Anda di halaman 1dari 7

Diagnosis Perilaku dan Lingkungan

I. Pengertian Diagnosis Perilaku dan Lingkungan Diagnosis perilaku dan lingkungan adalah langkah untuk mengidentifikasi perilaku dan gaya hidup dan atau faktor lingkungan yang harus diubah untuk mempengaruhi kesehatan atau masalah lain yang diidentifikasikan dalam tahap 2 (diagnosis epidemiologi) serta tahap 1 (diagnosis sosial) dan menentukan faktor yang mungkin berubah. Dalam PRECEDE masalah perilaku adalah tindakan yang diyakini menyebabkan masalah kesehatan pada orang yang akan dijadikan sasaran intervensi pendidikan. Sedangkan penyebab non-perilaku adalah berbagai faktor perorangan dan lingkungan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan tapi tidak dikendalikan oleh perilaku populasi sasaran. Perilaku dapat mempengaruhi kesehatan melalui 2 cara, secara langsung dan tidak langsung. Lingkungan adalah segala hal baik berupa fisik maupun sosial dari luar yang biasanya diluar dari control pribadi yang bisa merubah perilaku ataupun derajat kesehatan. Perubahan faktor lingkungan biasanya lebih membutuhkan strategi dari pada pendidikan kesehatan. Pada fase ini, masalah perilaku dan lingkungan yang memengaruhi perilaku dan status kesehatan atau kualitas hidup seseorang atau masyarakat diidentifikasi. Masalah non perilaku atau lingkungan yang dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan, tetapi tidak dikendalikan oleh perilaku. Ini dapat meliputi predisposisi, usia genetik, jenis kelamin, penyakit yang ada, iklim, dan tempat kerja, kecukupan fasilitas perawatan kesehatan, dll. Selain itu juga penilaian masalah perilaku yang menyebabkan masalah kesehatan pada target atau sasaran masyarakat juga diperlukan. Komponen penting lainnya dari tahap ini adalah determinan yang penting dan relatif berubah-ubah yang dapat mempengaruhi masalah perilaku. Penyelesaian diagnosis perilaku sangat penting dalam setiap masalah kesehatan yang telah diidentifikasi pada tahap 2. Hal ini akan mempermudah perencanaan

program intervensi untuk memilih perilaku target atau sasaran mana yang akan menjadi fokus intervensi program pendidikan kesehatan. Penting bagi promotor seseorang untuk membedakan masalah perilaku yang dapat dikontrol secara individu atau harus dikontrol melalui institusi. contohnya, pada kasus malnutrisi yang disebabkan oleh ketidakmampuan membeli bahan makanan, intervansi pendidikan tidak akan bermanfaat sehingga diperlukan pendekatan perubahan sosial untuk mengatasi masalah lingkungan. Indikator masalah perilaku yang mempengaruhi status kesehatan seseorang adalah pemanfaatan pelayanan kesehatan (utilization), uapaya pencegahan (preventive action), pola konsumsi makanan (consumption pattern), kepatuhan (compliance), dan uapaya pemeliharaan kesehatan sendiri (selfcare). Dimensi perilaku yang digunakan adalah earliness, quality, persistence, frequency, dan range. Indikator lingkungan yang digunakan adalah keadaan sosil, ekonomi, fisik dan pelayanan kesehatan, sedangkan dimensi yang digunakan terdiri atas keterjangkauan, kemampuan dan pemerataan. II. Tujuan Diagnosis Perilaku dan Lingkungan
a. Mengamati hubungan perilaku masyarakat yang dapat mempengaruhi

masalah kesehatan yang terjadi b. Mengidentifikasi pengaruh lingkungan terhadap perilaku masyarakat yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan
c. Menentukan prioritas terhadap faktor-faktor perilaku yang dapat diubah

untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan


d. Menentukan target intervensi atau sasaran dengan mengidentifikasi

masyarakat mana yang memiliki perilaku yang berkaitan dengan masalah kesehatan yang telah diidentifikasi di fase diagnosis epidemiologi.
e. Membantu perencana untuk mengembangkan intervensi yang spesifik dan

efektif sehingga sesuai dengan tujuan program dan sasaran.

III. Tahapan Diagnosis Perilaku dan Lingkungan a. Tahap Tahap Diagnosis Perilaku non perilaku. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendaftar faktor faktor apa saja yang berpengaruh terhadap penyakit tertentu. Contoh : penyakit cardiovaskular Penyebab : merokok Jenis kelamin Asupan tinggi asam lemak alkoholic usia keturunan

1. Membedakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor perilaku dan

Faktor perilaku : merokok, alkoholik, asupan tinggi lemak. Faktor non perilaku : jenis kelamin, usia, keturunan.
2. Mengembangkan faktor perilaku yang telah tersedia.

Setelah diketahui faktor-faktor perilaku dari suatu masalah kesehatan, kemudian pilih faktor mana saja yang paling berpengaruh. Ada dua cara untuk memilihnya, yaitu : a. Identifikasi apakah ada hubungan antara faktor tersebut dengan upaya pencegahan masalah kesehatan dan keadaannya jika mengambil keputusan tertentu. b. Identifikasi prosedur treatment dari masalah kesehatan. Metode rekomendasi apa saja yang diberikan pada penderita? Upaya pencegahan ataukah penyembuhan? Berbeda perilaku akan berbeda langkahnya. Hal yang perlu diingat pada tahap kedua ini adalah untuk menghasilkan daftar perilaku untuk mencegah dan mengobati faktor perilaku pada daftar penyebab. Upaya pencegahan : a. Memelihara atau menurunkan berat badan hingga mecapai berat yang dianjurkan b. Berhenti merokok atau jangan mulai merokok c. Berhenti minum minuman keras atau jangan pernah meminumnya 3

Upaya penyembuhan : a. Menginformasikan keputusan mengenai pengobatan, pembedahan, dan seterusnya. b. Mengikuti resep pengobatan c. Memelihara atau menurunkan berat badan hingga mecapai berat yang dianjurkan d. Berhenti merokok e. Berhenti minum minuman keras 3. Tingkatan perilaku dalam terminologi kepentingan Tahap ini berguna untuk menyempitkan fokus pada daftar penyebab masalah kesehatan. Penting Merokok Asupan tinggi lemak Tidak (kurang) penting Ketidaksamaan pengambilan dasar untuk me-rating perilaku kelompok sangat kuat, insiden tinggi kelompok kuat, insiden tinggi dasar untuk me-rating perilaku program : pencegahan primer

keputusan tentang masalah pengobatan


4. Tingkatan perilaku dalam terminologi perubahan.

Langkah berikutnya dalam diagnosis perilaku adalah me-rating perilaku dalam aspek kemampuan untuk berubah. Bagaimana perubahan itu dinyatakan sebagai perilaku yang dipilih. Sebuah tingkah laku mungkin merupakan hal yang sangat penting dalam masalah kesehatan. Faktor yang sangat mengakar dan berpengaruh adalah masalah waktu. Lagi, terdapat pedoman yang dapat membantu seorang perencana memastikan kemungkinan untuk berubah. Kemampuan perubahan yang tinggi dapat terjadi ketika perilaku :

1) Masih berada dalam tahapan pengembangan atau hanya sesuatu yang telah terjadi 2) hanya bagian luar terikat terhadap budaya atau gaya hidup yang ada sebelumnya 3) kemampuan berubah ketika mereka a. telah lama terbentuk b. telah lama menjadi dasar dari budaya atau gaya hidup c. telah berubah pada masa yang telah lalu pedoman ini memberikan sebuah akibat yang intervensi awalnya berpengaruh pada perubahan dan perkembangan dari subjek, dan yang terbesar adalah kemungkinan kemungkinan untuk berubah. 5. Memilih target perilaku Dengan mendapatkan nilai-nilai diatas maka dapat dipilih fokus perubahan perilakunya. Dibawah ini merupakan matriks perilaku kesehatan.

Penting

Kurang penting Prioritas rendah kecuali untuk mendemonstrasikan perubahan untuk tujuan politik

Dapat berubah

Prioritas tinggi untuk fokus program

Sulit berubah

Prioritas untuk program inovasi, evaluasi hal-hal yang penting

Tidak ada program

b.

Tahap- tahap Diagnosis Lingkungan Bagaimana mengetahui bahwa masalah lingkungan penting

dipertimbangkan dalam perencanaan program kesehatan?

1. Mengidentifikasi faktor lingkungan yang bisa dirubah atau yang tidak bisa dirubah. a) Lingkungan yang bisa dirubah

Faktor sosial seperti rasisme, homophobia, kurang interaksi sosial Ekonomi seperti pengangguran, tingkat pendidikan Fisik seperti kualitas udara, air. b) Lingkungan yang tidak mungkin diubah Sejarah Demografi ( komposisi penduduk, umur rata-rata penduduk) Sifat Gen 2. Faktor lingkungan berpengaruh atau tidak

Faktor sangat berpengaruh pada masalah kesehatan Faktor tersebut berdampak pada orang banyak

3. Observasi khusus bisa membantu potensi perubahan faktor lingkungan. Hal ini bisa diamati hanya dengan melihat apakah masyrakat terbuka dengan perubahan, hal ini juga bisa dilakukan dengan konsultasi kepada pimpinan yang ada di masyarakat tersebut. 4. Menentukan prioritas lingkungan yang akan diintervensi, dengan menggunakan matriks berikut:

5. Menentukan aspek lingkungan yang harus diintervensi. Aspek lingkungan


ini harus menjawab pertanyaan WHO WHAT HOW MUCH WHEN

DAFTAR PUSTAKA 6

Green, Lawrence W. dkk.1980. Education Planning : A Diagnostic approach. California : Mayfield Publishing Company. Maulana, Heri, D.J.,2009. Promosi Kesehatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.