Anda di halaman 1dari 19

PEDOMAN DAKWAH KAMPUS

Divisi Kemahasiswaan

Dakwah Kampus adalah dakwah ammah dan harokah zhohiroh dalam lingkup perguruan tinggi Sivitas Akademika adalah mahasiswa dan dosen perguruan tinggi Aktifis Dakwah Kampus (ADK) adalah kader Partai Keadilan yang memiliki peran dalam dakwah kampus Medan Dakwah Kampus adalah lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap dakwah kampus, meliputi personal, sarana dan aturan main yang berlaku.
2

I. DEFINISI

II. LATAR BELAKANG


1. Rasulullah SAW memberikan perhatian yang besar kepada para pemuda 2. Pentingnya dukungan para pemuda sebagai prasyarat tegaknya suatu pemikiran atau pergerakan 3. Kekhasan mahasiswa Indonesia 4. Pelajaran dari sejarah 5. Masalah regenerasi, pewarisan nilai dan pengalaman adalah bagian penting untuk diperhatikan 6. Masa reformasi telah membawa kampus menjadi medan kompetisi antar pergerakan yang lebih terbuka
3

III. LANDASAN SYARI


AL QURAN
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu denga hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik... (QS An Nahl:125) Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiaptiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang ad-din ... (QS At Taubah:122) ... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat... (QS Al Mujaadilah:11)

III. LANDASAN SYARI


AL QURAN ...Dan tolong-menolonglah dalam kebajikan dan taqwa ... (QS Al Maaidah:2) ...Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (dihadapan penguasa)... (Al Kahfi:13-14) Dan Kami hendak memberikan karunia kepada orangorang yang tertindas di bumi, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun, Haman dan balatentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu (QS Al Qashash:6)

III. LANDASAN SYARI


AS SUNNAH Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah) Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga (HR Muslim). Tidak ada usaha seseorang yang lebih utama dibanding usaha mencari ilmu ... Din-nya tidak akan tegak sampai akalnya tegak (HR Thabrani)

IV. LANDASAN ORGANISASI


Anggaran Dasar Partai Keadilan 1. Pasal 5 tentang tujuan pada Bab II Anggaran Dasar Partai Keadilan 2. Pasal 6 tentang usaha pada Bab II Anggaran Dasar Partai Keadilan Anggaran Rumah Tangga Partai Keadilan 1. Pada 3 tentang sasaran pada Bab II Anggaran Rumah Tangga Partai Keadilan 2. Pasal 4 tentang sarana dan prasarana pada Bab II Anggaran Rumah Tangga Partai 3. Pasal 14 tentang tugas konsepsional DPP pada Bab VII Anggaran Rumah Tangga Partai Keadilan 4. Pasal 17 tentang tugas operasional pada bab VII Anggaran Rumah Tangga Partai Keadilan
7

V. TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan Adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam dan optimalisasi peran kampus dalam upaya mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami Sasaran Terbentuknya biah kondusif bagi kehidupan islami di kampus Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus Terbentuknya kesinambungan barisan pendukung dakwah Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan 8 pengkaderan

VI. STRATEGI
Membentuk dan menyinambungkan keberadaan ADK Menyebarkan dan mengamalkan pemikiran, perilaku dan adab Islam Membangun kesadaran ttg pentingnya keunggulan akhlak yang dibarengi dengan penguasaan ilmu Membangun kesadaran sivitas akademika tentang peran sejarah, sosial dan politiknya Menyelaraskan kerja antar lembaga kemahasiswaan Melibatkan seluruh sivitas akademika dalam kegiatan Mengikis kegiatan dan kebiasaan yang tidak islami Mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia paska kampus Mengefektifkan peran kampus

VII. MEDAN DAN PELAKU


MEDAN Sivitas Akademika Pejabat dan Pegawai Alumni Perguruan Tinggi Lembaga Kemahasiswaan Institusi Perguruan Tinggi Institusi Pemerintah terkait Institusi Kerjasama antar Perguruan Tinggi Peraturan Perundangan terkait Kurikulum dan Sistem Administrasi Perguruan Tinggi Sarana dan prasarana kampus PELAKU ADK Mahasiswa ADK Permanen ADK Lainnya

10

VIII. PERAN KAMPUS DAN FUNGSI MAHASISWA


PERAN KAMPUS Penyemai dan Penyebar ide, pendapat dan pemikiran Penyebar kemajuan ilmu dan peradaban Penyemai potensi keilmuan dan kepemimpinan Penjaga moral bangsa yang mandiri dan obyektif Peng-islah penguasa dan pembela masyarakat FUNGSI SIVITAS AKADEMIKA DaI yang intelektual Cadangan Masa Depan Unsur Perubah

11

IX. KAIDAH
1. 2. 3.

4.

5.

6. 7.

8.

Menjadikan aqidah, fikroh (pemikiran) dan minhaj (pola umum) Islam sebagai pengarah dan sumber petunjuk Membingkai kerja dengan suluk (perilaku) dan akhlak islami Memegang teguh prinsip dakwah: melayani sebelum mendakwai, memberi teladan sebelum mengajak, mengembirakan bukan menakuti, mempermudah bukan mempersulit, serta memberi solusi bukan menghakimi. Melakukan kerja dakwah yang intelektual, inklusif, ammah dan zhohir, serta manjauhi kerja yang anarkis, eksklusif, khusus untuk golongan tertentu dan sirriyah Mengingat hakikat dirinya sebagai kader Partai Keadilan yang memiliki kewajiban untuk mengajak orang masuk ke dalam proses kaderisasi partai melalui apapun potensi yang dimiliki. Menyemangati diri dan kader yang lain untuk tidak mengabaikan dakwah fardiyah dalam situasi dan kondisi bagaimanapun Melakukan upaya yang terus-menerus untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penemuan ilmiyah, Islamisasi ilmu pengetahuan dan pemikiran solutif Memperhatikan secara khusus mahasiswa dan dosen yang cerdas, berprestasi, kreatif dan hanif

12

9.

akademika lulusan perguruan tinggi di hadapan masyarakat adalah berdasar pada kompetensi ilmu, ketrampilan, moral, dan interaksi sosialnya karenanya tidak ada keringanan dan pengecualian dalam pencapaian hal tersebut. 10. Mengantisipasi kondisi dan kebutuhan dunia paska kampus 11. Memiliki peran besar dalam isu kemanusiaan, kebangsaan dan keumatan 12. Membela hak asasi manusia, kemerdekaan dan keadilan bagi manusia, bangsa dan umat 13. Melakukan interaksi dan hubungan baik dengan semua golongan dalam batas adab umum yang berlaku dan prinsip persaudaraan serta kemanusiaan yang luas 14. Memahami dan memanfaatkan logika dan adab umum sivitas akademika serta peraturan formal keorganisasian sivitas akademika yang berlaku 15. Memandang penting keikutsertaan dalam media mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan
13

IX. KAIDAH seorang sivitas Menyadari sepenuhnya bahwa kedudukan

X. LINGKUP
Amal Khidamiy (Pelayanan) dan Dakwiy Amal Syabiy (Kemasyarakatan) dan Siyasiy (Politik) Amal Ilmiy (Keilmuan), Fanniy (Ketrampilan), Ilamiy (Persuratkabaran), dan Tandzimi (keorganisasian)
14

1. 2. 3. 4. 5.

Kampus Tahap Persiapan adalah kampus di mana dakwah kampus mulai ada, dengan ciri: Telah ada ADK, tetapi belum berpengaruh signifikan atas lembaga kemahasiswaan Rekruitmen kader dilakukan melalui dakwah fardiyah Simpatisan yang loyal kepada personil ADK mulai ada Fungsi mahasiswa yang menonjol adalah fungsi dai Amal dakwah yang utama adalah amal khidamy dan dakwiy
15

XI. TAHAPAN

1. 2. 3. 4.

kampus mulai berkembang dan berpengaruh signifikan atas sebuah lembaga kemahasiswaan yang umumnya adalah lembaga dakwah kampus, dengan ciri: Rekruitmen kader dilakukan melalui dakwah fardiyah dan lembaga Simpatisan yang loyal terhadap lembaga dan personil ADK mulai banyak Fungsi mahasiswa yang menonjol adalah fungsi dai, fungsi sebagai cadangan masa depan mendapat perhatian Amal dakwah yang utama adalah amal khidamiy dan dakwiy, sedangkan amal ilmiy, fanni, ilamiy, dan tandzimi mendapat perhatian semestinya
16

XI. TAHAPAN di mana dakwah Kampus Tahap Satu adalah kampus

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kampus Tahap Dua adalah kampus di mana dakwah kampus telah berkembang secara baik dan telah berpengaruh signifikan atas beberapa lembaga kemahasiswaan yang salah satunya adalah lembaga dakwah kampus, dengan ciri: Rekruitmen kader dilakukan melalui dakwah fardiyah dan lembaga Simpatisan yang loyal terhadap lembaga dan personil ADK berjumlah dominan bila dibandingkan dengan kelompok lain Semua fungsi mahasiswa mendapat perhatian seimbang Semua amal dakwah mendapat perhatian seimbang Upaya harmonisasi antar lembaga kemahasiswaan telah berjalan baik Melakukan upaya mendorong berjalannya peran kampus Melakukan persiapan untuk memasuki dakwah paska kampus Memiliki ADK Permanen Melakukan persiapan untuk masuk ke Kampus Tahap Tiga

XI. TAHAPAN

17

1. 2. 3. 4.

XI. TAHAPAN Kampus Tahap Tiga adalah kampus di mana dakwah kampus telah mapan dan memiliki pengaruh signifikan atas institusi perguruan tinggi bersangkutan, dengan ciri: ADK Permanen telah ada, terkoordinasi secara baik dan dirasakan pengaruhnya Dakwah yang terencana terhadap dosen, pejabat dan pegawai kampus telah dilakukan Memiliki pengaruh signifikan atas kebijakan kampus Melakukan upaya mendorong optimalisasi peran kampus
18

XII. HARMONISASI LEMBAGA KEMAHASISWAAN


ADK dimungkinkan menggunakan berbagai lembaga kemahasiswaan dalam mengoperasionalkan dakwah kampus Harmonisasi dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan potensi masing-masing lembaga kemahasiswaan dan mengefektifkan sinergi antar lembaga Harmonisasi mencakup pembagian atau kerjasama peran, bidang garap, isu, obyek dakwah dan hal-hal lain, sehingga tercegah kondisi tumpang tindih, kesenjangan atau saling memperlemah
19

Beri Nilai