Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN MANAJEMEN KEKERASAN/NAPZA DI KATU LAMPA BOGOR JAWA BARAT

Disusun untuk memenuhi mata ajar Manajemen Kekerasan/NAPZA

Disusun oleh: BURHANDIAH GERHANDI SAPTIANI Npm. 0906619195

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA 2011

ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PRAKTIKUM LABORATORIUM KLINIK KEPERAWATAN MANAJEMEN KEKERASAN/NAPZA DI KATU LAMPA BOGOR JAWA BARAT Hari/Tanggal N o 1. Waktu : Senin, 25 April 2011 Kegiatan Dilakukan Ya 08.00-09.30 Pre Confrence Absensi dan pengarahan dengan pembimbing di lahan praktik. Orientasi RW.09 khususnya RT.005 Tidak Keteranga n

2.

09.30-10.00

3.

10.00-10.15

Pembagian kasus oleh Pembimbing lapangan Interaksi I dengan Ny. N

4.

10.15-10.20

5.

10.20-10.40

Menentukan pengkajian

masalah berdasarkan

6.

10.45-11.15

Interaksi II dengan klien Ny.N

7.

11.15-11.45

Evaluasi dan bimbingan pembimbing lapangan Post Confrence

dari

8.

11.45-12.15

9.

12.15-13.15

ISHOMA

10 13.15-...... .

Kembali ke depok

11 Tanggal 26 April 2011 12 Tanggal 28 April 2011 13 Tanggal 29 April 2011

Melengkapi tugas


Bogor, 25 April 2011 Yang membuat ADl ( Burhandiah Gerhandi Saptiani ) NPM. 0906619195

Menyerahkan tugas ke temen peer yang akan menilai. Menyerahkan tugas ke siepend Manajemen Napza dan kekerasan

LAPORAN PENDAHULUAN
I. Pengertian Harga diri rendah adalah penilaian individu tentang pencapaian diri denan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri ( keliat, BA ), gangguan harga diri dapat di gambarkan dengan perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri dan merasa gagal mencapai keinginan. Etiologi Penyebab terjadinya harga diri rendah antara lain : a. Faktor predisposisi ( Stuard and Sudeen, 1998 ) 1) Penolakan orang tua 2) Harapan orang tua yang tidak realistis 3) Kegagalan yang berulang kali 4) Kurang mempunyai tanggung jawab personal 5) Ketergantungan pada orang lain 6) Ideal diri tidak realistis b. Faktor presipitasi ( Stuard and Sudeen, 1998 ) Faktor presipitasi dapat disebabkan oleh faktor dari dalam atau faktor dari luar individu ( eksternal or internal sources ) yang dibagi lima kategori. 1)Ketegangan peran adalah stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami individu dalam peran atau posisi yang diharapkan. Terdapat tiga jenis transisi peran yaitu perkembangan, situasi dan sehat-sakit.

2)Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian yang mengancam kehidupan. II. Data yang perlu dikaji
MASALAH Gangguan Konsep diri : Harga Diri Rendah DATA DS : Klien mengatakan malu tidak berguna dan tidak bisa melakukan apa-apa DO : o Klien tampak murung, sedih, sering menunduk o Tidak bisa melakukan pekerjaan

A. Data subjektif Klien mengatakan saya tidak bisa, tidak mampu, bodoh, tidak tahu apa-apa, kalimat yang menyalahkan, mengejek dan mengkritik diri sendiri, klien mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri. B. Data objektif Klien tampak lebih suka sendiri, tampak bingung bila di suruh memilih alternatif, tindakan ingin mencederai diri atau ingin mengakhiri kehidupan. III. Pohon masalah

IV. Diagnosa keperawatan 1. Isolasi sosial : menarik diri ( MD ) 2. Gangguan konsep diri : HDR ( CP ) 3. Tidak efektifnya koping individu ( Etiologi ).

V. Rencana tindakan Langkah kita selanjutnya untuk mengatasi masalah pasien dengan harga diri rendah adalah menetapkan beberapa tindakan keperawatan. 1. Tindakan keperawatan pada pasien : a. Tujuan : 1) Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 2) Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan 3) Pasien dapat menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampuan 4) Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih, sesuai kemampuan 5) Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih b. Tindakan keperawatan : 1) Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien Untuk membantu pasien dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang masih dimilikinya , perawat dapat : Mendiskusikan bahwa sejumlah kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien seperti kegiatan pasien di rumah sakit, di rumah, dalam keluarga dan lingkungan adanya keluarga dan lingkungan terdekat pasien. Beri pujian yang realistik/nyata dan hindarkan setiap kali bertemu dengan pasien penilaian yang negatif. 2) Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan. Untuk tindakan tersebut, saudara dapat : Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini. Bantu pasien menyebutkannya dan memberi penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan pasien. Perlihatkan respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang aktif 3) Membantu pasien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah : Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan sehari-hari. Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien lakukan secara mandiri, mana kegiatan yang memerlukan bantuan minimal dari keluarga dan

kegiatan apa saja yang perlu batuan penuh dari keluarga atau lingkungan terdekat pasien. Berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan pasien. Susun bersama pasien dan buat daftar kegiatan sehari-hari pasien. 4) Melatih kemampuan yang dipilih pasien Untuk tindakan keperawatan tersebut saudara dapat melakukan: Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemampuan yang dipilih Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan pasien. 5) Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih Untuk mencapai tujuan tindakan keperawatan tersebut, saudara dapat melakukan halhal berikut : Memberi kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan Beri pujian atas kegiatan/kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap kegiatan Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih Berikan kesempatan mengungkapkan perasaanya setelah pelaksanaan kegiatan 2. Tindakan keperawatan pada keluarga Keluarga diharapkan dapat merawat pasien dengan harga diri rendah di rumah dan menjadi sistem pendukung yang efektif bagi pasien. a. Tujuan : 1) Keluarga membantu pasien mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki pasien 2) Keluarga memfasilitasi pelaksanaan kemampuan yang masih dimiliki pasien 3) Keluarga memotivasi pasien untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih dan memberikan pujian atas keberhasilan pasien 4) Keluarga mampu menilai perkembangan perubahan kemampuan pasien b. Tindakan keperawatan : 1) Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien 2) Jelaskan kepada keluarga tentang harga diri rendah yang ada pada pasien 3) Diskusi dengan keluarga kemampuan yang dimiliki pasien dan memuji pasien atas kemampuannya 4) Jelaskan cara-cara merawat pasien dengan harga diri rendah

5) Demontrasikan cara merawat pasien dengan harga diri rendah 6) Beri kesempatan kepada keluarga untuk mempraktekkan cara merawat pasien dengan harga diri rendah seperti yang telah perawat demonstrasikan sebelumnya 7) Bantu keluarga menyusun rencana kegiatan pasien di rumah

STRATEGI PELAKSANAAN SP Individu SP I 1 Mengidenfikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien 2 Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan 3 Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien 4 Melatih pasien sesuai kemampuan yang dipilih 5 Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien 6 Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian SP II Mevasilidasi kegiatan SP 1 1 Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 2 Melatih kemampuan kedua 3 Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian SP Keluarga SP I 1 Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2 Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala harga diri rendah yang dialami pasien beserta proses terjadinya 3 Menjelaskan cara-cara merawat pasien harga diri rendah SP II

Memvasilidasi kegiatan SP I keluarga 1 Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan harga diri rendah 2 Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien harga diri rendah SP III Memvasilidasi kegiatan SP II keluarga 1 Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat (discharge planning) 2 Menjelaskan follow up pasien setelah pulang SP 1 Pasien: Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, membantu pasien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian Orientasi : Assalamualaikum, bagaimana keadaan Ny. N hari ini ? Ny. N terlihat segar. Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan yang Ny. N miliki dan aktifitas yang Ny. N pernah lakukan?Setelah itu kita akan menilai kegiatan mana yang masih dapat Ny. N dilakukan di rumah sakit. Setelah kita nilai, kita akan pilih satu kegiatan untuk kita latihkan Sebaiknya dimana kita duduk ? bagaimana kalau di taman ? Berapa lama ? Bagaimana kalau 15 menit ? Kerja : Ny. N, menurut Ny. N apa saja kemampuan yang anda miliki? Bagus, apa lagi? Saya buat daftarnya ya! Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa Ny. N lakukan? Bagaimana dengan merapihkan kamar? Menyapu ? Mencuci piring..............dst.. Wah, bagus sekali ada 4 kemampuan dan kegiatan yang Ny. N miliki . Dari 4 kegiatan/kemampuan ini, yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah sakit ? Coba kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua.......sampai 4 (misalnya ada 3 yang masih bisa dilakukan). Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini.

Sekarang, coba Ny. N pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini. O yang nomor satu, merapihkan tempat tidur?Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita latihan merapihkan tempat tidur sendiri. Mari kita lihat tempat tidur Ny. N. Coba lihat, sudah rapihkah tempat tidurnya? Nah kalau kita mau merapihkan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu bantal dan selimutnya. Bagus ! Sekarang kita angkat spreinya, dan kasurnya kita balik. Nah, sekarang kita pasang lagi spreinya, kita mulai dari arah atas, ya bagus !. Sekarang sebelah kaki, tarik dan masukkan, lalu sebelah pinggir masukkan. Sekarang ambil bantal, rapihkan, dan letakkan di sebelah atas/kepala. Mari kita lipat selimut, nah letakkan sebelah bawah/kaki. Bagus ! Ny. N sudah bisa merapihkan tempat tidur dengan baik sekali. Coba perhatikan bedakah dengan sebelum dirapikan? Bagus Coba Ny. N lakukan dan jangan lupa memberi tanda MMM (mandiri) kalau Ny. N lakukan tanpa disuruh, tulis B (bantuan) jika diingatkan bisa melakukan, dan T (tidak) melakukan. Terminasi : Bagaimana perasaan Ny. N setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapihkan tempat tidur ? Yach, Ny. N ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di rumah sakit ini. Salah satunya, merapihkan tempat tidur, yang sudah Ny. N praktekkan dengan baik sekali. Nah kemampuan ini dapat dilakukan juga di rumah setelah pulang. Sekarang, mari kita masukkan pada jadwal harian. Maunya Ny. N berapa kali sehari merapihkan tempat tidur. Bagus, dua kali yaitu pagi-pagi jam berapa ? Lalu sehabis istirahat, jam 16.00 Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua. Ny. N masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu dilakukan di rumah sakit selain merapihkan tempat tidur? Ya bagus, cuci piring.. kalu begitu kita akan latihan mencuci piring besok jam 8 pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi Sampai jumpa ya SP 2 Pasien: Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan pasien.

Orientasi : Assalammualaikum, bagaimana perasaan Ny. N pagi ini ? Wah, tampak cerah Bagaimana Ny. N, sudah dicoba merapikan tempat tidur sore kemarin/ Tadi pag? Bagus (kalau sudah dilakukan, kalau belum bantu lagi, sekarang kita akan latihan kemampuan kedua. Masih ingat apa kegiatan itu Ny. N? Ya benar, kita akan latihan mencuci piring di dapur ruangan ini Waktunya sekitar 15 menit. Mari kita ke dapur!

Kerja : Sebelum kita mencuci piring kita perlu siapkan dulu perlengkapannya, yaitu sabut/tapes untuk membersihkan piring, sabun khusus untuk mencuci piring, dan air untuk membilas., Ny. N bisa menggunakan air yang mengalir dari kran ini. Oh ya jangan lupa sediakan tempat sampah untuk membuang sisa-makanan. Sekarang saya perlihatkan dulu ya caranya Setelah semuanya perlengkapan tersedia, Ny. N ambil satu piring kotor, lalu buang dulu sisa kotoran yang ada di piring tersebut ke tempat sampah. Kemudian Ny. N bersihkan piring tersebut dengan menggunakan sabut/tapes yang sudah diberikan sabun pencuci piring. Setelah selesai disabuni, bilas dengan air bersih sampai tidak ada busa sabun sedikitpun di piring tersebut. Setelah itu Ny. N bisa mengeringkan piring yang sudah bersih tadi di rak yang sudah tersedia di dapur. Nah selesai Sekarang coba Ny. N yang melakukan Bagus sekali, Ny. N dapat mempraktekkan cuci pring dengan baik. Sekarang dilap tangannya Terminasi : Bagaimana perasaan Ny. N setelah latihan cuci piring ? Bagaimana jika kegiatan cuci piring ini dimasukkan menjadi kegiatan sehari-hari Ny. N. Mau berapa kali Ny. N mencuci piring? Bagus sekali Ny. N mencuci piring tiga kali setelah makan. Besok kita akan latihan untuk kemampuan ketiga, setelah merapihkan tempat tidur dan cuci piring. Masih ingat kegiatan apakah itu? Ya benar kita akan latihan mengepel Mau jam berapa ? Sama dengan sekarang ? Sampai jumpa

Latihan dapat dilanjutkan untuk kemampuan lain sampai semua kemampuan dilatih. Setiap kemampuan yang dimiliki akan menambah harga diri pasien. SP 1 Keluarga : Mendiskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien di rumah, menjelaskan tentang pengertian, tanda dan gejala harga diri rendah, menjelaskan cara merawat pasien dengan harga diri rendah, mendemonstrasikan cara merawat pasien dengan harga diri rendah, dan memberi kesempatan kepada keluarga untuk mempraktekkan cara merawat Orientasi : Assalammualaikum ! Bagaimana keadaan Bapak/Ibu pagi ini ? Bagaimana kalau pagi ini kita bercakap-cakap tentang cara merawat Ny. N? Berapa lama waktu Bp/Ibu?30 menit? Baik, mari duduk di ruangan wawancara! Kerja : Apa yang bapak/Ibu ketahui tentang masalah Ny. N Ya memang benar sekali Pak/Bu, Ny. N itu memang terlihat tidak percaya diri dan sering menyalahkan dirinya sendiri. Misalnya pada Ny. N, sering menyalahkan dirinya dan mengatakan dirinya adalah orang paling bodoh sedunia. Dengan kata lain, anak Bapak/Ibu memiliki masalah harga diri rendah yang ditandai dengan munculnya pikiran-pikiran yang selalu negatif terhadap diri sendiri. Bila keadaan Ny. N ini terus menerus seperti itu, Ny. N bisa mengalami masalah yang lebih berat lagi, misalnya Ny. N jadi malu bertemu dengan orang lain dan memilih mengurung diri Sampai disini, bapak/Ibu mengerti apa yang dimaksud harga diri rendah? Bagus sekali bapak/Ibu sudah mengerti Setelah kita mengerti bahwa masalah Ny. N dapat menjadi masalah serius, maka kita perlu memberikan perawatan yang baik untuk Ny. N Bpk/Ibu, apa saja kemampuan yang dimiliki Ny. N? Ya benar, dia juga mengatakan hal yang sama(kalau sama dengan kemampuan yang dikatakan Ny. N) Ny. N itu telah berlatih dua kegiatan yaitu merapihkan tempat tidur dan cuci piring. Serta telah dibuat jadual untuk melakukannya. Untuk itu, Bapak/Ibu dapat mengingatkan Ny. N untuk melakukan kegiatan tersebut sesuai jadwal. Tolong bantu menyiapkan alat-alatnya, ya Pak/Bu. Dan jangan lupa memberikan pujian agar harga dirinya meningkat. Ajak pula memberi tanda cek list pada jadual yang kegiatannya.

Selain itu, bila Ny. N sudah tidak lagi dirawat di Rumah sakit, bapak/Ibu tetap perlu memantau perkembangan Ny. N. Jika masalah harga dirinya kembali muncul dan tidak tertangani lagi, bapak/Ibu dapat membawa Ny. N ke puskesmas Nah bagaimana kalau sekarang kita praktekkan cara memberikan pujian kepada Ny. N Temui Ny. N dan tanyakan kegiatan yang sudah dia lakukan lalu berikan pujian yang yang mengatakan: Bagus sekali Ny. N, kamu sudah semakin terampil mencuci piring Coba Bapak/Ibu praktekkan sekarang. Bagus Terminasi : Bagaimana perasaan Bapak/bu setelah percakapan kita ini? Dapatkah Bapak/Ibu jelaskan kembali maasalah yang dihadapi Ny. N dan bagaimana cara merawatnya? Bagus sekali bapak/Ibu dapat menjelaskan dengan baik. Nah setiap kali Bapak/Ibu kemari lakukan seperti itu. Nanti di rumah juga demikian. Bagaimana kalau kita bertemu lagi dua hari mendatang untuk latihan cara memberi pujian langsung kepada Ny. N Jam berapa Bp/Ibu datang? Baik saya tunggu. Sampai jumpa. SP 2 Keluarga : Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan masalah harga diri rendah langsung kepada pasien Orientasi: Assalamualaikum Pak/Bu Bagaimana perasaan Bapak/Ibu hari ini? Bapak/IBu masih ingat latihan merawat anak BapakIbu seperti yang kita pelajari dua hari yang lalu? Baik, hari ini kita akan mampraktekkannya langsung kepada Ny. N. Waktunya 20 menit. Sekarang mari kita temui Ny. N Kerja: Assalamualaikum Ny. N. Bagaimana perasaan Ny. N hari ini? Hari ini saya datang bersama orang tua Ny. N. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, orang tua Ny. N juga ingin merawat Ny. N agar Ny. N cepat pulih.

(kemudian saudara berbicara kepada keluarga sebagai berikut) Nah Pak/Bu, sekarang Bapak/Ibu bisa mempraktekkan apa yang sudah kita latihkan beberapa hari lalu, yaitu memberikan pujian terhadap perkembangan anak Bapak/Ibu (Saudara mengobservasi keluarga mempraktekkan cara merawat pasien seperti yang telah dilatihkan pada pertemuan sebelumnya). Bagaimana perasaan Ny. N setelah berbincang-bincang dengan Orang tua Ny. N? Baiklah, sekarang saya dan orang tua Ny. N ke ruang perawat dulu (Saudara dan keluarga meninggalkan pasien untuk melakukan terminasi dengan keluarga) Terminasi: Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah kita latihan tadi? Mulai sekarang Bapak/Ibu sudah bisa melakukan cara merawat tadi kepada Ny. N Tiga hari lagi kita akan bertemu untuk mendiskusikan pengalaman Bapak/Ibu melakukan cara merawat yang sudah kita pelajari. Waktu dan tempatnya sama seperti sekarang Pak/Bu Assalamualaikum

SP 3 Keluarga : Membuat perencanaan pulang bersama keluarga Orientasi: Assalamualaikum Pak/Bu Karena hari ini Ny. N sudah boleh pulang, maka kita akan membicarakan jadwal Tselama di rumah Berapa lama Bpk/Ibu ada waktu? Mari kita bicarakan di kantor Kerja: Pak/Bu ini jadwal kegiatan Ny. N selama di rumah sakit. Coba diperhatikan, apakah semua dapat dilaksanakan di rumah?Pak/Bu, jadwal yang telah dibuat selama Ny. N dirawat dirumah sakit tolong dilanjutkan dirumah, baik jadwal kegiatan maupun jadwal minum obatnya Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang ditampilkan oleh Ny. N selama di rumah. Misalnya kalau Ny. N terus menerus menyalahkan diri sendiri dan berpikiran negatif terhadap diri sendiri, menolak minum obat atau memperlihatkan

perilaku membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi segera hubungi perawat K di puskemas X, Puskesmas terdekat dari rumah Bapak/Ibu, ini nomor telepon puskesmasnya: (0342) 562xxx Selanjutnya perawat K tersebut yang akan memantau perkembangan Ny. N selama di rumah Terminasi: Bagaimana Pak/Bu? Ada yang belum jelas? Ini jadwal kegiatan harian Ny. N untuk dibawa pulang. Ini surat rujukan untuk perawat K di PKM X. Jangan lupa kontrol ke PKM sebelum obat habis atau ada gejala yang tampak. Silakan selesaikan administrasinya!

Refleksi diri
Perasaan selama saya praktek, awalnya dibuat bingung akan bertemu masyarakat Katu lampa yang karakteristiknya saya tidak tahu,, tetapi saya harus siap dengan kondisi apapun dari masyarakat yang akan kita lakukan pengkajian jiwa dan sp1. Pada saat pre conference pembimbing saya berkata ada beberapa warga RW 09 yang tidak dapat dimasuki, ini yang membuat saya sangat lumayan cemas, tetapi setelah dipilihkan warganya dari bu kader kami di arahkan pada warga rt.04 dan rt.05. Jalan menuju ke wilayah tersebut jalannya menanjak yang sebagian jalan masih tanah yang licin dan hanya bisa dilewati 1 motor. Perasaan cemas saya berkurang ketika masyarakat sangat hangat menerima kami. Pasien yang kami dapatkan juga tidak seperti yang dibicarakan pada saat preconference, tidak ada penolakan. Perasaan cemas hilang seketika ketika saya memulai interaksi sesuai dengan ilmu yang saya dapatkan dikampus, walau tidak semua aspek bisa saya kaji. Tetapi cukup membuat saya semangat memberikan perawatan jiwa pada pasien saya. Pengalaman yang paling berarti adalah melakukan perawatan jiwa didaerah yang menantang dengan kondisi daerah dan masyarakatnya yang berpendidikan kebanyakan hanya SD saja. Yang kalo diberikan pengertian harus dengan bahasa yang sederhana untuk mudah dimengerti.ternyata lumayan sulit juga. Mungkin karena saya kurang berlatih.

Kesan dapat saya simpulkan ternyata jadi perawat jiwa tidaklah mudah, seorang perawat jiwa sangat butuh semangat, tekad, niat, ilmu yang kuat, punya penampilan menarik, serta modal yang cukup agar bisa melakukan kegiatan perawatan jiwa. Secara teoritis saat Fase pra interaksi, saya berpikir tentang persiapan kami karena dijelaskan oleh pembimbing katanya dirw 09 ada beberapa karakteristik warga yang tidak mau ditemui dan diajak bicara. Setelah dibagi-bagi dan dijelaskan tentang wilayah kami mendapat rt.04 dan 05, rata-rata dari hasil pengkajian sebelumnya banyak yang menikah dibawah umur 25 tahun. Daerah kami dapati daerah tebingtebing yang rumahnya keliatan padat tetapi pada daerah yang lebih diatas lagi rw09/rt05 daerahnya tidak terlalu padat dengan jalan separuh semen separuh tanah yang licin dan hanya bisa dilewati oleh 1 motor. Saya kebagian di rt05 pasien Ny.N yang kebetulan sedang berada dirumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari rumahnya. Jadi pengkajian dikerjakan dirumah orang tuanya Ny.N. Alhamdulillah mendapat kemudahan diterima dengan baik oleh keluarga, dengan diterima saya dikeluarga membuat saya semangat untuk melakukan pengkajian terencana sesuai teori,,, saya melakukan fase orientasi sesuai dengan SP, perkenalan diri untuk membina trust dan menanyakan apa yang dirasakan kontrak waktu, menjelaskan tujuan dan topic yang disepakati bersama memudahkan saya untuk berinteraksi, jadi teori SP yang diajarkan untuk panduan fase orientasi membantu. Ny.N saat ini berumur 21 tahun dan menikah umur 17 tahun pendidikan terakhir tidak lulus sd, suami hanya bekerja jadi buruh bangunan yang serabutan. Keluhannya sering mengatakan malu tidak banyak bergaul dengan orang lain karena merasa tidak memiliki apa-apa. Ketika pengkajian mengarah kepada masalah sesuai tentang kekerasan keluarga ada kendala pasien menolak untuk mengungkapkan lebih jelas karena dirasa itu hal itu tidak mau dibicarakan hanya saja bilang kadang suka berantem mulut jaga dgn suami tetapi tidak terlalu lama. Saat saya menggunakan cara mengkaji yang diajarkan bu titi untuk tidak memaksakan keinginan pasien dan saya lakukan walaupun saya tidak mendapatkan hasil pengkajian secara menyeluruh, setelah terkumpul data yang saya dapat saya mengambil kesimpulan sesuai dengan teori yang saya pelajari pasien saya mempunyai masalah gangguan konsep diri:HDR. Sp yang tiap saat dilatih sangat membantu dalam melakukan komunikasi. Hal-hal positif yang dicapai selama praktik, belajar mengkaji menemukan masalah jiwa tidaklah mudah tetapi sangat menyenangkan dan menantang, bisa

digunakan aplikasinya dimasyarakat atau pasien saya di rumah sakit. Teori yang telah diajarkan oleh ibu titi sangatlah membantu mengarahkan menemukan masalah, manganalisa sampai menentukan intervensi. Harapan saya bisa menjadi seseorang perawat yang bermanfaat bagi klien dan dapat membantu masalah klien saya. Berharap saya juga lebih peka terhadap perasaan orang lain terkait kejiwaan sesuai dengan ilmu yang saya dapatkan. Hidup hanya sekali ingin membuat hidup ini lebih berarti dengan berartinya saya untuk orang lain serta bekerja adalah ibadah. Harapan untuk profesi keperawatan, semoga saya bisa mengikuti tahap profesi nanti dan mencoba untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan dan mencoba melihat apakah ada kesenjangan teori dengan praktek. Semoga profesi keperawatan semakin meningkat keilmuannya karena semakin banyak teman-teman perawat jiwa yang berprestasi merawat kliennya.