Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN STRATEGI

IFE dan EFE Matriks

Hurul In Bevi Nanda Putri (106401626) Candra Noviansyah (108400190) Fadly Midlan (108400196) Ian Ferdhian (108400208) Ikmal Roby Alam (108400210) Nella Nevannita (108400569)

PROGRAM S-1 MANAJEMEN BISNIS TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA INSTITUT MANAJEMEN TELKOM YAYASAN PENDIDIKAN TELKOM 2011

IFE dan EFE Matriks A. IFE Matriks Matriks IFE adalah alat manajemen strategis untuk audit atau mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam bidang fungsional bisnis. Tujuannya adalah untuk melihat kuat / lemahnya kondisi internal suatu perusahaan. Nilai matriks ini kemudian akan dimasukkan ke dalam Matriks Internal-Eksternal (Matriks IE) untuk mengetahui posisi perusahaan. Menurut David (Manajemen Strategik, 2006, p169), Matriks IFE meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fugsional dari suatu usaha dan matriks ini juga memberikan dasar untuk mengenali dan mengevaluasi hubungan di antara bidang-bidang ini. Matriks IFE dapat dikembangkan dalam lima langkah berikut: 1. Membuat daftar factor-faktor penting dari lingkungan internal baik kekuatan maupun kelemahan 2. Menentukan bobot dimulai dari 0.0 (Sangat tidak penting), hingga 1.0 (sangat penting). 3. Memberikan rating dari 1-4 yang menggambarkan besarnya pengaruh factor tersebut terhadap posisi perusahaan. Rating untuk kekuatan (1 = tidak penting, 2 = kurang, 3 = Penting, dan 4 = sangat penting). Sedangkan untuk factor kelemahan kebalikan dari factor kekuatan (1 = sangat penting, 2 = penting, 3 = kurang, dan 4 = tidak penting) 4. Menentukan nilai tertimbang (perkalian antara bobot dengan rating) 5. Menentukan total nilai tertimbang untuk perusahaan tersebut.

Tidak perduli berapa banyak faktor yang dimasukkan dalam Matriks IFE, jumlah nilai yang dibobot dapat berkisar dari 1,0 yang rendah sampai 4,0 yang tinggi, dengan rata-rata 2,5. Total nilai yang bobotnya di bawah 2,5 merupakan ciri organisasi yang lemah secara internal, sedangkan jumlah bobotnya di atas 2,5 menunjukkan posisi internal yang kuat.

Ketika sebuah faktor internal kunci merupakan kekuatan dan kelemahan, faktor itu harus dimasukkan dua kali dalam Matriks IFE, dan bobot dan peringkat harus diberikan untuk setiap pernyataan. Contohnya: Variabel internal yang penting Kekuatan Kemampuan teknologi Performance R&D Pelayanan Pelanggan Kualitas Produk Jaringan Distribusi Kelemahan Kondisi Keuangan Biaya Iklan Persaingan Antar Divisi Fasilitas Manufaktur Kurang Kerjasama Total 0.05 0.05 0.15 0.10 0.05 1.00 2 2 1 1 1 0.10 0.10 0.15 0.10 0.05 2.7 0.15 0.15 0.10 0.05 0.15 4 4 4 3 3 0.60 0.60 0.40 0.15 0.45 Bobot Rating BxR

B. EFE Matriks EFE Matriks adalah alat yang baik untuk memvisualisasikan dan memprioritaskan peluang dan ancaman yang dihadapi bisnis. Tujuannya adalah untuk penilaian kondisi bisnis saat ini. Matriks EFE sangat mirip dengan matriks IFE . Perbedaan utama antara matriks EFE dan matriks IFE adalah jenis faktor-faktor yang termasuk dalam model matriksnya. Matriks IFE berkaitan dengan faktor internal, sedangkan matriks EFE yang bersangkutan dengan factor eksternal. Misalnya dalam hubungan sosial, ekonomi, politik, budaya, kependudukan, lingkunga, kependudukan, teknoligi, hukum, dan lainnya.

Menurut David (2006, p131), matriks EFE membuat ahli strategi meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, dan persaingan. Terdapat lima langkah dalam mengembangkan matriks EFE: 1. Membuat daftar faktor-faktor penting dari lingkungan eksternal baik peluang maupun ancaman. 2. Menentukan bobot dimulai dari 0.0 (Sangat tidak penting), hingga 1.0 (sangat penting). 3. Memberikan rating dari 1-4 yang menggambarkan besarnya pengaruh factor tersebut terhadap posisi perusahaan. Rating untuk peluang (1 = tidak penting, 2 = kurang, 3 = Penting, dan 4 = sangat penting). Sedangkan untuk factor ancaman kebalikan dari peluang (1 = sangat penting, 2 = penting, 3 = kurang, dan 4 = tidak penting) 4. Menentukan nilai tertimbang (perkalian antara bobot dengan rating) 5. Menentukan total nilai tertimbang untuk perusahaan tersebut.

Tanpa memperdulikan jumlah peluang dan ancaman kunci yang dimasukkan dalam Matriks EFE, total nilai yang dibobot tertinggi untuk suatu organisasi adalah 4,0 dan yang teredah adalah 1,0. Rata-rata nilai yang dibobot adalah 2,5. Jumlah nilai yang dibobot sama dengan 4,0 menunjukkan bahwa suatu organisasi memberi jawaban dengan cara yang luar biasa pada peluang dan ancaman yang ada dalam industrinya. menunjukkan bahwa strategi perusahaan Jumlah nilai sama dengan 1,0 memanfaatkan peluang atau

menghindari ancaman eksternal.

Contohnya : Variabel eksternal yang penting Peluang Tingkat Harga Sumber Tenaga Kerja Perkembangan Industri Sumber Pinjaman Teknologi Luar Negeri Ancaman Peraturan Pemerintah Persaingan Meningkat Munculnya Teknologi Baru Tingkah Laku Pemuda Perusahaan Jepang Total 0.02 0.05 0.05 0.05 0.03 1.00 2 2 1 1 1 0.04 0.10 0.10 0.05 0.03 3.22 0.20 0.15 0.15 0.20 0.10 4 4 4 3 3 0.80 0.60 0.60 0.60 0.30 Bobot Rating BxR

Matriks IFE dan EFE secara bersama-sama akan mengarah ke matriks IE. Dan, matriks IE dapat diperpanjang menjadi apa yang disebut matriks SPACE. Internal-Eksternal (IE) matriks adalah alat lain manajemen strategis yang digunakan untuk menganalisis kondisi kerja dan posisi strategis bisnis. Matrix Eksternal Internal atau pendek matriks IE didasarkan pada analisis faktor bisnis internal dan eksternal yang digabungkan menjadi satu model sugestif.