PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk

Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 1 / 15

PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI
BAB I

Tanggal Terbit Status Revisi Halaman

MAKSUD, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP

1.1 Maksud dan Tujuan 1. Maksud Pedoman ini sebagai acuan bagi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Kontraktor/Konsultan Pengawas dalam Penyelenggaraan Sistem Manajemen K3 pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan konstruksi yang dilaksanakan secara sistematis, terencana, terpadu dan terkoordinasi serta ada peningkatan terus menerus. Tujuan diberlakukannya Pedoman ini agar semua pemangku kepentingan memahami dan menjalankan tugas dan kewajibannya dalam Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja konstruksi dan penyakit akibat kerja konstruksi dan pemeliharaan konstruksi.

2.

1.2 Ruang Lingkup Ruang lingkup Pedoman ini mengatur Penyelenggaraan K3 mulai dari perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan pembangunan konstruksi dan pemeliharaan konstruksi jalan tol yang melibatkan baik PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Penyedia Barang/Jasa (jasa Kontraktor dan jasa Konsultan Pengawas) serta kegiatan swakelola yang terkait. Tahapan yang berkesinambungan terus menerus yang dimaksud dalam pedoman penyelenggaraan K3 konstruksi sesuai dengan urutan dan siklus: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Kepemimpinan Manajemen Risiko Perundang-undangan dan Persyaratan K3 Sasaran dan Program Kerja Sumber Daya Pengorganisasian dan Tanggung Jawab Pelatihan dan Kompetensi Komunikasi dan Konsultasi Dokumentasi Pengendalian Bahaya Tanggap Darurat

UCA/DPR

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 2 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI 12. 14. 15. 16. 13. Tanggal Terbit Status Revisi Halaman Pengukuran dan Pemantauan Kinerja Penyelidikan Kecelakaan dan Pelaporan Audit Internal Tinjauan Manajemen Perbaikan Berkelanjutan UCA/DPR .

dan pemeliharaan bangunan konstruksi lainnya. K3 Konstruksi dan Pemeliharaan Konstruksi adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja konstruksi yang berhubungan dengan kepentingan umum (masyarakat) antara lain pekerjaan konstruksi: jalan. sistem penyediaan air minum dan perpipaannya. yang dimaksud dengan: 1. pengaman pantai. Penyedia Jasa dan istilah lainnya sesuai dengan Keputusan Direksi No. K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan pengertian pemberian perlindungan kepada setiap orang yang berada di tempat kerja.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 3 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI BAB II Tanggal Terbit Status Revisi Halaman DAFTAR ISTILAH Dalam Pedoman ini. yang bertujuan untuk melindungi karyawan. Atasan Proyek/Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa. yang berkaitan dengan perubahan keputusan direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. Pengguna Jasa. 4. yang berkaitan dengan Standar prosedur operasional pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan perusahaan (khusus Bab I Ketentuan Umum. drainase. proses produksi dan lingkungan sekitar tempat kerja. UCA/DPR . bangunan gedung fasilitas umum. bendungan. Pasal 1 tentang Pengertian Istilah) dan pengertian istilah tentang Jaminan Pemeliharaan sesuai dengan Keputusan Direksi No. irigasi. penggunaan peralatan kerja konstruksi. 15/KPTS/2009 tentang standar prosedur operasional pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan perusahaan (khusus Pasal II). 158/KPTS/2009 tanggal 9 September 2009. 15/KPTS/2009 tanggal 20 Januari 2009. Biro Manajemen Mutu dan Risiko. Proyek/Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah rangkaian proses manajemen yang sistematik dan terstruktur dengan fokus pada keselamatan dan kesehatan kerja dan melibatkan seluruh sumber daya. Panitia Pengadaan. yang berhubungan dengan pemindahan bahan baku. Pengertian istilah tentang Inisiator. pengolahan sampah. bendung. waduk. pelanggan. 3. 2. aset dan mitra kerja dari potensi bahaya yang mungkin terjadi. sistem pengolahan air limbah dan perpipaannya. jembatan.

7. 9. Risiko Moderat dan Risiko Rendah. 10. Besar (B). Kecil (K). staf konsultan. 6. UCA/DPR . harus diambil tingkat Risiko yang lebih tinggi. 12. dimana tenaga kerja bekerja. Risiko K3 adalah perpaduan/perkalian antara peluang/kemungkinan/frekuensi terjadinya peristiwa K3 dengan akibat/keparahan yang ditimbulkannya dalam kegiatan dan pemeliharaan konstruksi. Bahaya K3 adalah suatu keadaan yang belum dikendalikan sampai pada suatu batas yang memadai dan dapat diterima. Jika terjadi perbedaan pendapat tentang penentuan kategori Risiko. di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Petugas K3 Konstruksi adalah petugas di dalam organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan/atau Organisasi Kontraktor/Konsultan Pengawas yang telah mengikuti pelatihan/sosialisasi K3 Konstruksi dan berpengalaman sedikitnya 2 (dua) tahun. Kontraktor. 14. dan Sangat Besar (SB) kemungkinannya. Akibat/keparahan yang ditimbulkan terkait kepada 3 (tiga) faktor terhadap: Orang/Jiwa. Suplier. Pengguna. tertutup atau terbuka. Orang/Jiwa dikaitkan akibat/keparahan terhadap Pekerja. Perlengkapan. bergerak atau tetap. di permukaan air. 11.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 4 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI 5. Tanggal Terbit Status Revisi Halaman Ahli K3 Konstruksi adalah Ahli K3 yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3 Konstruksi dalam menjalankan Sistem Manajemen K3 yang dibuktikan dengan sertifikat dari yang berwenang. Pihak luar dengan tingkatan yang berjenjang mulai dari 1 (satu) sampai dengan 5 (lima). Tamu. di dalam tanah. Peluang/kemungkinan/frekuensi terjadinya peristiwa K3 dinyatakan dalam tingkatan 1(satu) sampai dengan 5 (lima): adalah Sangat Kecil (SK). Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan. Kendaraan yang dimiliki proyek dan pihak luar (yang ada di area kerja dan lingkungan kerja serta pemanfaat konstruksi) dengan tingkatan yang berjenjang mulai dari 1 (satu) sampai dengan 5 (lima). atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat. 8. Kategori Risiko K3 dinyatakan berupa Risiko Tinggi. 13. Harta Benda dikaitkan terhadap Peralatan. Harta Benda dan Lingkungan. Sedang (S).

bekas dan komplain lingkungan serta dampak ikutannya dengan tingkatan yang berjenjang mulai dari 1 (satu) sampai dengan 5 (lima). padat dan gas). 18. UCA/DPR . analisa. 16. buangan.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 5 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI 15. 19. Monitoring dan Evaluasi K3 Konstruksi adalah kegiatan pemantauan dan penilaian terhadap kinerja Penyelenggaraan K3 Konstruksi yang meliputi pengumpulan data. RK3K (Rencana K3 Kontrak) adalah dokumen rencana penyelenggaraan K3 Konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor/Konsultan Pengawas dan akhirnya disetujui oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Audit Internal K3 adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen oleh Auditor K3 Konstruksi dalam kerangka pembinaan untuk memberikan penilaian terhadap efektifitas penyelenggaraan K3 Konstruksi di lingkungan kerja. Tabel Klasifikasi Tingkat Risiko adalah Pedoman untuk menghitung dan menetapkan Tingkat Risiko Tinggi atau Risiko Moderat atau Risiko Rendah yang dibuat oleh Biro Manajemen Mutu dan Risiko pada proyek konstruksi dan pemeliharaan. Tanggal Terbit Status Revisi Halaman Lingkungan dikaitkan dengan Limbah (baik cair. 17. untuk selanjutnya dijadikan sebagai sarana interaksi antara Kontraktor/Konsultan dengan Proyek/Pelaksana Kontrak dalam penyelenggaraan K3 Konstruksi hingga pekerjaan selesai. sisa bahan. 20. kesimpulan dan rekomendasi tingkat penerapan K3 Konstruksi pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk. penilaian. Audit Internal K3 Konstruksi oleh Penyedia Jasa adalah Audit K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang dilakukan oleh auditor internal Penyedia Jasa.

5). 3. 2. 4. Melakukan rapat koordinasi tentang penerapan K3 untuk perbaikan terus menerus dan melaporkan kegiatannya kepada Direksi. wewenang dan tanggung jawab sesuai SK Direksi No. Menyusun dan mengusulkan kepada Direksi Tabel Risiko K3 Konstruksi sebagai dasar untuk menghitung Tingkat Risiko K3 Proyek (Lampiran No. ditambah meliputi: 1. disamping fungsi utama.1.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 6 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI BAB III Tanggal Terbit Status Revisi Halaman TUGAS. Menerima tembusan laporan kegiatan K3 sebagai dasar melakukan monitoring serta evaluasi kegiatan K3 konstruksi dan pemeliharaan konstruksi.4 dan 2. Melaksanakan sosialisasi dan Penyelenggaraan K3 Konstruksi. 5.15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan dan SK Direksi No. ditambah meliputi: 1. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pedoman penyelenggaraan K3 Konstruksi baik secara sampling dan membuat laporan keseluruhan kepada Direksi.15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan dan SK Direksi No. wewenang dan tanggung jawab sesuai SK Direksi No. 194/KPTS/2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.194/KPTS/2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.3.158/KPTS/2009 tentang Perubahan Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. Biro Manajemen Mutu dan Risiko. 2.2. bimbingan teknis tentang Pedoman 2. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 3. 2.2.1 Biro Manajemen Mutu dan Risiko Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang di bidang K3 konstruksi.2 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang Panitia Pengadaan Barang/Jasa. 3. Menggunakan Tabel Risiko K3 Konstruksi sebagai pedoman untuk menetapkan dan menjelaskan Tingkat Risiko K3 Proyek yang akan ditawarkan kepada calon UCA/DPR . disamping fungsi utama. 15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan serta SK Direksi No.

Wajib melibatkan Ahli K3 Konstruksi dalam proses evaluasi kualifikasi dan klarifikasi penawaran pada proyek konstruksi dan pemeliharaan konstruksi yang telah ditetapkan mempunyai Risiko Tinggi K3. Melakukan evaluasi kelayakan dari Pra Rencana K3 Konstruksi pada saat KLARIFIKASI terhadap peserta urutan Peringkat I. 6. Berwenang menggugurkan calon penyedia jasa yang tidak memenuhi kewajiban menyerahkan pada tahap evaluasi kualifikasi. sesuai dengan pasal 8 ayat 6. sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen kontrak dan meminta tandatangan pengesahan Inisiator. 8. Dalam hal materi Penyelenggaraan K3 Konstruksi digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi (administratif dan atau teknis) dalam proses Pemilihan Kontraktor/Konsultan Pengawas maka Panitia Pengadaan wajib menyediakan acuannya. Memasukkan materi Penyelenggaraan K3 Konstruksi dalam Dokumen Kontrak dengan cara mewajibkan Kontraktor/Konsultan Pengawas untuk mengikuti Pedoman ini (Lampiran No. 3. UCA/DPR . Meminta dan menerima Revisi Pra Rencana K3 dari calon Kontraktor atau Konsultan Pengawas berdasarkan catatan koreksi pada (Lampiran No. Memberi penjelasan tentang kewajiban Kontraktor/Konsultan pengawas mematuhi dan melaksanakan Peraturan Eksternal dan Peraturan Internal tentang K3 dalam pelaksanaan pekerjaan pada rapat saat penjelasan pekerjaan (aanwijzing) yang dilelangkan atau ditawarkan. 2. Memberi penjelasan tentang Risiko K3 Konstruksi termasuk kondisi dan bahaya yang dapat timbul dalam pelaksanaan pekerjaan pada rapat saat penjelasan pekerjaan (aanwijzing) yang dilelangkan atau ditawarkan. 2. Peringkat II dan Peringkat III. 11.11) dalam pelaksanaan pekerjaannya. 2. 7. Berwenang menggugurkan calon penyedia jasa yang tidak memenuhi kewajiban menyerahkan pada tahap evaluasi kualifikasi. 12. Memasukkan Lembar Pengesahan Rencana K3 Kontrak (RK3K) dan Lampiran berupa Dokumen RK3K. 5.12). 10.12) serta proses mendapatkan persetujuan RK3K dari Inisiator pada Lembar Pengesahan (Lampiran No. Menerima Pra Rencana K3 Konstruksi yang diserahkan oleh calon Kontraktor/Konsultan Pengawas sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan adminitrasi dan proses evaluasi. 2. sesuai dengan pasal 8 ayat 5. 4.13). sesuai dengan petunjuk (Lampiran No.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 7 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI Tanggal Terbit Status Revisi Halaman peserta lelang atau yang akan dipilih sebagai Kontraktor/Konsultan Pengawas dengan melibatkan Ahli K3 Konstruksi. 9. 2.

agar tidak menimbulkan pertentangan kepentingan. 3. Petugas K3 Konstruksi tidak diperkenankan berasal dari Kontraktor yang sedang terikat dalam pelaksanaan kegiatan yang ditangani.13). agar tidak menimbulkan pertentangan kepentingan. Meminta Kontraktor dan Konsultan Pengawas melakukan presentasi RK3K yang telah disahkan pada rapat pertama pra-proyek.3 Proyek/Pelaksana Kontrak Tanggal Terbit Status Revisi Halaman Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang Proyek/Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 8 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI 3. Ahli K3 Konstruksi yang dimaksud dapat berasal dari Konsultan Pengawas atau pihak lain di luar PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang ditunjuk atau dapat berasal dari internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk. 194/KPTS/2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. 2. Proyek/Pelaksana Kontrak wajib melibatkan sekurang-kurangnya Petugas K3 Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang mempunyai Risiko K3 Moderat dan Risiko Rendah. Menerima dan menggunakan Rencana K3 Konstruksi yang telah disahkan oleh Inisiator sebagai dasar pelaksanaan kontrak K3 Konstruksi (Lampiran No. Petugas K3 Konstruksi tidak boleh merangkap pada paket pekerjaan yang lain. c. UCA/DPR . Untuk Proyek Konstruksi dengan Kategori Risiko Tinggi. a. 15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan serta SK Direksi No. Ahli K3 Konstruksi yang dimaksud tidak diperkenankan berasal dari Kontraktor yang sedang terikat dalam pelaksanaan kegiatan yang ditangani. Wajib melibatkan dan berkonsultasi dengan Ahli K3 Konstruksi dalam penanganan proyek konstruksi dan pemeliharaan konstruksi yang telah ditetapkan mempunyai Risiko Tinggi K3. disamping fungsi utama. 4. b.158/KPTS/2009 tentang Perubahan Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. 5.15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan dan SK Direksi No. b. dalam melibatkan Ahli K3 Konstruksi harus memperhatikan : a. 2. ditambah meliputi: 1. Petugas K3 Konstruksi dimaksud dapat berasal dari Konsultan Pengawas atau pihak lain di luar PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang ditunjuk atau dapat berasal dari internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk. wewenang dan tanggung jawab sesuai SK Direksi No.

7.2. 2.17). Memberi surat keterangan Nihil Kecelakaan dan Sakit akibat Kerja atau “Zero Accident” kepada Kontraktor yang telah menyelenggarakan K3 Konstruksi jika selesai tanpa terjadi kecelakaan kerja dan Sakit akibat Kerja. 11. Apabila peringatan ke-2 tidak ditindaklanjuti. Mempunyai hak menerima dan mempelajari tembusan Laporan Rutin Kecelakaan yang dibuat oleh Kontraktor ke Dinas Tenaga Kerja setempat. 8. Mempunyai hak memberi peringatan secara bertahap kepada Kontraktor dan Konsultan Pengawas apabila menyimpang dari RK3K dengan cara memberi surat peringatan ke-1 dan ke-2.22) serta Contoh Sertifikat (lampiran No.16 dan 2. Pengaturan untuk kegiatan swakelola atau kegiatan proyek rutin yang diawasi langsung oleh Cabang/Unit Kerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk tanpa Konsultan Pengawas. Pihak yang berperan sebagai penyelenggara langsung pada Kegiatan Swakelola wajib membuat RK3K Kegiatan Swakelola (gunakan lampiran No. dan menerbitkan rekomendasi untuk selanjutnya dilaporkan kepada Inisiator. 13. 2. 3. 2. maka Proyek/ Pelaksana Kontrak dapat menghentikan pekerjaan dan segala risiko akibat penghentian pekerjaan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa (menggunakan Lampiran No.27) Menyediakan sarana Alat Pengaman Kerja (APK) yang akan digunakan oleh penyedia jasa atau pelaksana konstruksi atau pemeliharaan konstruksi. Wajib melakukan evaluasi terhadap adanya kecelakaan kerja konstruksi dan penyakit akibat kerja konstruksi yang telah terjadi pada kegiatan di bawah kendalinya. UCA/DPR .26).2.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 9 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI 6.15. Memastikan Sarana Alat Pelindung Diri (APD) disediakan dan digunakan oleh Kontraktor dalam pelaksanaan konstruksi atau pemeliharaan konstruksi. 2. maka wajib memperhatikan dan menetapkan: 1. Tanggal Terbit Status Revisi Halaman Bertanggungjawab dan menyetujui hasil tinjau ulang RK3K yang dilakukan oleh Kontraktor untuk butir-butir yang perlu diadakan tinjauan ulang dan melaporkannya kepada Atasan Langsung dan Biro Manajemen Mutu dan Risiko. untuk selanjutnya dilaporkan kepada Inisiator. 12. Merencanakan dan melaksanakan Inspeksi K3 (menggunakan Lampiran No. dengan menggunakan pedoman (Lampiran No. 9.14) dibantu oleh Ahli K3 Konstruksi/Petugas K3 Konstruksi secara bersama-sama dengan Kontraktor dan Konsultan Pengawas sesuai program kerja RK3K. Wajib melakukan evaluasi terhadap KEPATUHAN terhadap Perundangan dan Standar serta Peraturan K3 internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk atas yang telah terjadi pada kegiatan di bawah kendalinya.6 dan Lampiran No. 2. 2. 10.

Menerima Laporan penyelenggaraan K3 Konstruksi yang diserahkan Proyek/ Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Melakukan analisis. disamping fungsi utama.23) dan melakukan evaluasi serta menyetujuinya sebelum pekerjaan dilaksanakan.194/KPTS/2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Perhitungan biaya penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum tersebut sudah merupakan satu 2. memberikan rekomendasi dan rencana tindak lanjut terhadap laporan penyelenggaraan K3 Konstruksi yang diserahkan Proyek/Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa. 3. wewenang dan tanggung jawab sesuai SK Direksi No. 3.4 Inisiator Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang Inisiator. kesimpulan.15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan dan SK Direksi No. ditambah meliputi: 1.158/KPTS/2009 tentang Perubahan Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Nomor: 15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan serta SK Direksi No.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 10 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI 4. Bertanggung jawab memastikan biaya penyelenggaraan K3 Konstruksi dalam harga penawaran pengadaan jasa konstruksi. 3. 5. Tanggal Terbit Status Revisi Halaman Menunjuk Ahli K3 atau Petugas K3 sesuai dengan Tingkat Risiko K3 untuk melakukan Pengawasan Langsung di lapangan. 2. UCA/DPR . Mempunyai hak memperoleh informasi dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang Tingkat Risiko K3 Konstruksi termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjadi Mempunyai hak mengajukan tanggapan atas Tingkat Risiko K3 Konstruksi yang disampaikan termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjadi pada saat pejelasan pelelangan. 3. 2.5 Kontraktor/Pelaksana Konstruksi Tugas dan Tanggung Jawab serta Hak yang dimiliki oleh Kontraktor/Pelaksana Konstruksi dalam menjalankan siklus dan manajemen K3 Konstruksi sebagai berikut: 1. Memberikan teguran/sanksi jika Proyek/Pelaksana Kontrak menyimpang dan tidak menjalankan tugasnya dalam penyelenggaraan K3 Konstruksi sesuai dengan Pedoman K3 ini. Mewajibkan Kontraktor mengisi Surat Ijin Kerja (lampiran No.

b. Foto copy Sertifikat Sistim Manajemen K3 (SMK3) bagi perusahaan yang telah memilikinya. wajib mempresentasikan Pra RK3K kepada Panitia Pengadaan Barang/jasa dalam proses klarifikasi. UCA/DPR . b.19). 5. dengan ketentuan: a. c. Melakukan kerja sama untuk membentuk kegiatan SMK3 Konstruksi bila ada dua 7. Wajib menyusun Tingkat Risiko K3 kegiatan yang akan dilaksanakan untuk dibahas dengan Panitia Pengadaan Barang/jasa. 8.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 11 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI Tanggal Terbit Status Revisi Halaman kesatuan dengan biaya pelaksanaan konstruksi. Wajib melakukan presentasi RK3K yang telah disahkan pada rapat pertama praproyek bersama-sama dengan presentasi Konsultan Pengawas. Dibuat pada awal kegiatan. yang diperhitungkan dalam Analisa Harga Satuan pada setiap jenis pekerjaan yang mengandung risiko K3. Mematuhi dan melaksanakan Peraturan Eksternal dan Peraturan Internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan. (jika ada) 6. Wajib menyerahkan kepada Panitia Pengadaan barang/jasa: a. Tugas membuat Pra RK3K sebagaimana instruksi Panitia Pengadaan.18). c. Pada proses klarifikasi. Foto Copy Surat Keterangan atau Pernyataan Pelanggan bahwa calon penyedia jasa pernah mempunyai pengalaman kerja dengan penyelesaian K3 dengan “Zero Accident” atau Tanpa kecelakaan. 11. 2. 4. Harus mencantumkan kategori Tingkat Risiko K3 masing-masing pekerjaan utama dan Perhitungan Tingkat Risiko K3 secara Umum atau Keseluruhan dan cara-cara pengendaliannya (lampiran No. Wajib mengajukan Tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang perlu dilakukan kaji ulang) dilakukan setiap bulan secara berkesinambungan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung. Wajib membuat “pra RK3K” sebagai salah satu kelengkapan penawaran lelang dalam proses pengadaan barang / jasa yang diikuti sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. 9. Wajib melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang mempunyai Risiko K3 tinggi atau melibatkan sekurang-kurangnya Petugas K3 Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang mempunyai Risiko K3 Moderat atau Risiko K3 Rendah. Mengisi dan menyerahkan Pernyataan tertulis kesanggupan untuk menjalankan siklus K3 (contoh Lampiran No. 2. 12. 10.

Wajib membuat Laporan Rutin Kegiatan P2K3 ke Dinas Tenaga Kerja setempat dan tembusannya disampaikan kepada Proyek Pelaksana Kontrak Konstruksi. 13.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 12 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI Tanggal Terbit Status Revisi Halaman atau lebih Penyedia Jasa yang bergabung dalam satu kegiatan. dan selalu diperbaharui tentang kegiatan K3 di tempat kerja. keracunan dan penyinaran radioaktif. Peningkatan derajat kesehatan pekerja. 2. Berwenang dan bertindak sebagai Koordinator K3 jika pada proyek yang dikerjakannya terdapat supplier ataupun subkontraktor yang ditunjuk langsung oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk oleh karena pertimbangan tertentu. Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit akibat kerja. 3. 16. UCA/DPR Memperoleh informasi dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang Tingkat Risiko K3 Konstruksi termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjadi.6 Konsultan Pengawas Tugas dan Tanggung Jawab serta Hak Konsultan Pengawas dalam menjalankan siklus dan Manajemen K3 Konstruksi sebagai berikut: 1. Wajib melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum sebagaimana jika memiliki Sertifikat Sistem Manajemen K3 Perusahaan. 15. Mengajukan tanggapan atas Tingkat Risiko K3 Konstruksi yang disampaikan . c. 18. Menyediakan informasi terbaru. Dan Kerja sama kegiatan SMK3 Konstruksi tersebut dipimpin oleh penanggung jawab utama Penyedia Jasa. Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan pekerja kurang dari 100 orang. Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan pekerja dengan jumlah paling sedikit 100 orang. Wajib membentuk P2K3 (Panitia Pembina K3) bila: a. b. akan tetapi menggunakan bahan. 17. proses dan instalasi yang mempunyai Risiko yang besar akan terjadinya peledakan. Wajib menindak-lanjuti rekomendasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang K3 Konstruksi dalam rangka: a) b) c) Hasil Inspeksi terhadap Kondisi Nyaris (Nearmiss) dan Kejadian K3 walaupun tanpa celaka/cidera. kebakaran. 14. Wajib melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Jamsostek setempat sesuai ketentuan yang berlaku.

22 berupa: a. pra 4. 2. Wajib melakukan presentasi RK3K yang telah disahkan pada rapat pertama proyek bersama-sama dengan presentasi Kontraktor. UCA/DPR . 2. Wajib menyusun tingkat risiko K3 kegiatan yang akan dilaksanakan untuk dibahas dalam rapat K3 Konstruksi. dimana Kontraktor dengan segera tanpa kecuali harus patuh atas segala pengarahan Konsultan Pengawas. dengan menggunakan/berpedoman pada Lampiran No. 2. 10. Daftar Simak Penilaian Akhir K3 Konstruksi. kelangsungan pekerjaan. 5. Wajib membuat “pra RK3K” Pengawasan Teknik sebagai salah satu kelengkapan Penawaran dan pada proses klarifikasi. 11. 3. 6. Mematuhi dan melaksanakan Peraturan Eksternal dan Peraturan Internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan. b.20. Wajib merencanakan dan melakukan inspeksi yang melibatkan peran inspeksi Proyek/Pelaksana kontrak minimal setiap minggu. c.23). Memastikan biaya penyelenggaraan K3 (Alat Pelindung Diri dan Alat Pengaman Kerja) Konstruksi dalam harga penawaran pengadaan jasa konstruksi dan perhitungan biaya penyelenggaraan SMK3 Konstruksi.21 dan 2. wajib mempresentasikan Pra RK3K kepada Panitia Pengadaan Barang/jasa dalam proses klarifikasi. harta milik di sekitar tempat pekerjaan. Daftar Simak Pra Aktifitas Proyek Konstruksi. JIKA berpendapat bahwa telah timbul keadaan Darurat yang akan mengancam keselamatan hidup manusia. Dalam keadaan memaksa yang berbahaya/darurat dapat menghentikan kegiatan konstruksi. sudah dilampirkan Lembar IJIN KERJA dan Safety Analisis (Lampiran No. Daftar Simak Program K3 Konstruksi. Memastikan setiap Ijin Kerja yang berpotensi berbahaya yang diajukan oleh Kontraktor. Menyediakan informasi terbaru tentang kegiatan K3 di tempat kerja pada kegiatan Konstruksi. 7. maka Konsultan Pengawas dapat memerintahkan Kontraktor untuk melaksanakan segala tindakan atau usaha menurut pendapatnya dianggap perlu guna meringankan atau mengurangi Risiko K3 tersebut. 8.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 13 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI Tanggal Terbit Status Revisi Halaman termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjadi. 9.

dan Keputusan Direksi mengenai Struktur Organisiasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.25). Daftar Peraturan Internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk sesuai (Lampiran No. 2. 2. dan mengikuti setiap perubahan-perubahannya. UCA/DPR . Pedoman K3 Proyek konstruksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini berdasarkan peraturan-perundangan secara minimal dan mengikuti perubahan seperti: 1. Daftar Perundangan dan Peraturan sesuai (Lampiran No. 2.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 14 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI Tanggal Terbit Status Revisi Halaman BAB IV KETENTUAN LAIN-LAIN Pedoman K3 Proyek Konstruksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini mengikuti dan melengkapi khususnya bidang K3 pada Pedoman Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa di lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.24).

SUNITO Direktur Utama UCA/DPR/TIA/THN UCA/DPR . Ditetapkan di : J a k a r t a Pada tanggal : 2010 DIREKSI PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk FRANS S.PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Lampiran 2 Keputusan Direksi Nomor : 162 /KPTS/2010 : 30 / 09 / 2010 : 0 : 15 / 15 PEDOMAN K3 PROYEK KONSTRUKSI BAB V Tanggal Terbit Status Revisi Halaman PENUTUP Pedoman K3 Proyek Konstruksi ini diberlakukan sesuai dengan tanggal ditetapkan oleh Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful