Anda di halaman 1dari 4

ELASTISITAS DAN GELOMBANG GEMPA

Bramudya Rifki Mukti 12809027


Laboratorium Seismologi, Program Studi Teknik Geofisika, Institute Teknologi Bandung

ABSTRAK

Seismologi adalah ilmu yang mempelajari perambatan gelombang elastis dalam bumi (gelombang seismik). Gelombang tersebut terutama ditimbulkan oleh penyesaran dan mengakibatkan gempa bumi. Akibat penjalaran gelombang tersebut, batuan yang dilalui oleh gelombang elastis tersebut akan terdeformasi. Dengan memanfaatkan teori elastisitas, besaran dari deformasi batuan tersebut dapat diketahui hubungan matematisnya. Beberapa diantara parameter elastisitas tersebut adalah Modulus Bulk, Modulus Shear, Poisson Ratio, Modulus Young, dan Konstanta Lame. Untuk mengukur sifat elastisitas batuan ini, dapat dilakukan dua cara pengukuran yaitu Metode Kuat Tekan pada batuan, dan Metode Cepat Rambat Ultrasonik. Gelombang seismik yang menjalar pada tubuh bumi terbagi menjadi dua jenis, yaitu Gelombang P dan Gelombang S. Masing-masing jenis gelombang seismik tersebut memiliki fasa yang berbeda-beda tergantung pada lapisan bumi mana gelombang tersebut merambat. Kata kunci : Modulus Bulk, Modulus Shear, Poisson Ratio, Modulus Young, Konstanta Lame, Metode Kuat Tekan, Metode Cepat Rambat Ultrasonik, Gelombang P, Gelombang S

ABSTRACT Seismology is the scientific study of elastic wave propagation through earth (seismic wave). This kind of wave generated by faulting and result with earthquake. The Rock which was propagated by this kind of wave will deformated. Mathematical relationship of rock deformation can be found using Theory of elasticity. Some of the elasticity parameter are Bulk Modulli, Young Modulli, Shear Modulli, Poisson Ratio, and Lame Constant. There are two kind of method to

measure rock elasticity, Rock Pressure Method and Ultrasonic Velocity Propagation Method. There are two kind of seismic wave wich propagated in earth body. First is P wave and the second one is S wave. Each of this wave has their own phase depend on wich layer in earth this wave propagated. Keywords : Bulk Modulli, Shear Modulli, Poisson Ratio, Young Modulli, Lame Constant, Rock Pressure Method, Ultrasonic Velocity Propagation Method, P wave, S Wave

PENDAHULUAN Gejala gelombang dalam media bumi padat akan menyebabkan adanya peristiwa vibrasi ( getaran ) terhadap medium yang dilalui gelombang. Sifat elastisitas batuan akan bergantung pada konstanta elastisitasnya, sehingga dapat diukur berdasarkan konstantakonstanta tersebut, diantaranya yaitu : Modulus Bulk, Modulus Shear, Poisson Ratio, Modulus Young, Konstanta Lame. Pada praktikum ini akan dijelaskan suatu prinsip pengukuran parameter elastisitas berdasarkan 2 metoda, yaitu : Kuat tekan pada batuan, Cepat rambat ultrasonic. Diharapkan para praktikan mengetahui dan mengerti parameter-parameter elastisitas batuan, dapat menentukan parameterparameter elastisitas batuan berdasarkan metoda kuat tekan dan gelombang ultrasonic, mengetahui hubungan parameter-parameter elastisitas batuan dengan studi geologi dan memahami fasa-fasa gelombang seismic serta dapat menggambarkannya. Bagi seorang yang mempelajari seismologi, seismogram adalah hal yang sangat penting. Dalam seismogram terekam segala getaran yang disebabkan oleh penjalaran gelombang seismic dari pusat gempa di dalam bumi dan kemungkinan sumber-sumber lain seperti angin dan sebagainya. Setiap seismogram mengandung informasi penting tentang sumber seismic dan medium yang dilewati oleh propagasi gelombang. Karena itu dari

seismogram, kita dapat mengestimasi struktur interior bumi dan sifat dari sumber seismic. Dalam modul ini, pembahasan akan difokuskan pada investigasi seismic pada skala global. LATAR BELAKANG Gelombang merupakan salah satu gejala yang terjadi yang disebabkan oleh sumber energi di dalam bumi, seperti gempa bumi atau ledakan. Hal ini menjadi penting dipelajari karena dengan data yang diperoleh di lapangan kita dapat memprediksi apakah gelombang tersebut dapat membahayakan masyarakat atau tidak. Seismologi melibatkan analisa gerakan tanah yang disebabkan penjalaran gelombang seismic dari suatu sumber di dalam bumi, seperti gempa bumi atau ledakan. Penjalaran gelombang dalam bumi akan menyebabkan vibrasi ( getaran ) medium yang dilewatinya. Vibrasi dari medium akan menyebabkan efek deformasi pada medium tersebut. Deformasi yang disebutkan di atas akan kita bahas selanjutnya berdasarkan teori elastisitas ( strain dan stress ). TEORI DASAR Tekanan ialah gaya yang bekerja pada suatu bidang luas. Modulus Bulk ( inkompresibilitas = K ) yaitu ketahanan suatu material terhadap perubahan volume akibat adanya suatu gaya padanya, dan didefinisikan sebagai perbandingan dari tekanan hidrostatik terhadap penyebab perubahan kecil volume. Modulus

Shear ( Rigiditas = ) yaitu ukuran ketahanan suatu material terhadap tegangan geser ( shear stress ) padanya. Poisson Ratio ( ) yaitu perbandingan dari strain radial terhadap strain aksial ketika stress uniaksial dikenakan atau bisa disebut juga perbandingan perubahan lebar dan panjang. Modulus Young ( E ) yaitu ukuran dari perbandingan stress uniaksial terhadap strain dengan arah yang sama. Bisa juga diartikan sebagai ketahanan suatu benda untuk melawan perubahan panjangn akibat adanya tegangan. Konstanta Lame ( ) Greatly simplifier hookes law. Hubungan parameter-parameter diatas : = K=

1. Faktor luar, yaitu : Mineralogi, Ukuran Butir, Porositas. 2. Faktor dalam, yaitu : gaya gesekan antara bidang pelat penekan dengan permukaan ujung-ujung sample. Geometri sample, yaitu: bentuk, perbandingan panjang, diameter, dan ukuran sample. Kecepatan penekan. Factor lingkungan, yaitu : kadar air, jenis cairan, dan temperature. Kegunaan penentuan koefisian derajat pelapukan adalah untuk menentukan klasifikasi pelapukan secara kuantitatif berdasarkan parameter-parameter elastisitas. Standard dalam penentuan koefisien derajat pelapukan batuan adalah batuan segar. Koefisien pelapukan (K) untuk tiap derajat pelapukan berharga : K=

E=

Gelombang Longitudinal (P) merambat dengan kecepatan Vp dimana dalam perambatannya, medium mengalami kompresi dan dilatasi ( adanya perubahan volume ) yang analogi dengan gelombang suara. Sedangkan gelombang transversal (S) merambat dengan kecepatan Vs dan medium yang dilewatinya mengalami shear displacement. Pengujian batuan dilakukan dengan pengujian kuat tekan dan perambatan gelombang Ultrasonik. Persamaan yang digunakan yaitu : = dimana, = kuat tekan.

X0 = Harga parameter elastisitas batuan dalam keadaan segar. Xw = Harga parameter elastisitas batuan dalam keadaan lapuk. Secara garis besar gelombang seismic yang dipancarkan dari pusat gempa dan terekam dalam seismogram terdiri dari gelombang badan ( body wave ) dan gelombang permukaan ( surface wave ). Ditinjau dari kecepatan gelombangnya, maka mula-mula akan tercatat gelombang P, baru kemudian disusul oleh gelombang S dan akhirnya gelombang permukaan. Waktu tempuh tiap fasa gelombang gempa untuk setiap kombinasi jarak episenter dan kedalaman pusat gempa tertentu telah ditabelkan dalam Jeffreys-Bullen. Tabel disusun berdasarkan model struktur kecepatan JeffreysBullen yang berasumsi bahwa kecepatan gelombang gempa semakin besar dengan bertambahnya kedalaman.

F= beban yang dibutuhkan hingga pecahnya sample batuan. A = Luas penampang batuan. Faktor faktor yang mempengaruhi hasil pengujian kuat tekan :

DATA DAN PENGOLAHAN DATA DISKUSI DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN Pada praktikum kali ini kita membahas mengenai beberapa parameter elastisitas batuan, yaitu : Modulus Bulk, Modulus Shear, Poisson Ratio, Modulus Young, Konstanta Lame. Dalam menggunakan metode kuat tekan kita menggunakan parameter-parameter batuan, yaitu : Poisson Ratio, Modulus Young, Konstanta Lame, Koefisien Kuat Tekan, Modulus Shear. Dalam menggunakan metode cepat rambat gelombang ultrasonic, sebelumnya kita harus menentukan kecepatan gelombang P dan S. Parameter-parameter elastisitas batuan yang digunakan sama ( kecuali koefisien kuat tekan ), tetapi ada perbedaan cara dalam menentukan koefisien parameter-parameter elastisitas batuan tersebut. DAFTAR PUSTAKA Petunjuk Praktikum Seismologi 2001 GF-321

Diktat Kuliah Fisika Interior Bumi

UCAPAN TERIMA KASIH Rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Yang telah menganugerahkan nikmat dan kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan laporan ini. Kepada kedua orang tua saya yang dengan sabar memberi saya dorongan serta kepada teman-teman yang sudah menemani saya begadang hingga laporan ini selesai.