Anda di halaman 1dari 33

14 8 2011

Pemeriksaan yang Hasil yang didapat dilakukan GDS Ureum Kreatinin Na K Cl CKMB 169 mg/dl 61.9 mg/dl 1.5 mg/dl 135 mEq/L 5.3 mEq/L 110 mEq/L 29 U/L

Nilai normal

60-150 mg/dl 10-40 mg/dl 0.5-1.5 mg/dl 135-155 mEq/L 3.6-5.5 mEq/L 95-168 mEq/L 24 U/L

S: sesak (+) dan berkurang kaki bengkak nyeri ulu hati O: KU: Cukup; CM TD 103/63 mmHg N 132x RR 26x Ronki -/Wheezing -/+/+ +/+

A: : CAD Severe + Mitral Regurgitasi + CHF FC III P: - IVFD RL 12 tpm - Dopamin 2 g/kgBB/menit - Lasix 5mg/jam - Spironolakton 100mg 1x/hari 10-0 - Lisinopril 5mg 0-0-1 - ISDN 3x5mg - Tiaryt 2x1 - CKDL (Cek Kimia Darah Lengkap) - Pasang Kateter

Pemeriksaan yang dilakukan GDS SGOT SGPT Alkali Phospatase Gama GT Bil total Bil direct Bil Indirect Protein Total Albumin Globulin Kolesterol Trigliserida HDL LDL Asam Urat Ureum Creatinin

Hasil yang didapat 114 mg/dl 180 UI 188 UI 59 UI 10 UI 1.6 mg/dl 0.8 mg/dl 0.8 mg/dl 7.0 mg/dl 2.5 g/dl 4.5 g/dl 113 mg/dl 60 mg/dl 37 mg/dl 64 mg/dl 15.9 mg/dl 64.5 mg/dl 2.6 mg/dl

Nilai normal 60-150 mg/dl W<31 UI W<32 UI 74-311 UI W<25 UI 0-1 mg/dl 0-0.25 mg/dl 0-0.75 mg/dl 6.6-8.7 mg/dl 3.2-4.5 g/dl 2.3-3.5 g/dl 150-220 mg/dl <200 mg/dl >45 mg/dl <190 mg/dl 2-6 mg/dl 10-40 mg/dl 0.5-1.5 mg/dl

S: Sesak (+) dan semakin menurun, kaki bengkak berkurang O: KU: Cukup; CM; TD 71/47 mmHg; N 108x RR 24x/i; Ronki -/- Wheezing -/-/+/+ Edema tungkai menurun Lab pukul 10.00 : Na: 175 K: 2,4 Cl: 84

A: : CAD Severe + MR+ CHF FC III P: - NaCl 0.9% 12 tpm (pada pukul 14.30 diganti RL + KCl 25 mEq 10 tpm) - Dopamin 2 g/kgBB/menit - Lasix 5 mg/jam - Spironolakton 100mg 1-0-0 - ISDN 3x5mg - Lisinopril 5mg 0-0-1 - Tiaryt 2 dd 1 tab

S: Sesak (+) dan semakin menurun, lemas dan kram (+)

A: CAD Severe + CHF FC II/III P: - NaCl 0.9% 12 tpm Pukul 18.00 Pasien mengalami - Dopamin 2 g/kgBB/menit kejang. Pada pemeriksaan EKG - Lasix 5 mg/jamStandby ditemukan VT - Spironolakton 100mg 1-0-0 - ISDN 3x5mg - Lisinopril 5mg 0-0-1 - Tiaryt 2 dd 1 tab - Drip HCl 25mg/hari - Ondansetron 3x1 amp - Ranitidin 2x1 amp - Vascon 0.5 g/kgBB - RJP + Defib irama kembali sinus

S: nyeri dada (+), mual dan muntah (+) O: KU: Cukup; CM; TD 91/65 mmHg; N 104x/i; Ronki -/- Wheezing -/-/+/+ Asites (+); edema tungkai menurun.

A: CAD Severe + CHF FC IV P: - IVFD RL 12 tpm - Dopamin 2 g/kgBB/menit - Spironolakton 100mg 1-0-0 - ISDN 3x5mg - Lisinopril 5mg 0-0-1 - Ondansetron 3x1 amp - Ranitidin 2x1 amp - Vascon 0.2 g/kgBB - Furosemid 3x1 - Aspar K 3x1 - Bisoprolol 0-0-1/2

S: Nyeri dada (-), mual dan muntah (+) setiap kali mual. O: KU: Cukup; CM; TD 80/67 mmHg; N 107x/i; RR 27x/i Ronki -/- Wheezing -/-/+/+ Asites (-); edema tungkai menurun.

A: CAD Severe + CHF FC III/IV P: - IVFD RL 12 tpm - Dopamin 2 g/kgBB/menit - Spironolakton 100mg 1-0-0 - ISDN 3x5mg - Lisinopril 5mg 0-0-1 - Ondansetron 3x1 amp - Ranitidin 2x1 amp - Vascon 0.2 g/kgBB/menit - Furosemid 3 dd 1 - Aspar K 3x1 - Bisoprolol 0-0-1/2

S: Nyeri dada (+), sesak berkurang, batuk (+), muntah (-) O: KU: Cukup; CM; TD 73/48 mmHg; N 81x/i; RR 23x/i Ronki -/- Wheezing -/-/+/+ Asites (-); edema tungkai (-)

A: : CAD Severe + CHF FC III P: - IVFD RL 12 tpm - Dopamin 2 g/kgBB/menit - Spironolakton 100mg 1-0-0 - ISDN 3x5mg (Stop Sementara) - Lisinopril 5mg 0-0-1(Stop Sementara) - Ondansetron 3x1 amp - Ranitidin 2x1 amp 1-0-1 - Vascon 0.2 g/kgBB/menit - Furosemid 3 dd 1 - Aspar K 3x1 - Bisoprolol 1x1/2 tablet 0-0-1/2

Teori Indikasi: mengembalikan keseimbangan elektrolit pada keadaan dehidrasi dan syok hipovolemik

kasus sebagai terapi rumatan, memperbaiki keadaan hipotensi tetapi tetap melihat pada keadaan edema.

Kontraindikasi: hipernatremia, kelainan tidak ada kontraindikasi pada ginjal, kerusakan sel hati, asidosis pasien laktat.

Dosis : sesuai dengan kondisi penderita diberikan 10-12 tpm yang akan habis dalam waktu 13-17 jam
Efek samping: edema jaringan pada penggunaan dengan volume yang besar, biasanya pada paru-paru hiperkloremia dan asidosis metabolic

Teori

kasus

Indikasi: mengembalikan keseimbangan Pasien mengalami hipotensi elektrolit pada dehidrasi Dosis : sesuai dengan kondisi penderita diberikan 12 tpm yang akan habis dalam waktu 13 jam Efek samping: panas, infeksi pada tempat penyuntikan, trombosis vena atau phlebitis yang meluas, dan ekstravasasi Kontra Indikasi: hipernatremia, Awalnya tidak ditemukan keadaan asidosis, hipokalemia hipokalemia namun pada beberapa jam pemakaian timbul keadaan hipokalemia

Teori kasus Indikasi : memulihkan perfusi, kardiak output rendah, gagal Pasien mengalami edema ginjal & sindroma syok karena IM, trauma, septikemia paru dan edema tungkai endotoksik, bedah jantung terbuka, gagal jantung Dosis : Kecil : <5 mcg/kgBB/menit sedang : 5-10 mcg/kgBB/menit besar : 10-20 mcg/kgBB/menit Kontraindikasi : hipovolemia yang belum terkoreksi, takiaritmia, fibrilasi ventrikuler belum terkoreksi, feokromositoma, hipertiroid. Penggunaan bersama dengan ergotamine Efek samping: aritmia (SPVT primer), mual, muntah, sakit kepala, stimulasi SSP, takiaritmia, angina, palpitasi, dispneu, hipotensi, vasokonstriksi. Azotemia, bradikardia, pemanjangan komp QRS, gangguan piloereksi Cara Pemakaian: parenteral : injeksi IV dan infus IV diberikan 2-3 mcg/kgBB/menit

Pada pasien ini diberikan secara injeksi IV (syringe pump)

Teori Kasus Indikasi: mengurangi kongesti paru dan menurunkan tekanan ventrikel kiri sebagai terapi cepat untuk pada CHF, sirosis hepar, sindrom nefrotik, hiperkalemia, gagal ginjal akut keadaan edema paru dan edema toksik bromida, fluorida, dan yodida. Terapi tunggal atau kombinasi untuk tungkai hipertensi ringan s/d sedang. Terapi cepat edema paru akut biasanya melalui parenteral. Edema pada eklampsi dan kehamilan. Dosis : Parenteral : Edema dewasa : 20 40 mg IV/IM (IV diberikan perlahan diberikan Furosemid 5 mg/jam 1 2 menit). Setelah 2 jam tingkatkan sebanyak 20 mg. Edema paru 40 mg IV, (syringe pump) dapat diulang 1 jam kemudian. Dosis maksimal 80 mg.

Kontraindikasi : hipersensitif sulfonamid, anuria, koma hepatica, hipokalemia, awal kehamilan, dalam terapi litium

Efek samping: gangguan GI, hipersensitivitas, reaksi SSP, reaksi kulit, Terdapat keluhan nyeri ulu hati hiperglikemia, glikosuria, hiperurisemia, reaksi hematologik, vertigo, sakit mulai hari ke-4 dan keluhan kepala mual, muntah pada hari ke-6 IO: induksi kerja antihipertensi d-tubokurarin, Toksik aminoglikosida, sefalosporin, litium, salisilat, glikosida jantung, penurunan aktivitas diuretik jika dengan probenesid, meningkatkan hipotensi ortostatik dengan alkohol, narkotik, barbiturat, meningkatkan sensitifitas digitalis. Furosemide menurunkan metabolism propanolol sehingga efeknya meningkat. Jika dengan NSAID menyebabkan penurunan diuretik, natriuretik dan respon antihipertensinya. Cara Pemakaian: dapat digunakan oral dan parenteral Pada pasien ini diberikan secara parenteral

Teori Indikasi : Hipertensi , Edema Dosis : Tablet 25 mg, 100 mg, PO 100-200 mg/hari, untuk hipertensi dosis awal 25 mg/hari. Anak 3 mg/kg/hari . Interaksi obat: efek diuretik bila bersamaan dengan asam asetilsalisilat, bahaya hiperkalemi bersama kaptopril litium-clearence renal, Mengurangi reaksi jaringan thd noradrenalin, konsentrasi digoksin karena hambatan sekresi tubuler pada ginjal, efek carbenoxolon Efek samping obat : Hiperkalemi (pada fungsi ginjal terganggu), Hiponatremi, dehidrasi, hiperkalsiuri, eskresi magnesium berkurang, asidosis hiperkloremik pada sirosis hepatis, dekompensata, Libido , impoten, ginekomasti, gangguan menstruasi (efek anti androgen), Gangguan GIT, Sakit kepala, mengantuk, kebingungan, jarang : ataksia, urtikaria Cara Pemakaian: dapat digunakan secara oral.

Kasus Edema diberikan spironolakton 100 mg 10-0 Tidak didapatkan obat yang dapat menimbulkan interaksi

Terdapat keluhan nyeri ulu hati mulai hari ke-4 dan keluhan mual, muntah pada hari ke-6

Pada pasien ini diberikan secara oral pada pagi hari

Teori Indikasi: untuk gangguan penyakit arteri koroner , angina pectoris, gagal jantung kongestif, infark jantung Dosis : pada serangan akut atau profilaksis, sublingual tablet 5 mg, bila perlu diulang sesudah beberapa menit. Interval: oral 3 dd 20 mg dc atau tablet/kapsul retard maksimum 1-2 dd 80 mg. Efek samping: mencakup hipotensi postural yang berhubungan dengan gejala system syaraf pusat, reflex takikardi, sakit kepala, dan wajah memerah, mual pada waktu tertentu. (Ganiswarna, S.G., dkk. 1995) Cara Pemakaian: dapat digunakan secara sublingual atau oral.

Kasus sebagai terapi penyakit CAD Severe dan CHF FC II-IV diberikan ISDN 5 mg 3 x 1 tab

Pada pasien ini diberikan secara oral

Teori kasus Indikasi: pasien dengan fungsi sistolik vetrikel kiri yang Terdapat keadaan gagal jantung yang menurun, pasien dengan gejala gagal jantung. Hipertensi disertai edema. Selain itu, pada dan infark myokard. beberapa penelitian dikatakan bahwa gol.ACE Inhibitor menurunkan resiko mortalitas pada CHF Dosis dan sediaan : Tab 5 mg dan 10 mg Dosis: dws 10 Pada pasien diberikan spironolakton mg/hr lansia 2,5-5 mg/hari max 40 mg/hari 5mg 1-0-0 awalnya tetapi kemudian dilanjutkan 0-0-1 Interaksi obat: Allopurinol: predisposisi meningkatkan Tidak didapatkan obat yang dapat reaksi hipersensitif lisinopril. Aspirin & NSAID menimbulkan interaksi menghambat efek antihipertensi lisinopril. Insulin:meningkatkan sensitivitas insulin. Loop diuretic: lisinopril induce renal insuficiency. Spironolacton, Trimethroprim: meningkatkan resiko hiperkalemi. Efek samping: Sakit kepala, postural hipotensi, ruam, pruritus, demam, anemia, iritasi GI,, angioedema,takikardia, proteinuria, peningkatan ureum, creatinin, porphyria Cara Pemakaian: dapat digunakan secara oral. Terdapat keluhan nyeri ulu hati mulai hari ke-4 dan keluhan mual, muntah pada hari ke-6 Pada pasien ini diberikan secara oral pada malam hari di awal tapi pada hari ke-8 diberikan pada pagi hari

Teori Indikasi: Mual dan muntah terkait kemoterapi, radioterapi, atau pasca operasi Dosis dan sediaan: Tablet 8 mg (Cedantron), Tablet film coated 4 mg & 8 mg (Vomceran), Kaplet film coated 4 mg & 8 mg (Frazon), Ampul: 4 mg/2 ml, & 8mg/4ml (Zofran). Dosis: per oral dewasa, tua & anak >11thn 24 mg dosis tunggal 10-20 mg 3-4x/hari ac; Dosis 1-2 jam sebelum kemoterapi 8 mg (garam HCl 2 aq), lalu tiap 12 jam 8 mg selama 5 hari. Interaksi obat: Beberapa obat lain yang menurunkan kelarens hepar dari antagonis 5HT3, akan merubah T obat tersebut Efek samping obat: Nyeri kepala, obstipasi, rasa panas di muka (flushes) dan perut bagian atas, jarang sekali gangguan ekstra-piramidal dan reaksi hipersensitivitas Cara Pemakaian: dapat digunakan secara oral dan parenteral

Kasus Mual dan muntah terkait kemoterapi Diberikan Ondansetron 2 x 1 amp IV

Tidak didapatkan obat menimbulkan interaksi

yang

dapat

Pada pasien ini diberikan secara injeksi IV

Teori Indikasi: nyeri ulu hati, Ulkus duodenum, ulkus gaster, GERD Dosis dan sediaan: Tablet 150 mg (Acran), Tablet film coated 300 mg (Indoran), 150 mg (Radin), Kaplet 300 mg (Acran), Ampul 25 mg/ml (Antid). Dosis: per oral dewasa 150 mg 2x/hari atau 300 mg 1x/hari sebelum tidur, pemeliharaan 150 mg 1x/hari sebelum tidur. Anak 2-4 mg/kg/hari dibagi 2 dosis. Maksimal 300 mg/hari. Untuk iv/im dewasa 50 mg/dosis tiap 6-8 jam, anak 2-4 mg/kg/hari dibagi 3-4 dosis, maksimal 200 mg/hari. Neonatus peroral 2 mg/kg/hari dibagi 2 dosis, iv inisial 1,5 mg/kg/dosis lalu 1,5-2 mg/kg/hari dibagi 2 dosis. Dengan gangguan hepar bila klirens kreatinin < 50 ml/menit diberi per oral 150 mg 1x/hari atau iv/im 50 mg tiap 18-24 jam. Interaksi obat: Beberapa obat lain yang menurunkan kelarens hepar dari antagonis 5HT3, akan merubah T obat tersebut Meningkatkan absorbsi obat Glipizide, Gliburide, Tolbutamide sehingga potensial hipoglikemia, Meningkatkan konsentrasi Nifedipine, Menurunkan absorbsi Ketoconazole, Cefuroxime karena absorbsinya tergantung media asam. Efek samping obat: Nyeri kepala, obstipasi, rasa panas di muka (flushes) dan perut bagian atas, jarang sekali gangguan ekstra-piramidal dan reaksi hipersensitivitas Cara Pemakaian: dapat digunakan secara oral dan parenteral

Kasus Nyeri ulu hati Diberikan 2 x 1 amp IV

Tidak didapatkan obat yang dapat menimbulkan interaksi

Pada pasien ini diberikan secara injeksi IV bakteri dan

Teori

Kasus

Indikasi: menekan dan mencegah aritmia Aritmia ventrikuler & supraventrikuler yang membahayakan jiwa, termasuk takikardia ventrikel dengan hemodinamik tidak stabil atau fibrilasi ventrikel Dosis dan sediaan: aritmia ventrikuler : awal 800 Diberikan Tiaryt 2 x 1 tab 1600 mg/hari selama 1 3 minggu. Aritmia supraventrikuler : 600 mg/hari selama 1 minggu selanjutnya 200 400 mg/hari. Pemakaian oral diberikan secara konsisten dengan atau tanpa makanan. Jika dosis tinggi bersama makanan dan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada GIT. Konntraindikasi : disfungsi sinus node berat, blok Tidak didapatkan obat AV derajat 2 dan 3, sinkop, disfungsi tiroid, hamil menimbulkan interaksi dan menyusui, sensitif terhadap iodida Efek samping obat: mikrodeposit kornea, fotosensitisasi dan pigmentasi, hipertiroid, toksisitas pulmonal, neurotoksik, dan iritasi GI. Cara Pemakaian: dapat digunakan secara oral Pada pasien ini diberikan oral yang dapat

Teori Kasus Indikasi: Mengendalikan tekanan darah pada kasus hipotensi Gagal jantung dan hipotensi akut akut. Terapi penunjang gagal jantung dan hipotensi berat. Dosis dan sediaan: 4 ml diencerkan dalam 1000 ml larutan dekstrose 5 % Maintenance 0,5 1 ml/menit Kontraindikasi: Hipotensi karena kekurangan volume darah kecuali dalam keadaan emergensi untuk mempertahankan perfusi arteri koroner dan otak sampai penggantian volume darah selesai dilakukan. Thrombosis vaskuler mesenteric atau perifer. Selama pemberian anestesi siklopropan dan halotan. Interaksi obat: MAOI (NE menghambat kerjanya), atau antidepresan trisiklik (menghambat proses konversi norepinefrin menjadi epinefrin sehingga akan meningkat aktivitas transmitter di celah sinaptik). Efek samping obat: Cedera sistemik, bradikardia, aritmia ansietas, sakit kepala sementara dan mendadak, kesulitan bernapas, nekrosis luas di tempat injeksi, deplesi volume plasma (jika pemberian jangka panjang). Cara Pemakaian: dapat digunakan secara parenteral Diberikan inj Vascon mcg/kgBB/menit IV 0,2

Tidak didapatkan obat yang dapat menimbulkan interaksi

Pada pasien ini diberikan secara injeksi IV

Kasus Indikasi: Hipertensi Pasien Hipertensi. Dosis dan sediaan: Film-co tab.2,5, 5 mg Dosis: Hipertensi Dewasa Diberikan bisoprolol 2,5 mg Awal 5 mg/hr dapat ditingkatkan 20 mg/hr Org tua Awal 2.5-5 0-0-1 mg/hr dapat ditingkatkan 2,5-5 mg/hr Max. 20 mg/hr Interaksi obat: Adenosin: bradikardi 1 adrenergik reseptor: Tidak didapatkan obat yang membatasi potensi dosis pertama Amiodarone: meningkatkan efek dapat menimbulkan interaksi bradikardi bisoprolol Antidiabetic: mengurangi efek hipoglikemi Barbiturat: membatasi metabolisme bisoprolol Cimetidin: meningkatkan level plasma bloker Clonidin: rebound hipertensi Cocaine: Vasokonstriksi koroner Digoxin, digitoxin: bradikardia potensiasi, perpanjangan waktu konduksi atriventricular Dypiridamol: additive bradikardi NSAID: menurunkan efek antihipertensi Efek samping obat: Frequent: Hipotensi-pusing, mual, sakit kepala, akral dingin, lemas, konstipasi atau diare Occasional: Insomnia, Flatulence, sering kencing, impotensi atau penurunan libido Jarang Rash, nyeri sendi dan otot, hilang nafsu makan. Cara Pemakaian: dapat digunakan secara oral. Pada pasien ini diberikan secara oral pada malam hari

Teori

Beri Nilai