Anda di halaman 1dari 15

ARTIKEL SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN FUNNY BIOLOGY MODULE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI MA AL-IRSYAD DEMAK

Oleh Citra Putri Pertiwi 4401407007

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

PENGARUH PENGGUNAAN FUNNY BIOLOGY MODULE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI MA AL-IRSYAD DEMAK
Citra Putri Pertiwi Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang E-mail: citastroberi@ymail.com

Abstract Kata Kunci: Learning Cycle (LC-5E), Pendekatan JAS, hasil belajar, aktivitas siswa, sistem ekskresi Abstrak Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi Sistem Pencernaan dengan menggunakan media Funny Biology Module. Penelitian ini dilakukan di MA Al-Irsyad Demak di kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3, pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling dengan desain penelitian Post-Test Only Control Design. Data yang dikumpulkan berupa hasil belajar siswa (tes akhir, tugas, dan nilai laporan), aktivitas siswa selama pembelajaran data tanggapan siswa, dan tanggapan guru. Data hasil aktivitas siswa, tanggapan siswa dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif, sedangkan data tanggapan guru dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian penggunaan media Funny Biology Module diperoleh rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen dan kontrol berturut-turut sebesar 78,12 dan 70,70, uji perbedaan rata-rata hasil belajar diperoleh thitung = 3,768 ttabel = 1,67, sedangkan ketuntasan klasikalnya kelas eksperimen 88,24% dan kelas kontrol 67,65%. Secara klasikal aktivitas siswa berturut-turut kelas eksperimen dan kontrol yaitu 85,29% dan 61,76% untuk diskusi dan 73,53% dan 55,88% untuk praktikum Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan media Funny Biology Module sebagai media penyajian materi dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa MA Al-Irsyad Demak tahun ajaran 2010/2011 pada pembelajaran sistem pencernaan makanan.

Kata Kunci: funny biology module, aktivitas siswa,hasil belajar siswa, sistem pencernaan makanan.

PENDAHULUAN Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang pengetahuannya banyak belajar dari alam. Alam merupakan sumber belajar yang tak terbatas. Kemampuan guru untuk mencermati fenomena dan alam memanfaatkan sebagai sumber

dilakukan

agar

proses adalah

belajar dengan

menyenangkan

memanfaatkan media pembelajaran. Hasil observasi di kelas XI IPA MA Al-Irsyad Demak diperoleh gambaran bahwa guru hanya

menggunakan satu bahan ajar. Guru sudah melakukan aktivitas diskusi, namun pada saat diskusi di kelas dalam presentasi dan mengemukakan pendapat siswa kurang aktif. Belum ada pembelajaran yang menarik

belajar merupakan hal terpenting untuk dapat menerapkan prinsip pelaksanaan kurikulum KTSP.

Berkaitan dengan sumber belajar yang tak terbatas tersebut, maka membutuhkan untuk kemampuan guru dalam kelas, biologi

siswa misalnya dengan melakukan praktikum, pembelajaran 2005). Hasil permainan (Sudjana & dalam Rivai kepada

mengelolanya di dalam

menghadirkan sehingga

wawancara

pembelajaran

siswa, buku teks yang diberikan kepada siswa pun jarang yang dibaca bahkan ada beberapa siswa yang mengaku tidak pernah membaca buku teks tersebut. Hal ini ironis

menjadi suatu hal yang menarik dan menyenangkan. Karena semakin

sedikit jarak antara pengetahuan dengan fakta di alam semakin bagus pembelajaran biologi dijalankan.

sekali, karena buku teks sebenarnya adalah alat bantu untuk siswa agar

Salah satu cara guru yang dapat

lebih dapat memahami materi yang sudah diajarkan di sekolah. Siswa cenderung lebih tertarik membaca buku yang full colour, mudah dengan bahasa sehari-hari

Lembar Diskusi Siswa yang menarik, permainan dalam pembelajaran dan Lembar Kerja Siswa, maka

kemungkinan besar peluang siswa untuk aktif berfikir dalam

dipahami,ditulis menggunakan

pembelajaran akan tinggi sehingga hasil belajarnya pun akan ikut

seperti majalah, tabloid, komik dsb Berangkat dari kondisi di atas, penelitian modul ini bermaksud ditulis

meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah: penggunaan media Funny Biology Module hasil (FBM) belajar dapat dan

mendesain

yang

dengan kemasan yang lebih menarik, lebih diminati siswa karena full colour dan menggunakan bahasa yang sedang in di kalangan siswa sehingga membuat materi pelajaran menjadi tidak membosankan. Funny Biology Module ini dapat dijadikan guru sebagai alternatif pembelajaran yang menarik dalam upaya

meningkatkan

aktivitas siswa dalam pembelajaran materi Sistem Pencernaan di MA AlIrsyad Demak. Materi yang dipilih dalam penyusunan modul adalah materi sistem pencernaan. Pada materi ini siswa kesulitan untuk memahami materi tersebut. Hal ini terlihat dari hasil ulangan harian materi sistem pencernaan tahun ajaran 2009/2010 hasil ketuntasan klasikalnya adalah

membangkitkan minat dan motivasi siswa, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang dicapai. Di dalam modul ini juga ditambah dengan

untuk kelas XI IPA 1 adalah 56,25% , kelas XI IPA 2 adalah 52,94%, kelas XI IPA 3 adalah 58,75%, dan kelas XI IPA 4 adalah 57,25% dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yaitu 67. Tujuan dari penelitian ini adalah: penggunaan media Funny Biology Module hasil (FBM) belajar dapat dan

dan

kemudian

membandingkan

hasilnya dengan suatu kelompok pembanding yang tidak diberikan kondisi perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Al-Irsyad Demak sedangkan sampel diambil secara Cluster Random Sampling yaitu

kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3. Data hasil belajar siswa

meningkatkan

diambil dengan menggunakan soal tes akhir, tugas, dan nilai laporan hasil diskusi, data aktivitas siswa diambil dengan menggunakan

aktivitas siswa dalam pembelajaran materi Sistem Pencernaan di MA AlIrsyad Demak.

lembar angket aktivitas siswa, data METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan tanggapan siswa diambil dengan menggunakan lembar angket

penelitian eksperimen sejati (True Experiment) tepatnya adalah PostTest Only Control Design. Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan kepada satu kelompok perlakuan suatu kondisi perlakuan (treatment)

tanggapan siswa, data tanggapan guru diambil dengan

menggleobservasi kinerja guru, data tanggapan guru diambil dengan

menggunakan

lembar

wawancara

tanggapan guru. Analisis data yang

digunakan

dalam

penelitian

ini

kinerja guru) dan deskriptif kualitatif (data tanggapan guru).

adalah persentase kinerja (data hasil aktivitas siswa, tanggapan siswa, dan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Hasil belajar Tabel 1 Hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol
No 1 2 3 4 5 Komponen Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Ketuntasan klasikal (%) Jumlah siswa Kelas eksperimen 93,25 56,25 78,12 88,24% 34 Kelas kontrol 88,67 54,92 70,70 67,65% 34

2. Aktivitas siswa saat menggunakan Funny Biology Module Table 2 Rekapitulasi aktivitas siswa saat menggunakn FBM
Kode aspek A B C D E F Aspek yang diamati Membuka FBM saat pembelajaran Menggunakan media FBM saat pembelajaran Fokus terhadap FBM Menjelajahi isi FBM Ketrampilan bertanya siswa saat pembelajaran menggunakan media FBM Membuat catatan materi Rata-rata Persentase 89,22 78,43 76,47 77,45 72,55 70,59 77,45 Kriteria Sangat aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif

3. Tingkat aktivitas diskusi siswa secara klasikal Tabel 3 Tingkat keaktifan diskusi siswa secara klasikal
No 1 2 3 4 5 Kelas eksperimen siswa % 17-20 Sangat aktif 8 23,53 14-16 Aktif 21 61,76 12-13 Cukup aktif 5 11,76 10-11 Kurang aktif 0 0 1-9 Tidak aktif 0 0 Jumlah 34 100 Tingkat aktivitas klasikal (%) 85,29 Kriteria Sangat aktif Kategori Kriteria Kelas Kontrol siswa % 0 0 21 61,76 13 38,24 0 0 0 0 34 100 61,76 Cukup aktif

4. Tingkat aktivitas siswa saat praktikum Tabel 4 Tingkat aktivitas siswa saat praktikum
Kode aspek A B C D E Aspek yang diamati Memperhatikan/mendengarkan penjelasan guru Aktivitas siswa selama praktikum Bekerja dalam kelompok Mengerjakan LKS Menyimpulkan Eksperimen (%) 88,24 70,15 72,39 76,87 76,12 Kontrol (%) 78,68 66,42 62,69 71,32 69,12

5. Tanggapan Siswa Tabel 5 Tanggapan siswa terhadap FBM


No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pernyataan Funny Biology Module sistem pencernaan bermanfaat sebagai sumber belajar materi sistem pencernaan Funny Biology Module sistem pencernaan sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan guru Pembelajaran menggunakan Funny Biology Module sistem pencernaan sesuai dengan tujuan pembelajaran Funny Biology Module sistem pencernaan yang digunakan dalam pembelajaran menarik untuk dipelajari Siswa tertarik mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Funny Biology Module sistem pencernaan Siswa memahami materi sistem pencernaan yang disampaikan dengan menggunakan Funny Biology Module Siswa dapat dengan baik mengikuti pelajaran menggunakan Funny Biology Module sistem pencernaan Siswa termotivasi mengikuti pembelajaran materi sistem pencernaan menggunakan Funny Biology Module sistem pencernaan Persentase (%) Ya Tidak 100 100 100 100 100 100 100 100 -

6. Tanggapan Guru Tabel 6 Tanggapan Guru


No 1 Tanggapan guru Menurut bapak/ibu, apakah dalam materi sistem pencernaan juga memerlukan media pembelajaran? Menurut saya materi sistem pencernaan memerlukan media pembelajaran, karena pada materi ini lebih banyak materi abstrak yang dijelaskan seperti organ-organ pencernaan yang ada di dalam tubuh, jadi media ,memang diperlukan. Bagaimanakah kesan bapak/ibu terhadap Funny Biology Module sistem pencernaan? Bagi saya Funny Biology Module sangat menarik karena saya merasa seperti berhadapan dengan majalah, padahal isinya mengenai materi pelajaran, bahasanya ringan, mudah dimengerti, penuh dengan gambar, dan full colour. Apakah Funny Biology Module sudah tepat untuk digunakan sebagai media dan sumber belajar dalam materi sistem pencernaan?

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Ya, menurut saya sudah tepat sebagai media pembelajaran. Apakah perangkat pembelajaran sudah sesuai dengan KTSP? Tentunya sudah sesuai dengan KTSP, saya sudah membacanya dari awal sampai akhir, sudah sesuai. Apakah bapak/ibu setuju jika Funny Biology Module digunakan sebagai sumber belajar siswa pada materi selain sistem pencernaan? Kalau untuk materi yang lain memang sangat memungkinkan untuk dibuat seperti Funny Biology Module, kalo semua materi dibuat seperti ini, saya yakin lebih banyak siswa yang memahami semua materi yang diajarkan di sekolah. Apakah Funny Biology Module dapat membangkitkan daya tarik belajar bagi siswa? Melihat 4x pembelajaran dengan Funny Biology Module saya yakin sekali siswa sangat tertarik menggunakannya, dilihat dari antusias mereka selama pembelajaran kemarin. Menurut bapak/ibu apakah Funny Biology Module sudah cukup baik? Perlukah untuk diperbaiki di masa mendatang? Menurut saya sudah baik, tinggal dikembangkan lagi saja untuk materi yang lain, tidak hanya sistem pencernaan. Apakah Funny Biology Module baik dalam isinya, dapat mudah diterima siswa? Proses belajar mengajar dengan Funny Biology Module sangat menarik untuk mendorong siswa bersemangat dalam pembelajaran, jadi jelas siswa sangat menerima adanya Funny Biology Module Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan utama Funny Biology Module? Kelebihannya siswa memperoleh konsep secara menyeluruh, utuh, karena dapat disimpan untuk dibaca berkali-kali dan dapat memacu siswa untuk selalu membacanya. Untuk hambatannya meskipun Funny Biology Module ini sudah cukup dimengerti siswa akan tetapi pemahaman konsep masih perlu penekanan oleh guru. Apakah Funny Biology Module sudah sesuai, baik, dan layak menjadi media sebagai sumber belajar siswa? Ya, Funny Biology Module ini sudah sesuai, baik, dan layak menjadi sumber belajar siswa.

PEMBAHASAN Dari uji statistik kelas

88,24%.

Sedangkan

pada

kelas

kontrol nilai tertinggi 88,67 dan terendah 54,92 dengan ketuntasan klasikal 67,65%. Meskipun pada kelas kontrol rata-rata nilai akhirnya melebihi KKM yaitu 70,70 tetapi ketuntasan klasikalnya hanya sebesar 67,65%. Rata-rata kelas dan

eksperimen hasil belajarnya lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Ini berarti hasil belajar siswa yang menggunakan media Funny Biology Module lebih baik. Pada kelas eksperimen nilai tertinggi

93,25 dan terendah 56,25 dengan ketuntasan klasikal mencapai

ketuntasan klasikal yang dicapai

kelas eksperimen telah sesuai dengan pendapat Mulyasa bahwa (2003) yang

dikemas semenarik mungkin yang di dalamnya berisi gambar, teks

menyatakan

pembelajaran

berwarna, skema-skema yang dapat memudahkan memahami siswa materi karena untuk dapat

yang berkualitas baik jika siswa telah mencapai ketuntasan belajar minimal 65% dari seluruh tujuan

menimbulkan efek menyenangkan sehingga membuat siswa kembali membacanya dan pada akhirnya hasil belajarnya pun meningkat, ini sesuai dengan hasil angket yang diberikan kepada siswa setelah pembelajaran. Sesuai dengan pendapat

pembelajaran dan ketuntasan belajar klasikal tercapai jika sekurang-

kurangnya 85% dari jumlah siswa mampu tujuan klasikal menyelesaikan pembelajaran. yang seluruh Ketuntasan kelas

dicapai

eksperimen ini menunjukkan bahwa penggunaan Funny Biology Module pada materi sistem pencernaan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini diyakini karena pada kelas eksperimen siswa diberikan media yang baru yaitu penggunaan media Funny Biology Module

Arsyad (2005) yang menyatakan bahwa media dapat bermanfaat untuk menarik dan memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran, mengurangi verbalisme, mengatasi perbedaan berdasar pengalaman latar belakang belajar sosial

ekonomi dari siswa, dan membantu memberikan pengalaman belajar

sehingga siswa akan tertarik untuk belajar. Funny Biology modul Module yang

yang sulit diperoleh dengan cara yang lain. Hasil belajar siswa kelas

merupakan

sebuah

eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol disebabkan pada kelas eksperimen siswa lebih termotivasi (berdasarkan angket siswa) untuk belajar dengan adanya penggunaan Funny Biology Module. Berdasarkan Tabel 5,

materi

tersebut.

Media

Funny

Biology Module untuk pembelajaran materi sistem pencernaan manusia merupakan dikemas sehingga sebuah modul yang

semenarik bisa

mungkin siswa

membuat

merasakan nyaman, senang, tidak membosankan dan akan kembali membacanya karena menggunakan bahasa yang sedang in di kalangan siswa SMA/MA, di dalamnya

penggunaan Funny Biology Module menjadikan terhadap dilakukan menggunakan siswa lebih paham yang dengan mendorong

pembelajaran karena media

terdapat teks, gambar dan skemaskema yang dapat memudahkan

siswa untuk belajar mandiri sehingga mampu atau membangun pengetahuan atas dasar

siswa untuk memahami materi yang disampaikan. (Fibonacci 2008). Hasil eksperimen belajar lebih kelas tinggi

konsep-konsep

pemahaman sendiri. Struktur, fungsi, dan proses kerja dari sistem

pencernaan

manusia tidak dapat

dibandingkan kelas kontrol diduga kuat juga berkaitan dengan aktivitas siswa. Sebanyak 91,12% siswa

dilihat secara langsung atau bersifat abstrak. Siswa hanya dapat

membayangkan struktur dan proses kerja dari sulit sistem untuk pencernaan, memahami

tergolong sangat aktif secara klasikal saat pembelajaran menggunakan

sehingga

media Funny Biology Module. Hal

ini disebabkan karena siswa sangat berantusias mengeksplor/mengetahui modul yang dapat isi untuk dari

dan

secara

otomatis

akan

meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Kuta (2008) bahwa siswa keaktifan dalam dan proses

membangun

pengetahuan siswa. Selain itu, siswa juga tertarik menggunakannya

keterlibatan

belajar mengajar merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan belajar siswa. Perbedaan tingkat aktivitas siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol terjadi karena pembelajaran materi sistem pencernaan makanan pada kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran Funny Biology Module, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran

karena FBM adalah sebuah modul yang belum pernah digunakan di MA Al-Irsyad, mudah dipahami, hal ini sesuai dengan oleh tanggapan siswa. yang Selama

diutarakan

pembelajaran dengan menggunakan FBM siswa diberi kesempatan untuk membuka, membaca, fokus terhadap modul, ketrampilan menjelajahi bertanya isinya, siswa saat

pembelajaran dengan menggunakan modul dan membuat catatan materi. Antusias siswa, motivasi, kemudahan dan ketertarikan siswa dalam belajar akan mempengaruhi keaktifan siswa sehingga mampu membangkitkan

konvensional. Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui aktivitas diskusi siswa kelas eksperimen dalam proses pembelajaran selama 3 kali

pertemuan menunjukkan hasil yang memuaskan. Secara klasikal tingkat keaktifan diskusi siswa kelas

rasa ingin tahu siswa dalam belajar

eksperimen pada 3 kali pertemuan adalah 85,29% sedangkan pada kelas kontrol hanya 61,76%. Tingkat

ketertarikan siswa untuk melakukan praktikum, sedangkan pada kelas kontrol, hanya diberikan LKS bukan mini eksperiment fun, kemungkinan pada kelas kontrol siswa masih kurang tertarik melakukan mini

keaktifan yang dicapai siswa kelas eksperimen telah sesuai dengan

indikator yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu tingkat keaktifan siswa secara klasikal 70% dalam kriteria aktif dan sangat aktif. Selain praktikum, itu, kelas pada saat

praktikum. Dengan adanya

eksperiment fun di dalam modul, siswa kelas eksperimen pada saat praktikum lebih siap menerima

eksperimen

pembelajaran daripada kelas kontrol, hal ini dikarenakan karena mereka mempunyai modul yang bisa dibaca sendiri di rumah sebelum melakukan praktikum. Penggunaan Funny Biology Module dapat diterapkan materi dalam sistem

prosentase aktivitas klasikalnya pun lebih tinggi daripada kelas kontrol. Secara klasikal prosentase keaktifan kelas eksperimen yaitu 73, 53% dengan kriteria aktif, sedangkan pada kelas kontrol hanya 55,88% dengan kriteria kurang aktif. Hal ini kelas

pembelajaran

disebabkan

karena

pada

pencernaan. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan melalui memberikan guru yang diperoleh Guru bahwa

eksperimen diberikan Funny Biology Module yang di dalamnya terdapat mini eksperiment fun, sehingga dan

wawancara. tanggapan

membangkitkan

motivasi

pembelajaran dengan Funny Biology

Module ini sangat menarik. Hal ini mungkin disebabkan karena

pada materi yang lain. Hasil belajar dan aktivitas siswa tidak terlepas dari peran guru. Guru dapat berperan sebagai fasilitator, motivator, dan juga menentukan keberhasilan proses pembelajaran. wawancara diketahui Berdasarkan dengan bahwa guru hasil dapat

pembelajaran dengan penggunaan modul merupakan hal yang baru, sebelumnya siswa belum pernah menggunakan media seperti itu

dalam pembelajaran, sehingga siswa tidak merasa bosan yang terhadap lebih dalam lebih

pembelajaran

pembelajaran memudahkan memahami

ada,

dengan menggunakan media Funny Biology Module merupakan hal yang baru dan bagus. Menurut guru, pembelajaran dengan menggunakan media tersebut cukup menarik karena di dalamnya terdapat modul yang dikemas sangat menarik dengan full colour, bahasa banyak gambar, yang dengan mudah

siswa materi, siswa

termotivasi untuk belajar dengan menggunakan media tersebut. Jika siswa sudah mampu memahami

materi yang diberikan maka hasil belajarnya pun juga akan meningkat. Setelah melaksanakan

sederhana

pembelajaran dengan menggunakan media Funny Biology Module guru berpendapat bahwa media ini cocok diterapkan pencernaan. pada Guru materi juga sistem merasa

dipahami oleh siswa sehingga dapat mendorong siswa dalam memahami materi pelajaran.

tertarik untuk menerapkan media ini

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan Funny Biology Module sebagai media pembelajaran materi sistem pencernaan dapat

Creativity. Jurnal penelitian pendidikan Vol. 25 No.2. Semarang : LEMLIT UNNES. Deporter B. 1999. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Penerbit KAIFA Fibonacci A. 2009. Pengaruh Penggunaan Funny Chemistry Module dengan model pembelajaran Lovely Chemistry terhadap Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa. (Skripsi). Semarang: Universitas Negeri Semarang. Kuta N. 2008. Belajar Paling Efektif Jika Menyenangkan. Online at www.journal/educare/JIP/vol 1/html [diakses tanggal 23 November 2010]. Mulyasa. Pengembangan Pembelajaran Biologi dengan Menggunakan Modul Berorientasi Siklus Belajar dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMA. 2006. Jurnal Pendidikan IKIP Negeri Singaraja No.3 Th. XXXIX Juli 2006: 534550. Yunita D. 2007. Beginilah Cara Belajar Menyenangkan. Online at http://www.gayahidupsehaton line.com/ [diakses tanggal 14 Agustus

meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa pada materi sistem pencernaan. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, agar peneliti Penggunaan

menyarankan

media Funny Biology Module dapat dipertimbangkan sebagai suatu

alternatif media pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas

pembelajaran biologi. DAFTAR PUSTAKA Daroni. 2008. Implication of Scientific Work Model Of Toys And Trick As Elementary School Science Learning Model Alternative For Increasing Student