Anda di halaman 1dari 40

1

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN PRE - EKLAMSIA RINGAN PADA Ny. M DI BPS Hj EMI KERTAMANA, SST. DI DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON TAHUN 2011

DISUSUN OLEH FATIMAH 4501.0309.A.161

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) CIREBON PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN CIREBON 2011

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kasus ini di buat dan telah disahkan sebagai salah satu persyaratan berakhirnya PKK 1 program studi D3 kebidanan STIKes Cirebon di BPS bidan Hj. Emi kertamana,SST, di dukupuntang Cirebon.

Cirebon, Pembimbing Akademik

Juli 2011

Pembimbing Lapangan

Hj. Siti zulzilah, SST

Hj. Emi kertamana, SST

Mengetahui, Ketua prodi D3 kebidanan STIKes cirebin

Nova Lusiana, M.Keb.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Kasus yang berjudul ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN PRE-EKLAMSIA RINGAN PADA Ny. M DI BPS Hj EMI KERTAMANA, SST. DI DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON TAHUN 2011 Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Praktek Klinik Kebidanan (PKK) 1. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan, arahan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Drs. H. E. Djuhana Cholil, MM, selaku Ketua Yayasan YASRI Cirebon. 2. Moh. Sadli, SKM, MMKes, selaku Ketua STIKes Cirebon. 3. Bidan Nova Lusiana, M.Keb selaku Ketua Prodi D III Kebidanan STIKes Cirebon. 4. Bidan Hj. Siti zulzilah, SST, selaku Pembimbing Akademik. 5. Bidan Hj. Emi kertamana, SST, selaku Pembimbing Lapangan. 6. Orang Tua yang telah memberi dukungan materil dan Doa. 7. Ny. M sebagai klien yang telah membantu proses pembuatan makalah ini. 8. Rekan-rekan mahasiswi D III Kebidanan STIKes Cirebon. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Atas perhatian yang diberikan penulis mengucapkan terima kasih. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Cirebon,

Juli 2011

Penulis
i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1.2 Tujuan 1.3 Metode penulisan 1.4 Sistematika penulisan BAB IILANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Kehamilan 2.2 Asuhan Kehamilan 2.3 Fisiologi 2.3.1 Proses Kehamilan 2.3.2 Perubahan Fisiologi Wanita Hamil 2.4 Tanda-tanda Kehamilan 2.5 Fakyor-faktor yang Mempengaruhi Kehamilan 2.6 Asuhan kehamilan pada Kunjungan Awal dan Lanjutan 2.7 Pengertian Pre-Eklamsi 2.8 Pengertian Pre-eklamsi Ringan 2.9 Etiologi 2.9.1 Faktor-faktor Predisposisi 2.10 Patofisiologi 2.11 Tanda dan gejala 2.12 Komlikasi 2.13 Penanganan BAB IIITINJAUAN KASUS (SOAP) 3.1 Data subjektif 3.2 Data objektif 3.3 Assesment
ii

3.4 Planning BAB IV PEMBAHASAN BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Seorang wanita yang dinyatakan positif hamil, berarti ibu harus siap menerima berbagai perubahan yang akan ia alami, mulai dari perubahan fisik maupun psikologis.Tidak setiap kehamilan fisiologis adakalanya dengan kemamilan patologis yang beresiko. Dalam beberapa waktu ini, angka kematian ibu dan perinatal masih sangat tinggi. Kejadian tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya adalah perdarahan, infeksi dan pre-eklamsia atau eklamsia. Mengingat semakin meningkatnya kasus pre-eklamsia terutama di Negara berkembang, maka penulis mengangkat tema pre-eklamsia ringan hasil temuan saat melakukan Praktek Klinik Kebidanan I (PKK I) di BPS Hj.Emi Kertamana,S.ST di Kabupaten Cirebon sebagai bahan membuat laporan kasus pre-eklamsia ringan pada Ny.M pada trimester III, guna untuk menegakkan diagnosis dini pre-eklamsia dan mencegah agar jangan berlanjut menjadi eklamsia sehingga kematian ibu dan perinatalnya dapat dicegah.

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa mampu menerapkan Asuhan Kebidanan ibu hamil dengan pre-Eklamsia ringan dengan menggunakan pola fikir Varney dan pendokumentasiannya SOAP. 1.2.2 Tujuan khusus 1. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada ibu hamil dengan Pre-Eklamsia Ringan. 2. Mahasiswa mamapu menginterpretasikan data pada ibu hamil dengan Pre-Eklamsia Ringan. 3. Mahasiswa mampu menegakkan diagnose dan masalah potensial pada ibu hamil dengan Pre-Eklamsia ringan.

4. Mahasiswa mampu mengidentifikasikan akan tindakan segera atau kolaborasi pada ibu hamil dengan Pre-Eklamsia Ringan. 5. Mahasiswa mampu merencanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Pre-eklamsia ringan. 6. Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Pre-Eklamsia Ringan. 7. Mahasiswa mampu mengevaluasi setelah dilakukan tindakan pada ibu hamil dengan Pre-Eklamsia Ringan. 1.3 Metode penulisan Dalam penulisan makalah ini, penulisan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik : 1. Studi Pustaka Yaitu dengan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan topikkasus Pre-Eklamsia Ringan. 2. Observasi Partisipasi Yaitu dengan observasi dalam melakukan asuhan kebidanan langsung dengan klien guna memperoleh data objektif. 3. Wawancara Yaitu untuk mendapatkan data objektif secara langsung pada klien dan keluarganya. 1.4 Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari : BAB I PENDAHULUAN Terdiri dari latar belakang, Tujuan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Terdiri dari Pengertian, Patofisiologi, Etiologi Tanda dan Gejala, Serta Diagnosa, Komplikasi Pre-Eklamsia dan Penanganannya.

BAB III

TINJAUAN KASUS Terdiri dari pendokumentasian dengan menggunakan sistem SOAP.

BAB IV

PEMBAHASAN Terdiri dari Pengkajian, Interpretasi Data, Identifikasi Masalah, Diagnosa Potensial, Identifikasi Akan Tindakan Segera Atau Kolaborasi, Merencanakan Asuhan yang Menyeluruh, Pelaksanaan Dan Evaluasi,

BAB V

PENUTUP Terdiri dari Kesimpulan dan Saran.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kehamilan Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis akan tetapi diagnosis kehamilan tidak dapat di abaikan, sementara itu wanita secara fisiologis mengakomodasi pertumbuhan serta fungsi uterus (Cunningham, 2006). Menurut Prawirohadjo (2008), kehamilan di definisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan di lanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila di hitung dari saat fertilisasi himgga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan adalah pertemuan antara sel telur dengan sel spermatozoa (konsepsi) yang di ikuti dengan perubahan fisiologi dan psikologis (Mitayani, 2009). Kehamilan merupakan proses yang fisiologis namun dapat di duga sebelumnya dan akan berakhir dengan kelahiran bayi. Kehamilan dapat berlangsung dengan baik jika hamil berada dalam kondisi kesehatan yang optimal, untuk itu di perlukan pengawasan kehamilan yang di kenal dengan Antenata Care (perawatan kehamilan). Masa kehamilan di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (Sulistyawati, 2009). dan konseptus.

2.2 Antenatal Care/ Asuhan Kehamilan Tujuan asuhan kehamilan menurut Sulistyawati (2009): 1. Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh kembang janin. 2. Meningkatkan dan mempertaahankan kesehatan fisik, mental, serta social ibu dan bayi.

3. Menemukan secara dini adanya masalah atau gangguan dan kemungkinan komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan. 4. Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat, baik ibu maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin 5. Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal. 6. Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI Ekslusif berjalan normal.

2.3 Fisiologi Kehamilan 2.3.1 Proses Kehamilan Menurut Manuaba (2009) proses kehamilan merupakan proses yang alamiah dan fisiologis yang terdiri dari : 1. Ovulasi pelepasan ovum 2. Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum 3. Terjadi migrasi dan pertumbuhan zigot 4. Terjadi nidasi(implantasi) pada uterus 5. Pembentukan plasenta 6. Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm 2.3.2 Perubahan fisiologi wanita hamil Hampir seluruh wanita hamil mengalami perubahan terutama pada alat kandungan dan juga lainnya menurut Sulistyawati (2009): 1. Perubahan pada system reproduksi a. Uterus 1) Ukuran. Pada kehamilan cukup bulan ukuran uterus adalah 30x25x20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan janin. Pad saat ini rahim membesar akibat hipertropi dan hiperplasi otot polos rahim, serabut-serabut kolagen menjadi desidua.

2) Berat. Berat uterus harus naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1.000 gram pada akhir bulan. Bentuk uterus sesuai usia kehamilan Usia Kehamilan Bentuk dan Konsistensi Uterus

Bulan pertama

Seperti buah alpukat Istimus rahim menjadi hipertropi dan bertambah panjang, sehingga bila di raba terasa lebih lunak. Keadaan ini yang di sebut tanda Hegar

2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan

Sebesar telur bebek Sebesar telur angsa Berbentuk bulat Rahim teraba seperti cairan berisi cairan ketuban, rahim terasa tipis itulah sebabnya mengapa bagian-

bagian janin ini dapat di jadikan di rasakan melalui perabaan dinding perut.

3) Posisi rahim dalam kehamilan a) Pada permulaan kehamilan dalam posisi antefleksi atau retrofleksi. b) Pada dulan 4 kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis. c) Setelah itu mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati. d) Pada ibu hamil lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri

4) Vaskularisasi Arteri uterine dan ovarika bertambah dalam diameter panjang dan anak-anak cabangnya, pembuluh darah vena mengembang dan bertambah. 5) Serviks uteri Bertambah vaskularisasimya dan menjadi lunak, kondisi ini yang di sebut dengan tanda Goodell. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mucus. Oleh karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid dan ini di sebut dengan tanda Chadwick.

b. Ovarium Ovulasi berhenti namun masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya plasenta yng akan mengambil alih peneluaran estrogen dan progesteron. c. Vagina dan vulva Oleh karena pengaruh estrogen, terjadi hipervaskularisasi pada vagina dan vulva, sehingga pada bagian tersebut terlihat lebih merah atau kebiruan. Kondisio ini disebut dengan tanda Chadwick. d. Dinding perut (abdominal wall) Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan

menyebabkan robeknyaselaput elastic di bawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum. Bila terjadi peregangan yang hebat, kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya yang disebut linea nigra .

2. Perubahan pada organ dan system lainnya a. System kardio vaskular Selama kehamilan jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya atau biasa disebut curah jantung

meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi pada usia kehamilan 6 minggu dan mulai puncaknya pada usia kehamilan 16-18 minggu. Oleh karena curah jantung yang meningkat maka denyut jantung pada istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit). Setelah mencapai umur kehamilan 30 minggu curah jantung agak menurun karena pembesaran jantung menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. Janin yang terus tumbuh menyebabkan darah lebih banyak dikirim ke ibu. Pada akhir usia kehamilan,rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu. Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. Selama kehamilan volume darah dalam peredaran meningkat sampai 50% tetapi jumlah sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%. Protein darah (gambaran protein dalam serumen)

berubah.jumlah protein, albumin, dan gama globulin menurun pada trimester pertama dan meningkat secara bertahap sampai akhir kehamilan. Jumlah eritrosit cenderung meningkat karena untuk memenuhi kebutuhan transport oksigen yang sangat diperlukan selama kehamilan . konsentrasi Hb pada orang yang tidak hamil. Kondisi ini disebut anemia fisiologis. Anemia fisiologis ini disebabkan oleh meningkatnya volume plasma darah . Pada ibu hamil, nadi dan tekanan darah arteri

cenderungmenuru, terutama pada trimester II, kemudianakan naik lagi seperti masa pra kehamilan. Tekanan vena pada ekstremitas atas dan bawah dalam batas-batas normal, namun

cenderung naik setelah trimester pertama. Nadi biasanya naik menjadi 84 kali/menit. b. System urinaria Selama kehamilan ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih) yang puncaknya terjadi pada usia kehamilan 16-24 minggu sampai saat sebelum persalinan (pada waktu ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar). Dalam keadaan normal aktivitas ginjal meningkat berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan, karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring atau tidur. Pada akhir kehamilan meningkat aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada saat wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya meningkatkan aktivitas dan curah jantung. c. System gastrointestinal Rahim yang semakin membesar akan menekan rectum dan usus bagian bawah sehingga terjadi sembelit atau kontipasi. Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesterone. Wanitya hamil yang sering mengalami rasa panas di dada (heart burn) dan sendawa, yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama dilambung dank arena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke krongkongan.

10

d. System Metabolisme Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk

membentuk tulang dan ini terjadi ketika trimester terakhir. Oloh karena itu peningkatan asupan kalsium sangat di perlukan untuk menunjang kebutuhan. Peningkatan kebutuhan kalsium

mencapai 70% dari diet biasanya. Kebutuhan zat besi wanita hamil kurang lebih 1.000 mg;500 gram di butuhkan untuk meningkatkan massa sel darah merah dan 300 mg untuk transportasi ke fetus ketika kehamilan memasuki usia 12 minggu, 200 gr sisanya untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. Wanita hamil membutuhkan zat besi rata-rata 3,5 mg/hari. Pada metabolism lemak terjadi peningkatan kadar kolesterol sampai 350 mg/lebih per 100 cc. Hormone somatotropin mempunyai peranan dalam pembentukan

payudara. Deposit lemaknya tersimpan di badan, perut, paha dan lengan. Pada metabolism mineral yang terjadi adalah sebagai berikut : 1) Kalsium di butuhkan rata-rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk pembentukan tulang terutama di trimerter akhir di butuhkan 30-40 gram. 2) Fosfor di butuhjkan rata-rata 2 gr/hari. 3) Air. Wanita hamil cenderung mengalami retensi air. 4) Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein. e. Kulit Pada daerah kulit tertentu terjadi hyperpigmentasi: 1) Muka. Topeng kehamilan ( cloasm agravidarum ) 2) Payudara. Putting susu dan aerola payudara. 3) Perut. Linea nigra dan strie albican

11

4) Adanya

vasodilatasi

kulit

menyebabkan

ibu

mudah

berkeringat. f. Payudara Payudara sebagai organ target untuk proses laktasi mengalami banyak perubahan sebagai persiapan setelah janinlahir. Beberapa perubahan yang dapat di amati oleh ibu adalah sebagai berikut: 1) Selama kehamilan payudara bertambah basar, tegang dan berat. 2) Dapat teraba nodul-nodul akibat hipertropi kelenjar alveoli. 3) Bayangan vena-vena lebih membiru 4) Hyperpigmentasi pada aerola dan putting susu. 5) Kalau dip eras akan keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna kuning. g. System Endokrin 1) Kelenjar thyroid dapat membesar sedikit 2) Kelenjar adrenal tidak dapat berpengaruh. 3) Kelenjar hipofise dapat membesar terutama labus anterior. h. System Pernapasan Ruang abdomen membesar oleh karena

meningkatnya ruang rahim dan pembentukan hormone progerteron menyebabkan paru-paru berfungsi sedikit bada dari biasanya. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk janin dan untuk dirinya. Lingkar dada wanita hamil agak membesar. 2.4 Tanda-tanda Kehamilan Tanda-tanda kehamilan dapat di bagi 3 golongan menurut Manuaba (2001): 1. Tanda-tanda pasti hamil

12

a. Terdengar denyut jantung janin ( DJJ ) b. Terasa gerakan janin c. Pada pemeriksaan ultrasonografi terlihat adanya gerakan janin 2. Tanda-tanda mungkin hamil a. Rahim membesar. b. Tanda Hegar c. Tanda Chadwick adalah warna kebiruan pada serviks, vagina, dan vulva. d. Tanda piskacek adalah pembesaran uterus dirangsang akan mudah berkontraksi. e. Basal Metabolisme Rite ( BMR ) meningkat. f. Ballottement positif. g. Test urine kehamilan positif 3. Tanda-tanda dugaan hamil a. Amenore. b. Hipersaliva, anoreksia, emesis. c. Pusing d. Sering buang air kecil e. Obstipasi f. Hyperpigmentasi, strie, cloasma, linea nigra. g. Varices h. Payudara menegang i. Perubahan perasaan j. Berat badan bertambah 2.5 Factor-faktor yang Mempengaruhi Kehamilan Factor-faktor yang mempengaruhi kehamilan menurut Sulistyawati (2009): 1. Factor Fisik a. Status kesehatan b. Status gizi c. Gaya hidup d. Perokok

13

e. Hamil di luar nikah 2. Factor psikologis a. Stressor internal b. Stessor eksternal c. Dukungan keluarga d. Kekerasan yang di liakukan oleh pasangan 3. Factor lingkungan, social dan budaya a. Kebiasaan adat istiadat b. Fasilitas kesehatan c. Ekonomi d. Tingkat kesehatan e. Pekerjaan 2.6 Asuhan Kehamilan pada Kunjungan Awal dan Lanjutan Tujuan kunjungan menurut Sulistyawati (2009) adalah sebagai berikut : 1. Menentukan tingkat kesehatan ibu dengan melakukan pengkajian riwayat lengkap dan uji skrining yang tepat. 2. Menentukan catatan dasar tekanan darah, urinalisis, nilai darah, serta pertumbuhan dan perkembangan janin yang dapat di gumakan sebagai standar pembanding sesuai kemajuan kehamilan. 3. Mengidentifikasi factor resiko dan mendapatkan riwayat kebidanan masa lalu dan sekarang. 4. Member kesempatan pada ibu dan keluarga untuk mengekspresikan dan mendiskusikan adanya kekhawatiran tentang kehamilan yang lalu,proses persalinan serta masa nifas. 5. Menganjurkan adanya pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam upaya mempertahankan kesehatan ibu dan perkembangan kesehatan bayinya. 6. Membangun hubungan saling percaya karena ibu dan bidan adalah mitra dalam asuhan. 2.7 Pengertian PreEklampsi Pre-eklamsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, oedema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Umumnya terjadi tri wulan ke-3

14

kehamilan,

tetapi

dapat

terjadi

sebelumnya,

misalnya

pada

kasus

molahidatidosa. 2.8 Pengertian Pre-eklamsi Ringan Pre-eklamsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih diatas tekanan yang biasa ditemukan sekitar 140 mmHg atau lebih tapi tidak lebih dari 160 mmHg. Tekanan diastolic naik 15 mmHg atau lebih menjadi 90 mmHg, tapi tidak lebih dari 110 mmHg, oedema, proteinuria (+) yang timbul karena kehamilan. Penentuan tekanan darah dapat dilakukan minimal 2 kali dalam jarak waktu 6 jam pada keadaan istirahat. Perlu ditekankan bahwa sindroma preeklamsia ringan dengan hipertensi, oedema dan proteinuria. Sering tidak diketahui atau tidak diperhatikan oleh wanita yang bersangkutan, sehingga tanpa disadari dalam waktu singkat dapat timbul preeklamsia berat bahkan eklamsia. Oleh karena itu, pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin sangat penting guna mencari tanda-tanda pre-eklamsia dalam usaha pencegahan pre-eklamsia berat dan eklamsia.

2.9 Etiologi Pre-eklamsia dan eklamsia merupakan kesatuan penyakit yang langsung di sebabkan karena kehamilan. Walaupun sampai sekarang belum diketahui bagaimana hal itu terjadi tetapi telah banyak teori yang mencoba menerangkan sebab musabab penyakit tersebut. Akan tetapi tidak ada yang dapat member jawaban yang memuaskan. Teori yang dapat diterima harus dapat menerangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Sebab bertambahnya prekuensi pada primigravida, kehamilan ganda, hidramnion dan mola hidatidosa. 2. Sebab bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan. 3. Sebab dapat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematia janin dalam uterus.

15

4. Sebab

jarangnya

eklamsia

pada

kehamilan-kehamilan

berikutnya. 5. Sebab timbulnya hipertensi, oedema, proteinuria, kejang dan koma. Teori yang dewasa ini banyak dikemukakan sebagai sebab pre-eklamsia The Disease Of Theories adalah : 1. Ischemia placenta. 2. VLDL vs toxicity preventing activity . 3. Mal adapsi immune ( Pada ibu hamil immunologi menurun ). 4. Genetic 2.9.1 Faktor-faktor predisposisi 1. Primigravida muda < 17 tahun. 2. Primigravida tua > 35 tahun. 3. Distensi rahim yang berlebihan, seperti pada : hidramnion, hamil ganda, mola hidatidosa (HCG meningkat). 4. Mempunyai riwayat pre-eklamsia, hipertensi kronik. 5. Mempunyai penyakit yang menyertai kehamilan seperti : diabetes mellitus, kegemukan, penyakit ginjal dan lain-lain. 6. Keadaan social ekonomi. Seperti pada keadaan mal nutrisi berat (kekurangan protein an vitamin).

Mungkin tanpa sepengetahuan kita, banyak lagi factor penyebab diantara factor-faktor yang ditemukan, seringkali sukar ditentukan mana yang sebab dan mana yang akibat karena antara sebab dan akibat sangat berkaitan erat. 2.10 Patofisiologi Perubahan pokok yang didapat pada pre-eklamsia yaitu spasmus pembulu darah disertai dengan retensi garam dan air. Apabila spasme arterioca ditemukan diseluruh tubuh maka mudah dimengerti bahwa tekanan darah

16

yang meningkat merupakan usaha untuk mengatasi tahanan perilaku agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi. Edema dan kenaikan berat badan disebabkan penimbulan cairan yang berlebihan dalam ruangan interstisiel, diperkirakan berhubungan dengan retensi garam dan air. Akibat penurunan filtrasi natrium melaluiglomerulus, yang disebsbkan spasme arteriole ginjal. Hal ini menyebabkan diuresi menurun dan proteinuria, penurunan volume intra vaskuler menyebabkan peningkatan viskositas darah dan peningkatan hematokrit. Spasme arteri yang menuju plasenta menyebabkan gangguan fungsi plasenta dan dalam waktu yang lama mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin dan menurunnya pergerakan janin bahkan dapat terjadi kematian. Spasme pada arteri juga menyebabkan gangguan pada mata, jantung dan otak. Perubahan system saraf pusat menyebabkan hiperefleksia, sakit kepala dan kekejangan. Gangguan metabolism jaringan menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna dan mengakibatkan badan keton dan osidosis. Pre-eklamsia ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu. Oleh karena itu, sebagian besar pemeriksaan anatomi. Patofisiologi berasal dari penderita eklamsia yang meninggal. Ada beberapa perubahan pada organ-organ penting diantaranya adalah : 1. Otak Ditemukan oedema dan anemia pada konteks cerebri. Pada keadaan lanjut ditemukan perdarahan dan nekrosis karena terjadi spasme pembulu darah arteriol otak. Sehingga menimbulkan nyeri kepala yang hebat. 2. Retina Terjadi spasme pada arterida-arterida, terutama yang dekat dengan diskus optikus dapat terlihat oedema. Vasospasmus menyebabkan amourose, skotoma, penglihatan kabur dan piplopia. Bahkan bisa terjadi ablation retina ( lepasnya retina ) yang di sebabkan oedema intra okuler tadi.

17

Hal ini merupakan indikasi teminasi kehamilan, tetapi prognosa komplikasi ini baik karena retina akan melekat lagi beberapa minggu post partum. 3. Jantung Terjadi perubahan subendokardial serta perubahanperubahan

degenerative. Pad mikrokardivan terdapat lemak , cloudy swelling, oedema, nekrosis dan terjadi spasme pada pembuluh darah yang bisa menyebabkan hypertensi, nekrosis, dekompentasion cordis, perdarahan, oedema jaringan sampai terhentinya fungsi jantung. 4. Paru Terdapat oedema yang menyebabkan decompentasion cordis dan bronkopneumonia sampai abses paru, sesak napas sampai sianosis sebagai akibat aspirasi/ kurangnya aliran darah dan oksigen. 5. Ginjal Terjadi kelainan-kelainan seperti: 1) Kelainan glomeroles diantara kapiler bertambah, membrane basalis dinding kapiler seolah-olah terbelah karena bertambahnya matriks mesangial, sel kapiler membengkak dmen inti sel kapiler membengkak dan lumen menyempit. Penimbunan zat protein berupa serabut dalam kapsul bawaan. 2) Kelainan pada tubulustubulus henie berdeskumasi hebat, fragmen inti sel tampak terpecah-pecah 3) Spasme pembuluh darah glomelurus menyebabkan oligualia

aliran darah ke dsalm ginjal menurun sehingga menyebabkan filtrasi glomelurus mengurang. Kelainan pada ginjal tersebut dapat menyebabkan proteinnya dan retensi garam dan air serta oedema. 6. Hati Terjadi perdarahan yang tidak teratur dan nekrosis serta nekrosis serta trombosit pada lobus hati dan pembuluih darah kecil, terutama di sekitar

18

vena porta. Rasa nyeri di di epigastrium di sebabkan karena perdarahan sub kapsuler. Sedangkan vasospasmus pada hati menyebabkan leterus. 7. Kelenjar adrenal Terjadi kelainan berupa perdarah dan nekrosis dalam berbagai tingkat. 8. Metabolism air dan elektrolit Hemokonsentrasi yang terjadi tidak di ketahui sebabnya, pergerakan cairan dari ruang intra vaskuler ke ruang interstisiel, di ikuti oleh kenaikan hematrokrit, peningkatan protein serum dan sering bertambahnya oedema menyebabkan volume darah berkurang, viskositas darah meningkat, waktu perdarahan darah tepi lebih lama. Hal ini menyebabkan aliran darah ke jaringan di berbagai bagian tubuh mengurang sehingga mengakibatkan hipoksia. Aliran darah keplasenta mengalami vaso spasmus yang menimbulkan asfiksia, mengganggu pertumbuhan janin (IUGR) hingga kematian janin dalam rahim (IUFD).

2.11Tanda Dan Gejala Biasanya tanda-tanda pre-eklamsia timbul seperti,penambahan berat badan yang berlebihan, di ikuti oedema, hipertensi dan akhirnya proteinnya, pada umumnya diagnosis pre-eklamsia di dasarkan atas adanya tanda utama,seperti: 1. Hipertensi ringan dengan batasan Systolic 140 mmHg atau lebih / kenaikan 30 mmHg diatas tekanan yang biasa, tetapi tidak lebih dari 160 mmHg. Diastolic 90 mmHg atau lebih / kenaikan 30 mmHg diatas tekanan yang biasa, tetapi tidak lebih dari 110 mmHg. Tekanan darah yang meninggi ini, sekurang-kurangnya di ukur 2x dalam selang waktu 6 jam. 2. Proteinuria lebih dari 0,3 gr/L dalam urin 24 jam / lebih dan 1 gr/L pada urin yang sembarangan . Proteinuria ini harus ada pada 2 hari berturut-turut / lebih. Proteinuria pre-eklamsia ringan proteinuria (+1)

19

3. Oedema pada umur kehamilan >20 minggu pada daerah libia, tungkai dan muka. Sedangkan kenaikan berat badan > 500 gr/minggu, 2000 gr/bulan, atau 13 kg selama kehamilan. Jika dari hasil pemeriksaan di temukan hasil yang melebihi dari batasan-batasan dalam pre- eklamsia ringan serta timbul komplikasi-komplikasi lain, maka tanda dan gejala tersebut telah memasuki tahap pre-eklamsia berat dengan tanda dan gejala seperti oliguria, koma, kejang, trimbositis, leterus, perdarahan retina dan beberapa kelainan subjektiflain, di antaranya adalah : a. Nyeri epigastrum. b. Gangguan penglihatan, matanya kabur (diplopia). c. Nyeri kepala hebat terutama di daerah frontalis . d. Oedema paru dan sianosis /sesak nafas. e. Gangguan kesadaran. f. Terdapat mual dan muntah. g. Hiervefleksia / kejang serta koma Tetapi pada penderita pre-eklamsia ringan, gejala subjektif di atas belum dijumpai. 1. Diagnose banding pre-eklamsia ringan a. Hipertensi kronik. b. Transient hipertensi 2. Diagnosis Diagnosa dapat di tegakkan berdasarkan : a. Gambaran klinik Pertambahan berat badan yang berlebihan, oedema, hipertensi dan proteinuria. Keluhan sakit kepala di frontalis, nyeri epigastrum, nyeri visus, penglihatan kabur, skotoma, diploma, mual, muntah, gangguan selebral lain seperti kejang, hiperefleksia serta koma. 1) Uji diagnostic pre-eklamsia a) Uji diagnostic sadar

20

b) Pengukuran tekanan darah c) Analisis protein dan urin d) Pemeriksaan oedema e) Pengukuran tinggi fundus uteri f) Pengukuran fundus copi 2) Uji laboratorium dasar a) Evaluasi hamatologik (hematokrit, jumlah trombosit, morfologi eritrosit, sediaan apus darh tepi). b) Pemeriksaan fungsi hati (bilirubin, protein serum, aspartat amino

transferase). c) Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) 3. Untuk meramalkan hipertensi a. Rool over test (ROT) 1) Membedakan TD systolic dalam posisi miring dan tgidur terlentang. 2) Nilai positif bila perbedaan lebih atau sama 20 mmHG. 3) Mean arterior pressure (MAP). 4) Merupakan jumlah TD systolic ditambah 2 kali diastolic di bagi 3.

5) MAP = sistolik+2 diastolik 3 6) MAP > = 85 mmHg merupakan nilai + (positif), 7) Angiotensin sensitivity test

2.12 Komplikasi

21

Pre-eklamsia ringan dapat menjadi pre-eklamsia berat jika tidak segera ditangani dan di obati. Pencegahan dan diagnosis dini dapat mengurani kejadian dan angka kesakitan dan kematian. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi adalah : 1. Ischkemia uteroplasenta a. Pertumbuhan janin terhambat (IUGR) b. Kematian janin dalam rahim (IUFD) c. Persalinan plasenta d. Gawat janin 2. Spasme arteriolar a. Perdarahan serebral b. Gagal jantung c. Ablation embolise d. Gangguan pembekuan darah 3. Kejang dan koma a. Trauma karena kejang menyebabkan komplikasi pada ibu, antara lain : 1) Sianosis 2) Aspirasi air ludah menambah gangguan fungsi paru 3) Tekanan darah meningkat menimbulkan perdarahan otak dan kegagalan jantung mendadak. 4) Lidah dapat tergigit. 5) Jatuh dari tempat menyebabkan fraktura dan lukaluka. 6) Gangguan fungsi ginjal (oligo sampai anoria). 7) Perdarahan dan ablation retina. 8) Gangguan funsi hati dan menimbulkan ikterus

2.13 Penanganan Pada tingkat permulaannya pre-eklamsia tidak memberikan gejalagejala yang dapat di rasakan oleh pasien sendiri. Maka, diagnose dini hanya

22

dapat dibuat dengan antepartum care. Pasien hamil hendaknya di periksa sekali dalam 2 minggu setelah bulan ke-6 dan seminggu pada bulan terakhir. Pemeriksaan ini harus rutin dan selalu di control tekanan darah, pertambahan berat badan dan ada tidaknya proteinuria. Terutama pada penderita yang mempunyai factor predisposisi pre-eklamsia harus selalu diwaspadai. 1. Tujuan pengobatan pre-eklamsia ringan adalah b. Mencegah terjadinya pre-eklampsia berat atau eklampsia c. Anak harus lahir dengan kemungkinan hidup yang besar. d. Persalinan harus dengan trauma yang sekecil-kecilnya dan jangan sampai menyebabkan penyakit pada kehamilan dan persalinan berikutnya (section caesareae) menambah bahaya pada kehamilan dan persalinan berikutnya. e. Mencegah hipertensi menetap 2. Dasar pengobatan a. Istirahat di tempat tidur (berbaring) sedikitnya 6 jam perhari merupakan terapi utama untuk penanganan pre-eklamsia. Karena bisa mengalirkan darah ke plasenta dengan lancer, selain itu aliran darah keorgan-oragan penting juga baik. Tekanan vena pada ekstremitas bawah turun dan resorbsi cairan dari daerah yang beredar. Sehingga tekanan darah turun dan oedema berkurang. b. Diet tinggi protein dan tinggi karbohidrat, pembatasan pemakaian garam sangat dianjurkan terutama pada triwolan terakhir c. Pemeriksaan laboratorium serial d. Pemberian sedative ringan. Phenobarbital 3x30 maksimal sehari. Valium 3x10 mgs

e. Obat-obatan penunjang Vitamin B kompleks Vitamin C atau vitamin E Zat besi

23

f. Pantau tekanan darah, proteinuria, reflex dan kondisi janin g. Tidak perlu diberi obat-obatan anti hipertensi dan diuretic. Kecuali jika terdapat oedema paru, decompensatio cordis atau gagal ginjal akut. h. Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan dan umur kehamila < 37 minggu, maka perlu rawat inap serta observasi ketat. Kriteria untuk rawat tinggal bagi penderita pre-eklamsia ringan adalah penderita yang tela di tepai dalam 3 kali kunjungan, selang 1 minggu tidak ada perbaikan klinik / laboratorium. i. Jika proteinuria meningkat, tangani sebagaimana pre-eklamsia berat j. Jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan janin terhanmbat,

pertimbangkan terminasi kehamilan. Apabila kehamilan >37 minggu dengan kondisi :servik matang, berikan obat prostaglandin,

misoptostol atau kateter foley atu terminasi secsio sesaria. Berikut ini klasifikasi penanganan hipertensi dalam kehamilan pada berbagai tingkat pelayanan. 1. Tempat pelayanan : polindes a. Raway jalan b. Istirahat baring c. Diet biasa d. Tidak perlu obat e. Bila tidak ada perbaikan, RUJUK 2. Tempat pelayanan : puskesmas a. Oedema b. <36 minggu, rawat jalan 1x seminggu c. Tidak ada perbaikan, RUJUK ke RS 3. Tempat pelayanan : rumah sakit a. Evaluasi dan observasi ketat seperti di atas b. Bila terdapat pre-eklamsia berat atau tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat, lakukan terminasi kahamilan.

24

BAB III TINJAUAN KASUS

Nama Pengkaji Tanggal /Jam Pengkajian Tempat

:Fatimah : 02-06-2011/12.00 WIB : BPS Hj.Emi Kertamana, S.ST

3.I. Data Subjektif A. Identitas Nama Ibu Umur Tahun : Ny. M : 28 Tahun Suku /Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan Wiraswasta Alamat Kedoya : Kedoya Alamat : : Islam : SMA : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Nama Suami : Tn. T Umur : 31

B. Anamnesa 1. Alasan kunjungan 2. Keluhan-keluhan :Kunjungan ulang : Ibu mengatakan sering

pusing,mengeluh bengkak pada kaki,cepat lelah dan badan terasa berat. 3. Riwayat menstruasi Menarche : 13 tahun Siklus Lama Dysmenore : Teratur / 28 hari : 6-7 hari : Jarang

25

26

Sifat darah

: Encer :

4. Riwayat kehamilan sekarang a. HPHT TP : 11-10-2010 : 18-07-2011

b. Imunisasi TT1 :13-November-2010 Imunisasi TT2 :10-Desember-2010

c. Tanda-tanda kehamilan

: Ibu mengatakan mengeluh mual muntah di pagi hari kehamilan trimester pertama

d. Nutrisi atau makanan

: Ibu mengatakan makan teratur 2 kali sehari

e. Pola eleminasi f. Aktifitas pekerjaan menyapu, mengepel dll. g. Kontrasepsi

: BAB 1 kali sehari, BAK sering : Ibu mengatakan hanya mengerjakan Rumah tangga seperti masak,

Ibu

mengatakan

menggunakan

kontrasepsi suntik sebelum hamil selama kurang lebih 1 tahun. 5. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas dan anak yang lalu Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang pertama. 6. Riwayat kesehatan a. Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita Ibu mangatakan belum pernah menderita penyakit jantung, asma, DM, ginjal, hepatitis, TBC, gemelli atau kelainan genetik. b. Riwayat penyakit keluarga Ibu mengatakan keluarga ada yang menderita penyakit hipertensi yaitu nenek. c. Prilaku kesehatan Ibu mengatakan tidak pernah merokok atau minum alkohol.

27

7. Riwayat Psikososial Ibu kawin 1x lamanya 2 tahun. Ibu mengatakan kehamilan ini sangat diharapkan tapi ibu merasa khawatir dengan kehamilannya karena banyak keluhan yang dirasakan seperti oedema pada kaki, sering pusing, dll. Pengambilan keputusan oleh suami.

3.2.

Data Objektif 1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Emosional 4. Tanda-tanda Vital P = 84x/menit R = 23X/menit 4. Tinggi badan 5. Berat badan sebelum hamil 6. Berat badan sekarang 7. Lila S = 36,50C : 160 cm : 49 kg : 59 kg : 25 cm : Kurang Baik : Composmentis : Stabil : T = 140/100 mmHg

8. Pemeriksaan fisik a. Kepala : Rambut ketombe. Muka : Pucat, lesu, tidak ada oedema, tidak ada hitam,lurus,panjang,tidak rontok,tidak ada

cloasmagravidarum Mata : Bentuk simetris, konjungtiva anemis, sclera anikterik.

Hidung : Bentuk simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip Telinga : Bentuk simetris, tidak ada serumen. Mulut : Tidak sianosis, tidak ada stomatitis, tidak ada caries pada gigi b. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan tidak ada pembesaran kelenjar getah bening

28

c. Dada

: Jantung regular, paru-paru tidak ada ronchi maupun wheezing.

d. Payudara : Bentuk simetris, putting susu menonjol, tidak ada benjolan, hyperpigmentasi aerola. e. Abdomen Inspeksi : Tidak ada bekas luka operasi, ada linea nigra dan strie albican, pembesaran perut sesuai dengan umur kehamilan TFU Leopold I : : 30 cm fundus diantara pertengahan proc.xyphoideus dan pusat, teraba bulat, lunak,tidak melenting (bokong). Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba tahanan memenjang, keras (punggung), bagian kanan perut ibu teranba bagian-bagian kecil janin (ekstremitas). Janin tunggal. Leopold III : Presentasi kepala, kepala sudah masuk PAP, posisi memanjang. Leopold IV TBJ Auskultasi DJJ : 138x/menit puki bawah pusat : : Divergen 3/5 2790 gram

Puntum Maximum : f. Punggung

: Tidak ada kelainan, CVAT tidak ada nyeri ketuk kanan dan kiri

g. Ekstermitas Atas kanan/kiri Bawah kanan/kiri : Ada oedema : Ada oedema Tidak ada varises Reflek patella +/+ h. Pemeriksaan laboratorium :

29

Haemoglobin Protein urine Glukosa urine

: 11,2 gram % : (+) : (-)

4.3

Assesmen G1P0A0 gravida 33-34 minggu, janin hidup, tunggal intra uterine dengan keadaan janin baik dan ibu dengan pre-eklampsia ringan.

3.4

Planning 1. Membina hubungan baik dengan ibu dan keluarga Hubungan baik dengan ibu dan keluarga sudah terbina 2. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan 3. Menganjurkn pada ibu untuk istirahat dan berbaring di tempat tidur dalam posisi ke satu sisi Ibu mau menuruti parintah bidan 4. Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarganya bahwa tindakan yang kooperatif akan sangat membantu dalam mengatasi permasalahannya Ibu dan keluarganya mengerti dan paham serta bersedia melakukan yang terbaik bagi ibu dan janinnya. 5. Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarga tentang preeklampsia, gejala dan penanganannya Ibu dan keluarga mengerti dan paham tentang kondisi tersebut 6. Menganjurkan ibu diet TKTPRG Ibu mau melakukan anjuran dari bidan 7. Melakukan kolaborasi dengan dr. SPOG Kolaborasi sudah dilakukan 8. Memberikan terapi : dopamet 2 x , supra livron 1x1 Terapi sudah diberikan

30

9. Memberikan support pada ibu dan keluarga berupa sentuhan perhatian dan rasa empati, menunjukan kesediaan menolong dan menganjurkan ibu untuk berdoa dan berserah diri pada Tuhan ibu dan keluarga merasa nyaman atas support dan menyerahkan semuanya pada tuhan 10. Merencanakan kunjungan ulang Ibu mau datang 1 minggu kemudian atau jika ada keluhan 11. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Hasil pemeriksaan tercatat di KMS ibu

BAB IV PEMBAHASAN

Setelah melakukan pengkajian sampai mengevaluasi asuhan kebidanan yang sudah diberikan pada Ny.M dengan pre-eklamsia ringan tidak di dapatkan

kesenjangan antara teori dan kasus yang ada di lahan praktek : 1. Pengkajian Penulis tidak menemukan kesenjangan antara praktek dan teori. 2. Interpretasi data Penulis tidak menemukan kesenjangan antara praktek dan teori, penulis menegakkan diagnose sesuai dengan data yang ada diantaranya keluhankeluhan yang di alami oleh klien seperti kepala pusing, cepat lelah dan bengkak di kaki, badan terasa berat yang merupakan beberapa tanda dan gejala yang nampak pada pre-eklamsia. 3. Identifikasi masalah dan diagnose potensial Kemungkinan akan terjadi pre-eklamsia berat jika keadaan klien tidak terus diobservasi dan di atasi. 4. Identifikasi kebutuhan terhadap tindakan segera atau kolaborasi Sesuai dengan teori keadaan yang dialami Ny.M dikonsultasikan kepada dokter spesialis obstetri ginekologi. 5. Merencanakan asuhan yang menyeluruh Sesuai dangan teori, untuk memberikan asuhan kebidanan pada Ny.M penulis sudah melaksanakann tindakan bertahap yang akan diberikan. 6. Pelaksanaan Penulis telah memberikan beberapa obat-obatan sesuai anjuran dokter seperti sedative ringan dan vitamin-vitamin sebagai penunjang. Penulis juga telah menyarankan pada Ny.M untuk istirahat baring dan melakukan diet tinggi protein dan karbohidrat serta pembatasan pemakaian garam.

31

32

7. Evaluasi Pada saat mengevaluasi tindakan yang sudah diberikan pada Ny M, ada sedikit perubahan yang terjadi pada Ny.M yaitu pembengkakan di kaki sudah tidak lagi kelihatan.

BAB V PENUTUP

5.1 kesimpulan Setelah penulis melakukan pengkajian pada Ny. M sampai tahap evaluasi, maka penulis menyimpulkan : 1. Pre-eklamsia dikataka masih dalam batas ringan jika tekanan darah tidak melebihi dari 140/110 dengan batasan oedema dan proteinurian yang masi rendah. Jika hipertensi terjadi dari sebelum triwulan ke-3 kehamilan adalah hipertensi essensia. 2. Jika tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan konsep penanganan yang seharusnya, sehingga terjadi komplikasi atau peningkatan gejala dan tanda pre-eklamsia ringan.

5.2 Saran Untuk BPS 1. Diharapkan bidan bisa memberikan pelayanan yang bermutu dan tindakan asuhan kebidanan pada Ny. M sesuai standar. 2. Lebih meningkatkan SDM yang sudah ada dengan mengikuti penyuluhan, pelatihan, seminar-seminar kesehatan dan perkuliahan serta mengikuti perkembangan IPTEK di bidang kesehatan khususnya. Untuk mahasiswa Diharapkan dalam melakukan asuhan kebidanan pada Ny. M harus lebih komprehensif dan sesuai dengan standar asuhan kebidanan yang ad dengan memperhatikan keadaan klien itu sendiri. Untuk ibu hamil 1. Supaya rajin memeriksakan kehamilannya. 2. Melaksanakan anjuran-anjuran bidan separti yang telah di sampaikan pada saat melakukan asuhan tadi.

33

34

3. Harus mempersiapkan segala sesuatunya bila suatu saat terjadi komplikasi yang tidak diharapkan.

35

DAFTAR PUSTAKA

1. YBP Prawirohardjo. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Materna dan Neonatal. Jakarta, 1999 2. Ida Bagus Gde Manuaba. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta :EGC, 2002. 3. Helen Varney. Buku Saku Bidan. Jakarta : EGC, 2002. 4. Rustam mochtar. Synopsis obstetric. Jakarta : EGC, 1998.