Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Di antara prestasi cemerlang yang senantiasa diabadikan oleh sejarah ialah penyusunan (peletakan) ibadilmu badi. Para ahli tata bahasa kontemporer di Timur maupun di Barat hanya bisa tercengang dengan penuh rasa takjub, karena ilmu badi ternyata sangat sempurna, memiliki kaidah yang teliti, dan hukumhukumnya senantiasa konsisten. Bahasa sebagai alat komunikasi umat manusia merupakan alat penggabung akal budi, perasaan, maupun untuk menjalin kerja sama yang sangat penting. Salah satu bahasa di dunia yang masih tetap digunakan manusia sampai saat ini adalah bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bunyi-bunyi atau kata-kata yang digunakan oleh bangsa Arab untuk mengekspresikan keinginan atau maksudnya. Barometer kepandaian seseorang, salah satunya, dapat dilihat dari sisi bahasanya. Pilihan kata, gaya bahasa dan cara berbicaranya menunjukkan sejauh mana kemampuan dan kehebatan intelektual serta martabat orang tersebut. Dalam istilah arab, orang tersebut masuk dalam kategori mutakallim fashih, yaitu orang yang berbicara tepat, jelas dan bagus. Orang arab menyebut kehebatan berbahasa tersebut dengan istilah Balaghah. Sebagai ilmu, balaghah, selain menjadi pisau analisis untuk menggali berbagai teks keagamaan berbahasa arab, seperti Al Quran, hadist atau teks sastra arab, juga dapat membimbing seseorang menjadi cerdas berbahasa dalam pergaulan sehari-hari. Al Quran bukan merupakan karya sastra ataupun maha karya, tidak berupa syair atau pantu tetapi di dalamnya terdapat keindahankeindahan lafaz. Berangkat dari sini, kita hendaknya memahami bahwa bahasan tentang penyusunan ilmu badi merupakan bahasan penting yang harus dicermati oleh para generasi muda kita. Mereka harus melakukan pengkajian yang detail atas

Pengertian Ilmu Badi dan Bidang Kajiannya

bahasan tersebut. Dengan demikian pemahaman mereka atas khazanah klasik akan bertambah. Di samping itu, mereka juga akan sanggup membela kemuliaan generasi terdahulu mereka, membentengi diri mereka dari gelombang peraguraguan dan inferioritas, dan penghancuran khazanah klasik kita yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan Arab. Ilmu badi ialah ilmu untuk mengetahui jalan memperindah kalam yang telah muthabaqah dengan muqtadlohal. Nilai keindahan sastra yang terkandung dalam suatu ungkapan merupakan ruh dari pada ungkapan itu sendiri. Tak akan ada nilai lebih satu ungkapan atas ungkapan lainnya jika tidak terdapat sisi keindahan dalam ungkapan tersebut.

1.2

Rumusan Masalah Dalam makalah ini, penulis mencoba mengidentifikasikan masalah yang

akan dibahas pada bab selanjutnya. Dari uraian sebelumnya, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa pengertian ilmu badi? 2. Apa saja objek kajian ilmu badi? 3. Bagaimana sejarah ilmu badi dan siapa saja Tokoh Tokoh Ilmu Balaghah dan Ilmu Badi?

1.3

Tujuan Penulisan Sesuai dengan rumusannya, maka tujuan pembuatan makalah ini adalah

untuk mengetahui: 1. Pengertian ilmu badi. 2. Objek kajian ilmu badi.

3. Sejarah ilmu badi dan siapa saja Tokoh Tokoh Ilmu Balaghah dan Ilmu Badi.

1.4

Metode Penulisan Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan sumber dari buku-

buku yang menunjang materi yang dibahas (studi pustaka) dan mencari referensi tambahan dari internet. BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ilmu Badi Ilmu badi menurut Alim, M.G.Z (1991: 20-21) dalam bukunya AlBalaghatu fi Ilmi Al-Badi adalah:

: . " : " :. ." " .


Objek kajian ilmu ini adalah upaya memperindah bahasa baik pada tataran lafal maupun makna. Sedangkan pengertian ilmu badi menurut Zainuddin, M dan Nurbayan, Y (2007: 149) dalam bukunya Pengantar Ilmu Balaghah secara
Pengertian Ilmu Badi dan Bidang Kajiannya 3

leksikal adalah suatu ciptaan baru yang tidak ada contoh sebelumnya. Sedangkan secara terminologi adalah:


Suatu ilmu yang dengannya diketahui segi-segi (metode dan cara-cara yang ditetapkan untuk menghiasi kalimat dan memperindahnya) dan keistimewaankeistimewaan yang dapat membuat kalimat semakin indah, bagus dan menhiasinya dengan kebaikan dan keindahan setelah setelah kalimat tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi dan telah jelas makna yan dikehendaki. Ilmu Badi, yang membahas keindahan kalimat Arab. Definisinya yaitu:


Ilmu Badi ialah suatu ilmu yang dengannya dapat diketahui bentukbentuk dan keutamaan-keutamaan yang dapat menambah nilai keindahan dan estetika suatu ungkapan, membungkusnya dengan bungkus yang dapat memperbagus dan memperindah ungkapan itu, di samping relevansinya dengan tuntutan keadaan. http://rafflesia-islamicart.blogspot.com/ Dari beberapa pengertian ilmu badi di atas bisa disimpulkan bahwa ilmu badi adalah suatu ilmu yang dengannya diketahui segi-segi dan keistimewaankeistimewaan yang dapat membuat kalimat semakin indah, bagus dan menguasinya dengan kebaikan dan keindahan setelah kalimat tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi serta jelas makna yang dikehendaki, atau bisa disebut ilmu yang mencakup keindahan-keindahan lafaz dan keindahan-keindahan makna. Jalan untuk memperindah kalam ini ada yang dititikberatkan pada memperindah makna dan ada pula yang dititikberatkan pada memperindah lafadz, yaitu:

1. Memperindah kalimat secara maknawiyah (muhassinat ma'nawiyah) ialah tata cara memperindah yang kembali kepada segi makna sejak semula dan sesuai dengan keadaannya, walaupun lafadz menjadi indah karena mengikutinya. 2. Memperindah kalimat secara lafdziyah (muhassinat lafdziah) ialah tata cara memperindah kalimat yang hanya kepada segi lafadz saja, sejak semula, meskipun segi makna menjadi indah karena mengikutinya. http://ilmubalagohrizky.blogspot.com/2009/09/pengertian-ilmu-balagoh.html

Ilmu Badi berfungsi sebagai instrument untuk mengenal bentuk-bentuk keindahan suatu ungkapan.

2.2 Bidang Kajian Ilmu Badi Ilmu badi merupakan ilmu yang mencakup keindahan lafadz dan makna, kajian ilmu ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu: a. Keindahan-keindahan lafdzi, yang meliputi: 1. Jinas, yaitu kemiripan pengungkapan lafadz yang berbeda artinya. Jinas terbagi menjadi dua macam, yaitu: a) Jinas tam b) Jinas ghoir tam 2. Iqtibas, yaitu kalimat yan tersusundengan menyertakan petikan ayat Al-Quran atau haditske dalam rangkaian kalimat dengantanpa menjelaskan bahwa petikan itu dari Al-Quran atau hadits. 3. Saja, yaitu suatu unkapan yang huruf akhirnya sama. b. keindahan-keindahan maknawi, yang meliputi: 1. Tauriyah, yaitu satu lafadz yang bermakna dua, yang satu makna qorib, yakni yang segera dapat dimengerti tetapi tidak bermaksud, yang satu lagi makna baid yaitu tidak segera dimengerti dan inilah yang dimaksud (Muhsin, W. 1983: 147).
Pengertian Ilmu Badi dan Bidang Kajiannya 5

2. Thibaq yaitu, berhimpunya dua kata dalam suatu kalimat yang masing-masing kata tersebut saling berlwanan dari segi maknanya. Thibaq terdiri dari dua macam, yaitu: a) Thibaq ijab b) Thibaq salab 3. Muqobalah, yaitu mengemukakan dua makna yang sesuai atau lebih kemudian mengemukakan perbandingannya dengan cara tertib. 4. Husnut-Talil, yaitu seorang sastrawan, ia mengingkari secara terangan terangan ataupun tersembunyi (rahasia) terhadap alasan yang telah diketahui umum bagi suatu peristiwa, dan sehubungan dengan itu ia akan mendatangkan alasan lain yang bernilai sastra dan lembut yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya. 5. Takid Al-Madh Bima Yusybihu Al-Dzamm, yaitu memperkuat pujian dengan kalimat yang menyerupai celaan itu ada dua macam, yaitu: a) mengecualikan sifat pujian dari sifat celaan yang dinafikan. b) menetapkan sifat pujian bagi sesuatu, setelah itu mendatangkan makna huruf istisna, diikuti sifat pujian yang lain. 6. Takid Al-Dzamm Bima Yusybihu Al-Madh, yaitu memperkuat celaan dengan kalimat yang menyerupai pujian itu terbagi menjadi dua macam: a) Mengecualikan sifat celaan dari sifat pujian yang dinafikan. b) Menetapkan sifat celaan atas sesuatu, lalu mendatangkan huruf istisna, diikuti sifat celaan lain. 7. Uslub al-hakim. 8. Mubalaghah adalah kalau pembicara mengaku menerangkan bahwa ia telah mencapai klimaks dalam kehebatan dan kelemahannya sampai batas-batas yang

terasa tidak mungkin, tipsi kemumgkinan terjadi, atau mustahil terjadi. 9. Al-Iltifat adalah perpindahan dari semua dhamir : mutakalim, mukhatab atau ghaib kepada dhamir lain. 10. Al-Musyakalah, yaitu menuturkan suatu ungkapan bersamaan dengan

ungkapan lain, yang kedudukannya berfungsi sebagai pengimbang. 11. Al-Istikhdam adalah menyebutkan suatu lafadz yang mempunyai makna dua, sedangkan yang dikehendaki adalah salah satunya. Setelah itu diulangi oleh kata ganti (dhamir) yang kembali kepadanya atau dengan isim isyarah dengan makna yang lain, atau diulangi dengan dua isim dhamir, sedangkan yang dikehendaki oleh dhamir yang kedua bukan yang dikehendaki oleh dhamir yang pertama. 12. Al-Thayy wa An-Nasyar adalah menyebutkan beberapa makna kemudian menuturkan makna untuk masing-masing satuannya secara umum dengan tanpa menentukan, karena bersandar kepada upaya pendengar dalam membedakan makna untuk masing-masing daripadanya dan mengembalikan untuk yang semestinya. http://one.indoskripsi.com/node/8698

2.3 Sejarah dan Tokoh Tokoh Ilmu Balaghah dan Ilmu Badi Perkembangan Balaghah yang semakin baik tersebut ditandai dengan munculnya para tokoh yang kompeten dan karya-karya besar mereka pada abad ke-III H, seperti Abu Ubaidah (w. 211 H), Ibnu Qutaibah (w. 276 H), Ibnu Hasan al-Rumani (w. 284 H), al-Farra (w.207 H), dan Al-Jahizh (w. 255 H). Abu Ubaidah menyusun sebuah kitab tentang Majaz al-Quran yang bernama Ilmu Majazil Quran. Ibnu Quthaibah menulis kitab Tawil Musykil al-Quran, dan AlFarra menulis kitab Maanil Quran yang meski kebanyakan berisi kajian ilmu Nahwu, tapi juga menyinggung kajian ilmu Balaghah. Sedangkan al-Rumani menyusun kitab An-Naktu Fi Ijazil Quran. Dan Al-Jahizh dipandang sebagai tokoh yang sangat berjasa dalam sejarah perkembangan ilmu Balaghah secara umum dan ilmu Bayan secara khusus, lewat karya tulisnya yang berjudul alPengertian Ilmu Badi dan Bidang Kajiannya 7

Bayan wa al-Tabyin. Ilmu Balaghah terus mengalami perkembangan sehingga mencapai puncaknya pada abad ke-V H yang ditandai dengan semakin utuhnya kajiankajian didalamnya yang tertuang dalam dua kitab yang disusun oleh Imam Abdul Qahir al-Jurjani (400-471 H). Kedua kitab tersebut adalah : Pertama, kitab Asrarul Balaghah yang berisi soal-soal majaz, istiarah, tamtsil, tasybih dan lain-lain dari cabang Ilmu Maani yang merupakan bagian dari Balaghah. Kedua, kitab Dalailul Ijaz, yang berisi tentang keindahan susunan kata dan konteksnya, dengan keindahan makna yang merupakan keistimewaan uslub Al-Quran yang menunjukkan kemukjizatannya. Kemudian disusul dengan kemunculan Imam AsSakaki pada abad ke-VII H yang semakin mematangkan keberadaan Ilmu Balaghah sebagai disiplin Ilmu dengan memetakannya menjadi tiga cabang ilmu sebagai komponennya, yaitu Ilmu Maani, Ilmu Bayan, dan Ilmu Badi. Namun antara ilmu Bayan dan Ilmu Badi masih beliau gabung dalam satu ilmu dengan istilah Ilmu al-Mahasin yang terbagi ke dalam dua bagian, yaitu Al-Mahasin alLafziyyah dan Manawiyyah. Beliau menyusun sebuah karya besar yang menguraikan ilmu tersebut disamping ilmu-ilmu pengetahuan bahasa Arab lainnya. Kitab tersebut dikenal dengan nama Miftahul Ulum. Sedangkan pembagian ilmu Balaghah ke dalam tiga istilah (Ilmu Maani, Bayan, dan Badi) seperti yang dikenal sekarang dilakukan oleh Al-Khatib al-Qazwainy (w. 729 H) pada abad ke-VII H dalam karyanya yang bernama Talkhisul Miftah yang merupakan ringkasan dari kitab Miftahul Ulum karya As-Sakaki. http://rafflesia-islamicart.blogspot.com/ Pada mulanya ilmu Balaghah masih belum dipilah kedalam beberapa bagian seperti sekarang ini. Pemilahan ini dirintis oleh Abdul Qahir al-Jurjani, dilanjutkan oleh As-Sakaki, dan dimantapkan lagi oleh Khatib al-Qazwaini. Dalam kitab Talkhisul Miftah yang dikutip oleh Abdul Jalal. Peletak dasar ilmu badi adalah Abdullah Ibnu Al-Mutaz (W. 274 H ).

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Dari pembahasan di atas bisa disimpulkan bahwa ilmu badi adalah suatu ilmu yang dengannya diketahui segi-segi dan keistimewaan-keistimewaan yang dapat membuat kalimat semakin indah, bagus dan menguasinya dengan kebaikan dan keindahan setelah kalimat tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi serta jelas makna yang dikehendaki, atau bisa disebut ilmu yang mencakup keindahankeindahan lafaz dan keindahan-keindahan makna. Adapun objek kajian ilmu badi di antaranya : a. Muhassinat Lafdziyyah/ Keindahan-keindahan lafdzi, yang meliputi: 1. Jinas. 2. Iqtibas. 3. Saja. b. Muhassinat Maknawiyyah/ keindahan-keindahan maknawi, yang meliputi: 1. Tauriyah. 2. Thibaq terdiri dari dua macam, yaitu: a) Thibaq ijab b) Thibaq salab 3. Muqobalah.
Pengertian Ilmu Badi dan Bidang Kajiannya 9

4. Husnut-Talil. 5. Takid Al-Madh Bima Yusybihu Al-Dzamm. 6. Takid Al-Dzamm Bima Yusybihu Al-Madh. 7. Uslub al-hakim. 8. Mubalaghah. 9. Al-Iltifat. 10. Al-Musyakalah. 11. Al-Istikhdam. 12. Al-Thayy wa An-Nasyar. Pada mulanya ilmu Balaghah masih belum dipilah kedalam beberapa bagian seperti sekarang ini. Pemilahan ini dirintis oleh Abdul Qahir al-Jurjani, dilanjutkan oleh As-Sakaki, dan dimantapkan lagi oleh Khatib al-Qazwaini. Dalam kitab Talkhisul Miftah yang dikutip oleh Abdul Jalal. Peletak dasar ilmu badi adalah Abdullah Ibnu Al-Mutaz (W. 274 H )

3.2 Komentar Setelah kita mempelajari pengertian ilmu badi beserta bidang kajiannya, ternyata ilmu badi itu sangat penting untuk kita pelajari, karena merupakan cabang ilmu bahasa Arab, yang mana dengan kita memahami ilmu badi kita bisa mengetahui keindahan uslub atau kalimat bahasa Arab, khususnya mengetahui keindahan bahasa Al-Quran dan As-Sunnah. Posisi ilmu Balaghah (Ilmu Badi) dalam tatanan kelompok ilmu-ilmu Arab persis seperti posisi ruh dari jasad. Keberadaan ilmu Balaghah dan kaidah-kaidah yang tertuang di dalamnya sangat urgen. Kita sebagai umat Islam sudah pantasnya mempelajari ilmu badi, agar dapat mengetahui keindahan Al-Quran dan hadits serta terhindar dari kesalahan

dalam pembacaan dan struktur kalimat bahasa Arab, sehingga kita mampu memahami isi kandungan Al-Quran sebagai pedoman hidup. DAFTAR PUSTAKA

Alim, M.G.Z. (1991). . Jawa Timur: Daarussalam Gontor. Muhsin, W dan Wahab, T.F. (1983). Pokok-Pokok Ilmu Balaghah. Bandung: Angkasa. Zaenuddin, Mamat dan Yayan Nurbayan. (2007). Pengantar Ilmu Balaghah. Bandung: Refika Aditama. http://rafflesia-islamicart.blogspot.com/ http://one.indoskripsi.com/node/8698
http://ilmubalagoh-rizky.blogspot.com/2009/09/pengertian-ilmu-balagoh.html

Pengertian Ilmu Badi dan Bidang Kajiannya

11