Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Metabolisme

Pengendapan dengan Garam

Oleh : Kelompok 1
1.
2.

Dwining Puspita Sari Gladys Prawisuda Khilmi Afroidah Nani Dwi Lestari Rica Rishfah

(093654204) (093654217) (093654225) (093654227) (093654231)

3. 4. 5.

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHAUAN ALAM

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN SAINS 2011

A. Judul Percobaan Pengendapan dengan garam (ZnSO4) B. Tujuan Untuk mengetahui pengendapan yang dilakukan oleh garam C. Kajian Teori Protein adalah salah satu bio-makromolekul yang penting perananya dalam makhluk hidup. Fungsi dari protein itu sendiri secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu sebagai bahan struktural dan sebagai mesin yang bekerja pada tingkat molekular. Apabila tulang dan kitin adalah beton, maka protein struktural adalah dinding batu-batanya. Beberapa protein struktural, fibrous protein, berfungsi sebagai pelindung, sebagai contoh dan - keratin yang terdapat pada kulit, rambut, dan kuku. Sedangkan protein struktural lain ada juga yang berfungsi sebagai perekat, seperti kolagen. Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan struktural karena seperti halnya polimer lain, protein memiliki rantai yang panjang dan juga dapat mengalami cross-linking dan lain-lain. Selain itu protein juga dapat berperan sebagai biokatalis untuk reaksi-reaksi kimia dalam sistem makhluk hidup. Makromolekul ini mengendalikan jalur dan waktu metabolisme yang kompleks untuk menjaga kelangsungan hidup suatu organisma. Suatu sistem metabolisme akan terganggu apabila biokatalis yang berperan di dalamnya mengalami kerusakan. Pada pengendapan protein oleh garam albumin telur mengendap. Proses yang terjadi adalah kelarutan protein yang berkurang karena larutan protein ditambahkan oleh garam-garam anorganik, akibatnya protein akan terpisah sebagai endapan. Peristiwa pemisahan protein ini disebut salting out. Bila garam netral yang ditambahkan berkonsentrasi tinggi, maka protein akan mengendap. Pengendapan terus terjadi karena kemampuan ion garam untuk menghidrasi, sehingga terjadi kompetisi antara garam anorganik dengan molekul protein untuk mengikat air. Karena garam anorganik lebih menarik air

maka jumlah air yang tersedia untuk molekul protein akan berkurang. Hal ini disebabkan oleh ion-ion garam berkompetisi dengan molekul-molekul protein untuk mengikat air. Karena kemampuan garam terhidrasi lebih besar daripada molekul protein, maka molekul-molekul protein akan mengendap. Protein yang diendapkan tidak mengalami perubahan kimia sehingga dapat dilarutkan kembali melalui penambahan air. D. Rancangan Percobaan 1. Alur kerja 2 ml Larutan Protein Ditetesi setetes demi setetes

Larutan ZnSO4

terjadi

Larutan berendapan putih

2. Alat dan Bahan Alat a. Tabung reaksi 1 buah

b. Rak tabung c. Pipet tetes d. Gelas ukur Bahan

1 buah 1 buah 1 buah

a. Larutan protein encer (putih telur) b. Larutan ZnSO4 3. Sifat fisika dan kimia bahan

SIFAT-SIFAT FISIKA Putih telur adalah cairan putih (disebut juga albumen atau

glair/glaire) yang terkandung di dalam sebuah telur. Putih telur terdiri dari 10% protein terlarut di air. ZnSO4 Berfungsi untuk mencegah dan menghalangi mineral yang mempunyai flotablitas sama supaya tidak menempel pada gelembung udara. Memiliki titik lebur (420 C) dan tidik didih (900 C) yang relatif rendah. SIFAT-SIFAT KIMIA Putih telur adalah cairan putih (disebut juga albumen atau glair/glaire) yang komponennya antara lain: ovalbumin, conalbumin, ovomukoid, lisozim yang terdiri dari globulin 1 (G1), globulin 2, globulin 3, mocin, dan avidin. ZnSO4 Karena kation yang teridentifikasi adalah Zn2+ dan anionnya adalah SO42- maka rumus anhidratnya adalah ZnSO4. Dengan mengetahui massa air maka kita akan memperoleh prosentase air hidratnya, sedangkan perbandingan mol hidrat dan airnya akan kita dapatkan rumus hidratnya, Reaksi: ZnSO4.xH2O(s) -> ZnSO4(s) + H2O(g) 4. Langkah - langkah percobaan 1) Memasukkan 2 ml larutan protein encer (putih telur) dalam tabung reaksi

2) 3)

Memasukkan setetes demi setetes larutan ZnSO4 sampai terjadi Mengamati dan mencatat endapan dan perubahan warna yang

endapan putih terjadi

E. Hasil Pengamatan Tabel 1. Hasil Percobaan Pengendapan dengan Garam (ZnSO4) Perlakuan Memasukkan 2 ml larutan protein demi encer setetes dalam larutan tabung reaksi + setetes ZnSO4 (ZnSO4 = 5 tetes) Keterangan Sebelum Warna : - Larutan protein : bening - Larutan ZnSO4 : bening Sesudah Terdapat endapan Warna endapan : putih keruh

F. Analisis Data Dari hasil pengamatan di atas dapat dianalisis bahwa larutan protein yang ditetesi dengan larutan ZnSO4 dapat berubah warna dari bening menjadi larutan yang terdapat endapan yang berwarna putih keruh. Endapan yang terbentuk dari reaksi larutan protein dan larutan ZnSO4 adalah endapan Zn. G. Diskusi Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, hasil yang diperoleh telah sesuai dengan teori yang ada. H. Simpulan Dari percobaan yang kami lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa larutan ZnSO4 dapat mengendapkan molekul protein. Endapan yang dihasilkan adalah endapan Zn.

I.

Daftar Pustaka TIM.2011.Modul Praktikum Mata Kuliah Metabolisme.Surabaya.UNIPRESS http://luqkman.blogspot.com/2010/07/mencari-rumus-hidrat-znso4.html diakses pada tanggal 18 mei 2011 pukul 20.03 http://agustarsana.blogspot.com/2010/11/identifikasi-protein-berdasarkanikatan.html diakses pada tanggal 18 mei 2011 pukul 20.27 http://www.scribd.com/doc/29526024/Laporan-BIOKIM-4 tanggal 18 mei 2011 pukul 20.46 diakses pada

Lampiran

Gambar 1 Memasukkan ZnSO4 pada larutan protein encer

Gambar 2 Hasil