Anda di halaman 1dari 1

PEMERIKSAAN CD4 HUBUNGANNYA DENGAN STADIUM PENYAKIT HIV PENDERITA OLEH : I Ngurah Gede Verar Fujastawan

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) pertama kali ditemukan di Amerika Serikat di kelompok homoseksual pada tahun 1981. Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merupakan golongan retrovirus. Virus ini merupakan virus RNA dengan membran fosfolipid dan memiliki glikoprotein 120 (gp 120) dan gp 41di permukaan membrannya. HIV ditularkan melalui percampuran (kontak) darah, permukaan mukosa dan lewat ibu ke anak melalui jalan lahir dan air susu ibu. Virus HIV menginfeksi sel yang mengungkapkan (ekspresikan) CD4 seperti monosit/makrofag, sel mikroglia otak, sel dendritik dan sel limfosit T CD4 atau T helper. Patogenesis AIDS dalam penurunan T-limfosit tercermin di penerima CD4. Penurunan ini berkembang progressive berhubungan dengan peningkatan penyulit (komplikasi) klinis. Sejak tahun 1944, pemeriksaan CD4 telah berkembang luas. Kebayakan laboratorium mengukur jumlah absolute CD4 dalam darah utuh (whole blood) dengan cara membuat pelantar ganda (multiplatform). Saat ini sitometri alir (flow cytometry ) merupakan alat yang digunakan untuk membedakan sel atau partikel berdasarkan tebaran (scattering) sinar. Alat ini berfungsi mengukur beberapa karakteristik sel secara simultan, termasuk : ukuran, granularity, fluorochrome, dan intensitas fluoresensce. Teknik immunophenotyping merupakan teknik untuk menemukan (dektesi) antigen determinan di permukaan WBCs dengan dengan menggunakan antigen spesifik antibody monoclonal yang ditandai dengan zat warna pendar fluor (fluorescence) atau fluorochrome. Sel tersebut kemudian ditandai dengan sitometri alir.