Anda di halaman 1dari 21

Latar Belakang Menurut bahasa iman berarti pembenaran dalam hati.

Sedangkan iman menurut istilah membenarkan dalam hati, mengikrarkan denagn lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Ada yang menyamakan istilah iman dan aqidah ,dan ada yang membedakan nya.bagi yang membedakan nya aqidah hanyalah bagian dalam aspek hati dari iman ,sebab iman mencangkup aspek dalam dan luar.aspek dalam nya berupa keyakinan dan aspek luar berupa pengakuan lisan dan pembuktian dengan amal.sebenarnya masalahnya tergantung pada definisi iman.kalau kita mengikuti definisi iman menurut jahmiyah dan asyaariyah yang mengatakan bahwa iman hanyalah at-tashdiq(membenarkan dalam hati)maka iman dan aqidah adalah dua istilsh yang bersinonim senada dengan ini adu hanifah yang mengatakan bahwa iman hanyalah itiqad,sedangkan amal adalah bukti iman tetapi tidak dinamai iman. Sebaliknya kalau kita mengikuti definisi iman menurut ulama salaf (termasuk imam ahmad ,malik dan syafii) yang mengatakan bahwa iman adalah ;sesuatu yang diyakini di dalam hati di ucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan angota tubuh Jika istilah iman itu berdiri sendiri maka yang dimaksud adalah iman yang mencangkup dimensi hati,lisan dan amal(surat al-muminun ayat 1-11)bila istilah iman di rangkai dengan amal shaleh seperti dalam surat al-ashri ayat 3maka iman berarti iqtikad.

BAB II PEMBAHASAN

1. ALLAH
Allah adalah nama Tuhan yang paling popular. Para ulama dan pakar bahasa mendiskusikan kata tersebut antara lain apakah ia memiliki akar kata atau tidak. Sekian banyak ulama yang berpendapat bahawa kata Allah tidak terambil dari satu akar kata tertentu, tetapi ia adalah nama yang menunjuk kepada zat yang wajib wujudNya, yang menguasai seluruh hidup dan kehidupan dan yang kepadaNya seharusnya seluruh makhluk mengabdi dan bermohon. Tetapi banyak ulama berpendapat bahwa kata Allah asalnya adalah Ilah yang dibubuhi huruf alif dan lam, dan dengan demikian Allah merupakan nama khusus kerana itu tidak dikenal bentuk jamaknya sedang Ilah adalah nama yang bersifat umum dan yang dapat berbentuk jamak (plural) Alihah. Dalam bahasa Indonesia, keduanya dapat diterjemahkan dengan tuhan, tetapi cara penulisannya dibedakan. Yang bersifat umum ditulis dengan huruf kecil tuhan, dan yang bermakna khusus ditulis dengan huruf Tuhan. Alif dan lam yang dibubuhkan pada kata Ilah berfungsi menunjukkan bahwa kata yang dibubuhi itu (dalam hal ini kata Ilah) merupakan sesuatu yang telah dikenal dalam benak. Kedua huruf tersebut disini sama dengan The dalam bahasa Inggris. Kedua huruf tambahan itu menjadikan kata yang diletak menjadi marifat atau definite (diketahui/dikenal). Pengguna bahasa Arab mengakui bahwa Tuhan yang dikenal oleh benak mereka adalah Tuhan Pencipta, berbeda dengan tuhan-tuhan alihah (bentuk jamak dari Ilah) yang lain. Selanjutnya dalam perkembangan lebih jauh dan dengan alasan mempermudah, hamzat yang berada antara dua lam yang dibaca (i) pada kata Al Ilah tidak dibaca lagi sehingga berbunyi Allah dan sejak itulah kata ini seakan-akan telah merupakan kata baru yang tidak memiliki akar kata sekaligus sejak itu pula kata Allah menjadi nama khusus bagi Pencipta dan Pengatur Alam raya yang wajib wujudNya. Sementara ulama berpendapat bahwa kata Ilah yang darinya terbentuk kata Allah, berakar dari kata Al-Ilahah, Al-Uluhah, dan Al-Uluhiyah yang kesemuanya menurut mereka bermakna ibadah/penyembahan, sehingga Allah secara harfiah bermakna Yang Disembah. Ada juga berpendapat bahawa kata

tersebut berakar dari kata alaha dalam arti mengherankan atau menakjubkan karena segala perbuatan/ciptaanNya menakjubkan atau karena bila dibahas hakekatnya akan mengherankan akibat ketidaktahuan makhluk tentang hakekat zat Yang Maha Agung itu. Apapun yang terlintas di dalam benak menyangkut hakekat zat Allah maka Allah tidak demikian. Betapapun terjadi perbedaan pendapat itu namun agaknya dapat disepakati bahwa kata Allah mempunyai kekhususan yang tidak memiliki oleh kata selainnya; ia adalah kata yang sempurna huruf-hurufnya, sempurna maknanya, serta memiliki kekhususan berkaitan dengan rahasianya,... sehingga sementara ulama menyatakan bahwa kata itulah yang dinamai ismullah al-azam (nama Allah yang paling mulia), yang bila diucapkan dalam doa, Allah akan mengabulkannya. Dari segi lafaz terlihat keistimewaannya ketika dihapus huruf-hurufnya. Bacalah kata Allah dengan menghapus huruf awalnya, akan berbunyi Lillah dalam arti milik/bagi Allah; kemudian hapus huruf awal dari kata Lillah itu akan terbaca Lahu.. dalam arti bagiNya selanjutnya hapus lagi huruf awal dari lahu akan terdengar dalam ucapan Hu yang berarti Dia (menunjuk Allah) dan bila inipun dipersingkat akan dapat terdengar suara Ah yang sepintas atau pada lahirnya mengandung makna keluhan tetapi pada hakekatnya adalah seruan permohonan kepada Allah. Dari segi makna dapat dikemukakan bahwa kata Allah mencakupi segala sifat-sifatNya, bahkan Dialah yang menyandang sifat-sifat tersebut, kerana itu jika Anda berkata, Ya Allah maka semua nama-nama/sifat-sifatNya telah dicakup oleh kata tersebut. Di sisi lain jika Anda berkata Ar Rahiim (Yang Maha Pengasih) maka sesungguhnya yang Anda maksud adalah Allah demikian juga jika Anda berkata : Al Muntaqim (yang membalas kesalahan) namun kandungan makna Ar Rahiim tidak mencakup pembalasanNya, atau sifatsifatNya yang lain. Itulah salah satu sebab mengapa dalam syahadat seseorang harus menggunakan kata Allah ketika mengucapkan Asyhadu an La Ilaha Illa Allah dan tidak dibenarkan mengganti kata Allah tersebut dengan namanamaNya yang lain, seperti Asyhadu An La Ilaha illa ArRahman Ar Rahim.

2. Iman kepada allah swt


Rukun iman yang pertama adalah iman kepada allah swt. Iman kepada allah swt adalah yang paling pokok dan mendasari seluruh ajaran islam yang harus diyakini dengan ilmu yang pasti seperti ilmu yang terdapat dalam kalimat syahadat lailaha ilalallah ialah yang menjadi awal dan akhir dari selluruh seruan islam sebagaimana wasiat rasulullah saw kepada sahabat muadz ketika beliau mengutus sahabat tersebut ke negeri yaman: sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab, maka hendaklah engkau mngawali dakwah kepada mereka, penyaksian bahwa tidak ada tuhan selain allah, kemudian jika mereka telah taat kepadamu, maka ajarkan lagi kepada mereka bahwa allah mewajibkan atas shalat lima waktu. Quran sebagai sumber pokok ajaran islam telah memberikan pedoman kepada kita dalam mengenal allah swt. Demikian pula dikemukakan bukti-bukti yang pasti tentang kekuasaan nya bersama sifat keagungannya. Bahwa allah swt adalah zat yang maha suci, suci dari pada sifat yang serupa dengan alam.ia tak dapat daserupakan dalam bentuk apapun juga. Berdasarkan firmannya: katakanlah, ia allah maha esa , allah-lah tempat sekalian makhluk bergantung, tidak ia beranak, dan tidak ia diperanakan, dan tidak ada siapapun yang setara dengannya.

Mengenal Allah
Setelah roh manusia diciptakan Allah, semua dikumpulkan di alam roh. Saat itu semua telah mengenal-Nya dan bersaksi bahwa Allahlah Tuhan yang Esa. Namun setelah lahir bersama jazad kasar, sebagian besar lupa dan tidak mengenalNya lagi. Oleh karena itu perlu mengenalNya kembali. Mengenal seseorang boleh hanya sebatas wajah dan ciri fisik, namun apabila mau lebih akrab tidak cukup dengan kedua hal itu saja. Orangtua terhadap anaknya, anak terhadap saudaranya, saudara ayah dan ibunya, atasan kepada bawahan dan sejenisnya harus benar-benar saling mengenalnya. Orangtua bergaul, mengamati, mempelajari karakter anak-anaknya. Oleh karena itu Informasi tentang anak lebih akurat apabila dari orangtuanya atau orang yang lebih dekat dengannya dibandingkan dari orang yang baru mengenalnya. Itulah sebabnya ketika sekolahingin mengetahui karakter anak, yang dilakukan adalah wawancara dengan orangtuanya.

1. Mengenal Nama-Nya
Ketika seseorang ingin kenal yang pertama kali ditanyakan adalah namanya. Demikian juga ketika seseorang berkenalan di acara-acara, yang pertama kali diutarakan adalah namanya. Dalam kehidupan sehari-hari kadang seseorang dipanggil dengan beberapa nama. Sebagai contoh anak yang bernama Fikri Ahmad Rafany bisa disebut Fikri, Ahmad atau Rafany. Kadang dipanggil dengan status dan jabatannya seperti istri, suami, mas, mba, Ayah, Bapak, Abi, ibu, adik, kakak, direktur, pengawas dan sejenis nya. Sering juga dengan sifat, karakter atau keadaannya, seperti : Pemarah, (karena mudah marah), baik hati (karena suka memberi atau tidak menyakiti hati orang lain), Si Pirang, si Kriting (karena warna atau keadaan rambutnya), si Kaya ( memiliki banyak harta/kekayaan ), demikian seterusnya. Orangnya satu hanya sebutan namanya bisa lebih dari satu. Nabi Muhammad SAW kadang dipanggil Rasulallah atau Al Amien .

2. Memahami apa yang difirmankan-Nya


Setelah mengenal nama dengan arti dan maksud nama-nama tersebut, lalu mempercayai apa saja yang difirmankanNya. Ketika kepercayaan kita belum penuh terhadap seseorang, maka tidak semua yang dikatakan orang itu dipercayai, namun ketika kita mengenal betul orang tersebut jujur -tidak pernah bohong, maka kita akan percaya dengan apa saja yang ia katakan. Demikian pula terhadap Allah, ketika kita telah mengenal betul Allah, maka tidak ada jalan lain kecuali mengikuti dan percaya dengan apa yang firman kan Nya.

3. Membaca/mengamati Hasil Karya atau CiptaanNya


Kita tahu lebih dalam tentang seorang tokoh, apabila bisa mengatahui karyakaryanya. Misal Apasaja judulnya, apa isinya setiap judul, berapa jumlah halaman, apa warna sampul buku setiap judul, berapa judul buku karangannya dan seterusnya. Adakah karya lain selain bentuk buku, seperti karya seni kaligrafi, lukis, atau lainnya. Makin banyak karya-karya yang dikenalnya berarti makin mengenal tokoh tersebut, sehingga lebih tahu karakter Sang penulis atau pembuat karya tersebut. Allah serba maha, menciptakan alam semesta dengan firmanNya yang selalu dapat dibaca, dikaji dan difahami. Semakin difahami dan difikirkan ciptaan-Nya

akan makin kagum akan kebesaran Allah dan makin memantapkan keimanan seseorang kepadaNYa. Katakanlah: Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. QS. 13 : 16 Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? ( QS. 67 : 3 )

SIFAT SIFAT ALLAH


Sifat-sifat Allah adalah sifat sempurna yang yang tidak terhingga bagi Allah. Sifat-sifat Allah wajib bagi setiap muslim mempercayai bahwa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah. Maka, wajib juga dipercayai akan sifat Allah yang dua puluh dan perlu diketahui juga sifat yang mustahil bagi Allah. Sifat yang mustahil bagi Allah merupakan lawan kepada sifat wajib. Sifat wajib terbagi empat bagian yaitu nafsiah, salbiah, ma'ani atau ma'nawiah. Sifat 20 Tulisa n Arab Tulisa Sifat Mustahil n Arab Adam Haduth Fana

Sifat Wajib

Maksud

Sifat

Maksud

Wujud Qidam Baqa

Ada Terdahulu

Nafsiah Salbiah Salbiah

Tiada Baru Binasa

Kekal

Allah Ta'ala Mukhalafatuh berbeda Salbiah u lilhawadith dengan makhluqNy

Sama Mumatsalatuh dengan u lilhawadith suatu yang baru

a Qiamuhu binafsih Berdiri sendiri Qiamuhu bighairih Bergantung dengan yang lain

Salbiah

Wahdaniat

Esa Allah Ta'ala pada dzat,pada Salbiah sifat dan pada perbuatan Berkuasa Ma'ani

Ta'addud

Berbilangbilang

Qudrat

Ajzun

Lemah Benci yaitu tidak menentuka n Bodoh Mati Pekak Buta Bisu Keadaan Nya yang lemah KeadaanNya yang

Iradat

Berkehenda k Ma'ani menentuka n Mengetahui Ma'ani Ma'ani

Karahah

Ilmu Hayat Sama' Basar Kalam Kaunuhu qaadiran

Jahlun Al-Maut As-Summu Al-Umyu Al-Bukmu

Hidup

Mendengar Ma'ani Melihat Berfirman Keadaan Nya yang berkuasa KeadaanNya yang Ma'ani Ma'ani

Ma'nawiya Kaunuhu h ajizan

Kaunuhu

Ma'nawiya Kaunuhu

muriidan

berkehenda h k menentuka n

kaarihan

benci yaitu tidak menentuka n Keadaan Nya yang bodoh Keadaan Nya yang mati Keadaan Nya yang pekak Keadaan Nya yang buta Keadaan Nya yang kelu

Kaunuhu 'aliman

KeadaanMa'nawiya Kaunuhu Nya yang h jahilan mengetahui Keadaan Nya yang hidup Ma'nawiya Kaunuhu h mayitan

Kaunuhu hayyan

Kaunuhu sami'an

KeadaanMa'nawiya Kaunuhu Nya yang h asamma mendengar Keadaan Nya yang melihat Ma'nawiya Kaunuhu h a'maa

Kaunuhu basiiran

KeadaanKaunuhu Nya yang mutakalliman berkatakata [sunting]Sifat kesempurnaan

Ma'nawiya Kaunuhu h abkam

Dua puluh yang tertera di atas yang wajib bagi Allah terkandung di dalam dua sifat kesempurnaan. Sifat tersebut adalah:

Istigna' ( )

Kaya Allah daripada sekalian yang lain daripada-Nya yaitu tidak berkehendak ia kepada sesuatu. Maksudnya, Allah tidak menghendaki yang lain menjadikan-Nya dan tidak berkehendakkan tempat berdiri bagi

zat-Nya. Contohnya, Allah tidak memerlukan dan tidak menghendaki malaikat untuk menciptakan Arasy. Maka, Maha suci Tuhan daripada tujuan pada sekelian perbuatan dan hukum-hukumnya dan tidak wajib bagi-Nya membuat sesuatu datau meninggalkan sesuatu. Sifatnya: wujud, qidam, baqa', mukhalafatuhu lilhawadith, qiamuhu binafsih, sama', basar, kalam, kaunuhu sami'an, kaunuhu basiran, kaunuhu mutakalliman.

Iftiqar ( )

Yang lain berkehendakkan sesuatu daripada Allah yaitu yang lain berkehendakkan daripada Allah untuk menjadikan dan menentukan mereka dengan perkara yang harus. Contohnya, manusia memohon kepada Allah melancarkan hidupnya. Sifatnya: wahdaniat, qudrat, iradat, ilmu, hayat, kaunuhu qadiran, kaunuhu muridan, kaunuhu hayyan. [sunting]

MENGENAL ALLAH MELALUI ASMAUL HUSNA


9:40 AM by Pena_Daie Manusia betapapun kuasa dan kuatnya pasti suatu ketika mengalami ketakutan, kecemasan dan keperluan. Memang pada saat kekuasaan dan kekuatan itu menyertainya, banyak yang tidak merasakan sedikit keperluan pun, tetapi ketika kekuasaan dan kekuatan meninggalkannya, ia merasa takut atau cemas dan pada saat itu ia memperlukan sesuatu yang mampu menghilangkan ketakutan dan kecemasannya itu. Boleh jadi pada tahap awal ia mencari sesuatu itu pada makhluk, tetapi jika keperluannya tidak terpenuhi, pastilah pada akhirnya ia akan mencari dan bertemu dengan kekuatan yang berada di luar alam raya. Itulah Tuhan dengan bermacam-macam nama yang disandang-Nya. Dialah yang di yakini dapat memenuhi keperluan manusia, menutupi kekuarangannya, menghilangkan kecemasannya dan sebagainya yang merupakan keperluan makhluk. Apa yang dikemukakan di atas, disahkan oleh Al Quran antara lain dengan firmanNya :

Wahai umat manusia, kamulah yang sentiasa berhajat kepada Allah dalam segala perkara, sedang Allah Dialah sahaja Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji. (QS. Al Fathir 35: 15).

Siapa atau Apa Tuhan ?

Jika Anda ingin berinteraksi dengan seseorang, tentulah Anda perlu mengenalnya, siapa dia serta apa nama maupun sifat-sifatnya ? Tuhan yang mencipta, yang diharapkan bantuanNya serta yang kepadaNya bertumpu segala sesuatu, pastilah lebih perlu dikenal.

Yang melihat/mengenal Tuhan, pada hakekatnya hanya melihatNya melalui wujud yang terhampar di bumi serta yang terbentang di langit. Yang demikian itu adalah penglihatan tidak langsung serta memerlukan pandangan hati yang tajam, akal yang cerdas lagi kalbu yang bersih. Mampukah Anda dengan membaca kumpulan syair seorang penyair, atau mendengar gubahan seorang komposer,.. dengan melihat lukisan pelukis atau pahatan pemahat, - mampukah Anda dengan melihat hasil karya seni mereka, mengenal mereka tanpa melihat mereka secara langsung ? Memang Anda bisa mengenal selayang pandang tentang mereka, bahkan boleh jadi melalui imajinasi, Anda dapat membayangkannya sesuai dengan kemampuan Anda membaca karya seni, namun Anda sendiri pada akhirnya akan sadar bahawa gambaran yang dilukiskan oleh imajinasi Anda menyangkut para seniman itu, adalah bersifat pribadi dan merupakan ekspresi dari perasaan Anda sendiri. Demikian juga yang dialami orang lain yang berhubungan dengan para seniman itu, masing-masing memiliki pandangan pribadi yang berbeda dengan

yang lain.

Kalaupun ada yang sama, maka persamaan itu dalam bentuk gambaran umum menyangkut kekaguman dalam berbagai tingkat. Kalau demikian itu adanya dalam memandang seniman melalui karya-karya mereka, maka bagaimana dengan Tuhan, sedang Anda adalah setetes dari ciptaanNya ? (Abdul Karim Alkhatib, dalam Qadiyat Al-Uluhiyah Bainal Falsafah wad Din).

Kalau Anda masih berkeras untuk mengenalnya maka lakukanlah apa yang dikemukakan di atas tetapi yakinlah bahwa hasilnya akan jauh lebih sedikit dari apa yang Anda peroleh ketika ingin mengenal para seniman itu. Bukankah hasil karya mereka terbatas, itupun belum tentu semuanya dapat Anda jangkau sedang hasil karya Tuhan sedemikian banyak sehingga mana mungkin Anda akan mampu mengenal-Nya walau pengenalan yang serupa dengan pengenalan terhadap seniman-seniman itu.

Sebenarnya jika Anda mahu, ada jalan yang tidak berliku-liku, tidak pula jauh jaraknya. Pandanglah matahari ketika akan terbenam, bentangkanlah mata ke samudera lepas, Anda akan terkagum-kagum oleh keindahan dan keagungannya dan pada akhirnya Anda akan sampai kepada pengenalan Ilahi. Atau ambillah satu makhluk Tuhan Mari mendengar suara wahyu yang menjelaskan :

Wahai umat manusia, inilah diberikan satu misal perbandingan maka dengarlah mengenainya dengan bersungguh-sungguh. Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, selain dari Allah itu, tidak akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya; dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat merebutnya kembali dari lalat itu

lemahlah yang menyembah, dan yang disembah. (QS. Al Hajj 22:73).

Apakah setelah ini, Anda masih akan menjawab terus dengan akal fikiran Anda apa dan siapa Tuhan ? Tapi yakinlah bahawa apa yang diinformasikan oleh akal Anda hanya setitis dari samudera. Kalaulah semua hasil pemikiran manusia dikumpul, maka itupun hanya bagaikan sedetik dari waktu yang terbentang ini.

Kerana itu ketika Abu Bakar Ash Shiddiq ditanya Bagaimana Engkau mengenal Tuhanmu? Beliau menjawab Aku mengenal Tuhan melalui Tuhanku. Seandainya Dia tak ada, Aku tak mengenalNya. Selanjutnya ketika beliau ditanya, Bagaimana Anda mengenal-Nya? Beliau menjawab, Ketidakmampuan mengenalnya adalah pengenalan.

Tetapi apakah dengan demikian persoalan telah selesai ? Jelas tidak, kerana kita ingin berinteraksi denganNya, kita tidak hanya ingin patuh, tetapi juga kagum dan cinta. Jika demikian, dibutuhkan proses pengenalan.

Dalam Quran, Allah tidak diperkenalkan sebagai sesuatu yang bersifat materi, kerana jika demikian pastilah ia berbentuk, dan bila berbentuk pasti terbatas dan memerlukan tempat, dan ini menjadikan Dia bukan Tuhan kerana Tuhan tidak memerlukan sesuatu dan tidak pula terbatas. Disisi lain pasti juga bila demikian Dia ada di satu tempat dan tidak ada di tempat lain. Pasti Dia dapat dilihat oleh sebahagian dan tidak terlihat oleh sebahagian yang lain. Semua ini akan mengurangi kebesaran dan keagunganNya, bahkan bertentangan dengan idea tentang Tuhan yang ada dalam benak manusia.

Tapi ini bukan berarti bahwa Al Quran memperkenalkan Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat idea atau immaterial, yang tidak dapat diberi sifat atau digambarkan dalam kenyataan, atau dalam keadaan yang dapat dijangkau akal manusia. Karena jika demikian, bukan saja hati manusia tidak akan tenteram terhadapNya, akalnya pun tidak dapat memahamiNya, sehingga keyakinan tentang wujud dan sifat-

sifatNya tidak akan berpengaruh pada sikap dan tingkah laku manusia.

Kerana itu Al Quran menempuh cara pertengahan dalam memperkenalkan Tuhan. Dia, menurut Al Quran antara lain Maha Mendengar, Maha Melihat, Hidup, Berkehendak, Menghidupkan dan Mematikan, dan bersemayam di atas Arsy, Tangan Allah diatas tangan mereka (manusia) bahkan Nabi saw menjelaskan bahawa Dia bergembira, berlari dan sebagainya yang kesemuanya mengantar manusia kepada pengenalan yang dapat terjangkau oleh akal, atau potensi-potensi manusia. Namun demikian ada juga penjelasan Al Quran yang menyatakan bahwa :

Tidak ada yang sesuatupun yang serupa denganNya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS. Asy Syura 42:11)

Sehingga, jika demikian apapun yang tergambar dalam benak, atau imajinasi siapa pun tentang Allah maka Allah tidak demikian. Dengan membaca dan menyedari makna ayat ini, luluh semua gambaran yang dapat dijangkau oleh indra dan imajinasi manusia tentang zat Yang Maha Sempurna itu.

Ali bin Abi Thalib pernah ditanya oleh sahabatnya Zilib Al yamani, Amirul mukminin, apakah engkau pernah melihat Tuhanmu ? Apakah aku menyembah apa yang tidak kulihat ? , jawab beliau. Bagaimana engkau melihatNya ?, Dia tidak dapat dilihat dengan pandangan mata, tetapi dijangkau oleh akal dengan hakikat keimanan.

Al Asmaul Husna

Kalau sifat-sifat baik dan terpuji yang disandang manusia/makhluk seperti hidup, kuasa/mampu, pengetahuan, pendengaran, penglihatan, kemuliaan, kasih sayang, pemurah, perhatian dan sebagainya maka pastilah Yang Maha Kuasa pun memiliki sifat-sifat baik dan terpuji dalam kapasitas dan substansi yang lebih sempurna, kerana jika tidak demikian, apa erti keperluan manusia kepadaNya ?

Terdapat empat ayat yang menggunakan redaksi Al Asmaul Husna, iaitu :

Hanya milik Allah nama-nama (asmaul husna), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut nama-nama (asmaul husna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Araf 7:80)

Katakanlah: Serulah nama Allah atau Ar-Rahman, yang mana sahaja kamu serukan; kerana bagi-Nyalah nama-nama yang baik Dan janganlah kamu menyaringkan bacaan solatmu, dan janganlah kamu perlahankannya, dan

gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu. (QS. Al Isra 17:110)

Dialah Allah yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hashr 59:24) Allah! Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagi-Nyalah segala nama yang baik. (QS. Taha 20:8)

Kata Al Asma adalah bentuk jamak dari kata Al-Ism yang biasa diterjemahkan dengan nama. Ia berakar dari kata assumu yang bererti ketinggian, atau assimah yang bererti tanda. Memang nama merupakan tanda bagi sesuatu, sekaligus harus dijunjung tinggi.

Apakah nama sama dengan yang dinamai, atau tidak, bukan disini tempatnya diuraikan perbezaan pendapat ulama yang berkepanjangan, melelahkan dan menyita tenaga itu. Namun yang jelas bahawa Allah memiliki apa yang dinamaiNya sendiri dengan Al Asma dan bahawa Al Asma itu bersifat husna.

Kata al husna yang bererti terbaik. Penyifatan nama-nama Allah dengan kata yang berbentuk superlatif ini, menunjukkan bahawa nama-nama tersebut bukan saja baik, tetapi juga yang terbaik bila dibandingkan dengan yang baik lainnya, apakah yang baik selainNya itu wajar disandangNya atau tidak.Sifat Pengasih

misalnya adalah baik. Ia dapat disandang oleh makhluk/manusia, tetapi kerana bagi Allah nama yang terbaik, maka pastilah sifat kasihNya melebihi sifat kasih makhluk, dalam kapasiti kasih mahupun substansinya. Disisi lain sifat pemberani merupakan sifat yang baik disandang oleh manusia namun sifat ini tidak wajar disandang Allah kerana keberanian mengandung kaitan dalam substansinya dengan jasmani sehingga tidak mungkin disandangkan kepadaNya. Ini berbeza dengan sifat kasih, pemurah, adil dan sebagainya. Kesempurnaan manusia adalah jika ia memiliki keturunan tetapi sifat kesempurnaan manusia ini tidak mungkin pula disandangNya kerana ini mengakibatkan adanya unsur kesamaan Tuhan dengan yang lain, disamping menunjukkan keperluan, sedang hal tersebut mustahil bagiNya.

Demikianlah kata Husna menunjukkan bahawa nama-namaNya adalah namanama yang amat sempurna tidak sedikitpun tercemar oleh kekurangan. Nama/sifat-sifat yang disandangNya itu, terambil dari bahasa manusia, namun kata yang digunakan saat disandang manusia pasti selalu mengandung makna keperluan serta kekurangan, walaupun ada diantaranya yang tidak dapat dipisahkan dari kekurangan tersebut dan ada pula yang dapat dipisahkan. Keberadaan pada satu tempat atau arah, tidak mungkin dapat dipisahkan dari manusia dan dengan demikian ia tidak disandangkan kepada Tuhan, kerana kemustahilan pemisahannya itu. Ini berbeza dengan kata kuat. Bagi manusia, kekuatan diperoleh melalui sesuatu yang bersifat materi yakni adanya otot-otot yang berfungsi baik, dalam erti kita memerlukan hal tersebut untuk memiliki kekuatan. Keperluan tersebut tentunya tidak sesuai dengan kebesaran Allah, sehingga sifat kuat buat Tuhan hanya dapat difahami dengan menyingkirkan dari nama/sifat tersebut hal-hal yang mengandung makna kekurangan atau keperluan itu.

Nama Tuhan manusia adalah Allah dengan 99 Asmaul Husna. Allah Esa dan memiliki nama-nama sesuai dengan segala ke-mahaanNya. Sabda Nabi : Dari Abu Hurairah Beliau berkata : Bersabdalah Rasulallah SAW bahwasanya Tuhan Allah mempunyai 99 nama; barang siapa memahami seluruhnya akan dimasukkan ke dalam surga ( HR.Tirmidzi ) Nama-nama tersebut adalah : 1. Allah ; 2.Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih ) ; 3. Ar-Rahiim (Yang Maha Penyayang); 4. Al- Malik ( Maha Raja), 5. Al- Quddus,

(Yang Maha Suci), 6. As-Salam (Maha Penyelamat), 7.Al-Mukmin ( Maha Pemberi keamanan kepada HambaNYA), 8. Al-Muhaimin (Yang Maha Pemelihara), 9. Al-Aziz (Yang Maha Kuasa), 10.Al-Jabbar (Yang Maha Perkasa), 11.Al- Mutakabbir(Pemilik segala Keagungan), 12.Al-Khaliq (Maha Pencipta), 13. Al-Baariu (Yang Menja-dikan Segala sesuatu), 14. Al- Mushawwir (Yang Membentuk Makhluk), 15. Al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun), 16.Al-Qahhar (Yang Maha Perkasa), 17. Al-Wahhaab(Maha Pemberi Petunjuk), 18.Ar-Razzaaq (Pemberi Rizki), 19.Al-Fattaah (Pembuka Pintu Rahmat), 20.Al-Aliim, (Yang Maha Mengetahui), 21. Al-Qaabidh(Yang Menyempitkan), 22.Al-Baasith ( Yang Melapangkan), 23.Al-Khaafidz ( Yang menurunkan/ merendahkan), 24.Ar-Raafi( Yang Meninggikan), 25.Al-Muiizz ( Yang Memberi Kemuliaan), 26.Al-Mudzil ( Yang Memberi Kehinaan), 27.As-Samii(Yang Maha Mendengar), 28.AlBasyir(Yang Naha Mendengar), 29.Al- Hakam(Yang Menetapkan Hukum), 30.AlAdlu(Yang Maha Adil), 31. Al-Lathiif ( Yang Maha Lemah Lembut), 32.AlKabiir(Yang Maha Mengetahui Hal-hal yang tersembunyi), 33.Al-Haliim (Yang Maha Penyantun), 34.Al-Adzhim(Yang Maha Agung), 35.Al- Ghafuur(Yang Maha Pengampun), 36. As-Syukuur(Yang Maha Pembalas Jasa), 37.Al-Aliyy(Yang Maha Tinggi), 38.Al-Kabiir(Yang Maha Besar), 39.Al-Hafiizh(Yang Maha Memelihara), 40.Al- Muqiit, (Yang Maha Pemberi Makanan), 41.Al- Hasiib(Yang Maha Memperhitungkan), 42.Al- Jaliil (Yang Memiliki

Sifat-sifat Amat Mulia), 43.Al-Kariim(Yang Maha Mulia), 44.Ar-Raqiib( Yang Mengamati), 45.Al-Mujiib ( Yang Mengabulkan Doa), 46.Al-Waasi(Yang Maha Luas), 47.Al-Hakiim(Yang Maha Bijaksan), 48.Al-Waduud(Yang Maha Mencintai), 49.Al-Majiid ( Yang Maha Mulia / Yang Maha Terhormat) , 50.AlBaaits ( Yang Membangkitkan Kembali), 51.As-Syahiid ( Yang Maha Menyaksikan), 52.Al- Haqq ( Yang Maha Benar ) , 53.Al-Wakiil ( Yang Melaksnakan Semua Urusan MakhlukNya) , 54.Al-Qowiyy ( Yang Maha Kuat ), 55.Al-Matiin ( Yang Maha Sempurna KekuatanNya), 56.Al-Waliyy ( Yang Maha Pelindung), 57.Al-Hamiid (Yang Berhak Dipuji ), 58.Al-Muhshii ( Yang Memperhitungkan setiap Amal ), 59.Al-Mubdiu ( Yang Memulai ), 60.Al-Muiid (Yang Mengulangi Kejadian ) , 61.Al-Muhyii ( Yang Memberikan Kehidupan ), 62.Al- Mumiit ( Yang Mematikan ) , 63.Al-Hayyu ( Yang Hidup ) 64.Al-Qayyuum (Yang Mengurus semua Perkara Makhluk-Nya) , 65.Al-Waajid ( Yang Mendapatkan Apa saja Yang DikehendakiNYa ), 66.Al-Maajid ( Yang Maha Agung ) 67.Al-Waahid ( Yang Maha Esa ), 68.Ash-Shamad ( Yang Dituju /Tempat Memohon) , 69.Al-Qaadir ( Yang Maha Kuasa ), 70.Al-Muqtadir (Yang

Memegang Kekuasaan ), 71. Al-Muqoddim ( Yang Mendahulukan) 72.AlMuakhkhir ( Yang Mengakhirkan ) , 73.Al-Awwal ( Yang Tidak Ber-permulaan ), 74.Al-Aakhir ( Yang Tidak Berkesudahan ), 75. Azh-Zhahir ( Yang Amat Nyata dengan Tanda-tandaNYa ), 76.Al-Baatin ( Yang Ghaib/ Tersembunyi DzatNya ) ,77.Al-Waalii ( Yang Menguasai Segala Urusan ) 78.Al-Mutaaalii (Yang Maha Tinggi dan Bersih dari Segala Kekurangan ) 79. Al-Barru ( Yang Amat Baik KebaikanNYa ) , 80.At- Tawwab (Yang Menerima Taubat ), 81.Al-Muntaqim ( Yang Menghukum Siapa yang Patut Dihukum ) , 82.Al-Afuww ( Yang Memberi Maaf siapa yang Dimaafkan ) , 83.Ar-Rauuf ( Yang Maha Besar Kasih SayangNYa ) , 84.Al-Malik ( Yang Maha Diraja ) , 85.Al-Jalal ( Yang Memiliki Segala Kebesaran dan Kemuliaan ) ,86. Al- Muqsith ( Yang selalu Adil Dalam Menghukum, Yang Memperhatikan Makhluk Yang Teraniaya ) , 87.Al-Jaami ( Yang Meng-himpun Makhluk Pada Hari Kiamat ) , 88.Al-Ghaniyy ( Yang Maha Kaya ) 89.Al-Mughnii ( Yang Menjadikan Kaya ) , 90.Al-Maani ( Yang Mencegah / Melarang ) , 91.Adh-Dhaar ( Yang Memberikan Mudharat ), 92.AnNaafi( Yang Memberikan Manfaat ) , 93.An-Nuur ( Yang Mem-berikan Cahaya ) , 94.Al-Haadii ( Yang Memberikan Petunjuk ) , 95.Al-Badii ( Yang Mengadakan Sesuatu ) ,96 Al-Baaqii ( Yang Kekal Selama-lamanya ) , 97.Al-Waarist ( Yang Tetap Ada ketika Semuanya Musnah ) 98.Ar-Rasyid ( Yang Maha Cerdik Pandai ) , 99.Ash-Shabuur ( Yang Tidak Terburu-buru ) ( HR. Tirmidzi ) Firman Allah : Dan Allah memiliki nama-nama yang baik (asma-ul husna) , maka ber mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggal kanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. ( QS. Al Araf ( 7 ) : 180 ) Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) ( QS. Al Isro ( 17) : 110 )

Metode pembuktian wujud allah


Untuk membuktikan wujud allah alquran menunjukan suatu metode yaitu dengan menunjukan suatu metode yaitu dengan menyelidiki kepada kejadian manusia dan alam semesta.alam ini adalah wujud pembuktian kebenaran dan wujud allah saw.filosuf ibnu rusd(1126-1198)berkata untuk menunjukan wujud

allah ada dua cara yang pertama dinamakan dalil al inayah dan kedua dinamakan dalil al akhtira. Kesimpulan dari dalil pertama ialah bahwa sesungguhnya tentang kesempurnaan struktur susunan alam semesta ini menunjukan adanya sutu tujuan tertentu pada alam .dan tidaklah mungkin alam semesta yang kita lihat itu,sempurna struktur kejadian nya adalah suatu barang yang wujudnya kebetulantapi pasti telah ditentukan tujuannya,bahwa ia adalah natijah dari pada hikmah ketuhanan yang sangat dalam.dalil kedua berkesimpulan bahwa semua yang ada yang kita lihat ini adalah mahkluk(dijadikan )utamanya pada makluk mahluk hidup,dimana manusia sangat lemah untuk dapat menciptakan walaupun seekor binatang kecil seperti dalam quran surah al-haj 22 ayat 73allah berfirman hai manusia telah ditunjukan perumpamaan,sebab itu dengarkanlah!!sesungguhnya yang kamu seru selain allah,tidak akan bias membikin lalat walaupun mereka bersatu menjadikan nya,.ibnu rusd menunjukan itu memberikan arti bahwa ada tuhan yang telah menjadikannya. Quran selalu mendesak kepada manusia untuk memikirkan betapa kejadian alam semesta dengan segala isinya.betapa langit yang tak terbatas,perjalan bintang bintang dan planet planet yang serba teratur,perputaran dan pergantian musim, angin yang berhembus tiada henti.kemudian manusia disuruh menukikkan pandangannya kebumi betapa ia telah di hamparkan penuh dengan serba ragam kekayaan,gunung gunung yang mencakar langit,makhluk nabati dan hewani yang serba macam jenis telah diciptakan berjodoh jodohan.pada diri manusia sendiri betapa ia telah diciptakan dari setetes air mani,kemudian berbentuk segumpal darah,lalu menjadi daging yang kemudian diberi kerangka dari tulang tulang.dari prses evolusi yang indah tapi unik itu lahirlah menjadi manusia sempurna.semuanya adalah bukti tentang exsistensi dan keagungan alllah swt.khalikul alam.sesungguhnya dalam ciptaan langit dan bumi,dan saling bergantian malam dan siang terdapat tanda tanda bagi orang yang beraka.yaitu orang orang yang mengingat allah sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi(seraya berkata)ya tuhan kami ,tiadalah engkau ciptakan ini dengan sia sia,maha suci engkau,maka peliharalah kami dari siksa neraka.. Qurqn menegaskan bahwa allah itulah satu satu nya zat yang menciptakan jagat raya ini,dan hanya dialah yang memberikan hukuman hukuman,mengatur dan memelihara nya,andaikata ada tuhan selain allah maka pastilah langit dan bumi itu hancur binasa. Menurut ajaran islam wujud yang ada itu ada duayaitu allah dan alam.allah ialah khali,pencipta alam dimana dia sendiri tidak diciptakan.exsistensinya adalah wajib karena itu wajibul wujud.dia tidak mungkin tidak ada(mustahil).dia suci

berbeda dari alam dalam segala hallaisa kamitslihi syaiun.ini adalah aqidah islam dan kaum muslimin. Alam ialah makhluk, diciptakan allah. Tetntang exsistensinya adalah mungkin saja, artinys boleh ada dan boleh tiada. Sebab itu ia dinamakan mumkinul wujud. Tetapi kenyataanya ia telah ada, karena itu dinamakan pula ia baru. baru artinya dari tiada ke ada (wujud). Karena alam ini telah menjadi kenyataan,maka mestilah ala mini berpemulaan dan takhluk sepenuhnya kepada yang menjadikan dan menyebabkan wujud itu, itulah dia alla, rabbul alamien, wajibul wujud. Yang dimaksud alam dalam ilmu tauhid ialah segala sesuatu yang dapat ditanggap oleh panca indera kita atau oleh perasaan dan pikiran kita. Dari partikelpartikel atom sampai kepada dintang-bintang raksasa, yamg organis kepada yang anorganis. Seluruh jagat raya dengan isinya, juga ruang dan waktu adalah alam.alam itu mempunyai keadaan dan sifat=sifat khas, pertama, ia takhluk kepada hokum gerak, berubah dan berkembang, dari tiada lalu ada, dari kecil kepada besar, dari keadaan lemah menjadi kuat, kemudian kembali ke lemah lagi, kebenaran yang diperolehnya nisbi ingat akan sejarah alam pikiran dan ilmu pengetahuan, dan akhirnya ia mati dan musnah. Kedua, alam itu dapat disusun atau tersusun ( murakkab), karena ia adalah maddah (materi) dari susunan atom-atom dan molekul-molekul. Sebab itu pula ia berbentuk atau berwrna dan dapat diarahkan. Ketiga, alam itu takhluk ruang dan waktu, walaupun ruang dan waktu itu adalah alam juga. Keempat, alam itu dapat ditanggap panda indera, perasaan dan pikiran kita. Semua keadaan dan sifat-sifat tersebut yang empat, adalah sama sekali suci daripada keadaan dan sifat-sifat tuhan, alaah swt. Nilai guna dari pengetahuan kita tentang keadaan dam sifat-sifat khas alam itu ialah bahwa segala yang dapat ditanggap oleh panca indera, dan segala yang berubah adalah tidak kekal, pasti mati dan musnah. Sebab itu janagnlah ia disembah dan dipertuhankan, ia bukan tuhan! Demikian pula segala yang takhluk kepada ruang dan waktu, ia tidak boleh dipatungkan, dipahat, digambar dan dilukis. Tuhan bukan maddah dan materi. Substansinya dan sifat-sifatnya tidak ada sedikitpun persamaannya dengan alam, laisa kamitslihi syaiun. Manfaat dari pengetahuan kita tentang keesaan tuhan ialah manusia tidak boleh menyembah dan bertuhan kepada selain allah swt. Hanya allahlah yang memiliki kekuasaan dan kehendak yang tertinggi atas seluruh alam dan manusia . ia berkuasa memuliakan dan menghinakan kepadsa siapa yang dikehendakinya, ia berkuasa memakmurkan atau menghancurkan suatu negeri yang dikehendakinya. Tak ada suatu kekuatan yang mampu menghalangi dan mencegah kehendak dan perbuatanya. Dia maha kuasa dan maha perkasa. Karena itu, kita harus takwa kepadanya, segala pengabdian hanya kepada allah semata tidak ada yang lain baik

secara perorangan maupun secara bersama. Kita harus patuh kepada kebenaran hokum allah yang disampaikan kepada nabi Muhammad saw. Untuk mempertinggi dan mempertebal iman kepada allah, manusia diperintahkan mempelajari alam semesta,dan apabila manusia mau menyelidiki hakekat zat allah ia diperingatkan agar mempelajari lebih dahulu drinya sendiri sebagai objek terdekat yang penuh rahasia dan teka-teki.