Anda di halaman 1dari 38

Batu Gamping

Batu gamping pada umumnya adalah bukan terbentuk dari batuan sediment seperti yang kita kira, tidak juga terbentuk dari clay dan sand, terbentuk dari batu-batuan bahkan juga terbentuk dari kerangka calcite yang berasal dari organisme microscopic di laut dangkal. Pulau Bahama adalah sebagai contoh dari daerah dimana proses ini masih terus berlangsung hingga sekarang. Sebagian perlapisan batu gamping hampir murni terdiri dari kalsit, dan pada perlapisan yang lain terdapat sejumlah kandungan silt atau clay yang membantu ketahanan dari batu gamping tersebut terhadap cuaca. Lapisan gelap pada bagian atas mengandung sejumlah besar fraksi dari silika yang terbentuk dari kerangka mikrofosil, dimana lapisan pada bagian ini lebih tahan terhadap cuaca. Batu gamping dapat terlarutkan oleh air hujan lebih mudah dibandingkan dengan batuan yang lainnya. Air hujan mengandung sejumlah kecil dari karbon dioksida selama perjalanannya di udara, dan hal tersebut mengubah air hujan tersebut menjadi nersifat asam. Kalsit adalah sangat reaktif terhadap asam. Hal tersebut menjelaskan mengapa goa-goa bawah tanah cenderung untuk terbentuk pada daerah yang banyak mengandung batu gamping, dan juga menjelaskan mengapa bangunan bangunan yang terbuat dari bahan batugamping rentan terhadap air hujan yang mengandung asam. Pada daerah daerah tropis , batu gamping terbentuk menjadi batuan yang kuat membentuk sejumlah pegunungan-pegunungan batu gamping yang indah. Dibawah pengaruh pressure yang tinggi, batu gamping termatomorfosakan menjadi batuan metamorf marble. Pada kondisi tertentu, kalsit yang terdapat di dalam batugamping teralterasi menjadi dolomite, berubah menjadi batuan dolomite. Batu Gamping

Batu Gamping Batu gamping adalah batuan fosfat yang sebagian besar tersusun oleh mineral kalsium karbonat (CaCo3). Bahan tambang ini biasa digunakan untuk bahan baku terutama dalam pembuatan semen abu/portland (biasa digunakan sebagai perekat untuk memplester), industri keramik, obat-obatan, dll. Batugamping (limestone) merupakan batuan sedimen organik klastik.
Secara umum batugamping dikelompokkan berdasarkan mineral utama pembentuk batugamping yaitu kalsit (calcite (CaCO3)) atau dolomite (MgCa(CO3)2). Batugamping juga dikelompokkan berdasarkan kandungan senyawa karbonat dalam batuan misalnya batugamping murni,

batugamping napalan, batugamping tufan. Pengelompokkan batugamping berdasarkan grade atau kandungan karbonatnya banyak digunakan dalam kajian pedology dan edaphology

Beberapa kabupaten yang menjadi sentra pertambangan batu gamping adalah Kupang, TTS, TTU, Belu, Alor, Lembatan, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Sumba Barat, dan Sumba Timur. Lokasi yang menghasilkan batu gamping terbanyak adalah di Kabupaten Manggarai dengan cadangan mencapai 5.558.771.299m3.

Klasifikasi Batu Gamping (Dunham , 1962)


20:59 Diposkan oleh diqky_genx

Batugamping termasuk batuan sedimen. Batu gamping ini dapat diklasifikasikan salah satunya adalah klasifikasi dunham yang membahas tentang pembagian batugamping. Klasifikasi Dunham (1962) ini dilihat secara megaskopis yang mana dia mengamati indikasi adanya pengendapan batugamping yang ditunjukkan oleh tekstur hasil pengendapan yaitu limemud (nikrit) semakin sedikit nikrit semakin besar energi yang mempengaruhi pengendapannya. Menurut klasifikasi ini batugamping terbagi atas : a. Mud Stone b. Wake Stone c. Pack Stone d. Grain Stone e. Bound Stone

f. Kristalin Karbonat

Info kegunaan batugamping


Beberapa contoh penggunaan batugamping antara lain :

Fondasi rumah/pengeras jalan dan bangunan fisik lainnya Pembuatan kapur tohor dan kapur padam Bahan bangunan Bahan penstabil jalan raya Bahan baku pembuatan semen Portland pembuatan karbid Bahan tambahan dalam proses peleburan dan pemurnian baja Bahan pemutih Soda abu Bahan penggosok Pembuatan logam magnesium dari air laut Pembuatan alumina Floatasi pembuatan senyawa alkali Pembasmi hama Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian Bahan keramik Glasir Industri kaca Bata silica Bahan tahan api Penjernihan air

Gambar 4.4. Batugamping Terumbu

GENESA DAN KEGUNAAN Tipe batugamping ini paling banyak di Indonesia, tipe ini sering membentuk terjal pada singkapan, masif tak berlapis atau perlapisan buruk yang hanya kelihatan dari jauh. Komponen utama dari batuan ini adalah suatu kerangka yang utuh seperti dalam keadaan aslinya. Bentuk serta jaringan kerangka tergantung dari jenis organisme yang membentuknya. Endapan gamping kerangka diklasifikasikan menurut unsur-unsur flora dan fauna yang bertanggung jawab atas pembentukannya. Batugamping terumbu (reef) didasarkan atas tipe organisme yang membentuk kerangka. Batuan ini mempunyai keistimewaan dalam cara pembentukannya, yaitu hanya dari larutan, praktis tak ada sebagai detritus daratan. Pembentukannya kimiawi, tetapi yang penting adalah turut sertanya organisme. Mineral ini lebih stabil dan biasanya adalah hablur yang baik. Terdapat sebagai rekristalisasi dari argonit, sering merupakan cavity filling atau semen dalam bentuk kristal-kristal yang jelas. Batugamping terumbu pada umumnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan semen dan untuk bahan bangunan lainnya.

Gambar 4.6. Batugamping Kristalin

GENESA DAN KEGUNAAN Batugamping di laut terjadi pengangkatan ke daratan. Ketika hujan, CaCO3 yang terlarutkan di dalam air kemudian mengendap di endapan pasir karbonat. Karena proses pemanasan maka terjadi pengkristalan. Batugamping terutama bermanfaat untuk bahan penelitian karena jenis batuan ini terbentuk dari kumpulan cangkang moluska, algae, foraminifera atau lainnya yang bercangkang kapur. Keunikan ini juga mendorong orang untuk menjadikan batugamping sebagai hiasan atau pajangan, terutama untuk desain interior yang bertema kelautan.

Gambar batugamping

Batugamping Kristalin

Batugamping Terumbu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di bumi ini terdapat banyak sekali kandungan sumber daya alamnya, diantaranya yaitu batuan, mineral dan bahan tambang. Batuan, mineral dan bahan tambang mempunyai manfaat yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Batuan merupakan kumpulan dari satu atau lebih mineral, batuan penyusun kerak bumi berdasarkan kejadiannnya (genesis), tekstur, dan komposisi mineralnya dapat dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Batuan beku (Igneous Rocks) 2. Batuan sedimen (Sedimentary Rocks) 3. Batuan metamof/malihan (Metamorphic Rocks)

Batuan dan mineral merupakan sumber daya alam yang banyak dibutuhkan dan digunakan untuk kehidupan manusia, dan bahan dasar industri. Batuan terbentuk dari kumpulan magma yang membeku di permukaan bumi dan berakhir menjadi berbagai jenis batuan. Sedangkan mineral terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan memiliki atom-atom yang tersusun secara teratur, mineral merupakan komponen batuan yang membentuk lapisan kerak bumi. Bahan tambang di Indonesia terdapat di darat dan di laut. Bahan tambang jika diolah memerlukan modal yang banyak, tenaga ahli dan teknologi yang tinggi. Sedangkan untuk memperolehnya, dapat juga dilakukan secara tradisional seperti mendulang emas dan lainlain. B. Maksud Dan Tujuan Dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas Mata Kuliah Geologi Indonesia dengan cara menganalisa dan menguraikan yang dibuat kedalam bentuk karya ilmiah. Adapun tema yang diangkat dalam makalah ini yaitu Sumber Daya Geologi, Penulis mempunyai ketertarikan terhadap judul ini karena mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Tujuan disusunnya makalah ini adalah : 1. Menambah pengetahuan tentang defenisi batuan, mineral dan bahan tambang. 2. Mengetahui jenis-jenis batuan, mineral dan bahan tambang. 3. Mengetahui sifat-sifat batuan dan mineral. 4. Mengetahui lebih dalam pemanfaatan batuan, mineral dan bahan tambang. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Batuan, Mineral & Bahan Tambang v Batuan Batuan adalah benda alam yang menjadi penyusun utama bumi. Kebanyakan batuan merupakan campuran mineral yang tergabung secara fisik satu sama lain. Beberapa batua terutama tersusun dari satu jenis mineral saja, dan sebagian kecil lagi dibentuk oleh gabungan mineral, bahan organik serta bahanbahan vulkanik. Batuan dipelajari dalam petrologi yaitu sutu ilmu yang mempelajari tentang berbagai macam batuan yang terdapat dalam kerak bumi baik cara terjadinya maupun klasifikasinya. Berdasarkan kejadiannya (genesa), tekstur dan komposisi mineralnya dapat di bagi menjadi tiga, yaitu : 1. Batuan Beku (Igneous Rocks)

2. Batuan Sedimen (Sedimentory Rocks) 3. Batuan Metamorf (Metamorphic Rocks) 1. Batuan Beku (Igneous Rocks) Batuan beku berasal dari cairan magma yang membeku akibat mengalami pendinginan. Menurut ilmu petrologi semua bahan beku terbentuk dari magma karena membekunya lelehan silikat yang cair dan pijar. Magma yang cair dan pijar itu berada di dalam bumi dan oleh kekuatan gas yang larut di dalamnya naik ke atas mencari tempattempat yang lemah dalam kerak bumi seperti daerah patahan/rekahan. Magma akan keluar mencapai permukaan bumi melalui pipa gunungapi dan disebut lava, akan tetapi ada pula magma yang membeku jauh di dalam bumi dan dikenal dengan nama batuan beku dalam. Batuan beku terdiri atas kristal-kristal mineral dan kadang-kadang megandung gelas. Mineral yang pertama terbentuk ialah mineral yang berat jenisnya besar yaitu mineral yang berwarna tua. Karena kristalisasi, maka susunan magma akan berubah, mineral yang telah tenggelam tidak akan larut kembali.

Klasifikasi Batuan beku

Berdasarkan letak kejadiannya, batuan beku dibagi menjadi tiga, yaitu : a. Batuan beku dalam (plutonik) Batuan beku dalam adalah batuan yang terbentuk barada jauh di dalam bumi (15-50 km), proses pendinginan sangat lambat karena dekat dengan astenosfer sehingga batuan seluruhnya terdiri atas kristal-kristal. Ciri-ciri batuan plutonik : a. Umumnya berbutir lebih kasar dibandingkan batuan ekstrusi. b. Jarang memprlihatkan sturktur visikular (memiliki lubang-lubang gas). c. Batuan dapat berubah batuan yang bebatasan pada semua sisinya. Berdasarkan ukurannya (diameter) batuan plutonik dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : 1. Pultonik Tebular Berukuran relatif kecil dan biasanya letaknya agak dekat ke permukaan bumi. Contoh :

Sill merupakan betuan plutonik tebular yang jika dilihat dari posisi / tata letaknya bersifat concordant / selaras dengan lapisan batuan sekitarnya. Bisa mendatar, miring/tegak sesuai arah lapisan.

Dike merupakan tabular yang jika dilihat darim posisi / tata letaknya bersifat discordant / memotong lapisan batuan sekitarnya. Batuan dike ini sangat sulit untuk dihancurkan.

2. Plutonik Masif Batuan beku yang berupa plutonik masif berukuran lebih besar dari plutonik tabular dan biasanya letaknya agak dalam. Plutonik masif terbagi atas 2 macam, yaitu :

Lakolit (laccolith), dalam bahsa Yunani, lakko adalah cadangan air dan lithos adalah batuan. Letaknya concordant / selaras dengan betuan disekitarnya, dapat ditemukan di bawah dome (bentuk kubah), ukurannya kecil. Batolit (berasal dari dari kata bathos = dalam dan litohs = batuan), dijumpai dibagian dalam dan posisi / tata lataknya discordant serta ukurannya besar. tersingkap minimal 100 km2, pada umumnya bertekstur granitis. Ditemukan di bawah suatu rangkaian pegunungan besar.

Contoh batuan beku dalam : granit, granodiorit, gabro. b. Batuan beku korok (hypabisal) Terbentuk pada celah-celah / pipa gunungapi, proses pendinginanya relatif cepat sehingga batuannya terdiri atas kristal-kristalyang tak sempurna dan bercampur dengan masa dasar sehingga membentuk struktur porfiritik.Contohnya granit porfiri dan diorit porfiri. Granit porfiri disebut dengan gang (batuan intrusi). magma yang mempunyai susunan granit itu membeku dalam sebuah gang, maka batuan yang terbentuk itu disebut porfiri granit yang berarti granit yang bertekstur porfiri. c. Batuan beku luar (efusif) Terbentuk di (dekat)permukaan bumi. Proses pendinginan sangat cepat sehingga tidak sempat membentuk kristal. Struktur batuan ini dinamakan amorf. Contohnya obsidian, riolit, batu apung. Berdasarkan komposisi kimianya, batuan beku dibagi menjadi 5 kelompok yaitu : a. Batuan beku ultra basa

Dunit Peridotit adalah kelompok betuan ultra basa. Pada umumnya berwarna gelap, berat jenisnya 3 3,3.Komposisi dan persentase secara umum dari mineral pembentuk batuannya adalah : mineral mafis (olivin, piroksen, hornblenda) 85-95 %, mineral bijih (magnetit, ilmenit, kromit dll) 10-3 %, plagioklas kalsium 5 %.

b. Batuan beku basa

Gabro adalah batuan beku dalam, umumnya berwarna hitam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, berat jenisnya 2,9 3,21.Komposisi dan persentase mineral pembentuknya adalah : Plagioklas ( labradorit atau bitownit) 70 45 %, mineral mafis 25 50 %. Basalt adalah batuan leleran dari gabro , minrealnya berbutur halus, berwarna hitam, berat jenisnya 2,9-3,1. komposisi dan peresentase secara umum dari mineral pembentuk batuannya adalah : Plagioklas (labraorit) 40-60 %, mineral mafis (klinopiroksen, olivin) 55-35 %.

c. Batuan beku menengah (intermedier)

Andesit adalah batuan beku dalam mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap, berat jenisnya 2,85-3. komposisi dan persentase secara umum dari mineral pembentuk batuannya adalah : Plagioklas (oliyoklas atau andesin ) 55-70 %, mineral mafis (horenblende atau biotit) 40-24 %. Sianit

d. Batuan Beku asam

Granit adalah batuan beku dalam bertekstur holokristalin, feneritik, berbutir kasar, mengandung mineral-mineral : kuarsa 10-4- %, feldspar kalium 30-60 %, plagioklas natrium 0-35 %, mineral mafis (biotit, hornblenda) 35-10 %. Riolit adalah batuan leleran dari granit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin, afanitik. Mempunyai komposisi mineral sama dengan granit. Riolit terbentuk sebagai batuan gang dan batuan leleran dalam bentukretas, sill, dan aliran.

e. Batuan beku alkali


Kimberlit Leosilit Batuan beku berdasarkan atas warna betuannya, yaitu :

a. Batuan beku yang berwarna terang, biasanya terdiri dari mineral-mineral ringan, mudah pecah, kaya silikat sehingga tergolong batuan bersifat asam silikat. b. Batuan beku yang berwarna gelap, biasanya terdiri dari mineral-mineral berat, sukar pecah, kandungan silikat terang tetapi kaya dengan mineral-mineral ferro-magnesia karena itu bersifat basa atau matik (dari kata magnesium dan ferrik).

Ciri umum batuan beku

a. Homogen dan kompak b. Tidak ada stratifikasi atau pelapisan b. Umumnya tidak megandung fosil, kecuali tertimbun oleh materi-materi piroklastik. misalnya tertimbun abu vulkanis.

Bentuk Batuan Beku

Magma basa yang cair setelah membeku akan memberikan bentuk yang lain dari pada magma asal yang kental ada 2 bentuk besar batuan beku, yaitu bentuk ekstrusi dan bentuk intrusi :

Bentuk ekstrusi adalah bentuk yang dibangun oleh magma ketika mencapai permukaan bumi yang disebut lava. lava ynag cair membentuk lapisan lava yang tebal dan luas yang dikenal dengan pletu basalt (daratan tinggi berbatu basal. terdapat di India, Dekkan dan Ice Land leleran. Batuan intrusi magma adalah magma yang naik menuju permukaan bumi sering tidak sampai keatas tetapi membeku di dalam bumi. Struktur Batuan Beku

Yaitu bentuk-bentuk batuan beku dalam ukuran yang besar, seperti lava bongkah, lava berbetuk tali, lava bantal, struktur aliran, struktur luka, struktur vesikular dan amy gladiod.

Batuan lava bongkah dan lava berbetuk tali, bagian permukaan yang telah membeku akan dihancurkan oleh arus yang mngalir didalamnya dan terbentuklah lava bongkah atau lava. apabila lava itu kental dan permukaannya belum membeku strukturnya akan dikerutkan oleh lava yang masih mengalir dibawahnya disebut dengan lava berbentuk tali. Struktur yang diekstrusikan tidak ada yang selalu dalam keadaan sangat homogen. Dijumpai pada batuan dalam dimana pelapisan-pelapisan yang memiliki perbedaanperbedaan dalam komposisi atau tekstur mineralnya. Struktur bantal, struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu, yang dicirikan oleh masa yang berbentuk bantal dengan ukuran garis tengah dengan beberapa cm hingga im dan umumnya antara 30-60 cm. Struktur vesikuler dan amygdaloid lava yang banyak mengandung gas dengan segera dilepaskan setelah tekanan menurun karena naiknya lava di permukaan bumi. keluarnya gas akan membentuk lubang-lubnag atau gelembung-gelembung yang benrbentuk bulat, lonjong, silinder atau tak teratur. Apabila lubang-lubang gas yang terisi oleh mineral-mineral sekunder maka terbentuklah stuktur amy gdaloid, mineral yang megisi kalsit, silikat atau zeolit.

2. Batuan Sedimen ( sedimentory rocks) Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil erosi. sekitar 80% permukaan benua tertutup batuan sedimen, waluapun volumnya hanya sekitar 5% dari volum kerak bumi. a) Klasifikasi Batuan Sedimen Berdasarkan tenaga yang mengangkut hasil pelapukan dan erosi batuan sedimen dapat digolongkan atas 3 bagain : a) Sedimen Aquatis, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga air. Contohnya : gosong pasir, flood plain, delta, dan lain-lain. b) Sedimen Aeolis atau Aeris, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin.

Contohnya : tanah loss, sand dunes. c) Sedimen Glassial, yaitu sedimen yang diendapkan oleh gletser. Contohnya : morena, drimlin Materi partikel ada yang kasar dua ada yang halus cara pengangkutan bermacam-macam, ada yang terdorong (trection), terbawa secara melompatlompat (saltion, terbawa dalam duspensi, ada pula yang (solution). Berdasarkan terbentuknya (lingkungan pengendapan ), batuan sedimen dibagi menjadi dibagi menjadi tiga, yaitu : a. Sedimen laut (marine), diendapkan di laut contohnya batu gamping, dolomit, napal, dan sebagainya. b. Sedimen darat (teristris/kontinen), prosesnya terjadi di darat, misalnya endapan sungai (aluvium), endapan danau, talus, koluvium, endapan gurun (aeolis), dan sebagainya. c. Sedimen transisi, lokasi pembentukanya terletak antara darat dan laut, misalnya endapan delta dan endapan rawa-rawa (limnis). Berdasarkan kedalamnya, laut dibagi menjadi beberapa zona (bathymetric zone), zona litoral, yaitu Zona Transisi yang terletak pada daerah pasang surut, Zona Epineritik, yaitu, dari batas daerah surut sampai kedalaman 50m, Zona Neritik (50-200m), Zona Bathial (200-2000m), dan Zona Abysal (>2000m). v Penggolongan batuan sedimen yang didasarkan pada cara pengendapannya, dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu : a. Sedimen Klastis Kata clastik berasal dari bahas Yunani yaitu klatos yang artinya pecahan. Jadi, sedimen klastik adalah adalah akumulasi partikel-partikel yang berasal dari pecahan batuan dan sisasisa kerangka organisme yang telah mati. Penamaan batuan ini um,umnya berdasarkan pada besar butirnya, yaitu sebagai berikut : Ukuran butir >256 mm disebut boulder atau bongkah (bongkah konglomerat) Ukuran butir 64-256 mm disebut cobble atau kerakal (karakal konglomerat) Ukuran butir 4-64 mm) disebut pebble atau kerikil (kerikil konglomera) Ukuran butir 2-4 mm disebut granule (batu pasir kasar) Ukuran butir 1/16-2 mm disebut batu pasir Ukuran butir 1/256-1/16 mm disebut batu lanau

Ukuran butir <1/256 mm disebut batu lempung

Beberapa betuan endapan kadang-kadang terbentuk dari bahan-bahan fosil. Dengan demikian suatu batuan yang ada fosil binatang jelas bukan merupakan batuan beku, melainkan batuan endapan. b. Sedimen Kimia Batuan sedimen kimiawi yaitu yang terangkut dalam bentuk larutan kemudian diendapkan secara kimia di tempat lain. Endapan kimia juga berasal dari sumber air panas dan secara tiba-tiba mengalami pendinginan akan menghasilkan endapan oval (kalsit). Contoh : Evaporasi dari air laut dan air danau, batuan sedimen kimiawi Batu tetes (Stalaktit & stalakmit), yang banyak dijumpai dari gua

bawah tanah di daerah kapur. CO2 + H2O H2CO3 ; H2CO3 + CaCO3 Ca (HCO3)2 Ca (HCO3)2 CaCO3 + H2O + CO2 - Lapisan garam, suatu lapisan yang terbentuk dari mineral-mineral halit / NaCl yang di endapkan di dasar laut atau dasar danau-danau garam karena penguapan. HCL + NaOH NaCL + H2O c. Sedimen Organik Batuan sedimen organik /orgasen, yaitu batuan sediemn yang dibentuk atau diendapkan oleh organisme. Ciri-ciri batuan sedimen : Pada umumnya berlapis-lapis , Lebih lunak, ringan dan berwarna terang, Tempat utama fosil.

Contoh : Batu bara terbentuk dari timbunan sisa-sisa tumbuhan di dasar danau (rawa-rawa, berubah menjadi menjadi gambut, selanjutnya menjadi batu bara muda/batu bara). 3. Batuan Metamorf Adalah batuan yang telah mengalami perubahan dari bentuk asalnya dari batuan yang sudah ada baik batuan beku, sedimen, ataupun dari batuan matemorf yang lain. Terjadinya secara fisik dan kimiawi sehingga berbeda dengan batuan induknya. Perubahan tersebut sebagai akibat dari tekanan, temperatur dan aliran panas baik cair maupun gas.

Dua tipe tekanan : a. Tekanan statis, diakibatkan oleh berat batuan yang ada diatasnya, makin dalam makin tinggi tekanan tersebut. b. Tekanan dinamis, diakibatkan oleh gerak-gerak diatropisme atau tektonisme. Temperatur yang merupakan penyebab metamorfisme. Temperatur yang tinggi di dalam kerak bumi, dapat berasal dari intrusi magma, aliran gas, cairan yang panas, dll. a) Macam-macam tipe Metamofik 1. Metamorfik Geotermal Yaitu metamorfosa yang terjadi karena pengaruh panas bumi sendiri (menurut ke dalamnya ), tanpa tambahan panas dari magma ataupun pengaruh diasstropisme. Pada kedalaman sekitar 3000 m, temoeratur diperkirakan mencapai 100C. Pada temperatur tertentu, beberapa mineral akan lebur kemudian mengkristal kembali membentuk kristal-kristal baru yang lebih besar. Banyak dijumpai di dalam batuan sedimen yang tebal. Proses kristalisasi dapat dijumpai batu kapur yang berkristal halus, kemudian berubah menjadi marbel dengan kristalkristal besar. 2. Metamorfik Dinamo Yaitu suatu perubahan mineral satu ke mineral lainnya (batuan yang disebabkan karena tekanan tinggi yang dihasilkan oleh gerak diatropisme). Metamosfosa ini banyak dijumpai di daerah patahan dan lipatan. Contohnya : Mudstone (batu kapur) menjadi slak atau batu tulis. 3. Metamorfisme Kontak Yaitu terjadi karena pengaruh intrusi magma yang panas makin jauh intrusi tersebut, makin berkurang derajat metamorfosa karena temperatur semakin rendah. Pada Zona Metamorfosa tersebut banyak dijumpai mineral-mineral bahan galian yang letaknya relatif teratur menurut jauhnya dari batuan intrusi. Misalnya : Muscovit di tempat yang agak jauh, Chlinit-Biolit, dan akhirnya Cordiorit (suatu silikat besi-magnesium-alumunium yang kompleks) paling dekat ke kontak magma. 4. Metamorfik Metasomantisme Terjadi rekristalisasi, membentuk mineral batu yang sifatnya sudah lain dengan batuan induknya. 5. Hydrothermal dan Pneumatolisis

Perubahan yang terjadi karena pengaruh air panas baik yang berasal dari magma maupun dari air tanah yang mengalami pemanasan disebut Hydrothermal bila tenaga pengubahnya berupa gas panas maka disebut Pneumobolysis. Contohnya : Tambang tenaga di Montanan (AS). Dimana batuan granit yang terpengaruh Hydrothermal menghasilkan endapan biji tembaga. v Mineral Yaitu suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, yang terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan memiliki atom-atom yang tersusun secara teratur. 1. Sifat sifat Mineral Mineral didasarkankan berbagai sifat, diantaranya : 1. Sifat fisik 2. Bentuk kristal 3. Sifat optik 1. Sifat Fisik a. Warna Mineral Banyaknya mineral mempunyai warna khusus, misalnya : mineral klopit berwarna hijau dan meneral epidot berwarna kuning hijau. b. Kilap Gejala ini terdapat apabila pada mineral di jatuhkan cahaya refleksi. c. Bentuk Umumnya khas untuk mineral tertentu, misalnya : asbestos bentuk serat, mika berbentuk daun. d. Belahan Banyaknya mineral yang terbelah pada jurusan tertentu dan membentuk bidang belahan. e. Kekerasan Adalah ketahanan yang terdapat pada mineral apabila permukaannya

digores dengan benda tajam. Tingkat kekerasan mineral : 1. Talk 6. Ortoklas 2. Gipsum 7. Kuarsa 3. Kalsit 8. Topas 4. Fluorit 9. Kolorondum 5. Apatit 10. Intan 2. Bentuk Kristal Pada wujudnya sebuah kristalseluruhnya dapat ditentukan secara ilmu ukur dengan mengetahui sudut-sudut bidangnya. Dalam ilmu Kristalografi, geometri dipakai enam jenis sistem sumbu, yaitu : a. Sistem sumbu isometrik Ketiga sumbu kristal terletak tegak lurus satu dengan yang lain, mempunyai panjang yang sama. Contohnya : mineral yang mempunyai sistem, kordinat demikian adalah pirit, magnetik, garam dapur. b. Sistem sumbu Tetragonal Jumlah sumbu 3 buah, 2 buah sumbu mendatar sama panjang, satu tegak lurus dengan kesatuan sumbu lain, ketiga -tiganya saling tegak lurus sesamanya. Contohnya sirkon atau keseterit. c. Sitem sumbu Ortorombik Jumlah sumbu tiga bsaling tegak lurus, ketiganya mempunyai panjang yang berbeda. Contohnya : Olivim atau Topas. d. Sistem Sumbu Monoklin Jumlah sumbu 3 buah, mempunyai panjang tidak sama, salah satu sumbu terletak tegak lurus pada sebuah sumbu mendatar. Contohnya : Ortoklas, horenblenda, mika, gipsum. e. Sistem Sumbu Triklin Jumlah sumbu 3 buah tidak sama panjang, tidak tegak lurus sesamanya.

Contohnya : Plagioklas f. Sistem Sumbu Heksagonal Jumlah sumbu 4 buah, 3 buah sumbu herizontal dan sama panjang membuat sudut-sudut yang sama besarnya. Contohnya : Kalsit, kuarsa, aparit. 3. Sifat Optik Pengenalan mineral yang terdapat pada batuan umumnya dilakukan dengan mikroskopis polarisasi cahaya yang dipakai dipolarisasi, yaitu cahaya yang bergetas dalam sebuah bidang saja. Jenis cahaya yang demikian didapat dengan memakai dua prisma polarisasi/polarisator. 2. Pembagian Mineral Dari hasil analisis kimia yang dilakukan pada batuan, ada 8 unsur yang membentuk kerak bumi. Unsur-unsur tersebut ternyata memebentuk berbagai macam silikat dan oksida, sebagian besar membentuk mineral utama yang terdapat dalam batuan yang disebut mineral pembentukan batuan. Unsur-unsur pembentuk kerak bumi tersebut yaitu: O2 = 47 % Ca = 3,5 % Si = 27 % Na = 2,5 % Al = 8 % K = 2,5 % Fe = 5 % Mg = 2,5 % v Berdasarkan peranannya dalam ilmu batuan, mineral-mineral pembentuk batuan dibagi menjadi: 1. Mineral utama. 2. Mineral sekunder. 3. Mineral aksesori atau mineral tambahan. 1. Mineral Utama Adalah komponen mineral dari batuan yang diperlukan untuk menggolongkan dan menamakan batuan, tetapi tidak perlu terdapat dalam jumlah yang banyak. Beberapa mineral penting yang sering terdapat dalam batuan : Felspar Adalah suatu kumpulan dari sejumlah mineral pembentuk batuan. Rumus umum = MAI (Al Si)3 O8, M= K, Na, Ca, Ba, Rb, Sr, Fe. Felspar berwarna putih atau keputih-putihan. tidak mempunyai warna tersendiri tetapi sering diwarnai oleh pengotoran-pengotoran zat lain.

Plagioklas Adalah jumlah mineral dengan sistem kristal triklin. Rumus umum : (Na, Ca) Al (Si, Al)) Si2O8 Warna : putih, putih kelabu, kadang keijauan, kebiru-biruan. Komposisi plagioklas dibagi 3 : 1. Plagioklas asam 2. Plagioklas medium 3. Plagioklas basa Ortoklas Adalah mineral dari kumpulan feldspar alkali. Feldspar pembentuk batuan granit atau batuan asam. Berwarna putih, putih-kuning, kemerah-merahan, keabu-abuan. Mika Adalah sejumlah mineral dengan rumus (K, Na, Ca) (Mg, Fe, Li, Al)2- 3 (Al, Si )4 O1 O (OH F)2. Warnanya mulai dari tak berwarna, putih perak, cokelat muda, kuning kehijauan atau hitam. Muskovit Adalah salah satu mineral dari kumpulan mika. Berwarna cokelat dan tak berwarna. Mineral yang umum terdapat dalam batuan malihan, batuan asam, batuan endapan. Rumus umum : KAl2 (OH)2 AlSi3 O10) Biotit Adalah satu mineral dari kumpulan mika tesebar luas, merupakan mineral pembentuk batuan yang penting. Berwarna cokelat tua, hitam, atau hijau tua. Rumus umum : K2 (Mg, Fe)2 (OH)2 (AlSi3 O10) Amfibol Adalah kumpulan sejumlah mineral pembentuk batuan. Berwarna gelap. Rumus : A2-3 B5 (Si, Al)8 O22 (OH)2 A = Mg, Fe+2, Ca atau Na B + Mg, Fe+2, Al atau Fe+3

Horenblenda Adalah salah satu mineral penting dari kumpulan amfibol. Berwarna hitam, hijau tua cokelat. Terdapat pada batuan asam atau batuan entermedier. Misalnya : granit, sianit, diorit, andesit. Piroksen Adalah kumpulan dari sejumlah mineral yang berwarna gelap. Rumus umum : ABSi2O6 A = Ca, Na, Mg atau Fe-2 B = Mg, Fe+3, Al Augit Adalah salah satu mineral dari kumpulan piroksen. Umumnya berwarna hitam, hijau tua. Merupakan mineral pembentuk batuan basa. Misalnya : gabro, basal, peridotit. Olivin Adalah mineral berwarna kuning kehijauan, kelabu kehijauan, atau cokelat. merupakan mineral pembentuk batuan beku basa, ultra basa dan batuan beku dengan kadar silikat rendah. Rumus : (Mg, Fe)2 SiO4 Kuarsa Merupakan mineral pembentuk batuan penting. Tidak berwarna dan tembus pandang, kadang-kadang berwarna cokelat, kuning ungu merah, hijau, biru atau hitam. Hal ini disebabkan oleh adanya pengotoran. Kuarsa juga terdapat sebagai mineral-mineral kecil dalam berbagai macam batuan, yaitu batuan beku, batuan endapan, batuan malihan. dalam industri kuarsa digunakan oleh pabrik kaca, semen, keramik, dll. Rumus : SiO2 2. Mineral sekunder Yaitu mineral yang dibentuk kemudian kemudian dari mineral primer oleh proses pelapukan, sirkulasi larutan atau metamorfosis. Selain pada batuan yang telah lapuk juga pada batuan malihan. Contoh : Klorit, terbentuk dari mineral biotit oleh proses pelapukan. 3. Mineral aksesori atau mineral tambahan

Adalah mineral yang terbentuk oleh kristalisisi magma, terdapat dalam jumlah sedikit, umumnya kurang dari 5%. Mineral zirkon juga merupakan mineral aksesor yang umum terdapat dalam batuan asam (granit). 2. Klasifikasi Mineral Mineral dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yakni : a. Mineral anorganik Adalah senyawa kimia yang ada secara alami kaecuali senyawa organik. b. Mineral organik Umumnya berupa senyawa karbon, kecuali karbonat dan karbida yang dimasukkan ke dalam kelompok mineral anorganik. v Bahan Tambang 1. a. Minyak Bumi Proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu jutaan tahun. Minyak bumi berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau, teluk, rawa, dan laut yang dangkal. Sesudah mati, mikroplankton berjatuhan dan mengendap di dasar-dasar, kemudian bercampur dengan Lumpur sapropelium. Tekanan dari lapisan-lapisan atas dan pengaruh magma mengakibatkan terjadinya proses destilasi yang menghasilkan minyak bumi. Kualitas minyak bumi di Indonesia cukup baik. Kadar sulfur (belerang)nya sangat rendah, sehingga mengurangi asap kotor yang menimbulkan pencemaran. Di Indonesia minyak bumi terdapat di NAD, Riau, Sumut, Kep. Seribu, Kalimantan dan daerah lainnya. 1. b. Gas Alam Gas alam merupakan campuran beberapa hidro karbon dengan kadar karbon yang kecil, terutama metan, propan, dan buatan yang digunakan sebagai bahan baker. Terdapat dua macam gas alam yaitu : 1. Liquified Natural Gas 2. Liqufied Petrolium Gas Gas alam terdapat di Arun, NAD, Kamojang, Bontang dan Kaltim. 1. c. Batu Bara Sebagian besar batu bara berasal dari tumbuh-tumbuhan tropis masa prasejarah/masa karbon. Proses pembentukan batu bara ada dua yaitu : 1. Proses biokimia yaitu proses pembentukan batuan yang dilakukan oleh bakteri anaerob sehingga sisa-sisa tumbuhanyang menjadi keras karena beratnya sendiri, tidak ada kenaikan suhu dan tekanan.

2. Proses metamorfosis yaitu suatu proses yang terjadi karena pengaruh tekanan dan suhu yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama. Batu bara terdapat di Sumatera bagian tengah, Ombilin, Sumatera bagian selatan, Bukit Asam, Daerah Mahakam, Kalimantan bagian tenggara di pulau Laut. 1. d. Tanah Liat Tanah liat merupakan tanah yang mengandung lempung 65 % butir-butirnya sangat halus sehingga rapat dan sulit meyerap air. Tanah liat banyak terdapat didataran rendah dan banyak terdapat di pulau Jawa. 1. e. Kaolin Kaolin terbentuk dari pelapukan batu granit 1. f. Batu Kapur Batu kapur terbentuk dari pelapukan mahluk hidup laut, seperti karang dan sarang binatang laut. Batu kapur banyak terdapat di pulau Sumatera dan Jawa. 1. g. Pasir Kuarsa Pasir kuarsa terbentuk dari pelapukan batuan yang hanyut lalu mengendap disekitar sungai, pantai dan danau. 1. h. Pasir Besi Pasir besi berasal dari batuan pasir yang banyak mengandung zat besi. Persebaran pasir yaitu di pantai selatan Wates, Kulon, Probo di bagian barat sampai ke Timur Cilacap. 1. i. Marmer/Batu Pualam Marmer/batu pualam merupakan batu kapur yang telah berubah bentuk menjadi batuan yang sangat indah setelah digosok dan dilicinkan. 1. j. Batu Aji/Batu Akik Batu aji merupakan mineral yang cukup keras. Warna batu aji bermacam-macam seperti merah, hijau, biru, ungu, putih, kuning dan hitam. Batu ini terdapat di pulau Jawa. 1. k. Bauksit Bauksit terjadi dari hasil pelapukan prapis yang efektif pada batuan beku yang kaya akan aluminal. Bauksit terdapat di pulau Bintan, Liban, Tanjung Sauh, pulau Kijang, Angkut, Tembeling, Kelong. 1. l. Timah Timah dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

1. Timah Primer merupakan timah yang mengendap pertama kali pada batu Granit. 2. Timah Sekunder merupakan Timah yang sudah berpindah dari tempat asalnya akibat proses pelapukan da erosi. Timah terdapat di pulau Bangka Belitung, Singkep, Bangkinang, Riau Daratan dan lepas pantai pulau Tujuh. 1. m. Nikel Nikel terbentuk karena proses pelapukan dan pencucian oleh air hujan pada batuan peridotit yang massif. Hasil pelapukan kemudian teronggok dipermukaan sebagai mineral-mineral ini mengandung nikel. Nikel terdapat di Soroako, Bulubulang, Tamalua Utara, dan Tamalua Selatan Sulawesi Tenggara. 1. n. Temabaga Tembaga berasal dari larutan cairan magma yang kemudian menyusup dan mengisi celahcelah pada patahan (Diaklas). Tembaga dalam jumlah kecil merupakan hasil sampingan dalam penambangan emas dan perak. Temabaga terdapat di Tembagapura (Papua/Irian Jaya), Cikotok, Cirotan, dan Palasari. 1. o. Emas dan Perak Emas dan Perak termasuk logam mulia. Perkembangan emas dan perak di Indonesia dilakukan dengan cara pertambangan bawah tanah, pertambangan secara terbuka, dan mengerup/mendulang pasir, Lumpur sungai yang mengandung emas. Emas dan Perak terdapat di pulau Jawa yaitu Cikotok (Jabar) dan di daerah Rejang Lebong (Bengkulu) 1. p. Mangan Mangan merupakan hasil pengendapan di daerah Danau dan Pantai yang terjadi pada saman Tersier daerah persebaran Mangan terdapat di Karangnungal dan Tasikmalaya bagian Selatan (Jawa Timur), Kliripan dan Kulon Progo (Yogyakarta), serta disekitar Martapura (Kalimantan). 1. q. Besi Pada termperatur yang tinggi biji besi dicampur dengan kokas dan besi tua. Percampuran diatur dan dibakar secara merata. Kotoran dalam biji besi dihilangkan melalui proses reduksi yaitu mengambil unsure oksigen dari biji besi. Proses pembakaran pada suhu tinggi menghasilkan cairan. Kemudian cairan tersebut dicetak dalam bentuk tertentu. Besi baja merupakan besi yang kandungan/campuran karbonnya rendah. B. Manfaat Batuan, Mineral & Bahan Tambang A. Manfaat Batuan 1. Batuan Beku

Tak semua batuan beku mempunyai nilai ekonomis, hal ini tergantung pada sifa, komposisi mineral, kekeutan fisik, daya tahan, cara penggalianya, dan lain-lain. Tiap jenis mineral mempunyai sifat dan komposisi mineral tertentu, tidak semua jenis batuan dapat digunakan untuk semua jenis pekerjaan. Batuan mempunyai kegunaan sendiri tergantung sifatnya, misalnya : 1. Batuan yang mempunyai kerapatan tinggi dan tidak porus sangat baik untuk keperluan pekerjaan di laut. 2. Batuan yang tidak terpengaruh oleh asam, baik untuk digunakan didaerah industri. 3. Batuan yang berat, keras, dan mempunyai daya tahan yang besar sesuai untuk digunakan sebagai fondasi bangunan pengeras jalan juga bahan lantai. 4. Batuan yang berwarna indah dan tidak porus dapat digunakan untuk pelapis dinding atau lantai. 5. Batuan yang umumnya mempunyai berat jenis 2,6, baik untuk digunakan sebagai bahan pekerjaan teknik berat. 2. Batuan Sedimen 1. 2. 3. 4. Untuk bahan dasar bangunan (gypsum) Untuk bahan bakar (batu bara) Untuk Pengeras jalan (batu gamping) Untuk Pondasi rumah (batu gamping)

3. Manfaat Batuan Metamorf 1. 2. 3. 4. Dapat digunakan untuk alat menulis(batu sabak) Untuk Lantai (marmer) Untuk Dekorasi bangunan (marmer) Untuk Batu Nisan (marmer)

B. Manfaat Mineral 1. Digunakan untuk kosmetik 2. Digunakan sebagai perhiasan (emas, perak,dll) 3. Bumbu dapur ( NaCl) C. Manfaat Bahan Tambang 1. Minyak Bumi, setelah diolah dapat menghasilkan minyak gas, (avigas), bensol (avtur), gasoline (bensin, premium, dan super 98), karosin (minyak tanah dan minyak lampu), minyak solar, diesel, dan minyak baker, vaselin, paraffin (untuk industri batik dan korek api), dan aspal.

Hasil olahan tersebut dapat digunakan untuk penerangan rumah, tenaga penggerak mesin pabrik, bahan kendaraan bermotor, bahan baker pesawat terbang dan lainnya. 1. Gas alam, dapat digunakan untuk bahan baker rumah tangga dan keperluan industri. 2. Batu Bara, digunakan sebagai bahan bakar pemberi tenaga dan bahan mentah cat, obat-obatan, wangi-wangian, dan bahan dasar peledak. 3. Tanah Liat, digunakan untuk membuat gerabah dan batu bara. 4. Kaolin, sebagai bahan membuat porselin 5. Batu Gamping, digunakan sebagai bahan perekat bangunan, bahan pembuat semen dan pengapur dinding. 6. Pasir Kuarsa, sebagai bahan pembuat kaca. 7. Pasir Besi, sebagai bahan pembuat besi ruang. 8. Marmer, digunakan lantai dan hiasan dinding. 9. Batu Aji, digunakan untuk perhiasan 10. Aluminium, digunakan untuk industri kapal terbang, mobil, mesin-mesin, dan alat-alat rumah tangga. 11. Timah, sebagai bahan untuk membuat pipa ledeng, logam patri, dan kawat telepon. 12. Nikel, digunakan untuk bahan campuran dalam industri besi baja agar kuat dan tahan karat. 13. Tembaga, digunakan untuk bahan kabel dan industri barang-barang perunggu dan kuningan. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 1. A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas kami dapat menarik kesimpulan bahwa di bumi yang kita tempati terdapat berbagai macam sumber daya geologi yaitu terdiri atas batuan, mineral dan bahan tambang. Dimana terbentuk secara alamiah dengan berbagai bentuk tekstur, warna, jenis, sifat-sifat, komposisi dan sebagainya. Secara umum batuan mempunyai tiga tipe yakni : Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf. Sedangkan mineral merupakan padat dgn struktur homogen mempunyai kompisisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yg anorganik. Mineral juga memiliki berbagai macam jenis dan terbentuk secara alamiah. Kemudian, segala sesuatu yang berada didalam bumi bias dikatakan sebagai bahan galian atau bahan tambang yang mempunyai bermacammacam nama sebagaimana yang diuraikan didalam pemabahasan. Dari semua sumber daya tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dan memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. 1. B. Saran Setelah kita mempelajari, bahwa arti pentingnya sumber daya geologi bagi kehidupan manusia. Jadi kami, mengharapkan kepada seluruh masyarakat khususnya mahasiswa agar dapat menjaga kelestarian dan memanfaatkan sumber daya geologi sesuai dengan kebutuhan tanpa merusak lingkungan yang ada disekitarnya. Demi kelangsungan kebutuhan sumber daya geologi kedepan.

DAFTAR PUSTAKA Katili. J. A. DR. Geologi. Dep. Urusan Research Nasional. Jakarta Meurah, Cut,. dkk. 2006. Geografi SMA Kelas XI. Jakarta. PT. Phibetha Aneka Gama. Mulyo, Agung. 2004. Pengantar Ilmu Kebumian. Bandung : Pustaka Setia.

Genesa Batu Kapur 1. PENDAHULUAN Batu kapur merupakan salah satu mineral industri yang banyak digunakan oleh sektor industri ataupun konstruksi dan pertanian, antara lain untuk bahan bangunan, batu bangunan bahan penstabil jalan raya, pengapuran untuk pertanian dll. Stabilitas politik yang baik indonesia telah memacu pengembangan sektor industri, konstruksi dan pertanian ketingkat yang lebih baik. Perkembangan ini secara tidak ;langsung memperlihatkan adanya peningkatan kebutuhan akan bahan baku dan penolong bagi perkembangan sektor industri yang merupakan industri hilir. Berdasarkan pertimbangan tersebut diperkirakan prospek pasar untuk komoditas pasar cukup cerah.

A. Mula Jadi Batu Kapur dapat terjadi dengan beberapa cara yaitu secara organik secara mekanik atau secara kimia sebagian batu kapur dialam terjadi secara organik. Jenis ini berasal dari pengembangan cangkang atau rumah kerang dan siput. Untuk batu kapur yang terjadi secara mekanik sebetulnya bahannya tidak jauh beda dengan batu kapur secara organik yang

membedakannya adalah terjadinya perombakan dari bahan batu kapur tersebut kemudian terbawa oleh arus dan biasanya diendapkan tidak jauh dari tempat semula. Sedangkan yang terjadi secara kimia jenis batu kapur yang terjadi dalam kondisi iklim dan suasana lingkungan tertentu dalam air laut ataupun air tawar. B. Mineralogi Batu Kapur dan dolomit merupakan batuan karbonat utama yang banyak digunakan diindustri Aragonit yang berkomposisi kimia sama dengan Kalsit (CaCO3) tetapi berbeda dengan struktur kristalnya, merupakan mineral metas table karena pada kurun waktu tertentu dapat berubah menjadi Kalsit. Karena sifat fisika mineral-mineral karbonat hampir sama satu sama lain, maka tidak mudah untuk mengidentifikasinya.

C. Identifikasi Batugamping Batugamping merupakan salah satu golongan batuan sedimen yang paling banyak jumlahnya.Batugamping itu sendiri terdiri dari batugamping non-klastik dan batugamping klastik. Batugamping non-klastik, merupakan koloni dari binatang laut antara lain dari Coelentrata, Moluska, Protozoa dan Foraminifera atau batugamping ini sering jyga disebut batugamping Koral karena penyusun utamanya adalah Koral. Batugamping Klastik, merupakan hasil rombakan jenis batugamping non-klastik melalui proses erosi oleh air, transportasi, sortasi, dan terakhir sedimentasi.selama proses tersebut banyak mineral-mineral lain yang terikut yang merupakan pengotor, sehingga sering kita jumpai adanya variasi warna dari batugamping itu sendiri. Seperti warna putih susu, abuabu muda, abu-abu tua, coklat, merah bahkan hitam. Secara kimia batugamping terdiri atas Kalsium karbonat (CaCO3). Dialam tidak jarang pula dijumpai batugamping magnesium. Kadar magnesium yang tinggi mengubah batugamping dolomitan dengan komposisi kimia CaCO3MgCO3 Adapun sifat dari batugamping adalah sebagai berikut : a. Warna b. Kilap : Putih,putih kecoklatan, dan putih keabuan : Kaca, dan tanah

c. Goresan d. Bidang belahan e. Pecahan f. Kekerasan g. Berat Jenis h. Tenacity

: Putih sampai putih keabuan : Tidak teratur : Uneven : 2,7 3,4 skala mohs : 2,387 Ton/m3 : Keras, Kompak, sebagian berongga

2. Manfaat Batu Kapur Adapun pemanfaatan dari kapur diantaranya adalah : bahan bangunan bahan bangunan yang dimaksud adalah kapur yang dipergunakan untuk plester,adukan pasangan bata, pembuatan semen tras ataupun semen merah. Bahan penstabilan jalan raya Pemaklaian kapur dalam bidang pemantapan fondasi jalan raya termasuk rawa yang dilaluinya. Kapur ini berfungsi untuk mengurangi plastisitas, mengurangi ppenyusutan dan pemuaian fondasi jalan raya Sebagai pembasmi hama Sebagai warangan timbal (PbAsO3) dan warangan kalsium (CaAsO3) atau sebagai serbuk belerang untuk disemprotkan. Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian Apabila ditaburkan untuk menetralkan tanah asam yang relatife tidak banyak air, sebagai pupuk untuk menambah unsur kalsium yang berkurang akibat panen, erosi serta untuk menggemburkan tanah. Kapur ini juga dipergunakan sebagai disinfektan pada kandang unggas, dalam pembuatan kompos dan sebagainya Penjernihan air Dalam penjernihan pelunakan air untuk industri , kapur dipergunakan bersama-sama dengan soda abu dalam proses yang dinamakan dengan proses kapur soda.

Batuan Sedimen dan Vulkanis


Deri : Salam kenal mas Alva,, Saya mau tanya tentang pengelompokkan batugamping? Bgmna kta mengelompokkannya? Apa yg membedakan antara batugamping dengan karst? Klu kita mau memetakan suatu daerah karst faktor apa saja yg menjadi dasar klasifikasi kita? Alva: Hai juga Deri, Batugamping (limestone) merupakan batuan sedimen organik klastik. Secara umum batugamping dikelompokkan berdasarkan mineral utama pembentuk batugamping yaitu kalsit (calcite (CaCO3)) atau dolomite (MgCa(CO3)2). Batugamping juga dikelompokkan berdasarkan kandungan senyawa karbonat dalam batuan misalnya batugamping murni, batugamping napalan, batugamping tufan. Pengelompokkan batugamping berdasarkan grade atau kandungan karbonatnya banyak digunakan dalam kajian pedology dan edaphology. Pada ilmu geology fokus kajian klasifikasi batugamping lebih pada mineralnya. Karst adalah suatu bentuklahan unik yang terbentuk akibat proses pelarutan atau solusional dari batugamping. Proses pelarutan yang terjadi dipengaruhi oleh faktor-faktor elevasi, curah

hujan, massivitas dan kemurnian batugamping, dan vegetasi. Bentuklahan karst hanya terbentuk jika terdapat batugamping yang murni dan massif, terletak pada elevasi yang tinggi, curah hujan tinggi, dan vegetasi cukup rapat. Pemetaan daerah karst dapat dilakukan dengan berbekal peta dasar/peta topografi dan peta geologi. Jika dalam peta totopgrafi, melalui pembacaan kontur terdapat suatu daerah yang terdapat ribuan bukit-bukit kecil dengan formasi batuan yang tersusun atas batugamping murni dan massif (formasi batuan dilihat berdasarkan peta geologi), maka zona tersebut dapat dipetakan sebagai daerah berbentuklahan karst. Walaupun kemungkinan ciri dalam peta tersebut sangat besar menggambarkan ciri daerah karst, cek lapangan tetap diperlukan untuk lebih memperkuat hasil pemetaan dan menghindari kesalahan. Sebuah contoh latihan sederhana untuk pemetaan daerah Karst dapat dilakukan untuk pemetaan daerah karst yaitu dengan menggunakan peta geologi lembar surakarta dan peta RBI lembar-lembar Gunungkidul. Aldy: Salam,,, Saya mau tanya tentang karakteristik fisik dari endapan konglomerat, bagaimana kita membedakannya dengan batuan di sekitarnya? Apakah batuan beku hanya terdapat di daerah volkanik? Alva: Salam Aldy, Konglomerat adalah batuan sedimen dengan fragmen yang membulat. Karakteristik fisik endapan konglomerat dapat dilihat dari bentuk fragmen batuan endapan. Jika bentuk fragmen batuan endapan membulat maka endapan batuan dapat dikatakan sebagai endapan konglomerat. Endapan konglomerat secara umum terdapat pada zona-zona yang dekat dengan muara sungai atau bekas muara sungai karena pada zona tersebut fragmen-fragmen batuan yang tersementasi telah mengalami penggerusan permukaan akibat gesekan dan tumbukan dari semula berbentuk angular menjadi membulat (rounded). Cara membedakan konglomerat dengan batuan disekitarnya adalah dengan melihat ciri khas dari konglomerat yaitu batuan sedimen dengan fragmen yang membulat dimana jika terdapat batuan disekitar yang juga merupakan batuan sedimen juga dengan ciri yang hampir sama namun fragmen batuannya angular maka batuan ini jenisnya sudah berbeda yaitu batuan breksi. Keterdapatan batuan vulkanis dominan pada daerah yang mengalami kegiatan vulkanis misalnya gunungapi, bekas daerah gunungapi, zona pemekaran dasar samudra, dan daerah disekeliling gunungapi dimana tenaga eksogen mampu menjangkau dan mendistribusikan batuan gunungapi. Batuan beku terkadang dapat dijumpai di daerah yang tidak mengalami proses vulkanis sama sekali akibat proses lontaran material dari suatu erupsi dahysat gunungapi. Jika suatu daerah sangat jauh dari lokasi Gunungapi atau kegiatan vulkanis namun terdapat batuan beku dalam jumlah yang sangat banyak dan masif, maka

kemungkinan besar daerah tersebut adalah daerah bekas gunungapi atau sisa-sisa kegiatan vulkanis purba.

Rate this:

3 Votes

11 Responses
1. Jevon, on December 7, 2009 at 2:11 am said:

Salam geologi Aldy.. saya mau tanya tentang.. 1. urat, zona, cairan hidrothermal 1. batuan behu pillowlava basalt

Rate This

2. Jevon, on December 7, 2009 at 2:12 am said:

Salam geologi Aldy.. saya mau tanya tentang..

1. urat, zona, cairan hidrothermal 2. batuan beku pillowlava basalt

Rate This

3. Jevon, on December 7, 2009 at 2:13 am said:

Salam geologi mas Alva.. saya mau tanya tentang.. 1. urat, zona, cairan hidrothermal 2. batuan beku pillowlava basalt

Rate This

4. alvathea, on December 11, 2009 at 4:16 pm said:

Salam Geology Jevon, Mungkin yang kamu maksud adalah : 1. Urat emas? 2. Zona Hidrotermal? 3. Cairan Hidrotermal?

4. Batuan Beku Pillow? 5. Lava Basalt? Saya akan jawab satu persatu.. 1. Urat Emas Urat emas atau sering disebut Gold Vein merupakan retakan-retakan pada suatu zona yang megandung mineral Au. Urat-urat emas biasanya ada di zona hidrotermal dan sering dicirikan dengan adanya endapan mineral pirit. 2. Zona Hidrotermal Zona hidrotermal atau sering disebut sebagai zone pitermal merupakan zona dimana banyak muncul mataair-mataair panas. Mataair panas yang muncul biasanya melalui retakan-retakan batuan beku dan memiliki kandungan belerang yang tinggi. Zona hidrotermal merupakan zona bekas gunungapi yang mulai memasuki fase extinct. Pada zona hidrotermal air yang muncul sebagai mataair panas berasal dari air meteorik yang mengalami kontak dengan batuan yang panas atau air magmatik yang mencapai permukaan bumi. Pada zona hidrotermal biasanya terdapat urat-urat emas yang biasanya terendapkan bersama perak, tembaga, serta terdapat batuan metamorfik (marmer, kuarsit, skarn) yang biasanya terendapkan bersama mineral pirit. 3. Cairan Hidrotermal Cairan hidrotermal merupakan air yang mengalami pemanasan akibat kontak dengan bantuan yang panas dalam bumi atau tercampur dengan uap air magmatik yang memiliki suhu sangat tinggi. Cairan hidrotermal keluar melalui celah-celah atau retakan-retakan pada batuan sebagai mataair panas dan air yang keluar kaya akan kandungan ion sulfida, ion klorida, dan ion tio kompleks. 4. Batuan Beku Pillow Batuan beku pillow merupakan batuan beku yang berbentuk seperti bantalan-bantalan. Bentuk tersebut terjadi akibat kontak aliran lava yang bersifat ultrabasa dengan perairan. 5. Lava Basalt Basalt adalah batuan beku yang bersifat basa dan berwarna hitam pekat. Lava basalt adalah lava yang sangat cair dan membeku dalam waktu yang relatif agak lama karena viskositasnya (kekentalannya) yang rendah. Lava basalt biasanya banyak terdapat pada zona-zona Gunungapi yang terdapat pada zona pemekaran dasar samudra misalnya di daerah Hawaii dan Islandia. Thanks atas pertanyaannya..maaf kemarin saya sibuk jadi baru sekarang sempat membalas pertanyaan anda..

Rate This

5. H aryo, on January 25, 2010 at 1:30 pm said:

haturnuhun

Rate This

6. H aryo (081802223322), on January 25, 2010 at 1:34 pm said:

apakah disetiap kawasan endapan pirit pasti diketemukan urat emas ? bagaimana pendapat anda mengenai fenomena urat emas yang diketemukan pada tambang rakyat di daerah jawa barat ? apa layak untuk dilaksanakan secara profesional ? terimakasih atas arahan nyahaturnuhun

Rate This

7.

Alva, on January 27, 2010 at 10:38 am said:

Mas Aryo, Tidak setiap zona dimana pirit ditemukan terdapat emas, semua tergantung pada keterdapatan fissure atau fracture pada batuan yang biasanya mengendapkan emas dan ion kompleks pembentuk emas yang ada yang juga ditentukan oleh karakteristik kimia magma..Layak atau tidaknya tambang emas di Jawa Barat untuk di tambang secara professional tergantung pada besarnya deposit emas yang ada. Jika besarnya deposit tidak memiliki nilai yang sebanding dengan besarnya biaya eksplorasi dan eksplotasi maka tambang emas tidak dapat ditambang secara profesional. Terima kasih atas pertanyaannya..

Rate This

8. Randy, on February 1, 2010 at 6:16 am said:

tolong minta penjelasan mengenai genesa: 1. endapan batugamping berlapis dalam satuan serpih gampingan dan bilamana ditemukan foram apakah bisa dijadikan acuan pd batugamping jenis ini? 2. pembentukan pirit pada batuan sedimen batupasir endapan tidal, saya jumpai banyak sekali pirit pada jenis batupasir ini di Kalimantan Utara (kenampakan batuan sangat kompak dan keras) salam & trims

Rate This

9. Arif, on February 7, 2010 at 1:02 pm said:

Randy, Endapan batugamping dalam serpih gampingan terbentuk melalui proses penghancuran koral oleh gelombang laut yang kemudian mengendap pada dasar laut. Selain gelombang laut proses deformasi juga dapat menyebabkan terendapkannya serpih gamping. Foram memang terkadang dapat ditemukan pada batuhamping tersebut namun foram tidak dapat dijadikan acuan bagi batugamping tersebut.

han bahan galian

pengolahan bahan galian


PENGOLAHAN BAHAN GALIAN 1. PENDAHULUAN Pengolahan Bahan galian atau Mineral Dressing adalah istilah umum yang biasa dipergunakan untuk proses pebgolahan semua jenis bahan galian/mineral yang berasal dari endapan-endapan alam pada kulit bumi, untuk dipisahkan menjadi produk-produk berupa satu macam atau lebih mineral berharga dan sisanya dianggap sebagai mineral kurang berharga, yang terdapat bersama-sama dalam alam. Dengan demikian istilah Mineral Dressing dapat juga meliputi : 1. Mineral Dressing, yaitu proses pengolahan bahan galian anorganik secara mekanis tanpa merubah sifat-sifat kimia dan fisik dari mineral-mineral tersebut atau perubahan hanya sebagian dari sifat fisik mineral tersebut. 2. Extractive Metallurgy, juga merupakan pengolahan bahan galian aborganik, tetapi dalam prosesnya mineral-mineral tersebut mengalami perubahan seluruhnya atau sebagian dari sifat kimia dan fisik mineral-mineral tersebut. 3. Fuel Technology, yaitu proses pengolahan bahan galian organic dimana dalam prosesnya mengalami perubahan seluruhnya atau sebagian dari sifat kimia dan fisik mineral-mineral tersebut. Secara umum Mineral Dressing adalah suatu proses pengolahan bahan galian/mineral hasil

penambangan guna memisahkan mineral berharga dari mineral pengotornya yang kurang berharga, yang terdapatnya bersama-sama (gangue mineral). Proses Pengolahan berlangsung secara mekanis tanpa merubah sifat-sifat kimia dan fisik dari mineral-mineral tersebut atau hanya sebagian dari sifat fisik saja yang berubah. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan : 1. Memperkecil ukuran bahan atau mineral-mineral tersebut, sehingga terjadi liberasi sempurna dari partikel-partikel yang tidak sejenis satu sama lain. 2. Memisahkan partikel-partikel yang tidak sama komposisi kimianya atau berbeda sifat fisiknya. Proses pemisahan mineral berharga dari mineral pengotornya (gangue mineral) yang kurang berharga merupakan inti dari proses pengolahan bahan galian. Proses ini terdiri dari beberapa langkah : 1. Communition (Pengecilan ukuran dengan alat crushing dan grinding) 2. Sizing (Penyeragaman ukuran dengan screening classiflying) 3. Concentration (Pemisahan mineral berharga dari pengotornya) 4. Dewatering (Pengeringan). II. Klasifikasi Bahan Galian 1. Pengertian Bahan Galian Bahan galian adalah semua produk dari pertambangan yg diperoleh dengan cara pelepasan dari batuan induknya di dalam kerak bumi, terdiri dari mineral-mineral. Mineral adalah suatu benda berbentuk padat, cair atau gas yang homogen dan dan terdapat di alam, terbentuk secara alamiah dari bahan-bahan an-organis, mempunyai komposisi kimia tertentu dengan struktur atom dan sifat fisik yang sama. 2. Klasifikasi Bhan Galian Berdasarkan Undang-undang pokok pertambangan, bahan galian dibagi dalam 3 golongan : 1. Bahan Galian Strategis atau golongan A 2. Bahan Galian Vital atau Golongan B 3. Bahan galian bukan strategis dan vital atau golongan C Berdasarkan kandungan Mineralnya bahan galian dapat dibedakan dalam 2 jenis yaitu : 1. Bijih (ore), bahan galian sebagai sumber bahan logam, contohnya kasiterit(Sn), Hematit(Fe), Bauksit(Al) dll. 2. Bukan Bijih, Sebagian sumber bahan bukan logam, contohnya belerang, fosfat, kaolin, kapur,dll Berdasarkan Mineral Ekonomi 1. Metalic Mineral : - Precious metal : emas, platina dan perak - Base metal : tembaga, seng dan timah - Steel industry : besi, nikel, chromium, mangan, tungsten dan vanadium - Electronic industry : cadmium, bismuth dan germanium - Radio active : Uranium dan radium 2. Non-Metalic Mineral : - Isolator : Mika dan asbes - Refractory material : silica, alumina, zircon dan grafit - Abresive Mineral : corundum, garnet, intan dan topaz - general industrial Mineral: fosfat, belerang, batu gamping, garam, barit, boraks, feldspar, magnesit, gypsum, clay (lempung)dll

3. Fuel Mineral : - Solid (zat padat) : coal, lignite dan oil shale - Liquid (zat cair) : minyak bumi. 3. Sifat Fisik Bahan Galian pada pengolahan bahan galian dalam prosesnya lebih mendasarkan pada sifat fisik mineral dari pada sifat fisik kimia. Sifat-sifat fisik mineral yang penting adalah : 1. kekerasan / kelunakan (hardness/softness) 2. Kerapuhan (brittleness) 3. Structure dan fracture 4. Agregasi (aggregation) 5. warna dan kilap (listre) 6. Berat jenis (spesific Gravity) 7. Sifat Kemagnetan (magnetic susceptibility) 8. sifat kelistrikan (electro-conductivity)