Anda di halaman 1dari 1

INDIVIDU SEBAGAI SUBYEK HUKUM INTERNASIONAL

Individu sudah lama dianggap sebagai subyek hukum internasional, yang antara lain terdapat dalam: a. Perjanjian Versailes tahun 1919 yang mengakhiri Perang Dunia I antara Jerman dan Inggris dan Prancis, yang di dalamnya terdapat pasal-pasal yang memungkinkan Internasional. b. Perjanjian antara Jerman dan Polandia tahun 1922 mengenai Upper Silesia. c. Keputusan Mahkamah Internasional Permanen dalam perkara yang menyangkut pegawai kereta api Danzig. d. Keputusan organisasi regional dan transnasional seperti PBB, ILO, Masyarakat Eropa, dan lain-lain. Berdasarkan peradilan Nurenberg dan Tokyo (1946), individu dapat dianggap langsung bertanggungjawab sebagai individu bagi kejahatan perang terhadap perikemanusiaan. Ia tidak dapat lagi berlindung dibawah kekuasaan negaranya. Asas ini dituangkan dalam UN Draft Code of Offens Against The Peace and Security of Mankind. individu mengajukan perkara ke Mahkamah Arbitrase