Anda di halaman 1dari 25

TEKNIK-TEKNIK PERANCANGAN SISTEM KERJA

Bahan Kuliah Perancangan, Pengukuran, dan Pembakuan Sistem Kerja Oleh: Hilma Raimona Zadry Jurusan Teknik Industri Universitas Andalas 2005

STUDI GERAKAN
Studi gerakan adalah pengetahuan dasar untuk memilah suatu pekerjaan atas elemen-elemen pekerjaan, dalam usaha untuk memahami dan mendalami pekerjaan tersebut. Studi gerakan adalah analisis yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. (Sutalaksana, 1979). Studi gerakan merupakan suatu proses analisis terhadap suatu pekerjaan dengan memfokuskan pengamatan terhadap gerakan kerja dari operatornya.

TUJUAN STUDI GERAKAN: Untuk mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efektif, sehingga dapat memudahkan pekerjaan dan meningkatkan laju produksi

METODE DASAR STUDI GERAKAN:


Metode Barat (Gilbreth)
Gilbreth membagi elemen gerakan dasar menjadi 17 elemen gerakan yang disebut Therblig. 17 elemen Therblig diklasifikasikan menjadi Therblig efektif dan tidak efektif. Therblig efektif adalah semua elemen dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas kerja. Therblig ini sulit untuk dihilangkan, hanya saja waktu gerakannya dapat diperpendek. Therblig tidak efektif adalah elemen therblig yang tidak berkaitan dengan aktivitas penyelesaian pekerjaan secara langsung dan seharusnya dihilangkan dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dari analisa operasi kerja dan ekonomi gerakan.

THERBLIG EFEKTIF:
Physical Basic Devisions
Menjangkau (Reach) Memegang (Grasp) Membawa (Move) Melepas (Release Load) Mengarahkan sementara (Pre position)

Objective Basic Devisions


Memakai (Use) Merakit (Assembly) Lepas Rakit (Disassembly)

THERBLIG TIDAK EFEKTIF:


Mental atau Semi Mental Basic Devisions
Mencari (Search) Memilih (Select) Mengarahkan (Position) Memeriksa (Inspection) Merencanakan (Plan)

Delay
Kelambatan yang tak terhindarkan (Unavoidable Delay) Kelambatan yang dapat dihindarkan (Avoidable Delay) Istirahat untuk menghilangkan lelah (Rest to Overcome Fatigue) Memegang untuk memakai (Hold)

Metode Jepang
Metode ini mengelompokkan elemenelemen gerakan ke dalam 4 kelompok gerakan yaitu :
A. B. C. D. Kelompok Utama Kelompok Penunjang Kelompok Pembantu Kelompok Elemen Gerakan Luar

A. KELOMPOK UTAMA
Gerakan-gerakan dalam kelompok ini bersifat memberikan nilai tambah Perbaikan kerja untuk kelompok ini dapat dilakukan dengan cara mengefisienkan gerakan Elemen-elemen gerakan yang termasuk ke dalam kelompok ini yaitu :
Assemble (A) Use (U) Disassemble (DA)

B. KELOMPOK PENUNJANG
Gerakan-gerakan dalam kelompok ini diperlukan, tetapi tidak memberikan nilai tambah Perbaikan kerja untuk kelompok ini dapat dilakukan dengan meminimumkan gerakan Elemen-elemen gerakan yang termasuk ke dalam kelompok ini:
Reach (RE) Grasp (G) Move (M) Released Load (RL)

C. KELOMPOK PEMBANTU
Gerakan-gerakan dalam kelompok ini tidak memberikan nilai tambah dan mungkin dapat dihilangkan Perbaikan kerja untuk kelompok ini dapat dilakukan dengan pengaturan kerja yang baik atau dengan menggunakan alat bantu Elemen-elemen gerakan yang termasuk ke dalam kelompok ini:
Search (SH) Select (ST) Position (P) Hold (H) Inspection (I) Preposition (PP)

D. KELOMPOK ELEMEN GERAKAN LUAR

Gerakan-gerakan dalam kelompok ini sedapat mungkin dihilangkan. Elemen-elemen gerakan yang termasuk ke dalam kelompok ini yaitu :
Rest (R) Plan (Pn) Unavoidable Delay (UD) Avoidable Delay (AD)

ELEMEN THERBLIG:
1. Memegang (Grasp), lambang G (Kode warna : Lake Red)
Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh menyentuh suatu objek Ditandai dengan adanya pengendalian objek Berakhir pada saat objek telah dapat dikendalikan

2.

Mengarahkan (Position), lambang P (Kode warna : blue)


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh mengarahkan objek Terdiri dari gerakan memutar,menggeser, merubah posisi objek Berakhir pada saat objek telah diarahkan

3.

Mengarahkan sementara (Pre-position), Lambang PP (Kode warna : Sky Blue)


Merupakan gerakan mengarahkan pada suatu tempat sementara Tujuan dari penempatan sementara adalah untuk memudahkan pemegangan apabila objek tersebut akan dipakai kembali

4. Memakai (Use), lambang U (Kode warna : Purple)


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh mulai menggunakan alat atau mengendalikannya Ditandai dengan adanya penggunaan peralatan, dan pengendaliannya Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh berhenti menggunakan alat

5. Merakit (Assembly), lambang A Violet,Heavy)

(Kode warna :

Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh mulai merakit komponen atau menggabungkan satu objek dengan objek lain sehingga menjadi satu kesatuan Ditandai dengan adanya perakitan komponen tersebut Berakhir pada saat komponen telah dirakit

6. Lepas Rakit (Disassembly), lambang DA warna : Violet)

(Kode

Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh mulai memisahkan komponen hasil rakitan atau dua bagian objek dipisahkan dari satu kesatuan Terdiri dari gerakan-gerakan melepas rakitan Berakhir pada saat komponen hasil rakitan telah terpisahkan

7. Melepas (Release Load), lambang RL (Kode warna: Carmine Red)


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh mulai melepaskan pengendalian terhadap suatu objek Ditandai dengan adanya melepaskan objek Berakhir pada saat objek telah terlepas atau bila seluruh jarinya sudah tidak menyentuh objek lagi

8. Menjangkau (Reach), lambang RE Olive Green)

(Kode warna :

Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh mulai berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi objek Ditandai dengan adanya usaha menjangkau sesuatu Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh telah berhenti bergerak

9. Membawa (Move), lambang M (Kode warna : Green)


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh berpindah dalam keadaan terbebani Ditandai dengan adanya tangan atau anggota tubuh memindahkan objek Berakhir pada saat objek telah sampai pada tempat yang diharapkan

10. Mencari (Search), lambang SH (Kode warna : Black)


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh bergerak mencari suatu objek Terdiri dari usaha-usaha untuk menemukan objek Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh telah menemukan lokasi objek

11. Memilih (Select), lambang ST Light)

(Kode warna : Gray,

Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh menyentuh beberapa objek atau gerakan untuk menemukan suatu objek yang tercampur Ditandai dengan adanya usaha untuk memilih objek Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh telah menemukan objek yang diinginkan

12. Memegang untuk memakai (Hold), lambang H (kodewarna: gold ocher)


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh memegang obyek tanpa menggerakannya Ditandai dengan adanya usaha untuk memegang obyek pada tempat yang tetap Berakhir dengan suatu gerakan

13. Kelambatan yang tak terhindarkan(unavoidable delay), lambang UD (kode warna : yellow ocher)
Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh menganggur Ditandai dengan adanya keterlambatan dari anggota tubuh atau mesin dan keterlambatan ini merupakan bagian dari metode kerja, misalnya : padamnya listrik, rusaknya alat, dan lain-lain Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh mulai bekerja

14.Kelambatan yang dapat dihindarkan (avoidable delay), lambang AD


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh menyimpang dari metode standar atau kelambatan ini disebabkan oleh hal yang ditimbulkan sepanjang waktu kerja oleh pekerjanya baik disengaja maupun tidak disengaja. Misalnya:
Pekerja yang menderita sakit batuk sepanjang waktu kerjanya, hal ini menimbulkan gangguan pada pekerjaanya Pekerja yang merokok ketika sedang bekerja

Ditandai dengan adanya gerakan atau keterlambatan dan bukan merupakan bagian dari metode kerja Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh kembali pada metode standar. Untuk mengurangi kelambatan ini , harus diadakan perbaikan oleh pekerjanya sendiri tanpa harus merubah proses operasinya

15. Istirahat untuk menghilangkan kelelahan (Rest to overcome fatigue), lambang R (kode warna : warna orange)
Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh menganggur. Ditandai dengan adanya keterlambatan yang perlu untuk menghilangkan kelelahan. Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh dapat bekerja kembali.

16. Merencana (Plan), lambang Pn Brown)


(kode warna :

Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh menganggur atau melakukan gerakan lain sementara operator menentukan tindakan yang akan diambil selanjutnya. Ditandai dengan adanya penentuan tindakan. Berakhir pada saat telah ditentukannya suatu tindakan .

17. Memeriksa (Inspection), lambang I (kode warna : Burn ocher)


Dimulai pada saat tangan atau anggota tubuh mengamati suatu obyek. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan obyek dengan suatu standard atau untuk mengetahui apakah obyek telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Ditandai dengan adanya penentuan kualitas suatu obyek. Berakhir pada saat tangan atau anggota tubuh telah merasakan atau mengamati.

PRINSIP EKONOMI GERAKAN


(Menurut Marvin E. Mundel)

1) Eliminasi Kegiatan
Eliminasi semua kegiatan/aktivitas yang memungkinkan, langkah-langkah atau gerakangerakan. Eliminasi kondisi yang tidak beraturan dalam setiap kegiatan yaitu dengan cara meletakkan segala aktivitas kerja dan material/komponen pada lokasi yang tetap Eliminasi penggunaan tangan (baik satu atau keduanya) sebagai holding device, karena hal ini merupakan aktivitas tidak produktif yang menyebabkan kerja kedua tangan tidak seimbang

Eliminasi gerakan-gerakan yang tidak semestinya, abnormal, dan lain-lain yaitu gerakan-gerakan yang membahayakan dan melanggar prinsip-prinsip keselamatan atau kesehatan kerja. Eliminasi penggunaan tenaga otot untuk melaksanakan kegiatan statis atau fixed position yaitu dengan cara menggunakan tenaga mesin (mekanisasi) seperti power tools, power feeds, material handling equipment, dan lain-lain untuk menggantikan tenaga otot. Eliminasi waktu menganggur (idle time) atau waktu menunggu (delay time) dengan membuat perencanaan/penjadwalan kerja sebaik-baiknya.

2) Kombinasi Gerakan atau aktivitas kerja


Kombinasikan gerakan-gerakan kerja yang berlangsung pendek atau terputus-putus dan cenderung berubah-ubah arahnya dengan gerkan yang kontinyu, tidak patah-patah serta cenderung membentuk sebuah kurva. Kombinasikan beberapa kegiatan/ aktivitas yang mampu ditangani oleh sebuah peralatan kerja dengan membuat desain yang multi-purpose. Distribusikan kegiatan kerja dengan membuat keseimbangan kerja antara kedua tangan. Pola gerakan kerja yang simultan dan simetris akan memberi gerakan yang paling efektif.

3) Penyederhanaan Kegiatan
Laksanakan setiap aktivitas/kegiatan kerja dengan prinsip kebutuhan energi otot yang digunakan minimal. Kurangi kegiatan mencari objek kerja (peralatan kerja, material, dan lain-lain) dengan meletakkannya dalam tempat yang tidak berubah-ubah. Letakkan fasilitas kerja berada dalam jangkauan tangan yang normal, hal ini menyebabkan gerakan tangan berada pada jarak yang sependek-pendeknya. Sesuaikan letak dari handles, pedals, buttons, dan lain-lain dengan memperhatikan dimensi tubuh manusia (antropometri) dan kekuatan otot yang dibutuhkan.