek Bersama Bidan Izin praktek Bersama Perawat Izin Balai Pengobatan Izin Pendiran Rumah Bersalin Izin Pendirian Laboratorium Klinik Izin Pendirian Apotek Izin Pendirian Toko Obat Izin Pendirian Optik Akta Kelahiran Akta Perkawinan Akta Perceraian Akta Kematian Akta Pengangkatan Anak Akta Pengakuan Anak Akta Pengesahan Anak Tabel 2. 14. 19. 10. Dokter Gigi. Komunikasi. Izin praktek Perawat D3 (Asuhan Keperawatan) Izin Praktek Bersama Dokter Umum Izin Praktek Bersama Dokter Spesialis Izin Praktek Bersama Dokter Umum dan Spesialis Izin Praktek Bersama Dokter Gigi Izin Praktek Bersama Dokter Umum. 16. 21. 15. 7. 22. dan Informatika Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan 63 . 26. 8. 17.6. 25. 20.

Dalam usahanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) menggunakan prinsip pelayanan yang sederhana. pasti.NO 17 18 19 20 21 NAMA IZIN Izin Pendirian Rumah Sakit Tipe B Izin Pendirian Rumah Sakit Tipe A Izin Usaha Jasa Pariwisata Izin Usaha Obyek Dan Daya Tarik Wisata Izin Usaha Sarana Pariwisata INSTANSI ASAL Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumber: Kantor Pelyanan Terpadu (KPT) Kabupaten Gunungkidul. sehingga dapat menumbuhkan simpati masyarakat untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pembangunan Kabupaten Gunungkidul. yang ditunjukan dengan kecilnya angka kejahatan dan kekerasan yang terjadi pada kurun waktu 2005 sampai 2009. dan keamanan yang kondusif sangat dibutuhkan dalam melaksanakan pembangunan. Ketentraman. murah dan berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan klien sudah menjadi kebutuhan umum. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kantor Pelayanan Terpadu. efisien dan ekonomis. Ketertiban. Berikut ini gambaran keamanan dan ketertiban yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul 5 (lima) tahun terakhir : Tabel 2. Pelayanan perijinan dan non perijinan yang telah diterbitkan sebagai standar prosedur pelayanan yang lebih baik untuk membantu masyarakat dalam mengurus segala perijinan melalui. Terkait dengan ketertiban dan keamanan di Kabupaten Gunungkidul relatif terkendali di bandingkan Kota Yogyakarta.43 64 . adil serta tepat waktu. dan Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul tidak lepas dari standar waktu yang telah ditentukan sehingga penerbitan surat ijin dapat diselesaikan tepat waktu. Prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya suasana yang kondusif dikalangan masyarakat. Pelayanan perijinan dan non perijinan yang telah diterbitkan sebagai standar prosedur pelayanan yang lebih baik untuk membantu masyarakat dalam mengurus segala perijinan melalui. 2. dan Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul tidak lepas dari standar waktu yang telah ditentukan sehingga penerbitan surat ijin dapat diselesaikan tepat waktu. dan Keamanan Kondisi ketertiban. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. terbuka. jelas.7. aman. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam era persaingan global yang menuntut efisiensi dan akurasi. pelayanan birokrasi yang cepat. Kantor Pelayanan Terpadu. keamanan.

Jumlah Tindakan Kejahatan Menurut Jenis Di Kabupaten Gunungkidul Jenis Kejahatan Narkoba Pencurian Perjudian Penipuan Kesusilaan Jumlah Kejadian 2005 20 30 50 2 5 2006 14 36 59 1 1 2007 14 36 59 1 1 2008 15 21 10 6 3 2009 24 70 62 3 6 Sumber data : BPS Kabupaten Gunungkidul (IKR) 65 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful