Anda di halaman 1dari 34

KELOMPOK D

Preparasi Kelas 3, 4 dan 5

Karies Kelas III Adalah karies yang mengenai bagian proximal gigi anterior, namun tidak mengenai bagian insisal

Restorasi untuk karies kelas III yang merupakan gigi anterior ( termasuk karies kelas IV ) selain harus memperhatikan bahan tersebut harus non karsinogenik, non pigmentasi, dan bersifat tahan abrasi, penambalan gigi anterior juga mengutamakan estetika

Bahan tambal yang dapat digunakan untuk karies kelas III ini antara lain : a. Bahan tambal komposit Tambalan yang biasa digunakan adalah komposit adalah bahan tambalan yang berbahan dasar resin dan pengerasannya dibantu dengan alat sinar halogen atau LED (Light Emitting Diode).

Kelebihan Estetiknya yang baik Radiopak yang berarti tambalan bila di rontgen akan terihat jelas apakah ada kebocoran atau untuk mengetahui keadaan tambalan dan tambalan ini tidak cepat aus bila dipakai kunyah Tambalan ini setelah dipoles juga mempunyai permukaan yang halus untuk mencegah akumulasi plak. Warna bahan tambal dapat disesuaikan dengan keadaan gigi pasien, karena resin komposit memiliki pilihan shade/warna.

Kekurangan : Material ini membutuhkan tahapan-tahapan yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk mendapatkan hasil yang benar-benar memuaskan dan tahan lama. Perlunya isolasi, karena kontaminasi saliva dapat mempengaruhi sifatnya ( kekuatan dan daya tahan ). Dapat terjadi karies sekunder di bawah tambalan yang mungkin disebabkan karena kebocoran. Resin komposit dapat menyerap warna dari zat pewarna dari makanan atau minuman sehingga dalam jangka waktu lama dapat berubah warna.

b. Tambalan Ionomer kaca ( GIC ) GIC merupakan bahan tambalan yang berwarna seperti gigi, terbuat dari campuran bubuk kaca dan asam akrilik. Bahan ini dapat digunakan untuk menambal lubang, khususnya pada permukaan gigi. Ionomer kaca melepaskan sejumlah kecil fluoride yang bermanfaat bagi pasien yang berisiko tinggi terhadap karies.

Kelebihan Hidrofil Adhesive dengan jaringan gigi ( pertukaran ion ) Biokompatibilitas tinggi baik (tidak menimbulkan reaksi merugikan terhadap tubuh) Mengeluarkan fluoride : . Dengan adanya bahan tambal ini, resiko kemungkinan untuk terjadinya karies sekunder di bawah tambalan jauh lebih kecil dibanding bila menggunakan bahan tambal lain

Kekurangan : Kekuatannya lebih rendah bila dibandingkan bahan tambal lain, sehingga tidak disarankan untuk digunakan pada gigi yang menerima beban kunyah besar seperti gigi molar (geraham) Warna tambalan ini lebih opaque, sehingga dapat dibedakan secara jelas antara tambalan dan permukaan gigi asli Tambalan glass ionomer cement lebih mudah aus dibanding tambalan lain

Preparasi kavitas untuk karies kelas III :


Preparasi merupakan suatu tekhnik pengurangan jaringan gigi yang mengalami kerusakan agar dapat menerima material bahan tambal mengembalikan kesehatan gigi, estetika dan fungsi normalnya

Pada kasus karies kelas III, proses pembuatan kavitas diawali dengan melakukan isolasi agar daerah preparasi tidak terkontaminasi saliva / bahan-bahan lain yang mempengaruhi sifat bahan tambalan dental handpiece atau alat pengebur gigi no. 330 digunakan untuk mengangkat jaringan karies Ketika jaringan rusak sudah hilang dan terangkat setelah itu di bentuk outline form dan bevel sesuai kontur fisur gigi maka jaringan struktur gigi rusak tersebut sudah dapat digantikan oleh bahan-bahan restorasi ( komposit / GIC )

Preparasi Kavitas Kelas IV


Gunakan bur fisure kecil, metal bur dan tappered bur pengambilan karies yang bersih sambil di buat outline form dan bevel. Pemberian asam etsa untuk membuat membuat mikrospace agar terjadi retensi bahan tumpatan seperti komposit
Setelah asam etsa jangan lupa di cuci dan di keringkan

Jika di perlukan di berikan lining Setelah itu di berikan bonding agent Restorasi komposit yang mencakup pembentukan, contouring, dan smoothing dan polishing restorasi
Reference : Roberson, Heymann & Swift. tahun 2006

Preparasi Kavitas Kelas V


Gunakan bur fiisure kecil preparasi diperluas sampai cavo surface line angel didukung dentin yang utuh Dinding preparasi bisa dibuat divergen ke arah oklusaluntuk mendapatkan margincavosurface yang 90 derajat

Ke dalam preparasi 1,5 mm material strength Retensi under kecil di sepanjang line angel internal

Gambar 1. Sebuah kelas V rongga di tengah gigi seri atas kanan.

Gambar 2. Penyusunan rongga ini diprakarsai oleh scribing alur circumferentially ke kedalaman lesi membusukkan gigi atau tulang menggunakan GW-1 tetapi karbida.

Gambar 3. Lapisan dentin membusukkan gigi atau tulang yang memisahkan diri dengan sapuan kuas seperti menggunakan GW-330 tetapi karbida.

Gambar 4. Sebuah RA-6 Smartbur digunakan pada 650 rpm untuk menghapus sisa dentin yang terinfeksi unremineralizable dan menghindari eksposur pulpa yang tidak perlu.

Gambar 5. Untuk mencapai transisi yang harmonis, halus, dan estetika di antarmuka marjinal, sebuah cekukan miring dibuat menggunakan Diamond Bur 868024 berbentuk kasar.

Gambar 6. komposit ini dikurangi menjadi kontur yang tepat sepanjang pertiga gingiva tengah dan atas dengan menggunakan Nomor 7 karbida seri 10-pisau SafeEnd tetapi finishing.

Gambar 7. Carbide polishing selesai menggunakan Nomor 7 karbida seri 20-pisau SafeEnd tetapi finishing.

Gambar 8. Kasus selesai.

Referensi http://www.dentiadental.com/2010/articles/tambalan-estetik-komposit/ http://wardogi.blogspot.com/2008/02/berbagai-jenis-bahan-tambalangigi.html http://kajolcute.blogspot.com/2009/06/penambalan-amagalm.html http://iinhinagiku.wordpress.com/2009/11/12/karies/ http://rumahkusorgaku.wordpress.com/2008/07/18/mengapa-pasien-perlutahu-tentang-perawatan-tambal-gigi/

http://staff.ui.ac.id/internal/130536743/material/4-CompositeResin.pdf