Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN R-LAB Karakteristik V dan I Semikonduktor

Nama NPM Fakultas Departemen Kode Praktikum Tanggal Praktikum : M. Ekaditya Albar : 0806331683 : Teknik : Metalurgi dan Material : LR03 : Oktober 2009

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP-IPD)

Universitas Indonesia
Depok

Laporan Praktikum R-Lab LR-03

Page 1

Karakteristik V dan I Semikonduktor


I. Tujuan Melihat karakteristik hubungan beda potensial (V) dengan arus listrik (I) pada suatu semikonduktor. II. Peralatan 1. Bahan Semikonduktor 2. Amperemeter 3. Voltmeter 4. Variable Power Supply 5. Camcorder 6. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis III. Prinsip Dasar Semikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda, transistor dan sebuah IC (integrated circuit). Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan konduktor murni. Bahan- bahan logam seperti tembaga, besi, timah disebut sebagai konduktor yang baik sebab logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa, sehingga elektronnya dapat bergerak bebas. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut materi doping).
Laporan Praktikum R-Lab LR-03 Page 2

Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge) dan Galium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun belakangan, silikon menjadi popular setelah

ditemukan cara mengekstrak bahan ini dari alam. Silikon merupakan bahan terbanyak ke dua yang ada dibumi setelah oksigen (O2). Nilai hambatan dari suatu bahan semikonduktor berkaitan dengan temperature di

sekelilingnya. Temperatur tersebut mempengaruhi energy yang

dimiliki elektron. Semakin tinggi temperature maka akan semakin banyak electron yang memiliki energy pada level konduksi.

Jumlah electron pada level konduksi akan mempengaruhi konduktivitas semikonduktor tersebut , semakin banyak maka semakin mudah menghantarkan arus listrik. Adanya konstanta pembanding resistivitas ( ) juga mempengaruhi besarnya hambatan yang terdapat pada sebuah rangkaian. Suatu material yang memiliki hambatan listrik akan menghasilkan panas / kalor bila dialiri arus listrik. Jumlah kalor yang dihasilkan sebanding dengan beda potensal antara kedua ujung material tersebut, besar arus yang mengalir dan lamanya waktu arus tersebut mengalir.
Laporan Praktikum R-Lab LR-03 Page 3

Dimana : W v i t = energi listrik = Tegangan listrik = Arus listrik = waktu / lama arliran listrik ( Joule ) ( Volt ) ( Ampere ) ( sekon )

Pada bahan semikonduktor, hole (kekosongan) den elektron berfungsi sebagai pembawa muatan listrik (pengantar arus). Semikonduktor intrinsik adalah semikonduktor yang belum disisipkan atom-atom lain (atom pengotor). Semikonduktor ekstrinsik adalah semikonduktor yang sudah dimasukkan sedikit ketidakmurnian (doping). Akibat doping ini maka hambatan jenis semikonduktor mengalami penurunan. Semikonduktor jenis ini terdiri dari dua macam, yaitu semikonduktor tipe-P (pembawa muatan hole) dan tipe-N (pembawa muatan elektron). Komponen semikonduktor: 1. Dioda, dapat berfungsi sebagai penyearah arus, stabilisasi tegangan dan detektor. 2. Transistor, dapat berfungsi sebagai penguat arus/tegangan dan saklar.Transistor terdiri dari dua jenis yaitu PNP dan NPN. Semi konduktor pada umumnya bersifat isulator (tidak

menghantarkan arus listrik) pada suhu mendekati 00. Sementara pada keadaan suhu kamar bersifat konduktor, makin tinggi suhunya makin bersifat konduktor.
Laporan Praktikum R-Lab LR-03 Page 4

Material semikonduktor, seperti juga material-material lainnya terdiri atas atom-atom yang berukuran sangat kecil. Atom-atom ini terdiri atas nukleus (inti) yang dikelilingi oleh sejumlah elektron. Nukleus sendiri terdiri atas neutron dan proton. Proton bermuatan positif, elektron bermuatan negatif, sedangkan neutron netral. Elektron-elektron yang mengelilingi nukleus ini tersebar pada beberapa lapisan kulit dengan jarak tertentu dari nukleus, dimana energinya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jarak dari setiap lapisan kulit terhadap nukleus. Elektron pada lapisan terluar disebut elektron valensi. Aktifitas kimiawi dari sebuah unsur terutama ditentukan oleh jumlah elektron valensi ini. Unsur-unsur pada tabel periodik telah disusun sedemikian rupa berdasarkan jumlah electron valensinya. Silikon (Si) dan Germanium (Ge) berada pada Grup IV karena memiliki empat elektron valensi pada kulit terluarnya, sehingga disebut juga semikonduktor dasar (elemental

semiconductor). Sedangkan Gallium Arsenik (GaAs) masing-masing berada pada Grup III dan V, sehingga dinamakan semikonduktor gabungan (compound semiconductor). Atom-atom silikon yang berdiri sendiri dapat digambarkan sebagai lambang unsur (Si) dengan empat buah garis kecil yang terpisah. Saat atomatom ini berdampingan cukup, elektron valensinya akan berinteraksi untuk menghasilkan kristal. Struktur akhir kristalnya sendiri adalah dalam konfigurasi thetahedral sehingga setiap atom memiliki empat atom lainnya yang berdekatan. Elektron-elektron valensi dari setiap atom akan bergabung dengan elektron valensi dari atom didekatnya, membentuk apa yang disebut ikatan kovalen (covalent bonds). Salah satu sifat penting dari struktur ini
Laporan Praktikum R-Lab LR-03 Page 5

adalah bahwa elektron valensi selalu tersedia pada tepi luar kristal sehingga atom-atom silikon lain dapat terus ditambahkan untuk membentuk kristal yang lebih besar. IV. Prosedur Eksperimen Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah halaman ini. 1. Mengaktifkan Web cam dengan mengklik icon video pada halaman web r-Lab. 2. Memperhatikan tampilan video dari peralatan yang digunakan. 3. Memberikan beda potensial dengan member tegangan V1. 4. Mengaktifkan power supply / baterai dengan mengklik radio button di sebelahnya. 5. Mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan. 6. Mengulangi langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8. V. Hasil dan Evaluasi 1. Nilai Rata-Rata Beda Potensial yang Terukur dan Arus yang terukur untuk V1, V2, V3 hingga V8 Percobaan ke- Vrata-rata (Volt)
1 2 3 4 5 Laporan Praktikum R-Lab LR-03 0.45 0.93 1.37 1.84 2.29

I rata-rata (mA)
3.26 6.58 9.78 13.69 17.40 Page 6

6 7 8

2.89 3.18 3.62

23.00 26.33 32.00

2. Grafik Hubungan V vs I

Grafik Hubungan V vs I
35.00 30.00 Arus Listrik ( mA ) 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 Beda Potensial ( Volt )

3. Bentuk Kurva Hubungan V dan I Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, bentuk kurva hubungan antara beda potensial ( V ) dan kuat arus ( I ) adalah linear. Hal ini berarti jika tegangan yang diberikan makin besar, maka arus yang dihasilkan pada rangkaian tersebut juga bertambah besar.

4. Nilai Hambatan berdasarkan Kurva Grafik V vs I Berdasarkan kurva di atas, saya dapat menghitung besarnya hambatan pada semikonduktor tersebut dengan cara hukum ohm, yaitu :

Laporan Praktikum R-Lab LR-03

Page 7

V I .R
Dimana : V = I = Beda Potensial Arus Listrik Hambatan ( Volt ) ( Ampere ) ( Ohm ) R =

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, nilai Vrata-rata dan I rata-rata dari delapan buah percobaan tersebut adalah : Vrata-rata I rata-rata = 2.07 Volt = 16.51 Ampere

Maka hambatannya adalah :

V 2.07 0.125 I 16.51

Pada semikonduktor dapat digunakan rumus pada hukum ohm karena semikonduktor dapat bersifat baik sebagai isolator dan konduktor dan itu semua bergantung pada suhu. Apabila sedang dalam kondisi sebagai konduktor maka pada semikonduktor itu terdapat hambatan. Pengaruh temperatur pada semikonduktor berpengaruh pada perhitungan

konsentrasi dari elektron bebas atau hole.

Laporan Praktikum R-Lab LR-03

Page 8

VI.

Analisa 1. Percobaan Percobaan ini dilakukan melalui remote lab untuk mengetahui hubungan antara beda potensial dan kuat arus pada semi konduktor. Skema percobaan dan susunan alat pada percobaan LR 03 adalah sebagai berikut :

Percobaan tersebut dilakukan delapan kali dengan nilai beda potensial yang berbeda-beda sehingga menghasilkan delapan buah kuat arus yang berbeda-beda pula. Kekurangan pada percobaan yang dilakukan yaitu tidak aktifnya web cam pada layar sehingga saya tidak dapat mengetahui berapa besarnya tegangan yang terukur di voltmeter pada setiap saya mengambil beberapa jenis tegangan yang berbeda. Padahal berdasarkan instruksi yang ada, kita harus menunggu hingga tegangan yang muncul

Laporan Praktikum R-Lab LR-03

Page 9

pada web cam mendekati nol. Oleh karena itu, saya melakuakan percobaan ini tanpa web cam. Setelah itu, praktikan diminta untuk menghitung nilai hambatan pada semikonduktor tersebut, karena semikonduktor merupakan bahan yang dapat bersifat baik isolator maupun konduktor maka praktikan menggunakan hukum ohm tentang hambatan seperti biasa. Temperatur pada semikonduktor berpengaruh pada perhitungan konsentrasi dari electron bebas atau hole yang terdapat didalamnya apabila dialiri arus listrik. Hal ini tidak berpengaruh pada hambatan di semikonduktor. 2. Hasil Setelah melakukan percobaan tersebut, saya memperoleh delapan jenis besarnya kuat arus yang dihasilkan dengan besar tegangan yang berbeda-beda pula. Kedelapan data kuat arus tersebut memiliki kecenderungan naik seperti yang terlihat pada grafik hubungan beda potensial dan kuat arus. Data yang dihasilkan menunjukan bahwa beda potensial dan arus listrik yang terukur tidak selalu konstan, dimana arus listrik pada khususnya, sering kali mengalami perubahan pada pengukuran beda potensial yang sama. Hal yang sama juga terjadi pada beda potensial dimana terdapat beberapa perbedaan beda potensial pada pengukuran tertentu. Pada data yang didapatkan praktikan, fluktuatifnya nilai beda potensial yang terjadi dan juga arus listrik yang terukur tidak sesuai dengan bunyi hukum ohm dimana seharusnya jika beda potensial naik maka arus listrik juga naik. Namun hal ini sering tidak sesuai dengan data
Laporan Praktikum R-Lab LR-03 Page 10

yang didapatkan oleh praktikan dimana data tidak menunjukan hal yang sama. Praktikan mencoba menganalisa kesalahan yang terjadi dimana pada percobaan R-Lab yang dilakukan oleh praktikan, hal ini disebabkan oleh tidak berfungsinya video pada RLab sehingga praktikan tidak dapat mengetahui kondisi alat-alat yang digunakan pada saat praktikum.

3. Grafik Grafik hubungan beda potensial / tegangan dengan kuat arus yang saya peroleh berbentuk linear seperti grafik berikut :

Grafik Hubungan V vs I
35.00 30.00 Arus Listrik ( mA ) 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 Beda Potensial ( Volt )

Apabila kita menghubungkan titik-titik yang merepresentasikan hubungan beda potensial (V) dan arus listrik (I), maka akan didapat garis yang hampir linear. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan beda potensial (V) dengan arus listrik (I) adalah berbanding lurus. Hubungan tersebut sesuai dengan hukum ohm tentang hambatan yaitu V = I R. Semakin besar
Laporan Praktikum R-Lab LR-03 Page 11

beda potensial yang diberikan pada semikonduktor maka semakin besar pula nilai arus listrik yang dihasilkan.

VII. Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan percobaan LR 03 adalah sebagai berikut : Semikonduktor merupakan bahan yang dapat bersifat baik isolator maupun konduktor. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik karena nilai konduktansinya yang dapat diubah dengan menyuntikkan materi lain. Nilai hambatan dari suatu bahan semikonduktor berkaitan dengan suhu di sekelilingnya. Semakin tinggi suhu maka akan semakin banyak electron yang memiliki energi pada level konduksi. Jumlah electron pada level konduksi akan mempengaruhi konduktivitas semikonduktor tersebut , semakin banyak maka semakin mudah menghantarkan arus listrik. VIII. Referensi Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga http://atophysics.files.wordpress.com/2008/11/materi-7.pdf diakses pada 9 Oktober 2009 pukul 14.06 http://id.wikipedia.org/wiki/Semikonduktor Diakses pada 9 Oktober 2009 pukul 14.07 http://cnt121.com/2007/11/14/semikonduktor/ Diakses pada 9 Oktober 2009 pukul 14.13
Laporan Praktikum R-Lab LR-03 Page 12

http://yb1zdx.arc.itb.ac.id/data/orari-diklat/teknik/elektronika/elektronikadasar-Iuniv-negeri-jember/bab01-arus-dan-tegangan-listrik.pdf Diakses pada 9 Oktober 2009 pukul 14.29

IX.

Lampiran Data pengamatan hasil percobaan :


V (volt) 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 0.93 0.93 0.93 0.93 0.93 1.37 1.37 1.37 1.37 1.37 1.84 1.84 1.84 1.84 1.84 2.29 2.29 2.29 2.29 2.29 2.9 2.89 2.89 I (mA) 3.26 3.26 3.26 3.26 3.26 6.52 6.52 6.52 6.84 6.52 9.78 9.78 9.78 9.78 9.78 13.69 13.69 13.69 13.69 13.69 17.27 17.6 17.27 17.27 17.6 22.48 23.13 22.81 Page 13

Laporan Praktikum R-Lab LR-03

2.89 2.89 3.19 3.19 3.18 3.18 3.17 3.63 3.62 3.62 3.61 3.6

23.13 23.46 26.07 26.07 26.72 25.74 27.04 31.28 31.61 31.93 32.26 32.91

Laporan Praktikum R-Lab LR-03

Page 14