Kumpulan Materi Bhs.

Indonesia 1
MAJAS Didalam sebuah karya sastra utamanya dalam sebuah karangan fiksi sering kita jumpai bahasabahasa yang imajinatif yang ditujukan untuk memperindah sebuah cerita. Itulah yang sering kita kenal dengan Gaya Bahasa atau Majas. Didalam khasanah Bahasa Indonesia, Majas dikelompokkan menjadi empat, yaitu: Majas Perbandingan Majas Pertentangan Majas Penegasan Majas Perulangan Majas Pertautan Gaya bahasa perbandingan terdiri atas beberapa gaya bahasa. Di antaranya seperti yang tertulis di bawah ini: 1. Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan, tetapi sengaja dianggap sama. Biasanya pada majas ini diterangkan oleh pemakaian kata seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, dan laksana. Contoh: Dua bersaudara itu seperti minyak dengan air, tidak pernah rukun. 2. Metafora adalah perbandingan yang implisit, tanpa kata pembanding seperti atau sebagai diantara dua hal yang berbeda. Contoh: Para kuli tinta mendengarkan dengan tekun penjelasan tentang kenaikan harga BBM. 3. Personifikasi atau penginsanan adalah gaya bahasa yang menggunakan sifat-sifat insani pada barang yang tidak bernyawa. Contoh: Dengarlah nyanyian pucuk-pucuk cemara. 4. Alegori adalah gaya bahasa yang memperlihatkan perbandingan yang utuh. Beberapa perbandingan membentuk satu kesatuan. Alegori merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan, biasanya mengandung pendidikan dan ajaran moral. Contoh: Berhati-hatilah dalam mengemudikan bahtera kelangsungan kehidupan keluargamu, sebab lautan kehidupan ini penuh ranjau, topan yang ganas, batu karang, dan gelombang yang setiap saat dapat menghancurkleburkan. Oleh karena itu, nakhoda harus selalu seia sekata dan satutujuan agar dapat mencapai pantai bahagia dengan selamat. 5. Pleonasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata mubazir. Contoh: Saya menyaksikan pembakaran rumah itu dengan mata kepala saya sendiri. 6. Tropen adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan suatu pekerjaan atau perbuatan dengan kata lain yang mengandung pengertian yang sejalan dan sejajar. Contoh: Setiap malam ia menjual suaranya untuk nafkah anak dan istrinya.

7. Perifrasis adalah Gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan menguraikan sepatah kata menjadi serangkaian kata yang mengandungarti yang sama dengan kata yang digantikan itu. Contoh: Ketika matahari hilang dibalik gunung barulah ia pulang. Gaya bahasa pertentangan ini juga terdiri atas sejumlah gaya bahasa. Di bawah ini adalah gaya bahasa pertentangan yang sering dipakai. 1. Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih – lebihan, atau membesar – besarkan sesuatu yang dimaksud dengan tujuan memberi penekanan pada suatu pernyataan atau situasi, memperhebat, serta meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Contoh: Teriakan para pengunjuk rasa itu membelah angkasa. 2. Litotes adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang dikecil – kecilkan, dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya, tujuannya untuk merendahkan diri. Litotes merupakan lawan dari hiperbola. Contoh: Jakarta sebagai kota metropolitan bukan kota yang kecil dan sepi. 3, Ironi adalah gaya bahasa yang berupa sindiran halus berupa pernyataan yang maknanya bertentangan dengan makna sebenarnya. Contoh: Pagi benar engkau datang, Hen! Sekarang, baru pukul 11.00 4. Paradoks adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta – fakta yang ada. Contoh: Musuh sering merupakan kawan yang akrab. 5. Klimaks adalah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan. Contoh: Dua hari yang lalu korban kerusuhan berjumlah lima belas orang, kemarin bertambah menjadi dua puluh, sekarang terhitung sejumlah tiga puluh orang. 6. Antiklimaks merupakan gaya bahasa kebalikan dari klimaks. Dalam gaya bahasa antiklimaks, susunan ungkapannya disusun makin lama makin menurun. Contoh: Bukan hanya Kepala Sekolah dan Guru yang mengumpulkan dana untuk korban kerusuhan, para murid ikut menyumbang semampu mereka. 7. Antitesis Gaya bahasa pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kepaduan kata yang berlawanan arti. Contoh: Cantik atau tidak,kaya atau miskin, bukanlah suatu ukuran nilai seorang wanita. 8. Okupasi merupakan gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi kemudian di beri penjelasan atau diakhiri kesimpulan. Contoh: Merokok itu merusak kesehatan, akan tetapi si perokokk tidak dapat menghentikan kebiasaannya.Maka muncullah pabrik-pabrik rook karena untungnya banyak. 9. Kontradiksio Intermimis merupakan gaya bahasa yang memperlihatkan pertentangan dengan penjelasan semula. Contoh: Semua murid di kelas ini hadir, kecuali si Hasan yang sedang ikut Jambore.

Biasanya dipakai dalam karya puisi atau dalam prosa untuk memperoleh efek penekanan atau menyelamatkan keindahan. kurang sopan. 1. 4. Totem pro parte adalah gaya ahasa yang menyebutkan keseluruhan tetapu yang dimaksudkan sebagian. aku akan datang . aku akan datang Jika kau menghendaki. Alusio adalah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa. anak setampan itu hilang akal. antara lain: 1. Paralelisme adalah majas penegasan yang seperti repetisi tetapi dipakai dalam puisi.kita junjung dia sebagai pelindung. atau sampiran pantun yang isinya telah diketahui oleh umum. Repetisi adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali. Contoh: Kalau kau mau. Contoh: Jangan seperti kura – kura dalam perahu. Contoh: Sang Merah Putih berkibar dengan gagahnya di angkasa. Sinekdoke ini terdiri atas dua gaya bahasa. dan tempat yang sudah banyak dikenal oleh pembaca. Gaya bahasa ini biasa digunakan pada karangan fiksi yang berupa puisi. Gaya bahasa ini juga tidak menggunakan peribahasa. tetapi yang dimaksud keseluruhan.00 c. Gaya bahasa perulangan yang sering digunakan seperti di bawah ini. untuk menggantikan ungkapan yang dirasa kasar. 1.yang biasanya dipergunakan dalam pidato.aku akan datang Biula kau minta. 500.Gaya bahasa pertautan terdiri atas beberapa gaya bahasa yaitu sebagai berikut. tokoh. Asonansi adalah gaya bahasa repetisi yang berwujud perulangan vocal yang sama. Contoh: Dara damba daku Datang dari danau 2. Metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan nama cirri atau nama hal yang ditautkan dengan segala sesuatu sebagai penggantinya. Aliterasi adalah sejenis gaya bahasa yang memangaatkan pemakaian kata – kata permulaan yang sama bunyi. atau kurang menyenangkan. 3. Eufimisme adalah gaya bahasa yang berupa ungkapan – ungkapan halus. Contoh: Sekolah kami sudah dua kali mendapat juara pertama dalam lomba cerdas cermat bahasa Inggris. 2. Contoh: Kita junjung dia sebagai pemimpin. Pars Prototo adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian. Contoh: Muka muda mudah marah tiada siaga tiada biasa jaga harga tahan harga Gaya bahasa penegasan terdiri atas beberapa gaya bahasa. 2. Contoh: Sayang. a. ungkapan. Contoh: Setiap kepala dikenai sumbangan sebesar Rp 1.

Gaya bahasa sering digunakan dalam karangan fiksi. baik sengaja atau tidak sengaja. 9. aku sudah tahu siapa penyebab kegaduhan ini. Contoh: Mana mungkin orang mati hidup kembali? 7. sepoerti orang dikejar anjing gila. Enumerasio adalah majas penegasan yang melukiskan beberapa peristiwa membentuk satu kesatuan yang dituliskan atu per satu supaya tiap-tiap peristiwa dalam keseluruhannya terlihat jelas. Contoh: Kakak berjalan tergesa-gesa. orang. bahasa dalam karangan ilmiah adalah bahasa baku dan bermakna lugas. kelompok kata yang seimbang artinyan dengan kata pertama. dibelinya di tokok itu. kaos kaki. bulan memancar lagi. Polisidenton adalah majas penegasan yang menyatakan beberapa benda. Simetri adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan satu kata. orang yang sepuluh tahun bekerja disini. 5. Contoh: Tidak usah kau sebut namanya. laut tenang. Contoh: Angin berhembus. Dalam karangan fiksi gaya bahasa diperlukan untuk memperindah cerita . 4. 11. hal atau keadaan secara berturut-turut denganmemakai kat apenghubung. Contoh: Amboi.3. Contoh: Kemeja. 8. Contoh: Aku. 13. Bahasa dalam karangan fiksi lebih bebas dari karangan nonfiksi atau ilmiah. 6. Oleh karena itu. Asidenton adalah majas penegasan yang menyebutkan beberapa benda. Koreksio adalah majas penegasan berupa membetulkan kembali kata-kata yang salah diucapkan. Tautologi adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata-kata yang sama artinya untuk mempertegas arti Contoh: Saya khawatir serta was-was akan keselamatannya. eh…maaf. Ekslamasio adalah majas penegasan yang memakai kata-kata seru sebagai penegas. tatapi tetap saja ditanyai. Praeterito adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan menyembunyikan atau merahasiakan sesuatu dan pembaca harus menerka apa yang disembunyikan itu. hal atau keadaan secara berurutan tanpa memakai kata penghubung. sepatu. akibatnya dia marah-marah. sakit kepala maksudku. Rettorik adalah majas penegasan dengan menggunakan kalimat Tanya yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban. Interupsi adalah majas penegasan yang mempergunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan diantara kalimat pokok untuk lebih menjelaskan dan menekankan bagian kalimat sebelumnya. Contoh: Hari ini sakit ingatan. indahnya pemandangan ini! 12. Contoh: Dia tidak tahu. belum pernah dinaikkan pangkatku. Kelompok kata atau kalimat yang diikuti kata.

Artinya. Selanjutnya. baru kesusastraan ini ditulis dalam bentuk buku. terjadilah penggolongan sastra atau periodisasi sastra seperti berikut. Sejarah lama yang bersifat nasional. sastra lama Indonesia mendapat pengaruh Hindu dan Arab Parsi. Hikayat Malin Deman. misalnya menceritakan putri yang cantik jelita serta istana yang indah. Ciri khas sastra setiap periode/angkatan merupakan gambaran dari masyarakatnya sebab sastra merupakan hasil dari masyarakatnya. Setiap periode/angkatan sastra mempunyai ciri yang berbeda. misalnya mendapat pengaruh cerita Jawa. . Pawang dianggap sebagai buku kesusastraan. misalnya Hikayat si Miskin. Hikayat Awang Sulung Merah Muda. Pelipur lara. tentu harus didasarkan oleh ciri-ciri tertentu. Penggolongan suatu karya sastra ke dalam suatu periode tertentu. sastra yang sudah mendapat pengaruh luar. atau dongeng yang muluk-muluk. Hikayat Raja-Raja Aceh. misalnya Hikayat Raja-Raja Pasai. Jaran Resmi. Cerita yang hidup dalam masyarakat. belum dapat membaca dan menulis. Jika masyarakat berubah. Kesusastraan lama yang asli dapat dibagi menjadi tiga bagian. sastranyapun akan berubah. Orang yang bercerita dan berpantun disebut pawang. ceritanya masih berkisar tentang dewa-dewa. dan Silsilah Bugis. 2. 3. dan Cerita si Umbut. Berdasarkan pendapat itu. 1. sastra dapat dikelompokkan ke dalam beberapa periodesasi sastra. Hikayat Mashudul Hak. atau cerita tentang pengembaraan seorang putra raja. Rakyat dapat mengetahui kesusastraan jika menghadiri pertunjukan yang dilakukan oleh para pawang di daerah Melayu. Pak Kadok. Kesusastraan Melayu pada waktu itu masih bersifat cerita lisan dari mulut ke mulut. Ciri-ciri kesusastraan lama adalah bahasanya masih menggunakan bahasa baku yang kaku. Anda akan mempelajari sejarah sastra yang ada di Indonesia. di antaranya Hikayat Panji Semirang. misalnya Lebai Malang. setelah agama Islam masuk ke Indonesia sampai abad XIX. belum berbentuk tulisan atau huruf. dan Damar Wulan. Pawang berjasa menerapkan kesusastraan kepada rakyat sebab rakyat pada waktu itu. selain memiliki sastra asli juga memiliki sastra yang bukan asli.PERIODESASI DAN PERBEDAAN KARYA SASTRA Tahukah Anda kapan sastra muncul atau lahir di Indonesia? Jenis sastra seperti apa yang pertama ada di Indonesia? Dalam pelajaran ini. Sastra lama Indonesia. Sejarah Melayu. Kesusastraan lama lahir sekitar tahun 1500. dan Si Makbul. Periodesasi sastra adalah pembagian sastra dalam beberapa periode atau beberapa zaman. Hikayat Cekel Weneng Pati. Setelah agama Hindu dan Islam masuk ke Indonesia. 1. Pak Belalang. raksasa. Menurut zamannya. Sastra Indonesia Lama (Sebelum Tahun 1920) Kesusastraan lama adalah kesusastraan yang lahir sebelum Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi.

ketiga buku itu berudul Sri Rama. Kira-kira abad ke-20. Adapun mantra. karya lama terlihat dalam bentuk didaktik. Hajeu. keadaannya lebih dinamis dan dikuasai oleh dunia percetakan serta merupakan alam kebebasan individu. agar dapat diterbitkan. dan Sutan Takdir Alisjahbana. Lembaga bacaan rakyat bertugas memilih karangan-karangan yang baik untuk diterbitkan sebagai bahan bacaan rakyat. Y. 2. mantra. Pujangga-pujangga yang terkenal penggubah syair adalah Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. dan Raja Ali Haji. rubai. Pada masa itu. Selain sastra berbentuk prosa juga ada sastra yang berbentuk puisi. misalnya Hikayat Bayan Budiman. Selanutnya. Dalam bahasa Indonesia. di antaranya Inggris dan Belanda.J. gurindam dari bahasa Tamil. Sastra Indonesia Masa Kebangkitan (1920–1942) Perkembangan bahasa dan sastra Indonesia mulai berkembang sejalan dengan gerak bangsa yang memilikinya. gosali. dan Cerita 1001 Malam. Walmiki. misalnya buku Tajussa Latin (Mahkota Raja-Raja). Periode 1920 atau Masa Balai Pustaka Pada tahun 1908. dan nazam. begitu pula hasil karyanya. G. pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama vollectuur dengan ketuanya Dr. khithah. Kekawin. Dari Italia. Sastra lama dalam bentuk puisi di antaranya pantun. syair masnawi. bidal. misalnya Mahabarata. dan Panca Tantra. Bustanussalatin (Taman Raja-Raja). misalnya Iskandar Zulkarnaen.A. Intoyo. Soneta lahir pada pertengahan abad ke-13 di Kota Florence. Ali Hanafiah.Sastra Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu. Ramayana. Akan tetapi. Adapun pelopor pujangga soneta Indonesia adalah Muhamad Yamin. timbullah sastra baru yang dipancarkan oleh masyarakat baru pula. Balai Pustaka bersedia menerbitkan buku-buku karya sastrawan Indonesia. syair. gajal. dan nazam diambil dari bahasa atau sastra Arab Parsi. lembaga bacaan itu diubah menjadi Balai Pustaka dan yang menjadi redakturnya adalah para penulis/pengarang serta para ahli bahasa Melayu. Tatengkeng. dan Tambak. gurindam.E. berarti bunyi atau suara. Lukmanul Hakim. Keling. Misalnya. Serat Kanda. bait. Rustam Efendi. bait. carmina. Pengaruh Arab Parsi dalam sastra lama Indonesia terlihat dalam karya-karya mengenai ketatanegaraan. gurindam. rubai. a. Seloka berasal dari bahasa Sanskerta. Pada tahun1917. Jenis puisi lainnya adalah masnawi. karangan itu tidak boleh mengandung unsurunsur yang menentang pemerintah. Hasil karyanya lebih banyak sehingga lebih memungkinkan setiap orang dapat menikmati karya para pengarangnya. dan Abunawas. dan pantun merupakan sastra lama asli Indonesia. Kebangkitan ini (1920–1942) dikelompokkan menjadi beberap periode. dan Muh. Selain itu karya lama terlihat dalam roman sejarah. bidal. Puisi yang berasal dari Barat adalah soneta. Pembentukan sastra Indonesia mulai tampak dengan berdirinya gerakan nasional yang dipimpin oleh Budi Utomo (1908). Tidak boleh menyinggung perasaan golongan tertentu dalam . soneta menyebar ke seluruh Eropa terutama ke Eropa Barat. dengan syarat-syarat. nama pengarangnya lebih menonjol. Hikayat Bakhtiar (Gulam). Dalam masa ini. Hamzah Pansuri. kithah. talibun. Amir Hamzah. soneta itu dibawa ke Indonesia oleh pemuda-pemuda yang bersekolah di Belanda. Dari sini. Syair berasal dari bahasa Arab. gosali. Soneta berasal dari bahasa Italia yang terbentuk dari kata lain sono.

Wairata dari Seram Maluku karyanya Cinta dan Kewajiban 5) Haji Oeng Muntu dari Sulawesi Selatan. Dewi Karuna. 4) Hulubalang Raja. dan Lahami karya Abdul Muis. walaupun kebebasan para pengarang “di belakang”. Mutiara. Cinta Tanah Air. Kasih Tak Terlerai. Ni Rawit Ceti Penjual Orang. 6) Di Bawah Lindungan Ka‟bah. beberapa buku disensor.R. 7) Kalau Tak Untung dan Pengaruh Keadaan karya Selasih/Sariamin/Seleguri. Tidak Membalas Guna. Si Jamin dan Si Johan. 3) Salah Asuhan. Namun. Akan tetapi. 1) A. Pertolongan Dukun. dan Kenang-Kenangan Hidup Menghadapi Revolusi karya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah). 2) Siti Nurbaya. dan Kehilafan Hakim karya Mohamad Kasim. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut. Mencari Pencuri Anak Perawan. dan Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol. 9) Teman Duduk. Ayahku. para pengarang diberi jalan untuk mengarang lebih baik sehingga bakat mereka terpupuk. Negara Islam. Tenggelamnya Kapal van Der Wijck. Karyanya Pembalasan dan Karena Kerendahan Budi. karyanya Syair untuk ASIB. dan Tebusan Darah karya Suman Hasibuan. setelah adanya nota Rinkes. Pengalaman Masa Kecil. Pertemuan Jodoh. Keadilan Ilahi. dan Robert Anak Surapati karya Abdul Muis. Iskandar. Karena Fitnah. dan Binasa karena Gadis Priangan karya Merari Siregar. Pahlawan Minahasa. Kawan Bergelut. bermunculan pengarang-pengarang dari pulau-pulau lainnya. 6) Sutomo Johar Arifin dari Jawa karyanya Andang Teruna. pengarang Balai Pustaka didominasi oleh orang Sumatra. Lembaga Hidup. Karena Mertua. Tuan Direktur. Revolusi Agama. 4) L. di antaranya: 1) Azab dan Sengsara. dan Korban karena Percintaan karya Nur St. Si Cebol Merindukan Bulan. Kedudukan Balai Pustaka semakin besar. Terusir.masyarakat. dan I Made Widiadi. 2) M. di lain pihak. dan Desa/Cita-cita Mustafa karya Aman Datuk Majoindo. Neraka Dunia. Muda Teruna. . begitu pula karangan asli bangsa Indonesia banyak yang diubah. Buku-buku karya sastra yang sempat terbit pada masa Balai Pustak. Pandangan dalam Dunia Anak-anak. dan Memutuskan Pertalian karya Tulis St. Sati. Empat Bulan di Amerika. Pada awalnya. Salah satu ikrar Sumpah Pemuda adalah menunjunjung tinggi bahasa Indonesia. karyanya Kasih Ibu. dan harus bebas/netral dari agama. Berebut Uang Satu Milyun. Dayoh dari Minahasa Sulawesi Utara. Sukreni Gadis Bali. Akan tetapi. Anak dan Kemenakan. Surapati. Pulau Sumbawa. Percobaan Setia. Dengan diresmikannya bahasa Indonesia menjadi bahasa Nusantara di Indonesia. 5) Darah Muda dan Asmarajaya karya Jamaludin/Adinegoro. Apa Dayaku karena Aku Perempuan. Pengalaman di Tanah Irak. Katak Hendak Menjadi Lembu. Gusti Panji Tisna dari Bali. Adat Minangkabau. pengarang tidak diberi kebebasan untuk menulis. Merantau ke Deli. setelah Sumpah Pemuda tahun 1928. 3) Paulus Supit dari Minahasa Sulawesi Utara. Salah Pilih. Masyarakat diberi kebebasan untuk menikmati buku-buku terbitan. Putra Budiman. Panji Tisna atau I. Karyanya I Swasta Setahun di Bedahulu. 10) Si Dul Anak Betawi.A. Dalam hal ini akibatnya pengetahuan masyarakat bertambah. muncul pengarang-pengarang dari daerah. 11) Sengsara Membawa Nikmat. Cobaan.

Hal ini Belanda merasa takut disebabkan oleh bangsa Indonesia bangkit untuk perjuangan kemerdekaan. Dengan semangat yang gigih. b) Tebaran Mega karya Sutan Takdir Alisjahbana (1936). bangsa Indonesia. di antaranya: a) Rindu Dendam karya Y.b. kelompok kedua adalah kelompok yang tidak mau berkompromi dengan Pusat Kebudayaan . Hasil karya dan pengarang Angkatan Pujangga Baru adalah sebagai berikut. f) Buah Rindu karya Amir Hamzah (1941). Karya sastra yang berisi pendidikan telah mampu mencerdaskan masyarakat pribumi. g) Bergelimang Dosa karya A. Mereka menulis sesuai dengan batas-batas yang ditentukan oleh Pusat Kebudayaan Jepang. e) Gamelan Jiwa karya Armijn Pane (1940). c) Mencari Pencuri Anak Perawan karya Suman Hasibuan (1932). d) Jiwa Berjiwa karya Armijn Pane (1939). Arifin (1941). Penerbitan majalah Pujangga Baru itu dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Amir Hamzah. Damhuri (1935). Panji Tisna (1938). Periode 1993 (Pujangga Baru) Pada masa ini.E. b) Dian yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana 1932. f) Kehilangan Mestika karya Hamidah (1935). dan Sanusi Pane. Tatengkeng (1934). p) Anak Perawan di Sarang Penyamun karya Sutan Takdir Alisjahbana (1941). c. Armijn Pane. Selama ini. di antaranya: a) Tak Putus Dirundung Malang karya Sutan Takdir Alisjahbana (1929). 2) Bentuk prosa.D. sudah tampak gejalagejala adanya rasa nasionalisme yang disebabkan oleh karya sastra yang berbau politik yang menimbulkan semangat perjuangan. d) Pertemuan Jodoh karya Abdul Muis (1933). h) Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana (1936). Periode 1942 (Zaman Jepang) Karya sastra pada masa ini dapat dibedakan atas dua kelompok. khususnya para pengarang secara diam-diam. Kelompok pertama adalah karya sastra dan pengarangnya yang resmi berada di bawah naungan Pusat Kebudayaan Jepang. 1) Bentuk puisi. j) Neraka Dunia karya Sutan Iskandar (1937). i) Sukreni Gadis Bali karya I. e) Kalau Tak Untung karya Selasih (1933). Belanda banyak mengeluarkan peraturan yang terutama pembatasan dalam karangan-karaangan yang ditulis orang Indonesia. Nama itu diambil dari nama majalah yang mereka terbitkan pada tanggal 29 juli 1933. k) Lenggang Kencana karya Armijn Pane (1937). o) Andang Teruna karya S. c) Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah (1937). m) Tenggelamnya Kapal van Der Wijck karya HAMKA (1938) n) Belenggu karya Armijn Pane (1940). mendirikan organisasi baru yang diberi nama Pujangga Baru. l) Di Bawah Lindungan Kabah karya HAMKA (1938).

Asrul Sani. Dengarlah Keluhan Pohon Mangga. Si Penyair Belum Pulang. Rosihan Anwar memberikan nama kepada mereka sebagai pengarang Angkatan ‟45. Pengarang-pengarang dan karya-karyanya yang timbul pada masa Jepang ini adalah: 1) Usmar Ismail karyanya Kita Berjuang. 2) Rosihan Anwar karyanya berupa puisi yang berjudul Lukisan kepada Prajurit. 4) Usmar Ismail karyanya Permintaan Terakhir (cerpen). dan Orang dalam Perahu. 3) Nilai keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan pada kekuasaan asing. misalnya Rusia. Karya sastra dan pengarang Angkatan ‟45. Periode 1945 Pengarang yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia merdeka pada waktu itu adalah Chairil Anwar. Asoka Mala Dewi (cerpen). mereka mencari jalan baru untuk mengatakan sesuatu. Melalui cara ini. Pujangga yang karyanya menjadi penghubung dalam masa ini adalah Armijn Pane dan El Hakim. Karya-karya Angkatan ‟45 dipengaruhi pujangga-pujangga Belanda dan dunia. Pesanku (sandiwara radio). Sahabat Saya Cordiza. 3) Maria Amin karyanya Tinjaulah Dunia Sana. Sedih dan Gembira (kumpulan drama). dan Liburan Seniman. Usmar Ismail dan lain-lain. dan Deru Campur Debu.Jepang. Bola Lampu. Mutiara dari Nusa Laut (drama). Mekar Melati. 3) Asrul Sani karyanya Tiga Menguak Takdir. Periode 1950 Periode ini merupakan kelanjutan dari Angkatan „45 dengan ciri-ciri sebagai berikut. Museum. banyak karya sastra yang bersifat simbolik. misalnya bentuknya agak bebas dan isinya menampilkan suatu realita. Adapun pelopor dalam bidang prosa adalah Idrus. 3. 2) Kebudayaan daerah lebih banyak diungkapkan demi mencapai perwujudan sastra nasional Indonesia. Sastra Indonesia Masa Perkembangan (1945–Sekarang) Pada masa ini. Pengarang yang dimasukkan ke dalam periode ini. dan Amerika. di antaranya: 1) Chairil Anwar karyanya Kerikil Tajam. 2) Idrus karyanya Surabaya dan Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. 1) Pusat kegiatan sastra telah meluas ke seluruh pelosok Indonesia tidak hanya terpusat di Jakarta atau Yogyakarta. Citra. Puntung Berasap (kumpulan sajak). dan Penuh Rahasia. Perumahan bagi Fadrija Navari. Idrus. Penamaan ini dimuat dalam majalah Siasat. Surat dari Ibu. tetapi kepada peleburan antara ilmu dan pengetahuan asing berdasarkan perasaan dan ukuran nasional. Karya sastra Angkatan ‟45 mempunyai ciri-ciri tertentu. Api. adalah: . Indonesia sudah merdeka sehingga tidak bergantung lagi kepada bangsa lain. b. Elang Laut. Akan tetapi. a. Tempat yang Kosong. tetapi cita-cita terlaksana. Situasi ini tentunya berpengaruh terhadap perkembangan karya sastra pada masa itu. Prancis. bentuk cerpennya: Panen. Diserang Rasa Merdeka. Cara yang mereka lakukan diupayakan tidak berbahaya. Italia. Sastrawan yang menjadi pelopor dalam bidang puisi pada periode ini ialah Chairil Anwar. Beri Aku Rumah. dan Ayahku Pulang (sandiwara saduran).

Utuy Tatang Sontani. Miharja. Adapun peristiwa 1966 momentumnya menegakkan keadilan. Sejak tahun 1969. Beberapa karya dan pengarang yang pernah mendapat Hadiah Sastra Nasional BMKN antara lain: Jalan Tak Ada Ujung (novel. Mh. Pulang (novel. Periode 1966 Ada dua peristiwa yang penting di Indonesia. BMKN adalah singkatan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Laki-Laki dan Mesiu (cerpen. Harimau! Harimau! (novel. Mochtar Lubis. Tjerita dari Blora (cerpen. Karya yang Mendapatkan Penghargaan Dalam sejarah perkembangan sastra Indonesia. Dini karyanya Dua Dunia. Salah Asuhan (roman. Achdiat K. Beberapa penghargaan sastra di antaranya Sastra Nasional BMKN. karya sastra yang pernah mendapat penghargaan. ada sejumlah karya sastra pernah mendapatkan penghargaan. Priangan si Jelita (puisi. Pada 1964. Perjalanan Penganten (1958). 1928). Di Tengah Keluarga (1956). Marah Rusli. 1960). 1953). S. Perempuan (kumpulan cerpen. Titik-Titik Hitam (drama. 1960). Mochtar Lubis). Beberapa pengarang Angakatan „66 dan karyanya adalah sebagai berikut: 1) Mohamad Ali karyanya 58 Tragedi. Sebuah Rumah buat Hari Tua (1957). Pramoedya Ananta Toer. Toha Mochtar. Trisnoyuwono. 1949). 3) Alexander Leo karyanya Orang yang Kembali. Rustandi Kartakusumah. 3) Trisnoyuwono karyanya Laki-laki dan Mesiu (1959) serta Angin Laut (1958). 1922). Rukiah. 1960). dan hadiah tahunan pemerintah. 2) Ajip Rosidi karyanya Tahun-Tahun Kematian (1955). Kubur Tak Bertanda. Nasyah Djamin. Ketemu di Jalan (1956). tetapi ia menolak hadiah tersebut). Yayasan Yamin memberikan penghargaan kepada orang Indonesia yang berhasil pada 1963 dalam bidang sastra. Persetujuan dengan Iblis. Tandus (kumpulan puisi.H. Hal sebagaimana dilontarkan penyair Chairil Anwar yang berontak terhadap penjajahan Jepang pada 1943. Cari Muatan (1959). Sanusi Pane. Siksa dan Bayangan. Madah Kelana (puisi. serta Hitam atas Putih.1) Toto Sudarto Bachtiar karyanya Suara (kumpulan sajak) (1950–1955) dan Etsa (1958). . 4. 4) Nh. Merah Semua Merah (drama. Peristiwa 1945 merupakan momentumnya kemerdekaan. Hadiah Sastra Yamin. dan Tinjauan tentang Cerita Pendek Indonesia (1959). Armijn Pane. Belenggu (novel. OrangOrang Baru dari Banten Selatan (Pramoedya Ananta Toer). Sastrawan yang penah mendapat penghargaan Hadiah Sastra Yamin: Pagar Kawat Berduri (Trisnoyuwono). dan Pada Sebuah Kapal. Di bidang sastra. Daerah Tak Bertuan (Toha Mochtar). Atheis (novel. Pesta (kumpulan sajak) (1956). 1956). 1960). antara lain: Siti Nurbaya (roman. dari kumpulannya terbuang. 1960). dan Mereka Akan Bangkit (Bur Rasuanto. Ia melahirkan puisi yang berisi semangat aku ini binatang jalang. 1953). Lembaga ini pernah memberikan hadiah kepada sastrawan Indonesia yang menghasilkan karya sastra bermutu.. pemerintah Republik Indonesia juga memberikan penghargaan kepada seniman dan ilmuwan yang dianggap berjasa. 2) Toto Sudarto Bahtiar karyanya Suara dan Etsa. 1953). Mochtar Lubis. c. yakni peristiwa 1945 dan peristiwa 1966. Hati yang Damai. 1940). Saat yang Genting (drama. 1960). Abdul Muis. Ramadhan K.

terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei). adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara.2 Hikayat  2.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000 12 Cybersastra 13 Pranala luar 14 Referensi . Chairil Anwar. Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.1 Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru 6 Angkatan 1945 o 6. Daftar isi [sembunyikan]               1 Periodisasi 2 Pujangga Lama o 2.1990an 10 Angkatan Reformasi o 10.4 Kitab agama 3 Sastra Melayu Lama o 3.1 Karya Sastra Melayu Lama 4 Angkatan Balai Pustaka 5 Pujangga Baru o 5.1970-an o 8.1990an o 9.1931).1 Sejarah  2.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi 11 Angkatan 2000-an o 11. dan Deru Campur Debu (puisi. Chairil Anwar.1.1. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya).3 Syair  2.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966 9 Angkatan 1980 .1960-an o 7. 1949). Nyanyi Sunyi (puisi.1960-an 8 Angkatan 1966 . 1949). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 .1.1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 .1 Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945 7 Angkatan 1950 .1. demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura. Sastra Indonesia.1 Karya Sastra Pujangga Lama  2.

1970-an Angkatan 1980 .1960-an Angkatan 1966 .1990-an Angkatan Reformasi Angkatan 2000-an [sunting] Pujangga Lama Salah satu halaman Hikayat Abdullah Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. gurindam dan . yaitu:   lisan tulisan Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:           Angkatan Pujangga Lama Angkatan Sastra Melayu Lama Angkatan Balai Pustaka Angkatan Pujangga Baru Angkatan 1945 Angkatan 1950 . pantun. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair.[sunting] Periodisasi Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar.

orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Minangkabau dan daerah Sumatera lainnya".1942. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya. yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil. yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat.[1] [sunting] Karya Sastra Pujangga Lama [sunting] Sejarah  Sejarah Melayu (Malay Annals) [sunting] Hikayat          Hikayat Abdullah Hikayat Aceh Hikayat Amir Hamzah Hikayat Andaken Penurat Hikayat Bayan Budiman Hikayat Djahidin Hikayat Hang Tuah Hikayat Iskandar Zulkarnain Hikayat Kadirun         Hikayat Kalila dan Damina Hikayat Masydulhak Hikayat Pandawa Jaya Hikayat Pandja Tanderan Hikayat Putri Djohar Manikam Hikayat Sri Rama Hikayat Tjendera Hasan Tsahibul Hikayat [sunting] Syair     Syair Bidasari Syair Ken Tambuhan Syair Raja Mambang Jauhari Syair Raja Siak [sunting] Kitab agama     Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri [sunting] Sastra Melayu Lama Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 . serta Nuruddin arRaniri. terutama karya-karya keagamaan. Di Nusantara. budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. hikayat dan terjemahan novel barat.hikayat. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair. Tapanuli. .

J. Wiggers Drama Raden Bei Surioretno Syair Java Bank Dirampok Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen Tambahsia Busono oleh R.D. gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.Tirto Adhi Soerjo Nyai Permana Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo) dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya [sunting] Angkatan Balai Pustaka Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan Balai Pustaka Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920. cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair. Francis (Indo) Bunga Rampai oleh A.F van Dewall Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya Cerita Siti Aisyah oleh H. pantun. .[sunting] Karya Sastra Melayu Lama                Robinson Crusoe (terjemahan) Lawan-lawan Merah Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan) Graaf de Monte Cristo (terjemahan) Kapten Flamberger (terjemahan) Rocambole (terjemahan) Nyai Dasima oleh G. Pangemanan Cerita Rossina Nyai Isah oleh F. yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka.F. Prosa (roman. novel.J Cerita Si Conat oleh F.M.R Kommer (Indo) Cerita Nyi Paina Cerita Nyai Sarikem Cerita Nyonya Kong Hong Nio               Nona Leonie Warna Sari Melayu oleh Kat S.

Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang. novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting.[2] Pada masa ini. dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya. Dalam perkembangannya. dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali. bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi. bahasa Batak. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu. dan bahasa Madura. Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:  Merari Siregar    Azab dan Sengsara (1920) Binasa kerna Gadis Priangan (1931) Cinta dan Hawa Nafsu  Marah Roesli    Siti Nurbaya (1922) La Hami (1924) Anak dan Kemenakan (1956)  Muhammad Yamin     Tanah Air (1922) Indonesia. dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera". Tumpah Darahku (1928) Kalau Dewi Tara Sudah Berkata Ken Arok dan Ken Dedes (1934)  Nur Sutan Iskandar        Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923) Cinta yang Membawa Maut (1926) Salah Pilih (1928) Karena Mentua (1932) Tuba Dibalas dengan Susu (1933) Hulubalang Raja (1934) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) .

terutama terhadap karya sastra yang . Tulis Sutan Sati     Tak Disangka (1923) Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Membalas Guna (1932) Memutuskan Pertalian (1932)  Djamaluddin Adinegoro   Darah Muda (1927) Asmara Jaya (1928)  Abas Soetan Pamoentjak  Pertemuan (1927)  Abdul Muis   Salah Asuhan (1928) Pertemuan Djodoh (1933)  Aman Datuk Madjoindo    Menebus Dosa (1932) Si Cebol Rindukan Bulan (1934) Sampaikan Salamku Kepadanya (1935) [sunting] Pujangga Baru Sutan Takdir Alisjahbana pelopor Pujangga Baru Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut.

dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Pada masa itu. Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu : 1. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual. Armijn Pane dan Rustam Effendi. beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane.kumpulan cerpen (1953) Sanusi Pane o Pancaran Cinta (1926) o Puspa Mega (1927) o Madah Kelana (1931) o Sandhyakala Ning Majapahit (1933)      . nasionalistik dan elitis.1942).menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru  Sutan Takdir Alisjahbana o Dian Tak Kunjung Padam (1932) o Tebaran Mega . pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang.Tatengkeng o Rindoe Dendam (1934) Fatimah Hasan Delais o Kehilangan Mestika (1935) Said Daeng Muntu o Pembalasan o Karena Kerendahan Boedi (1941) Karim Halim o Palawija (1944)   Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1939) Tuan Direktur (1950) Didalam Lembah Kehidoepan (1940)   Armijn Pane o Belenggu (1940) o Jiwa Berjiwa o Gamelan Djiwa . Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah 2. menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 .sandiwara (1950) o Kisah Antara Manusia . Karyanya Layar Terkembang. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana. terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana.E.kumpulan sajak (1935) o Layar Terkembang (1936) o Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940) Hamka o o o o  Roestam Effendi o Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan o Pertjikan Permenungan Sariamin Ismail o Kalau Tak Untung (1933) o Pengaruh Keadaan (1937) Anak Agung Pandji Tisna o Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935) o Sukreni Gadis Bali (1936) o I Swasta Setahun di Bedahulu (1938) J. Selain Layar Terkembang.kumpulan sajak (1960) o Djinak-djinak Merpati .

Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik. Selain Tiga Manguak Takdir.o  Kertajaya (1932) Tengku Amir Hamzah o Nyanyi Sunyi (1937) o Begawat Gita (1933) o Setanggi Timur (1939) [sunting] Angkatan 1945 Chairil Anwar pelopor Angkatan 1945 Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45. Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945  Chairil Anwar o Kerikil Tajam (1949) o Deru Campur Debu (1949) . pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia. Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar.

Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi.B. Mihardja o Atheis (1949) Trisno Sumardjo o Katahati dan Perbuatan (1952) Utuy Tatang Sontani o Suling (drama) (1948) o Tambera (1949) o Awal dan Mira .drama satu babak (1962) Suman Hs. Asrul Sani. o Kasih Ta' Terlarai (1961) o Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) o Pertjobaan Setia (1940)    [sunting] Angkatan 1950 . Jassin.1960-an Pramoedya Ananta Toer novelis generasi 1950-1960 Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar o Tiga Menguak Takdir (1950) Idrus o o o  Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan  Achdiat K. .

[sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 .H o Priangan si Jelita (1956) W.1960-an  Pramoedya Ananta Toer o Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) o Bukan Pasar Malam (1951) o Di Tepi Kali Bekasi (1951) o Keluarga Gerilya (1951) o Mereka yang Dilumpuhkan (1951) o Perburuan (1950) o Cerita dari Blora (1952) o Gadis Pantai (1965) Nh.kumpulan sajak 19501955 (1958) Ramadhan K. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan di antara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960. menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia.Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan.S. yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Rendra o Balada Orang-orang Tercinta (1957) o Empat Kumpulan Sajak (1961) o Ia Sudah Bertualang (1963) Subagio Sastrowardojo o Simphoni (1957) Nugroho Notosusanto o Hujan Kepagian (1958) o Rasa Sajangé (1961) o Tiga Kota (1959) Trisnojuwono o Angin Laut (1958) o Dimedan Perang (1962) o Laki-laki dan Mesiu (1951) Toha Mochtar o Pulang (1958) o Gugurnya Komandan Gerilya (1962) o Daerah Tak Bertuan (1963) Purnawan Tjondronagaro o Mendarat Kembali (1962) Bokor Hutasuhut    Dua Dunia (1950) Hati jang Damai (1960)   Sitor Situmorang o Dalam Sadjak (1950) o Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954) o Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) o Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) o Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) Mochtar Lubis o Tak Ada Esok (1950) o Jalan Tak Ada Ujung (1952) o Tanah Gersang (1964) o Si Djamal (1964) Marius Ramis Dayoh o Putra Budiman (1951) o Pahlawan Minahasa (1957)        Ajip Rosidi o Tahun-tahun Kematian (1955) o Ditengah Keluarga (1956)  . Sastra. Dini o o  Toto Sudarto Bachtiar o Etsa sajak-sajak (1956) o Suara .

Jassin. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye. Arifin C. Putu Wijaya. Bur Rasuanto. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam.8 cerita pendek pilihan (1955) o Bianglala .B.kumpulan cerita pendek (1963) o Hujan Panas (1964) o Kemarau (1967) [sunting] Angkatan 1966 . Taufik Ismail. dan banyak lagi yang lainnya. Budi Darma. arketip. Djamil Suherman. Hamsad Rangkuti. Goenawan Mohamad. Wing Kardjo. Purnawan Tjondronegoro.1970-an Taufik Ismail sastrawan Angkatan 1966 Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis. Leon Agusta. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966  Taufik Ismail o Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia  Djamil Suherman o Perjalanan ke Akhirat (1962) . Goenawan Mohamad.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. dan absurd. Noer. Darmanto Jatman.o o o  Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957) Cari Muatan (1959) Pertemuan Kembali (1961) o Datang Malam (1963) Ali Akbar Navis o Robohnya Surau Kami . Arief Budiman. Ikranegara. Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia. H. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik. Wisran Hadi. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. arus kesadaran.

Hartowardojo     Sapardi Djoko Damono o Dukamu Abadi (1969) o Mata Pisau (1974) Goenawan Mohamad o Parikesit (1969) o Interlude (1971) o Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972) o Seks.A Salmoen o Masa Bergolak (1968) Parakitri Tahi Simbolon o Ibu (1969) Chairul Harun o Warisan (1979) Kuntowijoyo o Khotbah di Atas Bukit (1976) M.o o o o o o  Tirani dan Benteng Buku Tamu Musim Perjuangan Sajak Ladang Jagung Kenalkan Saya Hewan Puisi-puisi Langit o  Manifestasi (1963) Sutardji Calzoum Bachri o O o Amuk o Kapak Abdul Hadi WM o Meditasi (1976) o Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975) o Tergantung Pada Angin (1977) Titis Basino o Dia. Surat Keputusan (1963) o Lesbian (1976) o Bukan Rumahku (1976) o Pelabuhan Hati (1978) o Pelabuhan Hati (1978) Leon Agusta o Monumen Safari (1966) o Catatan Putih (1975) o Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978) o Hukla (1979) Iwan Simatupang o Ziarah (1968) o Kering (1972) o Merahnya Merah (1968) o Keong (1975) o RT Nol/RW Nol o Tegak Lurus Dengan Langit M. Balfas o Lingkaran-lingkaran Retak (1978) Mahbub Djunaidi o Dari Hari ke Hari (1975) Wildan Yatim o Pergolakan (1974) Harijadi S. Hotel. Sastra. dan Kita (1980) Umar Kayam o Seribu Kunang-kunang di Manhattan o Sri Sumarah dan Bawuk o Lebaran di Karet o Pada Suatu Saat di Bandar Sangging o Kelir Tanpa Batas o Para Priyayi o Jalan Menikung Danarto o Godlob o Adam Makrifat o Berhala Nasjah Djamin o Hilanglah si Anak Hilang (1963) o Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968) Putu Wijaya              .

Micky Hidayat. . Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum. Ahmad Fahrawie. Yudistira Ardinugraha. Seno Gumira Ajidarma. ditandai dengan banyaknya roman percintaan. Kurniawan Junaidi.1990an Hilman Hariwijaya penulis cerita remaja pada dekade 1980 dan 1990 Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980.o o o o o o Bila Malam Bertambah Malam (1971) Telegram (1973) Stasiun (1977) Pabrik Gres Bom o  Perjanjian dengan Maut (1976) Ismail Marahimin o Dan Perang Pun Usai (1979) Wisran Hadi o Empat Orang Melayu o Jalan Lurus  [sunting] Angkatan 1980 . Arifin Noor Hasby. Noorca Mahendra. dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. dan Tajuddin Noor Ganie. Noor Aini Cahya Khairani. Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado. Pipiet Senja. Tarman Effendi Tarsyad.

Namun yang tak boleh dilupakan. Pada umumnya. Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal. Namaku Hiroko. dan Hati Yang Damai.Nh. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 . Salah satu ciri khas yang menonjol pada novelnovel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat. La Barka. Lastri Fardhani. Pertemuan Dua Hati. di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur. Diah Hadaning. antara lain: La Rose.1990an  Ahmadun Yosi Herfanda o Ladang Hijau (1980) o Sajak Penari (1990) o Sebelum Tertawa Dilarang (1997) o Fragmen-fragmen Kekalahan (1997) o Sembahyang Rumputan (1997) Y. yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya. karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya. Yvonne de Fretes. tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. dan Oka Rusmini. Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat.B Mangunwijaya o Burung-burung Manyar (1981) Darman Moenir o Bako (1983) o Dendang (1988) Budi Darma o Olenka (1983) o Rafilus (1988) Sindhunata o Anak Bajang Menggiring Angin (1984) Arswendo Atmowiloto o Canting (1986)      . pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop.

puisi. muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi". khususnya seputar reformasi. Di rubrik sastra harian Republika misalnya. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. dan Hartono Benny . cerpen. cerpen. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik.13 novel (1989-2003) o Olga Sepatu Roda (1992) o Lupus ABG . Ahmadun Yosi Herfanda.11 novel (1995-2005) Dorothea Rosa Herliany o Nyanyian Gaduh (1987) o Matahari yang Mengalir (1990) o Kepompong Sunyi (1993) o Nikah Ilalang (1995) o Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999) Gustaf Rizal o Segi Empat Patah Sisi (1990) o Segi Tiga Lepas Kaki (1991) o Ben (1992) o Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999) Remy Sylado o Ca Bau Kan (1999) o Kerudung Merah Kirmizi (2002) Afrizal Malna o Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (1987) o Yang Berdiam Dalam Mikropon (1990) o Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (1991) o Dinamika Budaya dan Politik (1991) o Arsitektur Hujan (1995) o Pistol Perdamaian (1996) o Kalung dari Teman (1998)     [sunting] Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri. Acep Zamzam Noer.28 novel (1986-2007) o Lupus Kecil . dan novel -pada saat itu. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra. Hilman Hariwijaya o Lupus . maupun novel. seperti Sutardji Calzoum Bachri. Bahkan. Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -. yang bertema sosial-politik.puisi.

novelis. eseis. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000  Ayu Utami . termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an. cerpenis. serta yang muncul pada akhir 1990-an. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara. dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000. Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000". Seratus lebih penyair. seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. Jakarta pada tahun 2002.Hidayat dengan media online: duniasastra(dot)com -nya. juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia. [sunting] Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi  Widji Thukul o Puisi Pelo o Darman [sunting] Angkatan 2000-an Andrea Hirata salah satu novelis tersukses pada dekade pertama abad ke-21 Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. seperti Afrizal Malna.

1: Akar (2002) o Supernova 2. Puteri dan Bintang Jatuh (2001) o Supernova 2.2: Petir (2004) Raudal Tanjung Banua o Pulau Cinta di Peta Buta (2003) o Ziarah bagi yang Hidup (2004) o Parang Tak Berulu (2005) o Gugusan Mata Ibu (2005) Habiburrahman El Shirazy o Ayat-Ayat Cinta (2004) o Diatas Sajadah Cinta (2004) o Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) o Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) o Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) o Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007) o Dalam Mihrab Cinta (2007) Andrea Hirata o Laskar Pelangi (2005) o Sang Pemimpi (2006) o Edensor (2007) o Maryamah Karpov (2008) o Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas (2010) Ahmad Fuadi o Negeri 5 Menara (2009) o Ranah 3 Warna (2011) Tosa o o       Lukisan Jiwa (puisi) (2009) Melan Conis (2009) .o o  Saman (1998) Larung (2001) Seno Gumira Ajidarma o Atas Nama Malam o Sepotong Senja untuk Pacarku o Biola Tak Berdawai Dewi Lestari o Supernova 1: Ksatria.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful