Anda di halaman 1dari 7

Klasifikasi bahan galian (Lingdren 1911) I.Deposit dari Proses Mekanik II.Deposit dari Proses Kimia A.

Pada Permukaan Air 1. Oleh Reaksi 2. Evaporasi B.Pada Tubuh Batuan 1.Konsentrasi subtansi yang terkandung dalam batuan a. oleh pelapukan b. oleh airtanah c.oleh metamorfisme 2.Konsentrasi dari subtansi luar a.Tanpa aktifitas magma b.Berhubungan dengan aktifitas magma (i)Berkaitan dengan air - Deposit Epitermal - Deposit Mesotermal - Deposit Hipotermal (ii)Emanasi magma langsung - Deposit Pirometasomatik - Sublimasi

TemperaturoC 0 70

Tekanan Menengah Tinggi

0 100 0 100 0 400

Menengah Menengah Tinggi

0 100

Menengah

50 200 200 500 500 600 500 800 100 600

Menengah Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Rendah - Menengah

C.Konsentrasi dalam magma oleh difrensiasi 1. Deposit Magmatik 700 1500 2. Pegmatites 575

Sangat Tinggi Sangat Tinggi

Klasifikasi Lindgren (Modifikasi) 1. Endapan yang terbentuk melalui proses konsentrasi kimia (Suhu dan Tekanan Bervariasi) a. Dalam magma, oleh proses differensiasi *) Endapan magmatik (segresi magma, magmatik cair); T 700-15000C; P sangat tinggi. *) Endapan Pegmatit; T sedang-sangat tinggi; P sangat tinggi b. Dalam badan *) Konsentrasi karena ada penambahan dari luar (epigenetik) *) Asal Oleh bahan tergantung hembusan dari langsung erupsi batuan bekuan batuan beku (magma)

+ Dari efusif; sublimat; fumarol, T 100-6000C; P + Dari intrusif, igneous metamorphic deposits; T 500-8000C, P sangat tinggi Oleh penambahan air panas yang terisi + Endapan hipothermal; T 300-5000C, P + Endapan mesothermal; T 200-3000C, P + Endapan epithermal; T 50-2000C, P + Endapan telethermal; T rendah, P rendah + Endapan xenothermal; T tinggi-sedang, P sedang-atmosfer

atmosfer-sedang bahan sangat sangat sangat magma tinggi tinggi tinggi

*) Konsentrasi bahan dalam badan batuan itu sendiri : - Konsentrasi oleh metamorfosis dinamik dan regional, T s/d 4000C; P tinggi. Konsentrasi oleh air tanah dalam; T 0-1000C; P sedang - Konsentrasi oleh lapukan batuan dan pelapukan residu dekat permukaan; T 0-1000C; P sedangatmosfer c. *) Oleh - Reaksi organik Dalam interaksi masa larutan; Reaksi T air 0-700C; P permukaan sedang anorganik

*) Oleh penguapan pelarut 2. Endapan-endapan yang dihasilkan melalui konsentrasi mekanis; T & P sedang.

Schnederhohn (1932) mengembangkan klasifikasi genetic sebagai berikut: A.Magmatic Rocks and Ore Deposition a. Intrusive Magmatic I. Intrusive Rocks and Liquid Magmatic Deposits I-II. Liquid Magmatic Pneumatolytic II. Pneumatolytic; 1. Pegmatite Veins, 2.Pneumatolytic Veins and Impregnations, 3. Contact Pneumatolytic II-III. Pneumatolytic Hydrothermal III. Hydrothermal c. Extrusive Magmatic I. Extrusive Hydrothermal II.

Exhalation B.Sedimentary Deposits : 1.Weathered Zone (Oxidation & Enrichment); 2. Placers; 3. Residual; 4. Biochemical-inorganic; 5. Salts; 6. Fuels; 7. Descending groundwater deposits. C .Metamorphic Deposits 1.Thermal Contact Metamorphism 2. Metamorphism Rocks 3.Metamorphosed Ore Deposits 4.Rarely formed metamorphic deposits

Klasifikasi SCHNEIDERHOHN Klasisikasi ini dibedakan atas : Bentuk komponennya. Ukuran Butir. Pengisian Ruang (spatial arrangement). Packing. Bentuk Komponennya 1. Tekstur butir sederhana Xenomorfic : Allotriomorfik/anhedral. Xenoblast : Butiran kristal yang tumbuh menjadi besar tapi bidang kristalnya tidak jelas. Hipidiomorfik : Subhedral. Paniodiomorfick : Euhedral pada sebagian atau seluruh besar butir. Porfiritik : akibat presipitasi langsung dan kecendrungan mineral tertentu untuk membentuk kristal euhedral mengakibatkan adanya butiran mineral yang besar pada massa dasar mineral lain 2.Tekstur akibat penetrasi Ofitik / intersertal : Khas untuk jenis bijih pneumatolitik dan subvolkanik Mimerkitik-grafik : Menunjukkan pertumbuhan yang saling memotong (interpenetrating) oleh adanya butiran-butiran dua atau lebih mineral yang berbeda dalam jumlah yang seimbang. Eksolusi : Terjadi pada solid solution yang mencapai keadaan supersaturasi. Faktor yang mendukung eksolusi ini antara lain pendinginan perlahan,campuran yang tidak merata, inklusi, tektonik. Poikilitik : Akibat kristalisasi simultan dari dua komponen, salah satunya mempunyai kelurusan / orientasi sehingga berbentuk jaring-jaring dan yang lain tertanam dalam mineral yang pertama disebut. Arteririk : Akibat penetrasi dari suatu mineral menembus mineral lainnya. Diablastik-dialitik : Bentuk gabungan dari beberapa mineral fibrous tanpa orientasi yang jelas Ukuran Butir 1. Ukuran butir relatif terdiri dari : i. Equigranular : Besar butir seragam. ii. Inequigranular : Besar butir bervariasi. 2. Ukuran butir absolute Pengisian Ruang (spatial arrangement) I. Granular acak.

II. Struktur terorientasi secara sederhana. Fibrous : akibat komponen yang menyerat pada arah tertentu. Foliasi : adanya orientasi yang dapat diakibatkan oleh proses mekanis. Butiran terorientasi. Struktur radial. Konsentris : termasuk golongan tekstur koloidal. III. Struktur pita dan rhymic layer. Evenly layered : Lapisan yang terjadi secara merata dan lurus. Bent Layered : Lapisan yang menekuk. Konsentris : Lapisan yang berkeliling. Oolitik dan konkresi : Berbentuk bulat. terutama pada hasil sedimentasi tapi dapat juga terjadi akibat kristalisasi hidrotermal pada suhu rendah. Packing Massive : Kenampakan yang sangat kompak dan tidak menunjukkan struktur tertentu Porous granular : Butiran dengan lubang pori di atas batas butir Amygdaloidal : Pengisian bekas lubang akibat gas oleh mineral lain. Cellular Staddled Sacccharoidal Drusy

Niggli (1925) memperkenalkan suatu klasifikasi yang didasarkan pada pemisahan proses magmatik menjadi plutonik dan vulkanik, yang terdiri atas : I. Plutonik : 1. Hidrotermal 2. Pegmatitik-Pneumatolitik 3. Orto-magmatik II. Vulkanik : 1.Exhalative to hydrothermal 2. Pneumatolitik 3. Ortomagmat Niggli (1934), sebagaimana Baker, mengusulkan skema penggolongan yang hanya dapat dipakai bila si pemakainya mengetahui distribusi besar butir sedimen secara keseluruhan. Penentuan nama setiap jenis sedimen yang ada dalam skala itu didasarkan pada nisbah dua nilai kritis yang diperoleh dari kurva distribusi besar butir.

Mead L. Jensen dan Alan M. Bateman (1981) mengembangkan klasifikasi sebagai berikut : TEORI PROSES Terbentuk oleh proses internal Kristalisasi Magmatik Magmatic crystallization Presipitasi mineral bijih sebagai unsur utama atau unsur minor batuan beku dalam bentuk disseminated grains atausegregations. DEPOSIT Disseminated intan di Kimberlit, Mineral REE di Carbonatites, Semua deposit granit,

basal, dunit, nefelin-senit. Segregasi Magmatik Magmatic segregation Pemisahan mineral bijih oleh kristalisasi fraksinasidan proses yang berhubungan selama difrensiasi magma. Liquation, Pemisahan liquid (liquid immiscibility), pemisahan sulfida dari magma, larutan sulfidaoksida atau oksida yang terakumulasidi bawah silikat atau diinjeksikan ke batuan samping atau pada sejumlah kasus dierupsikan ke permukaan. Pengendapan dari hot aquaeous solution, yang bisa berasal dari magmatik, metamorfik, permukaan atau sumber lainnya. Layer kromit di Great Dyke Zimbabwe dan Bushveld Co,plex, RSA Tubuh bijih tembaganikel Sudbury, Canada; Pechenga, USSR dan Yilgam Block, Western Australia Deposit Titanium Allard Lake, Quebec, Canada.

Hidrotermal Hydrothermal

Vein dan stockwork timahtungsten- tembaga Cornwall, UK Deposit tembaga porfiri Panguna, PNG dan Bingham, USA Deposit tembaga Yellowknife, Canada. Deposit emas Mother Lode, USA

Sekresi Lateral Lateral secretion

Difusi material pembentuk bijih atau gangue dari batuan samping kedalam patahan atau struktur lainnya.

Proses Metamorfik Metamorphic

Metamorfisme kontak atau Deposit Andalusit, regionalyang menghasilkan Transvaal, RSA

Processes

deposit mineralindustri Deposit pirometasomatik (skarn) terbentuk oleh proses replasemen batuan samping disekitar intrusi. Konsentrasi awal atau further elemen bijih oleh proses metamorfisme, seperti granitisasi, proses alterasi, dll

Deposit Garnet, NY, USA. Deposit tembaga Mackay, USA dan Craigmont, Canada. Deposit talk, Luzenac, France Beberapa vein emas dan deposit disseminated nikel dalam tubuh ultramafik.

TEORI PROSES Terbentuk oleh proses eksternal Akumulasi Mekanik Konsentrasi gravitasi, mineral resisten ke dalam endapan placer Presipitasi Sedimenter Sedimentary precipitates Presipitasi elements suitable environment, dengan atau intervensi organisme biologis.

TIPE DEPOSIT

Timah placer Malaysia Emas placer Yukon, Canada. Deposit kaolin Georgia, USA particular Banded iron formations dalam of the sedimentary Precambrian shields. tanpa Deposit mangan Chiaturi, USSR Deposit evaporit Zechstein, Eropa. Deposit Posfat Florida, USA.

Proses Residual

Pencucian (leaching) elemen yang mudah larut dari batuan dan meninggalkan elemen yang tidak larut sebagai material sisa. Pencucian

Nikel laterit New Caledonia, Bauksit Hungaria, Prancis, Jamaika dan Arkansas, USA

Pengayaan sekunder atau

(leaching) Beberapa bonanza emas

supergen Secondary or supergene enrichment

Volcanic exhalatif ( = S edimentary exhalatif)

elemen berharga dari bagian atas suatu deposit mineral dan kemudian dipresipitasikan pada kedalaman untuk membentuk konsentrasi yang tinggi. Exhalations larutan hidrotermal di permukaan, biasanya di bawah lautdan umumnya menghasilkan tubuhbijihstra ti fo rm.

dan perak Bagian atas sejumlah deposit tembaga porfiri

Deposit logam dasar Meggan, Jerman; Deposit Kuroko, Jepang;Bla ck Smoker deposits of modern oceans Merkuri Almaden, Spanyol Deposit solfatara (kaolin + alunit), Sisilia